cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
POTENSI DAUN PEPAYA (Carica papaya) SEBAGAI PENGAWET KAYU AKASIA (Acacia mangium) DAN KAYU KEMIRI (Aleurites moluccana) TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH Ahmad Riyadi Basri; Diana Ulfah; Lusyiani Lusyiani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6702

Abstract

Wood in Indonesia has considerable potential and a variety of types, of the various types of wood, very few have good durable quality especially at this time it is difficult to get a type of wood that has good durability, many types of wood that have a low durable class, so it needs to be done wood preservation. The purpose of the study was first to measure the degree of damage to Acacia mangium wood and Kemiri wood (Aleurites moluccana) preserved with a mixture of papaya leaves, kerosene and detergent against soil termite infestation and secondly identifying the type of soil termites that attack wood. The method used is the Trial Design, which is a Complete Randomized Design (RAL) factorial pattern (Factor A with 2 levels and factor B with 4 levels). Each treatment was repeated 5 times, resulting in 40 samples. The results showed that the value of the degree of damage to acacia wood in the treatment of papaya leaf preservatives, by 17.04%, preservation with papaya leaves mixed with kerosene by 39.83%, and on the treatment of papaya leaves mixed kerosene and detergent by 13.44, while in hazelnut on papaya leaf preservation treatment, by 80.95%, papaya leaf preservatives mixed kerosene by 95.59%,  and on the preservative treatment of papaya leaves mixed kerosene and detergent, by 74.72%. The type of soil termite that attacks wood samples is a type of Macrotermes gilvus (soil termite) caste soldier with morphological characteristics have an antennae of 17 segments, bright brown head color, dark elongated head of the head and has scissor-shaped jawsKayu di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dan beraneka ragam jenisnya, dari berbagai jenis kayu tersebut, sangat sedikit yang memiliki kualitas awet yang baik terlebih lagi saat ini sulit untuk mendapatkan jenis kayu yang memiliki keawetan yang baik, banyak jenis-jenis kayu yang memiliki kelas awet rendah, sehingga perlu dilakukan pengawetan kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengukur derajat kerusakan kayu Akasia (Acacia mangium) dan kayu Kemiri (Aleurites moluccana) yang diawetkan dengan campuran daun Pepaya (Carica papaya), minyak tanah dan deterjen terhadap serangan rayap tanah dan kedua mengidentifikasi jenis rayap tanah yang menyerang kayu. Metode yang digunakan adalah Rancangan Percobaan, yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (Faktor A dengan 2 taraf dan faktor B dengan 4 taraf). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga memperoleh 40 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai derajat kerusakan pada kayu akasia pada perlakuan pengawet daun pepaya, sebesar 17,04%, pengawetan dengan daun pepaya dicampur minyak tanah sebesar 39,83%, dan pada perlakuan pengawet daun pepaya campur minyak tanah dan detergen sebesar 13,44, sedangkan pada kayu kemiri pada perlakuan pengawet daun papaya, sebesar 80,95%, pengawet daun pepaya campur minyak tanah sebesar 95,59%, dan pada perlakuan pengawet daun pepaya campur minyak tanah dan detergen, sebesar 74,72%. Jenis rayap tanah yang menyerang sampel kayu ialah jenis Macrotermes gilvus (rayap tanah) kasta prajurit dengan ciri-ciri morfologi memiliki antena sebanyak 17 ruas, warna kepala cokelat cerah, kepala memanjang berwarna gelap dari kepala serta memiliki rahang berbentuk gunting
SIFAT FISIK DAN WAKTU BAKAR BIOBRIKET LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT Muhammad Fajri Noor; Muhammad Faisal Mahdie; Diana Ulfah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7143

