cover
Contact Name
Wulan Agung
Contact Email
aristarkhusagung@gmail.com
Phone
+6282227139081
Journal Mail Official
jurnalsabdanusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda: Jurnal Teologi Kristen adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Mei dan Nopember. Menerima naskah hasil penelitian dalam bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan Seluruh naskah yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu oleh editor, jika memenuhi ketentuan maka dapat diproses untuk review.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda : Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27223078     EISSN : 2722306X     DOI : https://doi.org/10.55097/sabda.v2i2
Sabda: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dengan fokus: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2024): MEI" : 7 Documents clear
Belajar Teologi Perubahan Sosial Gereja dari Masyarakat Adat Ulu Moro’o Gulo, Nestilina; Tambunan, Elia; Waruwu, Famati; Harefa, Otieli
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 1 (2024): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i1.113

Abstract

In this article, we delve into the topic of how religious communities in Indonesia have adapted to the rise of information, technology, and communication. Specifically, we observe the Nias community in Ulu Moro'o District in West Nias Regency, North Sumatra, utilizing a religious psychoanalytic approach. Using grounded theory as a data theorization method, this empirical qualitative research sheds light on the social problems that technology has created in terms of spirituality and emotional tension among indigenous and religious communities. However, it has also served as a mechanism for comforting oneself over past events such as natural disasters. Furthermore, this article proposes a theology of social change in church, society, and customs as a distinct scientific discipline. It recognizes indigenous and religious communities as living social texts that result from self-awareness, imagination, reasoning, and daily life experiences, influencing their attitudes towards the church in changing times, particularly due to the digitization of traditional villages. Abstrak Artikel ini mengkaji bagaimana perubahan perilaku umat beragama terhadap booming informasi, teknologi, dan komunikasi di Indonesia - seringkali menimbulkan persoalan tersendiri - dengan menjadikan masyarakat Nias di Kecamatan Ulu Moro’o di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara sebagai subjek penelitian. Tidak seperti penelitian sebelumnya, masyarakat Nias (di sini dilihat dalam kerangka masyarakat adat) justru diamati dari pendekatan psikoanalisis keagamaan. Dari sana dapat dikonstruksi pengetahuan yang terbilang baru bahwa terjadinya perubahan sosial memang sangat bisa menimbulkan ketegangan emosional pada masyarakat adat dan masyarakat beragama tetapi juga ada faktor lain, misalnya kehadiran teknologi menjadi salah satu mekanisme untuk penghiburan diri secara sosial atas peristiwa masa silam yang menakutkan sehingga meskipun telah berlalunya waktu, peristiwa namun hal-hal itu tetap saja tidak mudah untuk dihapuskan secara benar-benar bersih dari memori bersama. Penelitian ini adalah jenis kualitatif empiris dengan grounded theory sebagai metode teoritisasi data. Arti penting artikel ini adalah mengusulkan teologi perubahan sosial di gereja, masyarakat, adat sebagai bidang disiplin ilmu mandiri, dengan menempatkan komunitas masyarakat beradat dan beragama sebagai teks sosial yang hidup, sebagai hasil kesadaran diri, imajinasi, penalaran, dan pengalaman hidup sehari-hari yang mempengaruhi perilaku konservatisme mereka terhadap gereja dan perubahan zaman, khususnya akibat digitaslisasi desa adat. Kata Kunci: Digitalisasi: Nias; Psikoanalisis Masyarakat; Teologi Perubahan Sosial; Ulu Moro’o
Kepribadian Guru Pendidikan Agama Kristen yang Ideal dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Kaunang, Novita Wihelmina
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 1 (2024): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i1.115

Abstract

This article discusses specifically what kind of personality a Christian Religious Education teacher should have in forming the character of students. This topic is reviewed because there are still teachers who are not yet fully open to taking part in the formation of students' character. Why is a teacher encouraged to be involved in forming the character of students, so that when they grow up, they become individuals who do not display bad character? This is where educators need attention and concentration when teaching Christian religious studies. By using a qualitative research method and a literature approach, this paper proposes the formulation of the main question. What kind of personality should a PAK teacher have? The findings from this discussion explain that the personality a teacher needs to have to form the character of students is a personality that is mature and responsible, a personality that is wise and authoritative. This personality will help students have role models in character formation. ABSTRAKTulisan ini membahas secara spesisifk kepribadian seperti apa seharusnya yang dimiliki oleh seorang guru Pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan karakter peserta didik. Topik ini diulas karena masih ada para pengajar yang berlum sepenuhnya terkonsentrasi untuk andil dalam pembentukan karakr peserta didik. Mengapa seorang guru didorong untuk terlibat dalam pembentukan karakter peserta didik, agar ketika mereka beranjak pada usia dewasa, mereka menjadi pribadi yang tidak menampilkan karakter yang buruk. Disinilah pendidik diperlukan perhatian dan konsentrasinya saat mengajar dalam pembelajaran Agama Kristen. Dengan mennggunkan metode penelitian kualitatif pendekatan literatur, tulisan ini mengajukan rumusan pertanyaan utama. Seperti apa kepribadian yang harus dimiliki seorang pengajar PAK? Temuan dari pembahasan ini menguraikan bahwa kepribadian guru yang perlu dimiliki dalam pembentukan karakter peserta didik adalah keperibadian yang dewasa dan bertanggung jawab, kerpibadian yang arif kepribadian dan berwibawa. Kepribadian ini akan membantu peserta didik memiliki role model dalam pembentukan karakter Kata Kunci: Kepribadian Guru, Pendidikan Agama Kristen, Peserta Didik, Karakter
Reinterpretasi Misteri Kematian Uza Sebagai Implementasi Kekudusan di Era Disrupsi: Kajian Hermeneutik dalam 2 Samuel 6:6-7 Pattinaja, Aska Aprilano
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 1 (2024): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i1.108

