cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 493 Documents
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar melalui PBL Berbasis HOTS pada Muatan Pendidikan Pancasila Anggraeni, I'in Genia; Husni, Muhammad; Rodiyah, Hadiatul; Lestarini, Yuniar
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6875

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV pada muatan Pendidikan Pancasila di MI NWDI 01 Kelayu menjadi urgensi penelitian ini, yang terlihat dari kecenderungan siswa menghafal sila-sila Pancasila tanpa memahami maknanya serta kesulitan mengemukakan pendapat dan alasan logis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa, serta perbedaan keterampilan tersebut sebelum dan sesudah penerapan model. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas IV MI NWDI 01 Kelayu yang ditentukan melalui sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian keterampilan berpikir kritis (10 butir soal, 7 valid dengan uji Product Moment Pearson dan reliabilitas Alpha Cronbach) serta lembar observasi aktivitas siswa. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Paired Samples t-Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 30,00 meningkat menjadi 67,56 pada posttest. Hasil uji Paired Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 (< 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,54 termasuk kategori sedang. Simpulannya, model pembelajaran PBL berbasis HOTS berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dan menunjukkan peningkatan kemampuan setelah pembelajaran.   Improving Elementary School Students' Critical Thinking Skills through HOTS-Based PBL in Pancasila Education Abstract The low critical thinking skills of fourth-grade students in Pancasila Education content at MI NWDI 01 Kelayu underlie the urgency of this study, as shown by students' tendency to memorize the principles of Pancasila without understanding their meaning and their difficulty in expressing logical opinions and reasons. This study aims to determine the effect of the Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based Problem Based Learning (PBL) model on students' critical thinking skills, and the difference in these skills before and after the implementation of the model. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects were 18 fourth-grade students of MI NWDI 01 Kelayu determined through saturated sampling. Data were collected using a critical-thinking essay test (10 items, 7 valid based on the Pearson Product Moment test, with reliability calculated using Cronbach's Alpha) and a student-activity observation sheet. Data analysis techniques included descriptive analysis, the Shapiro-Wilk normality test, the Paired Samples t-Test, and the N-Gain test. The results showed that the average pretest score of 30.00 increased to 67.56 in the posttest. The Paired Samples t-Test showed a significance value of < 0.001 (< 0.05), so H0 was rejected and Ha was accepted. The average N-Gain value of 0.54 was categorized as moderate. In conclusion, the HOTS-based PBL learning model has a significant effect on students' critical thinking skills and shows an increase in ability after learning.
Kesiapan dan Implementasi Manajemen Keuangan Digital pada UMKM Sektor Perikanan di Kota Bitung Sonu, Sri Sunarni; Makalalag, Magdalena
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6952

Abstract

Digitalisasi manajemen keuangan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas informasi UMKM, tetapi kesiapan digital tidak selalu berubah menjadi implementasi manajerial yang terintegrasi. Penelitian ini menganalisis kesiapan dan implementasi manajemen keuangan digital pada 12 UMKM sektor perikanan di Kota Bitung melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus multipel. Dua belas pemilik, pengelola, atau tenaga administrasi masing-masing mewakili satu UMKM. Kesiapan dianalisis melalui konteks teknologi, organisasi, dan lingkungan dalam kerangka Technology–Organization–Environment (TOE), sedangkan implementasi ditelaah pada tujuh fungsi: pembayaran, pencatatan, penganggaran, arus kas, pelaporan, monitoring/pengendalian, dan penggunaan informasi untuk keputusan. Dua belas wawancara individual dilaksanakan pada 3–27 Agustus 2026 selama 37–58 menit; sepuluh direkam dengan izin dan dua didokumentasikan melalui catatan lapangan. Analisis menggunakan pengodean berbasis codebook, pemeriksaan empat kasus oleh coder pendamping, analisis dalam kasus, dan perbandingan lintas kasus; tidak ada kategori utama baru pada sesi ke-10 sampai ke-12. Pembayaran digital ditemukan pada 12 kasus, pencatatan pada 9, penganggaran pada 4, arus kas pada 6, pelaporan pada 5, monitoring/pengendalian pada 5, dan penggunaan informasi untuk keputusan pada 6. Empat kasus (AR, FK, DK, dan HA) menunjukkan kategori kesiapan lebih tinggi daripada implementasi, sedangkan RT, YP, MR, dan VL menunjukkan kesiapan dan implementasi sama-sama tinggi. Temuan mendukung readiness–implementation gap sebagai pola analitis lintas kasus: teknologi menyediakan kondisi pemungkin, sedangkan kompetensi, pembagian peran, disiplin data, dan dukungan lingkungan tampak memengaruhi konversi kapasitas digital menjadi rutinitas keuangan terintegrasi. Readiness and Implementation of Digital Financial Management in Fisheries MSMEs in Bitung City Abstract Digital financial management can improve MSME efficiency and information quality, yet digital readiness does not necessarily develop into integrated managerial implementation. This study examines readiness and implementation across 12 fisheries MSMEs in Bitung City using a descriptive qualitative multiple-case design. Twelve owners, managers, or administrative staff each represent one MSME case. Readiness is analyzed through the technological, organizational, and environmental contexts of the Technology–Organization–Environment (TOE) framework, while implementation is examined across seven functions: payment, recordkeeping, budgeting, cash-flow management, reporting, monitoring/control, and information use for decision making. Twelve individual interviews were conducted from 3–27 August 2026 for 37–58 minutes; ten were audio-recorded with permission and two relied on field notes. Analysis used codebook-guided coding, secondary review of four purposively selected cases, within-case analysis, and cross-case comparison; no major new category emerged in sessions 10–12. Digital payment was documented in 12 cases, recordkeeping in 9, budgeting in 4, cash-flow management in 6, reporting in 5, monitoring/control in 5, and information use in 6. Four cases (AR, FK, DK, and HA) show a higher readiness category than implementation, whereas RT, YP, MR, and VL show high readiness and high implementation. The findings support the readiness–implementation gap as an analytical cross-case pattern: technology provides enabling conditions, while competence, role division, data discipline, and environmental support appear to shape the conversion of digital capacity into integrated financial routines.
Kajian Yuridis Normatif Tentang Pembagian Harta Warisan Dalam Hukum Keluarga Islam Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Fiqh Klasik Haikal, Lalu Wily Febrian; Mujib, Lalu Supriadi Bin Mujib
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6983

Abstract

Pembagian harta warisan dalam hukum keluarga Islam di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat adanya ketegangan normatif antara Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan fiqh klasik yang belum terselesaikan secara akademis. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara yuridis normatif persamaan dan perbedaan pengaturan pembagian harta warisan antara KHI dan fiqh klasik serta mengidentifikasi titik-titik inkonsistensi yang berpotensi mengganggu kepastian hukum dalam praktik peradilan agama. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan library research, statute approach, dan conceptual approach terhadap KHI, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama, dan literatur fiqh klasik. Hasil penelitian menemukan bahwa KHI mengandung sejumlah ketentuan yang tidak sepenuhnya selaras dengan fiqh klasik, terutama pada aspek wasiat wajibah bagi anak angkat dalam Pasal 209, interpretasi radd dalam Pasal 193, dan integrasi konsep harta bersama ke dalam sistem kewarisan Islam; ketidakseragaman interpretasi hakim atas pasal-pasal tersebut terbukti menimbulkan inkonsistensi putusan di lingkungan Pengadilan Agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KHI merupakan produk rekonstruksi hukum yang unik, dan pembaruannya secara komprehensif menjadi keniscayaan akademis demi terwujudnya kepastian hukum kewarisan Islam di Indonesia.   A Normative Juridical Study on the Distribution of Inheritance in Islamic Family Law: A Perspective of the Compilation of Islamic Law and Classical Fiqh Abstract The distribution of inheritance in Islamic family law in Indonesia faces serious challenges due to unresolved normative tensions between the Compilation of Islamic Law (Kompilasi Hukum Islam/KHI) and classical fiqh that have yet to be addressed comprehensively in academic discourse. This study aims to normatively and juridically analyze the similarities and differences in inheritance distribution regulations between KHI and classical fiqh, while identifying points of inconsistency that potentially undermine legal certainty in religious court practice. The research employs a normative juridical method through a library research approach, combining statute approach and conceptual approach toward KHI, Law Number 3 of 2006 on Religious Courts, and classical fiqh literature. The findings reveal that KHI contains several provisions that are not fully aligned with classical fiqh, particularly regarding wasiat wajibah for adopted children under Article 209, the interpretation of radd under Article 193, and the integration of the concept of joint marital property (harta bersama) into the Islamic inheritance system; the non-uniformity of judicial interpretation of these articles has been shown to produce inconsistent verdicts within the Religious Court system. This study concludes that KHI represents a unique legal reconstruction product, and its comprehensive reform is an academic necessity for achieving legal certainty in Islamic inheritance law in Indonesia.