cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 316 Documents
THE INTERNAL CONFLICT TAXONOMY IN INDONESIA THAT LEADS TO PROXY WAR Yosua Praditya Suratman
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i1.169

Abstract

Abstract – The conventional threats now have been shifted into unconventional threats which is now considered as one of the biggest threats for Indonesia. Proxy war is an unconventional threat and it is happening now in Indonesia through internal conflicts. The number of internal conflicts, whether vertical and horizontal, have increased significantly since the Reformation era started, and it is believed there is a third party who has a role on that. Many countries prefer proxy war due to its efficiency reasons and it creates a great result of destruction. It is not easy for the government to forecast whether the conflicts are naturally emerged or designed by third parties. Security apparatus, therefore, must design a conflict mapping in every non-military sector. The mapping will lead us in exploring all parties who have a connection to conflicts. It must be realized that internal conflicts are influenced by many factors such as ideology, politics, economics, and social, which later will continue to proxy war threats. Proxy war, therefore, will always be chosen due to its efficiency because they will not use their own resources. The strategic position of Indonesia makes Indonesia to become an object of proxy war.Keywords : Proxy war, internal conflict, security
CHINA’S SOFT POWER: THE MAKING OF FOOTBALL SUPERPOWER Ganjar Ariel Santosa
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i1.173

Abstract

Abstract – A significant economic rise provides an opportunity for China to expand its influence globally, especially in sectors where China does not have strong influences. One of them is football. The average achievement of its National football has pushed the government to implement soft power strategy to improve the quality and the competitiveness of its national football. This strategy is carried out with a strong synergy between the government and private sector businesses nationwide. This paper will analyze how China’s soft power strategy implemented in order to advance its national football and their national pride globally.Keywords: China, soft power, economy, football, investment
PENGGUNAAN STRATEGI OPERASI KONTRA INTELIJEN DALAM RANGKA MENGHADAPI ANCAMAN SIBER NASIONAL Yosua Praditya Suratman
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.176

Abstract

Abstrak – Peningkatan jumlah serangan siber yang terjadi saat ini menandai bahwa Indonesia adalah sasaran empuk bagi aktor kejahatan di dunia siber. Serangan siber dipilih karena jauh lebih efektif dibandingkan serangan konvensional – militer, dan aktornya tidak terlihat. Belum lagi, kapasitas penanganan siber, baik infrastruktur, dana, maupun sumberdaya manusia-nya di Indonesia berbanding terbalik dengan jenis perkembangan serangan siber yang semakin meningkat dalam satu dekade terakhir. Langkah dan strategi intelijen, utamanya kontra intelijen, menjadi salah satu jawaban untuk menangkal dan mendeteksi secara dini serangan tersebutdisampingpemerintah membenahi regulasi dan kebijakan terkait penanganan ancaman siber nasional.Kata Kunci : siber, kontra-intelijen, keamananAbstract – The increasing number of cyber attacks that occur today indicates that Indonesia is an easy target for crime actors in the cyber world. Cyber attacks are selected because they are far more effective than conventional attacks - the military, and the actors are also invisible. Not to mention, the capacity of cyber handling, both infrastructure, funds, and human resources in Indonesia is inversely proportional compared to the number of cyber attacks in the last decade. Intelligence strategies, primarily counter-intelligence, isthe answer to deter and detect the attacks,while the government fixing the regulations and policies of national cyber threats.Keywords: cyber, counter intelligence, security
POTENSI PENGGUNA INTERNET INDONESIA DALAM COUNTER-CYBER RADICALIZATION Rizky Reza Lubis
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.177

