cover
Contact Name
Abdulloh Ubet
Contact Email
jilsa@uinsa.ac.id
Phone
+6282257622145
Journal Mail Official
jilsa@uinsa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Jl. Jend. Ahmad Yani 117 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab)
ISSN : 26147777     EISSN : 26151952     DOI : https://doi.org/10.15642/jilsa
Core Subject : Humanities,
Jurnal Ilmu Linguistik & Sastra Arab (JILSA) adalah Jurnal yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun oleh Program Studi Bahasa & Sastra Arab Fakultas Adab & HUmaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Jurnal ini memfokuskan bidang kajiannya dalam bidang Bahasa & Sastra Arab.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2023): April" : 24 Documents clear
Semantik Hijrah dalam Al Qur'an Erwin Suryaningrat
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.68-82

Abstract

Istilah hijrah sudah masyhur didengar, bahkan ada fenomena di tengah masyarakat pada masa kini munculnya Gerakan “hijrah”, yaitu sekelompok orang yang didominasi oleh kaula muda untuk berproses menuju kepada kebaikan, dan proses perubahan menuju kebaikan ini mereka pahami dengan istilah “Hijrah”, Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban seputar permasalahan semantik hijrah dalam Al-Qur’an  yang  dirumuskan dalam poin-poin di bawah ini. (1) Persoalan etimologi hijrah (2) Persoalan pemakaian dan pemaknaan hijrah dalam Al-Qur’an (3) Relasi semantik hijrah dalam Al-Qur’an . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah linguistik dengan menggunakan kajian semantik. Dalam hal ini penulis menggunakan metode deskriptif, dan metode sinkronik dan diakronik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan tata hubungan sintagmatik, paradigmatik, intratekstual, dan intertekstual. Hasil dari penelitian yang penulis dapatkan adalah Al-Qur’an  menyebutkan hijrah sebanyak tujuh belas kali dalam bentuk kata kerja dan ism fa’il. Penggunaan kata hijrah dalam Al-Qur’an  menunjukan kepada pengertian menjauh, baik dalam bentuk perbuatan, perkataan dan sikap. Ada empat makna dalam Al-Qur’an  yang menggunakan kata hajara, verba dari nomina hijrah, yaitu; 1) perkataan yang tercela, 2) meninggalkan dalam bentuk berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, 3) berpisah ranjang dengan pasangan, 4) meninggalkan dalam bentuk perkataan dan uzlah ‘menyendiri’. Dan pada akhirnya penulis menemukan subtansi dari makna kata  hijrah merupakan ism dari kata kerja hajara yang memiliki makna musytarak yang pada intinya menuju pada satu pengertian, yaitu meninggalkan.
Gaya Bahasa Jinās dan Saja’ dalam Surah Al-Qiyāmah M. Salwa Arraid
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.57-67

Abstract

Keindahan bunyi dari lafal-lafal al-Qur’an adalah salah satu kemukjizatan al-Qur’an yang paling mudah ditangkap dan dirasakan oleh orang-orang awam. Untuk mengungkapkan keindahan al-Qur’an ini diperlukan suatu disiplin ilmu, yaitu ilmu Balaghah . Salah satu bagian pembahasan ilmu Balaghah  adalah tentang muhassināt al-lafẓiyyah atau keindahan lafal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keindahan lafal ayat-ayat al-Qur’an dalam surat al-Qiyāmah yang mengandung gaya bahasa jinās dan saja’. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian ayat-ayat al-Qur’an dalam surat al-Qiyāmah, ditemukan berbagai macam gaya bahasa jinās dan saja’, yaitu jinās tam meliputi jinās al-mumatsil, jinās ghair tam yang meliputi jināsal-naqish, jināsal-mustaufi dan jināsal-qalbu. Adapun saja’ yang ditemukan yaitu saja’ muṭarraf, saja’ mutawāzī, dan saja’ muraṣṣa’.
Kontradiksi Nilai dalam Syair Arab Jahiliyah Burhan Djamaluddin; Nurlailah Nurlailah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.28-36

