cover
Contact Name
Noneng Siti Rosidah
Contact Email
noneng.strosidah@uika-bogor.ac.id
Phone
+6281384417091
Journal Mail Official
bahrum.subagiya@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jalan K. H. Sholeh Iskandar KM. 2, Kedung Badak, Tanah Sereal, RT.03/RW.10, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Prophetic Guidance and Counseling Journal
ISSN : -     EISSN : 27227936     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/pro-gcj
Core Subject : Education,
The scope of the Pro-GCJ Journal is Islamic Guidance and Counseling, Child and Youth Counseling, Adult and Elderly Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Counseling, Educational Psychology, School Counseling, Higher Education Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Work Counseling, Cyber Counseling, Educational Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Counseling Rehabilitation, Use of technology in Counseling, Counseling and Guidance for Special Education, and Counselor Education.
Articles 50 Documents
Teknik Role Playing dalam Mengurangi bullying di SMP Muhammadiyah 3 Jakarta Siti Maemunah; Yeni Karneli
Prophetic guidance and counseling journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.826 KB) | DOI: 10.32832/pro-gcj.v2i1.4729

Abstract

School is a place to build relationships or change student behavior permanently in the personality as a member of society. In student social relations, there are many disturbances or problems. One of the actions that harm others that is of concern today is violence between students or what is known as bullying. bullying behavior occurs in the types of physical, verbal, relational, and cyber bullying. One of the guidance and counseling services that can be done is group guidance using role playing techniques. Role playing is considered to reduce bullying behavior through role playing. In role playing students play the role of other people so that the meaning of roles will be faster for students to understand. Thus, students can find out the negative impact that occurs on victims of bullying and can reduce bullying behavior. The method used in this research is the action research of Guidance and Counseling (PTBK) with the implementation of collaborative research with BK teachers at SMP Muhammadiyah 3 Jakarta, as tutor teachers, practitioners and researchers as observers. The data collection techniques used were interviews and observation. The results showed that there was a decrease in bullying behavior as seen from the comparison of the frequency of bullying behavior of students. This shows that role playing techniques are effective in reducing bullying behavior at SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. AbstrakSekolah merupakan tempat membangun hubungan atau mengubah perilaku siswa cara menetap dalam kepribadian sebagai anggota masyarakat. Dalam hubungan sosial siswa, banyak terjadi gangguan atau masalah. Salah satu tindakan yang merugikan orang lain yang menjadi perhatian saat ini adalah tindakan kekerasan antar siswa atau yang dikenal dengan istilah bullying. Perilaku bullying terjadi dalam jenis bullying fisik, verbal, relasional, maupun cyber bullying. Salah satu layanan bimbingan dan konseling yang dapat dilakukan adalah bimbingan kelompok menggunakan teknik role playing. Role playing dianggap dapat mereduksi perilaku bullying melalui bermain peran. Dalam role playing peserta didik memainkan peran sebagai orang lain sehingga pemaknaan peranakan lebih cepat untuk dipahami peserta didik. Dengan demikian, peserta didik dapat mengetahui dampak negatif yang terjadi pada korban bullying dan dapat mereduksi perilaku bullying. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan pelaksanaan penelitian secara kolaboratif dengan guru BK SMP Muhammadiyah 3 Jakarta, selaku guru pamong, praktikan dan peneliti sebagai observer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku bullying yang terlihat dari perbandingan frekuensi perilaku bullying peser terdidik. Hal tersebut menunjukkan bahwa teknik role playing efektif untuk mereduksi perilaku bullying di SMP Muhammadiyah 3 Jakarta.
Islamic Career Guidance for Increasing Career Insight of Junior High School Students Sutin Sutin; Hasbi Indra
Prophetic guidance and counseling journal Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.646 KB) | DOI: 10.32832/pro-gcj.v1i1.2915

Abstract

This research is based on the phenomenon of adolescents still in the period of identity search. Teenagers are also still confused in determining their future careers. Adolescent career choices are usually still unstable influenced by the environment and parents. The main problem formulation in this research is the preparation of an effective Islamic career guidance program to increase career insight of students. The purpose of this study is the establishment of an effective Islamic career guidance program to increasing career insight of junior high school students. With this program students are expected to know the potential that exists in him so that he can determine his career in the future. The research method used is qualitative research with the type of field research and Focus Group Discussion (FGD) method. This research was conducted at SMP Sekolah Alam Bogor and SMP N 5 Kota Bogor. The results of this research islamic career guidance program for junior high school students refer to the four program components namely basic services, responsive services, specialization services and individual planning and system support services.
The Musyrif Guidance Program In Boarding School At Middle School Aldi Muhammad Thoha; Imas Kania Rahman; Ibdalsyah Ibdalsyah
Prophetic guidance and counseling journal Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.083 KB) | DOI: 10.32832/pro-gcj.v1i2.3220

Abstract

The management of the boarding school counseling program at the middle level that is not organized and structured will impact on students, including those who are not at home in the dormitory, commit violations, and do not have Islamic customs. this is caused by the lack of responsibility of a musyrif in managing students in the dormitory, this requires maximum assistance and good services in the form of providing guidance programs in producing professional and responsible musyrif. This research aims to find out the best musyrif guidance program in secondary level boarding schools. The approach used in this research is descriptive qualitative By using the method of field research, data collection techniques carried out were observation, interviews, open questionnaires, and documents. The formulation of musyrif and musyrifah guidance programs in Boarding School secondary schools was validated through focus group discussions (FGD) involving four experts namely guidance and counseling experts, Islamic religious experts, caretakers of Islamic boarding schools, and linguists. The results of this study indicate that the musyrif and musyrifah guidance programs at boarding schools at the secondary level are arranged based on program components, such as basic services, responsive services, individual planning, and system support. The guidance material consists of leadership, manners, achievement motivation, decision-making skills, diversity of characters and cultures, parenting, and responsibilities.AbstrakPengelolaan program bimbingan musyrif dan musyrifah boarding school ditingkat menengah yang tidak terorganisir dan terstruktur akan berimbas pada peserta didik diantaranya tidak betah di asrama, melakukan pelanggaran, dan tidak memiliki adab Islami. Hal ini menuntut adanya pendampingan maksimal dan layanan yang baik berupa pembekalan program bimbingan dalam menghasilkan musyrif dan musyrifah yang profesional dan bertanggungjawab. . Hal ini disebabkan karena kurangnya tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program bimbingan musyrif terbaik di pesantren tingkat menengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode penelitian lapangan, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, angket terbuka dan dokumen. Penyusunan program bimbingan musyrif dan musyrifah di sekolah menengah Pesantren divalidasi melalui FGD yang melibatkan empat orang ahli yaitu ahli bimbingan dan konseling, ahli agama Islam, pengurus pondok pesantren, dan ahli bahasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program bimbingan musyrif dan musyrifah di pesantren tingkat menengah disusun berdasarkan komponen program, seperti pelayanan dasar, pelayanan reponif, perencanaan individu dan dukungan sistem. Materi bimbingan terdiri dari kepemimpinan, budi pekerti, motivasi berprestasi, keterampilan mengambil keputusan, keragaman karakter dan budaya, pola asuh dan tanggung jawab.
Pola Pembentukan Perilaku Anak Melalui Ritual Peta Ega: Studi Deskriptif pada Budaya Masyarakat Tidore Rahmi Abd Radjak; Sitti Ummi Novirizka Hasan
Prophetic guidance and counseling journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.377 KB) | DOI: 10.32832/pro-gcj.v2i1.5151

Abstract

Indonesia is one of the great nations and countries. Indonesia has a unique cultural diversity or diversity. This diversity is reflected in various fields of life, including the arts, social and family fields. In the family, cultural patterns have a role in influencing rituals in the family, one of which is the ritual the birth of a baby. The Peta Ega Ritual is a ritual to welcoming the birth of a baby in Tidore Island and North Maluku communities. The Ega Map ritual has its peculiarities. The people of Tidore believe that suggestions through the Peta Ega ritual can have an impact on children's behavior in the future. The Peta Ega ritual itself has a element of suggestion given by parents or pious people to the baby. The approach in this research is qualitative with descriptive methods. Respondents from communities on the island of Tidore. The pattern of forming children's behavior in the Peta Ega ritual is carried out in two ways, that is direct suggestions given directly and indirectly. Direct suggestions are given by people who Peta Ega to the baby, while indirect suggestions are through suggestions on the placenta and behavioral associations given by parents and close relatives that are repeated repeatedly until the baby grows up. The words of suggestion are also considered as prayers that strengthen children's behavior. Abstrak Indonesia adalah salah satu bangsa dan negara besar. Indonesia memiliki keanekaragaman atau keragaman budaya yang unik. Keberagaman ini tercermin dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang seni, sosial, dan kekeluargaan. Di dalam keluarga, pola budaya berperan dalam mempengaruhi ritual dalam keluarga, salah satunya adalah ritual kelahiran bayi. Ritual Peta Ega merupakan ritual penyambutan kelahiran bayi di masyarakat Pulau Tidore dan Maluku Utara. Ritual Peta Ega memiliki kekhasan tersendiri. Masyarakat Tidore percaya bahwa sugesti melalui ritual Peta Ega dapat berdampak pada perilaku anak di masa depan. Ritual Peta Ega sendiri memiliki unsur sugesti yang diberikan oleh orang tua atau orang yang shalih kepada sang buah hati. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Responden dari masyarakat di Pulau Tidore. Pola pembentukan tingkah laku anak dalam ritual Peta Ega dilakukan dengan dua cara, yaitu sugesti langsung yang diberikan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung diberikan oleh orang yang mempeta ega peta pada bayi, sedangkan sugesti tidak langsung melalui sugesti pada ari-ari bayi dan asosiasi perilaku yang diberikan oleh orang tua dan kerabat dekat yang diulang-ulang hingga bayi tumbuh besar. Kata-kata sugesti juga dianggap sebagai doa yang menguatkan perilaku anak
The Effectiveness Of The Profetic Gestalt Approach (G-Pro) To Improve Student Tolerance Fuzna Nur 'Aqilah; Endin Mujahidin
Prophetic guidance and counseling journal Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.64 KB) | DOI: 10.32832/pro-gcj.v1i1.2917

Abstract

This research is a profetic Gestalt study (G-Pro) in improving the religious tolerance of students in IBN ' AQIL High School. The purpose of this study is to increase the religious tolerance of high school students by using an IT-based Gestalt profetic (G-Pro) guidance and counseling approach. This research uses a quantitative approach with the experimental quation method. The design of the research used is pretest-posttest design of the Nonequivalent group. The population of this study was 110 students at Senior High School (SMA) IBN ' AQIL. Research samples were taken 60 people from the population. A tool for measuring a poll. The data analysis used in this study is quantitative and inferential descriptive analysis. The results of the study known that the G-Pro approach to improving religious tolerance for students in SMA ibn ' Aqil is known Thitung > this (4,826 > 1,980), so it can be stated that there is a significant influence of religious tolerance of students on Group experiments and control groups or it can be said that groups of students given the approach of Gestalt profetic (G-Pro) guidance and counseling are better than those of the control group.
Pemanfaatan Sosiometri Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Di SMPN 1 Sukajaya Putri Arisa Nur Chayati; Noneng Siti Rosidah
Prophetic guidance and counseling journal Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v2i2.6876

Abstract

Sociometry ia a non-test tool used to analyze social relationships and student behavior in their circle of friends, as well as examine the social structure of a particular group of individuals. The purpose of this study was to determine how the implementation of sociometry in an educational institution. This study use qualitative approach with descriptive analysis. The result showed that the implementation of sociometry at SMP N 1 Sukajaya had run optimally and provided benefits, especially for guidance and counseling teachers and subject teachers to improve the adjustment of students social relations patterns and the structure of studenta social relations for better.AbstrakSosiometri merupakan salah satu alat nontes yang digunakan  untuk menganalisis hubungan sosial dan tingkah laku peserta didik pada lingkaran pertemanannya, serta meneliti struktur sosial dari suatu kelompok individu tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi sosiometri pada suatu lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi sosiometri di SMP N 1 Sukajaya telah berjalan secara optimal dan memberikan manfaat khususnya bagi guru bimbingan dan konseling dan guru mata pelajaran untuk memperbaiki struktur pembagian kelompok peserta didik, memperbaiki penyesuaian pola hubungan sosial peserta didik dan struktur hubungan sosial peserta didik menjadi lebih baik.
Strategi Guru dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Siti Virni Saniyah; Rusdi Kasman
Prophetic guidance and counseling journal Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v2i2.6877

