cover
Contact Name
Erasiah
Contact Email
prodi_spi@uinib.ac.id
Phone
+6283157602457
Journal Mail Official
prodi_spi@uinib.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Mahmud Yunus Nomor 1 Padang. Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Imam Bonjol Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam
ISSN : 2339207X     EISSN : 26143798     DOI : -
Core Subject : Religion,
Khazanah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam is a scientific journal published periodically twice a year in June and December by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Adab dan Humaniora, Imam Bonjol State Islamic University Padang. This journal focuses on any research related to the history of Islamic culture and the history of Islamic civilization. Scope of Khazanah: Journal of Islamic History and Culture includes classical religious manuscripts, Contemporary religious manuscripts, socio-religious history, religious archeology, archipelago religious arts
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 114 Documents
ORGANISASI PITI DALAM MEMPERCEPAT PEMBAURAN ETNIS TIONGHOA MUSLIM DI KOTAPADANG Doni Nofra; Arki Auliahadi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.972 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.189

Abstract

Penelitian ini menggunakanpendekatan organisasi dan sosiologi yaitu Toleratin merupakan bagian dari Akomudasi, (Sebagai suatu usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan, yaitu untuk mencapai kestabilan). pendekatanyang digunakan adalah analisis historis yang bertujuan untuk melihat sejarah berdiri danperananorganisasi PITI Padang dalam mempercepat pembauran. Penulis mewawancarai informan dan mencaridokumentasi lainnya yang mendukung untuk sumber data.Peran PITI Padang sangat diperlukan oleh etnis Tionghoa baik yang muslimmaupun non-muslim. Bagi Muslim Tionghoa, PITI sebagai wadahsilaturrahmi, untuk saling memperkuat semangat dalam menjalankan agama Islam. Bagi etnis Tionghoa non-Muslim,PITI menjadi jembatan antara mereka dengan umat Islam.Bagi pemerintah, PITIsebagai komponen bangsa yang berperan strategis sebagai jembatanpenghubung antar suku dan etnis,untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara KesatuanRepublik Indonesia. Usaha pembauran yang dilakukan PITIdalam kalangan etnis Tionghoa Muslim di Kota Padang, seperti jalur Kontak kerjasama, perdagangan, keagamaan, pola pemukiman, organisasi, perpolitikan, berganti nama atau tukar identitas, seni, budaya, penggunaan bahasa, pendidikan, dan pernikahan.
TERUSAN SUEZ: JALAN MENUJU KEMAKMURAN KOLONIAL Erasiah Erasiah
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.631 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.190

Abstract

Keberadaan Terusan Suez yang memperdekat jarak antara Timur dan Barat, telah menarik kolonial ke dunia Timur dan mengundangnya mengambil kebijakan ekonomi politik terhadap umat Islam terutama negara-negara Teluk yang kaya dengan sumber alam. Kebijakan ekonomi politik yang diterapkan kolonial terhadap negara-negara Teluk membawa kolonial kepada kemakmuran yang menjadi tujuan utamanya. Kolonial menjadi penguasa dan penentu hubungan luar negeri negara-negara Teluk yang mengakibatkan sumber alam yang semestinya dinikmati oleh umat Islam Teluk, sebaliknya dinikmati oleh kolonial. Untuk itu pada kesempatan ini sangat patutlah kiranya membincangkan topik ini dalam upaya menatap sejarah umat Islam Teluk sebagai salah satu analisis untuk masa sekarang dan akan datang.
Sejarah dan Strategi Nabi Muhammad.SAW di Mekah Kori Lilie Muslim; Tomi Hendra
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 18, Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.025 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.vi.232

Abstract

Writing about the history of the Prophet Muhammad's Da'wah in Mecca aims to analyze how the propaganda strategy carried out by the Prophet Muhammad in spreading Islam in Mecca. The initial stage through the family of the Prophet and his companions or known as the hiding phase. After the Prophet Muhammad cried out in silence, then the revelation of Allah SWT who ordered the Prophet Muhammad to preach openly. In this bright phase the Prophet Muhammad began to face Quraish kafir racial disturbances. Here we see who the true followers of the Prophet Muhammad and those who just joined in. Weak friends hide their Islam. The Prophet Muhammad secretly preached at the house of Al-Arqam bin Arqam because his house was near the hill of Safa and was a gathering place for many people, so that no one who came to Arqam's house was suspected that there was a meeting there. In addition, Arqam is also a great enemy of the Prophet Muhammad, they have a place of preaching in the heart of the enemy. This is a form of propaganda strategy carried out by the Prophet Muhammad. In the open phase, the Prophet Muhammad and the Muslims began to get harsh treatment, torture and murder. But in the end the Prophet Muhammad was visited by Yathrib, they came to acknowledge that the Prophet Muhammad was the messenger of God even they asked the Prophet Muhammad to be their leader in Yatsrib.
Peran Perempuan Dalam Pewarisan Tradisi Kitab Kuning Pada Madrasah Perti di Minangkabau Pasca Kemerdekaan Erman
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 18, Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.578 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.vi.233

Abstract

The research aimed to analyze the social reality which has sympathized for the women role on the inheritance of the kitab kuning tradition in Minangkabau. The reality was formed in Madrasah Perti (MTI Candung and MTI Pasir) that has opened competition markets to women since the beginning of the 20th century to get the influence and legitimacy at inheritance of classical Islamic tradition. As a social field, Madrasah Perti is a place of interaction, socialization and internalization to form intellectual capital that enabled women to reproduce a wider role on the inheritance of the kitab kuning tradition in Minangkabau after Independence.
Partisipasi Masyarakat Minangkabau Pada Implementasi Program Pariwisata Dalam Pemberdayaan Masyarakat Islam Defrinal; M Nasor; Awis Karni; Hasan Mukmin
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 18, Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.55 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.vi.234

Abstract

Pada dasarnya Islam adalah agama permberdayaan sebagaimana dalam Al Quran surat Ar Ra’du ayat 11. Pemberdayaan merupakan proses pengembangan partisipasi, terutama dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat yang membutuhkan keterlibatan penuh masyarakat sehingga berdampak pada kesejahteraan. Adapun masalah yang akan diteliti adalah: Bagaimana partisipasi masyarakat pada implementasi program pariwisata dalam pemberdayaan masyarakat Islam?. Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan dimensi partisipasi masyarakat pada implementasi program pariwisata dalam pemberdayaan masyarakat Islam. Penelitian ini didesain menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi Kasus. Teknik “porposive sampling” termasuk ke dalam nonprobality sampling yaitu pengambilan subjek kajian bergantung kepada peneliti melihat subjek tersebut. Partisipasi masyarakat dalam seluruh aktifitas program pariwisata dilihat pada dimensi, Decision Making, Implementations, Benefits dan Evaluation. Anggota masyarakat dalam pengelolaan pariwisata di Lubuk Nyarai berpartisipasi pada seluruh dimensi, sehingga memiliki dampak pada kesejahteraan sosial, budaya, lingkungan dan ekonomi. Hal ini menjadi acuan bagi pemerintah dalam pengelolaan pariwisata pada pemberdayaan masyarakat islam, dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat pengelola dalam setiap dimensi partisipasi, serta memberikan kepercayaan kepada anggota masyarakat untuk dapat merefleksikan aksinya pada tindakan kolektif melalui pelaksanaan kegiatan bersama.
Impilikasi Kapitalisme Ekonomi Pada Petani Melayu Perkebunan Kopi Rakyat di Sumatera Selatan: Impilikasi Kapitalisme Ekonomi Pada Petani Melayu Perkebunan Kopi Rakyat di Sumatera Selatan Raden Ayu Ritawati
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 18, Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.122 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.vi.235

Abstract

Modern economic capitalism has long engulfed smallholders in rural coffee plantations in South Sumatra. Intangibly, capitalism is always neatly wrapped up in goodness with many interests. The meaning of goodness here, how doers of economic capitalism with the spirit of morality have succeeded in deceiving coffee plantations farmers to become melted and obedient. This research is to find out the impact experienced by coffee plantation farmers who consciously form conflicts of interest and power. And the extent of the government's role in saving coffee farmers from the snares of dependency and hegemony of poverty. The field study was conducted in response to the behaviors and habits of the informants and the local culture that was observed on an ongoing basis. Then analyzed with descriptive qualitative methods based on the semantic relationship between variables. The results of the study prove that poverty that occurs in coffee farmers due to various factors, such as; historical elements as a result of colonial-feudalism, financial-industrial and technological-industrial dependency that made poor farmers helpless. Farmer expenditure, which was originally subsistence life, is increasingly in the form of money. No wonder consumerism is rampant and has become a new culture in rural communities. Increased habit of indebted to coffee bean collectors because of increasing population and economic pressure due to the inability of coffee farmers to adapt to the buying and selling economy. Where debt payments are made in installments when there is a coffee harvest with a longer payment term. Finally, the transformation of interests has succeeded in initiating the idea of ??mastering the economy of coffee farmers on moral and ethical ties for the values ??of the welfare of farmers who are hereditary and empowered for generations.
Kesinambungan dan Perubahan Budaya Pada Perkawinan Adat Uluan Musi Syahril Jamil
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 18, Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.186 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.vi.236