Abstract

Abstrak – tulisan ini menjelaskan proses radikalisasi yang terjadi di dunia maya, dengan melihat bagaimana dan mengapa masyarakat Indonesia rentan menjadi target organisasi teroris khususnya dalam hal perekrutan melalui dunia maya. Teroris tidak hanya memanfaatkan akses internet sebagai sarana komunikasi, tetapi juga memanfaatkannya sebagai sarana dalam menyembunyikan identitas dan lokasi saat menyebarkan ideologi radikal. Konsep yang digunakan dalam tulisan ini adalah cyber radicalization, yang merupakan konsep baru yang terbentuk dari konsep ancaman cyber dan radikalisasi. Adapun hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa pengguna internet Indonesia memliliki potensi yang besar untuk melawan radikaslisasi di dunia maya dan memilki kapasitas dalam mendukung agenda counter terrorism di dunia maya. Namun, hal tersebut masih menghadapi beberapa tantangan, sehingga diperlukan pemanfaatan pengguna internet oleh pemerintah secara maksimum dalam agenda counter-cyber radicalization.Kata Kunci : cyber, radikalisasi, terorisme, IndonesiaAbstract – This paper discusses the process of radicalization in cyberspace. It will look at how and why Indonesia are vulnerable in society and targeted by terrorist organizations in an attempt to recruit them, especially in cyberspace. The terrorists have become expert, not only using the latest tools of internet communications, but to do it in a way that can shield their identities and even their locations when spreading the radical ideology. The concept that used in this paper is cyber-radicalization, which is the new concept that merged from cyber threat and radicalization. The result from this paper shown that Indonesia netizens (internet users) had great potency to fight radicalization in the cyberspace and thecapacity for supporting government counter-cyber radicalization agenda. However, fighting cyber radicalization in that way faced several challenges. Therefore Indonesia’s government should benefited the netizens to reach the optimum point on counter-cyber radicalization agenda.Keywords: cyber, radicalization, terrorism, Indonesia
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO ANCAMAN KEJAHATAN SIBER (CYBER CRIME) DALAM PENINGKATAN CYBER DEFENSE Ineu Rahmawati
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.179

Abstract

Abstrak – Kemajuan teknologi dan informasi menimbulkan ancaman baru di ruang siber yakni kejahatan siber. Kejahatan siber merupakan kejahatan yang lahir sebagai suatu dampak negatif dari perkembangan aplikasi pada internet. Dalam menganalisis dampak kejahatan siber terhadap pertahanan sebuah negara, diperlukan identifikasi manajemen risiko yang dapat mengetahui seberapa besar probabilitas dan konsekuensi yang ditimbulkan dari kejahatan siber. Risiko yang dihadapi dalam mengatasi ancaman kejahatan siber tidak kalah dengan perang konvensional. Hal ini menyebabkan risiko yang diidentifikasi harus bisa menghasilkan strategi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman kejahatan siber.Kata Kunci : kejahatan siber, manajemen risiko, strategi, pertahanan negaraAbstract – Increasing technology and information caused new threat in cyberspace called cyber crime. Cyber crime is a crime that emerge as a negative impact of applications development on the internet. In analyzing the impact of cyber crime towards a state defense, it is necessary to identify risk management that can know how big the probability and consequences caused by cyber crime. The risks faced in overcoming the threat of cyber crimeis not inferior to conventional wars. This causes the identified risks has to be able to produce a state defense strategy in the face of cyber crime threat.Keywords: cyber crime, risk management, strategy, state defense
PENINGKATAN FEMALE PEACEKEEPERS INDONESIA DALAM MISI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN PBB Leonard F. Hutabarat
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.180

Abstract

Abstrak – Misi Pemeliharaan Perdamaian mengalami evolusi yang meliputi pendekatan kemanusiaan yang lebih luas, personel wanita semakin meningkat menjadi bagian dari keluarga misi pemeliharaan perdamaian.PBB telah meminta lebih banyak penggelaran female peacekeepers guna memperkuat pendekatan “holistik” secara keseluruhan terhadap operasi-operasi pemeliharaan perdamaian PBB saat ini.Banyak yang harus dilakukan dalam mengintegrasikan lebih banyak female peacekeepers kedalam misi-misi PBB. Lebih banyak female peacekeepers yang terlatih akan menjadi aset bagi masa depan operasi-operasi pemeliharaan perdamaian.Pada bulan Oktober 2000 Dewan Keamanan PBB telah menetapkan Resolusi 1325 mengenai Wanita, Perdamaian dan Keamanan. Resolusi tersebut dipandang sebagai resolusi landmark dimana pertama kali, Dewan Keamanan mengakui kontribusi wanita selama dan pasca konflik. Sejak ditetapkannya Resolusi 1325 tersebut, perhatian terhadap perspektif gender dalam agenda perdamaian internasional telah jelas ditempatkan dalam kerangka keamanan dan perdamaian yang lebih luas. Artikel ini menjelaskan peningkatan kontribusi jumlah personel female peacekeepers Indonesia pada periode 2009-2016 dan membahas mengapa Indonesia perlu mendukung dan mempertimbangkan mengirimkan lebih banyak female peacekeepers dalam operasi-operasi pemeliharaan perdamaian PBB.Kata Kunci : Pemelihara perdamaian wanita, gender, Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemeliharaan perdamaian, IndonesiaAbstract – As peacekeeping has evolved to encompass a broader humanitarian approach, women personels have become increasingly part of the peacekeeping family.The UN has called for more deployment of female peacekeepers to enhance the overall “holistic” approach to current UN peacekeeping operations. There is clearly more work to be done to integrate more female peacekeepers into UN missions. More skilled and trained female peacekeepers can only be an asset to future peacekeeping operations.In October 2000, the UN Security Council adopted Resolution 1325 on Women, Peace and Security. The resolution was hailed as a landmark resolution in that for the fi¬rst time, the Security Council recognised the contribution women make during and post-conflict. Since the adoption of Resolution 1325, attention to gender perspectives within the international peace agenda has ¬firmly been placed within the broader peace and security framework. This article explains the development of Indonesian female peacekeepers contribution in the period of 2009-20016 and argues why Indonesia needs to support and to consider deploying more female peacekeepers in UN peacekeeping operations.Keywords: female peacekeepers, gender, United Nations, peacekeeping, Indonesia
GAGASAN INDONESIA MENGENAI INDO-PACIFIC TREATY: PROSPEK DAN MASALAH Agung Citra Purnama
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.181

Abstract

Abstrak – Kawasan Indo-Pasifik merupakan kawasan yang menjadi perhatian dunia saat ini, karena kekuatan di bidang politik, ekonomi dan militer dari negara-negara yang ada didalam kawasan tersebut. Permasalahan keamanan yang terjadi di kawasan tersebut menjadi perhatian dunia dan Indonesia merasa perlu berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dan keamanan di kawasan. Oleh karena itu, melalui mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Indonesia mengajukan sebuah gagasan pembentukan Indo-Pacific Treaty of Friendship and Cooperation untuk menjaga keamanan kawasan. Artikel ini bermaksud mengetahui makna dan tujuan gagasan pembentukan traktat ini, serta prospek dan masalah dalam mewujudkannya. Di akhir penelitian ditemukan simpulan bahwa gagasan dan tujuan dari pembentukan Indo-Pacific Treaty ini adalah menciptakan mekanisme untuk mempromosikan cara damai dan saling percaya dengan tidak menggunakan cara pengerahan kekuatan militer dan tidak merugikan pihak-pihak lain di dalam kawasan. Walaupun untuk saat ini prospek mewujudkan gagasan ini masih kecil dikarenakan adanya sejumlah masalah yang menghadang, namun gagasan ini tetap dapat diwujudkan di masa depan dengan menggunakan strategi yang mendapat dukungan dari negara-negara lain di kawasan.Kata Kunci : gagasan, indo-pacific treaty, prospek, masalah, keamanan kawasan, kerjasama keamananAbstract – Indo-Pacific region is an area of concern for the world today, because of the power in politics, economics and military of the countries that are in this region. Security problems that occur in this region become the attention of the world and Indonesia felt it necessary to play an active role in establishing peace and security in the region. Therefore, through the former Minister of Foreign Affairs Marty Natalegawa, Indonesia proposed the idea of establishment an Indo-Pacific Treaty of Friendship and Cooperation for maintaining regional security. This article intends to determine the meaning and purpose of the idea of this treaty, as well as the prospects and problems in realizing them. In conclusion, the idea and the purpose of the establishment of Indo-Pacific Treaty is to create mechanisms to promote peaceful means and mutual trust without deployment of military force and harming other parties in the region. Although for now the prospect of realizing this idea is still small due to a number of problems facing, but this idea can still be realized in the future by using a strategy that has the support of other countries in the region.Keywords: idea, indo-pacific treaty, prospects, problems, regional security, security cooperation
UJI FALSIFIKASI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI INDONESIA Juniawan Priyono
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.182

Abstract

Abstrak – Secara umum, geostrategi merupakan arah geografis kebijakan luar negeri suatu negara, memiliki karakter agresif, ofensif, dan outward-looking, serta menggabungkan pertimbangan strategi (peran militer) dan geopolitik. Sementara itu, konsepsi Ketahanan Nasional yang dikembangkan oleh Lemhannas lebih bersifat pertahanan diri (defensif), less millitaristic, inward-looking, serta berasas kesejahteraan dan keamanan. Studi ini bertujuan untuk menguji kebenaran konsepsi Ketahanan Nasional sebagai geostrategi Indonesia secara epistemologis. Untuk melakukan penelitian, digunakan metode kualitatif interpretif fenomenologi deduktif. Uji kebenaran dengan falsifikasi Popper untuk mengumpulkan bukti pada perifer mana geostrategi berlaku/tidak berlaku, bukan untuk menolak konsepsi Ketahanan Nasional. Data yang dibutuhkan yaitu konsepsi Ketahanan Nasional dan epistemologi geostrategi yang menjelaskan keilmuan geostrategi dalam sebuah hierarki sistematis. Data-data bersumber dari dokumen sejarah dan dokumen ilmiah serta hasil wawancara dengan narasumber. Berdasarkan hasil pengujian bahwa konsepsi Ketahanan Nasional di luar perifer geostrategi, meskipun ditemukan bukti yang menunjukkan keberlakuan geostrategi. Bukti yang menunjukkan ketidakberlakuan geostrategi: (1) tidak memberikan penekanan pada strategi (militer); (2) tidak menunjukkan perencanaan strategi, upaya politik/diplomasi, atau upaya militer; (3) tidak aktif memengaruhi politik-strategi kawasan; (4) perubahan terjadi dalam jangka waktu lama; dan (5) defensif mengutamakan sikap konsultasi dan kerja sama. Bukti yang menunjukkan keberlakuan geostrategi: (1) merumuskan Tujuan Nasional; dan (2) mempertimbangkan kondisi dan konstelasi geografi wilayah dan geopolitik.Kata Kunci : ketahanan nasional, geostrategi Indonesia, uji falsifikasiAbstract – Generally, geostrategy is a type of foreign policy guided principally by geographic factors, that express an aggressive and offensive character, which is outward-looking. Further, it combines strategic considerations with geopolitical situations in such way that the military is always included. Meanwhile, the national resilience concept which was developed by the National Resilience Institute of Republic Indonesia (Lemhannas) is more defensive, less millitaristic, inward-looking and based on prosperity and security principles. This study aims to prove the truth of national resilence concept by using deductive phenomenological interpretive qualitative methods with epistemology of geostrategy as a main objective. Popper’s falsification test is intended to gather evidence on which the geostrategic peripheral is applied to the national resilience concept, rather than reject the conception. The required data includes the national resilience concept and an epistemology of geostrategy to explain geostrategic realities in a sistematic hierarchy, using historical documents, scientific publications and also interviews. This study has shown that the national resilience conceptsits outside the geostrategic periphery, despite some evidence of geostrategic validity. The evidence indicating the applicability of geostrategy includes (1) does not place emphasis a strategic substance; (2) without strategic planning, political/diplomatic attempts and/or military meansto achieve national objective; (3) an inward-looking drive to improve tenacity and sturdiness rather than active political-strategic influence; (4) the changes occur in the long-term and; (5) the defensive posture prioritizes consultation and cooperation. The evidence that shows the applicability of geostrategy includes (1) formulation of national objectives and; (2) consideration of geography and geopolitical conditions.Keywords : national resilience, geostrategic doctrine, falsification
RISK ASSESSMENT PENGEMBANGAN PESAWAT TEMPUR KFX/IFX PADA KERJASAMA JOINT DEVELOPMENT ANTARA INDONESIA DENGAN KOREA SELATAN Bilqis Fitria Salsabiela
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.183

Abstract

Abstrak – Studi ini membahas tentang risk assessment pengembangan Pesawat Tempur KFX/IFX dalam kerjasama joint development antara Indonesia dan Korea Selatan untuk tahapan Engineering and Manufacturing Development Phase (EMDP). Risiko-risiko dalam Tahapan EMDP ditinjau dari aspek Life Cycle of Weapon System. Risk assessment dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi, menganalisis risiko serta menilai tingkat risiko sebagai kalkulasi matang untuk menggiring proyek ini agar dapat berjalan lancar dan menghindarkan dari risiko default atau kegagalan proyek mahabesar yang sudah menelan biaya yang tidak sedikit bagi Indonesia. Apalagi ini merupakan pengalaman pertama dalam membuat pesawat tempur. Selain itu, pengembangan Pesawat Tempur KFX/IFX merupakan salah satu program nasional yang bertujuan untuk membangun kemandirian industri pertahanan dan membuka peta jalan penguasaan pesawat tempur bagi PT.Dirgantara Indonesia (PT.DI).Kata Kunci : penilaian risiko, pesawat Tempur KFX/IFX, Joint Development, industri pertahanan, teknologi pertahanan.Abstract – This article is about the activity of risk assessment in developing KFX/IFX Fighters through joint development cooperation between Indonesia and South Korea for Engineering and Manufacturing Development Phase (EMDP). The Risks in EMDP found by using the Life Cycle of Weapon System. Risk assessment aims to identify, analyze and assess the level of risk as a calculation so that the program will always be on the track and and the default of the project will be avoided. Moreover, this is the first experience for Indonesia to make fighters. Besides that, KFX/IFX fighters is one of our national program which aims to built the independence of defense industry and to open the road map in mastering on making fighter for PT.Dirgantara Indonesia (PT.DI).Keywords: risk assessment, KFX/IFX Fighters, joint development, defense industry, defense technology
SAINS DATA, BIG DATA, DAN ANALISIS PREDIKTIF: SEBUAH LANDASAN UNTUK KECERDASAN KEAMANAN SIBER Dicky R. M. Nainggolan
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.187

Abstract

Abstrak – Data merupakan unsur terpenting dalam setiap penelitian dan pendekatan ilmiah. Metodologi sains data digunakan untuk memilah, memilih dan mempersiapkan sejumlah data untuk diproses dan dianalisis. Teknologi big data mampu mengumpulkan data dengan sangat banyak dari berbagai sumber dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dengan visualisasi tren atau menyingkapkan pengetahuan dari suatu peristiwa yang terjadi baik dimasa lalu, sekarang, maupun akan datang dengan kecepatan pemrosesan data sangat tinggi. Analisis prediktif memberikan wawasan analisis lebih dalam dan kemunculan machine learning membawa analisis data ke tingkat yang lebih tinggi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan dalam tahap pemrosesan data mentah. Analisis prediktif dan machine learning menghasilkan laporan berbentuk visual untuk pengambil keputusan dan pemangku kepentingan. Berkenaan dengan keamanan siber, big data menjanjikan kesempatan dalam rangka untuk mencegah dan mendeteksi setiap serangan canggih siber dengan memanfaatkan data keamanan internal dan eksternal.Kata Kunci: analisis prediktif, big data, intelijen, keamanan siber, sains dataAbstract – Data are the prominent elements in scientific researches and approaches. Data Science methodology is used to select and to prepare enormous numbers of data for further processing and analysing. Big Data technology collects vast amount of data from many sources in order to exploit the information and to visualise trend or to discover a certain phenomenon in the past, present, or in the future at high speed processing capability. Predictive analytics provides in-depth analytical insights and the emerging of machine learning brings the data analytics to a higher level by processing raw data with artificial intelligence technology. Predictive analytics and machine learning produce visual reports for decision makers and stake-holders. Regarding cyberspace security, big data promises the opportunities in order to prevent and to detect any advanced cyber-attacks by using internal and external security data.Keywords: big data, cyber security, data science, intelligence, predictive analytics

Page 3 of 32 | Total Record : 316


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 3 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue