cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 316 Documents
Upaya Bela Negara Untuk Menggerakkan Industri Kecil Nasional Dalam Lanskap Global Kontemporer Bilqis Fitria Salsabiela
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.228

Abstract

Abstrak – Nilai-nilai dasar dalam Bela Negara terefleksikan pada bentuk cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal untuk Bela Negara yang dikorelasikan dengan upaya untuk menggerakkan industri kecil nasional di era perdagangan internasional saat ini. Letak keberhasilan sebuah negara berasal dari sumber daya manusianya yang senantiasa sigap dalam menghadapi perubahan sehingga peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama bagi industri kecil nasional bertahan dalam lanskap global kontemporer.Kata Kunci: bela negara, industri kecil, perdagangan internasional, sumber daya manusia, ekonomi Abstract – The basic points in defending the country are reflected by loving our country land, recognize to be one nation and state, believe on Pancasila as the ideology for our country, willing to sacrifice for the nation and state and has an ability to defend the country which is corellated to the effort of driving the national small industries in international trade. The key success for a country comes from the human resources who are ready to face the change, so that the increasing of human resources quality for small local industries is the main key to survive in this global contemporer landscape.Keywords: defend the country, small industries, international trade, human resource, economy
Sinergitas Bela Negara Dan Kearifan Lokal Siri’ Untuk Sistem Pertahanan Indonesia Dalam Menghadapi Perang Proxy Andi Mangeppe Manggabarani
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.229

Abstract

Abstrak – Indonesia menghadapi berbagai bentuk ancaman baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah menurunnya degradasi moral bangsa yang tidak lepas dari akulturasi dan masuknya budaya baru akibat dari globalisasi. Hal ini bisa dikategorikan sebagai ancaman non militer yang menjadi bagian dari agenda perang proxy yang bertujuan untuk memecah belah bangsa. Budaya siri’ hadir sebagai nilai yang hidup ditengah-tengah masyarakat Bugis dan Makassar yang dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Seiring dengan perkembangan masyarakat, budaya siri’ yang mengedepankan harkat dan martabat setiap individu dengan menjadi tool of social control, untuk mengendalikan perilaku masyarakat dari setiap penyimpangan. Budaya siri’ dijadikan sebagai sumber nilai yang menjadi pertahanan negara dari segala jenis ancaman yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa dan untuk menghadapi ancaman proxy.Kata Kunci : bela negara, Indonesia, kearifan lokal, perang proxy, siri’ Abstract – Indonesia currently faces regional and international threats. One of the problem coming when the morality of citizen is getting down which is affected by aculturation and globalization. It can be categorized as non-military threats, proxy war pursue to spwan disintegration in Indonesia. As a local wisdom, siri’ exists within the society of Makassar and Buginess as a norm and guide to live the life. Following the dynamics of society, siri’ puts forward the dignity of every person as a tool of social control, to regulate human’s behavior. Siri’ is created as source of value that can be considered to becomes defending the state and confronts proxy war that can impact disintegration in Indonesia.Keywords: Indonesia, local wisdom, proxy war, state defense, siri’
Wujud Bela Negara Melalui Pendidikan Budaya Hemat Energi Khusnul Khotimah
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.230