Abstract

Pada umumnya, kata Jahiliyah mengandung makna negatif, yang bertentangan dengan nilai yang dibawa oleh Islam. Nilai negatif dari kehidupan masyarakat Jahiliyah tersebut, ditemukan dalam berbagai masalah, baik dalam masalah akidah, masalah mu’amalah, hasil karya sastra, maupun masalah-masalah lainnya. Namun sebaliknya, dalam syair karya penyair Jahiliyah, misalnya syair karya Zuhair bin Abi Sulma, dan Labid bin Rabi’ah, ditemukan nilai-nilai yang berseberangan dengan nilai-nilai yang umumnya terdapat dalam masyarakat Jahiliyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kontradiksi nilai tersebut dalam karya syair Jahiliyah. Untuk mengungkap kontradiksi nilai tersebut digunakan pendekatan teologi, karena kontradiksi nilai yang ingin diteliti dalam syair Jahiliyah adalah nilai-nilai teologi. Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa nilai-nilai yang terdapat dalam hasil karya penyair Jahiliyah, tidak seluruhnya menggambarkan nilai ketuhanan yang terdapat dalam kehidupan Jahiliyah, yaitu kemusyrikan. Tetapi kenyataanya, dalam syair karya penyair Jahiliah, seperti Zuhair bin Abi Sulma, Labid bin Rabi’ah, dan Antarah ditemukan nilai teologi yang sejalan dengan teologi yang diajarkan Islam.
Al-Isti’ārah fī Abyāt al-Imām al-Syāfi’ī Abdulloh Ubet
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.16-27

Abstract

Artikel dengan judul “Isti’arah Dalam Bait-bait Syair Imam Syafi’i membahas tentang karakteristik dan macam-macam bentuk Isti’arah yang terkandung dalam setiap bait-bait syair Imam Syafi’i, agar ditemukan hubungan Isti’arah (keserupaan timbal-balik yang saling mempengaruhi) antara pengarang dan karya sastranya. Metode strukturalisme genetik-ekstrinsik digunakan untuk menganalisis, bagaimana macam-macam Isti’arah dalam bait-bait syair Imam Syafi’i beserta manfaatnya. Hasilnya, Isti’arah adalah salah satu bagian dari majaz lughawi yang tashbih-nya dibuang salah satu atharaf-nya. Oleh karenanya hubungan antara makna hakiki dengan makna majazi adalah mushabahah. Adapun manfaat syair Imam Syafi’i adalah sebagai sarana dakwah untuk memperbaiki akhlak seperti kebaikan, ketakwaan dan petunjuk.
Uslūb al-Tafalsuf fī al-Qur’ān al-Karīm Machfud Muhamad Sodiq
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.1-15

Abstract

يعتبر كل من القرآن والفلسفة حركة فكرية تحاول، كل على حدة وعلى طريقتها الخاصة، الوصول إلى الحقيقة. ويحاول القرآن مساعدة الإنسان على التمتع بالحياة والتعامل مع تعقيداته المختلفة من خلال دفعهم للهروب الواعي من الواقع، خاصة غير المريح منه، وقد دعا القرآن إلى اعتبار هذه الموجودات بالعقل وتطلب معرفتها به والنظر إلى الحياة على الأرض باعتبارها محطة على الطريق لما بعدها من حياة موعودة. أما الفلسفة فتحاول مساعدة الإنسان على التمتع بحياته من خلال حثه على مواجهة تعقيداته الكثيرة المتنامية، وتطوير قدراته العقلية على ممارسة التأمل الواعي والتفكير العلمي، ولا ترى سببا في تخلي الإنسان عن هذه الحياة من أجل ما يعد به القرآن من حياة مؤجلة أخرى. وموضوع هذا البحث هوالفلسفة فى ضوء القرآن الكريم.
Pemikiran Al-Ushaili Terkait Tahapan Pemerolehan Bahasa Kedua Taufiqurrohman Taufiqurrohman
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.37-46

Abstract

The study of second (foreign) language acquisition or called second language acquisition (SLA)/foreign language acquisition (FLA) can be understood as an intradisciplinary field of science that seeks to uncover factors outside language in the process of acquiring a second (foreign) language such as psychosocial factors. and social factors. These factors are the disciplines of psycholinguistics, sociolinguistics, or neurolinguistics that influence the process of acquiring a second (foreign) language. Al-Ushailli is a modern Arabic language figure who has a great concern in the field of psycholinguistics as well as teaching Arabic. Al-Ushailli divides the second stage of language acquisition into five stages: Silent/pre-production period, early production, speech emergence, intermediate fluency, continued language development.
The Translation Techniques of Arabic to English Short Story "The Prophet Muhammad and The Angel Gabriel" Tristy Kartika Fi'aunillah; Lutfiyah Alindah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.47-56

Abstract

This article aims to analyze the translation techniques applied in the English translation of an Arabic short story entitled “The Prophet Muhammad and the Angel Gabriel”, as well as to imply the translation ideology in the target language text. The audience of Islamic short story has expanded alongside the growth of the religion’s communities in the world, which is why studying translation techniques in translating Arabic texts into English – the most well-known lingua franca – is substantial. The researcher used Molina and Albir’s translation technique classification. The article reveals that from the 41 techniques found in the target text, the techniques that focus on structure adjustment such as transposition and linguistic compression are the most frequently used, while the techniques that focus on lexical meaning adjustment are significantly fewer. This is also due to the source text that do not contain notably complicated sentences or implicit messages. The structure adjustment techniques make the target text sound more natural and readable implying that the ideology of the translation process is domestication.
Teori Resepsi Mazhab Konstanz dalam Studi Sastra Mohammad Rokib
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.83-98

Abstract

The reception of contemporary literary works has evolved through interactive commentary on the internet. Unfortunately, literary studies, such as Arab and Indonesian literature, as seen in the Indonesian scholarly publication database, have yet to address this new phenomenon. The theories employed have also failed to highlight the significant nuances of horizon of expectations and repertoire in reader reception. Using a relevant literature tracking method, this article focuses on reception theory proposed by two Konstanz School scholars, Hans Robert Jauss and Wolfgang Iser. The findings indicate that the concept of literary reception theory is built upon the foundations of three predecessors: Russian Formalism, Prague Structuralism, and Gadamer's Hermeneutics. Among these predecessors, Jauss formulated the theory of reception with the horizon of reader expectations, while Iser enhanced reader response with the notion of repertoire. This article emphasizes the importance of considering reader response and the interaction between language and readers in comprehending the reception of texts holistically.
Analisis Semantik pada Kata “Afnān”: Kajian Mikro Linguistik Arab terhadap Surah al-Rahman Ayat 48 Malia Fransisca
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.99-106

Abstract

Surah al-Rahman is one of the surahs in the Qur'an which has its own uniqueness, namely that there is 1 verse that is repeated up to 31 times, namely the verse that reads "fabi'ayyi alaa'i robkumuma tukadzdziban". It turns out that not only this verse, the researcher will also describe other uniqueness in this paper related to the word "afnān" which in translation means trees and fruits. Referring to the meaning of the dictionary, it is irrelevant, so the researcher uses a library research approach, in this case interpretation. This writing method uses qualitative methods. This study was analyzed using micro-study of Arabic linguistics (language), namely semantics. The result of this paper is that the word "afnān" contained in Surat al-Rahman verse 48 literally means branch, color, art. Meanwhile, Tafsir Ibn Kathir and al-Wajiz explained that the meaning of the word "afnān" is the colorful fruits or several branches that have very many fruits. Meanwhile, Tafsir Jalalain explains that the meaning of the word "afnān" is raindrops or the ruins of a house. So, from these two explanations we can conclude that there are differences in the meaning of the word "afnān" in terms of quality and quantity.
Pemikiran al-Ushaili dalam Tahapan Pemerolehan Bahasa Kedua Taufiqurrohman
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.37-46

Abstract

The study of second (foreign) language acquisition or called second language acquisition (SLA)/foreign language acquisition (FLA) can be understood as an intradisciplinary field of science that seeks to uncover factors outside language in the process of acquiring a second (foreign) language such as psychosocial factors. and social factors. These factors are the disciplines of psycholinguistics, sociolinguistics, or neurolinguistics that influence the process of acquiring a second (foreign) language. Al-Ushailli is a modern Arabic language figure who has a great concern in the field of psycholinguistics as well as teaching Arabic. Al-Ushailli divides the second stage of language acquisition into five stages: Silent/pre-production period, early production, speech emergence, intermediate fluency, continued language development.

Page 1 of 3 | Total Record : 24