cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,179 Documents
Edukasi Etika Batuk dan 3M Plus serta Demonstrasi Wedang Jahe Jelly sebagai Upaya Pencegahan Tuberkulosis dan DBD di Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto Trisna Pramudita Puryatna; Diansanto Prayoga
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2847

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan Demam Berdarah (DBD) merupakan penyakit yang masih terjadi di Desa Trawas dan menjadi perhatian dari pihak pemerintah Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, kelompok Belajar Bersama Komunitas 6 Universitas Airlangga mencanangkan program pengabdian masyarakat “SIPEDULI DI HATI”, yang berisi rangkaian edukasi etika batuk dan 3M Plus, serta demonstrasi pembuatan wedang jahe jelly. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan TB dan DBD serta memanfaatkan jahe sebagai minuman yang mendukung peningkatan daya tahan tubuh pada masyarakat Desa Trawas. Penilaian pre-test dan post-test saat edukasi dan uji kesukaan untuk wedang jahe jelly dilakukan kepada 40 Ibu PKK Desa Trawas. Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai etika batuk dan 3M Plus (p = 0,000). Selain itu, mayoritas peserta menyatakan suka (58,84%) dan sangat suka (25,64%) pada wedang jahe jelly. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan untuk mencegah tuberculosis dan DBD serta tingkat penerimaan masyarakat yang baik terhadap wedang jahe jelly, yang mendukung perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit serta pemanfaatan minuman fungsional untuk menjaga daya tahan tubuh.
Workshop Seni Berbasis Ekologi dan Budaya Lokal dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Anak Pesisir di Desa Sungai Kupah, Kalimantan Barat Amira Fazilah; Mukhlis Mukhlis; Agus Yuliono; Reiki Nauli Harahap
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2850

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sungai Kupah, sebuah desa pesisir di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang kaya akan budaya dan memiliki ekosistem mangrove yang luar biasa. Meskipun begitu, desa ini masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal keterbatasan akses pendidikan seni dan rendahnya kesadaran lingkungan di kalangan anak-anak. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan kami bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan anak-anak melalui workshop seni yang menggabungkan ekologi dengan budaya lokal. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan: pertama, persiapan yang melibatkan koordinasi dengan masyarakat setempat; kedua, pelaksanaan workshop seni yang meliputi eksplorasi mangrove, pembuatan karya seni dari daun nipah, dan edukasi tentang budaya lokal; dan ketiga, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan peserta. Hasil yang kami capai sangat menggembirakan, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata peserta yang naik dari 55 pada pre-test menjadi 80 pada post-test. Selain itu, kreativitas anak-anak juga meningkat, terlihat dari beragam karya seni berbasis lingkungan yang mereka buat. Lebih dari itu, program ini juga berhasil memperkuat keterlibatan komunitas lokal, yang mendukung keberlanjutan kegiatan ini ke depan. Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya berhasil memberdayakan anak-anak pesisir, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan ekosistem mangrove yang sangat vital bagi kehidupan mereka.
Pendekatan Integratif Berbasis Edukasi dan Pendampingan untuk Pemulihan Pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan Aditya Sindu Sakti; Amran Nur; Abdul Hamid; Sandrawati Sandrawati; Sundari Sundari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2866

Abstract

Pascabencana banjir bandang tidak hanya menimbulkan persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada kondisi psikososial dan lingkungan masyarakat yang terdampak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan dukungan pemulihan pascabecana pada masyarakat di Desa Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui pendekatan integratif berbasis pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif, pengetahuan masyarakat diukur dengan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dukungan psikososial bagi anak, pelatihan pembuatan sabun berbahan eco-enzyme, serta edukasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat pada seluruh materi, dengan peningkatan tertinggi pada pelatihan eco-enzyme, diikuti PHBS dan TOGA. Selain itu, masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman praktis dalam menjaga kebersihan, memanfaatkan sumber daya lokal, serta mulai terbentuknya perilaku hidup sehat di lingkungan pengungsian. Dukungan psikososial yang diberikan juga mampu menciptakan ruang interaksi yang aman, suportif, dan partisipatif bagi anak-anak. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pemulihan masyarakat tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas, keterampilan, dan ketahanan sosial dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Pendampingan Pola Asuh untuk Pencegahan Stunting pada Anak Usia 2–5 Tahun di Desa Doho melalui Program “Gizi Me Up” Nazwa Salsabela; Shindy Kartikasari; Moh Ikhsan Hanafi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2867

Abstract

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada masa pertumbuhan anak dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun merupakan salah satu wilayah dengan peningkatan kasus stunting. Berdasarkan data Puskesmas Dolopo, prevalensi stunting pada tahun 2025 menunjukkan fluktuasi yang cenderung meningkat, dengan lonjakan tertinggi pada bulan Juli sebesar 11,57%, sehingga diperlukan upaya intervensi melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam pengasuhan, pemenuhan gizi seimbang, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan stunting pada anak usia 2–5 tahun. Metode yang digunakan berfokus pada kunjungan rumah (home visit) dan edukasi gizi melalui media brosur serta buku resep, disertai observasi lingkungan dan diskusi interaktif dengan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terkait pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, serta meningkatnya kesadaran dalam memperhatikan pola makan dan kebersihan lingkungan anak, meskipun praktik yang dilakukan masih bervariasi. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan data terkait perilaku pengasuhan dan kondisi lingkungan keluarga yang dapat menjadi dasar evaluasi intervensi selanjutnya. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, sehingga berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting secara lebih efektif di tingkat desa.
Optimalisasi Pengenalan Hewan Endemik melalui Media Booklet pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah Nurlia Nurlia; Yetlin Leliana Yadaul
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2879

Abstract

Indonesia sebagai negara megabiodiversity memiliki kekayaan fauna endemik yang perlu dilestarikan melalui pendidikan sejak dini. Namun, pembelajaran tentang hewan endemik di sekolah dasar masih kurang optimal karena minimnya penggunaan media yang menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan media booklet dalam pengenalan hewan endemik kepada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi observasi, koordinasi, persiapan, dan pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri Sepa, Kabupaten Banggai pada bulan Januari–Februari tahun 2026. Booklet yang dikembangkan berisi gambar, klasifikasi, dan deskripsi sederhana hewan endemik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75% siswa mengalami peningkatkan pemahaman terhadap jenis, ciri, dan habitat hewan endemik melalui penggunaan booklet. Siswa mulai menunjukkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Berdasarkan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa media booklet efektif sebagai alternatif pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap konservasi siswa sekolah dasar.
Peningkatan Kesadaran Budaya Mahasiswa Melalui Kunjungan Lapangan Berbasis Pengalaman ke Batik Benang Ratu, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta ⁠I Gusti Ayu Widya Ari Cahyathi; Ida Bagus Gede Prabawa Putra Udiyana; Ni Putu Dhanan Kumaradewi M
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2869

Abstract

Globalisasi dan modernisasi telah mengakibatkan menurunnya keterhubungan generasi muda dengan warisan budaya lokal, khususnya batik sebagai identitas budaya Indonesia. Rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap nilai filosofis, simbolis, dan proses pembuatan batik menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran budaya dan partisipasi mahasiswa dalam pelestarian batik melalui edukasi langsung di sentra Batik Benang Ratu, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pengalaman (experiential learning) melalui kunjungan lapangan, penyampaian materi sejarah dan filosofi batik, serta praktik langsung mencanting, pewarnaan, dan pengeringan kain. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap makna budaya dan tahapan produksi batik, serta tumbuhnya minat untuk menggunakan dan mempromosikan batik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi mitra, yakni Batik Benang Ratu, berupa peningkatan eksposur, dokumentasi, dan peluang kerja sama jangka panjang dengan institusi pendidikan. Dengan demikian, edukasi budaya berbasis pengalaman terbukti efektif dalam menumbuhkan apresiasi generasi muda sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya takbenda Indonesia.
Sosialisasi Mitigasi Gerakan Tanah Berbasis Edukasi Geologi di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah Danis Agoes Wiloso; Aldi Perdiansa
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2890

Abstract

Kegiatan sosialisasi mitigasi gerakan tanah kepada masyarakat Desa Ngambarsari dilakukan karena ketika musim hujan terjadi gerakan tanah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang gerakan tanah dan mitigasinya. Metode yang digunakan adalah dengan pemaparan materi tentang definisi gerakan tanah, kondisi geologi, proses terjadinya gerakan tanah, klasifikasi gerakan tanah, penyebab gerakan tanah, faktor pengontrol dan faktor pemicu gerakan tanah serta pencegahannya/mitigasinya. Untuk mendapatkan umpan balik tentang sosialisasi yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner, pengisian kuesioner dilakukan sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan. Sebelum sosialisasi, peserta menyatakan 100% tidak tahu tentang definisi gerakan tanah, penyebab gerakan tanah, faktor pengontrol dan faktor pemicu gerakan tanah serta pencegahannya. Setelah sosialisasi, peserta menyatakan 83,33% paham tentang gerakan tanah, penyebab gerakan tanah, faktor pengontrol dan pemicu gerakan tanah, sebanyak 16,67% menyatakan belum paham karena dilatar belakangi faktor usia dan tingkat pendidikan. Sebanyak 100% menyatakan paham pentingnya pembuatan terasering pada lereng terjal, penyaluran sistem air pada lereng terjal, penghijauan dan pembuatan dinding penahan pada tepi jalan yang berbatasan dengan lereng terjal. Langkah konkret dilakukan dengan penyerahan sebanyak 1000 bibit tanaman untuk penghijauan
Sosialisasi dan Workshop Penguatan Literasi Keuangan Syariah Masyarakat di Desa Kalisabuk, Cilacap, Jawa Tengah Dina Prasetyaningrum; Priyo Anggoro; Umi Fadilah; Abdullah Ahmad Mukhtarzain
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2918

