cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PENDEKATAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DI PT. RANA WASTU KENCANA Anggoro, Franciskus Febry; Prawatya, Yopa Eka; Djanggu, Noveicalistus H
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Rana Wastu Kencana merupakan perusahaan industri yang bergerak di sektor pengolahan kelapa sawit dan menghasilkan dua produk utama seperti palm kernel dan crude palm oil. Tingginya frekuensi kerusakan mesin-mesin pada stasiun press menyebabkan produksi berhenti dalam kurun waktu yang tidak dapat ditentukan dan mengakibatkan target produksi belum dapat tercapai.Penelitian ini menggunakan metode total productive maintenance (TPM) untuk mengetahui tingkat produktivitas dan mengidentifikasi faktor-faktor six big losses (enam kerugian besar) yang mempengaruhi penurunan tingkat produktivitas.Berdasarkan hasil penelitian tingkat produktivitas ,nilai tertinggi terjadi pada bulan September dan nilai paling rendah pada bulan Januari. Tingkat produktivitas stasiun press belum memenuhi standar ideal yang telah ditetapkan oleh JIPM. Faktor six big losses yang berpengaruh terhadap produktivitas stasiun press yaitu faktor reduce speed yang menyebabkan kecepatan performasi mesin-mesin mengalami penurunan selama proses produksi. Kata Kunci:   Availability Sistem, Overall Equipment Effectiveness (OEE)
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE DAN WORK IMPROVEMENT IN SMALL ENTERPRISE PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH SEBAGAI PEMENUHAN STANDAR KESEHATAN Daputra, Afrian; Wahyudi, Tri; Uslianti, Silvia
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Sari Mandiri merupakan UKM yang bergerak dalam indusri pangan dengan mengasilkan aneka macam keripik. Permasalahan yang ditemui antara lain yaitu kurangnya hygiene dan sanitasi yang terdapat pada UKM tersebut, baik dari kebersihan mesin yang digunakan maupun para pekerja yang melakukan proses produksi dengan tidak menggunakan sarung tangan serta masker. Selain itu UKM Sari Mandiri juga belum memiliki tata letak ruang yang sesuai dengan urutan proses, sehingga dapat membuat proses produksi menjadi lama dan tidak efisien. Dari permasalahan tersebut akan dilakukan perbaikan sistem kerja dengan menggunakan penerapan daftar periksa Good Manufacturing Practice (GMP) dan Work Improvement  In Small Enterprise (WISE) yang bertujuan untuk mengetahui aspek apa saja yang belum diterapkan oleh UKM tersebut pada saat melakukan proses produksi, dimana dari aspek yang belum dilakukan penerapan tersebut akan dilakukan perbaikan sistem kerja. Berdasarkan hasil penelitian pada daftar periksa penilaian GMP ditemukan beberapa penyimpangan aspek yang belum diterapkan oleh UKM tersebut antara lain yaitu aspek bangunan, fasilitas sanitasi, lokasi dan lingkungan, mesin dan peralatan, pemeliharaan program sanitasi, serta karyawan. Selain itu untuk hasil dari penilaian daftar periksa WISE diolah dengan bantuan kuesioner AHP oleh beberapa expert judgment, dimana hasil dari penilaian tersebut menunjukan bahwa ditemukan beberapa subkriteria yang belum terlaksana antara lain menyediakan alat pemadam kebakaran, penyediaan wadah untuk sampah, lantai tidak licin, ventilasi alami, pemeriksaan mesin secara teratur, melampirkan prosedur kerja, pembersihan mesin secara berkala, penggunaan rak bertingkat, menetapkan kebijakan K3 dan menyediakan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja yang memadai bagi semua pekerja, ruangan produksi luas nyaman, memiliki ruang penyimpanan tersendiri, pemberian jarak cukup lebar antara mesin dan dinding, dan melindungi tempat kerja dari panas luar yang berlebihan. Sedangkan untuk perancangan fasilitas hasil dari penilitian tersebut didapatkan urutan proses produksi yang sesuai dengan kebutuhan UKM dan standar keamanan Kata Kunci: Good Manufacturing Practice, Perancangan Fasilitas, UKM Keripik, Work Improvement  In Small Enterprise
PENGUKURAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEKERJA PENGOLAH IKAN MENGGUNAKAN NORDIC BODY MAP (NBM) DAN RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) Tamala, Adelia
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home Industry Pak Kamel merupakan usaha kecil yang memproduksi ikan asin dengan jumlah 4 orang pekerja. Permasalahan yang dihadapi adalah postur kerja yang tidak alamiah pada proses pembersihan ikan, yaitu tubuh membungkuk dan jongkok yang mengakibatkan cedera otot. Studi pendahuluan dengan wawancara memaparkan bahwa pekerja memiliki keluhan otot pada bagian tubuh leher, tangan, punggung, pinggang dan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keluhan-keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dialami oleh pekerja.Identifikasi keluhan-keluhan otot yang mengakibatkan MSDs dapat diukur dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Identifikasi keluhan otot skeletal yang dirasakan oleh pekerja menggunakan kuesioner NBM untuk mengetahui kategori tingkat risiko MSDs dan pengukuran postur kerja menggunakan metode RULA dengan bantuan software CATIA V5R20 untuk mengetahui level score risiko cedera otot pekerja.Berdasarkan kuesioner Nordic Body Map (NBM)  diperoleh keluhan yang dirasakan pada bagian tubuh kaki, lutut, paha, tangan, pergelangan tangan, lengan, pantat, pinggang, punggung, leher dan rata-rata total keluhan otot individu sebesar 75, artinya kondisi termasuk kategori tinggi yang memerlukan perbaikan. Kemudian analisis postur kerja menggunakan metode RULA menggunakan bantuan software CATIA V5R20 memperoleh skor yang tinggi pada bagian tubuh upper arm, forearm, wirst, wrist twist, neck, trunk, dan neck,trunk, serta leg dengan final score sebesar 7 (merah) , artinya pekerjaan ini memiliki kelelehan otot yang berlebihan, sehingga memerlukan tindakan untuk dilakukan perubahan segera. Upaya dalam meminimalisir keluhan MSDs yang dirasakan pekerja yaitu memberikan rekomendasi alat bantu kerja berupa meja dan kursi. Kata Kunci: Nordic Body Map, Postur Kerja, Rapid Upper Limb Assessment
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KONSUMEN TERHADAP MESIN CETAK BATAKO PRESS DENGAN MENGGUNAKAN HOUSE OF QUALITY (HOQ) Briliantino, Adjie; Sujana, Ivan; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya akan berdampak juga kepada tingkat kebutuhan material bahan bangunan, salah satu material tersebut adalah batako sebagai material utama dalam pembuatan dinding rumah atau bangunan. Dalam rangka pemenuhan demand maka diperlukan peningkatan teknologi maupun cara kerja. Penyelesaian permasalahan terkait dengan pemenuhan tingkat kepuasan dan keinginan pelanggan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan House of Quality (HOQ). Tahapan yang dilakukan yaitu dengan pembuatan dan penyebaran kuesioner kepada beberapa subjek seperti pemilik dan karyawan batako. Tahapan selanjutnya yaitu melakukan rekapitulasi data serta menguji validitas dan reliabilitas data tersebut, kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan House of Quality (HOQ) untuk mengetahui tingkat kepuasan dan tingkat keinginan dari pengguna serta pemilik batako press terhadap mesin yang telah ada sebelumnya. Hasil pengolahan dengan menggunakan House of Quality (HOQ)) didapatkan sebanyak 16 respon teknis yaitu melakukan perubahan pada bentuk cetakan, penambahan bobot terhadap penumbuk, mengubah teknis pengoperasian mesin, melakukan penyesuaian terhadap poros penumbuk serta poros cetakan, serta penyesuaian mesin penggetar yang digunakan. Kata Kunci : Batako, Demand, QFD
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEDICATED STORAGE PADA CV. XYZ Putra, Hansen Tri; Sujana, Ivan; Anggela, Pepy
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi penjualan suku cadang sepeda motor dengan total SKU yang dimiliki sebanyak 587 unit. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan CV. XYZ saat ini adalah penempatan produk yang masih menggunakan metode randomized storage. Produk sejenis memiliki lokasi penyimpanan yang berbeda. Produk yang disimpan juga tidak memiliki lokasi penyimpanan tetap yang membuat operator mengalami kesulitan karena membutuhkan waktu pencarian yang lama sehingga membuat jarak tempuh operator menjadi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan tata letak barang yang lebih baik sehingga dapat meminimumkan waktu dan jarak tempuh operator saat bekerja. Objek penelitian ini adalah perusahaan CV. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode dedicated storage. Metode ini bertujuan agar produk memiliki lokasi penyimpanan tetap yang membuat operator lebih mudah mempelajari tata letak penyimpanan barang tersebut sehingga dapat membuat pengambilan pesanan menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian ini menghasilkan rancangan tata letak usulan dengan kebutuhan slot sebanyak 842 slot. Jarak tempuh yang selalu berubah, kini memiliki jarak tempuh yang tetap dengan total jarak tempuh untuk keseluruhan produk sebesar 4255.4 m. Tata letak usulan memiliki penggunaan luas lantai sebesar 129.77 m2. Penurunan persentase penggunaan luas lantai antara tata letak awal dan tata letak usulan adalah sebesar 21%. Penyimpanan produk juga menggunakan sistem grouping yang akan memudahkan operator dalam mengingat tata letak penyimpanan produk. Perubahan tata letak juga menghasilkan rekomendasi prosedur kerja baru untuk proses storing dan juga order picking.Kata Kunci: Dedicated Storage, Grouping, Material Handling, Suku Cadang, Tata Letak Barang