cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 493 Documents
Peran Dukungan Institusi dan Dukungan Administrasi dalam Meningkatkan Kepatuhan Pengisian Beban Kerja Dosen Melalui Aplikasi SISTER Syaharuddin, Syaharuddin; Hidayat, Rahmad; Candra, Candra; Urfina, Yasyifa Dian; Ningsih, Nurut Hidayati Indra; Hayati, Mardiyah
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6285

Abstract

Implementasi aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) dalam pengelolaan Beban Kerja Dosen (BKD) memerlukan dukungan institusi dan administrasi yang memadai untuk meningkatkan kepatuhan serta ketepatan waktu pelaporan kinerja dosen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan dukungan institusi dan dukungan administrasi terhadap kepatuhan serta ketepatan waktu pengisian BKD melalui aplikasi SISTER. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert lima poin yang disebarkan secara daring kepada 66 dosen Universitas Muhammadiyah Mataram, terdiri atas 32 dosen laki-laki dan 34 dosen perempuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi memiliki koefisien determinasi (R²) sebesar 0,099, yang berarti dukungan institusi dan dukungan administrasi mampu menjelaskan 9,9% variasi kepatuhan dan ketepatan waktu pengisian BKD. Uji simultan menunjukkan model regresi signifikan dengan p-value = 0,038 (<0,05), sedangkan uji parsial menunjukkan bahwa dukungan institusi (p-value = 0,587) dan dukungan administrasi (p-value = 0,188) belum berpengaruh signifikan secara individual terhadap kepatuhan dan ketepatan waktu pengisian BKD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lain di luar dukungan institusi dan administrasi kemungkinan memiliki peran lebih besar terhadap perilaku pengisian BKD. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi untuk merumuskan kebijakan peningkatan kompetensi digital dosen, optimalisasi kualitas aplikasi SISTER, serta penguatan sistem pendampingan dan monitoring guna meningkatkan efektivitas pengelolaan BKD. The Role of Institutional and Administrative Support in Improving Faculty Workload Reporting Compliance Through the SISTER Application Abstract The implementation of the Integrated Human Resources Information System (SISTER) in managing lecturers' workload (BKD) requires adequate institutional and administrative support to improve lecturers' compliance and timeliness in performance reporting. This study aimed to examine the relationship between institutional support and administrative support and lecturers' compliance and timeliness in completing BKD through the SISTER application. The study employed a quantitative approach with a survey design. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire distributed online to 66 lecturers at Universitas Muhammadiyah Mataram, consisting of 32 male and 34 female lecturers. The data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression to examine the effects of the independent variables on the dependent variable. The results showed that the regression model had a coefficient of determination (R²) of 0.099, indicating that institutional support and administrative support explained 9.9% of the variation in compliance and timeliness in completing BKD. The simultaneous test showed that the regression model was significant (p-value = 0.038 < 0.05), while the partial tests indicated that institutional support (p-value = 0.587) and administrative support (p-value = 0.188) did not have significant individual effects on compliance and timeliness in completing BKD. The study concludes that factors beyond institutional and administrative support may play a greater role in lecturers' BKD completion behavior. These findings may serve as a basis for higher education institutions to formulate policies for improving lecturers' digital competencies, optimizing the quality of the SISTER application, and strengthening mentoring and monitoring systems to improve the effectiveness of BKD management.
Tata Kelola Kolaboratif dalam Penanganan Gangguan Listrik Akibat Cuaca Ekstrem: Studi pada PT PLN (Persero) dan BMKG di Kota Lhokseumawe Amelia, Putri; Adawiyah, Rabiatul; Aruni, Fidhia; Syukri, Syukri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6336

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seringnya terjadi gangguan listrik akibat cuaca ekstrem di Kota Lhokseumawe yang berdampak pada aktivitas masyarakat dan kualitas pelayanan publik. Penanganan gangguan tersebut membutuhkan kerja sama antarlembaga melalui pendekatan tata kelola kolaboratif. Meskipun kajian collaborative governance telah berkembang pada penanggulangan bencana, pelayanan publik, dan ketahanan infrastruktur, belum banyak kajian yang menjelaskan bagaimana informasi peringatan cuaca diterjemahkan menjadi koordinasi operasional untuk menjaga kontinuitas layanan listrik pada tingkat kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola kolaboratif antara PT PLN (Persero) dan BMKG dalam penanganan gangguan listrik akibat cuaca ekstrem serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan dari PT PLN (Persero), BMKG, dan masyarakat terdampak. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif dalam penanganan gangguan listrik akibat cuaca ekstrem di Kota Lhokseumawe belum berjalan optimal. Koordinasi antara PT PLN (Persero) dan BMKG masih terbatas dan belum didukung mekanisme kerja sama khusus maupun standar operasional prosedur (SOP) yang terintegrasi. Informasi cuaca yang digunakan PT PLN (Persero) masih bersumber dari informasi umum yang dipublikasikan BMKG. Faktor pendukung kolaborasi meliputi keterbukaan informasi cuaca dan partisipasi masyarakat dalam pelaporan gangguan listrik, sedangkan faktor penghambat meliputi lemahnya koordinasi antarlembaga, belum adanya forum komunikasi khusus, dan keterbatasan mekanisme kolaborasi formal. Collaborative Governance in Handling Power Outages Caused by Extreme Weather: A Study of PT PLN (Persero) and BMKG in Lhokseumawe City Abstract This study was motivated by the frequent occurrence of power outages caused by extreme weather in Lhokseumawe City, which affect community activities and the quality of public services. Handling these disruptions requires inter-institutional cooperation through a collaborative governance approach. Although collaborative governance research has expanded across disaster management, public services, and infrastructure resilience, limited attention has been given to how weather-warning information is translated into operational coordination to maintain electricity service continuity at the city level. This study aims to analyze the collaborative governance between PT PLN (Persero) and the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) in handling power outages caused by extreme weather, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving informants from PT PLN (Persero), BMKG, and the affected community. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that collaborative governance in handling power outages caused by extreme weather in Lhokseumawe City has not been implemented optimally. Coordination between PT PLN (Persero) and BMKG remains limited and is not yet supported by a specific cooperation mechanism or an integrated standard operating procedure (SOP). The weather information used by PT PLN (Persero) is still derived from general information published by BMKG. Supporting factors include open weather information and community participation in reporting outages, while inhibiting factors include weak inter-agency coordination, the absence of a dedicated communication forum, and limited formal collaboration mechanisms.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Kreativitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII MTS NW KORLEKO Saparwadi , Lalu; Riswanto, Agus; Sholihah, Isfi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa kelas VIII MTs NW Korleko. Penelitian terdahulu lebih banyak menilai kreativitas atau hasil belajar secara terpisah dan masih terbatas pada konteks Madrasah Tsanawiyah, sehingga penelitian ini berupaya mengisi celah tersebut dengan menguji kedua luaran secara bersamaan pada konteks madrasah, tanpa bermaksud mengklaim pembaruan (novelty) yang besar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental Non-equivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas 36 siswa, yaitu kelompok eksperimen (n = 18) yang mengikuti pembelajaran berbantuan Canva dan kelompok kontrol (n = 18) yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penentuan kelompok perlakuan dilakukan pada dua kelas yang telah terbentuk, sedangkan keanggotaan siswa dalam kelas tidak diacak. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket kreativitas yang diberikan setelah perlakuan tanpa pretest kreativitas. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji Levene, independent samples t-test, dan perhitungan effect size Cohen's d dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kreativitas kelompok eksperimen pada pengukuran akhir secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, t(34) = 3,980, p < 0,001, dengan Cohen's d = 1,33 (efek besar); karena kreativitas hanya diukur setelah perlakuan, temuan ini mencerminkan perbedaan pada pengukuran akhir, bukan bukti langsung adanya peningkatan. Pada hasil belajar, independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, t(34) = 0,054, p = 0,958. Dengan demikian, penggunaan Canva pada penelitian ini berkaitan dengan skor kreativitas akhir yang lebih tinggi, tetapi belum menunjukkan keunggulan pada hasil belajar kognitif. The Effect of Using the Canva Application as a Learning Medium on the Creativity and Learning Outcomes of Grade VIII Students at MTs NW Korleko Abstract This study aims to examine the effect of using Canva as a learning medium on the creativity and learning outcomes of eighth-grade students at MTs NW Korleko. Prior studies have more often assessed creativity or learning outcomes separately and remain limited within the context of Islamic junior secondary schools (Madrasah Tsanawiyah); this study seeks to address that gap by examining both outcomes together in this context, without claiming substantial novelty. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental Non-equivalent Control Group Design. The sample consisted of 36 students: an experimental group (n = 18) receiving Canva-assisted instruction and a control group (n = 18) receiving conventional instruction. Treatment assignment was made at the class level, while individual students remained in their pre-existing classes. Data were collected using a learning-outcome test and a creativity questionnaire administered after the treatment, with no creativity pretest conducted. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk test, Levene's test, independent samples t-test, and Cohen's d effect size with SPSS version 22. The results showed that the experimental group's post-treatment creativity scores were significantly higher than the control group's, t(34) = 3.980, p < .001, with Cohen's d = 1.33 (large effect); because creativity was measured only after the treatment, this finding reflects a difference at the final measurement rather than direct evidence of an increase. For learning outcomes, the independent samples t-test showed no significant difference between groups, t(34) = 0.054, p = .958. Thus, Canva use was associated with higher final creativity scores but did not demonstrate an advantage in cognitive learning outcomes in this study.
Pengaruh Media Pembelajaran Google Sites dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X MA NW Korleko Hidayatussani, Julian; Susilawati, Susilawati; Mispandi, Mispandi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6454

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran menunjukkan perlunya kajian mengenai kontribusi media pembelajaran berbasis teknologi terhadap proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi penggunaan Google Sites dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap motivasi belajar siswa kelas X MA NW Korleko secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri atas 46 siswa kelas X MA NW Korleko, dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang terdiri atas 26 item pernyataan. Instrumen penelitian memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,869. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Sites memiliki kontribusi positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai t sebesar 3,624 dan signifikansi 0,001 (p < 0,05). Sebaliknya, pemanfaatan TIK secara parsial tidak menunjukkan kontribusi signifikan dengan nilai t sebesar 1,173 dan signifikansi 0,247 (p > 0,05). Secara simultan, Google Sites dan pemanfaatan TIK berkontribusi signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai F sebesar 14,306 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,372 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 37,2% variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa media digital yang lebih terstruktur seperti Google Sites memiliki kontribusi yang lebih kuat dibandingkan pemanfaatan TIK secara umum dalam mendukung motivasi belajar siswa. The Influence of Google Sites Learning Media and the Utilization of Information and Communication Technology (ICT) on the Learning Motivation of Grade X Students at MA NW Korleko Abstract Low student learning motivation and the suboptimal utilization of digital technology in learning indicate the need to examine the contribution of technology-based learning media to the learning process. This study aims to analyze the contribution of Google Sites utilization and Information and Communication Technology (ICT) use to the learning motivation of Grade X students at MA NW Korleko, both partially and simultaneously. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The study population consisted of 46 Grade X students at MA NW Korleko, and the entire population was selected as the sample using a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 26 statement items. The research instrument met the validity and reliability criteria, with a Cronbach’s Alpha value of 0.869. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS after fulfilling classical assumption tests. The results showed that Google Sites utilization had a positive and significant contribution to students’ learning motivation, with a t-value of 3.624 and a significance value of 0.001 (p < 0.05). In contrast, ICT utilization did not show a significant partial contribution to learning motivation, with a t-value of 1.173 and a significance value of 0.247 (p > 0.05). Simultaneously, Google Sites utilization and ICT use significantly contributed to students’ learning motivation, with an F-value of 14.306 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). The Adjusted R Square value of 0.372 indicates that both variables explained 37.2% of the variation in students’ learning motivation. These findings suggest that structured digital learning media, such as Google Sites, provide a stronger contribution than general ICT utilization in supporting students’ learning motivation.
ANALISIS TINGKAT FUNDAMENTAL MOTOR SKILLS (FMS) PADA SISWA SDN 1 PIONG Musmualiadin, Musmualiadin; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Kurniawan, Edi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6480

Abstract

Fundamental Motor Skills (FMS) merupakan keterampilan gerak dasar yang menjadi fondasi bagi perkembangan kemampuan motorik, partisipasi dalam aktivitas fisik, dan pembentukan gaya hidup aktif pada anak usia sekolah dasar. Penguasaan FMS yang baik berperan penting dalam mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional anak sehingga perlu diidentifikasi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat Fundamental Motor Skills (FMS) siswa SDN 1 Piong menggunakan Test of Gross Motor Development-Second Edition (TGMD-2). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen TGMD-2 yang mengukur keterampilan lokomotor (run, gallop, hop, leap, horizontal jump, dan slide) serta keterampilan manipulatif (strike, dribble, catch, kick, overhand throw, dan underhand roll). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai minimum, maksimum, rata-rata, simpangan baku, frekuensi, dan persentase dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan lokomotor sebesar 14,60 ± 1,28, dengan keterampilan hop memperoleh nilai rata-rata tertinggi (2,73 ± 0,45) dan leap terendah (1,97 ± 0,18). Pada keterampilan manipulatif diperoleh rata-rata skor 15,53 ± 1,63, dengan dribble dan kick memiliki nilai rata-rata tertinggi (2,67 ± 0,48), sedangkan overhand throw memiliki nilai rata-rata terendah (2,50 ± 0,51). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penguasaan FMS siswa masih bervariasi pada setiap komponen keterampilan.   Analysis of Fundamental Motor Skills (FMS) Among Students at SDN 1 Piong Abstract Fundamental Motor Skills (FMS) constitute the foundation for children's motor development and play a critical role in promoting physical activity, sports participation, and lifelong healthy lifestyles. Assessing FMS proficiency among elementary school students is essential for identifying movement competence and providing evidence for designing appropriate physical education programs. This study aimed to analyze the level of Fundamental Motor Skills (FMS) among students at SDN 1 Piong using the Test of Gross Motor Development–Second Edition (TGMD-2). A quantitative descriptive research design was employed involving 30 elementary school students selected through purposive sampling. Data were collected using the TGMD-2, which assesses six locomotor skills (run, gallop, hop, leap, horizontal jump, and slide) and six object-control skills (strike, dribble, catch, kick, overhand throw, and underhand roll). The data were analyzed using descriptive statistics, including minimum and maximum scores, means, standard deviations, frequencies, and percentages with IBM SPSS Statistics version 29. The findings indicated that the mean locomotor score was 14.60 ± 1.28, with hop demonstrating the highest mean score (2.73 ± 0.45) and leap the lowest (1.97 ± 0.18). For object-control skills, the mean total score was 15.53 ± 1.63, where dribble and kick achieved the highest mean scores (2.67 ± 0.48), while overhand throw obtained the lowest (2.50 ± 0.51). These findings suggest that students' FMS proficiency varied across individual movement components, indicating that motor skill development had not yet reached a balanced level.
Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja Akibat Keikutsertaan dalam Serikat Pekerja Kiman, Christopher Arbun; Ferianto, Roy Jinto; Roodlin, M. Amilun; Oktafianto, Andi Riswan; Kurniati, Yeti
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6518

Abstract

Kebebasan berserikat merupakan hak fundamental pekerja yang dijamin dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia, tetapi perlindungannya menghadapi persoalan ketika pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi setelah pekerja membentuk atau menjalankan aktivitas serikat pekerja. Penelitian terdahulu telah banyak membahas PHK, kebebasan berserikat, dan union busting, tetapi belum secara khusus menguji ketegangan antara alasan efisiensi sebagai legal justification PHK dan kemungkinan adanya motif anti-serikat dalam perkara konkret hingga tingkat Mahkamah Agung. Penelitian ini bertujuan menganalisis legalitas PHK dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 815 K/Pdt.Sus-PHI/2016 serta konstruksi perlindungan hukum terhadap pekerja dalam konteks kebebasan berserikat. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan statute approach dan case approach. Bahan hukum utama meliputi peraturan ketenagakerjaan dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 815 K/Pdt.Sus-PHI/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan mendasarkan PHK terhadap lima pekerja pada alasan efisiensi. Pengadilan Hubungan Industrial menyatakan PHK tidak sah dan memerintahkan pekerja dipekerjakan kembali, sedangkan Mahkamah Agung mengabulkan kasasi perusahaan, membatalkan putusan tersebut, menerima alasan efisiensi, dan memberikan hak kompensasi kepada pekerja. Meskipun terdapat kedekatan waktu antara pembentukan serikat pekerja dan PHK, fakta tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan union busting. Temuan ini menunjukkan pentingnya membedakan alasan formal PHK dari pembuktian motif anti-serikat serta memperkuat perlindungan melalui pencegahan, penyelesaian perselisihan, dan pemulihan hak pekerja. Legal Protection for Workers Who Experience Termination of Employment Due to Their Participation in Trade Unions Abstract Freedom of association is a fundamental right of workers guaranteed under Indonesian labor law, yet its protection remains problematic when termination of employment occurs after workers establish or engage in trade union activities. Previous studies have extensively examined termination of employment, freedom of association, and union busting, but have not specifically examined the tension between efficiency as a legal justification for termination and the possibility of an anti-union motive in a case adjudicated by the Supreme Court. This study aims to analyze the legality of termination of employment in Supreme Court Decision Number 815 K/Pdt.Sus-PHI/2016 and the legal protection afforded to workers in the context of freedom of association. This study employs a normative juridical method using a statute approach and a case approach. The primary legal materials consist of labor regulations and Supreme Court Decision Number 815 K/Pdt.Sus-PHI/2016. The findings show that the company based the termination of five workers on efficiency grounds. The Industrial Relations Court declared the termination unlawful and ordered the workers to be reinstated, whereas the Supreme Court granted the company's appeal, overturned the decision, accepted efficiency as the basis for termination, and awarded compensation to the workers. Although there was a temporal proximity between the establishment of the trade union and the termination, this fact alone does not establish union busting. The findings demonstrate the importance of distinguishing the formal justification for termination from evidence of an anti-union motive and strengthening legal protection through preventive measures, dispute resolution, and the restoration of workers' rights.
Analisis Perbedaan Keterampilan Teknik Gyaku-Tsuki antara Atlet yang Menggunakan Latihan Target Tetap dan Target Bergerak pada Dojo Karate Jonggat Prestasi Utari , Yunik Dina; Salabi, Muhammad; Kurniawan, Edi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6527

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan teknik Gyaku-Tsuki antara atlet yang menggunakan latihan target tetap dan target bergerak pada Dojo Karate Jonggat Prestasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif non-eksperimental. Sampel berjumlah 60 atlet yang terdiri atas 30 atlet kelompok target tetap dan 30 atlet kelompok target bergerak, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Keterampilan teknik Gyaku-Tsuki diukur menggunakan instrumen yang mengacu pada Srianto et al. (2023), meliputi aspek sikap awal, pelaksanaan, dan gerak lanjutan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok target tetap memperoleh skor rata-rata 2,76 dengan standar deviasi 0,607, sedangkan kelompok target bergerak memperoleh rata-rata 3,03 dengan standar deviasi 0,663. Hasil uji Independent Samples t-test menunjukkan nilai t(58) = -1,639 dengan nilai signifikansi 0,107 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan teknik Gyaku-Tsuki antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan teknik Gyaku-Tsuki tidak semata-mata ditentukan oleh jenis target latihan, tetapi juga berkaitan dengan koordinasi kinetic chain, kontrol neuromuskular, timing, kemampuan perseptual-motorik, dan pengalaman latihan atlet. Dengan demikian, target tetap dan target bergerak dapat digunakan secara saling melengkapi dalam pengembangan keterampilan teknik karate.   Analysis of Differences in Gyaku-Tsuki Technical Skills between Athletes Using Stationary and Moving Target Training at Jonggat Karate Dojo Prestasi Abstract This study aimed to analyze differences in Gyaku-Tsuki technical skills between athletes using stationary-target and moving-target training at Jonggat Karate Dojo Prestasi. A quantitative approach with a non-experimental comparative design was employed. The sample consisted of 60 athletes, comprising 30 athletes in the stationary-target group and 30 athletes in the moving-target group, selected using purposive sampling. Gyaku-Tsuki technical skills were assessed using an instrument adapted from Srianto et al. (2023), covering initial stance, execution, and follow-through. Data were analyzed using descriptive statistics and an independent-samples t-test. The results showed that the stationary-target group obtained a mean score of 2.76 (SD = 0.607), while the moving-target group obtained a mean score of 3.03 (SD = 0.663). The independent-samples t-test yielded t(58) = -1.639, p = 0.107, indicating no statistically significant difference in Gyaku-Tsuki technical skills between the two groups. These findings suggest that Gyaku-Tsuki technical performance is not determined solely by target type, but is also associated with kinetic-chain coordination, neuromuscular control, timing, perceptual-motor abilities, and training experience. Therefore, stationary and moving targets may be considered complementary training modalities for developing Gyaku-Tsuki technical skills in karate athletes.  
Pengaruh Artificial Intelligence (AI) terhadap Perilaku Konsumen pada E-Commerce Shopee Marcela, Dila; Yaqutunnafis, Lale; Hully, Hully
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6559

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam perdagangan elektronik (e-commerce) telah mengubah cara konsumen mencari informasi, mengevaluasi produk, dan mengambil keputusan pembelian. Namun, kajian empiris mengenai hubungan AI dengan perilaku konsumen pada masyarakat pedesaan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dan kontribusi AI terhadap perilaku konsumen pengguna Shopee di Desa Jeringo Lauq, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel AI diukur melalui lima indikator, yaitu rekomendasi produk otomatis, personalisasi layanan, pelayanan pelanggan otomatis (chatbot), prediksi kebutuhan konsumen, serta kemudahan interaksi dan pengalaman pengguna. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, serta uji t menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan secara statistik antara AI dan perilaku konsumen, dengan koefisien regresi sebesar 0,947, nilai t hitung sebesar 14,713, dan tingkat signifikansi p < 0,001. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,688 menunjukkan bahwa AI mampu menjelaskan 68,8% variasi perilaku konsumen dalam model penelitian, sedangkan 31,2% sisanya tidak dijelaskan oleh model. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai keterkaitan AI dengan perilaku konsumen dalam konteks masyarakat pedesaan. Namun, penelitian ini belum mengidentifikasi kontribusi masing-masing fitur AI secara terpisah dan tidak membuktikan hubungan kausal. Hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan kajian lanjutan mengenai penerimaan teknologi, kepercayaan digital, serta pengalaman pengguna dalam aktivitas belanja daring. Penelitian mendatang disarankan menggunakan model multivariat untuk menguji peran setiap fitur AI dan faktor kontekstual lainnya secara lebih mendalam. The Influence of Artificial Intelligence (AI) on Consumer Behavior in Shopee E-commerce Abstract The advancement of Artificial Intelligence (AI) in e-commerce has transformed how consumers search for information, evaluate products, and make purchasing decisions. However, empirical research examining the relationship between AI and consumer behavior in rural communities remains relatively limited. This study aims to analyze the relationship between AI and consumer behavior among Shopee users in Jeringo Lauq Village, Gunung Sari District, West Lombok Regency, Indonesia. A quantitative approach with an associative research design was employed, involving 100 respondents selected through purposive sampling. AI was measured using five indicators: automated product recommendations, service personalization, automated customer service (chatbots), consumer needs prediction, and ease of interaction and user experience. Data were collected using questionnaires and analyzed through validity, reliability, normality, and linearity tests, followed by simple linear regression and a t-test using IBM SPSS Statistics version 25. The findings revealed a statistically significant positive relationship between AI and consumer behavior, with a regression coefficient of 0.947, a t-value of 14.713, and a significance level of p < 0.001. The coefficient of determination (R²) was 0.688, indicating that AI explained 68.8% of the variance in consumer behavior, while the remaining 31.2% was unexplained by the model. These findings provide empirical evidence of the relationship between AI and consumer behavior in a rural context. Nevertheless, the study neither identifies the individual contributions of specific AI features nor establishes causality. Future research should employ multivariate models to investigate individual AI features, technology acceptance, digital trust, and user experience.
Peningkatan Keterampilan Dasar-Dasar Beladiri Melalui Permainan Menggunakan Media Punching pad pada Peserta Didik Kelas V SDN 2 Loktabat Utara Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Yusuf, Muhammad; Anggara, Norma; Perdinanto, Perdinanto; Haffyandi, Recky Ahmmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6574

