cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
KARAKTERISTIK ATRAKSI WISATA DESA TEGALREJO KECAMATAN KELUMPANG HILIR KABUPATEN KOTABARU Chindy Ade Eriesta; Kissinger Kissinger; Wahyuni Ilham
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7130

Abstract

Community based tourism is one of the village development efforts through the tourism sector, where the community is the main controller in development. The people of Tegalrejo village build a tourist area by considering the conservation of flora and fauna there so as not to be disturbed by human presence. This study attempts to analyze the characteristics of tourism in Tegalrejo Village. The method used in data collection is the method of field observation, interviews and multiple plots. The selection of sources is determined by purposive sampling. Data analysis of the characteristics of cave tourist attractions, culture and culinary were analyzed descriptively, vegetation data analysis used the Diversity IndexPariwisata berbasis masyarakat merupakan salah satu upaya pembangunan desa yang dilakukan melalui sektor pariwisata, Masyarakat desa Tegalrejo membangun kawasan wisata dengan mempertimbangkan konservasi flora fauna disana agar tidak terganggu dengan keberadaan manusia. Penelitian ini berupaya menganalisis karakteristik wisata  di Desa Tegalrejo. Metode pengumpulan data adalah observasi lapangan, wawancara dan metode petak ganda, Pemilihan narasumber yang ditentukan dengan purposive sampling. Analisis data karakteristik atraksi wisata goa, budaya dan kuliner dianalisis secara deskriptif, analisis data vegetasi menggunakan indeks Diversitas
KONTRIBUSI NILAI EKONOMIS TANAMAN SISIPAN KOPI PADA PENDAPATAN PETANI DI HUTAN KEMASYARAKATAN DESA TEBING SIRING Rolly Andreas; Rina Muhayah Noor Pitri; Muhammad Nafarin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6151

Abstract

The benefits and objectives of this research are to determine the economic value of coffee inserts to farmers, to find out the income from coffee inserts and to know the income of community farmers. The research method was carried out by purposive sampling method and Tebing Siring Village was selected as a village sample based on the results of field observations. Data collection in the field is done by interview and observation, the data used are primary data and secondary data. The results showed that the results of socio-economic analysis in the implementation of the Community Forest system in Tebing Siring Village, Tanah Laut Regency, it can be concluded that the main crops found in Tebing Siring Village are rubber plants, while agricultural crops or inserts, one of which is coffee (palawija). . Farmer members manage approximately 58 Ha, of which each member is given 0.5-1.5 Ha of land to manage. Respondents' income and expenditure did not vary, this was in accordance with the area and condition of the land, the number of types of farming, management systems and the cost of paid laborKerusakan hutan di Indonesia yaitu akibat kebakaran dan pemanfaatan yang tidak bijaksana semakin besar dari tahun ke tahun. Pemerintah telah membuka kesempatan untuk masyarakat mengelola Kawasan hutan negara yang terdapat di daerahnya melalui perhutanan sosial.  Salah satu desa yang ulet dalam memajukan perhutanan social ialah Desa Tebing Siring menggunakan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) sejak 2011. Desa tebing Siring melakukan aktivitas HKm menggunakan tumbuhan hasil hutan non kayu seperti karetdan jenis buah-buahan. Upaya diversifikasi sistem peningkatan terus menerus dikerjakan agar tidak bergantung dengan satu produk saja. Adapun manfaat beserta tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai ekonomi tanaman. sisipan kopi pada petani, mengetahui pendapatan dari tanaman sisipan kopi serta mengengetahui pendapatan dari petani kemasyarakatan. Metode penelitian yang dilakukan dengan metode purposive sampling dan di pilih Desa Tebing Siring sebagai sampel desa yang berdasarkan hasil Observasi dilapangan. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan cara Wawancara dan Observasi, data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil analisis ekonomi sosial ekonomi dalam penerapan sistem HKm di Desa Tebing Siring Kabupaten Tanah Laut, maka dapat disimpulkan bahwa tanaman pokok yang terdapat pada Desa Tebing Siring adalah tanaman karet sedangkan tanaman pertanian atau sisipan salah satunya terdapat tanaman kopi (palawija). Anggota tani mengelola kurang lebih sekitar 58 Ha, yang mana masing-masing anggota diberi 0,5-1,5 Ha lahan untuk di kelola. Pendapatan dan pengeluaran responden tidak berbeda – beda, hal ini sesuai dengan luas serta kondisi lahan, banyaknya ragam usaha tani, struktur pengelolaan dan biaya tenaga kerja yang diberikan
PERAN-SERTA MASYARAKAT TERHADAP-KEGIATAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DESA PULAU NYIUR KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Prima Dunia; Arfa Agustina Rezekiah; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6140

