cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
Rancang Bangun Penjemur Pakaian Atap Otomatis Menggunakan Sistem Sensor Air Hujan dengan Metode Kansei Engineering dan Pendekatan Antropometri Hendrawan, Victorsius -
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 2, No 3 (2018): JURNAL S1 TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.072 KB)

Abstract

Kesibukan masyarakat khususnya daerah perkotaan sangatlah tinggi, dikarenakan masyarakat kota yang mempunyai mata pencarian yang beraneka ragam. Daerah kota juga banyak diisi oleh masyarakat yang datang dari berbagai daerah dengan tujuan mencari pekerjaan, keadaan ini membuat para pendatang dari luar kota Pontianak harus tinggal sendiri di kost-kostan atau di rumah kontrakan. Beragamnya kesibukan yang dimiliki membuat masyarakat banyak menghabiskan waktu di tempat kerja dan jarang berada di rumah dari pagi hari hingga sore hari. Pada saat meninggalkan rumah akan ada pekerjaan di rumah yang ditinggalkan, seperti tidak bisa mengangkat pakaian yang habis dicuci ketika terjadi hujan.Topik penelitian ini adalah tentang pembuatan produk penjemur pakaian yang dapat melindungi pakaian yang dijemur dari turunnya hujan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kansei Engineering dan pendekatan Antropometri. Penggunaan metode Kansei Engineering bertujuan untuk merancang produk dengan mengikuti perasaan yang timbul dari pengguna produk, sedangkan pendekatan Antropometri untuk menentukan ukuran yang ergonomi. Hasil dari metode tersebut merupakan gambaran sesuai dengan keinginan konsumen itu sendiri yang kemudian dituangkan kedalam suatu produk penjemur pakaian.Hasil perancangan bentuk kerangka yang diinginkan berbentuk persegi, dengan bahan yang terbuat dari besi digerakkan oleh motor listrik dengan ukuran tinggi jemuran 168,7 cm, lebar jemuran 80,17 cm dan panjang jemuran 147,62 cm. Kategori tersebut diperoleh berdasarkan analisis conjoint, multivariat dan pendekatan Antropometri. Pengujian produk yang telah dilakukan, uji coba ketika terjadi hujan atap penjemur pakaian dapat menutup dengan sendirinya ketika air hujan mengenai sensor atap dan atap dapat terbuka kembali ketika hujan sudah berhenti dan sensor yang terkena air hujan sudah mengering.Kata kunci :  , Antropometri, Kansei Engineering, Penjemur Pakaian
Rancang Bangun Alat Bantu Pemindah Paving Untuk Mengurangi Potensi Resiko Cedera Pada Pekerja CV Daya Mandiri Hartanto, Oktavianus Dedy
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 3, No 2 (2019): JURNAL S1 TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.473 KB)

Abstract

CV. Daya Mandiri merupakan pabrik yang bergerak dibidang percetakan batako dan paving yang ada di Pontianak. Jenis produk yang dihasilkan pada pabrik berupa ; batako, paving block, dan trotoar. Aktivitas material handling pada pabrik tersebut masih menggunakan cara manual dengan tenaga manusia. Berdasarkan kuesioner nordic body map yang telah disebar, terdapat keluhan yang dialami pekerja, 10 dari 12 pekerja mengalami nyeri yang sama yaitu pada otot skeletal bagian pinggang yang membahayakan pekerja. Penelitian ini, dibuat suatu rancang bangun alat yang dapat membantu pekerja dalam proses pengangkutan paving.Rancang bangun alat bantu menggunakan pendekatan antopometri. Data yang digunakan yaitu data antropometri 12 pekerja di CV Daya Mandiri. Data antropometri yang menjadi dasar penentuan dimensi rancangan yaitu tinggi siku berdiri, lebar sisi bahu, dan lebar telapak tangan. Tahap-tahap perancangan meliputi dasar-dasar perancangan produk mulai dari identifikasi produk, penetapan spesifikasi target, penentuan dimensi rancangan, pembuatan gambar, dan perencanaan pengoperasian alat bantu pemindah paving.Analisa hasil perhitungan persentil yang digunakan dalam perancangan yaitu, tinggi siku berdiri persentil 5, lebar sisi bahu persentil 95, dan lebar telapak tangan persentil 95 perbandingan hasil kuesioner nordic body map sebelum dan sesudah menggunakan alat yaitu adanya penurunan tingkat keluhan pada otot pinggang dari 95% turun menjadi 66%.Perbandingan waktu proses pengangkutan berdasarkan pengujian dan pengoperasian alat kondisi saat penggunaan alat bantu menghasilkan waktu proses yang lebih lama dibandingkan saat mengangkut secara manual yaitu berbeda 10 detik. Kata kunci : antropometri, nordic body map, material handling, paving.
Rancang Bangun Alat Press Minyak Biji Tengkawang Dengan Menggunakan Metode Nordic Body Map (NBM) dan Pendekatan Antropometri Mulyadi, Eko Harry
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2018): JURNAL S1 TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.914 KB)

Abstract

Buah tengkawang merupakan salah satu jenis hasil hutan  yang terdapat di Kalimantan Barat. Tengkawang adalah buah dari pohon Shorea/ meranti-merantian yang bijinya dapat menghasilkan minyak tengkawang. Proses mengeluarkan kandungan minyak tengkawang dari biji tengkawang  memerlukan banyak tenaga karena alat tradisional yang digunakan belum efisien. Alat tradisional yang digunakan material utama berupa kayu. Bagian yang mendapat porsi tekanan tinggi menggunakan kayu belian atau yang biasa di kenal sebagai kayu besi. Prinsip kerja alat dengan titik tumpu di ujung papan penekan dan beban berupa tengkawang yang telah dikukus berada diantara titik usaha dan titik tumpu. Penggerak yang digunakan sangat sederhana berupa pasak yang menekan kedua bilah papan agar saling menjepit. Pasak digerakan dengan cara dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari potongan kayu yang cukup berat. Alat tradisional ini dapat mengeluarkan kandungan minyak dari biji tengkawang, namun alat ini belum efisien dan memenuhi aspek ergonomis. Maka,  salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah melalui rancang bangun alat yang bisa mengubah usaha yang kecil dari pekerja menjadi gaya tekan yang cukup kuat untuk mengeluarkan minyak tengkawang, namun tetap memperhatikan aspek antropometri dan ergonomi sehingga dapat mengurangi dampak resiko pada otot skeletal, Rancang bangun alat press minyak biji tengkawang juga harus dapat meningkatkan produktivitas dari segi waktu maupun minyak yang dihasilkan.Metode yang akan digunakan untuk mengurangi dampak resiko pada otot skeletal adalah metode Nordic Body Map (NBM) dan pendekatan Anthropometri.. Metode ini melakukan pemetaan bagian organ gerak berdasarkan tingkat resiko sehingga dapat dilakukan perbaikan sistem kerja dengan tepat sasaran. Sistem yang digunakan pada alat untuk mengurangi gaya yang dikeluarkan saat proses pengepressan mengunakan sistem hidrolik. Sistem ini dipilih karena kapasitas daya tekan yang tinggi dan kemudahan dalam pengoperasiannyaHasil perancangan yang dibuat berdasarkan antropometri pengguna dengan persentil 5, 50 dan 95 dan di bangun dengan bahan yang berstandar food grade. Pengujian produk yang telah dilakukan, membutuhkan waktu selama 60 menit untuk mengepress biji tengkawang seberat 5Kg. Dengan jangka waktu pengepressan 60 menit alat press hidrolik mampu meningkatkan produktivitas sebesar 9 % dari yang dihasilkan alat tradisional. Berdasarkan perbandingan data Nordic Body Map (NBM) terjadi penurunan Terjadi tingkat resiko otot skeletal yang sebelumnya menyentuh angka 37 menjadi hanya 25.Kata kunci :  Alat Press, Anthropometri, Hidrolik, Minyak Tengkawang, dan NBM
PENENTUAN PRIORITAS ASET PERALATAN KRITIS PRODUKSI PDAM XYZ DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Taufik, Muhammad; Wijayanto, Dedi; Sofitra, Mohamad
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 3, No 2 (2019): JURNAL S1 TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.257 KB)

Abstract

Salah satu perusahaan yang memiliki aset peralatan dan proses produksi yang kompleks adalah PDAM XYZ yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kota Pontianak. PDAM XYZ merupakan perusahaan milik daerah yang beroperasi sejak tahun 1975 dan melakukan proses produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat Kota Pontianak. Bahan baku air yang digunakan dalam proses produksi yaitu air permukaan sungai Kapuas. Proses produksi dilakukan kurang lebih selama 24 jam dan menerapkan sistem continuos flow, selain menghasilkan air bersih setiap saat tetapi juga beresiko tinggi karena beberapa alat produksi mengalami kerusakan (failure) yang kritis dengan kondisi manajemen perawatan yang kurang efektif, hal itu ditunjukan dengan adanya alat produksi yang dioperasikan melebihi batas waktu. Hal tersebut akan menimbulkan kerugian akibat kerusakan beberapa peralatan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas aset peralatan kritis produksi PDAM XYZ dan menerapkan strategi perawatan efektif serta perbaikan dalam manajemen perawatan berdasarkan prioritas nilai bobot peralatan kritis melalui penilaian group decision making menggunakan metode AHP dengan kriteria failure frequency (FF), failure detection (FD), failure severity (FS) dan failure cost (FC).Hasil pengolahan data menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) menunjukan bahwa pompa sentrifugal merupakan prioritas pertama aset peralatan kritis dan mixer urutan kedua prioritas aset peralatan kritis dengan nilai bobot 0,361456 atau 36,146% dan 0,258405 atau 25,841%, motor electric dan kompresor masuk dalam prioritas aset peralatan kritis ketiga dan keempat dengan nilai bobot 0,173078 atau 17,307% dan 0,17181 atau 17,1809%, valve dan flow meter masuk dalam prioritas aset peralatan kritis kelima dan keenam dengan nilai bobot 0,020016 atau 2,0016% dan 0,015056 atau 1,5056% maka diberikan usulan strategi perawatan yang efektif yang dapat memberikan suatu perbaikan berdasarkan prioritas aset kritis. Strategi perawatan prioritas penyesuaian aset peralatan kritis adalah dengan menerapkan strategi preventive maintenance dengan nilai bobot dan analisis sistem konfigurasi kerusakan elemen peralatan.
PENENTUAN RUTE OPTIMAL TRANSPORTASI KONTAINER DI KALIMANTAN BARAT Liecharlie, Astra Beta
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): JURNAL S1 TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.3 KB)

Abstract

Perkembangan infrastruktur perkeretaapian di Kalimantan Barat telah menambah cara transportasi baru di daerah tersebut. Kontainerisasi memudahkan kombinasi berbagai sarana transportasi yang berbeda. Saat ini orang dapat bertanya bagaimana jalur transportasi terbaik untuk barang di Kalimantan Barat. Penelitian ini menjawab pertanyaan tersebut dengan memodelkan rute transportasi di Kalimantan Barat melalui teori graf dan menemukan rute optimal berdasarkan biaya dan waktu dengan menggunakan algoritma Dijkstra. Pengolahan data dibantu oleh perangkat lunak CoCalc. Penelitian ini memperhitungkan moda transportasi jalan dan rel. Penelitian ini menyajikan rute optimal ke berbagai pusat permukiman di Kalimantan Barat. Transportasi kereta api secara umum merupakan transportasi termurah dan tercepat, namun karena rancangan jalur transportasi rel dari Bandar Udara Supadio ke batas negara Aruk tidak menjangkau keseluruhan wilayah di Kalimantan Barat sehingga transportasi jalan raya akan tetap paling banyak digunakan untuk transportasi barang di Kalimantan Barat. Kata Kunci-  algoritma Dijkstra, rute optimal, teori graf
OPTIMALISASI RUTE DAN JUMLAH BUS TRANS PONTIANAK KHATULISTIWA MENGGUNAKAN VEHICLE ROUTING PROBLEM DAN SIMULASI Baringbing, Jovan Sihol Samuel
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2019): JURNAL S1 TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.153 KB)

Abstract

Bus Trans Pontianak Khatulistiwa Pontianak merupakan sarana transportasi umum yang dimiliki Dishub Kota Pontianak. Akan tetapi bus ini tidak optimal dalam pengoperasiannya dan terbiasa untuk umum. Banyak anak sekolah yang tidak dapat pergi ke sekolahnya dengan mudah karena tidak memiliki sarana transportasi. Selain itu angka kecelakaan tinggi yang disebabkan oleh pelajar kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat sarana transportasi bagi para pelajar SMP dan SMA Negeri Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Vehicle Routing Problem dan Simulasi.Adapun tahapan yang dilakukan sebagai berikut, melakukan pengumpulan data rute umum Bus Trans Pontianak Khatulistiwa. Selanjutnya melakukan penentuan titik – titik node yang dijadikan sebagai titik pemberhentian bus. Setelah itu melakukan pembentukan rute menggunakan VRP dengan algoritma Nearest neighbour. Kemudian selanjutnya membentuk model simulasi berdasarkan model konseptual yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah selesai dilanjutkan dengan running program yang hasilnya akan digunakan untuk penentuan jumlah bus optimal dengan pendekatan utilitas dan load factor. Kemudian dilakukan analisa dari hasil yang didapat.Hasil yang didapat berupa rute berdasarkan algoritma nearest neighbour. Rute terpanjang terdapat pada daerah Pontianak Utara dengan jarak tempuh 32,4 km yang disebabkan oleh jauhnya jarak tempuh awal menuju ke titik pertama dan yang terpendek ada pada Pontianak Kota A operasi pagi 2 yaitu 2,9 km yang disebabkan oleh pengurangan node menjadi 3 saja. Jumlah bus optimal pada operasi pagi 1,2 dan siang 1,2 berurutun adalah 14, 18, 16 dan 14. Dengan kondisi tersebut maka Dishub menyediakan 18 armada setiap harinya. Jumlah demand yang terserap pada pagi hari sebesar 92% dan siang hari sebesar 84%. Kata Kunci : ARENA, Bus Trans Pontianak Khatulistiwa, Load factor, Nearest neighbour, Vehicle Routing Problem.
RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAHAN SERUNDENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING SIREGAR, JANRIKO SIREGAR _
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 1, No 3 (2017): Jurnal S1 Teknik Industri UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.695 KB)

Abstract

Buah kelapa merupakan salah satu jenis hasil pertanian yang terdapat di Kalimantan Barat. Salah satunya terdapat di Kalimantan Barat  adalah  daerah Jeruju, Kelurahan Sungai Beliung, Gang. Paji Harapan. Sebagian besar buah kelapa diolah menjadi serundeng dengan cara memarut kelapa menggunakan manual. Cara yang dilakukan pekerja membutuhkan waktu yang lama dan proses pengolahan tersebut mengakibatkan pergelangan tangan yang selalu bergerak memutar terus menerus. Selain itu, kondisi pekerja yang tidak menggunakan sarung tangan dan pakaian pelindung  serta harus berdekatan dengan kompor menghambat proses pengolahan serundeng.Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh pekerja pada proses pengolahan serundeng, maka, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah melalui rancang bangun mesin pengolahan serundeng. Rancangan ini dapat melakukan pengolahan serundeng dengan menggunakan mesin agar dalam proses pengolahan serundeng memakan waktu yang lebih singkat.Metode yang digunakan adalah dengan melakukan observasi dan menggunakan Kansei Engineering. Hasil perancangan bentuk kerangka yang diinginkan berbentuk persegi, dengan bahan yang terbuat dari besi digerakkan oleh motor listrik dengan ukuran sedang. Kategori tersebut diperoleh berdasarkan analisis conjoint dan multivariat. Pengujian produk yang telah dilakukan, membutuhkan waktu selama 120 menit untuk proses pengolahan serundeng 10 Kg. Hal ini lebih singkat dibandingkan dengan proses pengolahan serundeng secara tradisional yang membutuhkan waktu pengolahan 300 menit  untuk proses pengolahan serundeng 10 Kg. Kata kunci :  Kansei Engineering, Rancang Bangun, Serundeng
DATA ANTROPOMETRI PETANI 3 SUKU TIDAYU (TIONGHOA, DAYAK, MELAYU) DI KECAMATAN MONTERADO (PENGAPLIKASIAN PADA DESAIN ALAT PERTANIAN) Anis, Anis
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2019): JURNAL S1 TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.085 KB)

Abstract

Setiap manusia memiliki dimensi tubuh yang berbeda sesuai dengan suku, jenis kelamin, postur tubuh dan lainnya. Hal inilah mendorong peneliti untuk menyajikan data antropometri dalam suatu data dan memilih Kecamatan Monterado karena disana terdapat tiga suku sekaligus yaitu Tionghoa, Dayak, Melayu serta penerapan hasil data antropometrinya dalam bidang pertanian khususnya cangkul karena cangkul merupakan alat  yang paling sering digunakan  baik di kebun maupun diladang.Perancangan alat pertanian itu sendiri tentu membutuhkan banyak data terutama dimensi tubuh manusia, oleh karena itu penelitian ini akan mengumpulkan data antropometri petani pria tiga suku sehingga bisa mewakili sebagian dimensi tubuh manusia. Pengambilan data antropometri itu sendiri dilakukan dengan mengukur langsung dimensi tubuh petani.Pengukuran yang dilakukan terhadap petani pria dari ketiga suku adalah pengukuran antropometri statis yang memperlihatkan bahwa data antropometri dari ketiga suku apabila ditinjau pada keseluruhan data hasil perhitungan standar deviasi, rata-rata dan persentil baik yang 5th ,50th , dan 95th tersebut tidak menampakan variasi yang terlalu jauh tetapi ada beberapa  juga yang variasinya cukup jauh seperti dimensi tinggi bahu duduk pada perhitungan standar deviasi suku Dayak sebesar 3.2, suku Melayu sebesar 2.2, suku Tionghoa sebesar 6,1. Data antropometri yang digunakan untuk menentukan ukuran tangkai cangkul yaitu data antropometri tinggi siku berdiri sedangkan untuk menentukan diameter cangkul menggunakan data antropometri panjang jari 1 dan panjang jari 3.Kata kunci     : Anthropometri, desain cangkul, suku.
PENJADWALAN TRUK SAMPAH KOTA PONTIANAK DENGAN MODEL ROLL ON ROLL OFF VEHICLE ROUTING PROBLEM -, SURLI -
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal S1 Teknik Industri UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.944 KB)

Abstract

Increased consumption and need for goods that generate waste has an impact on environmental hygiene Pontianak city. Production of waste generated by the resident according to the Office of Sanitation and Park of Pontianak City in 2015 reached 1339.98 tons per day over 64 locations with a fleet of only 35 units available. This makes the process of transporting waste needs to be done effective and efisienct. The aims of this study are to analyze the exizting condition of the transport arm roll garbage truk in Pontianak City and use the model of Roll on Roll off Vehicle Routing Problem to generate better waste transportation schedule in Pontianak city.The steps in solving scheduling problem of Pontianak City garbage trucks using the model of Roll On Roll Off Vehicle Routing Problem are by mapping the locations of waste in Pontianak city, calculating the distance using the road map, describing the problem of scheduling garbage trucks, determining the types of trip used for Pontianak city garbage truck and calculating the service time of each garbage truck.Based on the research on Pontianak city garbage truck scheduling with model of Roll On Roll Off Vehicle Routing Problem, the following conclusions can be drawn: Amr roll truck fleet consisting of 22 units of vhicle, there are 8 vehicles that exceed the time limit of service, so do balancing the workload between vehicles has been conducted. This proves that amr roll waste transportation trucks in Pontianak are not optimal. The Model of Roll On Roll Off Vehicle Routing Problem has not been able to obtain the optimal schedule for a solution model using the heuristic method. However, the proposed heuristic method has been able to offer a solutions for better waste transpotation fares in the sense that it reduced the schedule of vehicles that exceed the time limit. The waste transportation services schedule originally had 8 vehicles that exceed the time limit of 80.1398 service hours to 4 vehicles that exceed the time limit of 39.0832 hour service so that there is a difference of total service time of 41.0566 hours. This proves that the scheduling for garbage transportation is better.Keywords: Scheduling, Roll On Roll Off Vehicle Routing Problem, Garbage Trucks
Rancang Bangun Mesin Perontok Padi Menggunakan Metode Nordic Body Map (NBM) Dan Pendekatan Antropometri -, Ganda Nurzaman
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2018): JURNAL S1 TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.275 KB)

Abstract

Selama ini kelompok petani “Flora Agung” di Kelurahan Batulayang, Pontianak Utara, Kalimantan Barat dalam proses merontok padi masih menggunakan cara manual/tradisional. Proses perontokkan padi yang dilakukan kelompok tani ini masih menggunakan tangan dengan cara memegang padi lalu dipukul ke lantai. Proses perontokkan padi tersebut dilakukan dengan posisi tubuh dalam keadaan berdiri lalu membungkuk sehingga dapat mengakibat kelelahan dan mengalami berbagai keluhan pada tubuh petani. Berdasarkan permasalahan  tersebut, maka diperlukan suatu mesin perontok padi. Tujuan penelitian ini yaitu dapat merancang alat perontok padi yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani tersebut.Perancangan alat perontok padi dilakukan melalui metode Nordic Body Map (NBM) dan pendekatan Antropometri. Metode Nordic Body Map (NBM) mengumpulkan data awal keluhan otot skeletal pada 10 responden menggunakan kuesioner. Sedangkan pendekatan Antropometri mengumpulkan data tubuh 10 petani sebagai responden. Desain alat yang dirancang terdiri dari empat bagian yaitu tinggi mesin, tinggi rangka mesin, lebar mesin, dan panjang mesin.Hasil penelitian menggunakan metode Nordic Body Map (NBM)  didapat hasil yaitu alat yang dirancang dapat mengurangi keluhan mosculaskeletal pada 13 bagian tubuh yang didapat dari data 10 orang responden. Perbandingan tingkat resiko kelelahan antara sesudah dan sebelum menggunakan alat perontok padi yaitu sebesar 45,3 %. Ukuran Antropometri yang digunakan didalam perancangan yaitu : Ukuran tinggi mesin 45 cm, tinggi rangka mesin 10 cm, ukuran lebar mesin 45 cm,  dan panjang alat 70 cm. Sedangkan penilaian terhadap Produktivitas dari alat perontok padi ini dianalisis berdasarkan waktu merontokkan padi di mana banyaknya padi yang terkupas diukur berdasarkan waktu perontokkan secara manual dibandingkan dengan waktu perontokkan menggunakan mesin. Didapatlah durasi waktu lama perontokkan padi seberat 1 kilogram dengan menggunakan alat yaitu 3,2 menit. Lebih cepat 4,3 menit daripada menggunakan cara manual yaitu 7,5 menit. Kata kunci :  Mesin perontok padi , Antropometri, Metode Nordic Body Map (NBM)

Page 7 of 14 | Total Record : 135