Abstract

The purpose of this study was to determine the strategies used by educators or teachers in overcoming student boredom during distance learning (PJJ) or online. Respondents from this study were 15 teachers from various schools, both elementary school (SD), junior high school (junior high school) and vocational high school (SMK). The method used by the researcher is qualitative, using observation, interviews and documentation. The subject of the research is education staff or teachers, the object of the research is the teacher's strategy to overcome the boredom of student learning. The results of the study show that, in distance learning, there are many obstacles that are found by teachers and students such as signals or networks, quotas and even gadgets, with all the limitations the teacher is still obliged to carry out a quality learning process. With that, the teacher applies various learning models that vary, of course, seeing how the readiness and condition of the students are. In online learning, teachers need to work together with parents so that learning continues to run effectively.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang di gunakan pendidik atau guru dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa pada saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online. Responden  dari penelitian ini adalah 15 guru dari berbagai sekolah, baik sekolah dasar (sd), sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK). Metode yang digunakan peneliti yaitu kualitatif, dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian nya adalah, tenaga kependidikan atau guru, objek penelitian nya yaitu strategi guru untuk mengatasi kejenuhan belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa, dalam pembelajaran jarak jauh ini banyak sekali hambatan yang di temukan oleh guru maupun siswa seperti sinyal atau jaringan, kuota bahkan gadget, dengan segala keterbatasan guru tetaplah berkewajiban melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. Dengan itu, guru menerapkan berbagai model pembelajaran yang bervariasi tentunya melihat bagaimana kesiapan dan kondisi para siswa. Dalam pembelajaran online, guru perlu bekerja sama dengan orang tua agar pembelajaran terus berjalan dengan efektif.
Arah Pengembangan Diri Siswa SMP dari Perspektif Multiple Intelligence Putri Ria Angelina; Naila Haerani
Prophetic guidance and counseling journal Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v2i2.6882

Abstract

The challenges of the times require the adaptability of students. The development of the potential of multiple intelligences is expected to be a real support. The purpose of this study was to determine the profile of multiple intelligences possessed by students. The method used is a quantitative method with a survey method. The result of this study is that the highest multiple intelligence profile is in interpersonal, musical and kinesthetic intelligenceAbstrakTantangan zaman memerlukan daya adaptasi handal dari peserta didik. Pengembangan potensi dari kecerdasan jamak diharapkan mampu menjadi penunjang yang nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil multiple intelligenceyang dimiliki peserta didik. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey. Hasil penelitian ini adalah profil multiple intelligenceyang tertinggi ada pada kecerdasan interpersonal, musik dan kinestetik.
The Pyscho-Spiritual Therapy On Mental Illness; An Islamic Approach Ridwan Haris
Prophetic guidance and counseling journal Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v2i2.7403

Abstract

Islamic therapy has developed since ancient since thedays of the Prophetpbuhandcontinued tobe practiced until now evenwith thetraditional equipments. The purpose of this study is to explore the extent of Islamic psycho-spiritual therapy for mental illness i.e. juvenile delinquency. This mental crisis generally found as a teenager problem who seeking self-identity in unfavourable environment. Typically teens often unable to manage emotions and thoughts so they mostly fell into a situation that is contrary with moral standard in the society. This paper uses qualitative method with case study to three teenage girls who undergo process of Islamic psycho-spiritual therapy. The findings shown that they get enlighten mind, self-awareness and reflections, and self-confidence and persistence domains after go through a period of recovery process. Some aspects of psycho-spiritual are also discussed in this study.AbstrakTerapi Islam telah berkembang sejak zaman Rasulullah SAW kemudian dipraktekkan sampai sekarang, bahkan dengan pendekatan yang tradisonal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi sejauh mana terapi psiko-spiritual Islami untuk penyakit jiwa yaitu kenakalan remaja. Krisis mental ini umumnya ditemukan pada masalah remaja yang mencari identitas diri di lingkungan yang kurang menguntungkan. Biasanya remaja seringkali tidak mampu mengelola emosi dan pikirannya sehingga kebanyakan terjerumus ke dalam situasi yang bertentangan dengan standar moral di masyarakat. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus pada tiga remaja putri yang menjalani proses terapi psiko-spiritual Islami. Temuan menunjukkan bahwa mereka mendapatkan domain pencerahan pemikiran, kesadaran diri dan refleksi, serta kepercayaan diri dan domain ketekunan setelah melalui masa proses pemulihan. Beberapa aspek psiko-spiritual juga dibahas dalam penelitian ini
Implementasi Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa Yang Berperilaku Menyontek Daria Hanum; Yeni Karneli
Prophetic guidance and counseling journal Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v2i2.4752

Abstract

Counseling guidance is one of the important components in education which has a preventive function. The preventive function that can be implemented by counseling teachers in group guidance services is to minimize cheating behavior among students. Cheating is an act that is carried out in an illegal way to achieve goals in the form of academic success or to avoid academic failure. So that cheating is also a major problem of education. One of the factors influencing cheating behavior is self-efficacy. Self-efficacy is an individual's belief in their ability to achieve certain goals. Therefore, the purpose of this research is to increase the self-efficacy of students who behave cackling through group guidance services. This study used a qualitative method. The subjects of this study were eight students of Baitul Ibadah Depok housing. The student is identified as having cheating behavior. Data collection techniques in this study using interviews and documentation as supporting techniques. The implementation of group guidance services goes through several stages, namely: formation, transition, activities and closings. The conclusion is that group guidance services have been implemented quite successfully to alleviate the problem of students who cheat by increasing self-efficacy in students in Baitul Ibadah Depok housing, because group guidance services have proven to be easy to implement when practiced according to the procedures and in accordance with the techniques used. Yes, this is evidenced by 5 out of 8 group members who can think, feel, behave, act and be responsible in increasing self-efficacy to minimize cheating behavior in members of their respective groups. AbstrakBimbingan konseling merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan yang memiliki fungsi pencegahan. Adapun fungsi pencegahan yang dapat diimplementasikan oleh guru BK dalam layanan bimbingan kelompok adalah meminimalisir perilaku menyontek pada siswa. Menyontek merupakan perbuatan yang dilakukan dengan cara yang tidak sah untuk mencapai tujuan berupa keberhasilan akademik atau menghindari kegagalan akademis. Sehingga menyontek juga menjadi permasanlah pokok pendidikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek adalah self efficacy. Self efficacy merupakan kepercayaan individu terhadap kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu, tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk meningkatkan self efficacy siswa yang berperilaku menyontek melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Subyek penelitian ini berjumlah delapan siswa perumahan Baitul Ibadah Depok. Siswa tersebut teridentifikasi memiliki perilaku menyontek. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pendukung. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok melalui beberapa tahap yaitu: pembentukan, peralihan, kegiatan dan penutupan. Kesimpulannya adalah layanan bimbingan kelompok cukup berhasil diimplementasikan untuk mengentaskan permasalahan siswa yang berperilaku menyontek dengan meningkatkan self efficacy pada siswa di perumahan Baitul Ibadah Depok, karena layanan bimbingan kelompok sudah terbukti mudah dilaksanakan pada saat dipraktikkan sesuai dengan prosedur-prosedur serta sesuai dengan teknik-teknik yang ada, hal tersebut dibuktikan 5 dari 8 anggota kelompok dapat berBMB3 yaitu berpikir, merasa, bersikap, bertindak dan bertanggung jawab dalam meningkatkan self efficacy untuk meminimalisir perilaku menyontek pada diri anggota kelompok.