Abstract

Abstrak – Negara yang kuat merupakan negara yang memiliki warga negara yang bersatu padu dalam mempertahankan, memperjuangkan, serta melindungi negaranya dari segala bentuk ancaman yang terjadi, baik ancaman militer maupun non militer melalui kesadaran bela negara demi keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konsep bela negara dapat diwujudkan melalui pendidikan budaya hemat energi untuk keberlanjutan energi Indonesia di masa mendatang. Artikel ini bertujuan untuk menerapkan budaya hemat energi secara efisien dan rasional melalui penerapan dasar nilai-nilai hemat energi yang mencakup: (1) pengembangan kurikulum green education melalui materi konservasi energi (hemat, dan bijak dan cerdas menggunakan energi); (2) pengembangan konsep kebiasaan hidup hemat energi secara dua arah (pembelajaran dari siswa ke siswa sehingga partisipasi siswa secara aktif) seperti mematikan peralatan sumber energi (keran air, lampu, AC) ketika tidak digunakan yang dilakukan secara berlanjut dengan pendampingan dari tenaga pendidik sehingga akan menjadi sebuah kebiasaan positif yang tertanam sejak kecil untuk menggunakan energi yang efisien dan rasional. Pendidikan budaya hemat energi ini bukan hanya imbauan yang bersifat normatif, namun harus ada aturan yang jelas tentang penghematan energi melalui kerjasama antara Kementerian Ristek Dikti dan Kementerian ESDM dan Kementerian Pertahanan sehingga pengembangan budaya penerapan energi secara berkelanjutan dapat tercipta dengan komitmen dari semua civitas akademika pendidikan dalam wujud bela negara.Kata Kunci : bela negara, konservasi energi, pendidikanAbstract – A strong country is a nation that has a united citizen in defending, fighting and protecting the country from all kinds of threats that occur, both military and non-military through awareness of defending the state for the integrity of the territory of Republic of Indonesia (NKRI). The concept of defending the state can be realized through energy-efficient culture education for the sustainability of Indonesia’s energy in the future. This article is intended to apply energy efficient and rational culture through the application of basic energy-saving values which include: (1) development of green education curriculum through energy conservation materials (efficient, wise and energy savvy); (2) developing the concept of energy-saving lifestyle habits in two directions (learning from student to student so that active student participation) such as turning off energy source equipment (tap water, lamp, AC) when they are not used continuously with assistance from educator which will become a positive habit that is embedded from childhood to use energy efficiently and rationally. The energy-saving culture education is not only a normative appeal, but there must be clear regulation on energy saving through cooperation between Ministry of Research and Technology and Ministry of Energy and Mineral Resources and Ministry of Defense. Therefore, the development culture of energy application continuously can be created with commitment from all academic society of education state defenses.Keywords: defending the state, energy conservation, education
Mencintai Produk Dalam Negeri Sebagai Manifestasi Bela Negara Di Era Global Siswanto Siswanto
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.231

Abstract

Abstrak – Latar belakang dari penulisan ini adalah adanya fakta perubahan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Indonesia di era Reformasi dan global. Termasuk perubahan dalam konteks bela negara dimana pada masa sebelumnya bela negara dipahami hanya sebagai kegiatan bersifat militer. Konsep bela negara saat ini memiliki makna yang lebih luas yaitu dalam konteks ekonomi, sosial, dan kultural. Bela negara dalam konteks ekonomi adalah membangun komitmen pola konsumsi masyarakat Indonesia dari semula memilih produk luar negeri menjadi memilih produk dalam negeri. Oleh karena itu, tujuan dari tulisan ini adalah menganalisis masalah-masalah bela negara dalam konteks ekonomi yaitu menyangkut kebiasaan masyarakat lebih memilih produk luar negeri, dampak pola konsumsi memilih produk luar kepada cadangan devisa, dan strategi yang bisa dibangun agar masyarakat lebih memilih produk nasional. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka yaitu mempelajari referensi atau kajian-kajian sebelumnya terkait dengan isu bela negara, dan diskusi mendalam dengan narasumber yang relevan. Hal ini dilakukan untuk mengkonfirmasi atau meningkatkan pemahaman atas topic bela negara. Hasil dari kajian ini adalah berupa kesimpulan dan rekomendasi untuk membangun pola konsumsi masyarakat agar lebih memilih produk nasional ketimbang produk luar negeri.Kata Kunci : bela negara, produk nasional, produk luar negeriAbstract – The background of this paper is the fact of social, economic, and political change of Indonesian in the Reform and global era. It Includes changes in the context of defending state which in the past it was understood only as a military activity. The defending of state nowadays has a broader meaning in economic, social, and cultural context. The defending of state in the context of economy is more commitment to consume national products than to consume foreign product. Therefore, the purpose of this paper is to analyze the problems of defending the state in the economic context that involves people’s habits of favoring foreign products, the impact of consumption patterns on selecting external products to foreign exchange reserves, and strategies that can be built to make people prefer national products. The method used in this paper is literature study that is studying references or previous studies related to this issue, and in-depth discussion with relevant sources. This has been done to confirm or improve an understanding the topic being written. The results of this studies are in the form of conclusions and recommendations to build the pattern of public consumption to prefer national products rather than foreign products.Keywords: the defending of state, national product, foreign product  
Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Upaya Untuk Memasukkan Segmen Tanjung Datu Sebagai Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia Istiqamah Istiqamah
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.233

