Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam
Khazanah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam is a scientific journal published periodically twice a year in June and December by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Adab dan Humaniora, Imam Bonjol State Islamic University Padang. This journal focuses on any research related to the history of Islamic culture and the history of Islamic civilization. Scope of Khazanah: Journal of Islamic History and Culture includes classical religious manuscripts, Contemporary religious manuscripts, socio-religious history, religious archeology, archipelago religious arts
Articles
114 Documents
Pengaruh Taswuf Falsafi Dalam Penyebaran Islam di Nusantara Pada Abad 17M
Iril Admizal;
Arki Auliahadi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.037 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.260
Sejak awal masehi kawasan Nusantara telah berfungsi sebagai jalur lintas perdagangan bagi kawasan Asia Barat, Asia Timur dan Asia Selatan. Kedatangan Islam di Nusantara penuh dengan perdebatan, terdapat tiga masalah pokok yang menjadi perdebatan para sejarawan. Pertama, tempat asal kedatangan Islam. Kedua, para pembawanya. Ketiga, waktu kedatanganya. Namun, Islam telah masuk, tumbuh dan berkembang di wilayah Nusantara dengan cukup pesat. Mengingat kedatangan Islam ke Nusantara yang pada saat itu sudah memiliki budaya Hindu-Budha. Maka hal ini sangat menggembirakan karena Islam mampu berkembang di tengah kehidupan masyarakat yang telah memiliki akar budaya yang cukup kuat dan lama. Kedatangan Islam ke wilayah Nusantara mengalami berbagai cara dan dinamika, antara lain dengan perdagangan, pernikahan, sosial budaya, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan Islam di wilayah ini memiliki corak tersendiri.
Persatuan Mahasiswa Islam Patani Thailand Indonesia (PMIPTI) Kota Padang Dalam Mempertahankan Eksistensi Budaya Melayu
Doni Nofra;
Inggria Kharisma
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.389 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.261
PMIPTI adalah sebuah organisasi mahasiswa Patani Thailand yang ada di Indonesia, organisasi ini didirikan untuk menyatukan mahasiswa Patani yang menuntut ilmu ke Indonesia. Organisasi ini suda memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia, juga salah satunya di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat usaha yang dilakukan anggota PMIPTI dalam mempertahankan budaya Melayu di Indonesia khususnya di Padang. Penelitian ini dilaksanakan berkaitan dengan hasil diskusi penulis dengan beberapa orang anggota PMIPTI Padang tentang kondisi keberadaan mereka di Indonesia khususnya di Padang, begitu juga berkaitan dengan kampung halamannya Thailand Selatan Patani. Keberadaan anggota PMIPTI di indonesia khususnya Padang, tidak hanya berkumpul-kumpul saja melainkan juga mencapai satu misi untuk mempertahankan budaya Melayu yang di Patani hari ini sudah banyak dihilangkan bahkan generasi muda Patani hari ini banyak yang tidak mengenal budaya Melayu yang merupakan jati diri Patani dahulunya. Mulainya hilang budaya Melayu di Patani salah satunya disebapkan oleh kebijakan pemerintahan Thailand yang ingin menghilangkan budaya Melayu yang pernah ada di Thailand. Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah Thailand adalah melalui program pendidikan yang menggunakan bahasa Thai dalam kurikulumnya. Selain itu, anak-anak Patani sedikit sekali mendapatkan pencerahan berkaitan budaya Melayu. Untuk mempertahankan budaya Melayu Patani, PMIPTI Padang berusaha untuk mengulang dan mempelajari agar budaya mereka tetap bisa dipertahankan. Salah satu usaha yang dilakukan PMIPTI Padang adalah melakukan pembinaan bahasa Melayu bagi anggota PMIPTI, membudayakan berpakayan Melayu di setiap acara PMIPTI dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini dilakukan PMIPTI padang agar mereka bisa mengetahui bagaimanabudaya mereka dahulunya sangat baik, namun hari ini sudah mulai hilang dan tidak ada lagi.
Pembangunan Pada Masa Kedatukan Sriwijaya
wanada hapidi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.877 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.273
Tujuan penelitian ini adalah menerangkan pembangunan yang pernah ada dan dibuat pada masa kerajaan Sriwijaya yang berjaya pada abad ketujuh ini. Seperti yang kita ketahui bahwa Sriwijaya adaalah kerajaan maritime terbesar di Asia Tenggara dan merupakan pusat penyebaran dan kegiatan agama Buddha. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dengan empat tahapannya yaitu heuristik atau pengumpulan sumber, kritik atau verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang besar dengan penguasa yang hebat, hal ini terlihat dari upaya yang dilakukan Dapunta Hyang dalam membuat strukturketatanegaraan, aturan, serta upaya penataan lingkungan dan ruang, hal ini ada dalam isi Prasasti Kedukan Bukit (682 M), Telaga Batu, dan Talang Tuwo (684 M). Kemudian dalam aspek pertahanan Negara dibangun armada laut serta benteng-benteng di wilayah kekuasaannya yang tercatat dalam prasasti Tanjore. Sriwijaya juga membangun berbagai prasasti, arca, maupun candi. Walau Sriwijaya menganut Buddha sebagai agama resmi namun juga terdapat peninggalan yang bercorak Hindu. Penelitian mengenai seperti apa pembangunan yang ada pada masa Sriwijaya ini sangat perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut demi memperoleh sumber yang lebih relevan dan terpercaya diharapkan pihak pemerintah memberikan bantuan dan dukungan untuk para arkeolog dalam melakukan penelitian terhadap Kedatukan Sriwijaya yang pernah berkuasa di Asia Tenggara ini.
Pendidikan Islam dan Pengaruhnya Terhadap Keber-agamaan di Minangkabau
Alfurqan
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.683 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.274
Dalam dinamika keagamaan di Minangkabau telah terjadi beberapa gelombang arus pembaharuan di Minangkabau, hal ini disebabkan oleh pengaruh Pendidikan yang diterima oleh ulama dan masyarakat di Minangkabau. Seluruh ulama yang terlahir di Minangkabau adalah hasil dari didikan surau, namun karena keilmuan Islam bersumber dari Timur Tengah, oleh sebab itu banyak dari ulama Minangkabau yang mematangkan pendidikan Islam di Timur Tengah. Timur Tengah yang saat itu menjadi pusaran perpaduan kultur budaya dan pemikiran reformis dalam Islam, sehingga hal ini mempengaruhi sebagian pelajar dari Minangkabau yang kemudian dikenal dengan kelompok modernis (kaum muda), dan pelajar yang masih terbentengi dari pengaruh tersebut dan masih berpegang kokoh dengan pendidikan surau dan pemikirannya dianggap sebagai kaum tradisional (kaum tua). Pengaruh dari kedua kelompok ulama ini melahirkan dinamika kebereagamaan di Minangkabau dan keragaman praktek keagamaan beserta polemik-polemik di awal abad ke-20.
Nasionalisme: Akar dan Pertumbuhannya di Minangkabau
Danil Mahmud Chaniago;
Umi Rusmiani Humairah;
Rengga Satria
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.773 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.293
Akar Nasionalisme di Minangkabau dapat ditelusuri sejak adanya gerakan pembaharuan Islam yang diinisiasi oleh ulama Kaum Muda pada awal abad ke duapuluh. Setelah sukses melahirkan banyak lembaga pendidikan Gerakan ini kemudian mengalami pergeseran menjadi gerakan Sosio-Agama dan Sosio-Politik. Dalam bidang politik gerakan ini mendapat dukungan masyarakat di seluruh pelosok Minangkabau. Bangkitnya kesadaran kebangsaan di Minangkabau diwarnai oleh keberhasilan masyarakatnya menggagalkan upaya pemerintah kolonial menerapkan Goeroe Ordonantie yakni politik pendidikan yang membatasi gerak kaum elit agama (Islam) dalam menjalankan tugasnya sebagai guru agama.
KEBUDAYAAN DAN WISATA SEJARAH: EXSISTENSI OBYEK SEJARAH TERHADAP PERKEMBANGAN WISATA DI PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR
Jamal Mirdad;
Busatmin Bustamin;
Desma Rustika A
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.59 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i2.307
Indonesia is one of the countries that have the best tourist destinations in the world. This reality is supported by its natural wealth and various cultures. So that Indonesia is not only popular for its natural beauty but also for its historical tourist destinations. The crowning of Nagari Tuo Pariangan as the most beautiful village in the world by Travel Budget is proof of the existence of historical tourism in Indonesia. The purpose of this paper is to analyze Culture and Historical Tourism: The Existence of Historical Objects on Tourism Development in Pariagan, Tanah Datar Regency. This paper uses a qualitative descriptive approach, then analyzed using Creswell Analysis. The results showed that in Nagari Pariangan there are several historical tourism objects, but there are four popular objects including the long grave, Ishlah Mosque, Nasurek Stone, and Balai Saruang which greatly affect the existence of tourism development in Nagari Pariangan. On the policy side, the Regional Government supports the development of culture and history-based tourism, although not maximally.
EPISTEMOLOGICAL DISCOURSE: ISLAMIZATION AND INTEGRATION PARADIGMS OF ISLAMIC SCIENCE
Taufiqurrahman
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.732 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i2.310
This study discusses the paradigm of islamization and integration of science in discourse of epistemology as a tradition of islamic thought, to initiate a conceptual islamization of science. The method used was literature study with a historical approach to observe heuristic aspects, source criticism, and hypotheses. The Islamization of science can be seen from the methods used in a pluralistic, valid, and comprehensive manner, it is considered to exist if it is connected hierarchically as a multidimensional reality. The linkages of knowledge in Islam is an important aspect in Islamic epistemology, where the seeking for knowledge itself is not only an obligation, it is even a form of worship and is related to the values of al-Quran. The integration of Islamic science is a accommodation and absorption of islamic values in general science, as a reintroduction of scientific disciplines into the framework of Islam and the dissemination of Islamic science.
MAKNA TRADISI BUTALE HAJI DI TIGO LUHAH SEMURUP KABUPATEN KERINCI
Supian;
Denny Defrianti;
Fatonah Nurdin
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 11 No. 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.708 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v11i1.321
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan data kualitatif dengan pendekatan interaksi simbolik, melalui sejarah tradisi butale haji serta makna dan nilai dari tradisi butale haji dalam budaya masyarakat Tigo Luhah Semurup kabupaten Kerinci. Fokus penelitian ini adalah sejarah dan makna aktivitas tradisi butale haji di Tigo Luhah Semurup. Pemahaman tentang tradisi butale haji sebagai nilai interaksi simbolik dalam budaya masyarakat Tigo Luhah Semurup yang mengikat kekerabatan dan kebersamaan. Latar belakang dari penelitian ini adalah dimulai dari interaksi masyarakat Tigo Luhah Semurup yang telah terjadi interaksi selama bertahun-tahun dan berlangsung turun-temurun hingga saat ini. Pada saat berkumpul menikmati kebersamaan dan kegotongroyongan terjadi interaksi antara satu dan yang lainnya antar sesama warga dalam kegembiraan dan keharuan mengantar saudara mereka untuk berangkat ke tanah suci Mekkah. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa masyarakat Tigo Luhah Semurup sangat menjaga tradisi butale haji ini. Aktivitas butale haji yang dilakukan dengan sadar, dengan motif dan tujuan untuk menjaga hubungan kekerabatan, kebersamaan, gotongroyong dan keikhlasan dalam melaksanakan aktivitas tradisi butale ini juga menjadi sarana komunikasi antar kerabat untuk saling mendukung dan mendoakan kepergian saudara melaksanakan ibadah haji dengan gembira tanpa meninggalkan beban dan rasa khawatir. Kesimpulannya, aktivitas tradisi butale haji sebagai nilai penguat dan perekat hubungan kekeluargaan, kebersamaan, gotong royong, keikhlasan dalam masyarakat Tigo Luhah Semurup kabupaten Kerinci.
DINAMIKA PEREKONOMIAN MASYARKAT MINANGKABAU: PELUANG DAN TANTANGAN PERDAGANGAN DI DAERAH RANTAU PARIAMAN ABAD XIX
Siti Aisyah
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.682 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i2.336
This paper discusses the opportunities and challenges of trade in the rantau Pariaman area during the XIX century because this area was once known as a successful trading community that cannot be matched by its current society. The method used is historical research methods with data techniques through literature study. The success that was obtained was due to the fact that in the region's position it was an important route for world trade, the people were also able to take advantage of opportunities that could facilitate and facilitate them to achieve success during the colonial period. An elite group consisting of village officials and traditional leaders in the Netherlands as regulators in running the government. In addition, the people were able to make local products such as sea fish, salt, and coconut products that were very popular at that time. If viewed from the conditions at that time there were not a few challenges in the community in carrying out trading activities. The condition of the government was not friendly to the interests of the lower class people which resulted in frequent riots with the Dutch, because the people were not satisfied with the Dutch actions that always interfered in their affairs. In addition, the development of transportation tools such as trains and sailboats has made the Pariaman area market less crowded with outside traders and added to the absence of regeneration that can pass on the trade knowledge so that there is no more professional next generation of traders.
PEREDARAN OPIUM DI MINANGKABAU ABAD KE-19
Muhammad Nasir
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i2.338
This article discusses the history of Minangkabau in the 19th century AD. One of the themes of 19th century Minangkabau history is the Islamic reform movement promoted by religious groups commonly called the Padri movement. One of the central issues of the Padri movement was eradicating the habit of drinking alcoholism that occurred in Minangkabau society. The habit of smoking the drug that comes from boiling opium certainly indicates the existence of the drug on a large scale. Therefore, this article will present a picture of the opium trade in Minangkabau in the 19th century from upstream (providers) to downstream (dealers). It is hoped that this article will be useful as an explanation for the habit of smoking made in the Minangkabau community at that time.