cover
Contact Name
Khaidarulloh
Contact Email
khaidarulloh@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285645745080
Journal Mail Official
inej@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
InEJ: Indonesian Engagement Journal
ISSN : 2723018X     EISSN : 27230244     DOI : http://dx.doi.org/10.21154/inej
InEJ: Indonesian Engagement Journal is a biannual journal that published in June and December by the Institute for Research and Community Services of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Ponorogo. The journal is focus on the result of community services and activities by empowering the society through a participatory approach to reach the sustainable development.
Articles 95 Documents
PELATIHAN MEMBUAT BATIK TULIS MOTIF JAGUNG GUNA MENINGKATKAN LIFE SKILLS WARGA KEDIREN MAGETAN Mayrina Eka Prasetya Budi
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.261 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.3104

Abstract

Mayoritas warga Desa Kediren bermata pencaharian sebagai petani jagung. Selain bertani, terkadang masyarakat juga membuat batik sebagai mata pencaharian tambahan. Industri batik tulis Desa Kediren Kabupaten Magetan baru berjalan enam bulan. Industri batik tulis motif jagung sebagai ikon kebanggan Desa Kediren belum berjalan dengan baik dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan membuat batik. Tujuan pengabdian yang kami lakukan adalah meningkatkan life skills membuat batik tulis motif jagung bagi warga. Metode yang digunakan dalam pengabdian iniadalah Asset Based Communities Development (ABCD) yaitu melakukan pelatihan dengan praktik membuat batik tulis motif jagung bersama warga dengan fasilitator salah satu warga yang sudah lebih kompeten dalam membuat batik tulis motif jagung. Hasil dari pengabdian masyarakat menunjukkan meningkatnya kemampuan warga dalam membuat batik tulis motif jagung. Mereka lebih terampil dan batik yang dihasilkan lebih bagus dari sebelumnya.Jadi pelatihan ini penting guna meningkatkan life skills dalam membuat batik tulis motif jagung warga Desa Kediren Kabupaten Magetan. The majority of Kediren Village residents work as corn farmers. Apart from farming, sometimes people also make batik as an additional source of income. The batik industry in Kediren Village, Magetan Regency, has only been running for six months. The batik industry, with corn motifs as the proud icon of Kediren Village, has not been running well due to limited human resources who have the ability to make batiks. The goal of our dedication is to improve life skills by making batik with corn motifs for the residents. The method used in this service is Asset Based Communities Development (ABCD), which is training by practicing making written batik with corn motifs together with the community with the facilitator, one of the residents who is more competent at making batik with corn motifs. The results of community service show the increasing ability of residents to make batik with a corn motif. They are more skilled and the batik they produce is better than before. So, this training is important in order to improve life skills in making written batik with corn motifs in Kediren Village, Magetan Regency.
RETRACTION: SOSIALISASI DAN SIMULASI MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN SISWA SDN 2 WATES PONOROGO Risma Dwi Arisona
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.918 KB) | DOI: 10.21154/inej.v1i1.2049

Abstract

Artikel ini ditarik atas permintaan penulis karena terjadi double publish di https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/asanka/article/view/1939
PELATIHAN PENGOLAHAN KUNYIT MENJADI SERBUK MINUMAN SIAP SEDUH UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EKONOMI MASYARAKAT DUSUN GEMBES DESA SLAHUNG KECAMATAN SLAHUNG Zeni Murtafiani; Yayuk Wahyuni; Herry Suprajitno
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.463 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.3038

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas dan keterampilan masyarakat Dusun Gembes, Desa Slahung Kec. Slahung, Kabupaten Ponorogo untuk mengolah kunyit menjadi menjadi minuman siap seduh. Kegiatan dilaksanakan dua kali bertempat di rumah Bapak Kasun dan di rumah Bapak Kepala Desa dengan melibatkan 20 orang pada tahap pertama, dan 40 orang pada tahap kedua. Pada kegiatan ini digunakan metode penyuluhan interaktif dan demonstrasi dengan melalui tiga tahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan sasaran tentang kunyit serta pengolahannya menjadi minuman siap seduh. Sasaran juga tertarik untuk mengonsumsi dan memproduksi sendiri minuman rempah yang didemonstrasikan, dan akan mempraktekkan penjualan bubuk kunyit siap seduh untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Masyarakat juga antusias untuk menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada orang lain di Dusun Gembes.This community service activity aims to increase the knowledge, creativity and skills of the people of Gembes Hamlet, Slahung Village, Kec. Slahung, Ponorogo Regency to process turmeric into a ready-brewed drink. The activity was carried out twice at the house of Mr. Kasun and at the house of the Village Head, involving 20 people in the first stage, and 40 people in the second stage. In this activity, interactive counseling and demonstration methods are used through three stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The results of the implementation of the activity showed an increase in target knowledge about turmeric and its processing into a brewed drink. are also interested in consuming and producing their own spice drinks which are demonstrated, and will practice selling turmeric powder ready to brew to improve the economic level of the community. The Gembes Village community is also enthusiastic about passing on their knowledge to others.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING MENGGUNAKAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMUDA KARANG TARUNA Agus Darmuki; Nur Alfin Hidayati; Syahrul Udin
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.505 KB) | DOI: 10.21154/inej.v1i2.2332

Abstract

Salah satu aset yang akan menjadi generasi emas suatu negara yaitu pemuda. Mereka merupakan usia produktif yang memiliki potensi penggerak pembangunan suatu negara. Maju mundurnya suatu negara nanti akan bergantung pada kualitas pemuda dalam partisipasinya di pembangunan. Kemampuan mereka akan ikut andil membangun peradaban yang unggul suatu bangsa. Pemuda harus betul-betul dipersiapkan dengan berbagai kemampuan yang mendukung kehidupannya di masyarakat, salah satunya kemampuan Public Speaking. Kemampuan Public Speaking akan menjadi dasar dalam membangun peradaban bangsa yang yang demokrasi. Kemampuan Public Speaking mereka akan menunjukkan intelektualnya dalam menyampaikan pesan, ide, pemikiran dan informasi kepada orang lain. Tujuan kegiatan ini dengan mengadakan pelatihan public speaking bagi pemuda, untuk memberikan bekal kepada mereka kemampuan public speaking sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa terutama di Desanya. Target kegiatan ini dapat menghasilkan artikel yang dipublicasikan pada jurnal. Metode yang kami pakai dalam pelatihan ini yaitu metode Kooperatif Tipe Jigsaw dengan berbasis audio visual. Melalui metode Kooperatif Tipe Jigsaw diharapkan kaum muda dapat berlatih keberanian kemudian direkam dalam bentuk audiovisual dan diunggah di youtube. Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada tanggal 4-5 November 2019. Sasaran pelatihan ini adalah pemuda karang taruna Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo.
MENYONGSONG PERADABAN 4.0 MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN WEBSITE BAGI WARGA DESA PERBATASAN Edi Irawan
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.8 KB) | DOI: 10.21154/inej.v1i1.2045

Abstract

Lahirnya  revolusi  industri  4.0  berkelindan  dengan  revolusi  peradaban  5.0.  Hal  ini menjadi  tantangan  sekaligus  peluang  bagi  masyarakat.  Kegiatan  pengabdian  kepada masyarakat  ini  berupaya  mengenalkan  sejak  dini  akan  lahirnya  era  disrupsi teknologi  ini  kepada  masyarakat.Selanjutnya,  masyarakat  diberikan  pelatihan pembuatan  website.  Sasaran  kegiatan  pengabdian  ini  adalah  warga  masyarakat Desa  Wates,  Kecamatan  Slahung,  Kabupaten  Ponorogo.  Pengabdian  kepada masyarakat  ini  menggunakan  pendekatan  asset  based  community  development (ABCD)  dengan  model  appreciative  inquiry  (AI).  Kegiatan  ini  telah  terlaksana dengan  baik  dan  terbukti  efektif  dalam  memberikan  pencerahan  kepada  masyarakat terkait  society  5.0  dan  teknik  membuat  dan  mengelola  website.  Indikator  lain pelaksanaan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  adalah  hasil  umpan  balik  dari para  subjek  dampingan,  dimana  sebagian  besar  menyatakan  bahwa  kegiatan  ini sangat  bermanfaat,  sesuai  kebutuhan  dan  juga  memberikan  dampak  nyata  bagi masyarakat  dampingan.
STRATEGI ADAPTASI DI ERA PANDEMI COVID 19 BAGI UMKM KALICARI PEDURUNGAN SEMARANG Ratna Wijayanti; Suratman Suratman; Eviatiwi Kusumaningtyas Sugiyanto
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v2i1.2536

Abstract

Berdasarkan pra survey yang telah dilakukan sebelumnya diketahui bahwa UMKM Kelurahan Kalicari mengalami penurunan omset penjualan sebagai dampak kondisi pandemi Covid 19. Hal ini menjadi alasan pentingnya sebuah startegi diterapkan untuk bertahan dan beradaptasi di era pandemic. Pengabdian ini berfokus pada penyuluhan mengenai strategi bertahan UMKM pada masa pandemi Covid 19. Penyuluhan yang diberikan berupa pemaparan tentang berbagai strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha ditengah daya beli masyarakat yang menurun. Hasil pengabdian kepada masayarkat ini berupa peningkatan pengetahuan UMKM tentang berbagai bentuk startegi yang dapat diterapkan untuk mempertahankan usahanya di era pandemic. Hasil evaluasi juga menunjukkan mayoritas UMKM berpendapat dapat dengan mudah mengaplikasikan strategi yang telah diajarkan.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PERTANIAN WARGA DI DUSUN GENUK DESA SNEPO KEC SLAHUNG KAB. PONOROGO Syaiful Arif
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1892.831 KB) | DOI: 10.21154/inej.v1i2.2328

Abstract

Model peternakan sapi di Dusun Genuk Desa Senepo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo dikelola secara tradisional dan dalam skala kecil atau rumah tangga sehingga orientasi peternakan hanya mengedepankan produktivitas ternaknya dan belum memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai nilai tambah bagi peternak. Tujuan pengabdian yang kami lakukan adalah mengelola kotoran sapi agar bisamenjadi pupuk organik yang bisa digunakan oleh peternak untuk mengelola lahan pertanian dan menekan biaya produksi pertanian selama ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan pelatihan dan praktik pembuatan pupuk organik bersama warga pemilik ternak dengan bekerjasama dengan dinaspertanianKabupaten Ponorogo. Hasil dari pengabdian masyarakat ini msyarakat genuk bisa memproduksi pupuk organik secara mandiri atau berkelompok.
PELATIHAN MANAJEMEN PENGELOLAAN ADMINISTRASI MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI WOTSOGO JATIROGO TUBAN Ahmad Hariyadi; Masnuatul Hawa; Sutrimah Sutrimah; Siti Aniqoh Sofwani; Endah Yuliani
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.713 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.3058

Abstract

Pemerintahan Desa merupakan garda terdepan dalam penyelenggaran pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia. Hal itu bisa berjalan dengan baik kalau di dukung dengan SDM perangkat desa dan pemuda karang taruna yang mampu melaksanakan perannya dengan baik. Perangkat desa dan pemuda merupakan SDM di pemerintahan paling bawah yang memiliki andil besar terhadap pembangunan di negeri ini. Peran  mereka dibutuhkan terutama di desa sebagai penggerak pemerintahan desa. Kemampuan manajemen administrasi pemerintahan desa harus dikuasai oleh perangkat desa dan pemuda di suatu desa untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal baik dari aspek tata kelola maupun dokumentasi. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pelatihan terhadap manajemen pengelolaan administrasi Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Metode yang dipakai dalam pelatihan adalah metode Demonstrasi berbasis audio visual. Melalui metode Demonstrasi diharapkan dapat melatih dan memahami manajemen administrasi pemerintahan. Sasaran pelatihan ini adalah perangkat desa dan  unsur  pemerintahan Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo. Village apparatus is the front guard in the administration of government and public services in Indonesia. It needs to be supported by the human resources of the village, especially youth organization. Village apparatus and youth as the human resources are at the bottom position of the government have many contributions in the development of the country. Their role is needed as the driving force in the village governance. The village apparatus and youth organization must capable in administration manajement to give good services to the public both in terms of administration and documentation. The purpose of this activity is to provide understanding and training on the administrative manajement of Wotsogo Village, Jatirogo District, Tuban Regency. The method used in the training is the audio-visual based demonstration method. Through the Demonstration method, it is hoped that it can train and understand the government administration manajement. The targets of this training are village apparatus and also the element of the Wotsogo Village government in Jatirogo District.
PELATIHAN MANAJEMEN PENGELOLAAN ADMINISTRASI MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI WOTSOGO JATIROGO TUBAN Ahmad Hariyadi; Masnuatul Hawa; Sutrimah Sutrimah; Siti Aniqoh Sofwani; Endah Yuliani
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.692 KB) | DOI: 10.21154/inej.v1i2.2333

