cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
PENGEMBANGAN WISATA ALAM DESA LUMPANGI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Herman Herman; Abdi Fithria; Khairun Nisa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6265

Abstract

The purpose of this research is to review the development of Natural Tourism in Lumpangi Village Hulu Sungai Selatan Regency, reviewing the biophysical identification of Lumpangi Village, inventory of natural attractions, community perception, and determine Development Strategy. The method used to determine community respondents using purposive sampling methodology and visitor respondents using accidental sampling. The results showed the identification of flora amounted to 33 flora and the number of fauna as much as 25 fauna physical state of Lumpangi Village field is hills and slopes. While the inventory of natural attractions there are rivers, mountains, forests, diversity of fauna, and diversity of flora. Public perception of the development of nature tourism in Bukit Langara has a positive impact, namely increasing the economy. Determining the right development strategy judging by SWOT analysis by evaluation using IFAS and EFAS matrices with determination based on the position in the quadrant of the matrix. Based on IFAS and EFAS Results the number of strengths and opportunities (S+O=3.85+3.85 = 7.7; number of strengths and threats (S+T) = 3.85 + (-2.40) = 1.45; number of weaknesses and threats (W+T) = (-2,40)+(-2.40) = -4.80 and number of weaknesses and odds (W+O) = (-2.40)+(3.85) = 1.45. The value of the internal factor is 1.45 as the value of X, while the value of external factors is also 1.45 as the value of Y, which concluded that the natural tourism of Langara Hill is positive.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji pengembangan Wisata Alam Desa Lumpangi Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Mengkaji Identifikasi Biofisik Desa Lumpangi, Inventarisasi atraksi alam, persepsi masyarakat dan menentukan Strategi Pengembangan. Metode yang di gunakan untuk menentukan responden masyarakat menggunakan metode purposive sampling dan responden pengunjung menggunakan accidental sampling. Hasil Penelitian menunjukkan identifikasi flora berjumlah sebanyak 33 flora dan  jumlah fauna sebanyak 25 fauna keadaan fisik lapangan Desa Lumpangi merupakan perbukitan dan lereng-lereng, sedangkan inventarisasi atraksi alam terdapat sungai, gunung, hutan, keanekaragaman fauna, dan keanekaragaman flora. Persepsi masyarakat terhadap pengembangan wisata alam Bukit Langara memberikan dampak positif yaitu peningkatan perekonomian. Strategi pengembangan yang tepat dilihat dari analisis SWOT dengan evaluasi menggunakan matriks IFAS dan EFAS dengan penentuan strategi berdasarkan posisi pada kuadran matriks. Berdasarkan Hasil IFAS dan EFAS jumlah kekuatan dan peluang (S+O=3,85+3,85 = 7,7 ; jumlah kekuatan dan ancaman (S+T) = 3,85 + (-2,40) = 1,45; jumlah kelemahan dan ancaman (W+T = (-2,40)+(-2,40) = -4,80 dan jumlah kelemahan dan peluang (W+O) = (-2,40)+(3,85) = 1,45. Nilai dari Faktor internal 1,45 sebagai nilai X, sedangkan nilai faktor eksternal juga 1,45 sebagai nilai Y maka dapat di simpulkan bahwa wisata alam Bukit Langara bersifat positif.
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN DAN STIK ES KRIM PADA PEMBUATAN MINIATUR RUMAH ADAT BANJAR “GAJAH MANYUSU” Rizky Pratama; Kurdiansyah Kurdiansyah; Adi Rahmadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6706

Abstract

Making a miniature design of the Banjar traditional house “Gajah Manyusu” using raw materials from sawn wood waste and Analyzing production costs in the manufacture of miniature of Banjar traditional house “Gajah Manyusu”. Data analysis on the manufacture of banjar traditional houses miniature includes several stages of economic analysis, namely calculating the total cost of raw materials, calculating manufacturing costs, return on investment, analysis of production costs, analysis of revenue and income, analysis of the revenue-cost ratio (revenue-cost ratio). Analysis of the percentage use of waste in miniature, Analysis of the percentage of use of waste in miniature. The manufacture of Banjar traditional house miniature “Gajah Manyusu” mostly comes from sawn cut waste material from the Banjarbaru forestry faculty workshop and the costs incurred for its manufacture are quite cheap. The waste raw materials include sawn pieces and pieces of plywood which are then used as floor and roof frameworks in miniature buildings, while the walls use duplex paper as raw material, which makes building walls much easier. The tools used in the manufacture of miniatures have a relatively long service life depending on the quality of the tools used so that the depreciation costs are relatively small. This miniature of Banjar traditional house Gajah Manyusu is rectangular in shape, one of the characteristics of this traditional house is that the roof is in the form of a stump or nose shield that covers the entire building, then over time there are additional platforms on the right and left of the building for the roof itself does not use a stump roof, but an arch roof.Membuat rancangan miniatur rumah adat Banjar Gajah Mayusu dengan menggunakan bahan baku dari limbah kayu gergajian dan Menganilisis biaya produksi pada pembuatan miniatur rumah adat Banjar Gajah Manyusu. Menghitung total biaya bahan baku, menghitung biaya pembuatan, Pengembalian investasi, Analisis biaya produksi, analisis penerimaan dan pendapatan, analisis rasio penerimaan-biaya (revenue-cost ratio).Pembuatan miniatur rumah adat banjar gajah manyusu ini sebagian besarnya berasal dari bahan limbah potongan gergajian yang berasal dari workshop fakultas kehutanan banjarbaru dan biaya yang dikeluarkan untuk pembuatannya terbilang cukup murah. Bahan baku limbah tersebut antara lain potongan bekas gergajian dan potongan plwood yang kemudian dimanfaatkan sebagai kerangka lantai dan atap pada bangunan miniatur, sedangkan pada dinding menggunakan bahan baku kertas duplex yang mana dengan menggunakan bahan tersebut pembuatan bangunan dinding jauh lebih mudah. Alat yang digunakan pada pembuatan miniatur memiliki umur pakai yang relatif lama tergantung dengan kualitas alat yang digunakan sehingga biaya penyusutan relatif kecil. Miniatur rumah adat banjar gajah manyusu ini berbentuk persegi panjang, salah satu ciri khas pada rumah adat ini yaitu pada atapnya berbentuk perisai buntung atau hidung bapicik yang menutupi hingga seluruh bangunan, kemudian selang berjalannya waktu terjadi penambahan anjung pada bagian kanan dan kiri bangunan untuk bagian atap sendiri tidak menggunakan atap perisai buntung melainkan atap sengkuap.
RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) DARI PENYULINGAN PT INHUTANI II PULAU LAUT Aprilia Rahmah; Noor Mirad Sari; Diana Ulfah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6145

Abstract

The yield and quality of cajuput oil refined by PT Inhutani II aims to determine the yield and quality of the distillation of cajuput oil (Melaleuca cajuputi). This research was conducted in Semaras Village, Pulau Laut Barat District, Kotabaru Regency. The time required to carry out this research is three months including observation, distillation process and data processing for the preparation of research. The leaves used in this study were 2 tons, where the distillation was carried out 2 times with one distillation using 1 ton of dry cajuput leaves. The method used is steam and water for 6-7 hours. Data processing includes calculating yield and testing the quality of oil samples sent to the laboratory with a total of six parameters including, among others, cineol content with GC and visual color using the 2014 SNI quality standard. The first yield is 1.13%, the second is 1.01%. The quality of cajuputi oil from the distillation of PT Inhutani II Pulau Laut has met the SNI requirements with the results of the first distillation quality being color, pale yellow and brown, specific gravity 0.9186 0.9171, refractive index 1.4630, 1.4553, optical rotation -0-50 °- 0.90 °, the solubility in alcohol 80% is 1:1 and the cineol content is 78.51% and 71.03%Rendemen dan kualitas minyak kayu putih dari penyulingan PT Inhutani II bertujuan untuk mengetahui hasil rendemen dan kualitas dari penyulingan daun minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Semaras Kecamatan Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru. Waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian ini tiga bulan yaitu kegiatan observasi, proses menyuling serta pengolahan hasil data untuk penyusunan penelitian. Daun yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 ton, dimana penyulingan dilakukan sebanyak 2 kali dengan satu kali penyulingan menggunakan 1 ton daun kayu putih kering. Metode yang digunakan adalah uap dan air selama 6-7 jam. Pengolahan data meliputi perhitungan rendemen dan pengujian kualitas sampel minyak yang dikirim pada Laboratorium sejumlah enam parameter mencakup antara lain yaitu kadar sineol dengan GC dan warna secara visual dengan menggunakan standar mutu SNI 2014. Hasil rendemen penyulingan pertama sebesar 1,13% sedangkan yang kedua sebesar 1,01%. Rendemen pertama sebesar 1,13%, kedua sebesar 1,01%. Kualitas minyak kayu putih hasil dari penyulingan PT Inhutani II Pulau Laut telah memenuhi syarat SNI dengan hasil kualitas penyulingan pertama yaitu warna, berwarna kuning pucat dan coklat, berat jenis 0,9186, 0,9171, indeks biasnya sebesar 1,4630, 1,4553, putaran optik -0-50°, -0,90°, kelarutan dalam alkohol 80% yaitu 1:1 serta kadar sineol 78,51% dan 71,03%.
Sampul JSS Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7315

Abstract

STUDI RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DI DESA PAGATAN BESAR Frisca Septiana Pratiwi; Abdi Fithria; Wahyuni Ilham
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6697

Abstract

Pagatan Besar is a village located in Takisung District, Tanah Laut Regency which has potential tourist attractions to be developed as an ecotourism area. It has potential landscape, flora, and fauna that can be developed as a tourist attraction. The existence of a potential tourist attraction in Pagatan Besar Village can be used as a study to develop an ecotourism area with the right strategy. This study aims to analyze the development plan of potential tourist attraction objects in Pagatan Besar Village. Data collection was done by field observations and interviews. Respondents were determined by the purposive sampling method. The results of the data were analyzed descriptively qualitatively and using SWOT analysis. Pagatan Besar Village has a potential tourist attraction, namely mangrove ecotourism, coastal tourism, and river areas that have not been developed. Based on the calculation of IFAS and EFAS, the internal factor value is 1.53 and the external factor is 1.58. The SWOT analysis results show that Pagatan Besar Village is in quadrant I, so the chosen strategy is the S-O strategy. Strategies that can be input in efforts to develop ecotourism include improving facilities and infrastructure, developing and providing tour packages, providing training and counseling to the community, and building facilities for the preservation of flora and faunaDesa Pagatan Besar merupakan salah satu desa di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut yang memiliki potensi objek daya tarik wisata yang dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Terdapat potensi lanskap serta flora dan fauna yang bisa menjadi daya tarik. Adanya potensi objek daya tarik wisata di Desa Pagatan Besar dapat dijadikan kajian untuk mengembangkan sebuah kawasan ekowisata dengan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rencana pengembangan potensi objek daya tarik wisata di Desa Pagatan Besar. Pengambilan data dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara. Responden ditentukan dengan metode Purposive Sampling. Hasil data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan menggunakan analisis SWOT. Desa Pagatan Besar memiliki potensi daya tarik wisata yaitu ekowisata mangrove, wisata pantai dan kawasan sungai yang belum dikembangkan. Berdasarkan perhitungan IFAS dan EFAS, diperoleh nilai faktor internal sebesar 1,53 dan faktor eksternal sebesar 1,58. Hasil analisis SWOT menunjukkan Desa Pagatan Besar berada pada kuadran I, sehingga strategi terpilih adalah strategi S-O. Strategi yang dapat menjadi masukan dalam upaya pengembangan ekowisata diantaranya perbaikan sarana dan prasarana, mengembangkan dan menyediakan paket wisata, memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat, serta pembangunan fasilitas untuk pelestarian flora dan fauna
ANALISIS PENYEBAB BANJIR DI KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Nina Wahyuningsih; Muhammad Ruslan; Badaruddin Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7138

Abstract

Floods in Banjarbaru City specifically those that occur in residential regions reason problems for the community. The reason of this take a look at is to analyze the causes consequence and prevention of flooding at the community in Cempaka District. The studies become conducted by qualitative and quantitative analysis with primary and secondary information sets. Primary records consists of literature study in the shape of literature, books and written resources owned through relevant companies and secondary facts series the usage of observation sheets, interviews and documentation. The consequences showed that the effect of loss of land cover inside the form of plants changed into one of the elements inflicting flooding, some people said that the largest issue become high rainfall. The effects of flooding inside the Cempaka place have precipitated quite a few harm to the community without delay and circuitously, in particular bodily, socially and economically. The countermeasures that can be executed are vegetative efforts, physical engineering efforts and policy effortsBanjir di Kota Banjarbaru khususnya yang terjadi di kawasan pemukiman menimbulkan permasalahan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis penyebab, pengaruh dan penanggulangan terjadinya banjir terhadap masyarakat di Kecamatan Cempaka. Penelitian dilakukan secara analisis kualitatif dan kuantitatif dengan himpunan data primer dan sekunder. Data primer meliputi studi kepustakaan berupa literature, buku serta sumber tertulis yang dimiliki oleh instansi terkait dan pengumpulan data sekunder menggunakan lembar observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kurangnya tutupan lahan berupa vegetasi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir, sebagian masyarakat menyatakan faktor terbesar adalah tingginya curah hujan. Pengaruh banjir di kawasan Cempaka banyak merugikan masyarakat secara langsung dan tidak langsung terutama secara fisik, sosial dan ekonomi. Adapun upaya penanggulangan yang dapat dilakukan yaitu upaya vegetatif, upaya teknik fisik dan upaya kebijakan
KINERJA PENYULUH KEHUTANAN DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) TANAH LAUT Astri Belinda Nur Asrifa; Asysyifa Asysyifa; Hafizianor Hafizianor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6689

Abstract

The aims of this research was to analyze the level of foresty intructor performance in KPH Tanah Laut and to analyze the factors that affect the level of foresty intructor performance in KPH Tanah Laut. The research method used is saturation sampling method. Saturation sampling method is the sampling method with entire population. The data was collected by interview and distributing questionnaires as primary data and secondary data of information from journals, report or data from related intitute. The result showed that the performence of forestry intructor in KPH Tanah Laut based on an assessment of 7 criteria (Employee Administration, The Condition of Working Area, The Planning, The Forestry Conseling Activity, Result and Impact of the Forestry Conseling Activity, Monitoring, Evaluation and Reporting, and Development Activities of the Supporting Profession) overall got a “good” level of performance with score of 60,45. Meanwhile, for each respondent such as respondent 1, the performance level was "enough" with a score of 57.88, respondent 2 received a "good" performance level with a score of 67.24 and respondent 3 received a performance level "enough” with a value of 56.24. The factors that influence the level of performance of the forestry instructor in the Tanah Laut KPH are age, education and competence, motivation and independence, and the scope of the forestry instructor's work areaPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kinerja penyuluh kehutanan di KPH Tanah Laut dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kinerja penyuluh kehutanan di KPH Tanah Laut. Metode penelitian menggunakan metode sampling jenuh. Metode sampling jenuh adalah metode pengambilan sampel dengan seluruh populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pembagian kuesoner sebagai data primer dan data sekunder berupa informasi dari jurnal, laporan, atau data dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan kinerja penyuluh kehutanan di KPH Tanah Laut berdasarkan penilaian dari 7 kriteria (Administrasi Kepegawaian, Kondisi Wilayah Kerja/Binaan, Perencanaan, Kegiatan Penyuluhan, Hasil dan Dampak Kegiatan Penyuluhan, Pemantauan, Evaluasi Dan Pelaporan, dan Kegiatan  Pengembangan Profesi Penunjang) secara keseluruhan mendapat tingkat kinerja “bagus” dengan nilai 60,45. Sedangkan untuk masing-masing responden seperti responden 1 mendapat tingkat kinerja “cukup” dengan nilai 57,88, responden 2 mendapat tingkat kinerja “bagus” dengan nilai 67,24 dan responden 3 mendapat tingkat kinerja “cukup” dengan nilai 56,24. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kinerja penyuluh kehutanan di KPH Tanah Laut yaitu usia, pendidikan dan kompetensi, motivasi dan kemandirian, serta cangkupan wilayah kerja penyuluh kehutanan.
SIFAT FISIK DAN IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA KIMIA CUKA KAYU (Wood vinegar) ALABAN Ayu Manipa Putri; Violet Violet; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7129

Abstract

There are many charcoal productions in Indonesia whose smoke has not been utilized, even though the smoke can be obtained as liquid smoke (wood vinegar). The purpose of this study is to analyze the physical properties of wood vinegar and identify the components of wood vinegar chemical compounds using GC-MS testing from grade 3 to grade 1 levels using the distillation process. The results showed that testing the physical properties of wood vinegar for Specific Gravity (grade 3 and grade 1 with a value of 1.0281) and the results of the pH test (for grade 1 with a value of 4) did not meet Japanese standards. The results of the grade 3 Gross Content (transparency) test that have not been purified show a cloudy color and there is suspense, while grade 1 is according to Japanese standards because it is not cloudy and there is no suspense. While grade 1 is according to Japanese standards because it is not cloudy and there is no suspense. The results of the wood vinegar color test from the grade 3 distillation process are blackish brown because the Alaban wood contains several chemical components and after going through distillation it changes color to a faint clear-yellow color and meets Japanese standards. The results of the quality analysis of grade 3 wood vinegar have a very pungent odor, while the Japanese standard does not require the smell in the wood vinegar liquid. The test results of grade 3 alaban wood vinegar compounds contain 13 chemical commonents. Where the most dominant chemical compounds are acetic chemical compounds, phenol, 2-propanone, 2 (3H)-furanone, propanoic acid. The results of the identification of chemical compounds of alaban wood vinegar at grade 1 there are 22 compounds, the most dominant compounds are nerol compounds, beta-citronellol, citronella, citral, linalyl acetate.Banyak produksi arang di Indonesia yang asapnya belum termanfaatkan, padahal asap tersebut dapat dioleh sebagai asap cair (cuka kayu). Tujuan penelitian ini untuk menganalisa sifat fisik cuka kayu dan mengidentifikasi komponen senyawa kimia cuka kayu dengan menggunakan pengujian GC-MS dari tingkatan grade 3 menjadi grade 1 menggunakan proses destilasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian sifat fisik cuka kayu untuk Berat Jenis (grade 3 dan grade 1 dengan nilai 1,0281) dan hasil uji pH (untuk grade 1 dengan nilai 4) belum memenuhi standar Jepang. Hasil uji Kadar Kotor (transparansi) grade 3 yang belum dimurnikan menunjukan warna keruh dan ada suspense, sedangkan grade 1 sesuai standar Jepang karena tidak keruh dan tidak ada suspense. Hasil pengujian warna cuka kayu dari proses penyulingan grade 3 berwarna coklat kehitaman karena di dalam kayu Alaban mengandung beberapa komponen kimia dan setelah melalui destilasi berubah warna menjadi bening-kuning samar dan memenuhi standar Jepang. Hasil analisis kualitas cuka kayu grade 3 memiliki bau yang sangat menyengat, sedangkan standar Jepang tidak mensyaratkan bau pada cairan cuka kayu. Hasil pengujian senyawa cuka kayu alaban grade 3 mengandung komonen kimia sebanyak 13 senyawa. Dimana senyawa kimia yang paling dominan adala senyawa kimia Acetic, Phenol, 2-propanone, 2 (3H)-furanone, propanoic acid. Hasil identifikasi senyawa kimia cuka kayu alaban pada grade 1 terdapat 22 senyawa, senyawa yang paling dominan adalah senyawa Nerol, Beta-Citronellol, Citronella, Citral, Linalyl Acetate
KARAKTERISTIK ANATOMI KAYU JELUTUNG (Dyera costulata) DARI HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA Lisa Andriana Kristy; Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6150

Abstract

The anatomical characteristics of jelutung wood come from the forests of common plants region, village of Kelampangan, Sebangau district, Palangka Raya city, Central Kalimantan, Indonesia is observed on this study for the purpose of determining the final use of jelutung timber. The sticks are taken at every 1 cm interval from the pith, middle and near the skin on the three parts, the base and the end of which a diskis 5 cm thick. The sample is carried through a process of maseration to get the results of the fiber dimensions and growing trend from the growths to the skin. The length of fibers on an average of 0,53 mm with a trend toward rising.Vesel’s length at an average of 0,34 mm shows significant variation patterns in value range of 0,002-0,040 mm. The fibers’ average diameter at 11,29 µm has a fairly significant variation pattern in the range of 0,22-3,37 µm and is the medium  diameter wood category. The lumen diameter with a average of 8,15 µm and a relatively significant variation pattern of 0,17-1,77 µm. Thick cell walls with an average of 1,37 µm and significant pattern increases at 0,02-0,38 µm.Karakteristik anatomi dari kayu jelutung berasal dari kawasan Hutan Tanaman Rakyat desa Kelampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah diamati pada penelitian ini dengan tujuan untuk menentukan penggunaan akhir kayu jelutung. Potongan kayu diambil setiap 1 cm interval dari empulur ke kulit pada tiga bagian yaitu pangkal, tengah, dan ujung dimana setap disk memiliki tebal 5 cm. Sampel dilakukan proses maserasi untuk mendapatkan hasil dimensi serat dan kenaikan tren dari empulur menuju kulit. Panjang serat yang berada pada rata-rata yang bekisar 0,53 mm dengan tren mengarah naik. Panjang vesel dengan rata-rata 0,34 mm menunjukan pola variasi yang signifikan dengan kisaran nilai 0,002-0,040 mm. Diameter serat dengan rata-rata 11,29 µm memiliki pola variasi cukup signifikan dengan kisaran 0,22-3,37 µm dan termasuk dalam kategori kayu dengan diameter sedang. Diameter lumen dengan rata-rata sebesar 8,15 µm dan kenaikan pola variasi yang relatif signifikan dengan nilai sebesar 0,17-1,77 µm. Tebal dinding sel dengan rata-rata 1,37 µm dan kenaikan pola yang signifikan diangka 0,02-0,38 µm.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN TANAMAN PADA LAHAN PEKARANGAN DESA SUNGAI BAKAR DI SEKITAR AREA PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL Noor Adina Husnawaty; Setia Budi Peran; Abdi Fithria
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6138

Abstract

The purpose of this study was to analyze the composition, dominance, similarity between gardens, and diversity of plant species in the garden in Sungai Bakar Village, a village around the Social Forestry program area. Determination of the sample is done by Simple Random Sampling by taking random samples by means of lottery (lottery technique) based on the number of houses in Sungai Bakar Village. Samples taken as much as 10% of the total number of households, namely 55 families. The results of the study the composition of plants found in the garden in Sungai Bakar Village consisted of 54 species, 35 families and 816 individual plants. The similarity between gardens shows that most of the gardens only have 1.14% similarity and 98.65% tend to have no similarity in composition. The diversity index (H') of plants in the garden belongs to the medium level of species diversityTujuan penelitian ini adalah menganalisis komposisi, dominansi, kemiripan antar pekarangan, dan keanekaragaman dari jenis tanaman pada pekarangan di Desa Sungai Bakar, desa yang berada di sekitar area program Perhutanan Sosial. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan melakukan pengambilan sampel secara acak dengan cara mengundi (lottery techinuque) berdasarkan nomor rumah di Desa Sungai Bakar. Sebanyak 10 % sampel yang diambil berdasarkan dari jumlah KK, sebanyak 55 KK. Hasil penelitian Komposisi tanaman yang ditemukan pada pekarangan di Desa Sungai Bakar terdiri dari 54 jenis, 35 famili dan 816 individu tanaman. Kemiripan antar lahan pekarangan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pekarangan hanya memiliki 1,14% kemiripan dan 98,65% cenderung tidak memiliki kemiripan komposisi. Indeks keanekaragaman (H') tanaman pada lahan pekarangan tergolong kedalam tingkat keanekaragaman jenis sedang.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue