cover
Contact Name
Devi Setiawan
Contact Email
unsurtekniksipil@gmail.com
Phone
+62263-283578
Journal Mail Official
unsurtekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Universitas suryakancana Fakultas Teknik sipil Jl. Pasir Gede Raya, Cianjur 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Momen : Teknik Sipil Suryakancana
ISSN : -     EISSN : 26213427     DOI : https://doi.org/10.35194/momen.v4i2
Core Subject : Engineering,
mempublikasikan makalah-makalah hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah yang terkait dengan bidang teknik sipil, yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar
Articles 105 Documents
STUDI STABILITAS BENDUNGAN URUGAN BATU PADA TIGA KONDISI OPERASI WADUK DAN PERUBAHAN MUKA AIR CEPAT Minmahddun, Anafi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 8, No 02 (2025): JURNAL MOMEN VOL.08 NO.02 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v8i02.5887

Abstract

Bendungan urugan batu sangat dipengaruhi oleh fluktuasi muka air waduk, yang berdampak pada tekanan air pori, tegangan efektif, dan stabilitas lereng. Studi ini mengevaluasi stabilitas lereng pada tiga kondisi operasi utama: Muka Air Minimum (MAM), Muka Air Normal (MAN), dan Muka Air Banjir (MAB), serta kondisi transien berupa kenaikan muka air cepat (rapid rising) dan penurunan muka air cepat (rapid drawdown). Analisis rembesan dilakukan dengan pendekatan steady-state untuk kondisi MWL, NWL, dan FWL, serta pendekatan transien untuk rapid rising dan rapid drawdown menggunakan metode elemen hingga. Faktor keamanan dihitung menggunakan metode Morgenstern–Price. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi steady-state, faktor keamanan lereng hulu masing-masing adalah 1,95 (MWL), 2,35 (NWL), dan 2,39 (FWL), sedangkan lereng hilir tetap stabil dalam kisaran 1,99–2,00 karena aliran rembesan tidak menembus inti kedap air. Pada kondisi rapid drawdown, faktor keamanan menurun akibat ketidakseimbangan antara tekanan hidrostatik dan tekanan air pori internal, sedangkan selama rapid rising faktor keamanan meningkat karena adanya tambahan tahanan dari tekanan hidrostatik. Seluruh nilai faktor keamanan memenuhi standar minimum yang dipersyaratkan, sehingga struktur dinyatakan stabil pada semua skenario operasi.
PERCEPATAN WAKTU DAN EFISIENSI BIAYA MENGGUNAKAN METODE FASTTRACK DAN CRASH PROGRAM (STUDI KASUS : PROYEK JALAN TOL CIAWI-SUKABUMI SEKSI 3) Agustin, Nur Shalfa; Nugraha, Wiratna Tri
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 8, No 02 (2025): JURNAL MOMEN VOL.08 NO.02 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v8i02.5819

Abstract

Proyek Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3 diambil untuk menjadi objek pada studi ini karena berdasarkan masalah yang terjadi pada proyek yaitu keterlambatan. Berdasarkan data sekunder yang didapat dari proyek yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Kurva-S digunakan sebagai durasi dan biaya normal proyek. Pada studi ini metode yang digunakan untuk melakukan percepatan adalah crash program dan fast track dengan tujuan untuk dapat mereduksi durasi dan mengetahui total biaya yang dibutuhkan agar proyek dapat mencapai target waktu rencana agar tidak mengalami keterlambatan kembali. Walaupun kedua metode ini secara jelas dapat mereduksi durasi pekerjaan proyek, tetapi penting juga untuk memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan dari kedua metode tersebut serta bagaimana pengaruh yang diberikan dari penerapan kedua metode tersebut terhadap biaya pelaksanaan proyek. Hasil analisa yang melintasi lintasan kritis dimana secara jelas pada metode fast track durasi pekerjaan yang tereduksi 112 hari yaitu menjadi 767 hari dimana biaya proyek tereduksi sebesar 2,78% atau Rp 56.662.719.333 dengan biaya total proyek setelah fast track Rp 1.976.909.468.892, sedangkan metode crash program durasi pekerjaan tereduksi 99 hari yaitu menjadi 780 hari dengan biaya setelah crash program mengalami kenaikan 0,65% atau sebesar Rp 13.412.203.201 dengan biaya total setelah crash program Rp 2.046.984.391.426. Durasi normal yang seharusnya 879 hari dengan biaya total normal Rp 2.033.572.188.225. Penerapan metode fast track lebih tepat diterapkan untuk mengatasi keterlambatan proyek ini dengan beberapa pertimbangan. Namun, penerapannya lebih berisiko sebab keterlambatan pada satu pekerjaan yang berada di lintasan kritis dapat mempengaruhi aktivitas kritis lainnya, yang akhirnya berpotensi mengganggu keseluruhan jadwal proyek.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) (STUDI KASUS : JALAN PRAMUKA KABUPATEN CIANJUR PROVINSI JAWA BARAT) M.Zaki, M. Zaki; Setiawan, Devi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 8, No 02 (2025): JURNAL MOMEN VOL.08 NO.02 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v8i02.5888

Abstract

Ruas jalan Pramuka - Cianjur termasuk ke dalam jenis jalan Kabupaten dengan panjang 1,7 km dan lebar 7 m terdapat beberapa kerusakan, seperti retak , berlubang, dan alur ban. Banyaknya kendaraan barang dan kendaraan angkutan bermuatan besar seperti kontainer, dumptruck yang melintas ke jalan tersebut mengakibatkan lapisan permukaan jalan mengalami kerusakan. Studi ini menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) dan cara mengatasi kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Bina Marga 1995. Surface Distress Index (SDI) adalah adalah salah satu sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis kerusakan diantaranya Panjang retak, Lebar retak, Jumlah Lubang, dan Alur Ban, tingkat kerusakan yang terjadi dan dapat digunakan sebagai acuan dalam Studi kasus. Hasil analisis tingkat kerusakan pada jalan Ruas Jalan Pramuka - Cianjur didapatkan nilai metode Surface Distres index (SDI) memiliki nilai rata – rata 51,666 dimana termasuk pada rentang nilai 50 – 100 untuk kondisi jalan Sedang. Untuk perbaikan berdasarkan menurut metode Bina Marga dihasilkan kerusakan retak digunakan metode perbaikan P4 serta untuk lubang dan bekas roda menggunakan metode perbaikan P5
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) PADA PROYEK JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK II SELATAN PAKET 3 Nurhasanah, Anisa; Effendie, Mochammad Ichwan Nur
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 8, No 02 (2025): JURNAL MOMEN VOL.08 NO.02 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v8i02.5821

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi, karena aktivitas di lapangan memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan. Kecelakaan kerja umumnya tidak terjadi secara kebetulan, tetapi disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelalaian pekerja, metode pelaksanaan yang tidak sesuai, pengaruh lingkungan, serta penggunaan alat kerja yang kurang aman. Studi ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko keselamatan konstruksi pada proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 3, dengan ruas membentang dari sukabungah hingga sadang dengan total panjang sekitar 31,25 km, yang melintasi Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwarkarta, Jawa Barat. Studi ini dilakukan dengan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengevaluasi penyebab dominan kecelakaan kerja pada proyek tersebut. Metode yang digunakan dalam studi ini meliputi studi literatur, observasi langsung di lapangan, serta wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proyek, seperti Health Safety Envirotment, Site Manager, Qualty Control, Mandor, dan Pekerja lapangan. Proses analisis dilakukan berdasarkan standar manajemen risiko AS/NZS 4360:2004, dengan mempertimbangkan tingkat probabilitas dan dampak. Untuk menelusuri akar penyebab kecelakaan yang mungkin terjadi, digunakan pendekatan Fault Tree Analiysis (FTA). Hasil studi menunjukan bahwa terdapat 48 variabel risiko yang teridentifikasi di proyek ini, dengan 3 risiko yang termasuk dalam kategori tinggi, yaitu pekerjaan saat pemasangan girder box, proses pengencoran menggunakan concreate pump diketinggian, dan yang terakhir menyusun potongan bekisting diketinggian. Faktor penyebab utamanya terbagi dalam empat kelompok, yaitu faktor manusia (man), metode kerja (method), lingkungan (mother of nature), dan peralatan (machine). Temuan ini menunjukan bahwa pengelolaan risiko keselamatan konstruksi harus diperkuat melalui pelatihan keselamatan kerja, peningkatan pengawasan, penggunaan alat pelindung diri secara konsisten, serta penerapan prosedur kerja yang sesuai dengan kondisi proyek. Kata kunci: Analisis Risiko, Keselamatan Konstruksi, Fault Tree Analysis, Studi Kecelakaan Kerja, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 3.
EFEKTIVITAS POLISI TIDUR (SPEED BUMP) DALAM MEREDUKSI KECEPATAN KENDARAAN PADA RUAS JALAN KS. TUBUN KOTA BENGKULU Fajri, Muhammad Septian
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 8, No 02 (2025): JURNAL MOMEN VOL.08 NO.02 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v8i02.5864

Abstract

Perkembangan kendaraan bermotor yang pesat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di kawasan permukiman dan sekolah. Salah satu upaya pengendalian kecepatan kendaraan adalah pemasangan speed bump (polisi tidur). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas speed bump dalam mereduksi kecepatan kendaraan pada ruas Jalan KS. Tubun Kota Bengkulu serta menilai kesesuaiannya dengan Permenhub No PM 14 Tahun 2021. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan untuk mengukur kecepatan kendaraan dengan metode Time Mean Speed (TMS), pengukuran geometrik speed bump eksisting, serta penyebaran kuesioner kepada 100 responden untuk menilai persepsi pengguna jalan terhadap aspek keamanan dan kenyamanan speed bump. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh speed bump yang berjumlah 7 buah, tidak memenuhi ketentuan teknis yang diatur dalam Permenhub No. PM 14 Tahun 2021. Kecepatan rata-rata pada area ruas jalan tanpa speed bump dibandingkan dengan area dengan speed bump didapatkan bahwa kecepatan rata-rata sepeda motor tercatat dari 24,52 km/jam menjadi 20,33 km/jam, sementara mobil penumpang turun dari 20,68 km/jam menjadi 16,76 km/jam setelah melewati speed bump. Meskipun ada penurunan, kecepatan kendaraan masih lebih tinggi dari batas operasional 10 km/jam sesuai peraturan yang berlaku, sehingga speed bump belum efektif menurunkan kecepatan kendaraan. Berdasarkan pendapat dari 100 responden didapatkan bahwa aspek visibilitas speed bump merupakan faktor keamanan berkendara yang paling paling berpengaruh, dengan nilai mean 4,59 standar deviasi 0,60 dan persentase mencapai 34,67 % sedangkan jumlah speed bump yang terlalu banyak merupakan faktor kenyamanan berkendara yang paling berpengaruh dengan mean tertinggi sebesar 4,60 dengan standar deviasi 0,60 dan persentase 27,66%.

Page 11 of 11 | Total Record : 105