cover
Contact Name
Noneng Siti Rosidah
Contact Email
noneng.strosidah@uika-bogor.ac.id
Phone
+6281384417091
Journal Mail Official
bahrum.subagiya@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jalan K. H. Sholeh Iskandar KM. 2, Kedung Badak, Tanah Sereal, RT.03/RW.10, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Prophetic Guidance and Counseling Journal
ISSN : -     EISSN : 27227936     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/pro-gcj
Core Subject : Education,
The scope of the Pro-GCJ Journal is Islamic Guidance and Counseling, Child and Youth Counseling, Adult and Elderly Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Counseling, Educational Psychology, School Counseling, Higher Education Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Work Counseling, Cyber Counseling, Educational Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Counseling Rehabilitation, Use of technology in Counseling, Counseling and Guidance for Special Education, and Counselor Education.
Articles 50 Documents
Implementasi Program Kelompok Sebaya Bimbingan Kasikal Dalam Pembentukan Karakter Religious Kelas X Melalui Pembiasaan Sholat Dhuha Di Sekolah MA Sirojul Athfal 2 Pratiwi, Ersa Amir
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i1.22039

Abstract

Pendidikan memiliki tujuan untuk mencerdaskan dan membentuk akhlak yang baik pada diri siswa. Namun, perkembangan teknologi internet yang sudah pesat yaitu banyaknya tontonan melalui social media yang ada tidak lagi melihat batasan umur dan juga konteks yang ada, seringkali nilai nilai agama dan budaya, mengakibatkan merosotnya etika dan juga tata krama anak dalam kehidupan sehari hari karena pengaruh dari dunia luar yang dia lihat. Tidak hanya itu penyimpangan juga terjadi pada norma kehidupan baik agama maupun sosial. Jadi mengapa bisa ini terjadi? Seolah bertentangan dengan tujuan Pendidikan. Kecerdasan Spiritual adalah suatu kecerdasan yang harus serta wajib dimiliki oleh seorang anak. Sekolah harusnya memaksimalkan penanaman nilai-nilai keagamaan tidak hanya dalam mata pelajaran agama dan juga memaksimalkan kegiatan keagamaan berupa pelaksanaan ibadah yang wajib maupun sunnah kepada siswa. Kegiatan keagamaan ini salah satunya Shalat Dhuha yang telah dilaksanakan di MA Sirojul Athfal 2. Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah Bagaimana Implementasi Shalat Dhuha di MA Sirojul Athfal 2. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik siswa kelas X dan menganalisis implementasi program bimbingan kelompok sebaya dalam membangun kebiasaan sholat dhuha di MA Sirojul Athfal 2. Sumber data peneitian ini adalah siswa kelas X. Metode pengumpulan data menggunakan penelitian deskriptif pendekaatan kuallitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama siswa kelas X memiliki problem kedisiplinan dalam melaksanakan shalat dhuha secara individu dan berjamaah. Kedua, layanan bimbingan klasikal yang digunakan untuk membentuk karakter melalui pembiasaan shoat dhuha meliputi ruang lingkup perilaku siswa terhadap Allah, diri sendiri, dan guru dengan bentuk membiasakan siswa melaksankan shalat dhuha secara idividu, mengucapkan lafadz Alhamdulillah, berdoa setelah melaksanakan shalat dhuha sesuai dengan materi yang diberikan.
Strategi Guru BK dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Sunnah Siswa di SMP PGRI 8 Kota Bogor Maolidah, Shopiya; Hasna, Dhiya Hanifa
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i1.22041

Abstract

Salah satu tujuan pendidikan adalah supaya peserta didik memiliki kekuatan spiritual keagamaan, untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan selain dengan melakukan ibadah-ibadah wajib yang sudah diperintahkan oleh Allah SWT yaitu dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru BK dalam meningkatkan kualitas ibadah sunnah siswa kelas 7A di SMP PGRI 8 Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengambilan sumber data dan informasi diperoleh melalui observasi dan sumber lainnya. Berdasarkan hasil penelusuran dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa strategi yang dilakukan oleh guru BK dalam meningkatkan kualitas ibadah sunnah siswa yaitu dengan memberikan pengetahuan tentang hukum-hukum dalam islam, memberikan pemahaman tentang ap aitu ibadah sunnah, pelaksanaan program membaca Al-Qur’an setiap pagi dan pelaksanaan program shalat dhuha bersama pada jam istirahat.
Peran Guru BK Dalam Program Literasi Untuk Meningkatkan Minat Baca Pada Siswa di Madrasah Tsanawiyah Sirojul Athfa Dialisyah, Dini Putri
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i1.22042

Abstract

Minimnya minat membaca pada siswa sangat berdampak pada banyak aspek, oleh karena itu dengan program literasi ini sangat diharapkan dapat meningkatkan minat baca pada siswa. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui peran guru BK dalam program lietasi untuk meningkatkan kemampuan intelektual siswa di Madrasah Tsanawiyah Sirojul Athfal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan minat baca dengan melaksanakan program literasi ini. Dalam program literasi terdapat pengaruh yang kuat bagi tingkatan minat baca dan tingkat intelektual pada siswa.
Penerapan Latihan Problem Solving Untuk Meningkatkan Kesadaran Tanggung Jawab Siswa SMP PGRI 8 Bogor Nurfazriah, Laura; Nufus, Isti Faizatun
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i1.22043

Abstract

Penerapan latihan problem solving merupakan metode pembelajaran yang memberikan penekanan untuk melibatkan siswa untuk berpikir secara kritis mengenai permasalahan yang ada disekitarnya serta menititkberatkan pada pemecahan masalah atau solusi. Kesadaran akan tanggung jawab bukan merupakan suatu sikap genetik yang sudah ada pada setiap individu sejak lahir, melainkan perlu ditumbuhkan melalui adanya pembiasaan. Upaya pembiasaan kesadaran tanggung jawab pada setiap individu sedini mungkin diperlukan adanya peran orang lain sebagai contoh dan arahan dari lingkungan terdekat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab siswa kelas VIII C SMP PGRI 8 Bogor melalui program BK Klasikal dengan penerapan latihan problem solving. Pengambilan sumber data Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tempat yang dilakukan penelitian adalah SMP PGRI 8 Kota Bogor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pendukung. Hasil penerapan layanan bimbingan dan konseling klasikal dengan penerapan latihan problem solving yang dilakukan di kelas VIII C SMP PGRI 8 Bogor, memberikan hasil yang baik. Sebab 3 siswa yang sebelumnya memiliki hasil sikap tanggung jawab sosial yang rendah, memiliki hasil peningkatan yang baik. Pertanyaan perihal kesadaran tanggung jawab sosial yang sebelumnya kesulitan bahkan tidak dijawab oleh siswa, akhirnya dapat dijawab dengan baik dan benar. Dengan pelaksanaan latihan problem solving ini, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis dan analitis dalam menyelesaikan suatu masalah, dan memilih solusi yang terbaik untuk dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian Penerapan Latihan Problem Solving Untuk Meningkatkan Kesadaran Tanggung Jawab Siswa kelas VIII C SMP PGRI 8 Bogor, dapat disimpulkan bahwa penerapan latihan problem solving melalui bimbingan dan konseling klasikal dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab siswa.
Strategi Guru Bk dalam Pemberian Layanan Dasar Orientasi Kontrol Diri pada Peserta Didik di SMA Ibnu Hajar Boarding School Zhahira, Nur Khalida Al
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i1.22044

Abstract

Kontrol Diri pada anak usia remaja sangat penting untuk dilakukan dan proses perkembangan khususnya. Karena pada usia remaja tersebut sangat bagus untuk dilatih dalam kebiasaannya. Oleh karena itu penelitian bertujuan agar dapat memahami dan mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan orientasi pada peserta didik dapat dipahami lebih dalam serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar teriasa dapat mengatur emosi yang tidak stabil. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan sumber data dan informasi diperoleh melalui wawancara narasumber yang terkait, observasi dan dokumentasi. Bedasakan hasil dalam penelitian dan pengambilan data dapat disimpulkan bahwa, kontrol diri sangat penting untuk individu dan lingkungan sekitarnya. Dan dalam meningkatkan kontrol dirinya perlu adanya layanan bimbingan dan konseling misalnya dengan layanan orientasi, peserta didik diperkenalkan dengan bagaimana kontrol dirinya dalam situasi yang baru.
Strategi Guru BK dalam Mengatasi Perilaku Bolos Siswa SMA Ibnu Hajar Pasarean Fitriyani, Amelia; Ridlo, Muhamad Rasyid
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22045

Abstract

Di setiap sekolahan pasti terdapat aturan-aturan atau bisa disebut dengan tata tertib sekolah, yang mana hal tersebut harus diikuti oleh peserta didik sekolahan tersebut. Tata tertib sekolah mengajarkan peserta didik untuk memiliki perilaku atau akhlak yang baik.tetapi pada dasarnya tidak semua orang memiliki perilaku baik, ada juga yang memiliki perilaku buruk atau perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang disekolah slah satunya melakukan perilaku bolos. Adapun upaya guru untuk mengatasi perilaku bolos siswa yaitu dengan cara pemanggilan orang yang bersangkutan, pemberian sanksi yaitu berupa bimbingan rohani seperti tadarus dan pemanggilan orang tua yang bersangkutan Ketika masih melakukan perilaku bolos secara terus-menerus. Adapun dalam pemberian layanan bimbingan klasikal juga dapat mengatasi perilaku bolos siswa dengan cara diberikannya penyuluhan secara terus-menerus tentang perilaku bolos. Harapannya dalam pemberian layanan klasikal dan strategi guru BK dapat mengatasi perilaku bolos siswa SMA Ibn Hajar Pasarean. Adapun dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan. Sebab, peneliti mengamati dan terlibat langsung ke lokasi penelitian. Adapun pendekatan yang digunakan aitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Serta penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peran guru BK sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Harapannya guru BK dapat membentuk strategi atau program baru untuk lebih ampuh dalam mengatasi perilaku bolos siswa serta memberikan hukuman dengan melakukan hal yang tidak disukai murid dengan tujuan agar murid merasa jera.
Peran Guru BK Dalam Mengatasi Perkembangan Interaksi social Pada Siswa SMP PGRI 5 BOGOR Nurismiati, Hanifah
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22046

Abstract

Pendidikan adalah kebutuhan manusia untuk berkembang dan Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik. Memberi pengetahuan mengenai Peran Guru BK dalm mengembangkan Interaksi Sosial Pada Siswa SMP. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitaif pendidikan interaksi sosial sangat berhubungan karena berjalannya interaksi sosial pada pendidikan sangatlah berperan pentinh terdap bentuk, faktuk, dan proses terjadinya interaksi itu sendiri.
Strategi Guru BK Dalam Pemberian Layanan Dasar Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Tepat Waktu Pada Peserta Didik di SMP-IT El – Ma’mur Bogor Mugia, Aldi
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22047

Abstract

Secara faktual pendidikan karakter pada saat ini belum terwujud secara maksimal di dunia pendidikan ini, sebagaimana data dari KPAI hanya 8 guru dan 7 peserta didik responden yang mampu datang tepat waktu ke sekolah. Perilaku keterlambatan siswa jika dibiarkan akan maka berdampak buruk pada karakter siswa, seperti jadwal jadi berantakan, merugikan orang lain, ketinggalan pelajaran tidak mudah dipercaya, dicap buruk. Perilaku keterlambatan ini haruslah di atasi, dan salah satu faktor yang dapat menangani perilaku keterlambatan siswa adalah mengoptimalkan peran Guru BK untuk meningkatkan ketertiban tepat waktu pada peserta didik melalui strategi BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana strategi Guru BK dalam meningkatkan kedisiplinan tepat waktu pada peserta didik di SMP-IT El-Ma’mur. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan tepat waktu bagi peserta didik sangat penting. Dimana setiap guru bk harus mampu mempunyai strategi yang dapat meningkatkan kedisiplinan tepat waktu, salah satunya dengan dilakukannya layanan bimbingan klasikal di setiap pekannya untuk mengevaluasi kesalahan-kesalahan peserta didik.
Strategi Guru BK Dalam Mengatasi Sikap Childish Siswa Di SMA Ibnu Hajar Pasarean Kisti, Della
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22048

Abstract

Pemberian nilai-nilai moral dan pembentukan karakter adalah hal penting yang harus menjadi tujuan utama dalam pendidikan. Fase dewasa adalah dimana siswa krisis mengenai moralitas salah satunya akan mengakibatkan munculnya sikap childish karena belum mencapai kematangan emos pada diri seseorang. Saat hal tidak menyenangkan terjadi, ia akan berusaha membenarkan apa yang dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Baik dalam menghadapi masalah, berinteraksi dengan lingkungan, melakukan sesuatu yang tidak sesuai pada usianya. Sehingga respon yang muncul dari dirinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan orang disekitarnya. Faktor penyebab seseorang memiliki sikap childish yaitu pengaruh lingkungan, bawaan sikap alamiah, dan pola asuh orang tua. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian lapangan Karena, peneliti mengamati dan terlibat langsung ke lokasi penelitian Adapun pendekatan yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif Serta penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada hasil penelitian bahwa strategi guru BK dalam mengatasi sikap childish siswa dengan cara layanan bimbingan pribadi sosial dan pengarahan sikap mengenai kemandirian dan tanggung jawab.
Peran Guru BK terhadap Pengaruh Kematangan Emosi terhadap Kepercayaan Diri pada Peserta Didik Nur’afiyah, Laila; Rosidah, Noneng Siti
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22049

Abstract

Anak SMP PGRI 5 Kota Bogor mempunyai kematangan emosional yang sanggat tinggi oleh sebab itu saya meneliti dan memberi sedikit materi untuk siswa/i nya agar kematangan emosi nya bisa stabil (2) tujuan peneliti saya ini adalah agar siswa/i Smp PGRI 5 Kota Bogor saat menaiki kelas atau saat lulus bisa mengontrol emosi yang di timpah kepada siswa/i tersebut. Dan ruang lingku sayaberfokus kepada siswa/i tetapi saya juga mewawancarai Guru BK PGRI 5 agar penelitian saya akurat;(3) metode yang saya gunakan adalah asesmen, wawancara dan menyampaikan materi kepada siswa/i; (4) setelah terlaksana adabeberapa orang yang harus butuh konseling karna emosional siswa itu sanggat tidak bisa di kontrol; (5) Bahwa kematangan emosi itu suatu kondusu emosional dimana tingkat kedewasaan individu yang terkendali, tidak kenakan-kanakan, amarah yang meluap-luap, dan mampu mengungkapkan emosi sesuai kondisi yang ada dimana individu tersebut dapat melalui situasi secara kritis.