cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Pengembangan Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dalam Pembelajaran Kimia M. Tohir Karjono
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35628

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan di kelas X SMA sebagai dasar peletakan ilmu untuk pengembangan selanjutnya. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Dari hasil kajian teoritis dan studi lapangan yang diperkuat dengan temuan-temuan dalam uji coba terbatas, dihasilkan pengembangan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran kimia SMA. Model yang dikembangkan merupakan modifikasi dari model pembelajaran sains teknologi masyarakat dari Prof. Anna Poedjiadi yang terdiri dari lima tahapan pembelajaran, yaitu: 1) Pendahuluan, 2) Pembentukan dan pengembangan konsep, 3) Aplikasi konsep dalam kehidupan, 4) Pemantapan konsep, dan 5) Penilaian. Hasil pengolahan data pada uji coba luas yang dilaksanakan di tiga sekolah menunjukkan 1) Baik guru maupun siswa memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran kimia SMA, 2) Terjadi peningkatan yang signifikan pada hasil pascates jika dibandingkan dengan hasil prates, baik pada kelompok kelas eksperimen maupun pada kelompok kelas kontrol, namun demikian pada kelompok kelas eksperimen, peningkatan hasil tes tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kelas kontrol dengan perbedaan yang signifikan.
Penguatan Peran Kepemimpinan Kurikulum (Curriculum Leadership) Wakil Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kepemimpinan Pembelajaran (Instructional Leadership) R. Rahmat; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2036.942 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36013

Abstract

Saat ini kita berada di era revolusi industri 4.0, di mana revolusi tersebut akan memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor khususnya tiga klaster: fisik, digital, dan biologi. Dengan kondisi demikian, maka tuntutan perubahan terhadap Lembaga pendidikan menjadi begitu besar. Pendidikan sebagai sebuah upaya mempersiapkan masa depan bangsa harus mampu menjawab tantangan ini. Dengan semakin kompleksnya permasalahan di abad ke-21 seperti dijelaskan di atas dan perlunya kepala sekolah menerapkan kepemimpinan instruksional maka diperlukan sebuah model kepemimpinan yang dapat mengintegrasikan keduanya untuk menjadi lebih produktif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) di mana peneliti menggunakan berbagai sumber rujukan dan dokumen yang dapat mendukung proses penelitian. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kepala sekolah harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang dapat mempengaruhi orang lain salah satu yakni wakil kepala sekolah bidang kurikulum sehingga diperlukan pembagian tugas dan kewenangan dalam implementasi kepemimpinan pembelajaran antara kepala sekolah dengan wakil bidang kurikulum dan dapat terlihat bahwa wakil kepala sekolah bidang kurikulum memiliki peranan sangat strategis dalam tata kelola implementasi kurikulum.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepemimpinan Kurikulum, Kepemimpinan Pembelajaran We are currently in the era of the industrial revolution 4.0, where this revolution will have a very significant impact on various sectors, especially three clusters: physical, digital, and biological. With these conditions, the demands for changes in educational institutions become so great. Education as an effort to prepare the nation's future must be able to answer this challenge. With the increasingly complex problems in the 21st century as described above and the importance of principals implementing instructional leadership, a leadership model is needed that can integrate the two to be more productive. This research uses library research by utilizing various reference sources and documents that can support the research process. In this study, it was found that the principal must have leadership abilities which can influence others, one of which is the vice principal in the curriculum field so that it is necessary to divide the tasks and authority in the implementation of learning leadership between the principal and the vice principal in the curriculum field and it can be seen that the vice principal in the field of curriculum The curriculum has a very strategic role in the governance of curriculum implementation.
Pendidikan Profesi Pengembang Kurikulum Anita Yosepha
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.76 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36906

Abstract

Pendidikan profesi merupakan sebuah bagian dari jenis pendidikan di Indonesia. Ada banyak profesi yang berkembang di masyarakat. Tujuan dari pendidikan profesi adalah menyiapkan tenaga-tenaga profesional sesuai dengan bidangnya. Pendidikan profesi diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Salah satu program studi yang diselenggarakan perguruan tinggi adalah Program Studi Pengembangan Kurikulum. Pada masa ini, Pengembangan Kurikulum belum menjadi sebuah profesi resmi yang diakui pemerintah. Melalui studi pustaka dalam artikel ini, ditemukan bahwa sebenarnya Program Pengembangan Kurikulum dapat dijadikan dan disahkan sebagai sebuah profesi.Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Profesi, Program Pengembangan Kurikulum AbstractProfessional education is a part of the type of education in Indonesia. Many professions develop in society. The purpose of professional education is to prepare professional personnel for their fields. Professional education is organized by universities. One of the study programs organized by the university is the Curriculum Development Study Program. At this time, Curriculum Development has not become an official profession recognized by the government. Through the literature study in this article, it was found that the Curriculum Development Program can be made and ratified as a profession.
Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus Pendidikan Non Formal untuk Daerah Konflik Kamin Sumardi
Inovasi Kurikulum Vol 5, No 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.745 KB) | DOI: 10.17509/jik.v5i1.35619

Abstract

Curriculum is one important component in education, as specially in learning process. Curriculum must support all the student need, because of it, we need a special curriculum. Every conflict has a different characteristic, but the effect on the child education has the same meaning. Because of that, we have to arrange one of curriculum development and the evaluation more specific by using a special service especially in non forma education. Special service education in non formal education (PLK-PNF) for conflict area, which has a base differentiation in learning process. This special service education has a double mission, for education and ti handle the side effect of conflict as physically and also psychologist.
Evaluasi Dokumen Perencanaan Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Kejuruan Amay Suherman
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 2 (2009): Inovasi Kurikulum, August 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.721 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i2.35702

Abstract

Evaluasi dokumen perencanaan pembelajaran adalah bagian dari jaringan evaluasi dokumen kurikulum  secara keseluruhan. Perencanaan pembelajaran tersebut di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diwujudkan dalam sebuah dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), maka untuk mengevaluasi dokumen RPP tersebut harus mencermati variabel yang ada dalam RPP. Berdasarkan dokumen Kurikulum Berbasis Kompetensi, dokumen RPP merupakan perwujudan dari rencana implementasi dari salah satu standar kompetensi atau kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Dalam dokumen KBK berkenaan dengan Kegiatan Belajar Mengajar, hanya tertuang rambu-rambu yang harus diterjemahkan secara operasional oleh masing-masing guru dalam mencapai tuntutan setiap kompetensi yang ada. Didalam dokumen tersebut diberikan contoh bagaimana pencapaian kompetensi, dan contoh kegiatan. Akan tetapi, bagaimana proses pembelajaran yang harus terjadi secara efektif dan efisien harus dirancang oleh guru yang bersangkutan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang sistematis agar diperoleh kejelasan dan keajegan dalam implementasinya.
Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills) Mulyani Sumantri
Inovasi Kurikulum Vol 1, No 1 (2004): Inovasi Kurikulum, February 2004
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.29 KB) | DOI: 10.17509/jik.v1i1.35608

Abstract

Life skills adalah kemampuan atau kecakapan yang dimiliki seseorang untuk memecahkan problema hidup secara proaktif dan kreatif. Kecakapan hidup dapat berhubungan dengan kecakapan: mengenai diri, berfikir rasional, sosial, akademik, dan vokasional. Secara umum tujuan pembelajaran life skills adalah menyiapkan para siswa dengan pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan di masyarakat. Secara khusus life skills bertujuan untuk mengembangkan antara lain: kecakapan komunikasi, sikap dan prilaku yang sesuai dengan nilai-nilai di masyarakat, kemandirian, pengetahuan tentang sumberdaya alam, kemampuan pra-vokasional, dan vokasional, memecahkan masalah, dan pemanfaatan waktu senggang. Model pembelajaran yang dekat dengan pembentukan kecakapan hidup adalah model pembelajaran terpadu (integrated learning) dan model pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Model pendidikan realistik merupakan upaya mengatur pendidikan sesuai dengan kebutuhan nyata siswa di tengah masyarakat.
Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Nilai-Nilai Sosial Siswa N. Noererlinda
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 1 (2009): Inovasi Kurikulum, February 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.608 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i1.35689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan nilai-nilai sosial siswa pada mata pelajaran pendidikan Sejarah di Madrasah Aliyah. Menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang meliputi studi pendahuluan, pengembangan  dan uji coba model gkan dengan model diperoleh beberapa temuan pada proses pembelajaran yang indikasinya mengarah pada perbaikan kualitas diri siswa. Melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran Sejarah, rasa solidaritas dan sosialisasi siswa di antara temannya semakin meningkat. Para siswa lebih bertanggungjawab dalam mengikuti proses pembelajaran.
Model Pendidikan Profesi Guru (PPG) Vokasi Mustika Nuramalia Handayani; As’ari Djohar
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2980.522 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36805

Abstract

Guru di setiap jenjang pendidikan harus memiliki sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi begitu pun dengan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penyediaan guru SMK profesional merupakan salah satu tugas khusus dalam revitalisasi SMK. Pendidikan Profesi Guru Vokasi (PPGV) diharapkan dapat menghasilkan guru-guru profesional untuk mendidik generasi unggul dan kompetitif. Model PPGV di Indonesia saat ini menggunakan model konkuren dan konsekutif. PPGV Dalam Jabatan menggunakan model konkuren di mana dalam kurikulumnya memuat keilmuan bidang studi dan pendidikan. PPGV Pra Jabatan menggunakan model konsekutif di mana dalam kurikulumnya memuat keilmuan pendidikan, sedangkan keilmuan bidang studi telah dipelajari sebelumnya pada pendidikan sarjana oleh mayoritas peserta PPG Pra Jabatan yang didominasi oleh sarjana non pendidikanKata Kunci: Model Pendidikan Profesi Guru; Konkuren; Konsekutif AbstractTeachers at every level of education must have a professional educator certificate obtained through professional education as well as vocational high school (SMK) teachers. The provision of professional vocational teachers is one of the special tasks in the revitalization of vocational schools. Vocational Teacher Professional Education (PPGV) is expected to produce professional teachers to educate a superior and competitive generation. The PPGV model in Indonesia currently uses concurrent and consecutive models. PPGV In Position uses a concurrent model where the curriculum contains scientific fields of study and education. Pre-Service PPGV uses a consecutive model in which the curriculum contains educational science, while the field of study has been previously studied in undergraduate education by the majority of Pre-Service PPG participants who are dominated by non-educational scholars.
Pengembangan Pembelajaran Terpadu Model Connected untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Nuruddin Hidayat
Inovasi Kurikulum Vol 6, No 1 (2009): Inovasi Kurikulum, February 2009
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.573 KB) | DOI: 10.17509/jik.v6i1.35680

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya tuntutan pelaksanaan pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA di tingkat SMP/MTs. Perubahan pendekatan pembelajaran IPA ini menuntut guru untuk memahami dan melaksanakannya. Kenyataan di lapangan, menunjukkan bahwa baru sebagian kecil guru yang telah melaksanakan pembelajaran terpadu, itupun lebih dikarenakan sekedar memenuhi tuntutan kurikulum. Permasalahan yang ada di lapangan adalah kekurangpahaman guru terhadap pembelajaran terpadu dan tidak adanya contoh konkrit yang dapat mereka aplikasikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengembangan pembelajaran terpadu model connected yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA pada madrasah tsanawiyah di Kabupaten Gunungkidul. Sesuai dengan tujuan di atas, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Pembelajaran terpadu model connected ini menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, tugas dilakukan pada satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya, bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide yang dipelajari pada semester berikutnya dalam satu bidang studi. Model ini dikembangkan berdasarkan teori dari Fogarty dan panduan pengembangan pembelajaran IPA terpadu. Model yang dihasilkan berupa desain pembelajaran IPA tepadu connected dan beberapa pedoman dalam implementasi pembelajaran IPA terpadu connected. Hasil implementasi pengembangan desain ini terbukti telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama Departemen Agama untuk memberikan dukungan kebijakan, kepala madrasah dan guru untuk dapat mengembangkan sesuai dengan kondisi madrasah dan Peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian pada aspek penilaian yang lebih luas.
Manajemen Kurikulum Pesantren Sains Muftia Fitri Fajriani
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4689.746 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36042

Abstract

Pembelajaran di sekolah saat ini belum sampai ke tahap dimana terdapat kesimpulan mengenai keagungan dan kehebatan allah. Jarang terdapat sekolah yang mengaitkan fenomena-fenomena yang dipelajari dengan Tauhid Rububiyyah. Hal ini lah yang melatarbelakangi lahirnya Pesantren Sains di Sragen, yang menjadi sebuah inovasi pendidikan pesantren yang integral holistik. Sebagai Pesantren Sains yang merupakan salah satu bentuk aplikasi dari proyek integrasi antara Islam dan Sains, peneliti dalam penelitiannya bertujuan untuk dapat mengidentifikasi lebih lanjut terkait dengan manajemen kurikulum pesantren Sains Darul Ihsan Sragen. Penelitian ini menggunakan metode metode kualitatif dengan studi literatur (dokumen) atas hasil-hasil penelitian sebelumnya dan wawancara via telepon. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa manajemen kurikulum pesantren Sains Darul Ihsan Sragen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum, telah terlaksana dengan baik. Penilaian tersebut didasari dengan adanya program kerja, terlaksananya program, dilakukan pengawasan, serta terlaksananya proses pembelajaran dengan optimal. Selain itu Pesantren Sains ini memiliki kekhasan dan ciri tersendiri yang membedakan pesantren ini dengan lainnya.Kata Kunci: Manajemen Kurikulum; Kurikulum Pendidikan; Pesantren Sains Learning in schools today has not reached the stage where there are conclusions about the majesty and greatness of Allah. There are rarely schools that associate the phenomena studied with Rububiyyah Tawhid. This is the background of the birth of Science Islamic Boarding School in Sragen, which has become an integral holistic Islamic boarding school education innovation. As a Science Islamic Boarding School which is one form of application of the integration project between Islam and Science, researchers in their research aims to be able to identify further related to the curriculum management of Science Islamic Boarding School Darul Ihsan Sragen. This study uses qualitative methods with literature study (document) on previous research results and telephone interviews. The results of this study found that the curriculum management of Science Islamic Boarding School Ihsan Sragen including planning, organizing, implementation, and evaluation of the curriculum, has been carried out well. The assessment is based on the existence of a work program, the implementation of the program, supervision is carried out, and the optimal implementation of the learning process. In addition, this Science Islamic boarding school has its own characteristics and characteristics that distinguish this Science Islamic boarding school from others.

Page 4 of 30 | Total Record : 295