cover
Contact Name
Devi Setiawan
Contact Email
unsurtekniksipil@gmail.com
Phone
+62263-283578
Journal Mail Official
unsurtekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Universitas suryakancana Fakultas Teknik sipil Jl. Pasir Gede Raya, Cianjur 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Momen : Teknik Sipil Suryakancana
ISSN : -     EISSN : 26213427     DOI : https://doi.org/10.35194/momen.v4i2
Core Subject : Engineering,
mempublikasikan makalah-makalah hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah yang terkait dengan bidang teknik sipil, yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar
Articles 105 Documents
STUDI KARAKTERISTIK PENATAAN PARKIR PADA JALAN MANGUNSARKORO KABUPATEN CIANJUR Sekaryadi, Yudi; Setiawan, Devi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Momen Vol.04 No.02. 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.57 KB) | DOI: 10.35194/momen.v4i2.1907

Abstract

Wilayah Kabupaten Cianjur merupakan daerah yang cukup strategis karena berbatasan dan dekat dengan kota-kota besar. Kabupaten Cianjur merupakan daerah yang sedang berkembang terutama di bidang perdagangan. Dengan berkembangnya di bidang perdagangan, maka jumlah penduduk di Cianjur semakin meningkat sesuai dengan kebutuhan akan kehidupan sehari-hari. Di jalan mangunsarkoro merupakan kawasan perdagangan yang dilengkapi dengan prasarana perpakiran yang memadai sehingga banyak pengunjung yang memanfaatkan badan jalan sebagai tempat parkir. Penelitian ini menggunakan metode survai lapangan  dengan melakukan pengamatan secara langsung, Pengamatan langsung dilakukan dengan pencatatan secara manual data masuk kendaraan dan keluar kendaraan Analisis penelitian menggunakan microsoft excel.Dari analisis didapat Kebutuhan luas Ruang Parkir pada jalan mangunsarkoro  adalah 688,5 m² untuk sepeda motor sedangkan untuk mobil 1437 m². Dan juga hasil kebutuhan ruang parkir yang di dapat yaitu untuk motor 454 ruang , untuk mobil di dapat 125 ruang. Kata kunci :  akumulasi,volume parkir, indeks parkir, durasi parkir, ruang parkir
ANALISIS KECELAKAAN PADA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK APARTEMEN PORIS 88 TANGGERANG Nugraha, Wiratna tri
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Momen Vol.01 No.01 2018
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.975 KB) | DOI: 10.35194/momen.v1i01.508

Abstract

Dengan  melaksanakan penerapan  K3  di  dalam  pekerjaan  konstruksi    akan  terwujud  perlindungan terhadap seluruh SDM yang terkait dalam pekerjaan konstruksi dari resiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang terjadi pada waktu melakukan pekerjaan di tempat kerja. Pelaksanaan K3 diharapkan akan tercipta tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan tenaga kerja produktif. Pada kasus proyek pembangunan Apartement Poris 88 Tangerang, dimana PT. Nusantara Almasia Tangerang   selaku Owner, PT. Gading Megah Jaya Jakarta Timur selaku kontraktor, dan PT. Cipta Sukses Jakarta Utara selaku konsultan melaksanakan kegiatan proyek tersebut dari Juli 2015 sampai Juni 2016 pada T ahap I- III. Proyek ini memperkerjakan staf karyawan 25 orang dan jumlah pekerja ± 150 orang. Penerapan dan proses K3 SDM, K3 alat material, dan K3 lingkungan proyek, pada Proyek Apartement Poris 88 Tangerang  berlangsung secara cukup baik.Faktor-faktor yang mempengaruhi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Apartement Poris 88 Tangerang antara lain:Kecelakaan yang terjadi pada Proyek Apartemen Poris 88 Tangerang diantaranya adalah luka kecil seperti tertusuk paku, tergores dan luka berat terkena zat additif dan terkena kaitan bucket.Dari penelitian tersebut penyusun mendapatkan kesimpulan bahwa Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Apartement Poris 88 Tangerang tidak begitu baik di karenakan kelalaian pekerja yang tidak begitu mematuhi peraturan yang sudah di buat. Maka di harapkan para pekerja lebih berhati – hati dan APD di gunakan dengan baik. Kata kunci : K3, kecelakaan, proyek, apartemen
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN ALTERNATIF KAWASAN PASAR CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR UNTUK MENGURANGI KEPADATAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN NASIONAL CIANJUR – BANDUNG Sekaryadi, Yudi; Setiawan, Devi; Majid, M Sahrul
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Momen Vol.02 No.02 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.385 KB) | DOI: 10.35194/momen.v2i2.864

Abstract

Pembuatan jalan yang menghubungkan Ciranjang – Sukaluyu yang terletak di Kabupaten Cianjur bertujuan untuk memperlancar arus transportasi, menghubungkan serta membuka keterisoliran antara 2 daerah yaitu Ciranjang – Sukaluyu demi kemajuan suatu daerah serta pemerataan ekonomi. Dalam perencanaan gemetrik jalan pada penulisan ini mengacu pada Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota Tahun 1997 dan Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya 1970 yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga. Jenis jalan dari Ciranjang – Sukaluyu merupakan jalan jenis lokal, lebar perkerasan 2 x 3 m dengan bahu jalan 2 x 1 m, dengan kecepatan rencana 50 km/jam. Perkerasan jalan Ciranjang – Sukaluyu menggunakan jenis perkerasan lentur berdasarkan LHR yang ada, antara lain : Surface Course = 5 cm, Base Course = 20 cm, Sub Base Course = 10 cm. Perencanaan jalan Ciranjang – Sukaluyu dengan panjang 1.300 meter memerlukan biaya untuk pembangunan sebesar Rp. 19.178.524.129 dan dikerjakan selama 112 hari. Kata Kunci : Perencanaan Geometrik, Tebal Perkerasan, Rencana Anggaran Biaya
PERENCANAAN APARTEMEN 10 LANTAI DENGAN SISTEM GANDA SRPMK DAN SHEARWALL UNTUK KOTA CIANJUR Zulkifli, Zulkifli; Rahayu, Tanjung
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Momen Vol.04 No.01 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.923 KB) | DOI: 10.35194/momen.v4i01.1567

Abstract

Apartemen pada perencanaan kali ini terletak dikota Cianjur dengan luas bangunan 824m yang memilikijumlah lantai 10 lantai yang memiliki tinggi total bangunan 40,5m diasumsikan bahwa apartemen inidibangun diatas tanah keras (kelas situs SC), bangunan ini menggunakan metode sistem ganda gabunganantara sistem rangka pemikul momen khusus dan dinding geser yang mengacu pada SNI-1726-2012 tatacara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung, pembebanannongempa mengacu pada SNI-1727-2013 beban minimum untuk perencanaan bangunan gedung danstruktur lain. Struktur sekunder berupa tangga dan struktur primer berupa kolom, balok, pelat, dindinggeser. Keseluruhan struktur adalah beton dengan mengacu pada SNI-2847-2013 tata cara perhitunganstruktur beton untuk bangunan gedung, setelah dianalisis menggunakan gempa dinamik respon spectrumdan dicek terhadap jumlah ragam, simpangan antar lantai, p-delta, redundansi, ketidakberaturan horisontaldan vertikal didapat ukuran kolom 55x55, 45x90 cm, ukuran dinding geser 35cm, ukuran balok 30x70,30x50, 25x35 cm, dan ukuran pelat 14, 15 cmKata Kunci : Perencanaan, struktur beton bertulang, sistem ganda, SRPMK dan dinding geser 
PENGARUH ALOKASI ANGGARAN INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP KUALITAS INFRASTRUKTUR JALAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH KABUPATEN CIANJUR DAN LIMA KABUPATEN DI JAWA BARAT Ilham, Ilham
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Momen Vol.02 No.01 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.101 KB) | DOI: 10.35194/momen.v2i1.642

Abstract

Kabupaten Cianjur pada tahun 2015 memiliki laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 % dan pada tahun 2016 pertumbuhannya mencapai 6,39%. Walaupun laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cianjur relatif cukup tinggi diantara kabupaten se Jawa Barat, namun besarnya PDRB Kabupaten Cianjur tahun 2016 berdasarkan harga konstan tahun 2010 sebesar Rp. 26,98 triliun tergolong masih rendah, dimana PDRB rata-rata kabupaten di Provinsi Jawa Barat adalah sebesar Rp. 54,29 triliun. Sehingga hal tersebut masih memerlukan peningkatan dari yang telah dicapai saat ini. Selain daripada itu infrastruktur jalan Kabupaten Cianjur kondisi mantapnya pada tahun 2016 masih sangat rendah, yaitu sebesar 37,87%, bahkan terendah diantara 14 kabupaten di Jawa Barat. Kualitas jalan yang rendah ini kurang mendukung terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cianjur.Hasil analisis efisiensi korelasi kualitas jalan (kondisi mantap) terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2015 dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) terhadap Kabupaten Cianjur dan 5 kabupaten lainnya di Jawa Barat, menunjukkan kualitas jalan yang dicapai  6  kabupaten tersebut pada tahun 2015 belum mencapai skala efisiensi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi setiap kabupaten. Inefisiensi pada Kabupaten Cianjur terjadi karena  rendahnya kualitas jaringan jalan yang menjadi akses menuju ke pusat-pusat produksi pertanian, dimana sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar PDRB Kabupaten Cianjur.Dari hasil analisis efisiensi alokasi anggaran infrastruktur jalan terhadap kualitas jalan dengan menggunakan metode DEA, menunjukkan bahwa alokasi anggaran Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang belum mencapai skala efisiensi. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap capaian kondisi mantap jalan Kabupaten Cianjur, yang diperoleh dari hasil pelaksanaan program kegiatan penanganan jalan yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 dan 2016, dapat diketahui inefisiensi alokasi anggaran infrastruktur jalan terjadi karena tidak seluruh ruas jalan Kabupaten Cianjur dalam kondisi mantap mendapat alokasi anggaran pemeliharaan jalan. Akibatnya terjadi penurunan kondisi sebagian dari ruas jalan mantap menjadi rusak. Pada tahun 2015 penurunan kondisi jalan mantap menjadi rusak sebesar 3,13% dan pada tahun 2016 sebesar 1,28%. Untuk dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cianjur dari sektor lapangan usaha pertanian dan kehutanan, alokasi anggaran penanganan jalan agar diprioritaskan pada ruas-ruas jalan yang merupakan akses menuju pusat-pusat produksi pertanian yang kondisinya rusak, mengingat sektor tersebut merupakan penyumbang terbesar PDRB Kabupaten Cianjur. Selain daripada itu untuk meningkatkan kondisi jalan mantap dan efisiensi alokasi anggaran infrastruktur jalan,  Pemerintah Kabupaten Cianjur sebaiknya lebih memprioritaskan alokasi anggaran untuk kegiatan pemeliharaan jalan daripada jenis penanganan jalan lainnya.Kata kunci : PDRB, kualitas jalan, kondisi mantap, Data Envelopment Analysis, efisiensi.
EVALUASI PERANCANGAN TRASE JALAN JALUR PUNCAK 2 ALTERNATIF II (DESA SUKANAGALIH PACET CIANJUR PERBATASAN KABUPATEN BOGOR) Khoerunnisa, Siti Tsana; Sekaryadi, Yudi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Momen Vol.03 No.02 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.595 KB) | DOI: 10.35194/momen.v3i2.1204

Abstract

Pembuatan jalan Jalur Puncak 2 Alternatif 2 yang menghubungan Desa Sukanalagih Pacet Cianjur-Perbatasan Kabupaten Bogor bertujuan untuk memperlancar arus transfortasi, menghubungan serta membuka kawasan wisata di sepanjang Jalur Puncak 2 Alternatif 2 tersebut demi kemajuan suatu daerah serta pemerataan ekonomi. Dalam perencanaan geometrik jalan pada penulisan ini mengacu pada Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota Tahun 1997. Sedangkan untuk perencanaan perkerasan lentur mengacu pada Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Moetode Analisa Komponen Bina Marga SNI 1732-1989-F dan Surat Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 02/SE/Db/2018 tentang Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Jenis jalan Jalur Puncak 2 Alternatif 2 direncanakan sebagai jalan Nasional dengan kelas jalan I (satu), panjang jalan 7,97 km, lebar perkerasan 2 x 3,5 m, lebar bahu jalan 2 x 1,5 m, dengan kecepatan rencana 60 km/jam dan direncanakan semua tikungan jenis Spiral-Circle-Spiral (S-C-S). Perkerasan lentur yang digunakan berdasarkan hasil perhitungan dari data-data yang ada, diperoleh: AC-WC = 4,0 cm, AC-BC = 6,0 cm, Base Course = 20 cm, Sub Base Course = 10 cm. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan Jalur Puncak 2 Alternatif 2 yaitu senilai Rp. 134.665.673.000,-.Kata Kunci : Geometrik Jalan, Perkerasan Lentur Jalan, Rencana Anggaran Biaya
PERBANDINGAN LAPIS PERKERASAN LENTUR DENGAN LAPIS PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN CIANJUR–SUKABUMI KM.BDG 67+720 s/d 80+257 KABUPATEN CIANJUR sekaryadi, yudi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Momen Vol.01 No.02 2018
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.822 KB) | DOI: 10.35194/momen.v1i02.515

Abstract

Jalan merupakan suatu konstruksi yang berfungsi sebagai prasarana perhubungan darat yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya jalan yang memadai dapat memperlancar distribusi barang dan jasa sehingga kebutuhan pemakai jalan dapat terpenuhi. Mengamati kondisi existing jalan perkerasan yang sudah mulai rusak pada ruas jalan Cianjur-Sukabumi, maka perlu di adakannya pemikiran untuk memperbaiki jalan tersebut untuk memperoleh kenyamanan dan ke amanan bagi pengguna jalan tersebut. Pada tugas akhir ini dicoba di ruas jalan Cianjur-Sukabumi dengan STA 67+720 s/d 80+257. Dengan nilai CBR yang mewakili yaitu sebesar 3% didapat menggunakan cara MAK (Metode Analisa Komponen). Untuk ketebalan perkerasan lentur di segmen jalan tersebut dengan CBR 3% didapat  Asphalt concrete –WC (MS.744) = 4 cm, AC-BC = 6cm untuk lapis tambahan. Apabila diamati secara kasat mata jumlah kendaraan yang melintasi jalan tersebut cukup tinggi, mengingat jumlah LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata). Itu berarti semakin besar jumlah LHR semakin tebal pula lapisaan perkerasan lentur yang dibutuhkan., maka dari itu memerlukan data lalu lintas yang ada, adapun data lalu lintas harian rata-rata yang didapat dari hasil survey langsung yaitu sebesar 7405 kend/hari dari dua lajur. Mengingat kondisi jalan tersebut yang berlubang akibat LHR yang cukup tinggi, maka perlu adanya upaya untuk mengganti perkerasan lentur (Flexibel Pavement) dengan perkerasan kaku (Rigid Pavement). Sehingga didalam perhitungan diperoleh tebal perkerasan kaku yaitu 27 cm (sesuai dengan peraturan Dinas Provinsi Jawa Barat). Dan untuk rencana anggaran biaya untuk pekerjan perkerasan lentur didapat Rp 43.721.174.775 sedangkan untuk perkerasan kaku di dapat Rp 59.412.754.817. Kata kunci : jalan, lentur, kaku, lapis tambahan, rencana anggaran biaya
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BTS ( BASE TRANSCEIVER STATION ) Nugraha, Wiratna Tri; Natagara, Angga Permana
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Momen Vol.03 No.01 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.262 KB) | DOI: 10.35194/momen.v3i1.1019

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi tentunya berperan penting dalam sebuah negara berkembang, selain sebagai pendukung sumber informasi juga pendukung kegiatan ekonomi. Sejalan dengan hal ini menuntut pengadaan sarana infrastruktur konstruksi pendukungnya yaitu penopang antena sebagai media transmisi telekomunikasi lewat udara. Hal tersebut mengakibatkan permintaan pembangunan infrastruktur tower terus meningkat, maka tingkat kesulitan untuk mengelola dan menjalankan sebuah proyek semakin tinggi. Semakin tinggi tingkat kesulitannya maka semakin panjang durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Manajemen waktu diperlukan untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek, dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan sebuah proyek yang memenuhi kriteria biaya, mutu dan waktu. Penelitian dilapangan dilakukan dengan metode observasi, yaitu pengamatan secara langsung dilapangan terhadap objek penulisan.Dari pengamatan dilapangan pada pekerjaan menara, dari sebelas tahapan yaitu Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Tanah, Pekerjaan Pabrikasi, Pekerjaan Pondasi, Sortir Langsir Tower, Erection, Pekerjaan BTS,  Pekerjan  Pagar,  Pekerjaan  Access  Road,  Pekerjaan Mekanikal Elektrikal dan  Pekerjaan Finishing didapatkan data bahwa pada pekerjaan tower (erection) merupakan tahapan yang menggunakan durasi waktu yang paling panjang yaitu selama 7 hari dan pada tahapan Pekerjaan Tanah berjalan pararel dengan pabrikasi sehingga dapat mengefisienkan waktu selama 4 hari. Pekerjaan pondasi dan pekerjaan sortir tower keduanya berjalan seiring sehingga dapat mengefisienkan waktu selama 4 hari. Dan Berdasarkan hasil tinjauan waktu penyelesaian pekerjaan, dapat diselesaikan lebih cepat 10 hari dimana waktu penyelesaian rencana 42 hari dapat diselesaikan selama 32 hari. Karena hal ini didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang baik, ketersediaan material dan peralatan yang memadai, serta cuaca yang baik. Kata Kunci : Perencanaan,Pengendalian Proyek,Telekomunikasi,Civil Mechanical Electrical (CME), Tower , Erection
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL 5 LANTAI DKOTA BALIKPAPAN Nugraha, wiratna Tri; Saskia, Alia; Rihandiar, Eri
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Momen Vol.04 No.02. 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.711 KB) | DOI: 10.35194/momen.v4i2.1908

Abstract

Perencanaan struktur gedung hotel 5 lantai ini menggunakan sistem struktur tahan gempa dengan konsep Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Mutu beton yang digunakan adalah fc’ = 35 MPa, mutu baja ulir fy = 390 MPa, mutu baja polos fy = 240 MPa. pelat tangga dan bordes dengan tebal 130 mm menggunakan tulangan D13-450 mm. balok bordes (200x400) dengan tulangan atas 3D16 dan tulangan bawah 2D16 pada tumpuan dan tulangan atas 2D16 dan tulangan bawah 3D16 pada lapangan dan sengkang 2Ø10-150 mm. pelat lantai ukuran 4000 mm x 4000 mm dengan tebal 140 mm menggunakan tulangan arah x Ø12-140 mm dan arah y Ø12-140 mm. pelat lantai ukuran 4000 mm x 8000 mm dengan tebal 140 mm menggunakan tulangan arah x Ø12-125 mm dan arah y Ø12-125 mm. balok induk (350x550) dengan tulangan atas 10D19 dan tulangan bawah 4D19 dan sengkang 2D13-230 mm pada tumpuan dan tulangan atas 3D19 dan tulangan bawah 7D19 dan sengkang 2D13230mm pada lapangan. balok anak (250x400) dengan tulangan atas 5D19 dan tulangan bawah 2D19 dan sengkang 2D13-150 mm pada tumpuan dan tulangan atas 2D19 dan tulangan bawah 3D19 dan sengkang 2D13-160 mm pada lapangan,. kolom (700x700) dengan tulangan utama 16D22 dan sengkang 5D13-100 mm pada tumpuan dan tulangan utama 16D22 dan sengkang 2D13-100 mm pada lapangan. Kata kunci :  Perencanaan, struktur beton bertulang, SRPMK. 
STUDI MODEL PEMBIAYAAN KONSTRUKSI JALAN PADA RUAS JALAN SELAJAMBE – CIBOGO – CIBEET yudi sekaryadi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Momen Vol.01 No.01 2018
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.489 KB) | DOI: 10.35194/momen.v1i01.510

Abstract

Ada beberapa jenis kerusakan jalan yaitu jalan dengan kondisi baik, sedang, rusak ringan dan rusak berat. Berdasarkan hasil survey pada ruas jalan Selajambe – Cibeet terdapat 3 km jalan dengan kerusakan rusak berat dan perlu dilakukan pemeliharaan berupa peningkatan jalan. Peningkatan jalan dilakukan dengan pelapisan tambahan. Untuk perencanaan tebal perkerasan, didapat susunan lapis perkerasan Laston = 10 cm, Batu pecah (kelas B) = 25 cm, Sirtu = 44 cm. Dan untuk perhitungan tebal perkerasan pada ruas jalan Selajambe – Cibeet (Km Bdg 53 + 090 s/d 68  + 681) menggunakan metode perkerasan lentur dengan Rencana Anggaran biaya (RAB) sebesar Rp 53.714.607.660Kata kunci : Kondisi jalan, peningkatan jalan, tebal perkerasan

Page 3 of 11 | Total Record : 105