Abstract

Pembelajaran beladiri dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar memiliki potensi untuk mengembangkan keterampilan gerak dan kemampuan motorik peserta didik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya partisipasi peserta didik dan penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif, sehingga penguasaan teknik dasar beladiri belum optimal. Penelitian terdahulu mengenai penggunaan media punching pad masih terbatas pada peningkatan teknik tertentu dan belum mengintegrasikannya dalam bentuk permainan untuk mengembangkan keterampilan dasar beladiri secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan keterampilan dasar beladiri peserta didik kelas V SDN 2 Loktabat Utara melalui pembelajaran berbasis permainan menggunakan media punching pad. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 23 peserta didik kelas V A yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas oleh dua validator ahli bidang pencak silat dan beladiri. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired Sample t-test, dan analisis N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 53,8 pada pretest menjadi 84,39 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai N-Gain pada sembilan aspek keterampilan berada pada rentang 62,1–69,9% dengan kategori sedang. Dengan demikian, pembelajaran berbasis permainan menggunakan media punching pad efektif meningkatkan keterampilan dasar beladiri peserta didik sekolah dasar. Improving Basic Martial Arts Skills Througs Games Using Punching pads Among Fifth-Grade Students at SDN 2 Loktabat Utara Banjarbaru City South Kalimantan Abstract Martial arts learning in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) at the elementary school level has the potential to develop students’ movement skills and motor abilities. However, its implementation still faces several challenges, including low student participation and the limited variety of instructional approaches, resulting in suboptimal mastery of basic martial arts techniques. Previous studies on the use of punching pad media have mainly focused on improving specific movement techniques and have not yet explored its integration into game-based activities to comprehensively develop fundamental martial arts skills. This study aimed to analyze the improvement of fundamental martial arts skills among fifth-grade students at SDN 2 Loktabat Utara through game-based learning assisted by punching pad media. The study employed a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The participants consisted of 23 fifth-grade students from class V A selected through purposive sampling. The research instrument was validated and tested for reliability by two experts in pencak silat and martial arts. The collected data were analyzed using IBM SPSS through descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, paired sample t-test, and normalized gain (N-Gain) analysis. The results showed an increase in the mean score from 53.8 in the pretest to 84.39 in the posttest. The hypothesis testing revealed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between students’ performance before and after the intervention. The N-Gain scores across nine skill aspects ranged from 62.1% to 69.9%, categorized as moderate improvement. Therefore, game-based learning integrated with punching pad media is effective in enhancing elementary students’ fundamental martial arts skills.
Risiko Komplikasi Kehamilan dan Persalinan pada Kehamilan Remaja: Tinjauan Literatur Review Fajarini, Nur Aini; Sulistyorini, Yuly
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6587

Abstract

Kehamilan remaja masih menjadi isu kesehatan reproduksi nasional dan global dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi, pernikahan dini, serta faktor sosial dan ekonomi. WHO melaporkan bahwa di negara berkembang sekitar 21 juta remaja usia 15-19 tahun hamil dan separuh diantaranya melahirkan. Berdasarkan data penelitian di Indonesia oleh Bapennas pada tahun 2025, sebanyak 19,7 per 1000 kelahiran hidup bayi dilahirkan oleh remaja perempuan usia 15-19 tahun. Meskipun penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko komplikasi, besarnya hubungan belum konsisten karena perbedaan karakteristik dari penelitian sehingga diperlukan sintesis mengenai risiko komplikasi kehamilan dan persalinan pada kehamilan remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji risiko komplikasi kehamilan dan persalinan pada kehamilan remaja. Tinjauan literatur sistematis menggunakan metode PRISMA. Data diperoleh dari Scopus, PubMed, dan ScienceDirect dengan kriteria publikasi artikel 5 tahun terakhir, berbahasa inggris, dan termasuk artikel penelitian sehingga menemukan tujuh artikel yang layak sebagai bahan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehamilan remaja berhubungan dengan kelahiran prematur, mencapai 2,6 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia dewasa di Vietnam, BBLR sebesar 12%, dan FGR. Hasil lainnya seperti anemia, preeklamsia, hipertensi, eklamsia, infeksi, SMM, dan APGAR rendah memiliki hasil yang bervariasi. Penguatan pencegahan kehamilan remaja dan pelayanan ANC perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat. The Risk of Pregnancy and Childbirth Complicationsin Adolescent Pregnancies: A Literature Review Abstract Adolescent pregnancy is still a national and global reproductive health issue influenced by inadequate reproductive health knowledge, early marriage, and socioeconomic factors. WHO states that in developing countries, round 21 million teens aged 15-19 get pregnant and half of them give birth. Based on research data from Indonesia by Bappenas in 2025, 19.7 per 1,000 live births were to adolescent girls aged 15-19 years. Although studies indicate an increased risk of complications, the strength of the association has not been consistent due to differences in study characteristics. Therefore, a synthesis of the risks of pregnancy and childbirth complications in adolescent pregnancies is required. The aim of this study was to examine the risk of pregnancy and childbirth complications in adolescent pregnancies. A systematic literature review was conducted using the PRISMA method. Data were obtained from Scopus, PubMed and ScienceDirect, using the following inclusion criteria: articles published within the last five years, written in English, and research articles, this identified seven eligible articles for the literature review. The results indicate that teenage pregnancy is associated with preterm birth, which is 2.6 times more common than in the adult age group in Vietnam, a low birth weight (LBW) rate of 12 per cent, and fetal growth restriction (FGR). Other outcomes, such as anemia, pre-eclampsia, hypertension, eclampsia, infections, maternal mortality, and low APGAR scores, showed fluctuating results. Strengthening the prevention of teenage pregnancy and healthcare services.