Abstract

. Indonesia government targets the use of new and renewable energy mix of 23% by 2025 as stated in RUEN. Indonesia is ranked 1st in the world's palm oil producer with 47,120,247 tons and 1st in the world's palm oil area with an area of 14,456,611 ha. One hectare of oil palm plantations in South Kalimantan has the potential to produce 4.4 million tons in one year. The dry frond waste from the pruning of oil palm can be used for processing biobriquettes. This study purpose to obtain the moisture content, ash content, volatile matter, calorific value, and burning time of the biobriquettes of oil palm fronds produced based on particle size. The results of the biobriquette waste from oil palm fronds in this study contained a moisture content of 7.20% - 12.60%, ash content of 3.60% - 8.54%, volatile matter 34.85% - 55.12%, a value of 34.85% - 55.12%. the heat is 3,020 cal/g – 5,091 cal/g, the burning time for smoldering is 61 minutes – 74 minutes, and the burning time for boiling 500ml water is 18 minutes – 25 minutes. The results showed that the particle size affects the quality standards of briquettes and burning time. The lower the moisture content and ash content, higher the calorific value so fast that the boiling water is 500 ml. The best results were found in treatment C with a particle size 80 mesh with an average the calori value of 4.952 cal/g.Pemerintah Indonesia mempunyai target pada tahun 2025 yaitu penggunaan bauran etb sebesar 23% yang tertuang pada RUEN. Indonesia mendapatkan peringkat 1 Produsen Kelapa Sawit Dunia dengan 47.120.247 ton; peringkat 1 Luas Areal Kelapa Sawit Dunia dengan luas 14.456.611 ha. Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan berpotensi menghasilkan 4,4 juta ton/hektar/tahun. Limbah pelepah kering hasil pemangkasan kelapa sawit dapat dipergunakan untuk pengolahan biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besarnya nilai kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, nilai kalor, dan waktu bakar dari biobrlket limbah pelepah kelapa sawit yang dihasilkan berdasarkan ukuran partikel. Hasil biobriket limbah pelepah kelapa sawit dalam penelitian ini mengandung kadar air sebesar 7,20% - 12,60%, kadar abu sebesar 3,60% - 8,54%,  zat terbang sebesar 34,85% - 55,12%, nilai kalor sebesar 3.020 kal/g – 5.091 kal/g, waktu bakar dari lamanya membara selama 61 menit – 74 menit, dan waktu bakar dari pendidihan 500ml air selama 18 menit – 25 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa ukuran partikel mempengaruhi standar kualitas briket dan waktu bakar. Semakin rendah kadar air dan kadar abu maka nilai kalor semakin tinggi sehingga mempercepat pendidihan 500ml air. Hasil yang terbaik yaitu terdapat pada perlakuan C yaitu dengan ukuran partikel 80 mesh dengan rata rata nilai kalor 4.952 kal/g
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DARI VEGETASI ALANG-ALANG PADA BERBAGAI KELERENGAN DI SUB DAS BATI-BATI (DAS MALUKA) KALIMANTAN SELATAN Zainal Abidin; Syarifuddin Kadir; Eko Rini Indriyatie
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6694

Abstract

The type of land cover affects the level of erosion hazard in an area. The purpose of this study was to analyze the amount of erosion hazard and determine the level of erosion hazard (TBE) on the reed vegetation on various slopes in the Bati-bati sub-watershed of the Maluka watershed, South Kalimantan. Sampling of data using purposive sampling technique. Samples were taken as many as 6 land units based on vegetation, soil type, reed land cover and slope class, which were obtained from the map overlay of land units. Each sample point was taken soil samples using a sample ring to be tested in the laboratory. Then, the data were analyzed using Universal Soil Loss Equation (USLE) and Erosion Hazard Analysis (TBE). The highest number of erosion values occurred in reed Land Unit (UL) 39 with a slope of 15-25% with an erosion value of 130.96 tons/ha/year, while the lowest erosion value was found in UL 34 with a slope of 0-8 and erosion of 9.64 tons/ha/year. The erosion hazard level of the land unit under study shows the percentage of light grade (IR) occurring at UL7, UL 34, UL 50 and UL 59 with a flat slope (0-8), while the medium grade (II-S) occurs at UL. 37 with gentle slopes (8-15) and UL 39 with steep slopes (25-40)Jenis penutupan lahan berpengaruh terhadap tingkat bahaya erosi dalam suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis jumlah bahaya erosi dan menentukan adanya tingkat bahaya erosi (TBE) pada vegetasi alang-alang pada berbagai kelerengan di sub DAS Bati-bati DAS Maluka, Kalimantan Selatan. Pengambilan sampel data menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diambil sebanyak 6 unit lahan berdasarkan vegetasi, jenis tanah, tutupan lahan alang-alang dan kelas kelerengan, yang didapat dari overlay peta satuan lahan. Setiap titik sampel diambil sampel tanahnya menggunakan ring sampel untuk diuji di laboratorium. Kemudian, data dianalisis menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE) dan Analisis Tingkat Bahaya Erosi (TBE). Jumlah nilai  erosi tertinggi terjadi pada Unit Lahan Alang-Alang (UL) 39 dengan kemiringan lereng 15-25% dengan nilai erosi sebesar130,96 ton/ha/thn, sedangkan nilai erosi terendah terdapat pada UL 34 dengan kemiringan lereng 0-8 dan nilai erosi sebesar 9,64 ton/ha/thn. Tingkat bahaya erosi dari unit lahan yang diteliti menunjukkan persentase kelas ringan (I-R) terjadi pada UL7, UL 34, UL 50 dan UL 59 dengan kemiringan lereng yang datar (0-8), sedangkan pada kelas sedang (II-S) terjadi pada UL 37 dengan kemiringan lereng landai (8-15) dan UL 39 dengan  kemiringan lereng curam (25-40).
STUDI PERKECAMBAHAN JATI PUTIH (Gmelina arborea Roxb.) DENGAN BERBAGAI MACAM PERLAKUAN DI PERSEMAIAN FAKULTAS KEHUTANAN Risa Atika Dewi; Yusanto Nugroho; Hafizianor Hafizianor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7134

Abstract

Jati Putih seeds are known as hard-skinned seeds so they are difficult to germinate. Germination of some hard-shelled seeds has a very low germination percentage of 30-40%. The method used in this study was a completely randomized design for 3 treatments, fruit ripeness treatment using unscarified fruit, seed integrity treatment and germination media treatment with a mixture of husks and soil using scarified seeds and using a factorial Completely Randomized Design with 2 factors, namely soaking. hot water and fruit ripeness factor using scarified seeds. The results showed that the percentage of germination showed that the seeds were scarified by hot water soaking and fruit ripeness without soaking in hot water was 56.5% rotten seeds, 41.5% yellow seeds and 30% green seeds, 2% hot water soaked rotten seeds, yellow seeds 1, 6% and green beans 2%. Treatment Whole seeds 27% whole seeds, 18% hollow seeds and 14% deep hollow seeds. The treatment of germination media was husk and soil of 12% rotten seeds, 27% yellow seeds and 37% green seeds. Percentage of fruit germination that was not scarified by treatment of ripe fruit rot I 6%, second repetition 0.2%, III repetition 0.6% and IV 2%, yellow fruit I 4.6%, II 2.2% , 3% test III and 20.4% IV test. green fruit test I 5.8%, test II 3%, test III 6.4% and IV 54.2%. Optimum germination occurred in scarified seeds rather than unscarified seeds. Saccharified seeds germinated faster, starting from 5 days, compared to non-scarified seeds, which took longer, namely 38 days to germinate.Benih Jati Putih dikenal sebagai benih berkulit keras sehingga sulit berkecambah. Perkecambahan beberapa benih berkulit keras memiliki presentase perkecambahan sangat rendah 30-40%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap untuk 3 perlakuan, perlakuan kematangan buah dengan menggunakan buah yang tidak diskarifikasi, perlakuan keutuhan biji dan perlakuan media perkecambahan campuran sekam dan tanah menggunakan biji yang diskarifikasi dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor yaitu perendaman air panas dan faktor kematangan buah menggunakan biji yang diskarifikasi. Hasil persentase perkecambahan didapatkan biji yang diskarifikasi perlakuan perendaman air panas dan kematangan buah tanpa direndam air panas biji busuk sebesar 56,5%, biji kuning 41,5% dan biji hijau 30%, direndam air panas biji busuk 2 %, biji kuning 1,6% dan biji hijau 2%. Perlakuan Keutuhan biji biji utuh 27%, biji berlubang sedang 18% dan biji berlubang dalam 14%. Perlakuan media perkecambahan sekam dan tanah biji busuk 12%, biji kuning 27% dan biji hijau 37%. Persentase perkecambahan buah yang tidak diskarifikasi perlakuan kematangan buah buah busuk ulangan I 6%, ulangan II 0,2%, ulangan III 0,6 % dan ulangan IV 2%, buah kuning ulangan I 4,6%, ulangan II 2,2%, ulangan III 3% dan ulangan IV 20,4%. buah hijau ulangan I 5,8%, ulangan II 3%, ulangan III 6,4% dan ulangan IV 54,2%. Perkecambahan yang optimum terjadi pada biji yang diskarifikasi daripada biji tanpa diskarifikasi. Biji yang disakarifikasi berkecambah lebih cepat yaitu mulai 5 hari dibandingkan dengan biji yang tidak diskarifikasi membutuhkan waktu lebih lama yakni 38 hari untuk berkecambah
NILAI EKONOMI LANGSUNG PEMANFAATAN LAHAN DI DESA ULANG KECAMATAN LOKSADO Oktaliana Riadi Putri; Arfa Agustina Rezekiah; Daniel Itta
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6155

Abstract

People of Ulang Village who are majority Dayak Meratus Tribe, have local wisdom in utilizing the surrounding land for farming and gardening with a rotational system. This study aims to analyze the direct value of land use carried out by the people of Ulang Village. Direct value analysis of land use is carried out using market price approach method. Data were obtained through interviews of 30 respondents who were determined by purposive sampling method and direct observation. Commodities resulting from the use of huma land include rice and seasonal plant. Meanwhile, the commodities of garden land use are annual plants such as cinnamon, rubber, fruits, and sungkai. The direct economic value of the use of huma land in Ulang Village is Rp. 448.889.750,00/year and the use of garden land is Rp. 665.741.000,00/year. The total direct economic value of land use in Ulang Village is Rp. 1.114.630.750,00/yearMasyarakat Desa Ulang yang mayoritas merupakan Suku Dayak Meratus memiliki kearifan lokal dalam memanfaatkan lahan disekitarnya untuk berladang dengan sistem gilir balik maupun untuk berkebun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai langsung dari pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ulang. Analisis nilai langsung dari pemanfaatan lahan dilakukukan dengan menggunakan metode pendekatan harga pasar. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 30 responden serta observasi langsung. Komoditas hasil pemanfaatan lahan huma berupa padi dan tanaman-tanaman semusim. Komoditas pemanfaatan lahan kebun berupa tanaman tahunan seperti kayu manis, karet, buah-buahan, dan sungkai. Nilai ekonomi langsung dari pemanfaatan lahan huma di Desa Ulang sebesar Rp448.889.750,00/tahun dan pemanfaatan lahan kebun sebesar Rp665.741.000,00/tahun. Total nilai ekonomi langsung dari pemanfaatan lahan di Desa Ulang sebesar Rp1.114.630.750,00/tahun.
ANALISIS PENGARUH PUPUK KOMPOS CAIR NASKURU TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN ANGSANA (Pterocarpus indicus) Padliannor Padliannor; Damaris Payung; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6707

Abstract

Liquid compost can affect the growth of Angsana tillers, one of which is naskuru liquid compost. The purpose of this study was to determine the live percentage of Angsana (Pterocarpus indicus) seedling and to determine the effect of Naskuru fertilizer concentration on the growth of Angsana seedling. This research was conducted at Shade House, Faculty of Forestry, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru which is located on Jalan A. Yani Km 36, Banjarbaru City, South Kalimantan Province with 50 samples of Angsana Seedlings. The treatments used in this study were 5 different doses of naskuru liquid compost, namely A0 = Control; A1 = 7 ml; A2 = 14 ml; A3 = 21 ml; and A4 = 28 ml, each treatment was repeated 10 times. The data were then analyzed using a completely randomized design and further tests were carried out. The live percentage of Angsana seedling in all treatments using naskuru liquid compost is 100% which indicates a very good category. The best application of naskuru fertilizer was in the A3 treatment with 21 ml/L water with an average plant height growth of 15.13 cm, diameter growth of 1.57 cm and an average increase of 18.20 leaves. The application of naskuru fertilizer had a very significant effect on growth in height, had an insignificant effect on diameter growth and had a very significant effect on the growth of the number of leaves.Pupuk kompos cair dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan anakan Angsana, salah satunya ialah pupuk kompos cair naskuru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase hidup anakan tanaman angsana (Pterocarpus indicus) dan mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk Naskuru terhadap pertumbuhan anakan angsana. Penelitian ini dilaksanakan di Shade House Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru yang berada di jalan A. Yani Km 36, kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dengan 50 sampel anakan angsana. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini ada 5 perbedaan dosis pupuk kompos cair naskuru yaitu A0 = Kontrol; A1 = 7 ml; A2 = 14 ml; A3 = 21 ml; dan A4 = 28 ml, masing-masing perlakuan dilakukan 10 kali ulangan. Data kemudian dianalisis dengan rancangan acak lengkap dan dilakukan uji lanjutan. Persentase hidup anakan angsana pada semua perlakuan menggunakan pupuk kompos cair naskuru yaitu 100% yang menunjukkan kategori sangat baik. Pemberian pupuk naskuru yang terbaik yaitu pada perlakuan A3 dengan 21 ml/L air dengan rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman sebesar 15,13 cm, pertumbuhan diameter 1,57 cm dan rata-rata pertambahan jumlah daun 18,20 helai daun. Pemberian pupuk naskuru berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi, berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan diameter dan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun.
DAMPAK KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI DESA TAMBAK SARI PANJI KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Akhmad Dilah; Udiansyah Udiansyah; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6146

Abstract

Tambak Sari Panji Village is one of the villages with frequent fires in Hulu Sungai Utara Regency. Fires occur almost every year and predominantly occur in peatland areas. This makes the surrounding community worried about the occurrence of smog and disrupting land, river and air transportation systems. By sector, the impact of fires covers the transportation, health, economic, ecological and social sectors. This study aims to analyze the impact of peatland fires in Tambak Sari Panji Village. The respondent sampling technique is continuous, like a snowball getting bigger or in this case an unlimited sample size (snowball sampling), until the researcher has enough data to analyze, to draw conclusive results that can help determine the impact of peatland fires. Descriptive analysis aims to describe an object of research based on existing facts (reality). The data analyzed is questionnaire data and presented in tabular form, data that cannot be presented in tabular form is presented in descriptive form, which provides an overview of all the facts obtained in the field. Based on the results of research on the impact of peatland fires in Tambak Sari Panji Village, which was conducted with a total of 15 respondents, with 100% respondents aged 20-60 years, forest fires, especially peatlands, caused many negative impacts and losses to the community, namely causing smog, health problems and ecosystem disturbances such as damage to crop fields, decreased water quality, increased temperatures and increased global warmingDesa Tambak Sari Panji merupakan salah satu desa yang sering terjadi kebakaran di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kebakaran hampir setiap tahun selalu terjadi dan dominan terjadi di daerah lahan gambut. Sehingga membuat masyarakat sekitar khawatir akan terjadinya kabut asap serta mengganggu sistem transportasi darat, sungai dan udara. Secara sektoral dampak kebakaran mencangkup sektor perhubungan, kesehatan, ekonomi, ekologi dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisa dampak kebakaran lahan gambut di Desa Tambak Sari Panji. Teknik Pengambilan Sampel Responden yaitu terus-menerus, seperti bola salju yang bertambah besar atau dalam hal ini ukuran sampel tidak terbatas (snowball sampling), sampai peneliti memeliki cukup data untuk dianalisis, untuk menarik hasil konklusif yang dapat membantu mengetahui dampak kebakaran lahan gambut. Analisis deskriptif bertujuan untuk melukiskan suatu objek penelitian berdasarkan fakta yang ada (realitas). Data yang dianalisis adalah data kuisioner dan disajikan dalam bentuk tabel, data yang tidak bisa disajikan dalam bentuk tabel disajikan dalam bentuk deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang semua fakta yang diperoleh di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dampak kebakaran lahan gambut di Desa Tambak Sari Panji yang dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 15 orang dengan usia responden 100% kategori umur 20-60 tahun, bahwa kebakaran hutan khususnya lahan gambut menimbulkan banyak dampak negatif dan kerugian pada masyarakat yaitu menimbulkan kabut asap, gangguan kesehatan dan terganggunya ekosistem seperti kerusakan pada lahan tanaman, menurunnya kualitas air, suhu yang meningkat serta meningkatkan pemanasan global.
POTENSI DAN PERAN SERTA MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN OBYEK WISATA GUNUNG LIANG DI DESA RIAM ADUNGAN KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Ida Bagus Ketut Adnyana; Fonny Rianawati; Susilawati Susilawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6698

Abstract

Mount Liang is one of the natural attractions that is still relatively natural or new, located in Riam Adungan Village, Kintap District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province, with a distance of 135 km from Banjarbaru city and it takes about 4 to 5 hours trekking 1 to 2 hours to get to the top. The peak of Mount Liang has a height of 1,456 meters above sea level and offers a very beautiful panorama, therefore Mount Liang can be a strategic place for development and research, especially in the field of Forestry, namely Ecotourism because the tourism objects in Riam Adungan Villages are diverse. This study aims to identify the Mount Liang tourism object and analyze the community's participation in the development of Mount Liang tourism object. Collecting data in the field using observation or interviews with the people of Riam Adungan Village. The data results from the identification of Mount Liang tourism objects, namely the natural potential of Mount Liang tourism objects, which have three natural potentials, namely a clear river, Liang Ba Ulin Cave and a panoramic view of the beauty of the peak of Mount Liang , the perception of the beauty of various tourism objects in Riam Adungan Village, Hamlet 1, namely 89 .13%, Hamlet 2 is 89.79% and Hamlet 3 is 86.79% and the results of the analysis of community participation in the development of Mount Liang tourism objects are the role of the community in the development of Mount Liang tourism objects. Riam Adungan Village is divided into 3 hamlets, namely, the role of the community in the development of Dusun 1 tourism objects as much as 4.34%, Hamlet 2 as much as 63.43% and Hamlet 3 as much as 12.24%. play a role in developmentGunung Liang adalah salah satu wisata alam yang masih terbilang alami atau baru, terletak di Desa Riam Adungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan jarak tempuh 135 km dari kota Banjarbaru dan waktu yang diperlukan sekitar 4 sampai 5 jam kemudian trekking 1 sampai 2 jam untuk menuju puncak. Puncak Gunung Liang ini memiliki ketinggian 1.456 meter diatas permukan laut dan menawarkan panorama yang sangat indah, oleh sebab itu Gunung Liang ini dapat menjadi wadah yang setrategis untuk dilakukannya pengembangan dan penelitian khususnya dibidang Kehutanan yaitu Ekowisata dikarenakan obyek wisata yang ada di Desa Riam adungan ini beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi obyek wisata Gunung Liang dan Menganalisis peran serta masyarakat dalam pengembangan obyek wisata Gunung Liang. Pengambilan data di apangan menggunakan observasi atau wawancara kepada masyarakat Desa Riam Adungan. Hasil data dari identifikasi obyek wisata Gunung Liang yaitu Potensi alam obyek wisata Gunung Liang ini mempunya tiga potensi alam yaitu Sungai yang jernih, Goa Liang Ba Ulin dan panorama keindahan puncak Gunung Liang, persepsi keindahan obyek wisata yang beragam di Desa Riam Adungan Dusun 1 yaitu 89,13%, Dusun 2 yaitu 89,79% dan Dusun 3 86,79% dan hasil data dari analisis peran serta masyarakat tehadap pengembangan obyek wisata Gunung Liang yaitu Peran masyarakat terhadap pengembangan obyek wisata Gunung Liang Desa Riam Adungan terbagi dalam 3 dusun yaitu, peran masyarakat terhadap pengembangan obyek wisata Dusun 1 sebanyak 4,34%, Dusun 2 sebanyak 63,43% dan Dusun 3 sebanyak 12,24%, alasan Dusun 2 paling unggul dalam pengembangan obyek wisata Gunung Liang yaitu jarak yang dekat maka dari itu masyarakat banyak berperan dalam pengembangan
BRIKET ARANG CAMPURAN TANDAN KOSONG DAN DAUN KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Aldi Bayu Pratama; Budi Sutiya; Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7139

Abstract

Oil palm is one of the plantation commodities that has an important role in South Kalimantan Province. The process of processing palm oil into oil from pulp and kernels (palm kernels) will produce empty oil palm fruit bunches that have not been widely used by companies. Oil palm empty fruit bunches have great potential to be converted into alternative energy such as briquettes. The purpose of this study was to analyze briquettes from a mixture of oil palm empty fruit bunches and oil palm leaves with tapioca adhesive and determine the best composition of a mixture of oil palm empty bunches and oil palm leaves to get the best quality briquettes. The results of the research from empty bunches of oil palm charcoal and oil palm leaves obtained an average moisture content of 1.70% - 5.08%, testing water content of briquettes 54.28 % - 55.73 %, density testing 0.44 g/ cm3 – 0.47 g/cm3, ash content test 1.67 % - 2.83%, calorific value test 5078.3 cal/g – 5557.6 cal/g, fuel power test 0.0113 g/d – 0 ,0117 g/d. Tests of water content, density, ash content, calorific value meet the standards of the Indonesian state, while the water content of briquettes and fuel power are not yet known for the test standards. The test results showed that the P1 treatment with 26 g OPEFB and 12 g KS leaves was the best composition in this briquette processing, the water content test produced 2.39%, the water content of the briquettes was 54.28%, the density was 0.47 g/cm3, ash 2.83% calorific value 5557.6 cal/g and combustion power 0.0114 g/d, with the results obtained during the P1 test being the best briquette composition.Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting di Provinsi Kalimantan Selatan. Proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak dari daging buah dan kernel (inti sawit) akan menghasilkan limbah TKKS yang belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan. TKKS mempunyai potensi yang besar untuk dikonversi menjadi energi alternatif seperti briket. Tujuan dari penelitian ini menganalisis briket  dari campuran TKKS dan daun KS dengan perekat tapioka dan menentukan komposisi terbaik dari campuran TKKS dan daun kelapa sawit untuk mendapatkan kualitas briket terbaik. Hasil penelitian dari arang TKKS dan daun KS mendapatkan hasil rata-rata Kadar air 1,70 % - 5,08 %, pengujian Kadar air briket 54,28 % - 55,73 %, pengujian kerapatan  0,44 g/cm3 – 0,47 g/cm3, pengujian kadar abu 1,67 % - 2,83 %, pengujian nilai kalor 5078,3 kal/g – 5557,6 kal/g, pengujian daya bakar 0,0113 g/d – 0,0117 g/d. Pengujian Kadar air, kerapatan, kadar abu, nilai kalor memenuhi standar negara indonesia, sedangkan Kadar air briket dan daya bakar belum diketahui standar ujinya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan P1 dengan 26 g TKKS dan 12 g daun KS menjadi komposisi terbaik dalam pengolahan briket ini, pada  pengujian Kadar air dihasilkan 2,39 % , Kadar air briket 54,28 % , kerapatan 0,47 g/cm3 , Kadar abu 2,83 % nilai kalor 5557,6 kal/g dan daya bakar 0,0114 g/d, dengan hasil yang diperoleh selama pengujian P1 menjadi kompisisi briket terbaik.
PENGARUH PERENDAMAN DAN KEDALAMAN PENANAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH MAHONI (Swietenia macrophylla) Malik Ibrahim Yasin; Basir Basir; Gusti Syeransyah Rudy
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6690

Abstract

The purpose of this study was to analyze the speed of germination and the percentage of germination of mahogany seeds. The factors studied were immersion and planting depth. The immersion factor consisted of no soaking, soaking with young coconut water, soaking with onion extract, soaking with bean sprouts water, and soaking with warm water. The depth factor consists of 1 cm and 2 cm. This study used a completely randomized design with a factorial pattern. The results showed that the immersion factor had a significant effect on the variable speed of germination of mahogany seeds. The treatment of soaking seeds with bean sprouts water was the best treatment for germination at a rate of 24,17 days. The effect of this treatment was significantly different from the effect of onion extract and without soaking which resulted in slow germination of seeds, which were 33,17 days and 35,67 days, respectively. The depth factor has a very significant effect on the speed of germination, namely the planting depth of 2 cm was better than 1 cm with the germination speed of 23,53 days and 36.07 days, respectively. However, the two factors did not interact for the variable speed of germination. For the percentage of mahogany seed germination variable, the interaction between the immersion factor and the planting depth factor had a very significant effect on the percentage of germination, where without soaking, soaking with young coconut water and soaking seeds with bean sprouts, all of which were planted as deep as 2 cm, resulted in the highest percentage of germination of mahogany seeds, namely 100% which differed significantly from the other treatment interactionsTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kecepatan berkecambah dan persentase berkecambah benih mahoni. Faktor yang diteliti adalah perendaman dan kedalaman penanaman. Faktor perendaman terdiri dari tanpa perendaman, perendaman dengan air kelapa muda, perendaman dengan ekstrak bawang merah, perendaman dengan air tauge, dan perendaman dengan air hangat. Faktor kedalaman terdiri dari 1 cm dan 2 cm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perendaman berpengaruh nyata pada variabel kecepatan berkecambah benih mahoni. Perlakuan perendaman benih dengan air tauge merupakan perlakuan terbaik untuk perkecambahan dengan kecepatan 24,17 hari. Perlakuan ini pengaruhnya berbeda nyata dengan pengaruh ekstrak bawang merah dan tanpa perendaman yang menghasilkan benih yang lambat berkecambah, yaitu masing-masing 33,17 hari dan 35,67 hari. Faktor kedalaman berpengaruh sangat nyata terhadap kecepatan berkecambah, yaitu kedalaman tanam 2 cm lebih baik dari 1 cm dengan kecepatan berkecambah masing-masing 23,53 hari dan 36,07 hari. Namun kedua faktor tersebut tidak terjadi interaksi untuk variable kecepatan berkecambah. Untuk variabel persentase berkecambah benih mahoni, interaksi antara faktor perendaman dan faktor kedalaman tanam berpengaruh sangat nyata terhadap persentase berkecambah, dimana tanpa perendaman, perendaman dengan air kelapa muda dan perendaman benih dengan tauge yang kesemuanya ditanam sedalam 2 cm menghasilkan persentase berkecambah benih mahoni paling tinggi yaitu 100% yang berbeda sangat dengan interaksi perlakuan lainnya

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue