cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2: December 2020" : 10 Documents clear
Validitas dan Kepraktisan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Software Adobe Flash Cs6 pada Tema Energi dan Makanan Luh Sukariasih; S. Syarifuddin; La Ode Nursalam; La Sahara
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.547 KB) | DOI: 10.36312/ej.v1i2.250

Abstract

Penelitian ini bertitik tolak adanya kesenjangan antara harapan pembelajaran dan hasil belajar fisika SMP, oleh sebab itu perlu diupayakan peningkatan mutu proses belajar mengajar melalui pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan hakikat IPA dan standar kompetensi lulusan SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan dan kepraktisan perangkat pembelajaran IPA terpadu berbasis software adobe flash CS6 pada materi energi dan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif yang menghasilkan media pembelajaran IPA terpadu yang valid dan praktis untuk siswa SMP. Media pembelajaran yang dihasilkan divalidasi oleh 2 ahli pembelajaran dan 3 ahli media menggunakan lembar validasi. Kepraktisan produk ditentukan berdasarkan respon 2 guru dan 20 siswa terhadap media pembelajaran yang dikumpulkan menggunakan angket respon. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaaran dinyatakan valid, sedangkan respon yang diberikan guru dan siswa menunjukkan respon yang positif terhadap perangkat pembelajaran dan media pembelajaran yang dihasilkan. Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis media software adobe flash CS6 yang dikembangkan valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran IPA terpadu pada materi energi dan makanan bagi siswa SMP. Validity and Practicality of Integrated Science Learning Tools Based on Adobe Flash Cs6 Software on Energy and Food Themes Abstract This research is based on the existence of a gap between learning expectations and learning outcomes for junior high school physics, therefore it is necessary to improve the quality of the teaching and learning process through the development of learning tools that are in accordance with the nature of science and competency standards for junior high school graduates. This study aims to describe the validity and practicality of integrated science learning tools based on Adobe Flash CS6 software on energy and food materials. This research is an evaluative descriptive research that produces an integrated science learning media that is valid and practical for junior high school students. The resulting learning media was validated by 2 learning experts and 3 media experts using a validation sheet. The practicality of the product is determined based on the responses of 2 teachers and 20 students to the learning media collected using a response questionnaire. The research data were analyzed descriptively. The results showed that the learning media was declared valid, while the responses given by the teacher and students showed a positive response to the learning tools and learning media produced. Based on the research findings, it can be concluded that the adobe flash CS6 software media-based science learning device that was developed is valid and practical to use in integrated science learning on energy and food materials for junior high school students.
Analisis Kemampuan Regulasi Kognisi Peserta Didik dalam Pembelajaran M. Muhali; Muhammad Asy'ari; Roniati Sukaisih
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.291 KB) | DOI: 10.36312/ej.v1i2.333

