cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2: December 2023" : 43 Documents clear
Implementasi K-Means Cluster untuk Menentukan Persebaran Tingkat Pengangguran Aprizkiyandari, Siti; Satyahadewi , Neva; Pratama, Aditya Nugraha; Rivaldo, Rendi; Nurdiansyah , Syarif Irwan; Helena, Shifa
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1518

Abstract

Tingkat pengangguran yang ada di Kalimantan Barat sangat bervariasi. Terdapat Kabupaten/ Kota dengan tingkat pengangguran tinggi dan ada yang rendah, namun belum terdapat pengelompokkannya. Pada penelitian ini, Kabupaten/ Kota di Kalimantan Barat dikelompokkan dengan analisis klaster menggunakan metode K-Means Cluster. Metode K-Means Cluster dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dalam mengelompokkan tingkat pengangguran di Kalimantan Barat berdasarkan indikator yang digunakan. Indikator pada penelitian ini terdiri dari TPT, IPM, PDRB dan UMK, dimana data berasal dari BPS Provinsi Kalimantan Bartat. Diperoleh hasil yaitu terbentuknya 2 klaster. Klaster 1 mewakili  kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran tinggi yang terdiri dari 4 anggota yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang dengan persentase TPT klaster 1 yaitu sebesar 8,87%. Sedangkan klaster 2 terdiri dari 10 Kabupaten, yaitu  Kayong Utara, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah, Landak, Bengkayang dan Sambas dengan TPT klaster 2 yaitu sebesar 3,73%. Implementation of K-Means Cluster to Determine the Distribution of Unemployment Rate Abstract Unemployment rates in West Kalimantan vary widely. There are regencies/municipalities with high unemployment rates and some with low unemployment rates, but there is no grouping yet. In this research, regencies/municipalities in West Kalimantan are grouped by cluster analysis using the K-Means Cluster method. K-Means Cluster method can be used in decision-making in grouping the unemployment rate in West Kalimantan based on the indicators used. The indicators in this study consist of TPT, HDI, GRDP, and MSE, where the data comes from BPS of West Kalimantan Province. The result obtained is the formation of 2 clusters. Cluster 1 represents districts/cities with a high unemployment rate consisting of 4 members, namely Kubu Raya Regency, Ketapang Regency, Pontianak City, and Singkawang City with a TPT percentage of cluster 1 of 8.87%. Meanwhile, cluster 2 consists of 10 regencies, namely North Kayong, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah, Landak, Bengkayang, and Sambas with a TPT cluster 2 of 3.73%.
Analisis Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Pesisir Minsas, Sukal; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Helena, Shifa; Kurniadi , Bambang
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1525

Abstract

Daerah pesisir meupakan zona peralihan antara daratan dan lautan, sehingga lingkungannya juga masih terpengaruh oleh kedua zona tersebut. Dengan garis pantai Indonesia sepanjang  108.000 kilometer, menjadi garis pantai terpanjang kedua di dunia, yang kaya dengan sumber daya alam potensial, sayangnya bahwa kekayaan tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata pada masyarakat nelayan di pesisir, sebagai wilayah terdekat dari perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan  di wilayah pesisir Kasuso desa Darubiah Kecamatan Bontobahari, sehingga dapat dijadikan rekomendasi dalam melakukan manajemen sumber daya pesisir di wilayah-wilayah pesisir lainnya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan pengumpulan data di lapangan, dan kajian referensi didukung oleh dokumentasi. Wawancara dilakukan bersama dengan masyarakat nelayan. Dari hasil kegiatan penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab masih rendahnya kesejahteraan masyarakat di pesisir tersebut diakibatkan oleh beberapa hal antara lain penangkapan hasil laut yang berlebihan (overfishing), adanya pengaruh perubahan iklim secara global, kontaminasi bahan pencemar yang merupakan hasil aktivitas manusia di daratan ataupun di daerah pesisir, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan pengolahan hasil perikanan, masih kurangnya insfrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan menuju pesisir, listrik dan air bersih serta beberapa kendala lain yang membutuhkan intervensi pemerintah secara komprehensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah pelatihan dan pembinaan masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan kelautan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi, serta melakukan usaha diversifikasi penghasilan nelayan dengan kegiatan yang tidak berhubungan dengan hasil perikanan sebagai antisipasi jika kegiatan bernelayan tidak memungkinkan dilakukan karena cuaca buruk. Analysis of Factors Contributing to the Low Welfare Levels of Coastal Fisherfolk Communities Abstract Coastal areas are conservation zones between land and sea, so the environment is still affected by these two zones. With Indonesia's 108,000 kilometer coastline, the second longest coastline in the world, which is rich in potential natural resources, unfortunately this wealth has not been able to improve the welfare evenly among fishing communities on the coast, as the area closest to sea waters. This research aims to analyze the factors that cause the low level of welfare of fishing communities in the coastal area of ??Kaso, Darubiah Village, Bontobahari District, so that it can be used as a recommendation for managing coastal resources in other coastal areas. The research was carried out using a qualitative descriptive approach based on data collection in the field and reference studies supported by documentation. Interviews were conducted with fishing communities. The results of this research activity show that the cause of the low welfare of coastal communities is caused by several things, including overfishing, the influence of global climate change, contamination by pollutants which are the result of human activities on land or in the region. coast, low level of education and fishery product processing skills, lack of basic infrastructure such as roads and bridges to the coast, electricity and clean water as well as several other obstacles that require comprehensive government intervention. Several things that need to be done are community training and training in processing marine fishery products into something of high economic value, as well as carrying out efforts to diversify fishermen's income with activities that are not related to fishery products in anticipation if fishing activities are not possible due to bad weather.
Analisis Statistik Faktor-faktor yang Mempengaruhi Angka Stunting di Kalimantan Barat Warsidah, Warsidah; Ayyash, Muhammad Yahya; Priani , Wina; Satyahadewi , Neva
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1563