Abstract

Uza's death is still a mystery. Various debates have arisen as to the reason behind Uza's death. The reinterpretation of Uza's death is needed to place this story in the right perspective about the reason for Uza's death, as well as God's motives for doing so in affirming His holiness standards. Based on a qualitative method, with a hermeneutic approach to exegetical studies, this study found several things, namely: first, God cannot violate His own rules and holiness; second, Uza's good motivation was not accompanied by wisdom to think about the actions taken; third, God's focus gave David a lesson, that as a leader, he had misunderstood and interpreted God's will. The implementation of this research is very important and serves as input to every believer to maintain holiness in the era of disruption.Abstrak:Kematian Uza sampai sekarang masih menjadi misteri. Banyak perdebatan muncul, tentang alasan dibalik kematian Uza. Reinterpretasi kematian Uza, sangat diperlukan untuk mendudukan kisah ini dalam perspektif yang benar tentang alasan kematian Uza, serta motif Tuhan melakukannya dalam menegaskan standar kekudusan-Nya Berdasarkan metode kualitatif, dengan pendekatan hermeneutik studi eksegese, maka penelitian ini menemukan, beberapa hal penting yang menjadi implementasi penelitian ini,  yakni: pertama, Allah tidak bisa melanggar aturan dan kekudusannya sendiri; kedua, Motivasi Uza yang baik, tidak dibarengi dengan hikmat untuk memikirkan tindakan yang diambil; ketiga Fokus Allah memberikan pelajaran kepada Daud, bahwa sebagai pemimpin, Ia telah salah dalam memahami dan menafsirkan kehendak Allah. Hasil yang ditemukan ini sangat penting dan menjadi masukan kepada serta setiap orang percaya untuk menjaga kekudusan di era disrupsi. Kata Kunci: Uza, Kematian, Tabut Perjanjian, Kekudusan
Integritas Pemimpin Kristiani Dalam Perwujudan Karakter Diri Rondonuwu, Fery; Setiawan, Tjutjun; Prayitno, Yonas Pasiran Ady
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 1 (2024): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i1.105

Abstract

This article was born out of deep concern about the events occurring in the country. In church organizations, there are pastors who commit extramarital affairs, misappropriate church finances, sexual harassment, and abuse of office. As leaders, don't they know that what they are doing violates the law and moral regulations? This research aims to find out what causes the loss of integrity in leaders, especially Christian leaders. The method used was a literature study, and the findings in this article found that the main cause of the loss of integrity for many Christian leaders was human sinfulness. However, God enables each person to build a life full of integrity so that, in his leadership, he can be an example for the people he leads. AbstrakTulisan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di negeri. Dalam organisasi gereja, ada pendeta yang melakukan perselingkuhan, penyelewengan keuangan gereja, pelecehan seksual dan penyalahgunaan jabatan. Sebagai seorang pemimpin, apakah mereka tidak tahu bahwa yang mereka lakukan melanggar hukum dan ketetapan moral? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menyebabkan hilangnya integritas para pemimpin, terutama pemimpin Kristiani. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan temuan pada artikel ini didapati penyebab utama hilangnya integristas banyak pemimpin Kristani karena keberdosaan manusia. Akan tetapi Tuhan memampukan setiap orang untuk membangun hidup yang penuh integritas sehingga dalam kepemimpinannya dapat menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya. Kata Kunci: Pemimpin Kristiani, Integritas, Karakter Diri
Bible For Kids: Aplikasi Pendamping Orang Tua Mewujudkan Pendampingan pada Pendidikan Agama Kristen Anak di Keluarga Purba, Sudiarjo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 1 (2024): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i1.104