Abstract

Proses pembelajaran pada peserta didik perlu dilatihkan serangkaian kegiatan yang sangat penting agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan regulasi kognisi peserta didik dalam pembelajaran dengan model RML (reflective metacognitive learning) dengan fase: (1) refleksi orientasi, (2) refleksi organisasi, (3) refleksi eksekusi, dan (4) refleksi verifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 75 orang peserta didik di tingkat SMA/MA di Lombok Tengah, yang dipilih secara cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket kemampuan regulasi kognisi sebanyak 34 butir pertanyaan/pernyataan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Data berupa kemampuan regulasi kognisi peserta didik dianalisis dengan menentukan rata-rata pencapaian setiap peserta didik pada masing-masing sekolah, dan penentuan rata-rata skor pada setiap indikator kemampuan regulasi kognisi. Hasil penelitian ini adalah kemampuan regulasi kognisi peserta didik yang dibelajarkan dengan model RML mencapai kategori baik. Hal ini dilihat dari perolehan rata-rata pada ketiga sekolah sebesar 3,20; 3,18; dan 3,08, perolehan rata-rata setiap indikator pada ketiga sekolah juga berkategori baik dengan skor 3,18 untuk indikator planning; 3,15 untuk idikator information management strategy; 3,16 untuk indikator monitoring ; 3,17 untuk indikator debugging; dan 3,12 untuk indikator evaluation. Dengan demikian, kemampuan regulasi kognisi peserta didik dapat dilatihkan dalam pembelajaran dengan model RML yang menekankan proses refleksi secara sadar melalui: (1) penyajian fenomena kkonflik kognitif, (2) penyajian fenomena anomali, (3) proses internalisasi, (4) penyajian fenomena baru yang terkait dengan konsep yang dibelajarkan.Analysis of Students' Cognition Regulation Ability in LearningAbstractThe learning process in students needs to be trained in a series of activities that are very important so that learning can be successful. The purpose of this study was to obtain an overview of the ability of students to regulate cognition in learning with the RML (reflective metacognitive learning) model with the following phases: (1) orientation reflection, (2) organizational reflection, (3) reflection on execution, and (4) reflection on verification. This research is descriptive research. The sample used was 75 students at the SMA / MA level in Central Lombok, who were selected by cluster random sampling. The instrument used was a questionnaire on the ability to regulate cognition as many as 34 questions / statements that were declared valid and reliable. Data in the form of students' cognitive regulatory abilities were analyzed by determining the average achievement of each student in each school, and determining the average score on each indicator of the cognitive regulatory ability. The results of this study were the ability of students to regulate cognition who learned the RML model reached a good category. This can be seen from the average acquisition of the three schools of 3.20; 3.18; and 3.08, the average acquisition of each indicator in the three schools was also in the good category with a score of 3.18 for the planning indicator; 3.15 for the information management strategy indicator; 3.16 for monitoring indicators; 3.17 for debugging indicators; and 3.12 for indicator evaluation. Thus, the ability of students to regulate cognition can be trained in learning with the RML model which emphasizes the process of conscious reflection through: (1) presenting cognitive conflict phenomena, (2) presenting anomalous phenomena, (3) internalizing processes, (4) presenting new phenomena which is related to the concept being learned.
Penerapan model pembelajaran problem based instruction (pbi) untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa I Ketut Sukarma; Ferdian Rizki Sani
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.384 KB) | DOI: 10.36312/ej.v1i2.335

Abstract

Salah satu masalah pembelajaran yang dihadapi siswa SMP Negeri 3 Jonggat khususnya kelas VIIIC semester II adalah pembelajaran yang masih didominasi oleh guru. Siswa hanya mendengakan materi yang disampaikan sehingga siswa kurang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran problem based instruction (pbi). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam II (dua) siklus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada 35 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Jonggat. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan pemberian tes pada akhir siklus menggunakan instrumen lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan tes prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada setiap siklus. Penjelasan terkait peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa dijelaskan lebih rinci pada artikel ini. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based instruction (pbi) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII semester II SMP Negeri 3 Jonggat pada materi pokok lingkaran.The implementation of problem based instruction (PBI) learning model to increase student activity and learning achievementAbstractOne of the learning problems faced by students of SMP Negeri 3 Jonggat, especially class VIIIC semester II, is that learning is still dominated by teachers. Students only listen to the material presented so that students do not participate in learning activities, so a learning model is needed that is able to encourage students to take an active role in learning activities. This study aims to increase student activity and learning achievement through the application of problem-based instruction (PBI) learning models. This type of research is a classroom action research conducted in II (two) cycles with quantitative and qualitative approaches. The research was conducted on 35 students of class VIII SMP Negeri 3 Jonggat. The research data were collected through observation and giving tests at the end of the cycle using the instrument teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, and learning achievement tests. The results showed an increase in student activity and achievement in each cycle. An explanation related to increasing student activity and learning achievement is described in more detail in this article. The conclusion of this study shows that the application of the problem based instruction (pbi) learning model can increase the activity and learning achievement of students of class VIII semester II SMP Negeri 3 Jonggat on the subject matter of the circle.
Respon mahasiswa terhadap pembelajaran online pada masa pandemi covid-19 Laras Firdaus; H. Hunaepi; Agus Muliadi; Herdiyana Fitriani
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.502 KB) | DOI: 10.36312/ej.v1i2.336

