cover
Contact Name
MOHAMAD IRFAN FATHURROHMAN
Contact Email
wartakaret@gmail.com
Phone
+6281281822446
Journal Mail Official
wartakaret@puslitkaret.co.id
Editorial Address
Jl. Palembang - Pangkalan Balai Km. 29 Kec. Sembawa, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan - 30953 Telp : +62711 7439493 Fax : +62711 7439282 E-mail : ppksembawa@puslitkaret.co.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Perkaretan
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 02166062     EISSN : 25035207     DOI : -
Focus and Scope Warta Perkaretan is medium for dissemination the latest rubber technology for rubber industry, estate practitioners, and other general users. Warta Perkaretan contains scientific articles in the form of natural rubber research, survey/study in of pre-harvest, post-harvest, and review /scientific review of the development of science and rubber technology, such as: Agronomy Plant Physiology Exploitation Soil Science and Agroclimatology Protection, Pest and Plant Disease Breeding and Plant Genetic Socio and Economy Raw Rubber Processing Technology Rubber Goods Manufacturing Technology Elastomer Rubber Technology Chemical and Additive Rubber Peer Review Process The manuscript submitted to Warta Perkaretan will be peer-reviewed by Editorial Board Member and Reviewer which are assigned by Editor in Chief based on the manuscript focus and scope also academic discipline. The peer-review process is aimed to ensure that only good scientific original research article will be published in Warta Perkaretan. Editor and Reviewer has a right to reject if the manuscript does not fill the journal standard quality and requirement as defined. While the accepted manuscript will be published online and can be access on the Warta Perkaretan official website as follows: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. Language used in this journal is Bahasa Indonesia based on Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Publication Frequency Warta Perkaretan (Rubber News, p-ISSN : 0216-6062 ; e-ISSN : 2503-5207) is published 2 issues per volume per year scheduled on June and December, respectively by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Every edition consists of 5 to 7 original research and review articles focusing on all aspects of the natural rubber research and development. Open Access Policy Warta Perkaretan (Rubber News) provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supporting a greater global exchange of knowledge. All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows: Creative Commons License Warta Perkaretan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. • Creative Commons Attribution (CC-BY-SA)
Articles 161 Documents
KELAYAKAN FINANSIAL TANAMAN KAYU UNTUK MEMANFAATKAN LAHAN YANG KURANG SESUAI UNTUK KARET Titik Widyasari; Uhendi Haris
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 1 (2018): Volume 37, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4984.702 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i1.408

Abstract

Kondisi lahan salah satu perkebunan karet di Jawa Tengah memiliki kelas kesesuaian lahan yang bervariasi untuk tanaman karet. Terdapat 25,2% yang termasuk dalam kelas kurang sesuai dan tidak sesuai. Lahan dengan kondisi tersebut akan optimal jika ditanami komoditas yang sesuai. Komoditas alternatif yang dinilai prospektif dikembangkan adalah tanaman kayu seperti sengon, jabon dan akasia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kelayakan secara finansial pengusahaan tanaman kayu sebagai komoditas alternatif untuk mengoptimalkan lahan perkebunan berbasis karet. Penelitian ini dilakukan di beberapa perkebunan karet di Provinsi Jawa Tengah pada bulan Februari - Desember 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan cara memilih sampel secara purposive pada 12 kebun berbasis tanaman karet. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis tanaman kayu (sengon, jabon dan akasia) secara finansial layak untuk dikembangkan dengan nilai net present value  sebesar Rp 6 juta - Rp 25 juta, internal rate of return  21% - 34%, gross benefit cost ratio 1,4 - 2,3, dan revenue cost ratio  2,2 - 4,5. Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa ketiga tanaman tidak sensitif terhadap perubahan biaya dan harga jual. Pada saat tekanan ekonomi biaya naik 10% - 30% dan harga turun 10% - 30%, baik secara terpisah maupun bersama-sama, diperoleh nilai R/C > 1. Dengan demikian, sengon, jabon dan akasia merupakan tanaman alternatif yang prospektif untuk optimalisasi pemanfaatan lahan perkebunan berbasis karet.
ANALISIS TEKNO-EKONOMI PELUANG PEMBANGUNAN INDUSTRI PENGOLAHAN SPECIALTY NATURAL RUBBER JENIS KARET ALAM TERHIDROGENASI Santi Puspitasari; Asron Ferdian Falaah; Adi Cifriadi
Warta Perkaretan Vol. 36 No. 2 (2017): Volume 36, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.29 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v36i2.417