Abstract

Literasi keuangan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan individu dalam mengelola keuangan secara efektif, termasuk dalam mengatur pendapatan, pengeluaran, dan pengambilan keputusan finansial. Namun, masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan syariah terlihat dari sebagian besar peserta kegiatan yang belum memahami pengelolaan arus kas, perencanaan dana darurat, serta prinsip-prinsip keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan literasi keuangan syariah melalui edukasi yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi dan workshop karena dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat secara komprehensif mengenai pentingnya literasi keuangan syariah untuk jangka panjang. Pengelolaan arus kas yang baik memungkinkan terbentuknya dana darurat sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko tak terduga. Dana darurat dengan memperhatikan pengendalian resiko dan sistem keamanan yang dikelola berdasarkan prinsip likuiditas, keamanan, kecukupan, disiplin, dan pemisahan dana dapat meningkatkan kesiapan individu dalam menghadapi risiko finansial serta menjaga stabilitas ekonomi. Dengan demikian, penguatan literasi keuangan syariah, manajemen arus kas, dan pengelolaan dana darurat menjadi faktor penting dalam menciptakan ketahanan finansial masyarakat yang berkelanjutan.
Sosialisasi Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Pariwisata Masyarakat di Belugguk Point Kota Bengkulu Rio Nur Setiyadi; Torik Manda Resta; Dwi Yaen Firdaus; Muhammad Hanapi; Eceh Trisna Ayuh
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2924

Abstract

Kegiatan sosialisasi dan pendampingan di kawasan wisata Belungguk Point menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan dan pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan. Perubahan perilaku masyarakat terlihat dari meningkatnya kepedulian terhadap kebersihan, kerapian, dan kenyamanan kawasan wisata yang sebelumnya masih kurang diperhatikan. Masyarakat mulai memahami bahwa kualitas lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap minat dan kepuasan wisatawan. Kesadaran tersebut diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan area wisata, menata lapak dagangan secara lebih rapi, serta menciptakan suasana yang nyaman dan ramah bagi pengunjung. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya rasa kepedulian sosial dan kesadaran kolektif masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis partisipasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai pihak yang bertanggung jawab menjaga citra dan keberlanjutan destinasi wisata. Dengan meningkatnya partisipasi aktif masyarakat, Belungguk Point memiliki potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Pendampingan Tahsin Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu Jamaah di Masjid Jihad Perak Wina Susanti; Martin Kustati; Gusmirawati Gusmirawati; Rezki Amelia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2926

Abstract

Pendampingan ini bertujuan untuk melakukan konsistensi tahsin dengan membimbing bacaan Al-Qur’an ibu-ibu di Masjid Jihad Perak untuk meningkatkan kualitas bacaannya, khususnya dalam memperbaiki pelafalan makharijul huruf. Kebutuhan pendampingan ini diawali dengan masih adanya anggota Masyarakat Masjid Jihad Perak yang seringkali melakukan kesalahan dalam pelafalan huruf serta kurangnya pemahaman dalam membaca Al-Qur’an. Pendampingan ini dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan keaktifan serta antusias ibu-ibu dalam mengikuti pembelajaran tahsin. Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan pendampingan ini terdiri dari persiapan yaitu melaksanakan observasi awal untuk mengidentifikasi masalah spesifik, kemudian koordinasi dengan pengurus masjid dan pembimbing tahsin yang berpengalaman. Melaksanakan tahapan pelaksanaan yaitu melakukan beberapa sesi latihan untuk mendampingi ibu-ibu dalam membaca Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai dengan kaidah tahsin dalam hal ini dilakukan secara berulang-ulang. Hasil kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan ketepatan pelafalan makharijul huruf secara keseluruhan dari 60% menjadi 81% (+21%), dengan peningkatan tertinggi pada kawasan halq (tenggorokan) sebesar +32%. Konsistensi kehadiran mencapai rata-rata 84,4%, melampaui target 80%, dan terjadi pergeseran hierarkis kemampuan peserta dari dominasi kelompok pemula (33,3%) ke munculnya kelompok mahir (16,7%). Selain itu, kegiatan ini dapat memotivasi dan konsistensi ibu-ibu dalam mempelajari tahsin Al-Qur’an secara berkelanjutan. Pendampingan ini bukan hanya memperbaiki ketepatan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga mempererat komunitas masjid dalam menjaga warisan Al-Qur’an.