cover
Contact Name
Sinung Rahardjo
Contact Email
sinungrahardjo25@gmail.com
Phone
+6281385033025
Journal Mail Official
b.jalanidith@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jln. AUP No.1 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam
ISSN : 1978032X     EISSN : 27162524     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/bjsj
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu terapan kelautan dan perikanan. Artikel ilmiah yang disajikan merupakan hasil penelitian terapan (applied research) di bidang kelautan dan perikanan yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup materi meliputi inovasi teknologi, present status kondisi perikanan dan lingkungan perairan, dan review artikel bidang Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Substansi artikel terdiri dari bidang Perikanan Tangkap, Perikanan Budidaya, Pasca Panen, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Permesinan Perikanan, dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan.
Articles 99 Documents
POTENSI DAERAH DALAM PEMBERDAYAAN NELAYAN DI DESA SERDANG KABUPATEN BANGKA SELATAN Setiawan, Herman; Anwar, Kasful; Syafei, Yani
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemberdayaan nelayan di Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan melalui aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, dan regulasi. Kawasan ini memiliki potensi perikanan yang kuat dengan ekosistem pesisir yang baik, meliputi hutan mangrove 215 ha dan padang lamun 42 ha sebagai habitat ikan bernilai ekonomi tinggi. Produktivitas nelayan mencapai 2,8 ton per bulan per kelompok, namun nelayan masih terkendala akses permodalan, fluktuasi harga ikan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pelabuhan. Pemerintah daerah telah menyediakan tiga tempat pelelangan ikan dan satu balai pelatihan, tetapi pemanfaatannya rendah. Analisis MDS dan Monte Carlo menunjukkan model valid (selisih < 1; Stress < 0,15; R² > 94%). Dimensi kelembagaan paling kuat (93,5), diikuti ekonomi (71,0), sosial (61,5), dan regulasi (42,5). Bentuk diagram layang-layang menunjukkan ketimpangan antar dimensi dengan kelembagaan yang menonjol sementara regulasi masih lemah. Secara keseluruhan, pemberdayaan nelayan di Desa Serdang sangat bergantung pada sinergi antara penguatan kelembagaan masyarakat pesisir dan peningkatan efektivitas implementasi kebijakan daerah. Leverage rata-rata menunjukkan kelembagaan (7,86%) dan regulasi (7,20%) sebagai faktor utama peran keberlanjutan pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antarinstansi, optimalisasi sarana, dan pendampingan berkelanjutan untuk pembangunan pesisir inklusif
PENILAIAN MUTU DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) PADA KAPAL PASCA PRODUKSI DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Utari, Retno Dwi; Wiyono, Eko Sri; Anwar, Kasful
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.17026

Abstract

Penilaian mutu ikan merupakan tahap penting untuk menjamin kelayakan konsumsi dan nilai jual hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) pada kapal pascaproduksi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu berdasarkan parameter organoleptik, fisik, dan penanganan pascapanen. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan awak kapal, pengambilan sampel ikan, serta pengujian mutu menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4110:2020. Parameter yang dinilai mencakup kenampakan, tingkat pengeringan, perubahan warna, kondisi fisik ikan beku, dan kualitas visual. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ikan cakalang memiliki mutu baik dengan nilai organoleptik rata-rata 7–8 (skala 1–9). Variasi mutu dipengaruhi oleh durasi penangkapan, metode pendinginan di kapal, serta kebersihan wadah penyimpanan. Kelemahan yang ditemukan adalah belum optimalnya penerapan SOP penanganan, keterbatasan pelatihan awak kapal dalam pengoperasian Air Blast Freezer (ABF), serta fluktuasi suhu ruang penyimpanan yang sering melebihi standar SNI yaitu diatas –18 °C, sehingga berpotensi menurunkan kualitas ikan beku. Secara umum, mutu ikan cakalang di PPN Palabuhanratu masih layak konsumsi dengan potensi nilai jual tinggi. Namun, peningkatan konsistensi penanganan pascaproduksi, implementasi teknologi pendinginan optimal, serta pelatihan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga mutu. Selain itu, penerapan SOP berbasis mutu dan pengendalian rantai dingin yang ketat menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas ikan sekaligus mendukung nilai jual yang kompetitif.
PRODUKSI DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN TONGKOL YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS KALIMANTAN BARAT Gultom, Ester Romatua; Gusmayanti, Evi; Soetignya, Widadi Padmarsari
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.15397

Abstract

Produksi ikan tongkol di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sungai Rengas meningkat 80,19% dari tahun 2020 ke 2021, hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang terhadap ekosistem perairan dan risiko overfishing. Dalam mendukung operasi penangkapan ikan tongkol dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan musim penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produksi dan menentukan pola musim penangkapan ikan tongkol. Data yang digunakan adalah data time series pada periode 2019-2023 dari PPP Sungai Rengas, yang meliputi produksi ikan tongkol dan upaya penangkapan (trip). Analisis data dilakukan dengan menghitung Catch Per Unit Effort (CPUE) dan Indeks Musim Penangkapan (IMP) yang menggunakan metode moving average. Hasil penelitian menunjukkan nilai CPUE mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga 2023, peningkatan signifikan terjadi dari 2022 sebesar 1,87 ton/trip menjadi 3,79 ton/trip pada tahun 2023, hal tersebut menggambarkan bahwa adanya pemulihan sumber daya ikan tongkol akibat penurunan trip pada tahun 2022. Musim penangkapan ikan tongkol yang didaratkan di PPP Sungai Rengas terjadi pada bulan November, Januari, Februari, Maret dengan nilai IMP tertinggi yaitu 244,96% (Februari). Musim paceklik terjadi pada bulan April-Juli. Informasi musim penangkapan ikan dapat memberikan waktu yang tepat untuk melakukan operasi penangkapan optimal lestari. 
EVALUASI PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES DAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES PADA PENGOLAHAN UDANG KUPAS MENTAH BEKU MENGGUNAKAN SKALA LIKERT DI DUA UNIT PENGOLAHAN IKAN Resti Nurmala Dewi; Icha Nur Nabila; Ni Kadek Tiara Dwi Agustin; Arie Goase Imege; Sumartini Sumartini
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v8i1.19890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) pada pengolahan udang kupas mentah beku tipe Peeled Non Deveined (PND), Peeled Deveined Tail On (PDTO), dan Peeled Tail On (PTO) di dua industri menggunakan metode skala Likert. Penelitian dilakukan pada satu industri berbentuk PT di Banyuwangi (Industri 1) dan satu industri berbentuk CV di Denpasar (Industri 2). Data diperoleh melalui kuesioner tertutup kepada 40 responden yang terlibat langsung dalam proses produksi dan pengendalian mutu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Industri 1 memperoleh rata-rata skor GMP sebesar 86,7% (kategori sangat baik) dan SSOP sebesar 93,17% (kategori sangat baik), yang mengindikasikan penerapan CPPOB telah berjalan konsisten sesuai regulasi nasional. Sebaliknya, Industri 2 memperoleh rata-rata skor GMP sebesar 50,27% dan SSOP sebesar 44,5% (kategori cukup), menunjukkan masih terdapat kesenjangan pada aspek fasilitas sanitasi, pengendalian hama, kontrol kesehatan karyawan, serta dokumentasi operasional. Perbedaan capaian ini dipengaruhi oleh skala industri, komitmen manajemen, dan ketersediaan infrastruktur sanitasi. Secara keseluruhan, metode skala Likert efektif digunakan sebagai pendekatan kuantitatif untuk mengidentifikasi titik kritis penerapan sistem jaminan mutu dan sanitasi pada industri pengolahan udang beku.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus): PERAN INPUT PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI TERHADAP KEUNTUNGAN USAHA DAN LINGKUNGAN BUDIDAYA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI TABANAN, PROVINSI BALI Nur Fatimah; Maman Rumanta; Kasful Anwar
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v8i1.19813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Input Produksi dan Biaya Produksi terhadap Keuntungan Usaha dengan Lingkungan Budidaya sebagai variabel intervening. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan struktural antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa Input Produksi dan Biaya Produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap Lingkungan Budidaya maupun Keuntungan Usaha, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan nilai p-values seluruh jalur berada di atas 0,05. Nilai R-square Lingkungan Budidaya sebesar 0,073 menunjukkan bahwa variabel tersebut masih dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Sebaliknya, Lingkungan Budidaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keuntungan Usaha, dengan koefisien jalur sebesar 0,681, t-statistics 12,720, dan p-values 0,000, serta didukung oleh nilai effect size (f²) sebesar 0,850 yang tergolong sangat kuat.  Hasil ini menegaskan bahwa kualitas dan pengelolaan Lingkungan Budidaya merupakan faktor utama dalam meningkatkan Keuntungan Usaha, dibandingkan dengan peningkatan input atau biaya produksi. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa strategi peningkatan kinerja usaha budidaya perlu difokuskan pada pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan efisien.
STRATEGI PEMASARAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN DENGAN PERILAKU KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KERUPUK IKAN RED DEVIL UMKM POKLAHSAR AGUNG BOGA SARI PROVINSI BALI Anak Agung Gede Eka Swabawa; Kasful Anwar; Donwil Panggabean
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v8i1.19543

Abstract

UMKM olahan hasil perikanan berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah produk dan perekonomian daerah, namun menghadapi tantangan persaingan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi pemasaran dan kualitas produk terhadap volume penjualan dengan perilaku konsumen sebagai variabel mediasi pada UMKM Poklahsar Agung Boga Sari Provinsi Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan dianalisis menggunakan SEM-PLS.Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh kuat terhadap perilaku konsumen (β = 0,476; t = 5,890), sedangkan strategi pemasaran berpengaruh moderat terhadap perilaku konsumen (β = 0,365; t = 4,308). Perilaku konsumen berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan (β = 0,562; t = 7,557) dan berperan sebagai variabel mediasi yang signifikan. Nilai R² menunjukkan kemampuan prediktif model yang baik, yaitu 0,604 untuk perilaku konsumen dan 0,624 untuk volume penjualan.Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan volume penjualan UMKM perikanan lebih efektif dicapai melalui pembentukan perilaku konsumen yang positif, didukung oleh kualitas produk yang konsisten dan strategi pemasaran yang tepat sasaran
Kajian Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau Helmi Chandra; Ratna Suharti; Meuthia Aula Jabbar; Abdul Rahman; Awaludin Syamsudin; Hendra Irawan
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v8i1.17000

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem perairan payau yang berfungsi sebagai zona transisi antara daratan dan lautan. Pemanfaatan ekosistem ini secara berkelanjutan dapat diwujudkan melalui kegiatan penelitian, pendidikan, dan ekowisata tanpa mengganggu keseimbangan ekologisnya. Ekowisata, sebagai salah satu strategi pemerintah, bertujuan untuk mengintegrasikan kegiatan wisata dengan upaya pelestarian lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2024 di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur vegetasi mangrove, faktor pembatas pertumbuhan, indeks kesesuaian wisata, kapasitas daya dukung kawasan, serta merumuskan strategi pengelolaan ekowisata mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti. Metode yang digunakan meliputi survei dan analisis deskriptif dimana pengambilan data vegetasi dengan teknik Line Transect Plot dan strategi pengelolaannya.Hasil penelitian mengidentifikasi 11 jenis mangrove, dengan Rhizophora apiculata sebagai jenis dominan (439 individu, 36,49%). Kondisi ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam kategori baik. Parameter kualitas air menunjukkan kisaran salinitas 21-38 ppt, suhu 25-33°C, pH air 6,5-8, dan pH tanah 7-8, yang sesuai dengan baku mutu berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Pengamatan pasang surut menunjukkan elevasi muka air tertinggi 2,17 m dan terendah 0,23 m. Indeks kesesuaian wisata menunjukkan hasil yang memadai, dinilai berdasarkan ketebalan, kerapatan, jenis mangrove, biota, dan pasang surut. Kapasitas daya dukung jalur tracking sepanjang 100-700 m mampu menampung 16-112 pengunjung per hari.
PERAN PARTISIPASI PEMBUDIDAYA DALAM MENINGKATKAN DAMPAK PENYULUHAN PERIKANAN DI KABUPATEN EMPAT LAWANG Andi Ramlan; Kasful Anwar; Donwil Panggabean
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v8i1.19856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran partisipasi pembudidaya sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas penyuluhan, materi penyuluhan, kompetensi penyuluh, dan kepuasan kelompok terhadap dampak penyuluhan perikanan di Kabupaten Empat Lawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap  responden pembudidaya, yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa partisipasi pembudidaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap dampak penyuluhan dengan nilai koefisien sebesar 0,681, nilai t-statistics 12,720, dan p-value 0,000. Sebaliknya, variabel kualitas penyuluhan, materi penyuluhan, dan kompetensi penyuluh tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap dampak penyuluhan maupun partisipasi pembudidaya. Kepuasan kelompok menunjukkan pengaruh positif terhadap partisipasi pembudidaya, namun belum signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan penyuluhan perikanan lebih ditentukan oleh tingkat keterlibatan aktif pembudidaya dibandingkan oleh aspek teknis penyuluhan semata. Oleh karena itu, penguatan pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas program penyuluhan perikanan di Kabupaten Empat Lawang.
KAJIAN BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) TEKNOLOGI INTENSIF DI SP Community Prima Insamilandri Syah; Sinung Rahardjo
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v8i1.16077

Abstract

Udang vaname merupakan komoditas budidaya bernilai ekonomi tinggi yang berperan penting dalam sektor perikanan nasional. Keunggulannya meliputi ketahanan terhadap penyakit, respons yang baik terhadap pakan, dan masa pemeliharaan yang relatif pendek (90-100 hari). Perkembangan teknologi budidaya udang vaname mencakup sistem tradisional hingga super intensif. SP Community di Bombana, Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu pelaku budidaya intensif udang vaname. Penelitian yang dilakukan pada Maret-Mei 2022 bertujuan menilai aspek teknis, kinerja budidaya, dan mengidentifikasi masalah melalui observasi dan wawancara. Hasilnya menunjukkan produktivitas 55-96 ton/Ha/siklus, tingkat kelangsungan hidup (SR) 80,7-91,5%, rasio pakan (FCR) 1,5-1,7, berat rata-rata (ABW) 14,4-17 g/ekor, pertumbuhan harian (ADG) 0,17-0,23 g/hari, dan biomassa 1,1-1,9 ton

Page 10 of 10 | Total Record : 99