cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Implementasi kurikulum berbasis Sociopreneur dalam pendidikan karakter di SMK Santa Maria Jakarta Margareta Wahyu Dwi Utari
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44221

Abstract

Vocational High School is a form of formal education that provides vocational education. One of the points of competency standards for vocational high school graduates is personal and social character. Based on this, character education needs to be applied in vocational high schools, considering that vocational high schools are the ends of preparing the workforce in the face of global competition in the era of the Industrial Revolution 4.0. Santa Maria Vocational High School, one of the private vocational high schools in Central Jakarta, feels the need to have a distinctive character to compete in global challenges by applying sociopreneur values in every teaching and learning process called the sociopreneur curriculum. The purpose of this study was to determine the extent to which the sociopreneur curriculum's implementation impacted students' character, especially on the competence of fashion design skills at Santa Maria Vocational High School. The research method in the study used a qualitative approach with sampling through a purposive sampling technique and data collection by triangulation technique through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the sociopreneur values contained in the sociopreneur curriculum also have an impact on the character education of students, which is clearly visible in the relevance of sociopreneur values in everyday life and has experienced a significant increase in importance and the surrounding environment. AbstrakSekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan. Salah satu poin standar kompetensi lulusan SMK, yaitu karakter pribadi dan sosial. Berdasar hal tersebut, maka pendidikan karakter perlu diterapkan di SMK mengingat SMK menjadi ujung tombak penyiapan tenaga kerja dalam menghadapi persaingan global di era revolusi industri 4.0. SMK Santa Maria sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan swasta yang berlokasi di Jakarta Pusat merasa perlu memiliki ciri khas agar dapat bersaing dalam tantangan global dengan menerapkan nilai-nilai sociopreneur pada setiap proses belajar mengajar yang disebut dengan kurikulum sociopreneur, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana implementasi kurikulum sociopreneur berdampak pada karakter peserta didik khususnya pada kompetensi keahlian Tata Busana di SMK Santa Maria. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling dan pengumpulan data dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sociopreneur yang terkandung pada kurikulum sociopreneur turut memberi dampak pada pendidikan karakter peserta didik yang terlihat secara nyata pada relevansi nilai-nilai sociopreneur dalam kehidupan sehari-hari yang dialami dan merasakan peningkatan yang signifikan terhadap kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.Kata Kunci: Implementasi kurikulum; pendidikan karakter; sociopreneur
Efektivitas Penggunaan Kuis Interaktif Berbasis Video Conference Terhadap Pemahaman Materi Pada Mahasiswa Muhammad Raffy Maulana Gumelar; Ghea Putri Dwiyanti; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36211

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 masih terus berlangsung sehingga pembelajaran jarak jauh masih tetap diberlakukan. Salah satu metode yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi yaitu Video Conference. Selama menggunakan Video Conference, terdapat berbagai persoalan yang dinilai tidak efektif dalam segi kualitas pemahaman materi, dimana banyak mahasiswa yang merasa bosan selama pembelajaran berlangsung, serta proses pembelajaran yang tidak interaktif karena kurangnya interaksi antara pendidik dengan peserta didik, sehingga mengakibatkan rendahnya tingkat pemahaman pada mahasiswa. Dalam upaya menciptakan proses pembelajaran yang optimal dibutuhkan metode yang tidak membosankan, terdapat interaktivitas yang baik, serta dapat meningkatkan pemahaman. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian mengenai efektivitas penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan kuisioner sebagai instrument pengumpulan data. Subjek penelitiannya yaitu mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan angkatan 2020 sebanyak 31 sampel, dan peneliti menggunakan teknik uji analisis korelasi Rank Spearman. Hasil koefisien korelasi yang diperoleh yakni sebesar 0,482 yang terkategori cukup kuat. Angka tersebut menunjukan terdapat pengaruh antara penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Kuis interaktif dinilai sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan mempermudah dalam menyampaikan materi, sehingga metode ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman pada mahasiswa.Kata Kunci: Kuis Interaktif; Pandemi Covid-19; Video Conference. AbstractThe spread of the Covid-19 virus is still ongoing so distance learning is still. One of the methods applied in universities is Video Conference. During using Video Conference, there problems that are considered fewer effective terms of the quality understanding the material, where many students feel bored, and learning process is not interactive due to lack interaction between educators and students, so resulting a low level of understanding. A method that is not dull, has good interactivity, and can increase student comprehension is required. A result, the authors want to research into the impact of using Video Conference interactive quizzes on student comprehension of material. Researcher uses a quantitative analysis process, with questionnaire data collection tool and uses the Spearman Rank correlation analysis test methodology. Subjects of this study were students of the Education Technology Study Program class of 2020, with a sample of 31 people. The correlation coefficient obtained is 0.482, including in the "good enough" group. This number shows the use of Video Conference interactive quizzes has effect on students' understanding of material. Interactive quizzes are considered as a fun, interesting and easy learning method in delivering material, so this method is very effective in increasing student understanding.
Peran Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat sebagai Sumber Belajar dalam Melestarikan Naskah Kuno Rio Mahesa Putra; Diemas Arya Komara
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.43918

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang tidak terbatas hanya sebagai tempat koleksi tersimpan. Perpustakaan sendiri nyatanya lebih dari itu, secara keilmuan perpustakaan merupakan suatu tempat di mana terdapat koleksi yang tentunya berisi informasi cetak atau non cetak, pustakawan sebagai pengelola perpustakaan, dan pemustaka sebagai pengunjung atau pelanggan dari perpustakaan. Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat memiliki koleksi Naskah Kuno yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini berfokus pada peranan perpustakaan dalam melestarikan koleksi nasional dan naskah kuno yang berperan dalam menghimpun, menyimpan, melestarikan, dan mendayagunakan terbitan dari daerah Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa penting dan apa saja peran perpustakaan dalam menjaga, menghimpun, merawat koleksi nasional dan naskah kuno. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, Pengumpulan data dilakukan menggunakan studi literatur menggunakan beberapa jurnal dan artikel yang berkaitan dengan peran perpustakaan dalam menjaga koleksi nasional dan naskah kuno. Hasil penelitian menunjukkan peraturan pemerintah perpustakaan sangat penting dalam menjaga, dan menyimpan sebagaimana fungsi deposit dalam menjaga dan melestarikan koleksi Nasional dan Naskah kuno. Perpustakaan merupakan pusat layanan informasi yang menyediakan berbagai sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, dan pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno, sebagaimana yang diatur dalam perda Provinsi Kalimantan Barat Nomor 4 tahun 2018 tentang perpustakaan pada Bab v.Kata Kunci: Naskah Kuno; Sumber Belajar, Peraturan Perpustakaan AbstractThe library is an institution that is not limited only as a place for collections to be stored. The library itself is in fact more than that, scientifically the library is a place where there are collections which of course contain printed or non-printed information, librarians as library managers, and users as visitors or customers of the library. The West Kalimantan Provincial Library has a collection of Ancient Manuscripts that can be used as a learning resource. This study focuses on the role of libraries in preserving national collections and ancient manuscripts that play a role in collecting, storing, preserving, and utilizing publications from the province of West Kalimantan. The purpose of this research is to find out how important and what are the roles of libraries in maintaining, compiling, maintaining national collections and ancient manuscripts. The method used is a descriptive method. Data collection is narrative review by using several journals and articles related to the role of libraries in maintaining national collections and ancient manuscripts. The results of the study show that the role of the library is very important in maintaining, and storing as a 'deposit' function in maintaining and preserving the National collection and ancient manuscripts. The library is an information service center that provides various sources of knowledge, research, recreation, and preservation of national collections and ancient manuscripts, as regulated in the West Kalimantan Provincial regulation Number 4 of 2018 concerning libraries in Chapter v.
Implementasi Pembelajaran dengan Teknologi Video Based Learning Muhamad Haris Basyaev; Nur Azmi Afifah Diens; Metsa Fajrianti Kusumah Suwandi
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.42670

Abstract

Pada era revolusi industry 4.0, banyak dari kita yang memanfaatkan internet sebagai pekerjaan sehari-hari. Contohnya seperti kita browsing untuk tujuan pembelajaran, berjualan online, membuka social media, registrasi akun dan lain lain. Berbeda hal nya dengan cara belajar konvensional, peserta didik lebih diarahkan untuk membaca dari buku atau mendengarkan ceramah dari guru. Oleh karena itu, muncul suatu inovasi dalam metode pembelajaran yaitu dengan membuat video pembelajaran yang ditujukan agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang baru, tidak monoton dan menyenangkan. Hal ini pastinya akan membawa dampak positif dalam hasil belajar peserta didik. Untuk itu, kita harus dapat memanfaatkan teknologi yang ada di era 4.0 ini karena teknologi yang berikembang akan membawa dampak baik untuk pelajar. Hal ini juga akan meningkatkan kesadaran siswa bahwa belajar tidak hanya bisa dilakukan dengan menggunakan buku yang dipegang namun juga bisa menggunakan internet yang dapat mencari dan merangkum secara keseluruhan apapun yang kita lakukan terutama dengan memanfaatkan teknologi video pembelajaran. Video pembelajaran yang digunakan pun akan mencakup secara keseluruhan apa yang siswa butuhkan sehingga metode ini akan sangat efektiv jika digunakan pada pembelajaran di kelas apa lagi digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, pembuatan video pembelajaran untuk siswa bisa dikembangkan melalui sara internet yang mumpuni serta platform yang terpercaya agar pembelajaran bisa berjalan lebih bervariasi serta futuristic.Kata Kunci: Revolusi, Video, Konvensional, Inovasi, Browsing. AbstractIn the era of the industry revolution 4.0, many of us were making use of the Internet as a daily practice. For example, we browse for study purposes, sell online, open social media, account registrations and so on. In contrast to conventional learning, learners are more directed to read from books or to listen to lectures by teachers. Therefore, an innovation emerged in the learning method by creating a learning video aimed at getting learners new, unmonotonous, fun learning experience. This will definitely have a positive impact on learners' learning. Therefore, we must be able to take advantage of the technology that exists in this 4.0 era because developing technology will have a good impact on students. This will also increase students' awareness that learning can not only be done by using books that are held but can also use the internet which can search and summarize everything we do, especially by utilizing learning video technology. The learning videos used will also cover what students need in their entirety so that this method will be very effective if used in classroom learning, let alone used in distance learning. Therefore, making learning videos for students can be developed through qualified internet facilities and a trusted platform so that learning can run more varied and futuristic.
Penerapan Gamification Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Dhenisha Agustine Fadilla; Sarah Nurfadhilah
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i1.42778

Abstract

Sejak tahun 2019, pandemi COVID-19 muncul dan membawa dampak besar bagi seluruh sektor yang ada didunia. Salah satunya yaitu sektor pendidikan yang mengharuskan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk menanggulangi peningkatan kasus tertularnya virus tersebut. Pembelajaran jarak jauh pada umumnya hanya dilaksanakan dengan tatap muka secara daring tanpa menggunakan model pembelajaran yang menarik. Pada fenomena ini, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh gamification dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran jarak jauh. Sehingga diperlukannya pendekatan yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Salah satunya dengan menerapkan model gamification pada pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk menganalisis secara komprehensif dari artikel yang dipublikasikan sejak tahun 2015 hingga 2021 tentunya dengan beberapa spesifikasi yang ditentukan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa metode pembelajaran dengan gamifikasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan memunculkan interaksi antara siswa dan juga guru dalam pelaksanaannya. Sehingga metode pembelajaran menggunakan gamifikasi menjadi inovasi yang menarik untuk dilakukan.Kata Kunci: Gamification; Motivasi Siswa; Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) AbstractSince 2019, the COVID-19 pandemic has emerged and has had a major impact on all sectors in the world. One of them is the education sector which requires distance learning (PJJ) to be carried out to cope with the increase in cases of contracting the virus. Distance learning is generally only carried out face-to-face online without using interesting learning models. In this phenomenon, a study was conducted that aims to determine the effect of gamification in increasing students' learning motivation in distance learning. So we need an approach that can increase student motivation in the learning process. One of them is by applying the gamification model in distance learning. This study uses the literature review method to comprehensively analyze articles published from 2015 to 2021, of course with several specified specifications. The results of this study stated that the learning method with gamification can increase students' learning motivation by bringing up interactions between students and teachers in its implementation. So that the learning method using gamification becomes an interesting innovation to do.
Pengaruh Media Interaktif Dalam Perkembangan Kegiatan Pembelajaran Pada Instansi Pendidikan Alfa Dadi Putra; Hasna Salsabila
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36282

Abstract

Media pembelajaran konvensional sudah tertinggal dibandingkan dengan penggunaan media pembelajaran modern pada proses pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada performa dan hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran tersebut cenderung membosankan karena tidak menarik sehingga menyebabkan peserta didik tidak tertarik dan berakibat pada menurunnya kualitas hasil belajar. Proses belajar yang menyenangkan saat ini dibutuhkan oleh para peserta didik, tentunya dengan menggunakan media pembelajaran seperti media interaktif sebagai produk dari perkembangan teknologi . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif yang diberikan dari penggunaan media interaktif pada proses pembelajaran yang tentunya akan membawa perkembangan kegiatan pembelajaran ke arah yang positif melihat kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat mengharuskan penggunaan teknologi pada proses pembelajaran. Berdasarkan artikel-artikel penelitian yang telah dianalisis menggunakan metode studi literatur, media interaktif seperti Kahoot! dan Quizziz terbukti efektif untuk meningkatkan ketertarikan peserta didik dan memberikan hasil pembelajaran yang baik sehingga dapat membantu memenuhi kompetensi abad 21 sehingga dapat bersaing secara global.Kata Kunci: Media Pembelajaran ; Media Interaktif ; Perkembangan. AbstractConventional learning techniques have been left behind compared to the use of modern learning media in the learning process. This has an impact on the performance and learning outcomes of students. These techniques tend to be boring because they are not interesting, causing students to be uninterested and resulting in a decrease in the quality of learning outcomes. A fun learning process is currently needed by students, of course by using learning media such as interactive media as a product of technological developments. The purpose of this research is to find out the positive influence given by the use of interactive media on the learning process which will certainly bring the development of learning activities in a positive direction seeing technological advances and the development of an increasingly rapid era requiring the use of technology in the learning process Based on research articles that have been analyzed using the literature study method, interactive media such as Kahoot! and Quizziz has proven to be effective in increasing student interest and providing good learning outcomes so that it can help fulfill 21st century competencies so that they can compete globally.
Kelebihan dan kekurangan Project-based Learning untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka Mia Roosmalisa Dewi
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44226

Abstract

One of the main characteristics of implementing the Kurikulum Merdeka is project-based learning, which aims to develop soft skills and build profiles of Pancasila character in students. Project-based learning is a learning model that emphasizes projects or student activities as the core learning. Students can explore, assess, interpret, and synthesize in the learning process. Project-based learning models have significant advantages and are valuable for students. Still, project-based learning models are rarely used by teachers because their implementation requires sufficient preparation and takes a long time. Therefore, further analysis is needed to determine the effectiveness of using project-based learning in the Kurikulum Merdeka. This study aims to analyze the efficacy of the project-based learning model in the Kurikulum Merdeka. Through this analysis, it is hoped that it will maximize the strengths and minimize weaknesses of project-based learning to build Pancasila's character in students. The research method used is descriptive qualitative through literature study by reviewing books, articles, journals, and other sources of information relevant to project-based learning and the Kurikulum Merdeka. From this literature study, it was found that PjBL is a learning strategy that is very suitable to improve the profile of Pancasila students because PjBL has the advantage of being able to improve learning outcomes, achievement, motivation, and 4C abilities (collaboration, communication, critical thinking, creative thinking) of students. AbstrakSalah satu karakteristik utama dalam penerapan kurikulum merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan mengembangkan soft skill dan membangun karakter profil pelajar Pancasila pada peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang menekankan pada proyek atau kegiatan sebagai inti pembelajaran. Dalam proses belajar peserta didik dapat melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis. Model pembelajaran berbasis proyek memiliki keunggulan sangat penting dan bermanfaat bagi siswa, namun model pembelajaran berbasis proyek jarang digunakan oleh guru karena dalam pelaksanaannya memerlukan persiapan yang cukup dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan penggunaan pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum merdeka. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan profil pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Melalui analisis tersebut, diharapkan kedepannya dapat memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan telaah buku, artikel, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan PjBL dan kurikulum merdeka. Dari studi literatur ini ditemukan bahwa PjBL merupakan strategi pembelajaran yang sangat sesuai untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila karena PjBL memiliki kelebihan mampu meningkatkan hasil belajar, prestasi, motivasi, dan kemampuan 4C (collaboration, communication, critical thinking, creative thinking) dari peserta didik.Kata Kunci: Karakter Pancasila; Kurikulum Merdeka; project-based learning
Perbandingan Kurikulum Pendidikan Bidan di Indonesia, New Zaeland, dan Australia Ari Indra Susanti
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36410

Abstract

Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan sebagai profesi yang terus berkembang sehingga harus mengikuti perkembangan dan perubahan globalisasi. Era globalisasi menuntut tersedianya sumber daya manusia profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum pendidikan bidan berdasarkan kebutuhan perkembangan zaman dengan membandingkan kurikulum pendidikan bidan di Indonesia, New Zaeland, dan Australia. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini dengan menggunakan penelaahan literatue (literature riview) berupa proses penyusunana sintesis kepustakaan. Tahap yang dilakukan dengan menelusuri kepustakaan, menemukan ide utama setiap artikel, dan menuliskan dengan gaya paraphrase. Hal tersebut, dilakukan dengan mengumpulkan berbagai referensi berupa artikel-artikel ilmiah dan text book berdasarkan kajian tentang kurikulum pendidikan bidan di Negara Indonesia, New Zaeland, dan Australia. Dengan demikan, hasil kajian perbandingan kurikulum pendidikan bidan bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan bidan yang dapat menghasilkan lulusan bidan profesional dalam memberikan asuhan yang berpusat pada wanita.Kata Kunci: Bidan, Kurikulum, Pendidikan Midwives are one of the health workers as a profession that continues to develop so that they must follow the developments and changes of globalization. The era of globalization demands the availability of professional human resources in providing services to the community. Therefore, it is necessary to develop a midwife education curriculum based on the needs of the times by comparing the midwife education curriculum in Indonesia, New Zealand, and Australia. The method used in writing this article uses a literature review in the form of a library synthesis compilation process. The stage was carried out by browsing the literature, finding the main idea of each article, and writing in a paraphrase style. This has done by collecting various references in the form of scientific articles and text books based on studies on the midwifery education curriculum in Indonesia, New Zealand, and Australia. Thus, the results of the comparative study of midwifery education curriculum aim to develop a midwife education curriculum that can produce professional midwife graduates in providing women-centred care.
Pengaruh Computer Based Test terhadap Efektivitas Waktu Jilan Alfarras; Najma Altafia; Hilman Robbani
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i1.41317

Abstract

Perkembangan pesat dalam bidang teknologi membuat berbagai aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan harus bisa memaksimalkan teknologi dan mampu melakukan inovasi agar dapat menghasilkan SDM yang berkualitas. Salah satu caranya adalah dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran salah satunya adalah dengan memanfaatkan penggunaan internet di sekolah atau perguruan tinggi untuk keperluan belajar mengajar maupun pada proses evaluasi. Selain kemajuan dalam kegiatan pembelajaran perkembangan teknologi juga telah hadir dalam proses evaluasi pendidikan, dimana semula kegiatan ujian dilakukan dengan kertas sekarang dapat dilakukan dengan komputer atau disebut juga CBT (Computer Based Test) atau Ujian Berbasis Komputer. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari teknologi CBT terutama pada ranah pendidikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kajian literatur agar bisa mengkaji berbagai bahan pustaka untuk melihat efektivitas dari metode CBT. Di dalam artikel ini, penyusun membahas beberapa hal yang berkaitan dengan pengaruh Ujian Berbasis Komputer Terhadap Keefesiensisan waktu. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa metode CBT pada ranah pendidikan dapat memberikan dampak-dampak positif pada berbagai kegiatan di lembaga pendidikan.Kata Kunci: Ujian Berbasis Komputer; Lembaga Pendidikan; Pembelajaran AbstractRapid developments in the field of technology make various aspects of life, including aspects of education, must be able to maximize technology and be able to innovate in order to produce quality human resources. One way is to integrate technology into learning, one of which is by utilizing the use of the internet in schools or colleges for teaching and learning purposes as well as in the evaluation process. In addition to advances in learning activities, technological developments have also been present in the educational evaluation process, where originally exam activities were carried out on paper, now can be done with a computer or also called CBT (Computer Based Test). This study aims to see the effectiveness of CBT technology, especially in the realm of education. The method used in this study is a literature review in order to review various library materials to see the effectiveness of the CBT method. In this article, the authors discuss several issues related to the effect of computer-based exams on time efficiency. Based on the results of the study, it was found that the CBT method in the realm of education can have positive impacts on various activities in educational institutions.
Pengaruh Teaching Factory Terhadap Kreatifitas, Kompetensi, serta Inovasi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Salma Firdaus; Fadhel Deas Mulyawan; Monica Fajriana
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.42672

Abstract

Artikel ini membahas penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh teaching factory terhadap kreativitas, kompetensi, serta inovasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengaruh penerapan teaching factory dengan kehadiran Technopark di sekolah menengah kejuruan yaitu mendorong siswa untuk berkreativitas, mengembangkan kompetensi, menghasilkan produk inovasi baru. Technopark merupakan kawasan industri yang dimana kelanjutan dari Teaching factory. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan pembelajaran yang berorientasi pada produksi yang berada pada level yang sama dengan industri. Pembelajaran ini dapat menciptakan lingkungan untuk siswa meraih pengalaman membuat produk, meningkatkan keterampilan, sehingga dapat menyeimbangkan kemampuan dan pengetahuan mereka. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 11 Bandung yang mengikuti program Teaching Factory. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dan metode kuantitatif dengan instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner melalui Google Form. Kuesioner penelitian ini merupakan jenis kuesioner tertutup, dimana peneliti memberi kesempatan kepada responden untuk memberi pendapat atas pilihannya. Dari hasil penelitian terdapat 23 responden 84.4% menyatakan program teaching factory dapat berpengaruh terhadap kreativitas, kompetensi, serta inovasi siswa SMK, sedangkan 15.6% merasa kurang berpengaruh terhadap kreativitas, kompetensi, serta inovasi siswa SMK. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teaching factory dapat menjadi suatu program yang mendukung pembelajaran siswa khususnya bagi siswa SMK. Karena dengan adanya program ini siswa dapat berkreativitas, berinovasi dan melatih kemampuannya secara langsung dalam mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah dan pihak sekolah lebih gencar lagi dalam pengadaan program ini di Sekolah Menengah Kejuruan agar masalah pendidikan kejuruan dapat teratasi.Kata Kunci: Siswa; Sekolah Menengah Kejuruan; Teaching Factory AbstractThis article discusses research that aims to determine the influence of teaching factory on creativity, competence, and innovation of vocational high school students. The influence of teaching factory with the presence of techno park in vocational high school is to encourage students to be creative, develop competencies, and to produce new innovative products. Technopark is an industrial area that is a continuation of teaching factory. The aim is to improve the quality of the education with production-oriented learning that is on the same level as industry. This learning can create an environment for students to gain experience in making products and improve skill so they can balance their abilities and knowledge. The population of this study was students of SMKN 11 Bandung who participated in the teaching factory program. This research uses the literature study method and quantitative method with data collection instruments using questionnaires through google forms. This research questionnaire is a type of closed questionnaire, where the researcher allows the respondent to give an opinion on their choice. Results of the study from 23 respondents 84,4% stated that the teaching factory affects the creativity, competence, and innovation of vocational students, while 15,6% stated that it had less effect on creativity, competence, and innovation of vocational students. From the result of this study, it can be concluded that teaching factory can be a program that supports student learning, especially for vocational school students. Because with this program students can be more creative, innovative, and practice their abilities directly in preparing themselves to enter the workplace. Therefore, it’s hoped that the government and schools will be more aggressive in adding this program in vocational high school so that the problem in vocational high school can be resolved with this program students can be creative, innovate and practice their abilities directly in preparing themselves to enter the world of work. Therefore, it is hoped that the government and schools will be more aggressive in procuring this program in Vocational High Schools so that the problem of vocational education can be resolved.

Page 6 of 30 | Total Record : 295