cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 316 Documents
INDONESIAN INTERNET USERS POTENTIAL IN COUNTER-CYBER RADICALIZATION Rizky Reza Lubis
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.190

Abstract

Abstrak – Tulisan ini menjelaskan proses radikalisasi yang terjadi di dunia maya, dengan melihat bagaimana dan mengapa masyarakat Indonesia rentan menjadi target organisasi teroris khususnya dalam hal perekrutan melalui dunia maya. Teroris tidak hanya memanfaatkan akses internet sebagai sarana komunikasi, tetapi juga memanfaatkannya sebagai sarana dalam menyembunyikan identitas dan lokasi saat menyebarkan ideologi radikal. Konsep yang digunakan dalam tulisan ini adalah cyber radicalization, yang merupakan konsep baru yang terbentuk dari konsep ancaman cyber dan radikalisasi. Adapun hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa pengguna internet Indonesia memliliki potensi yang besar untuk melawan radikaslisasi di dunia maya dan memilki kapasitas dalam mendukung agenda counter terrorism di dunia maya. Namun, hal tersebut masih menghadapi beberapa tantangan, sehingga diperlukan pemanfaatan pengguna internet oleh pemerintah secara maksimum dalam agenda counter-cyber radicalization.Kata Kunci: Cyber, radikalisasi, terorisme, IndonesiaAbstract - This paper discusses the process of radicalization in cyberspace. It will look at how and why Indonesia are vulnerable in society and targeted by terrorist organizations in an attempt to recruit them, especially in cyberspace. The terrorists have become expert, not only using the latest tools of internet communications, but to do it in a way that can shield their identities and even their locations when spreading the radical ideology. The concept that used in this paper is cyber-radicalization, which is the new concept that merged from cyber threat and radicalization. The result from this paper shown that Indonesia netizens (internet users) had great potency to fight radicalization in the cyberspace and the capacity for supporting government counter-cyber radicalization agenda. However, fighting cyber radicalization in that way faced several challenges. Therefore Indonesia’s government should benefited the netizens to reach the optimum point on counter-cyber radicalization agenda.Keywords: cyber, radicalization, terrorism, Indonesia.
DATA SCIENCE, BIG DATA, AND PREDICTIVE ANALYTICS: A PLATFORM FOR CYBERSPACE SECURITY INTELLIGENCE Dicky R. M. Nainggolan
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.192

Abstract

Abstract – Data are the prominent elements in scientific researches and approaches. Data Science methodology is used to select and to prepare enormous numbers of data for further processing and analysing. Big Data technology collects vast amount of data from many sources in order to exploit the information and to visualise trend or to discover a certain phenomenon in the past, present, or in the future at high speed processing capability. Predictive analytics provides in-depth analytical insights and the emerging of machine learning brings the data analytics to a higher level by processing raw data with artificial intelligence technology. Predictive analytics and machine learning produce visual reports for decision makers and stake-holders. Regarding cyberspace security, big data promises the opportunities in order to prevent and to detect any advanced cyber-attacks by using internal and external security data.Keywords: Big Data, Cyber Security, Data Science, Intelligence, Predictive AnalyticsAbstrak – Data merupakan unsur terpenting dalam setiap penelitian dan pendekatan ilmiah. Metodologi sains data digunakan untuk memilah, memilih dan mempersiapkan sejumlah data untuk diproses dan dianalisis. Teknologi big data mampu mengumpulkan data dengan sangat banyak dari berbagai sumber dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dengan visualisasi tren atau menyingkapkan pengetahuan dari suatu peristiwa yang terjadi baik dimasa lalu, sekarang, maupun akan datang dengan kecepatan pemrosesan data sangat tinggi. Analisis prediktif memberikan wawasan analisis lebih dalam dan kemunculan machine learning membawa analisis data ke tingkat yang lebih tinggi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan dalam tahap pemrosesan data mentah. Analisis prediktif dan machine learning menghasilkan laporan berbentuk visual untuk pengambil keputusan dan pemangku kepentingan. Berkenaan dengan keamanan siber, big data menjanjikan kesempatan dalam rangka untuk mencegah dan mendeteksi setiap serangan canggih siber dengan memanfaatkan data keamanan internal dan eksternal.Kata Kunci: Analisis Prediktif, Big Data, Intelijen, Keamanan Siber, Sains Data
THE ANALYSIS OFCYBER CRIME THREAT RISK MANAGEMENT TO INCREASE CYBER DEFENSE Ineu Rahmawati
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.193

