cover
Contact Name
Mujahidah Basarang
Contact Email
mujahidahbasarang@yahoo.com
Phone
+6285255011014
Journal Mail Official
jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No. 101 / Jl. Tupai No. 112 Makassar Email: jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 25407910     EISSN : 27971260     DOI : https://doi.org/10.53861/jmed
Core Subject : Health, Science,
Media Ilmiah Analis Kesehatan merupakan terbitan berkala untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan di bidang Analis Kesehatan (Laboratorium Medis) yang terbit 2 (dua) nomor dalam satu tahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Media Ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pISSN; 2540-7910, eISSN; 2797-1260, menerima artikel hasil penelitian bidang teknologi laboratorium medis dengan fokus dan ruang lingkup yaitu; kimia klinik, mikrobiologi, parasitologi, imunoserologi, toksikologi klinik, hematologi, dan sitohistoteknologi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2021)" : 5 Documents clear
IDENTIFIKASI Aspergillus sp PADA KENTANG (Solanum tuberosum) YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR TRADISIONAL KOTA MAKASSAR Anita Anita; Nurhidayat Nurhidayat; Dewi Arisanti; Lilis Wahyuningsih
Jurnal Medika Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v6i1.189

Abstract

Salah satu tanaman hortikultura yang dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pangan dan bahan baku industri makanan yaitu Kentang (Solanum tuberosum). Agar kentang tidak mudah busuk sehingga dapat diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis maka penyimpanannya pun harus diperhatikan dengan baik Kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin air didalam kentang merupakan komponen utama bagi pertumbuhan jamur, sehingga memungkinkan kentang terkontaminasi jamur berbahaya seperti jamur Aspergillus sp.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Aspergillus sp pada kentang (Solanum tuberosum) yang diperjulabelikan dipasar tradisional Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasi laboratorik dengan menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA) yang diinkubasi selama 5 hari pada suhu 370C. Dari hasil pengamatan makroskopik dan mikroskopik didapatkan 1 sampel yang positif terdapat Aspergillus sp dari 10 sampel kentang yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa sampel yang diteliti terdapat jamur Aspergillus sp.
KANDUNGAN LOGAM BESI PADA AIR SUMUR BOR DI MUARA SUNGAI TALLO KOTA MAKASSAR Salisna Salisna; Nur Qadri Rasyid; Muh Rifo Rianto
Jurnal Medika Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v6i1.190

Abstract

Kontaminasi air tanah memiliki komplikasi besar pada lingkungan dan dapat menimbulkan ancaman serius bagi pertanian dan kesehatan manusia. Namun logam magnesium, kalsium, besi dan mangan diperlukan untuk membantu proses metabolisme tubuh. Oleh karena itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyetujui pengolahan air jika konsentrasi besi lebih tinggi dari 0.3mg/L. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam besi pada air sumur bor di Muara Sungai Tallo Kota Makassar. Daerah ini merupakan daerah padat penduduk dengan kebiasaan membuah sampah rumah tangga dan limbah pabrik ke sungai sehingga kemungkinan sungai dan air sumur tercemar logam utamanya logam besi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak lima sampel yang dikumpulkan dari 5 sumur bor yang berbeda. pemeriksaan kadar Fe dalam air sumur digunakan Spektrofotmeter Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 248,3 nm. Dari hasil penelitian di peroleh kadar besi (Fe2+) masing-masing sampel adalah sampel A sebesar 0,8507 mg/L, sampel B sebesar 0,257 mg/L, sampel C sebesar 0,0763 mg/L, sampel D sebesar 0,0848 mg/l, sampel E sebesar 0,1227 mg/l. Hasil ini menunjukkan terdapat 1 sampel yang melebihi ambangbatas syarat pengolahan air.
UJI DAYA HAMBAT PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L) TERHADAP PERTUMBUHAN Aspergillus niger Hafifah Hafifah; Tuty Widyanti; Darmawaty Rauf; Mujahidah Basarang
Jurnal Medika Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v6i1.191

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L) merupakan salah satu tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat. Kandungan senyawa kimia yang dimiliki bawang putih berupa allicin, polifenol, ajoene, flavonoid, dan saponin yang berfungsi sebagai antimikroba dan antifungi. Salah satu jenis jamur yang bersifat patogen adalah Aspergillus niger. Jamur ini menyebabkan aspergillosis pada manusia yaitu penyakit saluran pernafasan, hati, ginjal, sistem saraf, otot, kulit, dan organ genital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan perasan bawang putih (Allium sativum L) dalam menghambat pertumbuhan Aspergillus niger dan untuk mengetahui konsentrasi perasan bawang putih (Allium sativum L) yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Aspergillus niger. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen laboratorium menggunakan metode difusi paper disc. Sampel penelitian ini adalah perasan bawang putih (Allium sativum L) yang dibuat dalam bentuk 4 konsentrasi yaitu 100%, 80%,60% dan 40%. Dari penelitian yang telah dilakukan hasil yang diperoleh untuk sampel perasan bawang putih dari masing-masing konsentrasi 100%, 80%, 60%, dan 40% didapatkan rata-rata hasil pengukuran diameter zona bening yaitu 43,5 mm, 36,1 mm, 35,3 mm, 28,3 mm. Berdasarkan dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perasan bawang putih dapat menghambat pertumbuhan Aspergillus niger.
PENETAPAN KADAR ASAM ASETAT PADA CUKA NIRA AREN (Arenga pinnata Merr.) BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN Rahmawati Rahmawati; Nurul Ni'ma Azis; Lidia Clarita
Jurnal Medika Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v6i1.192

Abstract

Pohon aren merupakan tumbuhan yang menghasilkan bahan industri yang dapat diolah menjadi gula, alkohol dan cuka. Sebagian masyarakat mengelolah pohon aren menjadi cuka nira. Cuka nira yang diolah berasal dari nira segar yang telah difermentasikan. Cuka nira yang difermentasi jika disimpan dapat berubah menjadi alkohol sehingga dengan peningkatan keasaman oleh bakteri Acetobacter Acetic akan lebih aktif terjadi perubahan alkohol menjadi asam asetat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar pada cuka nira berdasarkan lama penyimpanan. Hasil penelitian dilakukan dengan cara mengukur kadar asam asetat dengan metode titrimetri yaitu alkalimetri menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan melakukan standarisasi sebagai konsentrasi tepat untuk melanjutkan pada penetapan kadar asam asetat. Pada penelitian ini menggunakan sampel cuka nira dengan pemberian perlakuan lama penyimpanan selama 1, 4, dan 6 hari, serta dilakukan sebanyak 3 kali perlakuan titrasi. Berdasarkan hasil penetapan kadar pada hari pertama dengan rata-rata 3,68%, hari keempat 8,89% dan pada hari keenam 13,86%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kenaikan kadar asam asetat pada sampel dengan lama penyimpanan.
KUALITAS COLIFORM AIR KOLAM RENANG DI PERMANDIAN WISATA X Nurjannah Said; Mujahidah Basarang; Hasnah Hasnah
Jurnal Medika Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v6i1.193

Abstract

Berenang di kolam renang adalah kegiatan olahraga atau rekreasi yang banyak diminati anak-anak, remaja, dewasa bahkan lanjut usia. Namun aktivitas tersebut berpotensi menyebabkan penularan penyakit infeksi. Pemakaian kolam renang oleh pengunjung dapat menyebabkan kenaikan jumlah bakteri coliform. Hal ini disebabkan adanya pengeluaran kotoran seperti urine oleh pengunjung saat berenang. Bakteri coliform merupakan golongan bakteri intestinal, yaitu hidup di dalam saluran pencernaan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas coliform pada air kolam renang di Permandian Wisata X. Jenis penelitian ini adalah observasi laboratorik.Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling sebanyak 6 sampel dari 3 kolam renang pada area permandian wisata. Penentuan coliform sampel dilakukan dengan pengujian metode MPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel air kolam renang positif adanya bakteri coliform ditandai dengan terbentuknya gelembung pada tabung durham dan kekeruhan pada media BGLB. Jumlah coliform ditentukan dengan membandingkan sampel positif pada setiap tabung dengan table Thompson. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada Permandian Wisata X diperoleh jumlah coliform sebanyak 21/100 mL pada sampel A, 8/100 mL pada sampel B, 8/100 mL pada sampel C, 4/100 ml pada sampel D, 9/100 mL pada sampel E, dan 5/100 mL pada sampel F.

Page 1 of 1 | Total Record : 5