cover
Contact Name
Aprilia Nurul Chasanah
Contact Email
aprilianurul@untidar.ac.id
Phone
+62293364113
Journal Mail Official
abdipraja@untidar.ac.id
Editorial Address
Universitas Tidar Jalan Kapten Suparman 39, Magelang Utara, Magelang, Jawa Tengah 56116
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat)
Published by Universitas Tidar
ISSN : 27458415     EISSN : 27461823     DOI : 10.31002/abdipraja
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu di antaranya: Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kedokteran Kesehatan Teknik Bahasa Ekonomi Sosial Humaniora Agama dan Filsafat Seni Desain dan Media
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021): Maret" : 20 Documents clear
EDUNOMICS: PENGENALAN BAHASA JAWA SERANG (JASENG) DALAM KEMASAN GIPANG DAN INTIP Shafa Firda Nila; Ryan Fahmi; Alifah Gita Annisa
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.329 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3505

Abstract

ABSTRAKGipang dan intip merupakan makanan tradisional yang dapat ditemukan di Banten. Sementara itu, Bahasa Jaseng merupakan bahasa daerah yang banyak digunakan di beberapa wilayah di Banten. Keduanya merupakan hal yang menarik untuk digabungkan dalam konsep edunomics (education and economics). Di Kelurahan Mesjid Priyayi, Serang, Banten terdapat UMKM gipang PD Laila dan UMKM intip Sekawan Putera. Permasalahan UMKM yaitu inovasi, pengemasan, distribusi, modal, dan pelatihan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan solusi inovasi dan pengemasan yang bertujuan mempromosikan makanan tradisional dan bahasa daerah. Untuk inovasi gipang, dibuat varian gitcha (gipang matcha) dan gitar (gipang taro), sedangkan untuk intip dibuat imas (intip marshmallow). Sementara itu, untuk kemasannya dibuat lebih menarik dan ekonomis dengan kata-kata dalam Bahasa Jaseng di kemasannya. Varian gitcha dan gitar serta imas dapat menambah variasi produk gipang dan intip yang telah ada di pasaran dan meningkatkan nilai jual produk. Selain itu, kemasan yang lebih menarik dengan unsur Bahasa Jaseng dapat menjangkau generasi milenial untuk bangga terhadap makanan tradisional dan bahasa daerah.Kata Kunci: Bahasa Jaseng, edunomics, gipang, intip  ABSTRACTGipang and intip are traditional food from Banten. Meanwhile, Jaseng language is kind of local language in some areas in Banten. It could be interesting to combine traditional food and language into edunomics (education and economics) concept. There are home industries of gipang and intip in Mesjid Priyayi, Serang, Banten, namely PD Laila and Sekawan Putera. The home industries are lack of innovation, packaging, distribution, capital, and training. This program was aimed to offer solution in terms of innovation and packaging to promote traditional food and local language. Gitcha (gipang matcha) and gitar (gipang taro) are the innovations of gipang whereas imas (intip marshmallow) is the innovation of intip. Meanwhile, the packaging was made more attractive and economically with expressions in Jaseng language on it. These variants could enrich the variations of gipang and intip that already available in the market and increase the value of the products. Moreover, attractive packaging with Jaseng language could reach the millennials to be proud of traditional food and local language.Keywords: Jaseng language, edunomics, gipang, intip
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN DARING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI BUTUH DESA SENDEN KECAMATAN MUNGKID Nurul Afni Anggraeni; Hartatik Hartatik; Susi Nurhidayati; Nadya Tri Puji Prasetya; Imam Baihaqi
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.569 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3628

Abstract

Pendidikan di Indonesia kini tengah mengalami perubahan yang cukup besar dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang terpaksa dilaksanakan secara daring sebagai imbas dari munculnya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Seluruh siswa dan tenaga kependidikan memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan sistem pembelajaran yang selama ini dilaksanakan melalui kelas tatap muka. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menjadikan pembelajaran daring berjalan kurang efektif. Masalah tersebut juga ditemukan di Dusun Butuh, Desa Senden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Di MI Muhammadiyah Butuh yang terletak di Dusun Butuh kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan sistem daring, tatap muka, dan guru berkeliling. Di sekolah tersebut ditemukan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran daring secara efektif, mulai dari terbatasnya sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi pendidikan, terbatasnya kompetensi guru dalam menggunakan aplikasi pembelajaran, hingga rendahnya pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam menggunakan aplikasi pembelajaran. Diadakannya program pelatihan pembelajaran daring akan dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Program yang diberi nama "Mabar" (Main dan Belajar) yang dijalankan sebagai kegiatan KKN Tematik di Dusun Butuh dirancang untuk mengajak pihak sekolah/tenaga kependidikan bersama-sama mempelajari pemanfaatan dan penggunaan teknologi pendidikan serta aplikasi pembelajaran agar pembelajaran daring dapat berjalan lebih efektif. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengginakan metode demonstrasi dan metode latihan keterampilan yang memungkinkan peserta memahami penggunaan aplikasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi pendidikan menggunakan contoh/peragaan. Peserta juga dapat belajar dengan membuat, merancang, atau memanfaatkan aplikasi pembelajaran dan teknologi pendidikan secara mandiri. Melalui kegiatan pelatihan ini pendidik dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran. Anak-anak di Dusun Butuh yang merupakan siswa kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar dapat lebih mengenal dan meningkatkan keterampilannya dalam penggunaan aplikasi pembelajaran daring dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Melalui pelaksanaan program "Mabar" ini baik peserta didik maupun pendidik dapat menggunakan aplikasi WhatsApp, Zoom Meeting, Google Form, dan Google Classroom yang telah diajarkan pada kegiatan pelatihan tersebut.
PELATIHAN UMKM MELALUI DIGITAL MARKETING UNTUK MEMBANTU PEMASARAN PRODUK PADA MASA COVID-19 Yahya Ibnu Syifa; Mustika Kurnia Wardani; Sani Dewi Rakhmawati; Firstya Evi Dianastiti
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.774 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3602

Abstract

Virus Covid-19 atau bisa disebut virus corona membuat seluruh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) justru menjadi sektor paling rentan terkena imbas dari pandemi virus corona. Oleh karenanya, masyarakat pemilik usaha perlu memikirkan cara-cara agar dapat bertahan selama pandemi. Kegiatan yang dilaksanakan oleh kami yaitu pelatihan digital marketing pada UMKM untuk membantu pemasaran produk selama pandemi covid-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar pelaku usaha atau UMKM dapat memanfaatkan internet dan teknologi untuk menunjang pemasaran produk mereka serta memperluas jangkauan target pasar atau konsumen melalui digital marketing. Hal ini dikarenakan penggunaan internet utamanya sosial media dirasa lebih efektif untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Apalagi selama pandemi, masyrakat cenderung menghabiskan waktu lebih banyak dengan social media dan internet. Hal ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan produknya secara online. Karena benayakan masyarakat yang sering menggunakan internet dan social media inilah yang melatarbelakangi kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok kami. Kelompok kami berharap hasil dari kegiatan ini adalah para pelaku usaha atau UMKM dapat memanfaatkan penggunaan media berbasis internet dengan baik dan maksimal untuk meningkatkan pemasaran produk yang mereka jual.
EDUKASI PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 SERTA PENGENALAN TOGA KEPADA ANAK DI DESA TRASAN Zuni Ristianingsih; Siti Mulyani; Siti Maemunatun; Farikah Farikah
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.756 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3599

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan sebuah tantangan baru yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Berbagai daya upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang kian hari kian meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memutus rantai persebaran Covid-19 adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya serta cara menghindari virus berbahaya ini melalui kegiatan edukasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penanggulangan penularan Covid-19 serta cara meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari virus Corona menggunakan Tanaman Obat Keluarga. Kegiatan edukasi dilakukan melalui dua metode yaitu online dan offline. Metode online digunakan untuk penyebarluasan informasi mengenai Covid-19 menggunakan poster melalui sosial media. Sedangkan metode offline dilakukan secara langsung melalui pertemuan terbatas dengan mematuhi protokol kesehatan, untuk edukasi Tanaman Obat Keluarga menggunakan metode permainan “Ayo Tebak Aku”. Mekanisme permainan ini yaitu anak-anak melakukan pengamatan pada bagian-bagian tanaman Tanaman Obat Keluarga seperti daun, batang, bunga, maupun buahnya. Kemudian, mereka akan menebak nama tanaman Tanaman Obat Keluarga tersebut berdasarkan ciri-ciri yang terlihat atau dari aroma khasnya. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kualitatif pada hasil pengamatan langsung selama anak melakukan permainan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan edukasi ini adalah pemahaman siswa mengenai pencegahan Covid-19 dan Tanaman Obat Keluarga menjadi meningkat, dimana sebelumnya anak-anak belum begitu menyadari akan pentingnya memakai masker setiap keluar rumah, cuci tangan pakai sabun, social distancing, serta pemahaman mengenai Tanaman Obat Keluarga masih sangat terbatas.
IMPROVING COMMUNITY AWARENESS IN NEW NORMAL APPLICATION THROUGH EXTENSIONS AT PHARMACEUTICAL WONOREJO SRAGEN Rita Septiana
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.685 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3640

Abstract

Until now, the Covid-19 pandemic was still a problem and limits various community activities such as work, study, and worship, as well as socializing / activities. The government's effort to keep moving various sectors, be it social, cultural, economic growth so as not to experience a slowdown, industry running and people not losing their income is by introducing new habits of life or what was called a new normal. With the enactment of the new normal, we begin to carry out activities outside the home while adhering to health protocols that have been regulated by the government, namely wearing masks when leaving the house, washing hands frequently with soap, and maintaining distance and avoiding crowds. The service activity entitled "New Normal Counseling in the Context of Preventing Covid-19 Transmission to Visitors at the Wonorejo Pharmacy, Sragen" aims to provide information and additional knowledge to the public regarding steps that can be taken in the new normal era. The target of the activity was people who come to the Pharmacy and were willing to participate in this activity. Activities carried out in the form of distributing brochures and providing information directly to people who visit the pharmacy. The service activities were carried out for 2 days, namely on Saturdays and Sundays, 10-11 October 2020 with 19 participants. With the implementation of this activity, it was hoped that the community will be able to continue their activities safely during the current pandemic. The result of this activity was increasing public awareness to adopt a new normal lifestyle, which will help government programs to break the chain of spreading the Covid-19 infection.
REBOISASI SEBAGAI PENANGANAN DAMPAK ABRASI AKIBAT PEMBUKAAN TAMBAK GARAM DI PALLENGU KAB JENEPONTO Wira Yustika Rukman; Dian Safitri; Rahmatia Thahir; Nurul Magfirah
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.922 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3638

Abstract

Masyarakat di Kelurahan Pallengu Kabupaten Jeneponto sebagian besar memilik memiliki matapencaharian sebagai petani garam, Untuk mendapatkan garam, maka diperlukan tambak. Dalam membuat tambak garam masyarakat harus membabat hutan mangrove yang dialih fungsikan menjadi tambak. Penebangan mangrove untuk pembukaan lahan tambak garam dapat menyebabkan terjadinya abrasi pantai. Hasil wawancara dengan kepala lingkungan kelurahan Pallengu dan beberapa orang petani garam diperoleh informasi bahwa petani belum mengetahu dampak dari penebangan mangrove untuk pembukaan lahan tambak garam. Lokasi pengabdian adalah pesisir pantai di Kelurahan Pallengu Kabupaten Jeneponto. Metode pengabdian dilakukan dengan tiga langkah yaitu pengamatan lapangan dan wawancara dengan kappa lingkungan dan ketua kelompok petani garam untuk mencari faktor-faktor penyebab abrasi pantai, wawancara dengan masyarakat pesisir untuk mengetahui persepsi terhadap hutan mangrove, dan penyuluhan dan reboisasi sebagai penanganan dampak abrasi. Pendampingan reboisasi sebagai penanganan dampak abrasi akibat pembukaan tambak garam di Pellengu Kabupaten Jeneponto berjalan dengan baik dan para peserta petani garam sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan dan pendampingan dari awal sampai akhir kegiatan. Para peserta mendapatkan pengetahuan baru dalam melakukan reboisasi sebagai salah satu cara dalam mengatasi dampak abrasi pantai. Setelah mereka mengetahui bahaya pembukaan lahan tambak garam dengan melakukan penebangan mangrove, mereka tidak mau lagi melakukan hal tersebut. Justru para petani sepakat untuk melakukan reboisasi pada daerah pesisir pantai yang berpotensi terjadi abrasi.
PELATIHAN PEMANFAATAN LAHAN UNTUK MANDIRI PANGAN DI ERA NEW NORMAL LIFE Monica Refinanda Batubara; Devi Khofifatur Rizqi; Fifit Firmadani
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.421 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3629

Abstract

Tujuan diadakannya pelatihan pemanfaatan lahan untuk mandiri pangan di era new normal life ini adalah untuk menghemat pengeluaran. Pelatihan ini dilakukan tim peneliti di wilayah rukun tetangga 04, rukun warga 01, Kelurahan Potrobangsan dengan luas lahan seadanya. Setelah adanya pelatihan pemanfaatan lahan untuk mandiri pangan di era new normal life ini, warga masyarakat lebih teredukasi perihal pemanfaatan lahan secara vertikultur, penanaman, serta perawatan tanaman sayuran. Hal ini juga mampu menghemat pengeluaran warga dikarenakan sudah optimalnya pemanfaatan lahan seadanya di wilayah rukun tetangga  04, rukun warga 01, Kelurahan Potrobangsan tersebut.
KKN TEMATIK UNIVERSITAS TIDAR: MENGEDUKASI MENGENAI SEPUTAR PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 UNTUK MENYELAMATKAN MASYARAKAT SEKITAR Gita Panducita; Wahyu Cahyo Sabani; Yoga Kahar Agusta
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.953 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3630

Abstract

KKN Tematik merupakan aktivitas pengabdian masyarakat untuk menyalurkan rasa empati dari mahasiswa kepada masyarakat disaat pandemik covid-19. KKN Tematik ini dilaksanakan di daerah masing-masing mahasiswa dengan metode observasi atau pengamatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana masyarakat mengetahui tentang edukasi covid-19 dan menerapkan edukasi mengenai covid-19 pada aktivitas sehari-hari. Hasil menunjukkan adanya respons positif dari pemerintah dan masyarakat. Masyarakat dapat mengikuti kegiatan edukasi mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar, edukasi cara menggunakan masker dengan benar, dan edukasi pembuatan serta penggunaan face shield. Luaran pada kegiatan yang diikuti oleh masyarakat antara lain yaitu 1) pemahaman cara mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar, 2) pemahaman cara menggunakan masker dengan benar, 3) pembagian masker, dan 4) pemahaman cara pembuatan dan penggunaan face shield dengan benar.
EDUKASI MEDIA PEMBELAJARAN EDMODO SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN DARING DI SDN 2 SETROKALANGAN Diah Rosita Dewi; Riski Sholekah; Anada Iranda Matin; Rini Estiyowati Ikaningrum
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.66 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3601

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar dalam bidang pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran yang semula luring berganti menjadi daring dan menimbulkan berbagai masalah dalam pelaksanaanya. Sebagaimana yang terjadi di SD Negeri 2 Setrokalangan, di mana guru kurang mahir dalam memanfaatkan berbagai platform pembelajaran yang tersedia sehingga hanya memanfaatkan aplikasi WhatsApp saja. Dalam penelitian kali ini, peneliti menggunakan Edmodo untuk pendampingan belajar siswa agar lebih menarik dan efektif, karena dalam aplikasi edmodo fitur yang disediakan lebih lengkap seperti pembuatan bank soal, video conference, ruang kelas, dan masih banyak fitur lainnya yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Peneliti juga mengajarkan guru mengoperasikan Edmodo untuk kegiatan belajar mengajar supaya tidak hanya terpaku dengan aplikasi WhatsApp. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan penggunaan Edmodo dalam pembelajaran jarak jauh atau daring di SD Negeri 2 Setrokalangan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kulalitatif tepatnya studi kasus dengan memanfaatkan Strategic Alignment Model (SAM) literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa merasa senang terhadap pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan Edmodo.
PELATIHAN PEMBUATAN PELINDUNG WAJAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN BAHAYA COVID-19 MASYARAKAT DUSUN Enggrita Novialita Kelana Sari; Ivan Bhayu Herlambang; Carolus Prima Ferri Karma
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.15 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3147

Abstract

Wabah Novel Coronavirus COVID-19 baru-baru ini menyebabkan ketakutan di seluruh dunia karena sifatnya yang fatal. Pandemi COVID-19 berdampak secara global dan juga di Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang warganya banyak terdampak oleh virus ini. Kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya COVID-19 dan kurangnya edukasi menjadi alasan adanya kegiatan penyuluhan pembuatan pelindung wajah. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran akan bahaya COVID-19 Banjarsari, khususnya Dusun Jumblangan XIV. Terdapat 3 kegiatan utama pada pengabdian masyarakat ini, yaitu hari pertama sosialisasi tentang bahaya COVID-19  dan pemberian contoh fisik dan langkah-langkah umum pembuatan pelindung wajah. Kegiatan kedua yaitu dengan pemberian bahan-bahan, dan kegiatan ketiga melakukan pendampingan untuk pembuatan pelindung wajah. Kegiatan ini dilakukan semi daring dengan menggunakan aplikasi Whatsapp dan Youtube mengingat kondisi saat ini yang mengharuskan adanya pengurangan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat bahwa lebih banyak masyarakat yang lebih waspada dengan adanya virus corona.

Page 1 of 2 | Total Record : 20