cover
Contact Name
Erasiah
Contact Email
prodi_spi@uinib.ac.id
Phone
+6283157602457
Journal Mail Official
prodi_spi@uinib.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Mahmud Yunus Nomor 1 Padang. Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Imam Bonjol Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam
ISSN : 2339207X     EISSN : 26143798     DOI : -
Core Subject : Religion,
Khazanah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam is a scientific journal published periodically twice a year in June and December by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Adab dan Humaniora, Imam Bonjol State Islamic University Padang. This journal focuses on any research related to the history of Islamic culture and the history of Islamic civilization. Scope of Khazanah: Journal of Islamic History and Culture includes classical religious manuscripts, Contemporary religious manuscripts, socio-religious history, religious archeology, archipelago religious arts
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 114 Documents
SEJARAH PERS KOLONIAL DI INDONESIA Danil Mahmud Chaniago; Umi Rusmiani Umairah
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 8, No. 16, Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.155 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.72

Abstract

Sejarah pers di Indonesia diawali dengan munculnya berbagai media pers yang dipelopori oleh Bangsa Eropa khususnya Belanda. Selain itu, ada juga media pers yang diterbitkan oleh kaum Indo Belanda. Dalam sejarah Indonesia media pers ini dikenal sebagai Pers kolonial. Selain menggunakan Bahasa Belanda pers kolonial juga menggunakan Bahasa Melayu dan bahkan ada yang menggunakan bahasa daerah. Selain membawa kepentingan pemerintah kolonial Pers Kolonial juga ada yang membawa kepentingan agama Kristen (misionaris).
WACANA RELIGIO-INTELEKTUAL ABAD 20: DINAMIKA GERAKAN KAUM TUO DAN KAUM MUDO DI MINANGKABAU Mami Nofrianti; Jamal Mirdad
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 8, No. 16, Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.493 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.73

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika gerakan kaum tuo dan kaum mudo di Minangkabau pada abad 20. Tulisan ini bercorak penilitian kepustakaan (library research), dengan mengumpulkan, membaca, dan menelaah buku-buku yang ada kaitannya dengan pembahasan ini. Minangkabau menghadapi pembaharuan yang memunculkan kegelisahan dan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat Minang. Kondisi sikap keberagamaan dan tradisi yang sudah turun temurun yang tidak dapat dirubah kembali mendapat tantangan dari kelompok pembaharu. Reaksi terhadap penyebaran pembaharuan di Minangkabau datang dari kalangan adat dan dari kalangan agama yang bersifat tradisi (kaum tuo). Pertentangan antara kaum tuo dan kaum mudo berkembang menjadi polemik-polemik dan perdebatan-perdebatan terbuka. Hal ini berakibat pada terjadinya polarisasi kehidupan beragama dalam masyarakat Minangkabau, termasuk kalangan-kalangan ulama itu sendiri.
SYEKH SULAIMAN ARRASULI: Ulama Multi Talenta Asril Asril
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 8, No. 16, Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.291 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.74

Abstract

Syekh Sulaiman Arrasuli adalah seorang ulama tradisional Minangkabau yang memiliki banyak keahlian dan prestasi. Terinspirasi dari keahlian-keahlian buya tersebut, maka Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli yang terdiri dari unsur keluarga besar Inyiak Canduang, Alumni MTI Candung, Niniak Mamak, dan Cendikiawan di Sumatera Barat mengusulkanya kepada pemerintah agar, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Sulaiman terkenal sebagai seorang ulama yang produktif, dari tangannya lahir 19 buku dalam berbagai kajian. Ia juga seorang pendidik handal yang telah meninggalkan sarana pendidikan yang dikenal dengan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI),kemudian lahir (PERTI). Ahli adat yang telah berhasil memahamkan masyarakat terhadap adat dan syarak. Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato adat mamakai. Sulaiman dikenal juga seorang yang ahli dalam bidang organisasi dan politik. Banyak posisi dalam bidang ini telah ia duduki. Seperti, ketua Sarikat Islam cabang Bukittinggi, ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM), ketua Majlis Islam Tinggi Minangkabau (MITM), Ketua Mahkamah Syari’ah Sumatera Tengah. Melalui prestasi-prestasi yang dimiliki Syekh Sulaiman Arrasuli, sudah sepantasnya pemerintah menganugerahi ia sebagai Pahlawan Nasional.
HISTORIOGRAFI MODERN INDONESIA: Dari Sejarah Lama Menuju Sejarah Baru Lukmanul Hakim
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 8, No. 16, Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.773 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.75

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan arah baru atau perkembangan historiografi modern Indonesia seiring dengan perkembangan teori dan metode sejarah. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah metode sejarah dengan pendekatan historiografi. Historiografi modern Indonesia mendorong keinginan para sejarawan untuk menggunakan metodologi dan pola-pola baru dalam bidang ilmu sejarah. Kecenderungan ini didorong oleh pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu sosial yang secara metodologis telah menyumbangkan pada pengembangan ilmu sejarah. Berdasarkan kecenderungan ini timbullah sejarah baru yang dianalisis berdasarkan pendekatan multidimensional.
BUDAYA INDIA DI MINANGKABAU STUDI ANALISIS TERHADAP ARTEFAK DI TANAH DATAR DAN WILAYAH SEKITARNYA Bambang Budi Utomo; Sudarman Sudarman
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 8, No. 16, Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.2 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.76

Abstract

In general, the influence of Indian culture embodied in the form of Hinduism and Buddhism developed in the western region of Nus?ntara. Archaeological evidence in the form of buildings ca??i / st?pa and statues, while historical data is written in inscriptions and manuscripts. The presence of Indian cultural influences was also found in the West Sumatra region in the form of sacred buildings from brick materials, and stone and metal statues. From historical sources, information was obtained that in the region had developed a royal institution which also had the influence of Indian culture. This study used a cultural history approach, not political history which is commonly used by most archaeologists and historians. The aim of this approach is to see the unity and unity among the Nus?ntara residents, especially the Minangkabau and other regions
ANTARA SAKRAL DAN PROFAN: ANALISIS KONSEP BUDAYA ATAS PENEMPATAN MAKAM KESULTANAN INDRAGIRI TERHADAP SUNGAI INDRAGIRI Asyhadi Mufsi Sadzali
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.8 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.184

Abstract

Makam merupakan salah satu bukti penting yang menunjukkan adanya perkembangan agama dan kebudayaan Islam di Nusantara di masa kesultanan, salah satunya berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, yang merupakan makam keluarga Kesultanan Indragiri. Makam kesultanan ini terletak di tiga lokasi yang berbeda: Komplek Makam Kota Lama di Kecamatan Rengat, Komplek Makam Japura di Kecamatan Lirik dan Komplek Makam Kota Rengat di Kecamatan Rengat Barat Provinsi Riau. Menjadi menarik, apabila ditinjau dari pemilihan dan penempatan lokasi makam, keseluruhannya berlokasi berdekatan dengan sungai atau Anak Sungai Indragiri Hulu. Hal ini kemudian menjadi penting untuk dilakukan pengkajian dan analisis dari sudut pandang arkeologi sejarah sebagai rumusan penelitian: bagaimana lokasi penempatan makam-makam Kesultanan Indragiri? Apa yang menjadi alasan atau landasan penempatan makam Kesultanan Indragiri? Pertanyaan tulisan ini selanjutnya diuraikan dan dianalisis dengan pendekatan metodologi arkeologi sejarah, sehingga menemukan muara hipotasa: bahwa sungai pada masa Kesultanan Indragiri menjadi sesuatu yang penting, sesuatu yang berfungsi sakral, juga sekaligus berfungsi profane.
POLITIK BUDAYA MELAYU: STRATEGI KEBUDAYAAN MASYARAKAT MELAYU PALEMBANG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL Andi Candra Jaya
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.588 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.185

Abstract

Tiga kategori tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Melayu adalah pertama, dinamika internal Melayu dan mobilitas yang menempatkan Melayu sebagai komunitas yang terbuka. Kedua, pengaruh negara yang semakin besar dalam penataan tradisi. Ketiga, proses globalisasi telah memberi pilihan-pilihan baru dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya Melayu, khususnya di Kota Palembang. Ketiga tantangan tersebut memungkinkan terjadinya ketegangan-ketegangan dalam masyarakat Melayu berupa ketegangan ekonomi, politik, dan respon kebudayaan. Teknik pengumpulan data tulisan ini adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan Focus Group Discussion. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik, teori resolusi konflik dan teori reproduksi kebudayaan. Paling tidak ada tiga arti penting kajian ini. Pertama, diperolehnya satu peta sustensi dan resitensi budaya atas berbagai tekanan dari luar kebudayaan. Kedua, menegaskan konstektualisasi budaya sebagai jawaban atas kritik yang menempatkan kebudayaan sebagai faktor statis. Ketiga, memberikan peluang bagi revitalisasi dan rekayasa budaya dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan nyata masyarakat Melayu yang dinamis.
PERS DAN PERUBAHAN SOSIAL DI SUMATERA BARAT AWAL ABAD KE-XX Danil Mahmud Chaniago; Umi Rusmiani Humairah
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.89 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.186

Abstract

Bangkitnya kesadaran nasional bangsa Indonesia pada awal abad ke-20 beriringan dengan muncul dan berkembangnya media pers kaum bumiputera. Pada masa itu pers bumiputera mempunyai peranan yang sangat signifikan dan strategis dalam membangkitkan semangat kebangsaan (baca: nasionalisme) Indonesia. Peranan yang sangat menentukan bagi perjuangan kemerdekaan itu setidaknya dapat dicermati dari berfungsinya media tersebut sebagai sarana menyalurkan ide-ide perjuangan kaum pergerakan. Selain itu, media kaum bumiputera ini juga menjadi social agent yang sangat ampuh dan efektif.
MENGUNGKAP MAKNA BUDAYA MELAYU DELI DALAM PROSESI PERKAWINAN (Studi Tentang Gagasan Fungsi Pantun dan Tarian dalam Prosesi Perkawinan Melayu) Datuk Imam Marzuki
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.76 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.187

Abstract

Gagasan dan fungsi yang terdapat dalam prosesi perkawinan budaya Melayu Deli adalah perkawinan yang paling kelihatan di dalam kebudayaan masyarakat adalah untuk keberlanjutan keturunan insan Melayu. Dengan dilaksanakannya istiadat perkawinan Melayu, maka akan memberikan fungsi lebih jauh yaitu manusia Melayu akan berlanjut. Adat perkawinan berfungsi untuk mempertahankan kebudayaan Melayu dan berusaha membentangkannya di dunia ini. Selanjutnya gagasan dan fungsi pantun dalam prosesi perkawinan budaya adat melayu Deli adalah gagasan yang terkandung di dalam pantun pembuka kata di atas adalah penerimaan masyarakat Melayu yang tulus dan ihklas terhadap tamu yang datang dengan kandungan yang penuh melambangkan nilai-nilai spiritual dan kultural dunia Melayu. Pantun terdiri dari dua bagian, yaitu ‘sampiran’ dan ‘isi’, yang masing-masing berjumlah dua baris. Terkadang kedua bagian ini tidak mempunyai hubungan logis yang langsung; satu dengan yang lain dikaitkan atas dasar persamaan bunyi dan/atau pararelisme citra dan lambang.
PEMBENTUKAN MASYARAKAT LITERAL DI SUMATRA BARAT: PERKEMBANGAN AWAL PERPUSTAKAAN DAN TOKO BUKU Dedi Arsa
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.01 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.188

Abstract

Artikel ini menelaah pembentukan masyarakat literal (sadar literasi) lewat keberadaan perpustakaan dan toko buku. Artikel ini merupakan karya historiografi menggunakan tahapan-tahapan penyusunan yang dikenal umum dalam penelitian historis. Dari artikel ini diketahui bahwa perspustakaan bersifat non-profit, sedangkan toko buku bersifat komersil. Namun, keduanya sama-sama memainkan peran yang menentukan dalam menyediakan sumber pengetahuan, menyebarkannya ke tengah masyarakat, serta membentuk iklim yang kondusif bagi pertumbuhan kelas terdidik modern. Di Sumatra Barat, perpustakaan umum telah diusahakan pihak swasta pada akhir abad ke-19. Seiring bergulirnya Politik Etis, keberadaan perpustakaan umum meluas hingga ke sekolah-sekolah oleh pemerintah kolonial. Sementara toko buku hadir bersamaan dengan pertumbuhan penerbitan pada kurun pertama abad ke-20, di mana toko buku biasanya adalah penerbit juga, atau beberapa penerbit juga membuka toko buku untuk memasarkan terbitannya. Keduanya, telah menjadi pendistribusi utama buku-buku guna menstimulasi pertumbuhan pengetahuan (kesadaran literasi) di tengah masyarakat Sumatra Barat.

Page 3 of 12 | Total Record : 114