Abstract

Abstrak – Tulisan ini membahas mengenai bentuk penyelenggaraan diplomasi pertahanan serta analisanya dalam upaya untuk memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia. Hal ini didasarkan atas status Tanjung Datu yang ambigu akibat perbedaan penafsiran Memorandum of Understanding (MOU) 1978 oleh pihak internal pemerintah Indonesia. Perundingan untuk memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai OBP terjadi pada tahun 2001. Usaha melobi pihak Malaysia untuk memasukkan Tanjung Datu sebagai OBP dilakukan secara intensif oleh para delegasi sampai akhirnya Indonesia menerima keputusan pihak Malaysia untuk tidak lagi mempermasalahkan Tanjung Datu. Studi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan enam informan yang meliputi praktisi dan pakar di bidang terkait. Data juga diperoleh dari berbagai literatur. Temuan studi ini berupa subjek diplomasi pertahanan Indonesia dalam upaya memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai OBP Indonesia-Malaysia yaitu Pankorwilnas, Direktorat Topografi Angkatan Darat, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri dan JUPEM. Sedangkan objek diplomasi pertahanan Indonesia dalam upaya memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai OBP Indonesia-Malaysia adalah berupa tujuan Indonesia yakni sebagai implementasi kepentingan nasional dalam meraih kedaulatan teritorialnya serta hal itu termasuk dalam lingkup pertahanan.Kata Kunci : diplomasi pertahanan, teori pembentukan perbatasan darat, kedaulatan teritorial, segmen tanjung datu, outstanding boundary problems Abstract – This study discusses on implementation of Indonesia’s defense diplomacy and its analysis in effort to obtain Tanjung Datu segment as Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia. This is based on the status of Tanjung Datu as Outstanding Boundary Problem was ambiguous due the different interpretations of Memorandum of Understanding (MOU) 1976 and 1978 by Government of Indonesia. The negotiation to obtain Tanjung Datu segment as Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia in 2001. Indonesia attempt to lobby Malaysian to attach Tanjung Datu as OBP and its intensively conducted by Indonesian delegates until finally, Indonesia accepted Malaysia’s decision that Tanjung Datu is not part of the OBP. The research method was qualitative approach in which data collection technique was conducted through interviews with six informants including practitioners and experts in related fields. This study showed that the subjects of Indonesian defense diplomacy in efforts to obtain Tanjung Datu segment as OBP Indonesia-Malaysia are Pankorwilnas, Directorate of Army Topography, Ministry of Defense, Ministry of Home Affairs and JUPEM. While the object of Indonesian defense diplomacy in the efforts to obtain Tanjung Datu segment as OBP Indonesia-Malaysia are the implementation of Indonesian national interest to achieve territorial sovereignty and it was also part of defense.Keywords: defense diplomacy, bounday making theory, territorial sovereignty, tanjung datu segment, outstanding boundary problems
Pemikiran Bela Negara Dan Hubungan Internasional: Pergeseran Peran Negara Dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Sudut Pandang Studi Ilmu Hubungan Internasional Syahrul Salam, Adi Rio Arianto, Rizky Hikmawan
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.234

Abstract

Abstrak – Kemajuan teknologi, khususnya dibidang informasi, transportasi, dan sains, telah menciptakan evolusi peran negara sebagai aktor Hubungan Internasional (HI). Negara harus berbagi peran dengan aktor HI lainnya, seperti: organisasi internasional (OI), organisasi pemerintah/ non-pemerintah (IGOs/NGOs), kelompok epistemik, perusahaan multinasional (MNCs), dan individu. Pergeseran peran negara dalam usaha membela negara mengubah warna disiplin ilmu HI, yaitu pendekatannya. Kajian ini mendalami pergeseran peran negara dan implikasinya bagi sudut pandang HI, serta mengkaji evolusi lingkungan strategis. Hasil studi menemukan bahwa selain negara, universitas adalah salah satu calon aktor HI. Hal ini diidentifikasi melalui empat aspek berikut, yaitu: (1) aspek bela negara menuntut peran sentral (mayor) dan peran sektoral (minor) negara sebagai subyek HI dimana negara berbagi peran dengan Universitas, (2) aspek bela negara mempengaruhi pendekatan Realisme dengan perilaku anarkisnya bergeser ke pendekatan alternatif: Horizontalisme dengan perilaku gotong-royongnya, (3) aspek bela negara menuntut perubahan lingkungan strategis dari Era Global (Globalisasi) ke Era Horizontal (Horizontalisasi) atau dengan istilah “Globalinium”, dan (4) aspek bela negara menjadi krusial saat disandingkan dengan kepentingan nasional di pentas Internasional.Kata Kunci : bela negara, hubungan internasional, era horizontal, globalinium, negara, universitasAbstract – The development of technological in the fields of information, transportation, and science, have created the evolution of the role of the state as an actor of International Relations (IRs). States should share roles with other IRs actors, such as international organizations (IO), government/ non-governmental organizations (IGOs / NGOs), epistemic groups, multinational corporations (MNCs), and individuals. The shifting role of the state in the effort to defend a state changed the color of the discipline of IRs, particularly in its approach. This study explores the shifting role of the state and its implications to IRs paradigm, and examines the evolution of the strategic environment. The results found that beside the “state”, the “university” can be one of the IRs actors. This is identified through the following four aspects: (1) the state defense aspect demands the major role and the minor role of the state as the subject of IRs in which the State shares its role with the university, (2) the state defense aspect affects the Realism approach with the anarchy shifts to alternative approaches: Horizontalism with its “gotong-royong”, (3) the state defending aspect demands a strategic environmental change from the Global Era (Globalization) to the Horizontal Era (Horizontalization) or with the term “Globalinium”, and (4) the state defending aspect were crucial when it juxtaposed with national interests on the international stage.Keywords: state defending, international relations, horizontal era, globalinium, state, university
Perencanaan Strategis Pertahanan Masa Depan Indonesia: Analisis Pada Lingkungan Strategis Asia Tenggara (Asean) Periode 2015-2020 Muhammad Harry Riana Nugraha
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.235

Abstract

Abstrak – Isu yang berkembang di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) terlihat begitu kompleks dan dinamis. Kebijakan pertahanan Indonesia pada periode 2015 – 2020 merupakan suatu fenomena yang menarik. Berdasarkan rentang waktu tersebut dapat dirumuskan perencanaan strategis pertahanan masa depan. Disamping itu, pemerintah sedang giat mengusung pembangunan sektor maritim. Isu pertahanan masa depan erat kaitannya dengan persoalan kedaulatan. Jelas hal ini sangat penting untuk dikaji, walaupun pada masa tersebut diperkirakan kemungkinan adanya ancaman yang berbentuk tradisional (militer), yaitu perang, adalah minim. Pertanyaan kajian ini adalah bagaimana perencanaan strategis pertahanan Indonesia di kawasan strategis Asia Tenggara (ASEAN). Terkait kecenderungan perkembangan lingkungan strategis atau perkiraan minimnya kemungkinan ancaman berwujud tradisional militer ini disebutkan secara eksplisit dalam Buku Putih Pertahanan Republik Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan instrumen diplomasi pertahanan menjadi dominan. Disamping melakukan pengembangan kebijakan pertahanan dan perencanaan pertahanan berupa penguatan struktur dan postur pertahanan Indonesia secara komprehensif. Indonesia perlu melakukan penguatan kapabilitas pertahanan di tengah negara-negara Asia Tenggara dengan cara memperkuat basis postur dan struktur pertahanan yang dikaitkan dengan visi poros maritimdunia. Sehingga, tercapai keterukuran atau Minimum Essential Force (MEF) yang berkelanjutan.Kata Kunci : ASEAN, kebijakan pertahanan, diplomasi pertahanan, perencanaan pertahananAbstract – Issues that develop in Southeast Asia (ASEAN) looks very complex and dynamic. Indonesia’s defense policy in the period of 2015 – 2020 is an interesting phenomenon. Based on that timeframe strategic planning of the future defense can be formulated. In addition, the government is actively promoting the development of the maritime sector. The issue of future defense is closely related to the question of sovereignty. Obviously, this is very important to be studied, although at that time it was thought that the possibility of a traditional (military) threat, showed by war is minimal. The research question is how does the strategic defense planning of Indonesia in the middle of strategic area of Southeast Asia (ASEAN). Related to the trend of strategic environment in Southeast Asia development or estimation of the minimal possibility of this tangible traditional military threat is mentioned explicitly in the Defense White Paper of the Republic of Indonesia.The results showed that the use of defense diplomacy as defense instruments became dominant. Besides, the development of defense policy and defense planning in the form of comprehensive strengthening of the Indonesian defense structure and defense posture. Indonesia needs to strengthen of defense capability in the midst of Southeast Asian countries by strengthening the base of defense posture and defense structure related to the vision of the world’s maritime axis. Therefore, sustainability of Minimum Essential Force (MEF) can be achieved.Keywords: ASEAN, defense policy, defense diplomacy, defense planning
Loving The Domestic Product As A Manifestation Of State Defense In Global Era Siswanto Siswanto
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.239