Abstract

Abstrak – Kemajuan teknologi dan informasi menimbulkan ancaman baru di ruang siber yakni kejahatan siber. Kejahatan siber merupakan kejahatan yang lahir sebagai suatu dampak negatif dari perkembangan aplikasi pada internet. Dalam menganalisis dampak kejahatan siber terhadap pertahanan sebuah negara, diperlukan identifikasi manajemen risiko yang dapat mengetahui seberapa besar probabilitas dan konsekuensi yang ditimbulkan dari kejahatan siber. Risiko yang dihadapi dalam mengatasi ancaman kejahatan siber tidak kalah dengan perang konvensional. Hal ini menyebabkan risiko yang diidentifikasi harus bisa menghasilkan strategi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman kejahatan siber.Kata kunci: kejahatan siber, manajemen risiko, strategi, pertahanan negaraAbstract – Increasing technology and information caused new threat in cyberspace called cyber crime. Cyber crime is a crime that emerge as a negative impact of applications development on the internet. In analyzing the impact of cyber crime towards a state defense, it is necessary to identify risk management that can know how big the probability and consequences caused by cyber crime. The risks faced in overcoming the threat of cyber crime is not inferior to conventional wars. This causes the identified risks has to be able to produce a state defense strategy in the face of cyber crime threat.Keywords: cyber crime, risk management, strategy, state defense
THE INDONESIA IDEA OF INDO-PACIFIC TREATY: PROSPECTS AND PROBLEMS Agung Citra Purnama
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.195

Abstract

Abstrak - Kawasan Indo-Pasifik merupakan kawasan yang menjadi perhatian dunia saat ini, karena kekuatan di bidang politik, ekonomi dan militer dari negara-negara yang ada didalam kawasan tersebut. Permasalahan keamanan yang terjadi di kawasan tersebut menjadi perhatian dunia dan Indonesia merasa perlu berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dan keamanan di kawasan. Oleh karena itu, melalui mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Indonesia mengajukan sebuah gagasan pembentukan Indo-Pacific Treaty of Friendship and Cooperation untuk menjaga keamanan kawasan. Artikel ini bermaksud mengetahui makna dan tujuan gagasan pembentukan traktat ini, serta prospek dan masalah dalam mewujudkannya. Di akhir penelitian ditemukan simpulan bahwa gagasan dan tujuan dari pembentukan Indo-PacificTreaty ini adalah menciptakan mekanisme untuk mempromosikan cara damai dan saling percaya dengan tidak menggunakan cara pengerahan kekuatan militer dan tidak merugikan pihak-pihak lain di dalam kawasan. Walaupun untuk saat ini prospek mewujudkan gagasan ini masih kecil dikarenakan adanya sejumlah masalah yang menghadang, namun gagasan ini tetap dapat diwujudkan di masa depan dengan menggunakan strategi yang mendapat dukungan dari negara-negara lain di kawasan.Kata kunci: gagasan, indo-pacific treaty, prospek, masalah, keamanan kawasan, kerjasama keamananAbstract - Indo-Pacific region is an area of concern for the world today, because of the power in politics, economics and military of the countries that are in this region. Security problems that occur in this region become the attention of the world and Indonesia felt it necessary to play an active role in establishing peace and security in the region. Therefore, through the former Minister of Foreign Affairs Marty Natalegawa, Indonesia proposed the idea of establishment an Indo-Pacific Treaty of Friendship and Cooperation for maintaining regional security. This article intends to determine the meaning and purpose of the idea of this treaty, as well as the prospects and problems in realizing them. In conclusion, the idea and the purpose of the establishment of Indo-Pacific Treaty is to create mechanisms to promote peaceful means and mutual trust without deployment of military force andharming other parties in the region. Although for now the prospect of realizing this idea is still small due to a number of problems facing, but this idea can still be realized in the future by using a strategy that has the support of other countries in the region.Keywords: idea, indo-pacific treaty, prospects, problems, regional security, security cooperation
THE USE OF COUNTER–INTELLIGENCE OPERATION STRATEGY IN COPING WITH CYBER THREATS Yosua Praditya Suratman
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.203

Abstract

Abstract - The increasing number of cyberattacks that occur today indicates that Indonesia is an easy target for crime actors in the cyber world. Cyberattacks are selected because they are far more effective than conventional attacks - the military, and the actors are also invisible. Not to mention, the capacity of cyber handling, both infrastructure, funds, and human resources in Indonesia is inversely proportional compared to the number of cyberattacks in the last decade. Intelligence strategies, primarily counter-intelligence, is the answer to deter and detect the attacks, while the government fixing the regulations and policies of national cyber threats.Keywords: cyber, counter intelligence, security
IMPLEMENTASI MOU COMMON GUIDELINES INDONESIA MALAYSIA TENTANG PERLINDUNGAN NELAYAN DALAM PENANGANAN ILLEGAL FISHING DI SELAT MALAKA Dr. Widodo, M.Sc
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.206

Abstract

Abstrak - Penelitian ini membahas implementasi MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia tentang perlindungan nelayan. Tujuan dari MoU ini adalah untuk menetapkan pedoman tentang kesepakatan kegiatan yang terkait dengan isu perikanan antara Indonesia- Malaysia dengan penekanan khusus pada penjaminan kesejahteraan nelayan dari kedua belah pihak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, telaah dokumen lembaga, dan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah nelayan yang ditangkap oleh aparat kedua negara setelah diterapkannya MoU ini. Akan tetapi, masih terjadi penangkapan nelayan oleh aparat kedua negara walaupun jumlahnya menurun. Hal ini disebabkan karena aparat keamanan laut terutama di daerah dan nelayan khususnya nelayan tradisional masih kurang memahami isi dari MoU tersebut. Bagi instansi pemerintah yang telah mengetahui isi MoU tersebut, ada yang tidak menyetujui dengan diterapkannya MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia karena beranggapan bahwa MoU tersebut telah membatasi ruang gerak instansi pemerintah yang melakukan patroli di wilayah yang belum disepakati batas maritimnya antara Indonesia dan Malaysia di Selat Malaka. Dalam hal ini, perlu disusun technical guidance berisi pemetaan nasional terkait point-point koordinat batas maritim. Sosialisasi MoU juga perlu dilakukan secara cepat dan tepat khususnya di daerah dan perlu dibentuk satuan tugas terkait pelaksanaan MoU ini yang terdiri atas masing-masing instansi yang berwenang di laut agar memudahkan dalam penanganan dan koordinasi apabila terjadi pelanggaran di wilayah yang belum disepakati batas maritimnya.Kata kunci: MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia, wilayah yang belum disepakati batas maritimnya, Selat MalakaAbsract - This study discusses the implementation of the MoU between Indonesia and Malaysia Common Guidelines on the protection of fishermen. The purpose of this MoU is to establish guidelines on deal activity related to fisheries issues between Indonesia and Malaysia with special emphasis on guaranteeing the welfare of fishermen from both sides. This research uses descriptive-analytic method with a qualitative approach. The procedure of collecting data obtained through interviews, document analysis institutions, and libraries. The results showed that the decline in the number of fishermen were arrested by the two countries after the implementation of this MoU. However, it is still the arrests of fishermen by the authorities of both countries, although the number decreased. This is because the security forces, especially in the area of sea and fishermen, especially traditional fishermen still do not understand the contents of the MoU. For government agencies who already know the contents of the MoU, there are no agreeing with the implementation of the MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia because they thought that the MoU has limited space for government agencies who conduct patrols in areas that have not agreed to limit its maritime between Indonesia and Malaysia in the Straits of Malacca , In this case, need to be developed technical guidance related contain national mapping points maritime boundary coordinates. MoU socialization also needs to be done quickly and accurately, especially in the area and the need to set up a task force on the implementation of this MoU which consists of each authorized agency in the sea in order to facilitate the handling and coordination in the event of violations in areas that have not been agreed maritime boundary.Keywords: MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia, unresolved maritime boundaries area, Malacca Strait
PENGARUH KEPEMIMPINAN PERWIRA PENGASUH TERHADAP NILAI PRESTASI MELALUI MOTIVASI DAN DISIPLIN TARUNA AKADEMI TNI ANGKATAN LAUT Dwi Hartono; I Wayan Warka; Purwanto Purwanto
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.210

Abstract

Abstrak - Mengingat betapa vital peran perwira pengasuh taruna terhadap pembentukan calon kader perwira TNI Angkatan Laut serta mengingat belum terukurnya pengaruh kepemimpinan perwira pengasuh tersebut kepada taruna secara keilmuan, maka pada penelitian ini dilaksanakan penghitungan pengaruh kepemimpinan perwira pengasuh taruna terhadap motivasi dan disiplin taruna serta pengaruhnya terhadap prestasi taruna. Melalui penghitungan dengan sofware Amos 18 diketahui bahwa kepemimpinan perwira pengasuh ternyata memang berpengaruh signifikan positif sebesar 0,43 terhadap motivasi taruna serta berpengaruh signifikan positif sebesar 0,10 terhadap disiplin taruna. Selain itu dalam penelitian ini juga diketahui bahwa motivasi taruna berpengaruh signifikan positif sebesar 0,30 dan disiplin taruna berpengaruh signifikan positif 0,90 terhadap prestasi taruna. Melihat hasil penelitian tersebut perlu dibuat standart penilaian terhadap kepemimpinan perwira TNI Angkatan Laut yang akan ditempatkan sebagai perwira pengasuh di AAL, sehingga melalui kepemimpinan tersebut akan diperoleh tunas-tunas perwira baru TNI Angkatan Laut yang handal dan profesional.Kata Kunci: perwira pengasuh, taruna; kepemimpinan, motivasi, disiplin, prestasi, uji validitas, reliabilitas, SEMAbstract - Given how vital the role of caregiver officer to the formation of candidate cadres of Naval officer of Navy and considering the unaccounted influence of leadership of caregiver officer to cadet in scientific, hence in this research counted the influence of leadership of caregiver officer to motivation and discipline of cadets and its influence to the achievement of cadets. Through the calculation with the software Amos 18 known that the leadership of caregiver officer was indeed a significant positive effect of 0.43 on cadet motivation and a significant positive effect of 0.10 on cadet discipline. Also in this study also known that cadet motivation have a significant positive effect of 0.30 and cadet discipline has a significant positive effect of 0.90 on cadets achievement. Seeing the results of this study should be made standard assessment of the leadership of Navy officers who will be placed as a caregiver officer in the AAL, so that through the leadership will be obtained shoots of new officers of the Navy a reliable and professional.Keywords: caregiver officer, cadets, leadership, motivation, discipline, achievement, test validity, reliability, SEM
EVALUASI PROGRAM TNI MANUNGGAL MEMBANGUN DESA (TMMD) DI WILAYAH DKI JAKARTA DAN SEKITARNYA Tahan Samuel Lumban Toruan
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.211

Abstract

Abstrak - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program TMMD TA 2012 dalam rangka meningkatkan kedekatan antara personil TNI dengan rakyat di wilayah ibukota Jakarta dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model evaluasi CIPP yang terdiri dari empat komponen evaluasi: (1) konteks; (2) masukan; (3) proses; dan (4) produk. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, diskusi kelompok dan studi dokumentasi. Penilaian hasil penelitian setiap fokus evaluasi dikategorikan dalam tiga tingkatan yaitu: rendah, sedang, dan tinggi. Kategorisasi ini didasarkan pada perbandingan standar tujuan setiap tahap evaluasi dengan hasil di lapangan yang diambil dari hasil ringkasan dan dirangkum dalam matriks efek urutan kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas kegiatan program TMMD dalam meningkatkan kedekatan personel TNI dengan rakyat masuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, hasil kegiatan fisik dan non - fisik Program TMMD TA 2012 di Jakarta dan sekitarnya belum efektif untuk meningkatkan kedekatan TNI dan rakyat.Kata kunci: evaluasi, program, efektivitas, berpadu, CIPPAbstract - The objective of this research is to study and to evaluate the effectiveness of the implementation of the TMMD program FY 2012 in order to increase proximity between military personal with people in the region of the capital Jakarta and surrounding areas. The research uses qualitative method with CIPP model evaluation that consists of four evaluation components: (1) context; (2) input; (3) process; and (4) product. The data were collected through interviews, observations, questionnaires, focus group discussions and documentation study. Judgment for each aspect or focus of evaluation was categorized into three levels: low, moderate, and high. This categorization was based on the comparison of objective standard of each evaluation phase that was taken from summarized results and figured into case-order effect matrix.The results of this research indicates that the effectiveness of TMMD program in improving TNI personnel close relationship with the people in the category of moderate. Thus, the results of TMMD program FY 2012 in Jakarta and surrounding areas have not been effective in order to get more closer the military personnel and people.Keywords: evaluation, program, effectiveness, be united, CIPP
DUKUNGAN KAMPANYE MILITER TERHADAP DIPLOMASI INDONESIA DI PERBATASAN DARAT INDONESIA – TIMOR LESTE Nugraha Gumilar
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.212

Abstract

Abstrak - Sejak Timor –Timur (sekarang Timor Leste) memisahkan diri dari Republik Indonesia membawa dampak permasalahan eksodus masyarakat Timor Leste ke Indonesia dan perbatasan tentang penetapan delimitasi wilayah perbatasan kedua negara yang disebut daerah Un-resolved segment dan Un-Surveyed, sehingga keberadaan Satgas pasukan penjaga perbatasan (Satgas Pamtas) sangat penting sebagai bentuk kampanye militer untuk mendukung diplomasi Indonesia dalam menyelesaikan isu – isu tersebut. Postur, penempatan dan pelaksanaan tugas Satgas Pamtas dan Gelar pasukan di wilayah perbatasan menjadi hal yang penting untuk menjaga keamanan negara dan membangun saling percaya antara kedua negara. Dukungan alat peralatan yang memadai sangat dibutuhkan Satgas Pamtas, pada kegiatan sub meeting bidang keamanan joint border meeting peran Satgas pamtas menentukan regulasi pengawasan perbatasan bersama pihak Timor Leste dan menjamin daerah un-resolved dan un-surveyed bebas dari pengelolaan yang dapat menyebabkan timbulnya konflik. Dukungan kampanye militer dalam bentuk penjagaan dan penghentian pembangunan pada daerah konflik akan menjamin stabilitas wilayah sehingga penyelesaian secara diplomasi terkait sengketa perbatasan lebih mudah dilakukan.Kata Kunci: Kampanye Militer, DiplomasiAbstract – Since East Timor (now Timor Leste) secedes from Republik Indonesia, this brought the issues about Timor Leste people exodus to Indonesia and delimitation border area between the two countries, which called as unresolved segment and unsurveyed. Therefore, the existence of Border Guard Force (Satgas Pamtas) is very important as a form of military campaign to support Indonesia’s diplomacy in resolving those issues. Posture, placement and execution of Satgas Pamtas and troops deploying in border area become important matters to maintain national security and build mutual trust between the two countries. Adequate equipment support is needed by the Satgas Pamtas. At the sub-meeting in security field, joint border meeting, Satgas Pamtas’ roles are to determine the regulation of joint supervision in the border area and to ensure the unresolved and unsurveyed areas free from the management that can lead to conflict. Military campaign support in the form of guarding and development termination in conflict areas will ensure the stability of the region. Thus, diplomatic settlement of border disputes is easier to do.Keywords: Military Campaign, Diplomacy
Peran Kader Bela Negara Di Kawasan Perbatasan Dalam Dinamika Hubungan Lintas Batas Negara: Studi Tentang Peran Forum Bela Negara di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Wahyudi Wahyudi
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.227

Abstract

Abstrak – Posisi kawasan perbatasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara yang secara geografis berbatasan langsung dengan Malaysia mengharuskan kawasan ini melakukan hubungan lintas batas Negara. Dalam konteks globalisasi, hubungan sosial antara dua negara atau lebih, baik secara ekonomi maupun politik menjadi sebuah kebutuhan Namun di sisi lain, globalisasi yang tidak tersaring akan menjadi ancaman secara transnasional bagi sebuah negara, khususnya di kawasan perbatasan negara. Pembentukan kader bela Negara yang telah dilaksanakan oleh kementerian pertahanan di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di kawasan perbatasan perlu dinantikan perannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran dari Forum Bela Negara Sebatik di kawasan perbatasan dalam menghadapi dinamika lintas batas Negara dengan menggunakan analisis utama konsepsi Bela Negarayang dikaitkan dengan dinamika lintas batas kawasan perbatasan. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil studi menunjukkan peran Forum bela Negara Sebatik dilihat dari berbagai aspek yakni organisasi, perencanaan program, pelaksanaan dan hasil, semangat dan pengerahan SDM dan mitra dengan unsur lain.Kata Kunci : bela negara, forum bela negara, lintas batas, kawasan perbatasan Abstract – The border areaposition of Sebatik Island, Nunukan Regency, North Kalimantan Province, that is geographically boundering with Malaysia, make this area to do state’scross border relation. In the Globalization context, social relation between two or more countries, both economically or politically, becomes a necessity. On the other hand, unfiltered globalization will be a transnational threat to a country, especially in the border areas. Establishment of state defense cadres that have been implemented by Indonesian Ministry of Defense in all territories of Indonesia, not just in border areas, should be awaited role. This study aims to analyze the role of Sebatik State Defense Forum or Forum Bela Negara Sebatik (FBN) in border areas toface cross border dynamics by using the main analysis of State Defense concept that is related with the dynamic of cross border area. This study uses qualitative methods through collecting data that is obtained from interviews, observation, and literature study. The result of the study shows the role of FBN Sebatik State, which is shown by many aspects; organization, planning, action and result, spirit and mobilization of human resources and cooperation with the others.Keywords: defending the state, defending the state forum, cross border, border areas

Page 4 of 32 | Total Record : 316


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 3 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue