cover
Contact Name
Bambang Hero Saharjo
Contact Email
saharjobambangh@gmail.com
Phone
+622518626806
Journal Mail Official
jstdsvk@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor Jl. Ulin Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 INDONESIA Telp./Fax.: +62-251-8626806 /+62-251-8626886
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Silvikultur Tropika (JST)
ISSN : 20868227     EISSN : 28073282     DOI : -
JURNAL SILVIKULTUR TROPIKA (JST) atau Journal of Tropical Silviculture adalah jurnal yang terbit tiga kali dalam setahun. JST menerbitkan artikel tentang sains dan teknologi silvikultur yang berhubungan dengan hutan tropika seperti botani, fisiologi, ekologi, tanah, genetika, proteksi, patologi, entomologi, kebakaran, daerah aliran sungai, biodiversitas, bioteknologi, agroforestri, reklamasi dan restorasi. Tulisan-tulisan ilmiah diterbitkan dalam bentuk artikel hasil-hasil penelitian (article), ulas balik (reviews), catatan penelitian (notes), hipotesa (hypothesis), maupun komunikasi (communication) di bidang silvikultur hutan tropika.
Articles 492 Documents
Perbandingan Dua Metode Perangkap Serangga Permukaan Tanah Di Hutan Penelitian Dramaga, Bogor, Jawa Barat Farikhah Haneda, Noor; Nur Halimah, Wahyu
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.20-27

Abstract

Fauna permukaan tanah merupakan jenis hewan yang seluruh atau sebagian hidupnya berada di tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dua jenis perangkap yaitu yellow pan trap dan pitfall trap serta mengidentifikasi keanekaragaman fauna permukaan tanah pada ekosistem tepi danau dan tepi jalan di Hutan Penelitian Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Hasil identifikasi fauna permukaan tanah diperoleh 25 ordo, 109 famili, 140 genus, 367 morfospesies, dan 10.319 individu. Hasil t-test didapatkan sebesar 0,012 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dengan diperolehnya jumlah individu pada metode yellow pan trap sebanyak 6.227 individu, sehingga menunjukkan metode yellow pan trap lebih efektif. Kelimpahan ekosistem tepi danau lebih tinggi dibandingkan ekosistem tepi jalan sebanyak 5.911 individu. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa, kelimpahan fauna permukaan tanah dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu udara, suhu tanah, dan pH tanah, sedangkan kelembapan udara tidak berpengaruh terhadap kelimpahan fauna permukaan tanah.
Pengaruh Serbuk Sengon, Daun Jati, dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap Kultivasi Jamur Tiram (Pleurotus spp.) Nina Herliyana, Elis; Lul Godi, Rizal; Rusniarsyah, Lufthi
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.55-61

Abstract

Pleurotus cystidiosus (jamur tiram coklat) dan Pleurotus djamor (jamur tiram merah) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Limbah serbuk gergaji kayu sengon, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), dan serasah daun jati menjadi alternatif sebagai media tanam dalam kultivasi jamur tiram. Penelitian ini bertujuan mempelajari pertumbuhan dan produksi jamur tiram (Pleurotus spp.) pada media yang mengandung serbuk gergaji kayu sengon, TKKS, daun jati, dan Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama terdiri atas jamur tiram cokelat dan merah, faktor kedua terdiri atas 6 komposisi media. Hasil penelitian menunjukkan formula 2 (serbuk sengon 1860 g + daun jati 300 g) memberikan pengaruh terbaik pada fase vegetatif dengan rata-rata pertumbuhan miselium 0,75 cm/hari. Fase generatif paling baik dalam 2 kali panen diperoleh formula 4 (serbuk gergaji kayu sengon dengan TKKS 1:2) yaitu 9 hari. Total bobot basah tertinggi diperoleh formula 4 yaitu 103,39 g dengan nilai efisiensi biologis 53,28%. Hama dan penyakit yang ditemukan adalah tungau, Collembola, dan Trichoderma sp.
Kualitas Tanah Pada Sistem Agroforestri di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Rifqi Amanullah, Falah; Wijayanto, Nurheni; Wasis, Basuki
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.39-46

Abstract

Kegiatan alih fungsi lahan dan deforestasi memiliki dampak buruk terhadap kualitas tanah salah satunya kualitas fisik tanah. Pengenalan pola agroforestri merupakan salah satu metode yang efisien untuk mengembalikan kualitas fisik tanah. Metode Visual Evaluation of Soil Structure (VESS) adalah metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas tanah karena cepat dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tipe tutupan lahan agroforestri terhadap nilai sifat fisik tanah dan nilai VESS serta menganalisis korelasi antara nilai sifat fisik tanah dengan nilai VESS. Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis pada agroforestri kompleks kopi memiliki nilai VESS paling baik. Nilai VESS dipengaruhi oleh komposisi jenis dan produksi serasah. Hasil korelasi menunjukkan bahwa metode VESS secara umum dapat menggambarkan kondisi kualitas tanah pada berbagai tipe tutupan lahan.
Respon Pertumbuhan Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) terhadap Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Media Tanam Bekas Tambang dalam Pot Organik MZ, Karina; Wilarso Budi, Sri; Pamoengkas, Prijanto
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.62-70

Abstract

Kegiatan pertambangan menyebabkan degradasi lahan, ditandai dengan penurunan kesuburan tanah dan hilangnya populasi mikroba tanah. Rehabilitasi dapat dilakukan dengan pendekatan biologis, seperti penggunaan fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan pot organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan trembesi (S. saman) yang diionokulasi FMA dalam pot organik berbahan kardus, pupuk kandang, cocopeat, dan sumber fosfat alam (rock phosphate dan guano) pada media tanam bekas tambang pasir silika. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan faktor utama inokulasi FMA (M0, M1) dan sub-faktor komposisi pot organik (K1, K2, K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi FMA dan pot organik berpengaruh nyata terhadap pertambahan diameteter dan tinggi, berat kering, dan laju fotosintesis. Interaksi antara FMA dan pot organik berpengaruh signifikan terhadap laju fotosintesis dan kolonisasi FMA. Kombinasi pemberian FMA dan pot organik dengan komposisi limbah kardus 15%, pupuk kandang 70%, cocopeat 15%, dan guano 10% memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan Samanea saman.
Keanekaragaman Fauna Tanah dan Karakteristik Lingkungan pada Area Konservasi PLTGU Cilegon, Indonesia Winata, Bayu; Ramadhan, Rafli
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.71-78

Abstract

Fauna tanah berperan penting dalam memelihara dan meningkatkan kualitas tanah pada suatu ekosistem, sehingga dapat dijadikan sebagai bioindikator kualitas tapak dan kondisi lingkungan. Komunitas fauna tanah pada suatu ekosistem dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, baik edafis dan klimatis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman fauna tanah dan hubunganya dengan faktor lingkungan (edafis dan klimatis) pada area konservasi PLTGU Cilegon, Indonesia yang merupakan lahan dengan tanah timbunan yang telah direvegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada area konservasi PLTGU Cilegon masih memiliki keanekaragaman fauna tanah yang relatif sedang (1 ≤ H’ ≤ 3) dengan kekayaan jenis fauna tanah yang relatif rendah (DMg < 3,5), serta kemerataan jenis fauna tanah yang relatif merata / tidak didominasi oleh jenis tertentu (E > 0,5). Keberadaan fauna tanah, baik keanekaragaman dan kekayaan jenisnya memiliki korelasi positif dengan beberapa faktor edafis lingkungan, diantaranya BOT, C-org., respirasi dan pH tanah. Sementara itu, keberadaan fauna tanah memiliki korelasi negatif dengan suhu tanah. Di sisi lain, keberadaan fauna tanah, baik keanekaragaman dan kekayaan jenisnya memiliki korelasi positif dengan faktor klimatis lingkungan, seperti kelembapan udara, serta berkorelasi negatif dengan intensitas cahaya matahari dan suhu udara.
Pemanfaatan Pot Organik Dengan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap Pertumbuhan Bibit Mahoni pada Media Tanah Pasca Tambang Puspitasari, Sri; Wilarso Budi, Sri; Sekar Wulandari, Arum
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.79-86

Abstract

Pemanfaatan lahan pascatambang dilakukan melalui kegiatan revegetasi atau rehabilitasi yang bertujuan untuk memulihkan kondisi ekologi dan memperbaiki kondisi lingkungan. Proses rehabilitasi ini melibatkan penggunaan bahan organik dengan menggunakan pot organik dan penambahan FMA guna memperbaiki lahan yang terdampak aktivitas penambangan, sekaligus pemilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan komposisi pot organik terbaik untuk pertumbuhan bibit mahoni pada media pascatambang dan mengevaluasi kompatibilitas pot organik dengan FMA dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman mahoni pada media tanah pascatambang. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengujian daya serap pot organik, kekakuan lentur dan kekuatan lentur dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga komposisi pot organik dan masing-masing satuan percobaan terdapat tiga ulangan. Pengujian pot organik terhadap pertumbuhan bibit mahoni menggunakan split plot yang terdiri atas perlakuan inokulasi FMA sebagai petak utama dan komposisi pot organik sebagai anak petak. Penggunaan pot organik dengan komposisi RT1 yang dikombinasikan dengan inokulasi FMA terbukti memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit mahoni pada media tanah pascatambang. Kombinasi tersebut mampu meningkatkan tinggi tanaman, biomassa, kolonisasi akar, serta nisbah pucuk akar secara signifikan. Penggunaan pot organik dan FMA merupakan metode inovatif dan ramah lingkungan untuk mendukung revegetasi lahan pascatambang.
Keanekaragaman Fauna Tanah di Lahan Agroforestri Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak Rusniarsyah, Lufthi; Mariah Padilah, Nada
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.87-95

Abstract

Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) merupakan area konservasi yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan melalui sistem agroforestri. Keberadaan fauna tanah di lahan agroforestri diperlukan sebagai indikator kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna tanah serta menganalisis pengaruh kerapatan vegetasi dan hubungan faktor lingkungan terhadap keanekaragaman fauna tanah di lahan agroforestri TNGHS. Pengambilan sampel fauna tanah dilakukan menggunakan metode pitfall trap. Data dianalisis dengan mengukur kelimpahan, indeks keanekaragaman (H’), kekayaan (DMg), dan kemerataan (E) spesies, serta menggunakan uji t-paired dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 15 ordo dan 32 famili, dengan Formicidae (Hymenoptera) sebagai famili yang paling banyak ditemukan. Indeks H’ dan DMg pada lahan dengan kerapatan vegetasi tinggi lebih besar (masing-masing 072 dan 3,28) dibandingkan dengan kerapatan sedang (0,63 dan 2,95). Indeks E pada kedua tingkat kerapatan tergolong rendah, menunjukkan adanya dominansi oleh famili Formicidae. Hasil uji t-paired menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kerapatan tinggi dan sedang. Korelasi antara keanekaragaman fauna tanah dengan pH tanah, respirasi, dan intensitas cahaya tergolong sangat rendah. Korelasi antara keanekaragaman fauna tanah dengan ketebalan serasah tergolong rendah, sedangkan korelasi dengan suhu tanah tergolong sedang.
Karakteristik Morfologi dan Fisiologi Cendawan Jakaba BHP01 (Sordariomycetes, Ascomycota) Nina Herliyana, Elis; Irfan Jelata, Tedi; Munif, Abdul; Shodiq Syifaudin, Ikhwan
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.1.33-40

Abstract

Indonesia memiliki hutan tropis yang luas dengan keanekaragaman sumber daya alam hayati yang tinggi, berupa kekayaan flora, fauna dan mikroba. Cendawan merupakan salah satu kekayaan mikroba hutan tropis dengan keanekaragaman yang tinggi dan manfaat yang sangat besar. Salah satu jenis cendawan yang masih belum dikenal adalah jakaba BHP01. Penelitian ini bertujuan mempelajari morfologi dan pertumbuhan meliputi diameter koloni miselium serta sifat fisiologi dari cendawan jakaba BHP01. Metode penelitian meliputi isolasi, pembuatan media biakan, pemurnian, peremajaan, pemeliharaan, pengamatan dan pengujian, uji fisiologi dengan menggunakan media spesifik serta kegiatan identifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa jakaba BHP01 memiliki laju pertumbuhan yang lambat. Hasil identifikasi dapat diketahui bahwa jakaba BHP01 secara mikroskopik memiliki hifa bersekat, bercabang dan memiliki askospora. Secara makroskopik cendawan ini mempunyai tubuh buah yang berbentuk lonjong berwarna oranye kemerahan dengan ujung berwarna putih. Hasil pengujian aktivitas selulase diperoleh hasil positif. Hasil pengujian ligninolitik menunjukan bahwa jakaba BHP01 termasuk ke dalam cendawan pelapuk putih. Berdasarkan karakteristik tersebut, jakaba BHP01 termasuk ke dalam kelas Sordariomycetes, divisi Ascomycota. Cendawan jakaba BHP01 berpotensi dalam pembuatan pupuk organik dan potensi lainnya, dalam kegiatan pembibitan tanaman pertanian dan kehutanan.
Keberhasilan Inisiasi Eksplan KEBERHASILAN INISIASI EKSPLAN TUNAS DAN DAUN GMELINA (Gmelina arborea L.) DENGAN PENERAPAN BERBAGAI METODE STERILISASI Wulandari, Arum Sekar; Sandra, Edhi; Dian Kirani, Annisa
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.02.107-115

Abstract

Gmelina is a fast growing species that has high sufficient economy value and useful as medicinal plant. Propagation of gmelina by tissue culture has not been widely applied in Indonesia. This study aims to analize the effect of explant types and sterilization methods on the success of gmelina initiation. Treatments used in this study are explant types (apical shoot and leaf) and four sterilization methods (B1-B4) using detergent, tween 80, fungicide, bactericide, NaOCl, and HgCl2. All sterilization methods can produce 6‒19% sterile gmelina shoot culture, but has not succeded producing sterile gmelina leaf culture. Contamination by fungi and bacteria is the main cause of failed gmelina shoot and leaf culture initiation. In general, sterilization methods used in this study has succeeded in eliminating microbes on the explant’s surface, but has not succeeded in eliminating microbes inside the explant.
Pendugaan Kerapatan Vegetasi dan Cadangan Karbon di HLG Sungai Buluh Jambi menggunakan NDVI Istomo; Indra Putra, Erianto; Meyrista Sekar Agta Putri, Nindhy
Journal of Tropical Silviculture Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.16.02.98-106

Abstract

Sungai Buluh Peat Protection Forest (HLG) is a peat protected area in Jambi that still natural and characterized by a high degree of vegetation density. This study aimed to estimate vegetation density using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), estimate biomass and carbon stock along with fire hazard levels, and analyze the relationship between NDVI, vegetation diversity, and carbon reserves in HLG Sungai Buluh. The methods used include vegetation analysis, carbon estimation using allometric and destructive testing for seedlings and understory plants, fire hazard level estimation using land cover scoring and NDVI values. The result showed NDVI was categorized into three classes, nemely class 1 (-0,015 – 0,369), class 2 (0,369 – 0,438), class 3 (0,438 – 0,633). The most families found were Lauraceae, Dipterocarpaceae, and Myrtaceae. The average biomass and carbon stock obtained were 191,26 tons/ha and 89,90 tons C/ha, respectively. Fire hazard levels in all classes were found to be high. Carbon stock strongly correlated with LBDS (r = 98,2%). The NDVI value strongly correlated with the number of species.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 14 No 02 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 14 No 01 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 13 No 03 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 13 No 02 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 13 No 01 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 12 No 3 (2021): Journal of Tropical Silviculture Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika (Suplemen Desember) Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Silvikultur Tropika More Issue