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap pembelajaran online pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Data dikumpulkan dari 150 mahasiswa pendidikan biologi Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) menggunakan angket yang disusun pada Google Form, kemudian dianalaisis secara deskriptif berdasarkan trend data penelitian yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan 87% mahasiswa menggunakan smartphone, dan 13% menggunakan laptop. Pada aspek aplikasi, 73% menggunakan media sosial WhatsApp, 27% menggunakan website kampus. Selain itu, dalam perkuliahan online 92% mahasiswa menggunakan paket data sebagai basis jaringan internet, 62% mahasiswa menyatakan bahwa harga paket data mahal, sebesar 58% menyatakan kondisi jaringan stabil selama perkuliahan online, serta sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa perkuliahan online tidak efektif dibandingkan dengan perkuliahan konvensional. Rekomendasai penelitian berdasarkan respon atau persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online pada masa pandemi COVID-19 adalah UNDIKMA harus berusaha berusaha merancang perkuliahan yang mengakomodir antara perkuliahan online dengan perkuliahan tatap muka. Selain itu, dosen sebagai tenaga pengajar diharapkan merancang materi ajar yang lebih menarik, dan mudah diakses oleh mahasiswa.Student response to online learning during the Covid-19 pandemicAbstractThe purpose of this study was to describe student responses to online learning during the COVID-19 pandemic. This research is a descriptive study with a survey method. Data were collected from 150 biology education students of Mandalika Education University (UNDIKMA) using a questionnaire compiled on Google Form, then analyzed descriptively based on the trends of the research data obtained. The results showed 87% of students used smartphones, and 13% used laptops. In the application aspect, 73% use WhatsApp social media, 27% use campus websites. In addition, in online lectures 92% of students use data packages as the basis for the internet network, 62% of students stated that the price of data packages is expensive, 58% stated that the network conditions were stable during online lectures, and most students stated that online lectures were ineffective compared to conventional lectures. Research recommendations based on student responses or perceptions of online learning during the COVID-19 pandemic are that UNDIKMA should try to design lectures that accommodate online lectures with face-to-face lectures. In addition, lecturers as teaching staff are expected to design teaching materials that are more attractive and easily accessible to students.
Implementasi model reflective-metacognitive learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan metakognisi dan kesadaran metakognisi Muhali Muhali; Roniati Sukaisih; Muhammad Asy'ari
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.497 KB) | DOI: 10.36312/ej.v1i2.337

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan metakognisi, dan kesadaran metakognisi melalui implementasi model reflective metacognitive learning (RML) dalam pembelajaran fisika di MAN 3 Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus pembelajaran dan setiap siklus terdiri dari 3 (tiga) kali pertemuan. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan berpikir kritis, lembar penilaian keterampilan metakognisi, dan angket kesadaran metakognisi yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik tes, teknik penilaian kinerja, dan teknik angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dengan menentukan rata-rata dari setiap jenis data, mengkonversi ke dalam skala statistik dan membuat pengkategorisasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis meningkat dari 45% pada siklus I menjadi 85% siswa pada siklus II dan III tuntas secara klasikal. Keterampilan metakognisi juga meningkat dari 50% siswa mencapai kategori baik pada siklus I menjadi 100% siswa berkategori baik pada siklus II, 75% dan 25% siswa mencapai kategori baik dan sangat baik pada siklus III. Hal yang sama pada kesadaran metakognisi meningkat dari 100% kategori cukup baik pada siklus I menjadi berkategori baik sebesar 100% pada siklus II dan III. Dengan demikian, model RML dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan dan kesadaran metakognisi siswa dalam pembelajaran fisika.Implementation of the reflective-metacognitive learning model to improve critical thinking skills, metacognition skills and metacognition awarenessAbstractThe purpose of this study was to improve critical thinking skills, metacognition skills, and metacognitive awareness through the implementation of the reflective metacognitive learning (RML) model in physics learning at MAN 3, Central Lombok. This research is a classroom action research (CAR) which is carried out in 3 (three) learning cycles and each cycle consisting of 3 (three) meetings. The research instrument consisted of a learning implementation observation sheet, a critical thinking skills test, a metacognition skill assessment sheet, and a metacognition awareness questionnaire that was declared valid and reliable. The data were collected by means of observation techniques, test techniques, performance appraisal techniques, and questionnaire techniques. Data analysis was carried out in a descriptive quantitative manner, by determining the average of each type of data, converting it into a statistical scale and categorizing it. The results showed that the critical thinking ability increased from 45% in the first cycle to 85% of the students in the second and third cycles were classically complete. Metacognition skills also increased from 50% of students achieving good categories in cycle I to 100% of students being categorized as good in cycle II, 75% and 25% of students achieving good and very good categories in cycle III. The same thing in metacognition awareness increased from 100% good enough category in cycle I to good category by 100% in cycle II and III. Thus, the RML model can be implemented to improve students' critical thinking skills, metacognitive skills and awareness in learning physics.
Validitas dan Kepraktisan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Software Adobe Flash Cs6 pada Tema Energi dan Makanan Sukariasih, Luh; Syarifuddin, S.; Nursalam, La Ode; Sahara, La
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i2.250

Abstract

Penelitian ini bertitik tolak adanya kesenjangan antara harapan pembelajaran dan hasil belajar fisika SMP, oleh sebab itu perlu diupayakan peningkatan mutu proses belajar mengajar melalui pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan hakikat IPA dan standar kompetensi lulusan SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan dan kepraktisan perangkat pembelajaran IPA terpadu berbasis software adobe flash CS6 pada materi energi dan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif yang menghasilkan media pembelajaran IPA terpadu yang valid dan praktis untuk siswa SMP. Media pembelajaran yang dihasilkan divalidasi oleh 2 ahli pembelajaran dan 3 ahli media menggunakan lembar validasi. Kepraktisan produk ditentukan berdasarkan respon 2 guru dan 20 siswa terhadap media pembelajaran yang dikumpulkan menggunakan angket respon. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaaran dinyatakan valid, sedangkan respon yang diberikan guru dan siswa menunjukkan respon yang positif terhadap perangkat pembelajaran dan media pembelajaran yang dihasilkan. Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis media software adobe flash CS6 yang dikembangkan valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran IPA terpadu pada materi energi dan makanan bagi siswa SMP. Validity and Practicality of Integrated Science Learning Tools Based on Adobe Flash Cs6 Software on Energy and Food Themes Abstract This research is based on the existence of a gap between learning expectations and learning outcomes for junior high school physics, therefore it is necessary to improve the quality of the teaching and learning process through the development of learning tools that are in accordance with the nature of science and competency standards for junior high school graduates. This study aims to describe the validity and practicality of integrated science learning tools based on Adobe Flash CS6 software on energy and food materials. This research is an evaluative descriptive research that produces an integrated science learning media that is valid and practical for junior high school students. The resulting learning media was validated by 2 learning experts and 3 media experts using a validation sheet. The practicality of the product is determined based on the responses of 2 teachers and 20 students to the learning media collected using a response questionnaire. The research data were analyzed descriptively. The results showed that the learning media was declared valid, while the responses given by the teacher and students showed a positive response to the learning tools and learning media produced. Based on the research findings, it can be concluded that the adobe flash CS6 software media-based science learning device that was developed is valid and practical to use in integrated science learning on energy and food materials for junior high school students.
Analisis Kemampuan Regulasi Kognisi Peserta Didik dalam Pembelajaran Muhali, M.; Asy'ari, Muhammad; Sukaisih, Roniati
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i2.333