Abstract

Community participation in watershed rehabilitation activities is community involvement and participation in all activities carried out, starting from planning, implementing and evaluating.  This study aims to analyze community participation in watershed rehabilitation activities in Pulau Nyiur Village. his study uses a-descriptive qualitative research design, using data collection methods by conducting observations, field surveys accompanied by questionnaires, and interviews and direct documentation in the field. The data collected in this study consisted-of primary data and secondary data. Primary data includes data on knowledge, attitudes, characteristics of respondents, and data on community interactions. Secondary data collected was obtained through village profile data and related agencies. The results of the study show that the average participation of the Pulau Nyiur Village community in watershed rehabilitation activities is Medium. With details for planning activities in the medium category, implementation activities in the high category, and evaluation in the medium category. The level of community participation in watershed rehabilitation activities is good, with a score of 84.5%Peran serta masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai merupakan keterlibatan dan keikutsertaan masyarakat dalam segala kegiatan yang dilaksanakan, di mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. -Penelitian ini bertujuan menganalisa peran serta masyarakat terhadap kegiatan Rehabilitasi DAS di Desa Pulau Nyiur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, survey lapangan yang disertai penyebaran kuesioner, dan wawancara serta melakukan dokumentasi langsung di lapangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder.  Data primer meliputi data pengetahuan, sikap, karakteristik responden, dan data interaksi masyarakat. Data sekunder yang dikumpulkan diperoleh melalui data profil desa dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukan rata-rata peran serta masyarakat Desa Pulau Nyiur dalam kegiatan rehabilitasi DAS adalah Sedang.  Dengan perincian untuk kegiatan perencanaan masuk kategori sedang, kegiatan pelaksanaaan di kategori tinggi, dan evaluasi di kategori sedang. Tingkat peran serta masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi DAS adalah baik, dengan nilai 84,5%.
ANALISIS VEGETASI JENIS TUMBUHAN PENYERANG DI AREAL HUTAN RIPARIAN PT JORONG BARUTAMA GRESTON Nastiti Ayu Randany; Udiansyah Udiansyah; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6703

