cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PENENTUAN SUPPLIER TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) Oktaviani, Aulia; Wijayanto, Dedi; Prima, Febri
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supplier mempunyai peran penting karena akan memasok material dalam jangka panjang dan konsisten. Kesulitan dalam memilih supplier dikarenakan perusahaan mempunyai banyak supplier dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Perusahaan memerlukan material yang di supply mempunyai kualitas baik dan pengantaran tepat waktu. PT.ABC adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dengan kebutuhan kawat las sebesar 840 kg setiap dua minggu untuk material utama dalam maintenance. Pemilihan supplier memiliki Lead time 2 hari dan perusahaan membatalkan pemesanan jika lead time proses pemesanan melebihi waktu dari yang sudah ditentukan. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran perawatan dan produksi di perusahaan. Penelitian ini bertujuan memilih supplier terbaik berdasarkan pertimbangan antara kriteria dan subkriteria.Penelitian ini menggunakan metode Analytic Network Process dengan aplikasi Super Decisions. Pemilihan supplier kawat las melibatkan 6 kriteria, 12 subkriteria dan 4 alternatif. Tahapan penelitian ini ialah menentukan kriteria, subkriteria dan alternatif dengan mewawancarai bagian purchasing perusahaan. Selanjutnya mengisi kuesioner matriks perbandingan berpasangan dan hasil kuesioner dihitung bobot prioritas. Nilai bobot diolah dalam supermatriks dan hasilnya di normalize yang diperingkat untuk memilih supplier terbaik.Hasil perhitungan metode Analytic Network Process dengan empat alternatif supplier, terpilih supplier terbaik berdasarkan bobot tertinggi ialah S1 dengan nilai 0,465, selanjutnya S4 dengan bobot 0,187, S3 dengan bobot 0,183 dan terakhir S2 dengan bobot 0,163. Pertimbangan pemilihan supplier berdasarkan kriteria terbaik adalah Pembayaran (P) dengan nilai 0,358 dan Subkriteria terbaik ialah hutang (P1) dengan nilai 0,687.Keywords: Analytic Network Process, Pemilihan Supplier, Super Decision.
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN TINGKAT KELELAHAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX DAN SOFI PADA KARYAWAN PT. XYZ Fenyvian, Clara Clarita; Uslianti, Silvia; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pekerjaan sebagai seorang karyawan IT dinilai memiliki beban kerja mental dan kelelahan yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan pekerjaan yang dilakukan termasuk pekerjaan yang monoton serta melibatkan aktivitas mental seperti mengolah data dan mendesain. Selain itu, ketepatan waktu juga menjadi indikator penilaian kerja. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian mengenai beban kerja mental dan tingkat kelelahan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan PT. XYZ, serta pengaruh antara beban kerja mental terhadap tingkat kelelahan.Pengumpulan data dilakukan terhadap populasi karyawan perusahaan PT. XYZ yaitu sebanyak 30 orang karyawan. Terdapat 2 jenis pengolahan data yang dilakukan yaitu data pembobotan dan rating yang diolah dengan metode NASA-TLX untuk mengukur beban kerja mental serta data nilai total skor dan mean yang diolah dengan metode SOFI untuk mengukur tingkat kelelahan kerja. Sedangkan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara beban kerja mental terhadap tingkat kelelahan, dilakukan uji regresi linear sederhana menggunakan bantuan software SPSS 25.Hasil penelitiannya yaitu beban kerja mental yang dialami oleh karyawan perusahaan berada pada kategori tinggi dengan rata-rata WWL sebesar 72,00 dan dimensi yang paling berpengaruh yaitu tingkat usaha (effort) sebesar 276,25. Sedangkan tingkat kelelahan kerja berada pada kategori rendah dengan rata-rata total skor sebesar 53,37 dan nilai mean sebesar 10,67. Uji regresi linear sederhana diperoleh hasil bahwa beban kerja mental tidak berpengaruh secara parsial terhadap tingkat kelelahan kerja. Rekomendasi pekerjaan yang diberikan yaitu melakukan pemerataan jumlah anggota divisi, menambah karyawan baru pada divisi yang hanya terdapat satu orang karyawan, meningkatkan kerja sama tim, menyediakan tempat seperti ruang interaksi, menambah fasilitas olahraga yang tidak memakan banyak tempat, membuat penjadwalan kegiatan di hari Sabtu, melakukan medical checkup, melakukan penataan dan desain ruangan, serta menganalisis mental task setiap divisi untuk menjaga performansi kerja.Kata Kunci: Beban Kerja Mental, NASA-TLX, Regresi Linear Sederhana, SOFI, Tingkat Kelelahan
UNIFIED THEORY OF TECHNOLOGY ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY (UTAUT2) SEBAGAI MODEL PENERIMAAN TERHADAP EKSISTENSI UANG ELEKTRONIK DALAM PEMBAYARAN BBM PERTAMINA DI SPBU PONTIANAK Misire, Elfien Agustina; Wijayanto, Dedi; Uslianti, Silvia
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan uang elektronik di Pontianak pada sistem pembayaran BBM Pertamina di SPBU masih tergolongrendah terutama pada 3 wilayah Pontianak yaitu Selatan, Barat dan Timur yang didasarkan pada data transaksi uangelektronik dari PT. Pertamina untuk tahun 2019. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis PLS-SEM denganefek moderasi dan mediasi serta melakukan analisis Importance-Performance Map Analysis (IPMA) sebagai tahap akhirpenelitian ini untuk merancang strategi yang tepat dalam meningkatkan penggunaan uang elektronik. Hasil akhir penelitianmembuktikan variabel yang berperan paling penting bagi masyarakat dalam meningkatkan penerimaan terhadap uangelektronik yaitu facilitating condition (FC), hedonic motivation (HM), dan performance expectancy (PE). Besar pengaruh(total effect) dari ketiga variabel tersebut adalah 0.224, 0.374, 0.181 dengan tingkat kinerja (performance) yang dihasilkansebesar 52.45%, 56.26%, 56.24%. Selain itu, variabel yang berperan paling penting bagi masyarakat dalam meningkatkantingkat penggunaan uang elektronik yaitu behavioral intention (BI), facilitating condition (FC), dan habit (H). Adapunbesar pengaruh dari ketiga variabel tersebut adalah 0.232, 0.514, 0.203 dengan tingkat kinerja yang dihasilkan sebesar56,02%, 52,45%, 38,22%.Kata kunci: Importance-Performance Map Analysis (IPMA), PLS-SEM, SPBU Pertamina, Uang Elektronik, UTAUT2
PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZYTOPSIS DAN MULTI-CHOICE GOAL PROGRAMMING Siregar, Maria Evelyn; Djanggu, Noveicalistus; Sofitra, Mohamad
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan pabrik pengolahan kelapa sawit yang memiliki xsupplier buah (tandan buah segar/TBS) luar, dimana setiap supplier memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, perlu dilakukan penentuan supplier terbaik beserta alokasi ordernya guna mendapatkan bahan baku berkualitas tinggi dan minimasi persentase defect dengan harga optimal. Proses penyelesaian permasalahan terkait pemilihan supplier pada penelitian ini dilakukan dengan mengolah data menggunakan metode fuzzy-TOPSIS dan Multi-Choice Goal Programming (MCGP). Kriteria pemilihan supplier yang ditentukan oleh para decision maker ialah harga, kapasitas supplier, kualitas bahan baku, persenan cacat, dan persentase inkonsistensi pengiriman dari tiap supplier. Hasil yang didapat berupa supplier terpilih, yaitu supplier Ax dengan alokasi order sebesar x ton, supplier Ax dengan alokasi order sebanyak x ton, dan supplier Ax dengan alokasi order sebesar x ton.Kata Kunci: Demand, Fuzzy-TOPSIS, LINGO, Multi-Choice Goal Programming, Supplier.
STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN ANSANIA SAUDIA RAWIS HELWA HIJAB PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN TOPSIS Akmal, Muhammad; Wahyudi, Tri; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HELWA Hijab Pontianak sebagai distributor kerudung resmi satu-satunya di Kalimantan Barat yang membawa brand Ansania dan Helwa. Sebagian besar masyarakat khususnya kaum wanita yang menggunakan hijab sudah tak asing lagi dengan nama brand Ansania dan Helwa. Tentu peluang besar ini tidak disia-siakan HELWA Hijab Pontianak untuk memasarkan produk-produk baik secara online maupun secara offline untuk meningkatkan penjualan. Namun terdapat permasalahan pada bagian pemasaran. Permasalahan yang dihadapi adalah menurunnya penjualan selama beberapa bulan terakhir. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan dengan cara pemilihan strategi pemasaran dengan menggunakan metode SWOT dan TOPSIS. Penelitian dimulai dengan melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan, yaitu melakukan identifikasi faktor internal dan faktor eksternal. Selanjutnya hasil identifikasi ditransformasikan ke dalam kuesioner, agar didapat nilai bobot dan rating pada setiap faktor. Hasil kuesioner digunakan untuk pengolahan menggunakan metode SWOT dan TOPSIS. SWOT berfungsi untuk mengetahui posisi perusahaan ada di kuadran berapa. Berdasarkan hal tersebut, maka akan diketahui strategi yang harus dijalankan, antara S-O, S-T, W-O, atau W-T. Langkah selanjutnya yaitu melakukan metode TOPSIS. Kegunaannya yaitu mengurutkan prioritas dari alternatif-alternatif pada strategi terpilih. Berdasarkan hasil pengolahan SWOT, diketahui posisi perusahaan berada di kuadran II. Maka dari itu, strategi yang harus dijalankan yaitu strategi S-T. Adapun alternatif yang ada pada strategi S-T yaitu: memberikan promo dan diskon pembelian dalam jumlah banyak guna bersaing dengan kompetitor (V1), menjaga kestabilan harga agar tetap terjangkau oleh konsumen (V2), memasarkan kerudung dengan warna yang berdasarkan hasil survei pasar dan tren masa kini (V3), mengoptimalkan persediaan produk di gudang (V4). Adapun prioritas yang didapat dari pengolahan TOPSIS yaitu V1>V3>V2>V4.Kata kunci : kerudung, pemasaran, strategi, SWOT, TOPSIS.
RANCANG BANGUN ALAT ADON BUMBU PECEL MENGGUNAKAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DENGAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI Zulfahmi, Ahmad; Sujana, Ivan; Prawatya, Yopa Eka
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Produksi Sari Mandiri merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dalam bidang produksi bumbu pecel. UKM ini berada di Kabupaten Kubu Raya, Jl. KH Abdurrahman Wahid Gg. Sri Usman komplek Angkasa Lestari Permai Jalur Giok No 2. Kondisi permasalahan yang ada saat ini adalah proses pengadonan bumbu pecel masih dilakukan secara manual. Adapun keluhan yang diketahui dari hasil wawancara pekerja pengadonan berupa nyeri pada organ tubuh tertentu. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan analisa berupa kuesioner Nordic Body Map (NBM) kepada pekerja pengadon bumbu pecel. Adapun untuk merancang alat pengadon peneliti menggunakan pendekatan antropometri dengan cara mengukur antropometri pekerja pengadon bumbu pecel untuk menentukan dimensi alat pengadon.Adapun tahapan yang dilakukan yaitu berupa pengumpulan data-data keluhan muskuloskeletal dan pengukuran antropometri pada pekerja pengadon bumbu pecel. Data-data muskuloskeletal dianalisa untuk mengetahui titik-titik muskuloskeletal dan diolah dengan kuesioner Nordic Body Map. Pengolahan data-data antropometri digunakan untuk merancang alat pengadon sesuai kebutuhan pekerja. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yaitu, menghasilkan alat yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam proses pengadonan bumbu pecel.Hasil analisa antropometri yang digunakan dalam merancang alat berdasarkan dimensi tubuh responden yaitu tinggi alat dengan persentil 5th, tinggi rangka menggunakan persentil 5th, dan lebar wadah menggunakan persentil 95th, hal ini menunjukkan bahwa antropometri mampu mewujudkan alat yang ergonomi sesuai dengan kebutuhan responden dimana yang sebelumnya data kuesioner NBM yang menunjukkan total nilai kelelahan 153 dengan tingkat resiko yang tinggi berubah menjadi 83 setelah penggunaan alat dan menjadi tingkat resiko yang rendah.Kata Kunci : Antropometri, Bumbu Pecel, Nordic Body Map, dan Pengadonan
Pengukuran dan Evaluasi Produktivitas Lini Produksi Menggunakan Metode Objective Matrix dan Fault Tree Analysis (Pada Kasus PT. XY) Sirait, Rommel Andry Andoko
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XY  merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri minyak kelapa sawit. Perusahaan belum pernah melakukan pengukuran produktivitas termasuk lini produksi dan hanya berfokus pada target produksi yang telah ditetapkan. Pada tahun 2018, perusahaan hanya mencapai produksi 40 ton dari target produksi adalah 45 ton. Terdapat juga kondisi penggunaan sumber daya produksi yang kurang optimal. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi kinerja perusahaan untuk dapat menyusun tindakan perbaikan. Evaluasi kinerja perusahaan dilakukan dengan langkah mengukur produktivitas produksi menggunakan metode Objective Matrix (OMAX). Metode OMAX mengintegrasikan beberapa kriteria produktivitas ke dalam sebuah matriks dan melakukan pembobotan kepentingan kriteria untuk dapat mengukur produktivitas parsial dan keseluruhan lini produksi secara sekaligus. Pada tahap pembobotan, OMAX akan dikombinasikan dengan metode Analytical Hierarchy Process guna mendapatkan nilai bobot kriteria yang lebih akurat. Selanjutnya dilakukan analisis produktivitas menggunakan metode Fault Tree Analysis untuk mengetahui penyebab kegagalan yang digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi peningkatan produktivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai indeks produktivitas lini produksi PT. XY selama 12 periode cenderung kurang baik, hanya terdapat 3 periode dengan nilai produktivitas yang baik dan 9 periode cenderung kurang baik. Hal tersebut diakibatkan karena pencapaian skor kinerja 7 kriteria produktivitas parsialnya yang masih dibawah standar, yaitu kriteria penggunaan energi, kinerja karyawan, penggunaan bahan baku, penggunaan jam kerja produksi, oil losses, kehadiran bekerja dan penggunaan waktu lembur. Strategi perbaikan yang diberikan kepada PT. XY yakni mengadakan pelatihan kerja untuk meningkatkan skill pekerja dengan menggunakan metode pelatihan On The Job Training, membuat perencanaan kapasitas produksi dan bahan baku dengan metode Goal Programming, mengendalikan tingkat oil losses dengan tools peta kendali kualitas, menerapkan metode Total Productive Maintenance untuk meningkatkan kinerja mesin serta menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam aktivitas produksi. Kata Kunci: Analytical Hierarchy Process, Fault Tree Analysis, Objective Matrix, Produktivitas.
STRATEGI PEMASARAN MENGGUNAKAN METODE BUSINESS MODEL CANVAS DAN ANALISIS SWOT (STUDI KASUS: DI TOKO KUE X) Sinaga, Krisdayanti; Wahyudi, Tri; Prima, Febri
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toko Kue X adalah salah satu toko yang menjual berbagai jenis kue ulang tahun dan kelengkapannya di Kota Pontianak. Toko ini telah berdiri kurang lebih 4 tahun lamanya dan sekarang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar Kota Pontianak. Toko kue ini masih perlu merancang strategi untuk meningkatkan penjualannya ditengah banyaknya kompetitor yang menjual produk yang sama di Kota Pontianak meskipun toko kue ini sudah berdiri lama dan cukup terkenal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Business Model Canvas dan Analisis SWOT. Objek dalam penelitian ini adalah strategi pemasaran yang dilakukan pada Toko Kue X di Kota Pontianak. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara yaitu wawancara, observasi dan pengisian kuesioner kepada responden. Hal pertama yang dilakukan yaitu melakukan wawancara kepada expert judgement yaitu stakeholder di Toko Kue X, cara yang dilakukan selanjutnya yaitu pengamatan secara langsung (observasi) dan yang terakhir pemilik toko dan karyawan mengisi kuesioner yang sudah diberikan. Hasil dari penelitian dengan menggunakan metode Business Model Canvas adalah pemilik toko kue dapat menentukan target marketing sesuai dengan 9 elemen model bisnis kanvas. Selanjutnya adalah hasil dengan menggunakan metode SWOT yaitu kondisi Toko Kue X berada dalam kuadran I, kuadran I merupakan kondisi yang sangat menguntungkan, karena memiliki peluang dan kekuatan sehingga dengan kekuatan yang dimiliki dapat memanfaatkan peluang yang ada dan menjadi keuntungan bagi Toko Kue X dan strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi agresif.Kata Kunci: Business Model Canvas, expert judgement, Marketing, SWOT.
DESAIN ALAT BERMAIN JUNGKAT-JUNGKIT PADA TK BRUDER DAHLIA PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING Japri, Bryan Anthony; Uslianti, Silvia; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TK Bruder Dahlia ialah salah satu sekolah swasta yang berada di Kota Pontianak. Permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu jungkat-jungkit memiliki pegangan yang kurang nyaman dan terbuat dari besi serta mudah berkarat, sehingga tidak dianjurkan bagi anak untuk memegang pegangan dalam jangka waktu yang lama, jungkat-jungkit juga tidak memiliki sandaran dan dudukan yang nyaman. Fasilitas permainan jungkat-jungkit ini sangat membantu dalam tumbuh kembang anak, dikarenakan dapat membantu dalam merangsang fungsi motorik dan sensorik anak. Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan, maka penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat bermain jungkat-jungkit dengan menggunakan metode Kansei Engineering. Hasil penelitian diperoleh desain terpilih dengan spesifikasi penyangga jungkat-jungkit berbentuk segitiga tumpul, terbuat dari bahan kayu dan diberi warna coklat serta memiliki motif corak kayu. Pegangan jungkat-jungkit berbentuk T, terbuat dari bahan pipa stainless dan diberi warna hijau serta terdapat tambahan karet stang pada kedua ujung pegangan agar nyaman digenggam saat bermain. Selain itu, jungkat-jungkit juga diberi warna yang cerah, sehingga dapat menarik perhatian anak dan merangsang anak dalam mengenal warna dikarenakan warna memberikan efek pada perkembangan psikologi anak. Kata Kunci: Jungkat-Jungkit, Kansei Engineering, Perancangan Produk 
SURVEI KINERJA GUDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE DI KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBURAYA Tampubolon, Samuel Marulitua
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini banyak gudang yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas pendistribusian barang serta penambahaan value barang, keberadaan gudang sangat dibutuhkan sehingga tingkat kinerja gudang juga perlu ditingkatkan.pengukuran kinerja gudang dilakukan dengan mengukur elemen -elemen  yang terdapat pada gudang,adapun elemen – elemen tersebut terbagi menjadi empat komponen yaitu komponen Technoware yang berkaitan dengan penilaian terhadap teknologi yang dingunakan pada gudang,komponen Humanware yang berkaitan dengan penilaian pengambilan keputusan,komitmen dalam peningkatan kualitas produk serta sumber daya manusia yang memadai.komponen Infoware yang berkaitan dengan penilaian terhadap penggunaan teknik ,teori serta informasi untuk peningkatan kualitas,komponen Orgaware yang berkaitan dengan penilaian terhadap struktur organisasi dan kelembagaan gudang.Penelitian ini meneliti tingkat kinerja 10 gudang dari penelitian sebelumnya yang mendapatkan hasil dari pembagian kuesioner yang akan diukur dengan koefiensi kontribusi teknologi (TCC)  Aplikasi yang digunakan dalam pengolahan data pada penelitian ini adalah SmartPLS versi 3.2.8.Kata Kunci: Gudang, Technoware, humanware, Infoware, Orgaware, Koefisien kontribusi gudang (TCC) 

Page 9 of 14 | Total Record : 135