Abstract

Proses pembelajaran pada peserta didik perlu dilatihkan serangkaian kegiatan yang sangat penting agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan regulasi kognisi peserta didik dalam pembelajaran dengan model RML (reflective metacognitive learning) dengan fase: (1) refleksi orientasi, (2) refleksi organisasi, (3) refleksi eksekusi, dan (4) refleksi verifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 75 orang peserta didik di tingkat SMA/MA di Lombok Tengah, yang dipilih secara cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket kemampuan regulasi kognisi sebanyak 34 butir pertanyaan/pernyataan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Data berupa kemampuan regulasi kognisi peserta didik dianalisis dengan menentukan rata-rata pencapaian setiap peserta didik pada masing-masing sekolah, dan penentuan rata-rata skor pada setiap indikator kemampuan regulasi kognisi. Hasil penelitian ini adalah kemampuan regulasi kognisi peserta didik yang dibelajarkan dengan model RML mencapai kategori baik. Hal ini dilihat dari perolehan rata-rata pada ketiga sekolah sebesar 3,20; 3,18; dan 3,08, perolehan rata-rata setiap indikator pada ketiga sekolah juga berkategori baik dengan skor 3,18 untuk indikator planning; 3,15 untuk idikator information management strategy; 3,16 untuk indikator monitoring ; 3,17 untuk indikator debugging; dan 3,12 untuk indikator evaluation. Dengan demikian, kemampuan regulasi kognisi peserta didik dapat dilatihkan dalam pembelajaran dengan model RML yang menekankan proses refleksi secara sadar melalui: (1) penyajian fenomena kkonflik kognitif, (2) penyajian fenomena anomali, (3) proses internalisasi, (4) penyajian fenomena baru yang terkait dengan konsep yang dibelajarkan.Analysis of Students' Cognition Regulation Ability in LearningAbstractThe learning process in students needs to be trained in a series of activities that are very important so that learning can be successful. The purpose of this study was to obtain an overview of the ability of students to regulate cognition in learning with the RML (reflective metacognitive learning) model with the following phases: (1) orientation reflection, (2) organizational reflection, (3) reflection on execution, and (4) reflection on verification. This research is descriptive research. The sample used was 75 students at the SMA / MA level in Central Lombok, who were selected by cluster random sampling. The instrument used was a questionnaire on the ability to regulate cognition as many as 34 questions / statements that were declared valid and reliable. Data in the form of students' cognitive regulatory abilities were analyzed by determining the average achievement of each student in each school, and determining the average score on each indicator of the cognitive regulatory ability. The results of this study were the ability of students to regulate cognition who learned the RML model reached a good category. This can be seen from the average acquisition of the three schools of 3.20; 3.18; and 3.08, the average acquisition of each indicator in the three schools was also in the good category with a score of 3.18 for the planning indicator; 3.15 for the information management strategy indicator; 3.16 for monitoring indicators; 3.17 for debugging indicators; and 3.12 for indicator evaluation. Thus, the ability of students to regulate cognition can be trained in learning with the RML model which emphasizes the process of conscious reflection through: (1) presenting cognitive conflict phenomena, (2) presenting anomalous phenomena, (3) internalizing processes, (4) presenting new phenomena which is related to the concept being learned.
Penerapan model pembelajaran problem based instruction (pbi) untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa Sukarma, I Ketut; Sani, Ferdian Rizki
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i2.335

Abstract

Salah satu masalah pembelajaran yang dihadapi siswa SMP Negeri 3 Jonggat khususnya kelas VIIIC semester II adalah pembelajaran yang masih didominasi oleh guru. Siswa hanya mendengakan materi yang disampaikan sehingga siswa kurang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran problem based instruction (pbi). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam II (dua) siklus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada 35 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Jonggat. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan pemberian tes pada akhir siklus menggunakan instrumen lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan tes prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada setiap siklus. Penjelasan terkait peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa dijelaskan lebih rinci pada artikel ini. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based instruction (pbi) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII semester II SMP Negeri 3 Jonggat pada materi pokok lingkaran.The implementation of problem based instruction (PBI) learning model to increase student activity and learning achievementAbstractOne of the learning problems faced by students of SMP Negeri 3 Jonggat, especially class VIIIC semester II, is that learning is still dominated by teachers. Students only listen to the material presented so that students do not participate in learning activities, so a learning model is needed that is able to encourage students to take an active role in learning activities. This study aims to increase student activity and learning achievement through the application of problem-based instruction (PBI) learning models. This type of research is a classroom action research conducted in II (two) cycles with quantitative and qualitative approaches. The research was conducted on 35 students of class VIII SMP Negeri 3 Jonggat. The research data were collected through observation and giving tests at the end of the cycle using the instrument teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, and learning achievement tests. The results showed an increase in student activity and achievement in each cycle. An explanation related to increasing student activity and learning achievement is described in more detail in this article. The conclusion of this study shows that the application of the problem based instruction (pbi) learning model can increase the activity and learning achievement of students of class VIII semester II SMP Negeri 3 Jonggat on the subject matter of the circle.
Respon mahasiswa terhadap pembelajaran online pada masa pandemi covid-19 Firdaus, Laras; Hunaepi, H.; Muliadi, Agus; Fitriani, Herdiyana
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i2.336

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap pembelajaran online pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Data dikumpulkan dari 150 mahasiswa pendidikan biologi Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) menggunakan angket yang disusun pada Google Form, kemudian dianalaisis secara deskriptif berdasarkan trend data penelitian yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan 87% mahasiswa menggunakan smartphone, dan 13% menggunakan laptop. Pada aspek aplikasi, 73% menggunakan media sosial WhatsApp, 27% menggunakan website kampus. Selain itu, dalam perkuliahan online 92% mahasiswa menggunakan paket data sebagai basis jaringan internet, 62% mahasiswa menyatakan bahwa harga paket data mahal, sebesar 58% menyatakan kondisi jaringan stabil selama perkuliahan online, serta sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa perkuliahan online tidak efektif dibandingkan dengan perkuliahan konvensional. Rekomendasai penelitian berdasarkan respon atau persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online pada masa pandemi COVID-19 adalah UNDIKMA harus berusaha berusaha merancang perkuliahan yang mengakomodir antara perkuliahan online dengan perkuliahan tatap muka. Selain itu, dosen sebagai tenaga pengajar diharapkan merancang materi ajar yang lebih menarik, dan mudah diakses oleh mahasiswa.Student response to online learning during the Covid-19 pandemicAbstractThe purpose of this study was to describe student responses to online learning during the COVID-19 pandemic. This research is a descriptive study with a survey method. Data were collected from 150 biology education students of Mandalika Education University (UNDIKMA) using a questionnaire compiled on Google Form, then analyzed descriptively based on the trends of the research data obtained. The results showed 87% of students used smartphones, and 13% used laptops. In the application aspect, 73% use WhatsApp social media, 27% use campus websites. In addition, in online lectures 92% of students use data packages as the basis for the internet network, 62% of students stated that the price of data packages is expensive, 58% stated that the network conditions were stable during online lectures, and most students stated that online lectures were ineffective compared to conventional lectures. Research recommendations based on student responses or perceptions of online learning during the COVID-19 pandemic are that UNDIKMA should try to design lectures that accommodate online lectures with face-to-face lectures. In addition, lecturers as teaching staff are expected to design teaching materials that are more attractive and easily accessible to students.
Implementasi model reflective-metacognitive learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan metakognisi dan kesadaran metakognisi Muhali, Muhali; Sukaisih, Roniati; Asy'ari, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i2.337

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan metakognisi, dan kesadaran metakognisi melalui implementasi model reflective metacognitive learning (RML) dalam pembelajaran fisika di MAN 3 Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus pembelajaran dan setiap siklus terdiri dari 3 (tiga) kali pertemuan. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan berpikir kritis, lembar penilaian keterampilan metakognisi, dan angket kesadaran metakognisi yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik tes, teknik penilaian kinerja, dan teknik angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dengan menentukan rata-rata dari setiap jenis data, mengkonversi ke dalam skala statistik dan membuat pengkategorisasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis meningkat dari 45% pada siklus I menjadi 85% siswa pada siklus II dan III tuntas secara klasikal. Keterampilan metakognisi juga meningkat dari 50% siswa mencapai kategori baik pada siklus I menjadi 100% siswa berkategori baik pada siklus II, 75% dan 25% siswa mencapai kategori baik dan sangat baik pada siklus III. Hal yang sama pada kesadaran metakognisi meningkat dari 100% kategori cukup baik pada siklus I menjadi berkategori baik sebesar 100% pada siklus II dan III. Dengan demikian, model RML dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan dan kesadaran metakognisi siswa dalam pembelajaran fisika.Implementation of the reflective-metacognitive learning model to improve critical thinking skills, metacognition skills and metacognition awarenessAbstractThe purpose of this study was to improve critical thinking skills, metacognition skills, and metacognitive awareness through the implementation of the reflective metacognitive learning (RML) model in physics learning at MAN 3, Central Lombok. This research is a classroom action research (CAR) which is carried out in 3 (three) learning cycles and each cycle consisting of 3 (three) meetings. The research instrument consisted of a learning implementation observation sheet, a critical thinking skills test, a metacognition skill assessment sheet, and a metacognition awareness questionnaire that was declared valid and reliable. The data were collected by means of observation techniques, test techniques, performance appraisal techniques, and questionnaire techniques. Data analysis was carried out in a descriptive quantitative manner, by determining the average of each type of data, converting it into a statistical scale and categorizing it. The results showed that the critical thinking ability increased from 45% in the first cycle to 85% of the students in the second and third cycles were classically complete. Metacognition skills also increased from 50% of students achieving good categories in cycle I to 100% of students being categorized as good in cycle II, 75% and 25% of students achieving good and very good categories in cycle III. The same thing in metacognition awareness increased from 100% good enough category in cycle I to good category by 100% in cycle II and III. Thus, the RML model can be implemented to improve students' critical thinking skills, metacognitive skills and awareness in learning physics.

Page 1 of 1 | Total Record : 10