Abstract

Riparian Forest is one of the conservation forests in the mining area of PT. Jorong Barutama Greston in Swarangan Village, Jorong, and South Kalimantan Province. This riparian forest has the authenticity of natural vegetation that is well preserved. The loss of vegetation in riparian forest areas will cause a loss of ecological function of plant riparian vegetation which has an impact on decreasing biodiversity. Species of attacker or Invasive. Attacking species are species that come out of their natural habitat through every part such as grains, eggs and parts of other species in the past or present. Invasive alien plant species are types of plants that are not part of an ecosystem whose presence has the potential to have a negative impact on biodiversity. This study aims to determine the types and dominance of native plant species and types identified as invaders / invasions by global invasive alien species and their management. Data collection in the field uses purposive sampling and the method used is the line-of-action method. The data results show that there are 59 types of which 7 species are invansif. Important Value Index results at the seedling level youth are dominated by the Lelombokan type (Ludwigia Peruviana) which is the invasive type and at the level of stake youth dominated by Karamunting at the third highest dominance which is also the invansif type. The management of the type invasive species is carried out by paying attention to the sustainability of native plant species in the riparian forest of PT. Jorong Barutama Greston.Hutan Riparian merupakan salah satu hutan konservasi di kawasan pertambangan PT. Jorong Barutama Greston di Desa Swarangan, Jorong, Provinsi Kalimantan Selatan. Hutan riparian ini memiliki keaslian vegetasi alami yang terjaga dengan baik. Hilangnya vegetasi di kawasan hutan riparian akan menyebabkan kehilangan fungsi ekologis vegetasi riparian tumbuhan yang berdampak pada penurunan keanekaragaman hayati. Jenis penyerang atau Invansif. Jenis penyerang merupakan spesies yang keluar dari habitat alami melalui setiap bagian seperti biji-bijian, telur dan bagian-bagian dari spesies lain dalam waktu masa lalu ataupun sekarang. Jenis tumbuhan asing invansif merupakan jenis tumbuhan yang bukan merupakan bagian dari ekosistem yang kehadirannya berpotensi berdampak negatif pada keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui jenis dan dominanasi jenis tumbuhan asli maupun jenis yang teridentifikasi penyerang/invansi oleh global invansif alien species dan pengelolaanya. Pengambilan data dilapangan menggunakan purposive sampling dan metode yang digunakan yaitu metode garis berpetak. Hasil data menunjukan bahwa terdapat 59 jenis yang mana 7 jenis diantaranya adalah jenis penyerang/invansif. Hasil Indeks Nilai Penting pada permudaan tingkat semai didominasi oleh jenis Lelombokan (Ludwigia Peruviana) yang merupakan jenis penyerang/invansif dan pada tingkat permudaan pancang yang didominasi oleh Karamunting pada dominansi ketiga tertinggi yang juga merupakan jenis penyerang. Pengelolaan jenis penyerang/invansif dilakukan dengan memperhatikan keberlangsungan jenis tumbuhan asli di hutan riparian PT.Jorong Barutama Greston
ANALISIS TRAVEL COST DAN MANFAAT TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONESIA (TH2TI) BAGI MASYARAKAT Muhammad Arif Rahman; Abdi Fithria; Khairun Nisa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7144

Abstract

This study aims to analyze the economic value of the Indonesian Tropical Rain Forest Park TH2TI using the Travel Cost Method and to find out the economicand social benefits for the surrounding community. This research was conducted in Banjarbaru City, South Kalimantan for 2 months. The resultsof the study indicate that the costof traveling at the TH2TI location is influenced by the distance of each end as well as the means of transportation and consumption of visitors. The data above is for the location of the closest visitor position, namely Banjarbaru with an estimated distance of 7 km with an average expenditure per person of Rp. 29,000, Martapura/ Banjar a distance of 10 km the average expenditure is Rp. 30.000, Tanah Laut a distance of 55 km with an average expenditure of Rp. 70,000 and the furthest is a new city with a distance of 300 km with an average expenditure of Rp. 400,000. The influence of the presence of TH2TI on the socio-economic conditions of the community is as follows, providing employment Opportunities for the community around MH2T are business opportunities both as traders and in the service sector. In tourism in Cempaka Village, namely Ungu Lake, the development strategy for Purple Lake from the results of the analysis of internal and external factors for Purple Lake, namely 1.95 and 1.75, which is in quadrant II, this position shows solid but faces great difficulties. The Purple Lake site design uses a tourism concept that provides a variety of tours in one tourist locationPenelitaian ini dimaksudkanr untuk menganalisis nilai ekonomi Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia TH2TI dengan metode Travel Cost Method serta mengetahui manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Selam 2 bulan. Hasil penelitian menujukan bahwa biaya di dalam perjalan pada lokasi TH2TI, di pengaruhi oleh jarak masing masing pengujung serta alat transportasi dan konsumsi pengunjung. Data diatas untuk lokasi kedudukan pengunjung paling terdekat yaitu Banjarbaru dengan jarak estimasi 7 km dengan rata-rata pengeluaran per orang Rp. 29.000, Martapura/ Banjar jarak 10 km rata-rata pengeluaran Rp. 30.000, Tanah laut jarak 55 km rata-rata pengeluaran Rp.70.000 dan yang paling terjauh yaitu kota baru dengan jarak 300 km rata-rata pengeluaran Rp. 400.000.  Pengaruh kehadiran TH2TI terhadap sosial ekonomi masyarakat, tersedianya lapangan pekerjaan berpeluang bagi masyarakat. TH2TI adalah peluang usaha baik sebagai pedagang maupun bidang jasa. didalam wisata yang terdapat di Kelurahan Cempaka yaitu Danau Ungu, Strategi pengembangan untuk Danau Ungu dari hasil analisis faktor internal dan eksternal Danau Ungu yaitu 1,95 dan 1,75 yang Berada di kuadran II posisi ini menunjukkan solid namun menghadapi kesulitan besar. Desain tapak Danau Ungu menggunakan konsep wisata yang memberikan beragam wisata di dalam satu lokasi wisata.
PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN PEMBUATAN ANYAMAN BAMBU (Bambusa Sp) SERTA KONTRIBUSI TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA AJUNGAN KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN BALANGAN Muhammad Rafly Ahda Fadillah; Diana Ulfah; Zainal Abidin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6695

Abstract

The purpose of this study was to determine the yield, productivity and contribution of bamboo woven making including bags, wallets, and tissue boxes for people's income in Ajung Village, Tebing Tinggi District, Balangan Regency. This study uses direct observation and interviews with bamboo woven craftsmen, conducting interviews with local communities to obtain additional information. The average productivity of bamboo woven bags per person is 0.34 units/hour, 1.53 units/day, 25 units/month and 263.73 units/year, the average productivity of bamboo woven purses per person is 0.39 units/hour, 2 units/day, 49.66 units/month and 575.13 units/year, the average productivity of woven tissue box crafts per person is 0.21 units/hour, 1.41 units/day, 6.93 units/month and 75.4 units/year. The average yield of bag is 73.08%, wallet is 71.56% and tissue box 79.95%. The value of the average annual net income of bag is Rp. 7,634,000, wallet of Rp. 12,157,000 and tissue box Rp. 1,843,000/year.Tujuan dari penelitian ini mengetahui besarnya rendemen, produktivitas dan kontribusi pembuatan anyaman bambu meliputi tas, dompet, dan kotak tisu untuk pendapatan masyarakat di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dan wawancara terhadap pengrajin anyaman bamboo, melakukan wawancara kepada masyarakat setempat untuk memperoleh informasi tambahan. Hasil rata-rata produktivitas kerajinan anyaman tas bambu perorang sebesar 0,34 unit/jam, 1,53 unit/hari, 25 unit/bulan dan 263,73 unit/tahun, rata-rata produktivitas kerajinan anyaman dompet bambu perorang sebesar 0,39 unit/jam, 2 unit/hari, 49,66 unit/bulan dan 575,13 unit/tahun, rata-rata produktivitas kerajinan anyaman kotak tisue perorang sebesar 0,21 unit/jam, 1,41 unit/hari, 6,93 unit/bulan dan 75,4 unit/tahun. Rendemen kerajinan anyaman tas bambu memiliki rata-rata 73,08%, kerajinan anyaman dompet bambu rata-rata 71,56% dan kerajinan anyaman kotak tissue 79,95%. Besarnya nilai rata-rata pendapatan bersih pertahun anyaman tas bambu sebesar Rp. 7.634.000, anyaman dompet bambu sebesar Rp. 12.157.000 dan anyaman kotak tisu Rp. 1.843.000/tahun.
RESPON PERTUMBUHAN BAMBU CINA (Bambusa multiplex) TERHADAP PEMBERIAN MEDIA PUPUK HAYATI ECOFERT Saiful Rahmadani; Eny Dwi Pujawati; Adistina Fitriani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7135

Abstract

Chinese bamboo has advantages like other bamboos, it has many roots, produces dense clumps, is able to prevent soil erosion and is a source of oxygen. This bamboo plant can be used as handicrafts, one of which is as a sketch and accessories. The purpose of this study was to analyze the effect of giving the best Ecofert biofertilizer on the growth of Chinese bamboo with the parameters of survival percentage, shoot growth and shoot height increase. This research method was carried out using a completely randomized design (CRD) which consisted of 5 different treatments, namely 1) treatment A without the application of Ecofert biofertilizer; 2) treatment B application of 10 grams of Ecofert fertilizer; 3) treatment C with 20 grams of Ecofert fertilizer; 4) treatment D application of 30 grams of Ecofert fertilizer; 4) treatment E was the application of 40 grams of Ecofert fertilizer. From each treatment, the observation of the live percentage got a value ranging from 65% to 85%, the highest result at the end of the observation was the average increase in the number of shoots in treatment E (40 grams) with the results of getting 3.12 shoots and at the average increase in shoot height the results the highest treatment B (10 grams) with the result 159.92 cmBambu cina memiliki kelebihan seperti bambu lainnya memiliki perakaran yang banyak, menghasilkan rumpun yang rapat, mampu mencegah erosi tanah dan penghasil sumber oksigen. Tanaman bambu ini dapat dijadikan kerajinan tangan salah satunya sebagai sketsel dan aksesoris. Tujuan penelitian ini agar dapat menganalisis pengaruh pemberian pupuk hayati Ecofert terbaik terhadap pertumbuhan bambu cina dengan parameter persentase hidup, pertambahan tunas dan pertambahan tinggi tunas. Metode penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan berbeda yaitu 1) perlakuan A tanpa pemberian pupuk hayati Ecofert; 2) perlakuan B pemberian pupuk Ecofert 10 gram; 3) perlakuan C pemberian pupuk Ecofert 20 gram; 4) perlakuan D pemberian pupuk Ecofert 30 gram; 4) perlakuan E pemberian pupuk Ecofert 40 gram. Dari setiap perlakuan pengamatan dari persentasi hidup mendapatkan nilai kisaran 65% sampai 85%, hasil tertinggi diakhir pengamatan dari rata-rata pertambahan jumlah tunas pada perlakuan E (40 gram) dengan hasil mendapatkan 3,12 tunas dan pada pertambahan rata-rata tinggi tunas hasil tertinggi perlakuan B (10 gram) dengan hasil 159,92 cm.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN BANGUNAN AKIBAT SERANGAN RAYAP DI KOMPLEK BINCAU INDAH III DESA BINCAU KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Dwi Rinda Maisarah; Trisnu Satriadi; Diana Ulfah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6156

Abstract

Termites and buildings have interactions that greatly affect the resilience, safety and comfort of buildings so that they need to be identified in order to prevent the spread of termites. The purpose of this study was to identify the level of damage to buildings due to termite attacks and to identify wood destroying termites in buildings in the Bincau Indah III Complex, Bincau Village, Kab. Banjar, South Kalimantan. The method used is a descriptive method with interview and observation techniques in people whose houses have termite attacks as many as 30 house samples. The termites found were then preserved to identify their species. The building components have a damage rate of 8.33% for glazing, 6.83% for rafters, 3.33% for trusses, 3.66% for ceilings and 15.16% for sills. The level of damage to buildings has an average of light damage of 6.67%, moderate damage of 90% and severe damage of 3.33%. There are two types of termites that damage buildings in this study, namely subterranean termites (Coptotermes curvignathus Holmgren) and dry wood termites (Cryptotermes cyanocephalus). Subterranean termites attack the roof framework of houses such as trusses, girders, and rafters. Meanwhile, dry wood termites attack the frame of the house. Both of these types make wooden buildings brittle and weathered, making it easier for buildings to collapseRayap dengan bangunan memiliki interaksi yang sangat berpegaruh terhadap ketahanan, keamanan dan kenyamanan bangunan sehingga perlu diidentifikasi agar dapat mencegah penyebaran rayap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kerusakan pada bangunan akibat serangan rayap serta mengidentifikasi serangga rayap perusak kayu pada bangunan di Komplek Bincau Indah III Desa Bincau, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi pada masyarakat yang rumahnya terdapat serangan rayap sebanyak 30 sampel rumah. Rayap yang ditemukan lalu diawetkan untuk diidentifikasi jenisnya. Komponen bangunan memiliki tingkat kerusakan pada bagian glagar 8,33%, kasau 6,83%, kuda-kuda 3,33% plafon 3,66% dan kusen 15,16%. Tingkat kerusakan bangunan memiliki rata-rata  kerusakan ringan sebesar 6,67%, kerusakan sedang 90% dan kerusakan parah 3,33%. Jenis rayap yang merusak bangunan pada penelitian ini ada dua jenis rayap yaitu rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) dan rayap kayu kering (Cryptotermes cyanocephalus). Rayap tanah menyerang kerangka atap rumah seperti Kuda-kuda, gelagar, dan kasau. Sedangkan, rayap kayu kering menyerang bagian kusen rumah. Kedua jenis ini membuat bangunan kayu menjadi rapuh dan lapuk sehingga memudahkan bangunan roboh
Sampul Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6717

Abstract

ANALISIS BEBERAPA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA TUMBUHAN SUNGKAI (Peronema canescens jack), MALI-MALI (Leea indica), DAN LERAK (Cyathostemma viridiflorum) DARI KHDTK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Rahmani Rahmani; Budi Sutiya; Zainal Abidin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6147

Abstract

The potential of plants with medicinal properties is spread in Indonesia, one of which is in the forest area with a special purpose (KHDTK) UNLAM. This study aims to analyze several active compounds, namely the content of flavonoids, saponins, quinones, tannins, steroids, triterpenoids and alkaloids present in Sungkai plants. (Peronema canescens jack), Mali-mali (Leea indica) and Lerak (Cyathostemma viridiflorum). The results of this study were testing the active compounds that were most commonly found in sungkai plants were saponins, tannins and steroids in parts of the root, stem and leave except for steroids only in the stems and leaves. Testing of active compounds in mali-mali and lerak plants. The compounds most commonly found in the roots, stems and leaves were saponins, quinones, tannins and steroids, for flavonoid and triterpenoid compounds were not found in the three plants. The most abundant alkaloid compounds were found in the Mayer reagent in almost all parts of the sungkai, mali-mali and lerak plants except for the leaves, Wagner and Dragendorf reagents also contained compounds but only a few in the sungkai and lerak plant parts.Potensi tanaman yang berkhasiat obat tersebar di Indonesia, salah satunya di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) UNLAM.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa senyawa aktif yaitu kandungan flavonoid, saponin, quinon, tanon, steroid, triterpenoid dfan alkaloid yang ada pada tumbuhan Sungkai (Peronema canescens jack), Mali-mali (Leea indica) dan Lerak (Cyathostemma viridiflorum). Hasil dari penelitian ini pengujian ditemukan pada tumbuhan sungkai senyawa saponin, tanin dan steroid pada bagian akar, batang dan daun terkecuali steroid hanya dibagian batang dan daun. Pengujian senyawa aktif pada tanaman mali-mali dan lerak senyawa yang paling banyak ditemukan di bagian akar, batang dan daun adalah senyawa saponin, quinon, tanin dan steroid, untuk senyawa flavonoid dan triterpenoid tidak ditemukan diketiga tumbuhan. Senyawa alkaloid paling banyak ditemukan yaitu pada pereaksi mayer hampir semua bagian tumbuhan sungkai, mali-mali maupun lerak terkecuali dibagian daunnya, pereaksi wagner dan dragendorf juga terdapat senyawa namun hanya beberapa dibagian tumbuhan sungkai dan lerak

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue