cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PENJADWALAN DISTRIBUSI PADA PD. XYZ DENGAN MODEL STOCHASTIC VEHICLE ROUTING PROBLEM (SVRP) MENGGUNAKAN METODE SOLUSI MODIFY SAVING HEURISTIC Pradana, Anddar Rezki; Sofitra, Mohamad; Djanggu, Noveicalistus H
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah permintaan konsumen PD. XYZ yang bersifat stokastik menjadi masalah bagi perusahaan karena sulit dalam menentukan banyaknya permintaan yang harus disediakan dan jadwal distribusi produk yang harus disusun. Permasalahan pendistribusian produk dengan permintaan yang bersifat stokastik seperti ini dikenal sebagai Stochastic Vehicle Routing Problem (SVRP). SVRP sebagai mana VRP adalah permasalahan yang termasuk dalam kategori NP-hard dimana metode solusi eksak sulit diharapkan dalam waktu yang singkat dapat menyelesaikan permasalahan nyata dengan ukuran permasalahan yang cukup besar. Untuk itu dapat digunakan metode solusi heuristik sebagai alternatif bagi pencarian solusi dengan kualitas yang cukup baik seperti metode Clarke and Wright Saving Heuristic with Penalty Function atau juga dikenal dengan istilah Modify Saving Heuristic Algorithm (MSH). Metode yang menyusun suatu jadwal distribusi dengan tujuan meminimalisir total ongkos distribusi dengan mempertimbangkan peluang permintaan pelanggan yang gagal. Dalam penelitian ini, dikembangkan metode solusi heuristik menggunakan algoritma MSH bagi permasalahan PD. XYZ. Algoritma tersebut telah diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Python.Hasil solusi jadwal distribusi yang diperoleh dengan menggunakan algoritma MSH ini yaitu jadwal distribusi truk dengan total ongkos distribusi sebesar Rp. 354.311,67 /hari, lebih hemat dibandingakan dengan total ongkos distribusi rute existing yaitu sebesar Rp. 376.002,114 /hari.Kata kunci: PD. XYZ, Stochastic Vehicle Routing Problem, Modify Saving Heuristic Algorithm, Python.
PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PDAM KOTA SINGKAWANG MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY, CUSTOMER SATISFACTION INDEX DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Sambagia, Niskolis Lucki; Wahyudi, Tri; Djanggu, Noveicalistus H
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) merupakan salah satu unit bisnis milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum. Di Kota Singkawang kebutuhan air bersih disediakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang. Berdasarkan data dari PDAM Kota Singkawang, jumlah pelanggan PDAM di Kota Singkawang per akhir Agustus 2020 sebanyak 18.226 pelanggan. Pada pelaksanaannya, pendistribusian air dan penanganan keluhan pelanggan terkadang masih mengalami beberepa permasalahan. Hal ini yang menjadi dasar dalam penelitian untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan memberikan rekomendasi tindakan yang dapat dilakukan PDAM Kota Singkawang untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Penelitian ini menggunakan metode Service Quality untuk menganalisis tingkat kualitas sebuah penyedia layanan jasa karena melibatkan lima dimensi kualitas pelayanan. Metode ini digunakan untuk mengetahui gap (kesenjangan) yang terjadi antara tingkat kepuasan dan harapan pelanggan. Menentukan skor tingkat kepuasan pelanggan dan menginterpretasikannya menggunakan metode Customer Satisfaction Index. Penggunaan metode Importance Performance Analysis dan pemetaan ke dalam diagram kartesius akan menentukan atribut yang menjadi prioritas untuk diperbaiki kualitas pelayanannya. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan skor tingkat kepuasan pelanggan PDAM Kota Singkawang sebesar 71,5334 dan menunjukan interpretasi Cause for concern atau masih berada di kategori yang mengkhawatirkan bagi perusahaan dimana nilai rata-rata tingkat kepuasan pelanggan sebesar 3,58 dan nilai rata-rata tingkat harapan pelanggan sebesar 4,04. Dari total keseluruhan atribut, hanya terdapat 2 atribut yang memiliki nilai gap positif dan atribut lainnya bernilai negatif. Hasil perhitungan kelima dimensi Servqual menunjukkan bahwa nilai gap tertingi berada pada dimensi responsiveness sebesar (-0,691) dan gap terendah berada pada dimensi tangible sebesar (-0,211). Berdasarkan hasil pemetaan diagram kartesius menggunakan metode Importance Performance Analysis didapatkan 9 atribut yang menjadi prioritas perbaikan dan menjadi rekomendasi untuk diperbaiki kualitas pelayanannya.Kata Kunci: Service Quality, Customer Satisfaction Index, Importance Performance Analysis, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum).
Perancangan Jejaring Distribusi Darat di Pulau Kalimantan dengan Model Hub and Spoke Alokasi Tunggal Valentino, Edric; Sofitra, Mohamad; Anggela, Pepy
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Kalimantan adalah pulau ketiga terbesar didunia. Wilayah Kalimantan ditempati oleh tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Diantisipasi bahwa di masa depan lalu lintas komoditas di pulau ini baik inbound maupun outbound logistic akan semakin tinggi. Untuk memperoleh ongkos total transportasi yang lebih efisien bagi aktivitas inbound dan outbound logistic di dalam Pulau Kalimantan itu sendiri, struktur jaringan hub and spoke dapat diterapkan. Penelitian tentang HLP dimulai sejak lebih dari 2 dekade yang lalu. Namun disayangkan penelitian mengenai rancangan penerapan HLP di Indonesia masih minim. Dalam p-hub location problem diskrit, seluruh kota dan distrik berinteraksi dengan saling mengirimkan muatan. Ditentukan kota sejumlah p dari seluruh kota yang tersedia untuk menjadi hub yang terkoneksi secara penuh satu sama lain. Selain itu, kota yang tidak terpilih menjadi hub dialokasikan pada salah satu hub yang terpilih sehingga setiap kota dapat mengirimkan muatan pada kota lain dengan hub sebagai titik transshipment/consolidation. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan total ongkos transportasi dan ongkos pembangunan hub pada setiap kota terpilih.Pada penelitian ini digunakan metode solusi metaheuristik tabu search untuk menyelesaikan permasalahan p-hub location. Metaheuristik tersebut dapat menemukan solusi yang baik dari permasalahan kombinatorial dengan mengevaluasi setiap solusi optimal lokal yang ditemui. Hasil komputasi menunjukkan lokasi-lokasi hub dengan ongkos minimum yang ditemukan oleh tabu search. Hasil tersebut dipengaruhi oleh algoritma alokasi service nodes pada hub. Terdapat dua jenis algoritma yang digunakan. Pertama nearest neighbor yang mengalokasikan kota pada hub terdekat. Kedua least cost yang mengalokasikan kota pada hub dengan ongkos transportasi terkecil. Dalam penelitian ini dibuat empat skenario untuk melihat pengaruh interaksi dan ongkos kirim terhadap total ongkos transportasi dari jejaring yang diperoleh. Berdasarkan hasil pencarian dengan metode solusi yang diusulkan, skenario 1 menghasilkan jejaring hub and spoke untuk Pulau Kalimantan dengan total ongkos transportasi terkecil. Kata kunci: Hub Location Problem, Jejaring Distribusi, Kalimantan, Logistik, Tabu Search
EVALUASI USABILITY BERDASARKAN NIELSEN MODEL MENGGUNAKAN METODE USABILITY TESTING PADA WEB SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA Laven, Yehezkiel
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi akademik atau Siakad merupakan sistem informasi yang digunakan untuk memberikan kemudahan informasi kepada pengguna dalam kegiatan administrasi kampus secara online. Siakad untan adalah sistem informasi yang di gunakan oleh mahasiswa Untan untuk menunjang perkuliahannya namun sedikit banyak Siakad untan masih terdapat masalah dalam sistemnya yang membuat pengguna merasa kurang puas dalam menggunakan nya seperti tidak ada nya notifikasi pridai untuk mahasiswa, lama membuka halaman saat banyak yang mengaksesnya, pop up yang mengganggu pada saat login sehingga diperlukannya analisa perbaikan. Dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengguna website Siakad Untan dengan lima kriteria Usability menurut Nielsen model. Adapun metode yang digunakan disini ialah Usability Testing dengan Nielsen model dimana terdapat lima indikator Usability yang digunakan yaitu easy to learn, efficient to use, easy to remember, few errors, dan pleasant to use.  Sedangkan untuk pengolahan data menggunakan perhitungan persentase dan dibantu oleh softwer SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahawa dari lima indikator Usability menyatakan Siakad Untan tergolong baik atau tinggi dengan perolehan skor total 3,90%. Sementara nilai masing-masing indikator antara 2.60 – 3.39 cukup atau sedang.Kata Kunci: Rumus persentasi sederhana, Usability dengan nielsen model, web siakad Universitas Tanjungpura,website
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KULIT KOPI MENTAH DENGAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESMENT (REBA) UNTUK MENGHASILKAN POSISI KERJA YANG ERGONOMIS Lumbantoruan, Bartolomeus; Prawatya, Yopa Eka; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kopi merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh dan berkembang di Indonesia, hasil panen tanaman kopi umumya  diolah menjadi bahan baku minuman dan terbukti hasil olahannya banyak digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya Kalimantan Barat.  Proses pengolahan kopi terbagi menjadi dua yaitu pengolahan kering dan pengolahan basah, pada proses pengolahan basah terdapat beberapa permasalahan yang terjadi salah satunya pada saat menggiling kopi mentah sebelum dilakukan pengeringan. Proses penggilingan kopi mentah dilakukan dengan peralatan yang tidak ergonomis sehingga operator mengalami keluhan musculoskeletal disorders, operator membungkuk sehingga tidak dapat bekerja dalam waktu yang lama, produksi lambat karena harus memisahkan biji dengan kulit kopi yang telah digiling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko musculoskeletal disorders yang dialami pekerja menggunakan alat penggiling kopi mentah dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA), menerapkan prinsip anthropometri untuk menentukan desain alat yang akan dibangun agar dapat digunakan dalam posisi yang ergonomis dan mendapatkan rekomendasi postur tubuh kerja yang baik saat menggunakan alat penggiling kopi dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA). Identifikasi keluhan operator saat menggunakan alat penggiling kopi sebelum perancangan dilakukan dengan analisis Rapid Entire Body Assesment (REBA), merancang desain alat berdasarkan nilai anthropometri operator, membangun alat  penggiling kopi yang ergonomis sesuai desain yang ditentukan dan menghitung hasil analisis REBA dengan menggunakan alat penggiling kopi setelah perancangan. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode REBA menunjukkan score 6 pada saat mengangkat kopi pada gilingan, score 7 pada saat menggiling kopi mentah, score 9 pada saat mengambil hasil gilingan kopi. Score tersebut menunjukkan bahwa perbaikan dan perubahan dibutuhkan secara cepat karena postur kerja yang dihasilkan alat penggiling kopi tidak ergonomis. Sedangkan, hasil analisis REBA menunjukkan score 3 pada saat mengangkat kopi pada gilingan, score 4 pada saat menggiling kopi mentah, score 5 pada saat mengambil hasil gilingan kopi. score tersebut menunjukkan bahwa postur tubuh yang dihasilkan sudah ergonomis sehingga perbaikan dan perubahan mungkin dibutuhkan dalam waktu yang masih lama. Kata Kunci : Musculoskeletal Disorders, Penggiling Kopi Mentah, REBA 
RANCANG BANGUN ALAT PEMANGGANG DAGING SISTEM TUAS MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN PENDEKATAN ANTROPHOMETRI Wibowo, Andi Agung; Prawatya, Yopa Eka; Uslianti, Silvia
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam bakar merupakan salah satu menu yang cukup banyak digemari di berbagai rumah makan, khususnya di Kota Pontianak. Banyaknya permintaan tehadap menu makanan ini, menyebabkan waktu tunggu konsumen terhadap makanan pesanannya menjadi lama. Hal ini merugikan bagi pihak rumah makan, dikarenakan berkurangnya rasa kepercayaan serta kepuasan bagi konsumen. Oleh karena itu perlu adanya suatu alat pembakar ayam yang dapat memberikan kemudahan bagi penggunanya dengan produktivitas yang lebih tinggi.Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner yang berisi tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan suatu alat pembakar, pengukuran dimensi tubuh operator serta pengukuran proses pembakaran dengan menggunakan alat pembakar eksisting. Pengambilan data dilakukan di tiga rumah makan dengan intensitas pembakaran yang tinggi diantaranya Rumah Makan Zakaria, Rumah Makan Simpang Ampek dan Rumah Makan Minang Bana. Berdasarkan data yang telah diperoleh selanjutnya dilakukan pengolahan data yang terdiri dari pengolahan data dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD), perancangan produk dengan data antropometri, serta perhitungan produktivitas berdasarkan pengukuran lamanya pembakaran.Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan maka diperoleh hasil sebagai berikut: alat pembakar sistem tuas yang dirancang berdasarkan pengolahan QFD dan data antropometri memiliki dimensi sebesar panjang 85 cm, lebar 57 cm dan tinggi 78 cm. Alat ini terbuat dari sebagian besar hollow galvanis dan stainless steel untuk permukaan pembakarannya. Alat ini terdiri dari beberapa fitur diantaranya permukaan pembakar yang dapat berotasi, ketinggian bara yang dapat disetting, adanya meja tambahan, ketinggian kaki meja yang adjustable, serta meja pembakar yang mudah dipindahkan dikarenakan adanya roda pada bagian kaki meja. Alat pembakar sistem tuas memiliki produktivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan alat pembakar eksisting. Dalam satu jam, alat pembakar sistem tuas mampu memproduksi sebanyak 108 potong ayam. Sedangkan alat pembakar eksisting hanya mampu membakar 36 potong ayam dalam satu jam. Dengan perancangan alat ini, maka permasalahan mengenai produktivitas dapat terjawab.Kata Kunci : Antropometri , Produktivitas, Quality Function Deployment (QFD), Sistem Tuas
Analisis Implementasi Supplier Relationship Management pada UMKM dan Perannya Terhadap Kualitas Pemasok dan Kinerja UMKM di Indonesia Paragony, Paradaisy Pidy; Sofitra, Mohamad; Wijayanto, Dedi
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasok memiliki peranan penting dalam berjalannya suatu usaha. Dalam Supply Chain Management (SCM) terdapat proses bisnis yang berfokus terhadap pengelolaan hubungan suatu perusahaan dengan pemasoknya, yaitu Supplier Relationship Management (SRM). Pada sejumlah penelitian terdahulu, penerapan SRM ini telah terbukti memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun, penelitian terkait SRM yang telah dilakukan pada umumnya hanya dilakukan terhadap perusahaan besar. Padahal, perekonomian di Indonesia hingga saat ini masih sangat didominasi oleh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mengingat adanya perbedaan dalam pola relasi pembelian antara pembeli dan pemasok pada perusahaan besar dengan perusahaan kecil, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi peran dari implementasi SRM terhadap kualitas pemasok dan kinerja usaha UMKM di Indonesia. Dari penelitian ini juga diharapkan dapat menghasilkan usulan terkait aktivitas SRM yang dapat diterapkan oleh UMKM sehingga dapat meningkatkan kualitas pemasok dan kinerja usahanya.Penelitian ini dilakukan dari perspektif UMKM sebagai buyer firm. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner pada pelaku UMKM di Indonesia dan memperoleh 171 tanggapan yang dapat diolah. Praktik SRM yang diteliti dalam penelitian ini adalah identifikasi key supplier, information sharing, decision synchronization dan evaluasi supplier. Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis model dalam penelitian ini adalah PLS-SEM dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS v3. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, dilakukan pengujian reliabilitas dan validitas model pengukuran dan model struktural. Dari hasil evaluasi model pengukuran dan model struktural, maka diperoleh model akhir yang kemudian digunakan untuk pengujian hipotesis.Pengujian hipotesis pada penelitian ini memberikan hasil bahwa praktik SRM secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pemasok, dan kualitas pemasok memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Dari keempat praktik SRM yang diuji pada penelitian ini, diperoleh hasil bahwa supplier evaluation memiliki efek terbesar terhadap kualitas pemasok, sedangkan information sharing memiliki efek terendah terhadap kualitas pemasok.Kata Kunci: PLS-SEM, Supplier Relationship Management, UMKM, Supplier.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS METE MENGGUNAKAN PERTIMBANGAN ANTROPOMETRI DAN RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) Ramadhan, Restu Nur; Sujana, Ivan; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para pekerja pengolah mete di industri rumah tangga Ibu Paridah dan Ibu Juraila yang berada di Desa Temajuk, Kabupaten Sambas mengupas mete dengan menggunakan pisau dapur, sarung tangan latex, talenan dan bejana. Permasalahan yang di hadapi pekerja adalah postur kerja saat mengupas mete yaitu duduk menukuk di lantai, dengan badan yang membungkuk ke depan dan leher yang menunduk ke bawah. Hal tersebut mengakibatkan pekerja mudah kelelahan, sakit pada punggung, sakit leher dan kesemutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan analisis skor RULA postur kerja alat existing dan menghasilkan alat pengupas mete rancangan berdasarkan pertimbangan antropometri dan analisis Rapid Upper Limb Assessment (RULA).Penelitian ini di mulai dengan melakukan studi lapangan di Desa Temajuk, merumuskan masalah, tujuan penelitian, studi literatur terkait, pengumpulan data penelitian, pengolahan data penelitian, desain alat rancangan, simulasi postur kerja alat rancangan menggunakan RULA, pembuatan alat rancangan, pemasangan komponen sistem pneumatik dan pemrograman arduino, implementasi dan dokumentasi alat rancangan, analisis hasil, kesimpulan dan saran.Hasil dari penelitian ini adalah analisis skor RULA alat existing bernilai 5 atau di simbolkan dengan warna jingga yang memiliki arti bahwa postur kerja alat existing berbahaya, memiliki tingkat resiko cedera yang tinggi dan perubahan postur perlu segera di lakukan oleh kedua industri rumah tangga Ibu Paridah dan Ibu Juraila. Alat pengupas mete rancangan memiliki tinggi peletakan mete sebesar 98,5 cm dan jarak peletakan mete dari tubuh operator sebesar 25,5 cm. Analisis skor RULA alat pengupas mete rancangan bernilai 2 atau di simbolkan dengan warna hijau yang memiliki arti bahwa postur ini dapat di terima, dapat menghindari postur yang salah serta dapat mengurangi kelelahan kerja.Kata Kunci :  Alat Pengupas Mete, Antropometri, Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Sistem Pneumatik.
PERBAIKAN KUALITAS PLYWOOD 15MM MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (6Ꝺ) DAN KAIZEN PADA PT.XYZ Hisyam, Sakinah; Anggela, Pepy; Wahyudi, Tri
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plywood merupakan kayu yang terbentuk dari susunan veneer face, core, center core, core back dengan  ketebalan dan jumlah lapisan yang berbeda – beda. Lantai produksi plywood seringkali mengalami cacat produk yang mengakibatkan plywood tersebut tidak bisa diekspor dan membuat perusahaan mengalami kerugian, kecacatan plywood dengan  penentuan critical to quality (CTQ)  diperoleh 4  jenis kecacatan  dari kecacatan yang sering muncul tiap bulannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengurangi kecacatan yang terjadi pada produk plywood 15mm. Kecacatan ini terjadi akibat lima faktor diantaranya manusia, material, mesin, metode dan lingkungan. Perbaikan kualitas plywood 15mm dengan menggunakan metode six sigma dan kaizen meliputi beberapa langkah yaitu : define, measure, analyze, improve, dan control. Berdasarkan hasil penelitian bulan Juli – Oktober 2020 didapati 4 jenis kecacatan yang diperoleh ialah sebagai berikut oversanding, pressmark, rusak tabrak (cacat tepi), dan delaminasi. Kecacatan berdasarkan data historis pada bulan Juli – Oktober diperoleh sigmanya ialah 3.01, 2.99, 3.03, dan 2.98. Data pada bulan Desember merupakan data pengimplementasian dari tahapan six sigma yang telah mengalami perbaikan proses produksi dengan output procces control plan dan kenaikan nilai sigma  sebesar 3.69.Kata Kunci: ctq,kaizen, plywood,six sigma
USULAN PERBAIKAN SISTEM K3 MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN RCA PADA PT. XYZ Ateng, Verico Ekawijaya; Rahmahwati, Ratih; Prawatya, Yopa Eka
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri manufaktur yaitu pembuatan High Pressure Laminate . Sistem keselamatan dan kesehatan kerja di PT. XYZ belum sepenuhnya berjalan dengan lancar karena target zero accident belum tercapai. Perilaku pekerja yang sudah terbiasa melakukan pekerjaannya sehingga timbul pemikiran bahwa pekerja merasa sangat yakin tanpa alat pelindung diri akan tetap aman yang mengakibatkan berbagai potensi berbahaya sangat mudah dijumpai di area stasiun produksi. Didapatkan data dari perusahaan terhitung dari tahun 2017 hingga 2019 setidaknya terjadi total 6 kasus insiden kecelakaan kerja yang sangat berbahaya bagi pekerja. Berdasarkan permasalahan yang telah diutarakan sebelumnya, penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis  (FMEA) untuk mengidentifikasi kecelakaan kerja dan potensi kecelakaan kerja guna mengetahui mode kegagalan potensial serta penggunaan metode Root Cause Analysis (RCA) yang digunakan untuk mengetahui akar penyebab kecelakaan kerja. Adapun data yang digunakan adalah data primer hasil dari wawancara kepala bagian produksi sekaligus ahli k3, serta data sekunder berupa data kecelakaan kerja PT. XYZ tahun 2017-2019. Hasil dari analisa potensi kecelakaan kerja menggunkan metode Failure Mode and Effect Analysis  (FMEA) didapatkan ranking dari nilai Risk Priority Number (RPN) terhadap penilaian mode kegagalan pada seluruh stasiun proses produksi. Nilai RPN tertinggi adalah mode kegagalan tertimpa batu bara pada stasiun crusher dengan nilai RPN 294, potensi dari efek mode kegagalan tersebut adalah memar atau cacat permanen. Hasil ranking sepuluh nilai RPN tertinggi terhadap semua mode kagagalan pada seluruh stasiun proses produksi menjadi prioritas perhatian lebih bagi perusahaan dangan tujuan menangani dan mencegah terjadinya mode kegagalan di kemudian hari. Hasil dari metode Root Cause Analysis (RCA) adalah ditemukannya akar penyebab kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran pekerja dalam menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), kurangnya kesadaran pekerja dalam mewujudkan situasi yang aman dalam bekerja, kurangnya pengawasan dan pengecekan langsung dari pihak perusahaan pada stasiun produksi serta belum adanya SOP pada beberapa stasiun dan kegiatan pekerjaan. Kata kunci : APD, FMEA, HPL, Kecelakaan Kerja, K3, RCA, RPN, SOP

Page 10 of 14 | Total Record : 135