Abstract

Abstract – The background of this paper is the fact of social, economical, and political change of Indonesian in the Reform and global era. It Includes changes in the context of defending state which in the past it was understood only as a military activity. The defending of state nowadays has a broader meaning in economic, social, and cultural context. The defending of state in the context of economy is more commitment to consume national products than to consume foreign product. Therefore, the purpose of this paper is to analyze the problems of defending the state in the economic context that involves people's habits of favoring foreign products, the impact of consumption patterns on selecting external products to foreign exchange reserves, and strategies that can be built to make people prefer national products. The method used in this paper is literature study that is studying references or previous studies related to this issue, and in-depth discussion with relevant sources. This has been done to confirm or improve an understanding the topic being written. The results of this studies are in the form of conclusions and recommendations to build the pattern of public consumption to prefer national products rather than foreign products.Keywords: state defense, national product, foreign product
The State Defense Effort To Drive The National Small Industries In The Contemporary Global Landscape Bilqis Fitria Salsabiela
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.240

Abstract

Abstract - The basic points in the state defense is reflected by loving our country land, recognize to be one nation and state, believe on Pancasila as the ideology for our country, want to sacrifice for the nation and state and also has an ability to State Defense which’s corellated with the effort to drive the national small industries in this international trade. The key success for a country is come from the human resources which’s ready to face the change, so that increasing the quality of human resources for small local industries is a main key to struggle in this contemporary global landscape.Keywords: Defence The Country, Small Industries, International Trade, Human Resource, Economy.
Indonesia Defence Diplomacy To Make Tanjung Datu Segment As Outstanding Boundary Problem Of Indonesia-Malaysia Istiqamah Istiqamah
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.241

Abstract

Abstract – This study discusses about implementation of Indonesia’s defense diplomacy and its analysis in effort to obtain Tanjung Datu segment as Outstanding Boundary Problem of Indonesia-Malaysia. This is based on the status of Tanjung Datu as Outstanding Boundary Problem was ambiguous due the different interpretations of Memorandum of Understanding (MOU) 1976 and 1978 by Government of Indonesia. The negotiation to obtain Tanjung Datu segment as Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia in 2001. Indonesia attempt to lobby Malaysian to attach Tanjung Datu as OBP and its intensively conducted by Indonesia’s delegates until finally, Indonesia accepted the Malaysian decision that Tanjung Datu is not part of the OBP. This research method was qualitative approach where data collection technique was through interviews with six informants including practitioners and experts in related fields. This study showed that the subjects of Indonesia’s defense diplomacy in efforts to obtain Tanjung Datu segment as OBP Indonesia-Malaysia are Pankorwilnas, Directorate of Army Topography, Ministry of Defense, Ministry of Home Affairs and JUPEM (Malaysian Position Measurement and Mapping). While the object of Indonesia’s defense diplomacy in the efforts to obtain Tanjung Datu segment as OBP Indonesia-Malaysia are the implementation of Indonesia’s national interest to achieve territorial sovereignty and it was also part of defense.Keywords : Defense Diplomacy, Bounday Making Theory, Territorial Sovereignty, Tanjung Datu Segment, Outstanding Boundary Problems.

Page 5 of 32 | Total Record : 316


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 3 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 6 No. 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue