JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Articles
428 Documents
Ecopark di Kota Pontianak
Putri Dirgania Agusta
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 2, No 1 (2014): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v2i1.6023
Kota pontianak yang sedang berkembang ini mengakibatkan pembangunan diberbagai sektor seperti perdagangan, perumahan, pariwisata dan perkantoran. Ruang terbuka hijau kota Pontianak yang mulai ditinggalkan dan digantikan dengan perkerasan/bangunan dapat menyebabkan kurangnya ketersediaan lahan terbuka hijau, hilangnya lahan bermain bagi anak-anak, dan tempat rekreasi hijau. Bangunan yang cenderung menutup permukaan tanah dikhawatirkan dapat mengurangi pemasokan air ke dalam tanah dan dapat menimbulkan potensi iklim mikro menjadi semakin panas. Hal inilah yang kemudian dapat merusak keseimbangan ekologi kota pontianak dan merusak lingkungan perkotaan.Untuk menciptakan lingkungan kota Pontianak yang sehat, dapat dilakukan dengan mengupayakan kembali keseimbangan ekologis kota Pontianak dengan menghadirkan kembali lingkungan-lingkungan alami kota. Salah satu contoh lingkungan alami kota adalah ruang terbuka hijau berupa ecopark. Ecopark merupakan ruang terbuka hijau yang dapat berperan dalam membantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir. saving water, meredam kebisingan, menyerap polutan dan karbondioksida serta menghasilkan oksigen. Selain itu ecopark dapat berfungsi sebagai sarana belajar, rekreasi, dan bermain bagi masyarakat, serta ruang terbuka hijau yang berupa ecopark ini diharapkan dapat menimbulkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan kota tempat mereka tinggal. Kata-kata kunci : ecopark, ekologi, ruang terbuka hijau
TAMAN BUDAYA KABUPATEN MEMPAWAH
Zulfi Heryandi
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.28625
Taman Budaya merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Taman Budaya adalah gabungan antara wadah yang melindungi dan mempertahankan suatu karya ciri atau identitas dari suatu daerah. Kabupaten Mempawah memiliki potensi kebudayaan dalam bidang kesenian salah satunya sanggar seni, namun masih kurang dioptimalkan. Kabupaten Mempawah pada saat ini belum tersedia sarana dan prasarana untuk melestarikan kebudayaan daerah. Keberadaan Taman Budaya Kabupaten Mempawah adalah pilihan yang tepat untuk dapat mewadahi aktivitas kebudayaan tersebut. Tema atau konsep Arsitektur Lokal Melayu akan diterapkan dalam perencanaan bangunan dengan mengangkat nilai-nilai lokalitas, untuk memperkuat identitas daerah Kabupaten Mempawah. Bentuk bangunan serta ornamen yang ada di daerah perancangan akan diterapkan di dalam perancangan. Perancangan Taman Budaya tidak mengalahkan landmark bangunan daerah yaitu Keraton Amantubillah Kabupaten Mempawah. Penerapan konsep lokalitas pada Taman Budaya di harapkan selain sebagai tempat pelestarian kebudayaan, juga dapat mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Kata kunci: Taman Budaya, Kebudayaan, Kabupaten Mempawah
SARANA OLAHRAGA DENGAN PENEKANAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI WADAH INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI KABUPATEN KUBU RAYA
Miswari, Miswari
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.11189
Kalimantan Barat memiliki banyak potensi dari sisi geografis maupun pada sumber daya manusianya. Hal tersebut seiring dengan pembinaan dan kesehatan masyarakat yang saat ini hanya dilakukan oleh pemerintah daerah pada sebuah Sarana Olahraga Sultan Syarif Abdurahman yang berfasilitas minim dan tidak memaksimalkan potensi yang ada. Serta tidak adanya Sarana Olahraga yang mampu mewadahi setiap fasilitas olahraga serta menunjang kebutuhan olahraga dengan standar Keolahragaan baik itu untuk kepentingan atlet serta untuk kesehatan masyarakat. Berangkat dari kebutuhan dan permasalahan tersebut memberikan gagasan pada penulis berupa kajian dan perancangan sarana olahraga dengan penekanan ruang terbuka hijau sebagai wadah interaksi sosial masyarakat di bupaten Kubu Raya dengan potensi yang dimiliki Kabupaten itu sendiri. Kajian dilakukan mengingat sarana olahraga dengan penekanan Ruang Terbuka Hijau memiliki kegiatan yang kompleks. Proses yang digunakan dalam perancangan ini adalah menggunakan tahapan gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis, pra rancangan dan pengembangan rancangan. Pendekatan konsep yang dilakukan pada perancangan ini ialah Ruang Terbuka Hijau sebagai wadah interaksi sosial masyarakat. Hal tersebut dibuat agar atlet dan masyarakat selain mendapatkan kesehatan jasmani, mereka juga dapat bersantai dan melepas penat dalam melakukan aktifitas kerja mereka sehari-hari. Kata Kunci: Olahraga, Ruang Terbuka Hijau, Interaksi Sosial
HOTEL BISNIS DI KOTA SINTANG
Aryandie, Sandy
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v7i1.31694
Perkembangan dalam bidang pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat terjadi di seluruh kabupaten dan kota, salah satunya Kabupaten Sintang. Struktur perekonomian Kabupaten Sintang dalam lima tahun terakhir masih didominasi oleh tiga sektor ekonomi yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan dan sektor pariwisata (hotel dan restoran). Pemerintah saat ini fokus dalam mencari cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sintang, salah satunya dengan cara melakukan kegiatan promosi wisata yang ada untuk menarik para wisatawan. Keberadaan sektor pariwisata saat ini mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembangunan perekonomian daerah, terutama dalam perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Bertambahnya jumlah pengunjung yang datang ke Kabupaten Sintang menjadi tolak ukur bagi pemerintah untuk meningkatan pelayanan di Kabupaten Sintang, khususnya hotel. Fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pengunjung antara lain adanya ruang pertemuan, restoran, fasilitas rekreasi, kamar, sarana rekreasi dan olahraga. Perlunya perancangan yang matang untuk sebuah hotel akan berpengaruh pada tingkat kenyamanan pelayanannnya. Diperlukan sebuah konsep yang tepat mulai dari pemilihan lokasi yang cocok untuk hotel, analisa kebutuhan ruang yang dapat memfasilitasi kegiatan pengguna dan aktifitas penggunahotel, pemilihan bentuk yang fungsional dan efisein, struktur bangunan yang sesuai dengan kondisi daerah perancangan dan menyesuaikan dengan konsep bentuk hotel serta sistem utilitas yang tepat untuk sebuah hotel.Kata Kunci: Hotel Bisnis di Kota Sintang
REDESAIN PONDOK PESANTREN DARUL ULUM KUBU RAYA
Masrudi Masrudi
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v7i1.33669
Pondok Pesantren Darul Ulum merupakan kawasan pendidikan yang menyediakan pendidikan formal (Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi) dan non formal berupa Pondok Pesantren. Pondok Pesantren Darul Ulum merupakan sebuah kawasan yang menyediakan pendidikan agama Islam. zona hunian antara pengelola dan santri masih belum tertata dengan baik juga aktivitas santri dan santriwati yang masih berbaur, sehingga menimbulkan permasalahan lain yang bertolak belakang dengan prinsip dasar Keislaman. Metode tahapan pada Redesain Pondok Pesantren Darul Ulum ini dimulai dari Tahap Gagasan, Pengumpulan Data, Analisis, Sintesis, Pra-Rancangan dan Tahap Pengembangan Rancangan. Lokasi perancangan berada di Jalan Kuala Dua Supadio Sei Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Redesain Pondok Pesantren Darul Ulum ini terdiri dari beberapa massa bangunan yaitu: bangunan Masjid, Sekolah, Asrama, Hunian Pengelola dan bangunan Walet. Pada Redesain Pondok Pesantren Darul Ulum menerapkan konsep Hijab yang bisa diartikan yakni pembatas untuk menjaga privasi bagi pengguna bangunan terutama pembatas antara laki-laki dan perempuan. Hasil perancangan yang diperoleh yaitu: bangunan Masjid menjadi focal point kawasan dengan perletakan dibagian depan agar terintegrasi dengan pemukiman penduduk. Bangunan kampus STITDAR diletakkan dibagian sisi kawasan sebagai zona privasi. Bangunan pengelola yayasan sebagai hijab atau pemisah antara zona ikhwan dan akhwat. Bangunan Pendidikan dan Hunian diletakkan dibagian belakang agar privasi dan kenyamanannya terjaga. Kata kunci: Redesain, Pondok Pesantren, Hijab
PUSAT KESENIAN DAYAK KALIMANTAN BARAT DI KOTA PONTIANAK
Hendrikus Trivaldo;
Uray Fery Andi;
Rudiyono Rudiyono
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 9, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v9i1.44673
West Kalimantan is a province that has a very diverse artistic potential. West Kalimantan Province inhabited by indigenous people and other migrants. The dominant ethnic groups are Dayak, Malay and Chinese. The Dayak tribe is rich in a variety of arts, such as dance, sculpture, painting and others. Every year, the Dayak tribe holds a Dayak Gawai featuring a Dayak art competition. Dayak art was developed by a large number of art studios but not yet well-organized, so a forum for the Dayak Arts Center of West Kalimantan was needed. The purpose of designing the West Kalimantan Dayak Arts Center in Pontianak City is to produce a design for the Dayak arts center of West Kalimantan in Pontianak City as a forum that facilitates Dayak arts in West Kalimantan that reflects the characteristics of Dayak in West Kalimantan. The design method used in the Design of the Dayak Arts Center in West Kalimantan in Pontianak City consists of several stages, namely the idea stage and the data collection stage related to the design needs and the design location. The design result of the West Kalimantan Dayak Arts Center in Pontianak City is to facilitate West Kalimantan Dayak arts based on the functions of education, information, promotion and recreation which can support the activities of West Kalimantan Dayak arts and can display forms that reflect the characteristics of West Kalimantan Dayak architecture.
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA DI KUBU RAYA
Adam, Kharisma;
Zain, Zairin;
Pebriano, Valentinus
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 9, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v9i1.44971
Technological developments that continue to evolve changes in various activities such as industries that rely heavily on computers and robot technology to increase industrial production. From this industrial development, it requires competent human resources who can compete in the industrial world. One way to improve human resources in the field of technology is to build a Computer Engineering and Informatics Vocational High School. Improvement and additional facilities are needed to support education in Kubu Raya Regency. The design stages of the Computer and Informatics Engineering Vocational High School in Kubu Raya Regency start from the preparation stage, the analysis stage, the synthesis stage and the design stage. Application of understanding tropical architecture with consideration of the principle of spatial comfort in buildings related to aspects of the body size of the building user, aspects of human space based on human activities in it, audio comfort, visual comfort, and thermal comfort in buildings. The application of renewable energy, such as solar power generation, is applied to building facades to provide electricity sources and block light from entering the room. In addition, the application of laterite brick material and roaster for air humidity adjusts the geographical area of Kubu Raya Regency which is a tropical area. The formation of buildings with a philosophical composition of shapes and room analogies from the Printed Circuit Board gives the meaning of access to rooms that are connected to one another.
PERPUSTAKAAN UMUM DI KABUPATEN KUBU RAYA
Ramadani, Ramadani
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i1.24375
Saat ini kondisi minat baca bangsa Indonesia cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat baca. Secara mikro, minat baca di Kabupaten Kubu Raya masih tergolong rendah. Salah satu fasilitas yang dapat dibangun dalam upaya meningkatkan minat baca adalah perpustakaan. Pada dasarnya perpustakaan berfungsi untuk menghimpun, mengolah, menyebarluaskan informasi serta pengetahuan berupa bahan bacaan kepada masyarakat luas yang membutuhkan. Konsep pada perancangan perpustakaan umum ini adalah dinamis yang diambil dari filosofi bentuk dan arah sungai yang dinamis. Sungai di Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu potensi dalam meningkatkan minat baca, dikarenakan seluruh daerah Kubu Raya dapat terjangkau oleh sungai. Konsep dinamis tersebut dituangkan ke dalam perancangan bangunan perpustakaan dengan menciptakan akses dari darat maupun dari sungai. Akses dari sungai ini ditarik dari tema Portal of Knowledge yang dianalogikan sebagai gerbang menuju masa depan Kubu Raya yang maju, cerdas dan memiliki minat baca tinggi. Untuk menunjang tema dan konsep tersebut disediakan fasilitas pendukung seperti dermaga dan ruang baca outdoor untuk memanfaatkan potensi view dari sungai. Selain itu terdapat fasilitas utama seperti ruang baca umum, ruang baca anak, ruang audio visual, ruang multimedia, dan coffe shop. Kata Kunci: Minat Baca, Perpustakaan Umum, Dinamis
HOTEL RESORT DANAU LAIT
Arif Affandi;
Jawas Dwijo Putro;
Emilya Kalsum
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v9i2.47637
Danau Lait became famous after going viral on social media because of its natural beauty and uniqueness. Located in Subah Village, Sanggau Regency in West Kalimantan Province. Currently, Danau Lait is starting to be visited by many people. Based on references to the number of visitors to Lake Lait in recent months, it has reached more than 8000 visitors. The surge in visitors to Lake Lait is not matched by the accommodation that accommodates the needs of visitors. Therefore, we need a place or place for refreshing and comfortable rest for visitors, namely in the form of a Resort hotel. The function of a Resort hotel is not only to stay but also to enjoy the natural attractions of Danau Lait. The design of this Resort hotel uses the concept of a Neo-vernacular approach, which is a combination of the concept of traditional buildings and modern buildings which are emphasized on the building's facade. The use of this concept also aims to give an identity to the Hotel Resort Danau Lait building. Based on the existing problems, it is possible to create a Resort hotel with a Neo-vernacular approach that can accommodate the needs of tourists visiting Danau Lait.
Pusat Seni Musik di Pontianak Penekanan pada Akustik Ruang
Todingbua, Arthur
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 1, No 2 (2013): November
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v1i2.4451
Musik merupakan suatu bentuk aliran seni yang dapat memberikan pengaruh dalam kehidupan seseorang. Hampir semua orang pernah mendengarkan musik. Ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari mendengarkan musik, seperti: mengurangi kecemasan dan stress, mengubah suasana hati menjadi lebih positif dan meningkatkan kemampuan bahasa. Adapun tujuan dari pusat seni musik ini yaitu menghasilkan rancangan suatu pusat seni musik yang mampu menampung berbagai macam kegiatan seni musik seperti pelatihan dan pertunjukan serta merancang sebuah bangunan pusat seni musik yang memiliki kondisi akustik ruang yang baik.� Proses yang digunakan dalam perancangan ini adalah menggunakan metode 5 langkah karya Asimov (Snyder� & Catanese, 1991)� yaitu tahapan permulaan, persiapan, pengajuan usul, evaluasi dan tindakan. Pusat seni musik merupakan suatu tempat dimana segala aktivitas yang berhubungan dengan pertunjukan maupun pelatihan musik dijadikan kedalam satu tempat secara terpusat. Penataan massa bangunan pusat seni musik menggunakan bentuk cluster, yaitu berdasarkan kedekatan hubungan atau bersama-sama memanfaatkan satu ciri atau hubungan visual. Bentuk bangunan menggunakan bentuk yang beraturan dan unsur-unsur yang terkandung dalam musik seperti irama, melodi, dan harmoni, sehingga bangunan yang dihasilkan memiliki karakter yang saling berhubungan.�Kata kunci : pusat seni musik, akustik ruang, Pontianak