Abstract

The background for writing this article is the widespread use of smartphones among children and the many applications available on Android with religious affiliations, including Christianity, that not many parents know about. The purpose of this research is to convey to parents that the responsibility to realize Christian Religion Education (CRE) for children in the family can be helped by the availability of the Bible for Kids application. The scope of the research is an exploration of the Android application, namely Bible for Kids, which is linked to CRE Children in the family. The findings and conclusions of this research are that the Bible for Kids application is very suitable for parents to use as a companion application in realizing PAK for children in the family, especially in increasing children's Bible knowledge through stories, coloring activities, games and other activities available on the application the.Abstrak:Latar belakang penulisan artikel ini adalah maraknya penggunaan smartphone pada anak dan banyaknya aplikasi yang tersedia di android berafiliasi keagamaan termasuk keagamaan Kristen yang belum banyak orang tua ketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyampaikan kepada orang tua bahwa tanggung jawab mewujudkan PAK Anak di keluarga dapat terbantu dengan tersedianya aplikasi Bible for Kids. Ruang lingkup penelitian adalah eksplorasi terhadap aplikasi android yaitu Bible for Kids, yang dikaitkan dengan PAK Anak di keluarga. Hasil temuan dan kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa aplikasi Bible for Kids sangat cocok untuk dimanfaatkan oleh orang tua sebagai aplikasi pendamping dalam mewujudkan PAK Anak di keluarga khususnya dalam meningkatkan pengetahuan Alkitab anak melalui cerita, aktivitas mewarnai, game, dan aktivitas lainnya yang tersedia pada aplikasi tersebut.
KITAB KISAH PARA RASUL: Landasan Doktrin Penanaman Gereja Mapule, Ashar; Anderson, Lindin
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 1 (2024): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i1.111

Abstract

The Book of Acts plays an essential role in the doctrine of church planting. This can be seen from the numerous studies that use the Book of Acts as their theoretical foundation, but they fail to explain the primary reason for using this book as their main foundation. Therefore, it is necessary to conduct a study that can help provide an explanation that the doctrine of church planting built on the principles found in the Book of Acts is a biblical doctrine. This research uses a qualitative research method with a library research approach. The research results show that the Book of Acts provides a complete and systematic picture of the early history of the development of the early church and contains many biblical principles for the success of the church planting doctrine movement. Abstrak:Ada banyak penelitian yang dilakukan tentang penanaman gereja dan menjadikan Kitab Kisah Para Rasul sebagai landasan teologisnya. Pada umumnya penelitian-penelitian tersebut langsung membahas metode, pola dan prinsip penanaman gereja berdasarkan Kitab Para Rasul tapi tidak menjelaskan secara detil dan sistematis mengapa kitab itu yang menjadi landasan atau rujukan utamanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (Library Research). Hasil penelitian menunjukan Pertama, Kitab Kisah Para Rasul memberikan gambaran yang lengkap mengenai sejarah awal perkembangan gereja mula-mula. Kedua, Kitab Kisah Para Rasul mengandung prinsip-prinsip alkitabiah yang sangat berharga dan relevan sebagai pedoman bagi gerakan penanaman gereja di setiap zaman. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: peran Roh kudus, bertekun dalam doa, giat dalam penginjilan dan pemuridan. Kata Kunci: Kisah Para Rasul, Landasan Alkitabiah, Penanaman Gereja
Menyikapi Perdebatan tentang Nenek Moyang Manusia dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Perguruan Tinggi Sitanggang, Murni Hermawaty
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 1 (2024): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i1.110

Abstract

The question about the appropriate strategy for teaching human creation in Christian Religious Education class sometimes arises when there is a clash between the testimony of the Bible and scientific theory. The Bible states that Adam and Eve were the first humans, while scientists based on the theory of evolution assume ancient humans are the ancestors due to the discovery of fossils. This article aims to address this debate using descriptive analysis methods with a literature approach. The conclusion is that educators do not need to avoid the theory of evolution but instead face it with arguments from the Bible and science. Abstrak:Bagaimana strategi yang pas mengajarkan penciptaan manusia dalam pelajaran Pendidikan Agama Kristen merupakan pertanyaan yang sering muncul ketika terjadi benturan antara kesaksian Alkitab dan teori sains. Alkitab menyatakan Adam dan Hawa adalah nenek moyang manusia sementara ilmuwan dengan didasari teori evolusi berasumsi adanya manusia purba dengan adanya penemuan fosil. Penulisan artikel ini bertujuan menyikapi perdebatan tersebut menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekataan kepustakaan. Kesimpulan yang didapat adalah pendidik tidak perlu menghindari teori evolusi dan justru perlu menghadapinya dengan argumentasi dari sisi Alkitab dan ilmu pengetahuan.Kata Kunci: penciptaan, Adam dan Hawa, evolusi, manusia purba.

Page 1 of 1 | Total Record : 7