cover
Contact Name
Mujahidah Basarang
Contact Email
mujahidahbasarang@yahoo.com
Phone
+6285255011014
Journal Mail Official
jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No. 101 / Jl. Tupai No. 112 Makassar Email: jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 25407910     EISSN : 27971260     DOI : https://doi.org/10.53861/jmed
Core Subject : Health, Science,
Media Ilmiah Analis Kesehatan merupakan terbitan berkala untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan di bidang Analis Kesehatan (Laboratorium Medis) yang terbit 2 (dua) nomor dalam satu tahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Media Ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pISSN; 2540-7910, eISSN; 2797-1260, menerima artikel hasil penelitian bidang teknologi laboratorium medis dengan fokus dan ruang lingkup yaitu; kimia klinik, mikrobiologi, parasitologi, imunoserologi, toksikologi klinik, hematologi, dan sitohistoteknologi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2019)" : 7 Documents clear
ANALISIS KLORIN (Cl2) PADA KANTONG TEH CELUP BERBAGAI MERK DI KOTA MAKASSAR Muawanah Muawanah; Muh Rifo Rianto; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.718 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.158

Abstract

Teh celup merupakan produk teh yang banyak diminati masyarakat. Para produsen dalam pembuatan kantong teh menggunakan kertas yang berasal dari pulp (bubur kertas) dengan menambahkan senyawa klorin sebagai desinfektan dan pemutih untuk menghemat biaya produksi dan mendapatkan keuntungan. Klorin yang terdapat pada kantong teh celup sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar klorin dalam kantong teh celup berbagai merk di kota Makassar dan jenis penelitian bersifat observasi laboratorik. Penelitian dilakukan terhadap 10 sampel yang diambil secara accidental sampling dan dianalisis secara kualitatif dengan metode kolorimetri dan analisis kuantitatif dengan metode Spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil 100% dari 10 sampel positif (+) mengandung klorin. Sedangkan kadar klorin tertinggi pada sampel 9 yaitu 121,461 μg/g dan kadar klorin terendah pada sampel 4 yaitu 15.613 μg/g. Hal ini dapat disimpulkan bahwa the celup yang beredar di kota Makassar tidak aman untuk dikonsumsi.
GAMBARAN KADAR SGPT (SERUM GLUTAMIC PYRURIC TRANSMINASE) DAN SGOT (SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSMINASE) PADA PASIEN TB-MDR (TUBERCULOSIS MULTIDRUG RESISTAN) DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR Tuty Widyanti; Darmawaty Rauf; Lulu Lessy
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.95 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.159

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya pengobatan pasien Tuberkulosis Multidrug Resistant (TB-MDR) yang berlangsung dengan jangka waktu yang lama yaitu selama 18-24 bulan sehingga dapat menimbulkan efek samping. Salah satu efek samping yang terjadi adalah hepatotoksisitas pada pasien TB-MDR karena terapi dengan OAT dapat mempengaruhi hati. Oleh sebab itu, perlukaan hati karena obat sangat mungkin terjadi, sehingga menyebabkan kadar SGPT dan SGOT dalam darah menjadi tinggi. Penelitian ini menggunakan Fotometer Chemistry Analyzer Cobas C 311 dengan metode spektrofotometri yaitu pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat warna yang dilewati. Pada penelitian tentang gambaran kadar SGPT dan SGOT pada Pasien TB-MDR (Tuberculosis Multidrug Resistant) di RSUD Labuang Baji Makassar sebanyak 17 sampel diperoleh kadar SGOT yaitu 13 sampel menunjukkan batas normal dan 4 sampel menunjukkan peningkatan yang melebihi nilai normal, sedangkan utnuk kadar SGPT yaitu 16 sampel menunjukkan batas normal dan 1 sampel menunjukkan peningkatan yang melebihi nilai normal. Dapat disimpulkan bahwa terjadinya peningkatan kadar SGPT dan SGOT pada Pasien TB-MDR yaitu akibat pemberian OAT dalam jangka waktu yang lama.
PENGARUH WAKTU PENGAMBILAN SAMPEL TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN KADAR HUMAN CHORIONIC GONADOTROPIN (HCG) PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 Rahmawati Rahmawati; Nurul Ni'ma Azis; Cici Aprianti
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.46 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.160

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena kadar Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dalam urin pagi lebih pekat dibandingkan urin sewaktu. Urin pagi mencerminkan periode tanpa asupan cairan yang lama, sedangkan urin sewaktu mengalami pengenceran oleh asupan cairan yang masuk kedalam tubuh ibu hamil. Kadar Human Chorionic Gonadotropin (HCG) akan terus meningkat mulai awal kehamilan dan mencapai puncaknya pada minggu ke 10-12 (Trimester I). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh waktu pengambilan sampel terhadap hasil pemeriksaan kadar Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Jenis penelitian ini bersifat eksperimen laboratorik dengan melakukan pemeriksaan kadar Human Chorionic Gonadotrphin (HCG) dalam urin ibu hamil trimester I menggunakan metode semikuantitatif. Sampel yang diperiksa sebanyak 10 menggunakan urin pagi dan 10 sampel menggunakan urin sewaktu dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan program SPSS 20 pada uji t-paired diperoleh hasil p = 0,000 ˂ 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, sedangkan analisis data manual uji t dua pihak diperoleh hasil t-hitung ˃ t-tabel (9˃2,262) artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari waktu pengambilan sampel terhadap hasil pemeriksaan kadar Human Chorionic Gonadotropin (HCG) pada ibu hamil trimester I.
PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI PADA ANGGUR LAUT (Caulerpa sp ) YANG DIPERJUAL BELIKAN DI SEPANJANG PANTAI TAKALAR Anita Anita; Dewi Arisanti; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.57 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.161

Abstract

Anggur laut (Caulerpa sp) adalah golongan alga hijau, thallus (cabang) berbentuk lembaran, batangan dan bulatan, berstruktur lembut sampai keras dan siphonous. Faktor-faktor yang mempengaruhi cemaran bakteri pada anggur laut yaitu pencemaran melalui udara, air, alat-alat pengolahan, proses pengolahan dan penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah bakteri yang terdapat pada anggur laut (Caulerpa sp). Penelitian ini bersifat obserfasi laboratorik yang bertujuan untuk menhitung jumlah bakteri pada anggur laut (Caulerpa sp) . Sampel yang diteliti adalah 10 sampel dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Angka lempeng total (ALT). Hasil penelitian diperoleh 9 sampel yang memenuhi syarat untuk dihitung (30-300) koloni yang tumbuh yaitu sampel 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sedangkan untuk sampel 10 koloni yang tumbuh tidak memenuhi syarat untuk dihitung (<30). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 10 sampel anggur laut (Caulerpa sp) yang telah diteliti didapatkan hasil yang sesuai ketentuan SNI 7388:2009 dan masih termasuk dibawah standar yang telah ditentukan sehingga anggur laut (Caulerpa sp) yang diperjualbelikan di sepanjang pantai Takalar masih layak untuk dikonsumsi.
STUDI KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA TUBERCULOSIS (TBC) Nurul Ni'ma Azis; Hasnah Hasnah; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.897 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Tuberculosis yang merupakan masalah kesehatan di seluruh negara yang diakibatkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Penderita TB umumnya disertai dengan kekurangan energi kronis, kekurangan gizi dan mengalamai defisiensi mikronutrien. Penderita TB paru mengalami perubahan metabolisme yang disebabkan sitokin-sitokin pro inflamasi yang disekresi oleh sel-sel imun sebagai respon imun terhadap infeksi bakteri TB. Hal tersebut diduga menjadi penyebab kekurangan energi kronis yang berdampak status gizi yang lebih buruk. Defisiensi asupan makanan mempengaruhi proses eritropoesis yaitu produksi sel darah merah oleh sumsum tulang. Proses eritropoesis tersebut membutuhkan bahan dasar esensial yang beberapa bahan tidak dapat disediakan oleh tubuh. Hemoglobin adalah produk proses eritropoesis yang terbentuk dengan ketersediaan zat besi secara cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gambaran hasil kadar hemoglobin pada penderita tuberculosis sebelum pengobatan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan melakukan pemeriksaan kadar Haemoglobin menggunakan Sysmex KX-21 dengan menggunakan metode Resistensi Elektronik (Impedans). Sampel yang diperiksa berupa plasma penderita TB sebanyak 20 sampel dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 sampel diperoleh 8 orang (40%) menunjukkan kadar hemoglobin yang rendah, 12 orang (60%) menunjukkan kadar hemoglobin yang normal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa infeksi TB beresiko mengalami penurunan kadar haemoglobin.
PERTUMBUHAN DERMATOFITA DAN JAMUR LAIN PENYEBAB TINEA PEDIS PADA PETANI MENGGUNAKAN MEDIA BEKATUL Mujahidah Basarang; Tuty Widyanti; Andi Fatmawati; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.003 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.163

Abstract

Bekatul adalah lapisan dari beras yang terlepas dari proses penggilingan gabah/padi. Bekatul mengandung karbohidrat sebanyak 84,36% juga mengandung kalsium, magnesium, mangan, zat besi, kalium, dan natrium yang merupakan salah satu sumber energi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan jamur dan nitrogen yang kompleks. Sehingga bekatul dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mengisolasi jamur penyebab penyakit infeksi seperti Tinea pedis. Tinea pedis merupakan dermatofitosis pada kaki, terutama pada sela-sela jari kaki dan telapak kaki yang disebabkan oleh bermacam-macam jenis jamur yaitu Tricophyton rubrum, Tricophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menyetahui media bekatul dapat digunakan untuk menumbuhkan jamur penyebab Tinea pedis dan jamur penyebab tinea pedis pada sela jari kaki petani. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorik dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, hasil penelitian ditemukan bahwa petani di kabupaten gowa yang secara klinis mengalami infeksi jamur adalah 10 orang. Dengan rincian 1 orang terinfeksi jamur penyebab primer dan 9 orang terinfeksi jamur penyebab sekunder. Jenis jamur penyebab yang menginfeksi yaitu Tricophyton interdigitale, Aspergillus flavus, Mucor circinelloides, Aspergillus fischeri dan Khamir. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bekatul dapat digunakan untuk pertumbuhan jamur dan 1 orang petani terinfeksi jamur penyebab Tinea pedis yaitu jamur Tricophyton interdigitale.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN PADA REBUNG BETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP PENURUNAN KADAR SIANIDA Nur Qadri Rasyid; Muh Rifo Rianto; Ita Reski Cahyani
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.89 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.164

Abstract

Rebung betung (Dendrocalamus asper) memiliki kandungan nutrisi, namun di samping itu rebung juga mengandung unsur anti nutrisi yang membahayakan kesehatan yaitu kandungan hidrogen sianida (HCN). Asam sianida merupakan senyawa beracun yang sangat mematikan, apabila masuk kedalam tubuh dalam dosis yang tinggi maka akan menyebabkan gangguan kesehatan bahkan kematian dalam sekejap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman pada rebung betung (Dendrocalamus asper) terhadap penurunan kadar sianida dengan variasi waktu 0 menit,15 menit, 30 menit, 45 menit dan 1 jam. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorik yang diuji secara kuantitatif dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar sianida pada perendaman 0 menit diperoleh kadar sianida sebanyak 64,07 mg/kg dengan selisih 0, pada perendaman 15 menit diperoleh kadar sebanyak sianida sebanyak 49,78 mg/kg dengan selisih sebanyak 14,29 pada perendaman 30 menit didapatkan kadar sianida sebanyak 45,15 mg/kg dengan selisih sebanyak 18,92 mg/kg, pada perendaman 45 menit didapatkan kadar sianida sebanyak 44,85 mg/kg dengan selisih sebanyak 19,22 mg/kg dan penurunan kadar sianida tertinggi yaitu pada perendaman selama 1 jam sebanyak 43,83 mg/kg dengan selisih sebanyak 20,24 mg/kg, Sehingga dapat disimpulkan bahwa waktu perendaman rebung mempengaruhi kadar sianida pada rebung, semakin lama waktu perendaman kadar sianida semakin menurun sehingga masih aman untuk dikonsumsi karena tidak melewati ambang batas yang telah ditentukan yaitu <50 mg/kg.

Page 1 of 1 | Total Record : 7