Abstract

Fokus penelitian ini adalah kesinambungan dan perubahan budaya pada perkawinan adat Uluan Musi Sumatera Selatan. Perkawinan adat sejatinya adalah peristiwa sakral yang tata laksananya diatur sedemikian ketat untuk menjaga budaya yang menjadi citra masyarakat adatnya. Dalam konteks Uluan Musi, terjadi perubahan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan etnografi. Data-data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa pada budaya perkawinan adat Uluan Musi masih tetap ada bentuk kesinambungan adatnya dan juga mengalami sejumlah pergeseran. Kesinambungan dan pergeseran terjadi baik pada stuktur dan maupun kulturnya. Perubahan struktur mengakibatkan hilangnya fungsi kontrol dan tanggung jawab agen struktur konvensional pada adat perkawinan adat masyarakat Uluan Musi (hilangnya kesadaran in-group). Perubahan kultur mengakibatkan terjadinya profanisasi nilai kultur, koeksistensi kultur dan globalisasi budaya pada perkawinan adat Uluan Musi.
Islamisasi Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi (2005-2013) Muhammad Ahat; Arki Auliahadi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 18, Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.275 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.vi.237

Abstract

Bukit Duabelas berada di bagian tengah Propinsi Jambi antara jalur-jalur perhubungan darat, yaitu antara lintas tengah dan timur Sumatera, serta lintas tengah Jambi. Posisi Bukit Duabelas juga berada diantara empat sungai yang cukup besar, yaitu; Sungai Batang Hari berada di bagian Utara, Sungai Tabir berada di bagian Barat, Sungai Tembesi berada di bagian Timur dan Sungai Merangin berada di bagian Selatan.Kebudayaan yang dimiliki oleh suku, etnis dan agama turut mempengaruhi gaya komunikasi, sehingga budaya dapat menjadi sebuah rintangan dalam berintegrasi satu sama lain, rintangan budaya dalam berintegrasi ini disebabkan oleh perbedaan norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak yang terlibat dalam berkomunikasi.Suku Anak Dalam adalah salah satu Komunitas Adat Terpencil yang mendiami pedalaman Propinsi Jambi,seperti yang terdapat di Kabupaten Merangin dan Sarolangun.Semenjak 8 tahun terakhir Komunitas Adat Terpencil atau lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam, sudah mulai mengalami perubahan sosial cara berpakaian, pendidikan dan agama. Suku Anak Dalam juga sudah mulai beradaptasi dengan masyarakat luar (OrangDesa).Akhir-akhir ini Suku Anak Dalam sudah banyak yang berangsur meninggalkan keyakinan leluhurnya dan memeluk agama Islam.
Hero dan Kekerasan pada Masa Agresi Militer Belanda I dan II (1945-1949) Sudarman Sudarman; Wewel Madora
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 9, No. 18, Juli-Desember 2019
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.237 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.vi.244

Abstract

Tulisan berikut ini merupakan review article (dan bukan book review) dari karya Remy Limpach, Kekerasan Ekstrem Belanda di Indonesia Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949 sebuah buku berbahasa Belanda pada bulan September 2016. Dr. Remy Limpach bekerja di Nederlands Instituut voor Militairy Historie (NIHMH, Institut Sejarah Militer 1949 yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia De Brandende Kampongs General Spoor (Amsterdam, 2016)
Dinamika Islam di Indonesia Awal Abad-21 Gena Alvionita; Arki Auliahadi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.258 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.259

Abstract

Pembahasan dalam tulisan ini merupakan sebuah paparan tentang keadaan Islam di Indonesia awal abad ke 21 atau millenium ke 3. Pada waktu tersebut, keinginan umat Islam untuk kembali kepada ajaran Islam sudah sangat kuat sehingga muncul banyak pemikir Islam dan organisasi keislaman yang berdakwah mengajak masyarakat dengan paham keislamannya. Hal ini menimbulkan suatu dinamika tersendiri dalam perkembangan Islam di Indonesia. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan bagaimana keadaan dan perkembangan Islam pada awal abad ke 21 di Indonesia, munculnya cendekiawan Muslim dan organisasi-organisasi keislaman. Mengetahui seluk beluk bagaimana organisasi itu muncul dan bagaimana pandanganya  tentang islam saat ini. Karena minimnya masyarakat tentang Islam maka melalui organisasi inilah mereka membahas secara rinci perkembangan islam pada abad 21, walaupun dalam pembahasan mereka itu banyak konflik interen maupun eksteren. Tetapi tidak semua organisasi menimbulkan konflik terkadang ada diantara pendapat mereka yang membuat masyarakat ingin lebih memperdalam islam. Dan keinginan untuk mengembalikan Islam Sejati sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Page 4 of 12 | Total Record : 114