cover
Contact Name
Nurfardiansyah B
Contact Email
nurfardiansyah.bur@gmail.com
Phone
+6282346913176
Journal Mail Official
Inajoh.3c@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Bukit Tamalanrea Permai Blok D No 61 Kota Makassar Province Sulawesi Selatan, Kode Pos 90211
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH
ISSN : -     EISSN : 2745357X     DOI : https://doi.org/10.33368/inajoh.v2i1.22
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health is The Journal of Health is a publication of scientific work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records, hospital management and so on. In addition, the Journal was first established since 2020 by ? located in Makassar, South Sulawesi. Indonesian Journal of Health published on January, April, July and October with E-ISSN 2745-357X
Articles 69 Documents
Karakteristik Pasien Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Puskesmas Cendrawasih Periode Juli 2024 Paputungan, Brigischa Febrilia; Zulfahmidah, Zulfahmidah
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i1.118

Abstract

Hipertensi ialah kenaikan tekanan darah sistolik 130 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik 80 mmHg atau lebih. Berdasarkan WHO (2023) diprediksi 1,28 miliar individu dengan usia 30–79 tahun secara global yang terjangkit hipertensi, sejumlah besar 2/3 menetap pada negara dengan penghasilan rendah serta menengah. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%. Data ini meningkat dibandingkan dengan prevalensi hipertensi Riskesdas tahun 2013 yang mencapai 25,8%. Berdasarkan WHO (2023), klasifikasi lansia adalah kelompok berusia 55-65 tahun (pra-lansia), 66-74 tahun (lansia muda), dan 75-90 tahun (lansia). Mengidentifikasi karakteristik pasien lansia hipertensi di Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar periode Juli 2024. Penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional menggunakan data rekam medis pasien lansia hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Cendrawasih pada Juli 2024. Penelitian ini memperlihatkan pasien hipertensi dengan jenis kelamin Perempuan berjumlah 72 orang (74%) serta laki-laki 25 orang (26%). Berdasarkan usia 55-65 tahun berjumlah 34 orang (35%), 66-74 tahun berjumlah 45 orang (46%), 75-90 tahun berjumlah 18 orang (19%). Berdasarkan derajat hipertensi grade 1 berjumlah 42 orang (43%) dan hipertensi grade 2 berjumlah 55 orang (57%), berdasar pekerjaan pensiunan 58 orang (59%), IRT 20 orang (21%), karyawan 18 orang (19%), guru 1 orang (1%). Berdasarkan konsumsi obat anti hipertensi yaitu CCB jumlah 95 orang (98%) dan diuretik 2 orang (2%). Perempuan memiliki prevalensi hipertensi tertinggi, kelompok usia terbanyak adalah 66-74 tahun, derajat hipertensi terbanyak adalah grade 2, pekerjaan terbanyak adalah pensiunan, dan penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah CCB (Calcium Channel Blocker).
Gambaran Pasien Hipertensi dengan Penyakit Komorbid di Puskesmas Layang Makassar pada Bulan Juli 2024 Marendengi, Syafira Ananda; Andi Palloge, Salahuddin
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i1.119

Abstract

Hypertension is a major cause of morbidity and mortality in Indonesia, characterized by systolic pressure ≥140 mmHg and diastolic pressure ≥90 mmHg. The purpose of this study was to determine the characteristics of hypertensive patients with comorbid diseases at the Layang Makassar Community Health Center. The research method is a descriptive retrospective study with observational approach using medical records of all hypertensive patients at Layang Makassar Community Health Center in July 2024. Of 112 hypertensive patients, the majority were female 81 people (72.3%). The most common age range was 56-65 years with 34 people (30.3%). Grade 1 hypertension was found in 65 people (58.1%). The most common occupation was housewives with 70 people (62.5%). The most widely used antihypertensive drug was CCB with 95 people (84.8%). The most common comorbidity was diabetes mellitus 31 people (27.7%), followed by arthritis 23 people (20.5%) and heart disease 10 people (8.9%). Hypertensive patients were dominated by women aged 56-65 years with grade 1 hypertension, working as housewives, using CCB as the main therapy, with diabetes mellitus as the most common comorbidity.
Karakteristik Pasien Balita di Puskesmas Mamajang Makassar pada Bulan Agustus 2024 Syahrudin, Nurfitriani; Nasruddin, Hermiaty
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i1.120

Abstract

Para ahli menyebutkan bahwa usia balita merupakan tahapan perkembangan anak yang rentan dan beresiko terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit yang berhubungan dengan malnutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien balita di Puskesmas Mamajang Makassar. Metode penelitian ini deskriptif retrospective study dengan pendekatan observasional untuk melihat karakteristik pasien balita di Puskesmas Mamajang. Hasil penelitian didapatkan balita yang berjenis kelamin laki-laki 47 orang (47%) dan perempuan 53 orang (53%). berdasarkan usia, rentang usia 0-1 tahun 43 orang (43%), usia 1-2 tahun 22 orang (22%), dan usia 3-4 tahun 35 orang (35%). berdasarkan status gizi, gizi kurang 47 orang (47%), status gizi baik 33 orang (33%), overweight 16 orang (16%), dan obesitas 4 orang (4%). berdasarkan imunisasi, riwayat imunisasi lengkap 54 orang (54%), riwayat imunisasi tidak lengkap 46 orang (46%). berdasarkan diagnosa penyakit terbanyak, common cold 26 kasus (26%), diare akut 10 kasus (10%), ISPA 10 kasus (10%), febris 8 kasus (8%) dan parotitis akut 6 kasus (6%). Kesimpulan penelitian ini didapatkan pasien balita dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan pasien balita berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 0-1 tahun, status gizi pasien balita paling banyak didapatkan gizi kurang. riwayat imunisasi lebih banyak yang memiliki riwayat imunisasi lengkap. Diagnosis penyakit terbanyak pada bulan Agustus yaitu Common Cold.
Karakteristik Penyakit Common Cold pada Anak di Puskesmas Mamajang Makassar pada Bulan Agustus 2024 Ishak, Muh. Fadlurrahman; Burhanuddin, Burhanuddin
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i1.121

Abstract

Common Cold menjadi salah satu penyakit yang umum ditemui pada balita dan anak-anak, dengan gejala yang bervariasi dari ringan hingga berat, sehingga memerlukan langkah-langkah pencegahan melalui pengendalian dan penanggulangan yang efektif dan efisien. Metode penelitian ini deskriptif retrospective study Menggunakan pendekatan observasional untuk memperoleh gambaran mengenai pasien anak-anak di Puskesmas Mamajang. Hasil penelitian ini anak laki-laki sebanyak 32 orang(50,7%) dan anak perempuan 31 orang (49,3%). Berdasarkan usia, rentang usia 0-5 tahun 33 orang (52%), usia 5-10 tahun 15 orang (23,8%), dan usia 10-18 tahun 15 orang (23,8%). Berdasarkan status gizi, anak berusia 0-5 tahun dengan gizi kurang 17 orang (39,4%), status gizi baik 9 orang (33,3%), gizi lebih 5 orang (21,2%), dan obesitas 2 orang (6,1%). Untuk anak berusia 5-18 tahun dengan gizi kurang 13 orang (43,3%), status gizi baik 10 orang (33,3%), gizi lebih 5 orang (16,7%), dan obesitas 2 orang (6,7%). Berdasarkan imunisasi, riwayat imunisasi lengkap 35 orang (55%), riwayat imunisasi tidak lengkap 28 orang (45%). Kesimpulan pada penelitian ditemukan bahwa pasien anak laki-laki lebih banyak daripada anak perempuan, dengan rentang usia 0-5 tahun. status gizi pasien anak paling banyak didapatkan gizi kurang, riwayat imunisasi lebih banyak yang tidak memiliki riwayat imunisasi lengkap.
Gambaran Kepuasan Masyarakat terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Jongaya Kota Makassar Salamah, Ummu; arifin, Nurhaliza Madani
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i2.124

Abstract

Based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 75 of 2014, community health centers (puskesmas) function as the primary healthcare facilities closest to the community, with a primary focus on promotive and preventive efforts. Public satisfaction is an important factor in evaluating the success of healthcare services. This study aimed to describe the level of public satisfaction with the quality of services in the working area of Puskesmas Jongaya. The study was conducted using a descriptive method with a cross-sectional approach. The results showed that of 100 respondents, 69% were female and 31% were male. By age group, the majority of respondents were 26–35 years old (49%), followed by 36–45 years (8%), 46–55 years (21%), 56–65 years (12%), and 66–75 years (10%). Regarding education, 2% of respondents had no schooling, 16% completed elementary school, 16% junior high school, 44% senior high school, 7% diploma, and 15% bachelor’s degree. Satisfaction analysis indicated that 43% of respondents were very satisfied with promotive services, 67% were very satisfied with preventive services, and 54% were very satisfied with curative services. Overall, the highest satisfaction level was recorded among 75% of respondents who expressed being very satisfied with the quality of healthcare services. The study concluded that the majority of respondents were female, aged 56–65 years, had a senior high school education, and worked as housewives. The highest satisfaction was observed in promotive services, and there was a significant relationship between public satisfaction and the quality of promotive services, with a p-value of 0.020 (<0.05).
Karakteristik Penyakit Diabetes Melitus pada Pasien arifin, Nurhaliza Madani; Zulfahmidah, Zulfahmidah
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i2.125

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Maccini Sawah Makassar periode Januari–Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data rekam medis pasien DM rawat jalan sebanyak 411 orang. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien DM berjenis kelamin perempuan dan berada pada kelompok usia lanjut (65–75 tahun). Berdasarkan status gizi, sebagian besar pasien tergolong obesitas dan kelebihan berat badan. Mayoritas pasien tidak memiliki kebiasaan merokok dan melakukan aktivitas fisik secara tidak rutin. Pekerjaan yang paling banyak dijumpai adalah ibu rumah tangga/tidak bekerja, karyawan swasta, dan wiraswasta. Distribusi jumlah pasien DM selama periode penelitian tidak menunjukkan peningkatan atau penurunan yang signifikan setiap bulannya. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif, khususnya pengendalian berat badan dan peningkatan aktivitas fisik pada pasien Diabetes Melitus.
Gangguan Pendengaran Terhadap Kualitas Hidup Lansia Basalamah, Putri Azimah Fauzi; Makmun, Armanto; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Pratama, Arhmad Ardhani; Mulyadi, Farah Ekawati
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i2.126

Abstract

Sejalan dengan bertambahnya usia harapan hidup orang di Indonesia, masalah kesehatan bagi usia lanjut akan semakin bertambah. Salah satu masalah kesehatan usia lanjut adalah gangguan pendengaran. Lansia memiliki beberapa kerentanan dan faktor risiko yang secara umum disebabkan oleh penurunan kondisi fisik, psikologis, dan perubahan perkembangan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya gangguan pendegaran pada lanjut usia, untuk mengetahui kualitas hidup lanjut usia, untuk mengetahui hubungan gangguan pendengaran dengan kualitas hidup pada lansia, serta untuk mengetahui hubungan karakteristik umur dengan kualitas hidup lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran pada telinga kanan (57.1%), lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran pada telinga kiri (71.4%), dan lebih dari setengah lansia mengalami gangguan pendengaran unilateral (71.4%). Sebagian besar lansia kualitas hidupnya kurang baik (61.90%). Ada hubungan gangguan pendengaran dengan kualitas hidup lansia (p<0.05).
Karakteristik Pasien Tersangka Apendisitis Tahun 2021-2023 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Wulandari, Rezky Dwi; Syahril, Erlin; Nulanda, Mona; Purnamasari, Renny; Rahmawati, Rahmawati
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i2.127

Abstract

Appendicitis is an inflammation that occurs in the vermicular appendix. This disease is the most common inflammation found in all ages and genders. The prevalence of appendicitis in Indonesia in 2019-2020 was 3,326 and 596,132. Indonesia was ranked 4th in 2018 with 28,040 hospitalized patients. Anamnesis and physical examination play a major role, radiological and laboratory examinations help find differential diagnoses or results whose diagnosis is still in doubt. Objective: What are the characteristics of patients suspected of appendicitis in 2021-2023 at Ibnu Sina Hospital Makassar. Method: Design of this research is descriptive using a retrospective method. Results: Gender 50% male and 50% female. Age 15-24 (46.15%), less than 15 years (15.38%), 25-44 years (19.23%), 45-54 years (11.53%) and more than 54 years (7.26%), (100%) patients with lower right abdominal pain, nausea (65.4%), vomiting (61.5%), fever (42.3%), weakness (26.9%), heartburn and decreased appetite (7.7%). (46.2%) patients with normal leukocytes, (53.8%) increased leukocytes. USG (57.7%) impression of appendicitis, (42.3%) normal, (15.4%) other diseases. Pathological anatomy (30.8%) chronic appendicitis (26.9%) acute appendicitis, and (42.3%) no pathological anatomy examination. Conclusion: Characteristics of patients suspected of appendicitis at the Hospital. Ibnu Sina Makassar 2021-2023 showed a balanced number between men and women with the most frequently diagnosed age group being 15-24 years with the main symptoms being lower right abdominal pain accompanied by increased leukocytes, there was also a match between the diagnosis of appendicitis and the results of the USG examination (57.7%) and the results of the most anatomical pathology examinations were chronic conditions with acute exacerbations.
Gambaran Kepuasan Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Mamajang Kota Makassar Ramadhan, Muhammad Gilang; Salahuddin, Salahuddin
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i2.156

Abstract

The background: In 2014 Indonesia introduced a non-communicable and chronic disease management program called the Indonesian Chronic Disease Management Program (PROLANIS). Patient satisfaction in the PROLANIS is an important benchmark for assessing the quality of health services provided by health facilities. The suitability of implementing PROLANIS at the Mamajang Community Health Center will be seen from the patient satisfaction survey. Research purposes: to find out the picture of PROLANIS patient satisfaction at the Mamajang Community Health Center. Method: This type of research uses observational preliminary study. Using sampling technique cluster sampling. The data collection technique is semi-structural interviews, then the data is analyzed descriptively and presented in the form of narratives and images. Results: 100% of patients are satisfied with the staff and 90.1% of patients are satisfied with the facilities and infrastructure as well as the programs and activities of the Mamajang Community Health Center. Obstacles encountered include places to take medicine and counseling. Conclusion: The implementation of PROLANIS at the Mamajang Community Health Center is very good in terms of staff, facilities and infrastructure as well as programs and activities.