Abstract

Stunting merupakan satu di antara permasalahan gizi utama pada anak yang dihadapi Indonesia hingga saat ini. Stunting merupakan permasalahan kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi sehingga mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Kalimantan Barat merupakan provinsi ke-8 dari 10 provinsi dengan angka stunting tertinggi nasional. Penelitian membahas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi angka stunting di Kalimantan Barat menggunakan metode  analisis regresi linear berganda dengan mengukur besarnya pengaruh antara dua variable atau lebih variabel independen terhadap satu variable dependen. Data yang digunakan yaitu data angka stunting ( ), melahirkan pertama di usia kurang dari 20 tahun (MHPK20) ( ), pernikahan dini <19 tahun ( ), balita yang mendapatkan imunisasi lengkap ( ), rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak ( ), dan kemiskinan ( ) yang diperoleh dari laman BPS Kalimantan Barat dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka stunting di Kalimantan Barat dipengaruhi oleh angka melahirkan pertama pada usia kurang  dari 20 tahun (MHPK20) ( ), pernikahan dini <19 tahun ( ), balita berimunisasi lengkap ( ), serta rumah tangga yang memiliki sanitasi layak ( ), dengan koefisien determinasi sebesar 80,42%. Hal ini menunjukkan bahwa ada 4 faktor yang berpengaruh terhadap angka stunting di Kalimantan Barat yaitu, melahirkan pertama di usia kurang dari 20 tahun, pernikahan dini, balita berimunisasi lengkap dan akses terhadap sanitasi. Statistical Analysis of Factors Affecting Stunting Rates in West Kalimantan Abstract Stunting is one of the main nutritional problems faced by Indonesia to date. Stunting is a problem of malnutrition caused by a lack of nutritional intake, which results in disruption to the growth and development of children, namely the child's height is lower or shorter than the age standard. West Kalimantan is the 8th province out of 10 provinces with the highest national stunting rate. The research discusses the factors that influence the stunting rate in West Kalimantan using the multiple linear regression analysis method by measuring the magnitude of the influence between two or more independent variables on one dependent variable. The data used are data on stunting rates (Y), first birth at the age of less than 20 years (MHPK20) (X_1), early marriage <19 years (X_2), toddlers who receive complete immunization (X_3), households that have access to adequate sanitation (X_4), and poverty (X_5) obtained from the BPS West Kalimantan and Ministry of Health of the Republic of Indonesia pages in 2022. The results of this study show that the stunting rate in West Kalimantan is influenced by the number of first births at the age of less than 20 years (MHPK20 ) (X_1), early marriage <19 years (X_2), children with complete immunization (X_3), and households that have proper sanitation (X_4), with a coefficient of determination of 80.42%. This shows that there are 4 factors that influence the stunting rate in West Kalimantan, namely, first birth at the age of less than 20 years, early marriage, fully immunized toddlers and access to sanitation.
Persepsi Ibu Balita dalam Pemanfaatan Tanaman Obat sebagai Penambah Nafsu Makan Berbasis Tradisional dalam Upaya Pencegahan Stunting Ali, Nur Aini Abdurrahman; Ningsih, Murtiana
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1573

Abstract

Stunting masih menjadi masalah prioritas di Propinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kabupaten Bima. Salah satu penyebab masalah gizi adalah kurangnya asupan makanan dikarenakan anak susah makan. Namun Kabupaten Bima memiliki berbagai tanaman obat berbasis bahan alam lokal sebagai penambah nafsu makan pada balita susah makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi ibu balita dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan berbasis tradisional dalam meningkatkan nafsu makan pada balita sebagai upaya pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Fokus penelitian adalah untuk mngetahui lebih mendalam mengenai persepsi ibu balita dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan berbasis tradisional dalam upaya pencegahan stunting. Pemilihan informan menggunakan tekhnik purposive dan snowball. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Teknik analisa data menggunakan model miles and huberman. Hasil penelitian adalah ibu balita yang memanfaatkan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan pada balitanya memiliki persepsi bahwa tanaman obat berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan pada balitanya, merasa lebih aman digunakan karena tanpa bahan kimia dan sudah terbiasa digunakan secara turun-temurun, serta merasa lebih mudah mendapatkan bahannya. Keluarga sangat berperan dalam mendukung pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan, sehingga ibu balita tidak cepat menyerah dalam pola asuh pada anak yang kesulitan makan. Perceptions of Mothers of Toddlers on the Use of Traditional-Based Medicinal Plants as Appetite Enhancers in Efforts to Prevent Stunting Abstract Stunting is still a priority problem in West Nusa Tenggara Province, especially in Bima Regency. One of the causes of nutritional problems is a lack of food intake because children have difficulty eating. However, Bima Regency has various medicinal plants based on local natural ingredients to increase the appetite of toddlers who have trouble eating. This study aims to analyze the perceptions of mothers of toddlers regarding the use of traditional-based medicinal plants as appetite enhancers in increasing appetite in toddlers as an effort to prevent stunting. The research method uses a qualitative approach with a phenomenological design. The focus of the research is to find out more deeply about the perceptions of mothers of toddlers regarding the use of traditional-based medicinal plants as appetite enhancers in efforts to prevent stunting. The selection of informants used purposive and snowball techniques. Data collection was carried out by means of in-depth interviews, observation and documentation. Data validity techniques use source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model. The results of the research were that mothers of toddlers who used medicinal plants to increase the appetite of their toddlers had the perception that medicinal plants were efficacious in increasing the appetite of their toddlers, felt they were safer to use because they were without chemicals and had been used for generations. The family plays a very important role in supporting the use of medicinal plants to increase appetite, so that mothers of toddlers do not give up quickly in parenting children who have difficulty eating.
Perbandingan Kinerja Router Xiaomi Mi Router 4A dengan Firmware Bawaan dan OpenWRT dalam Pengoptimalan Fungsionalitas Haryanto, Edy
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1600

Abstract

Pengoptimalan router nirkabel menjadi semakin penting dalam era konektivitas yang meningkat pesat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja router Xiaomi Mi Router 4A dengan firmware bawaan dan OpenWRT, dengan fokus pada perbandingan fitur guna mengoptimalkan fungsionalitas perangkat keras. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi perbedaan yang signifikan dalam fitur yang ditawarkan oleh kedua firmware ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa literasi review dan analisis terkait fitur yang diberikan oleh firmware bawaan maupun firmware OpenWRT. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat perbedaan yang jelas dimana firmware OpenWRT lebih unggul dari aspek Kinerja, Stabilitas, Keamanan, Flesibilitas, dukungna komunitas, Research platform, Konfigurasi, dan Zero Cost jika dibandingkan dengan firmware bawaan dari router Xiaomi MI Router 4A. Fleksibilitas menjadi poin penting, dimana OpenWrt menyediakan lebih dari 27.000 paket yang siap diinstal dan mudah. Sehingga dapat dinyatakan bahwa pemilihan firmware secara signifikan dapat mempengaruhi fungsionalitas dan kemampuan router Xiaomi Mi Router 4A. Comparison of Xiaomi Mi Router 4A Router Performance with Default Firmware and OpenWRT in Functionality Optimization Abstract Wireless router optimization is becoming increasingly important in an era of rapidly increasing connectivity. This research aims to compare the performance of the Xiaomi Mi Router 4A router with stock firmware and OpenWRT, with a focus on comparing features to optimize hardware functionality. The main focus of the research was to identify significant differences in the features offered by these two firmwares. The method used in this research is a literary review and analysis regarding the features provided by the default firmware and OpenWRT firmware. The research results show that there are clear differences where the OpenWRT firmware is superior in terms of Performance, Stability, Security, Flexibility, Community Support, Research Platform, Configuration and Zero Cost when compared to the default firmware of the Xiaomi MI Router 4A router. Flexibility is a crucial point, as OpenWrt provides over 27,000 readily installable and easily accessible packages. Therefore, it can be stated that the choice of firmware significantly influences the functionality and capabilities of the Xiaomi Mi Router 4A.
Peran Wanita Masyarakat Dayak Desa Rodaya Kalimantan Barat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Lokal Apindiati, Rita Kurnia
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1605

Abstract

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Perempuan sub etnis Dayak Kanayatn adalah salah satu subetnis Dayak yang berdiam di beberapa tempat seperti bengkayan, Landak dan sekitarnya, dengan kebudayaan dalam bercocok tanam yang sudah turun temurun dan mengatur menu makanan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji peran Perempuan Wanita Dayak Kanayatn yang berdomisili di desa Rodaya Kabupaten Ledo dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara dengan wanita dan para tokoh masyarakat Rodaya Kalimantan Barat, didukung oleh dokumentasi foto sebagai data tambahan pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita Dayak Kanayatn yang banyak berdiam di desa Rodaya memiliki peran dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal melalui usaha-usaha pengaturan logistik kebutuhan pangan keluarga, seperti jenis bibit padi yang akan ditanam, banyaknya gabah yang harus digiling per periode waktu untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga, mengatur takaran beras yang harus dimasak perhari serta menu lauk yang akan dikonsumsi seharian seluruh anggota keluarga, sumber lauk dan cara memperolehnya. Selain itu, juga memikirkan usaha-usaha  lain yang dapat dilakukan di sela-sela tugasnya sebagai ibu rumah tangga, untuk meningkatkan pereokonomian keluarga. The Role of Women in the Dayak Community of Rodaya Village, West Kalimantan, in Achieving Local Food Security Abstract Food security is a condition where household food needs are met which is reflected in the availability of sufficient food, both in quantity and quality, safe, diverse, nutritious, equitable and affordable and not in conflict with the religion, beliefs and culture of the community, to be able to live a healthy life. , active and productive in a sustainable manner. Dayak Kanayatn sub-ethnic women are one of the Dayak sub-ethnics who live in several places such as Bengkayan, Landak and surrounding areas, with a culture of farming that has been passed down from generation to generation and regulating the family food menu. The aim of this research is to examine the role of Dayak Kanayatn women who live in Rodaya village, Ledo Regency in supporting local food security. This research was carried out based on a qualitative descriptive approach through observations and interviews with women and community leaders in Rodaya, West Kalimantan, supported by photo documentation as additional supporting data. The results of this research show that Kanayatn Dayak women who live in Rodaya village have a role in realizing local food security through efforts to regulate the logistics of family food needs, such as the type of rice seeds to be planted, the amount of grain that must be milled per period of time to meet needs. family food, determining the amount of rice that must be cooked per day as well as the menu of side dishes that will be consumed throughout the day by all family members, sources of side dishes and how to obtain them. Apart from that, she also thinks about other efforts that can be carried out in between her duties as a housewife, to improve the family's economy.
Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketahanan Pangan dan Adaptasinya oleh Masyarakat Pesisir Ashari, Asri Mulya
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1611

Abstract

Perubahan iklim global ditandai dengan naiknya volume permukaan air laut, intensitas curah hujan tinggi, dan gelombang/arus yang kuat. Hal ini berdampak pada kehidupan perekonomian di pesisir pulau Kabung. Luapan air laut yang sampai ke pemukiman tersebut menciutkan luar areal pertanian, sehingga produktivitas tanaman pangan akan makin menurun. Tingginya curah hujan dan arus gelombang yang kuat juga menyebabkan rutinitas bernelayan menjadi terganggu karena waktu untuk melaut sangat terbatas sehingga hasil tangkapan yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga nelayan juga mengalami penurunan yang drastis. Hal ini tentunya membutuhkan intervensi pemerintah dan seluruh pihak terkait, selain masyarakat pesisir Kabung melakukan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak perubahan iklim terhadap ketahan pangan dan adaptasi masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui observasi di lapangan dan wawancara dengan masyarakat setempat terutama yang terdampak oleh kondisi perubahan iklim tersebut menggunakan acuan/pedoman wawancara tidak terstruktur sehingga data yang diperoleh lebih mendalam (depth interview). Hasil penelitian menunjukkan perubahan iklim memberikan dampak buruk terhadap tingkat perekonomian masyarakat, disebabkan oleh karena kurangnya hasil tangkapan sehingga keluarga nelayan di pesisir  sangat sulit medorong tercapainya ketahanan pangan lokal. The Impact of Climate Change on Food Security and Its Adaptation by Coastal Communities Abstract Global climate change is characterized by rising sea level volume, high rainfall intensity, and strong waves/currents. This has an impact on economic life on the coast of Kabung Island. The overflow of sea water that reaches settlements will shrink agricultural areas, so that the productivity of food crops will decrease further. High rainfall and strong wave currents also cause fishing routines to be disrupted because time to go to sea is very limited so that the catch that can be sold to meet the living needs of fishing families also experiences a drastic decline. This of course requires intervention from the government and all related parties, apart from the Kabung coastal community, to adapt to the impacts of climate change. The aim of this research is to examine the impact of climate change on food security and community adaptation to the impacts it causes. The research was carried out using a descriptive qualitative approach, through field observations and interviews with local communities, especially those affected by climate change conditions, using unstructured interview references/guidelines so that the data obtained was more in-depth (depth interviews). The results of the research show that climate change has a negative impact on the community's economic level, due to the lack of catches, making it very difficult for fishing families on the coast to achieve local food security.
Dilematika Pertumbuhan Pariwisata Pasca Pandemik dan Penertiban Hukum untuk Imigran di Denpasar Bali Tahir, Muhammad; Hendrianto, El; Had, Abunawas
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1615

Abstract

Pulau Bali, sebagai pemenang Travelers Choice Best of the Best 2021 oleh TripAdvisor, telah mengalami dampak serius dari pandemi COVID-19. Perekonomian pulau ini terganggu oleh pembatasan perjalanan dan penutupan bandara internasional, menyebabkan penurunan signifikan dalam jumlah wisatawan. Pasca pandemi, Bali menghadapi hambatan pemulihan, termasuk fluktuasi harga komoditas global akibat perang Rusia-Ukraina. Wisatawan asing, termasuk dari Rusia dan Ukraina, memanfaatkan kondisi ini dengan berbagai kegiatan, termasuk bekerja tanpa izin. Perilaku beragam wisatawan dan pelanggaran terhadap budaya lokal menimbulkan dilema antara meningkatkan pariwisata dan menjaga citra pulau Bali yang ramah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik untuk menganalisis fenomena ini melalui kajian referensi seperti artikel akademis, laporan industri pariwisata, dan kebijakan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa, sementara pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi Bali, perlu adanya keseimbangan antara pertumbuhan sektor ini dan perlindungan hak pekerja lokal. Langkah-langkah penegakan hukum, seperti Satuan Tugas dan peraturan daerah, telah diambil untuk menertibkan wisatawan asing yang melanggar aturan. Namun, terdapat dilema kompleks antara penegakan hukum yang tegas dan menjaga citra ramah Bali. Kesimpulannya, intervensi pemerintah dan kerja sama antara pihak berwenang dan pelaku industri diperlukan untuk menjaga keseimbangan ini demi keberlanjutan pariwisata Bali. The Dilemma of Tourism Growth Post-Pandemic and Law Enforcement on Foreign Tourists in Bali Abstract Bali, recognized as the Travelers Choice Best of the Best 2021 by TripAdvisor, has faced significant impacts from the COVID-19 pandemic. The island's economy suffered disruptions due to travel restrictions and the closure of international airports, leading to a substantial decrease in tourist numbers. In the post-pandemic era, Bali encounters hurdles in recovery, including global commodity price fluctuations due to the Russia-Ukraine war. Foreign tourists, including those from Russia and Ukraine, exploit these conditions engaging in various activities, including unauthorized employment. Diverse tourist behaviors and violations of local culture pose a dilemma between boosting tourism and preserving Bali's friendly image. This research utilizes a descriptive-analytical approach to analyze these phenomena through reference studies such as academic articles, tourism industry reports, and relevant policies. The findings indicate that, while tourism significantly contributes to Bali's economy, there is a need for a balance between the growth of this sector and the protection of local workers' rights. Law enforcement measures, such as the Task Force and local regulations, have been implemented to regulate foreign tourists violating rules. However, a complex dilemma exists between rigorous law enforcement and maintaining Bali's welcoming image. In conclusion, government intervention and collaboration between authorities and industry stakeholders are necessary to maintain this balance for the sustainability of Bali's tourism.
Profil FoodHabits pada Keluarga Nelayan di Pesisir Sebagai Pendukung Ketahanan Pangan Nurdiansyah , Syarif Irwan; Warsidah, Warsidah; Helena, Shifa; Amran, Arman
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1620

Abstract

Kebutuhan pangan semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, di sisi lain lahan pertanian makin menciut karena adanya konversi lahan dan dampak dari perubahan iklim. Produktivitas pangan yang cenderung stagnan menjadi masalah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat  Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, yaitu suatu usaha pemerintah yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan melalui ketersediaan dan pengolahan dari sumber daya lokal. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkaji tentang foodhabits (kebiasaan konsumsi pangan) dari masyarakat Pesisir Desa Nibung untuk dijadikan database atau model foodhabits dalam usaha peningkatan ketahanan pangan lokal Masyarakat pesisir, sebagai daya dukung dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan dilakukan selama 2 bulan, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memberikan gambaran terkait pola dan kebiasaan konsumsi pangan tersebut, melalui observasi dan informasi langsung dengan masyarakat setempat. Data ini bisa menjadi dasar dalam usaha peningkatan ketahanan pangan masyarakat pesisir, melalui usaha pengadaan sumber pangan yang berkelanjutan berdasarkan foodhabits masyarakat pesisir tersebut, sertanya adanya kemampuan adaptasi masyarakat terhadap ketersediaan sumber pangan dalam kondisi apapun. Food Habits Patterns in Fisherman's Families on the Coast to Support Food Security Abstract Food needs are increasing along with population growth, on the other hand, agricultural land is shrinking due to land conversion and the impact of climate change. Food productivity which tends to be stagnant is a problem in meeting the needs of the Indonesian people, especially in realizing national food security, which is a government effort that aims to meet the needs of the community in a sustainable manner through the availability and processing of local resources. The aim of this activity is to study the food habits (food consumption habits) of the Nibung Village Coastal Community to be used as a database or food habit model in an effort to increase local food security in coastal communities, as a supporting capacity in realizing national food security. Activities were carried out for 2 months, using a qualitative descriptive method by providing an overview of food consumption patterns and habits, through direct observation and information with the local community. This data can be the basis for efforts to increase the food security of coastal communities, through efforts to procure sustainable food sources based on the coastal communities' food habits, as well as the community's ability to adapt to the availability of food sources in any condition.
Analysis of the Understanding Profile of PPG DALJAB Students Regarding the Pancasila Profile Student in Mardeka Curriculum Learning Hunaepi, Hunaepi; Suastra, I Wayan; Atmadja, Ananta Wikrama Tungga
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1626

Abstract

This research aims to analyze the understanding of PPG Teachers regarding the profile of Pancasila Students in the context of the Merdeka Belajar Curriculum. The research employed a descriptive study method, involving 37 PPG students in Category I In-Service Training, batch 3 of the year 2023 at the University of Education Mandalika as respondents. The instrument used was a closed questionnaire with 5 indicators, covering teachers' understanding of Pancasila values, integration of Pancasila values in teaching modules, perceptions of the relevance of Pancasila values in the learning process, the impact of implementing the Pancasila student profile, and challenges faced in integrating Pancasila values. The questionnaire was validated and tested for reliability, yielding a Cronbach's Alpha value of 0.872. The research findings indicate that PPG students have a good understanding of Pancasila values. However, challenges exist in effectively integrating these values into the learning process. Potential recommendations for further research suggest exploring various aspects to provide a more comprehensive insight into the integration of Pancasila values within the Merdeka Belajar Curriculum context. Key areas of focus include effective teaching strategies, the influence of curriculum implementation, training and development for teachers, and student participation. Further research in these areas is expected to contribute significantly to understanding and implementing Pancasila values in education.