Abstract

Pemerintahan Desa merupakan garda terdepan dalam penyelenggaran pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia. Hal itu bisa berjalan dengan baik kalau di dukung dengan SDM perangkat desa dan pemuda karang taruna yang mampu melaksanakan perannya dengan baik. Perangkat desa dan pemuda merupakan SDM di pemerintahan paling bawah yang memiliki andil besar terhadap pembangunan di negeri ini. Peran mereka dibutuhkan terutama di desa sebagai penggerak pemerintahan desa. Kemampuan manajemen administrasi pemerintahan desa harus dikuasai oleh perangkat desa dan pemuda di suatu desa untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal baik dari aspek tata kelola maupun dokumentasi. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pelatihan terhadap manajemen pengelolaanadministrasi Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Metode yang dipakai dalam pelatihan adalah metode Demonstrasi berbasis audio visual. Melalui metode Demonstrasi diharapkan dapat melatih dan memahami manajemen administrasi pemerintahan. Sasaran pelatihan ini adalah perangkat desa dan unsur pemerintahan Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PELATIHAN KESENIAN RELIGI QASIDAH REBANA DI DUSUN PENANGGUNGAN KEC. BUNGKAL KAB. PONOROGO DENGAN PENDEKATAN ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT Lukman Santoso; Mutia Devi, et. al.
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.936 KB) | DOI: 10.21154/inej.v1i1.2046

Abstract

Kajian  ini  bertujuan  untuk  mengeksplorasi  hasil  pengabdian  masyarakat  yang  telah dilaksanakan  dalam  1  bulan.  Pengabdian  ini  bertujuan  terciptanya  perubahan  dan kesadaran  dari  kepribadian  remaja  untuk  dapat  lebih  bisa  memanfaatkan  potensi  dan  aset yang  dimiliki.  Usaha-usaha  yang  dilakukan  sengaja  diarahkan  agar  bagaimana  remaja  ini bisa  berubah,  berinisiatif,  dan  berkreativitas  secara  mandiri  untuk  merubah  mindset  diri yang  sebelumnya  malas  dan  pasif.  Pengabdian  ini  menggunakan  pendekatan  pendampingan ABCD  (Asset  Based  Community  Development).  Dengan  melakukan  pemberdayaan remaja  di  Dusun  Penanggungan  diharapkan  mampu  meningkatkan  pengetahuan  dan kemampuan  komunitas  remaja  dalam  mengidentifikasi  masalah  yang  dihadapi,  potensi yang  dimiliki,  merencanakan  dan  melakukan  pemecahannya  dengan  memanfaatkan  potensi setempat.  Setelah  dilakukan  pengabdian  yang  dilakukan,  terlihat  perubahan  dari  hasil pengabdian  yang  telah  dilakukan.  Adapun  perubahan  yang  paling  utama  dari  remaja yakni  lebih  bisa  mengembangkan  kreatifitasnya  untuk  belajar  dan  mengikuti  pelatihan Qasidah Rebana  yang telah diadakan sekaligus memperkuat  komunitas remaja  tersebut.

Page 2 of 10 | Total Record : 95