Abstract

Konsep Green Polymer telah menjadi perhatian bagi para pelaku industri polimer yang dibuktikan dengan dikembangkannya berbagai tipe specialty natural rubber. Salah satunya adalah karet alam terhidrogenasi (HNR). HNR memiliki keunggulan ketahanan terhadap proses oksidasi termal sehingga diharapkan dapat mensubstitusi karet sintetik berbasis petroleum tipe EPDM, CR, dan IRR. Pusat Penelitian Karet berhasil memperoleh teknologi pengolahan HNR pada skala semi pilot. Artikel ini mengulas peluang pendirian pabrik pengolahan HNR ditinjau dari aspek tekno-ekonomi. Metode untuk memperoleh data primer dilakukan dengan cara survei dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dengan teknik multplikasi dokumen dan pencatatan dari lembaga terkait. Data diolah secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis diketahui bahwa potensi pasar dalam negeri industri HNR cukup terbuka mencapai 18 ribu ton per tahun. Industri HNR direncanakan akan didirikan di Kawasan Industri Kendal, Kendal, Jawa Tengah dengan kapasitas produksi sebesar 3600 ton per tahun (20% dari potensi pasar). Penentapan kapasitas produksi turut didukung oleh kemampuan pasok bahan baku lateks pekat sebesar  4500 ton per tahun. Teknologi proses yang diterapkan untuk memproduksi HNR skala industri akan mengadopsi proses pengolahan karet konvensional jenis Crepe. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa industri HNR layak untuk didirikan. Industri ini memberikan nilai NPV sebesar IDR 25,3 M, IRR sebesar 18,63, B/C ratio sebesar 1,16, dan PBP selama 5,63. Sementara berdasarkan hasil analisis sensitivitas diketahui bahwa industri ini sangat sensitif terhadap kenaikan nilai tukar USD terhadap IDR dan penurunan harga jual karet alam terhidrogenasi.
FENOMENA GUGUR DAUN SEKUNDER DI WILAYAH SUMATERA UTARA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI KARET Junaidi Junaidi; Radite Tistama; Atminingsih Atminingsih; Zaida Fairuzah; Arief Rachmawan; Muhammad Rizqi Darojat; Mochlisin Andriyanto
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 1 (2018): Volume 37, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5109.246 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i1.441

Abstract

Fenomena gugur daun sekunder dialami kebun-kebun di wilayah Sumatera pada tahun 2017. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab fenomena gugur daun berulang serta dampaknya terhadap produksi. Data diperoleh melalui survei lapangan, pengamatan di laboratorium serta analisis data curah hujan dan produksi bertujuan dari 35 titik pengamatan pada areal tanaman menghasilkan dari 20 kebun di wilayah Sumatera Utara yang dilaksanakan bulan September – Oktober 2017. Curah hujan yang tinggi pada bulan Maret diduga menjadi pemicu serangan penyakit gugur daun secara luas karena pada periode ini tanaman sedang membentuk daun baru. Colletotrichum dan Fusicoccum merupakan penyakit yang dominan yang dijumpai, sedangkan Oidium ditemukan dalam skala kecil. Klon PB 260 merupakan klon yang paling banyak mengalami serangan. Serangan juga dijumpai pada klon PB 330, PB 340, RRIM 712, RRIM 911, dan RRIM 937.  Penurunan produksi sebesar 1,3% dijumpai pada serangan Colletotrichum dan 2,7% akibat Fusicoccum. Penurunan produksi tertinggi terjadi pada PB 330 (14,4%) kemudian disusul berturut-turut pada klon klon BPM 1 (14,0%), PB 340 (10,8%), RRIM 712 (9,9%), dan RRIM 937 (1,5%). Teknis pencegahan dan penanggulangan serangan penyakit gugur daun mendesak untuk disosialisasikan kepada pekebun. Di samping itu, penelitian mengenai spesies dan ras baru patogen gugur daun perlu dilakukan terutama Fusicoccum mengingat penyakit ini tergolong baru di Indonesia dan belum banyak terpublikasi.
POTENSI PEMANFAATAN LIGNOSELULOSA DARI BIOMASA KAYU KARET (Hevea brasisiliensis Muell Arg.) Lestari Admojo; Budi Setyawan
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 1 (2018): Volume 37, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4733.225 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i1.529

Abstract

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu tanaman perkebunan utama yang cukup diandalkan di Indonesia. Luas areal karet di Indonesia sampai tahun 2016 mencapai 3,6 juta hektar. Tanaman karet memiliki umur ekonomis sekitar 25 - 30 tahun, sebelum akhirnya direplanting. Produksi kayu karet yang dihasilkan di akhir masa sadapnya merupakan salah satu biomassa potensial dengan kandungan lignoselulosa yang cukup tinggi. Lignoselulosa merupakan komponen polisakarida yang mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin yang berpotensi untuk diproses menjadi produk tertentu, seperti bioetanol, biogas, minyak berbasis biomasa (bio-oil), bioarang, hingga pemanfaatan selulosa yang berukuran nano (nanoselulosa) untuk kebutuhan industri elektronik, manufaktur dan otomotif. Lignoselulosa dari biomassa kayu karet antara lain dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sumber energi (bioetanol), pendukung sarana pertanian (bioarang, biopestisida, pupuk), industri obat dan makanan (vanilin, zat tambahan makanan, bahan kemasan) dan nanoselulosa. Produk berbahan dasar biomassa akan mendukung industri masa depan yang terbarukan, mudah terdegradasi dan lebih ramah lingkungan.
PENGARUH KADAR KARET KERING LATEKSPADA SUSUT BOBOT SLAB DAN LUMP Arief Rachmawan; Andi Wijaya
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 1 (2018): Volume 37, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9590.733 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i1.556

Abstract

Susut bobot slab dan lump merupakan faktor penting dalam penjualan bahan olah karet (bokar). Penentuan susut bobot yang tidak tepat akan merugikan salah satu pihak dalam penjualan bokar. Informasi susut bobot juga dapat dijadikan sebagai sarana pengawasan internal terhadap kemungkinan kehilangan saat pengiriman bokar menuju pabrik. Susut bobot juga berkaitan dengan biaya transportasi dari kebun menuju pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh dari kadar karet kering (KKK) lateks terhadapsusut bobot slab dan lump, pola penyusutannya serta kaitannya dengan biaya transportasi. Penelitian menggunakan lateks kebun dengan lima variasi KKK (20%, 21%, 23%, 27%, dan 31%) serta lump mangkok, masing-masing dengan empat ulangan. Penimbangan bobot slab dan lump dilakukan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata susut harian tertinggi (6,31%) diperoleh pada slab yang berasal dari lateks dengan KKK paling encer yaitu 20%. Sebaliknya, rata-rata susut harian terendah (2,41%) diperoleh dari sampel lump mangkok dengan KKK awal 56%. Semakin tinggi KKK lateks maka slab yang dihasilkan mempunyai susut bobot yang semakin rendah. Slab dan lump mengalami susut bobot yang tinggi pada 1 – 2 hari pertama masa simpan, dan cenderung menurun secara fluktuatif pada hari-hari berikutnya hingga mendekati bobot tetap. Perhitungan biaya transportasi menunjukkan bahwa, dari tiga kelompok lump, maka kelompok lump dengan masa simpan paling lama (11 – 25 hari) mempunyai biaya transportasi paling rendah sebesar Rp. 448,80 per kg karet kering. Hal yang serupa juga terjadi pada kelompok slab. Semakin lama masa simpan slab dan lump, maka biaya transportasi ke pabrik semakin rendah.
PENGGUNAAN PISAU SADAP Bi-Cut UNTUK MENUNJANG EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PADA PERKEBUNAN KARET Irwan Suhendry; Andi Wijaya; Sayurandi Sayurandi
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2238.206 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i2.576

Abstract

Lateks tanaman karet dipanen melalui proses penyadapan. Penyadapan dilakukan dengan cara mengiris kulit menggunakan pisau sadap dengan sistem tertentu. Produksi tanaman karet selain ditentukan oleh potensi genetik masing-masing klon juga sangat ditentukan oleh sistem eksploitasi. Dalam sistem eksploitasi, kualitas penyadapan berkaitan dengan luka kayu maupun konsumsi kulit yang memperpanjang umur ekonomis sehingga produksi karet dalam satu siklus dapat lebih tinggi. Konsumsi kulit yang terkendali  mempengaruhi umur ekonomis karet menjadi lebih lama sehingga produksi karet satu siklus dapat lebih tinggi. Pada 10 tahun terakhir perusahaan perkebunan mengalami kesulitan mendapatkan penyadap terampil. Upaya mengatasi hal tersebut sangat diperlukan rancangan pisau sadap yang mampu mengendalikan konsumsi kulit dan luka kayu. Tim peneliti Balai Penelitian Sungei Putih sejak tahun 2016 telah berhasil merancang pisau sadap ergonomis yang diberi nama pisau sadap Bi-cut untuk penyadapan panel sadap bawah (BO). Berdasarkan hasil pengujian pisau tersebut dapat dilihat bahwa kecepatan penggunaan prototipe pisau sadap Bi-cut lebih lambat dibandingkan penggunaan pisau sadap konvensional yaitu sebesar 4.69 detik per pohon. Konsumsi kulit menggunakan pisau sadap konvensional lebih tebal  yaitu sebesar 2,73 mm dibandingkan dengan pisau sadap ergonomis  yaitu sebesar 1,40 mm, namun tidak berbeda nyata terhadap produksi lateks. Keunggulan pisau sadap Bi-cut ini adalah dapat mencegah pelukaan kayu dan tebal irisan sadapan lebih tipis. Bi-cut mampu menyadap satu panel sadap BO selama 7,74 tahun/panel sadapan atau sekitar 30,96 tahun selama siklus produksi.
OPTIMASI PERLAKUAN EKSPLAN PADA KULTUR ORGAN VEGETATIF TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL. ARG.) KLON PB 330 Lestari Admojo; Nur Eko Prasetyo
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1812.969 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i2.581

Abstract

Perkembangan sistem perbanyakan klonal melalui teknik kultur jaringan tanaman karet  masih terus dikaji. Embrio fase torpedo berhasil diperoleh pada tahun 2012 menggunakan eksplan petiol klon PB 330, namun persentasenya sangat rendah akibat ketidakstabilan kalus friabel yang diperoleh, dan adanya hambatan fase diferensiasi selanjutnya. Hambatan tersebut berupa tingginya tingkat kontaminasi dan intensitas browning. Serangkaian penelitian pendahuluan dilakukan dalam upaya optimasi perolehan kalus friabel yang lebih baik. Penelitian tersebut meliputi teknik sterilisasi untuk meminimalkan tingkat kontaminasi, teknik eliminasi browning, pemilihan bagian dan fase eksplan dan kombinasi zat pengatur tumbuh dalam media kultur. Rangkaian penelitian tersebut dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Penelitian Getas, sepanjang Oktober 2013 hingga Oktober 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa optimasi perlakuan sumber eksplan berhasil dilakukan. Kontaminasi berhasil ditekan hingga 33% pada kultur petiol dengan perlakuan prasterilisasi perendaman eksplan dalam fungisida Dithane M-45 selama 24 jam, kemudian disterilisasi dengan NaClO 5,25% dan HgCl2 0,2%. Penurunan kontaminasi juga didukung dengan  penempatan sumber eksplan di luar area pembibitan karet. Intensitas browning berhasil ditekan hingga 7,5% dengan merendam eksplan dalam larutan asam askorbat steril selama 30 menit sebelum tanam. Penurunan intensitas browning diperoleh dengan pemilihan fase eksplan yang tepat (pertengahan flush) dan minimal pelukaan pada eksplan. Penambahan auksin ganda NAA 0,1 ppm+2,4-D 1 ppm ke dalam media MS modifikasi dan menempatkan sumber eksplan di bawah kondisi ternaung berhasil meningkatkan persentase kalus friabel hingga 60%. Protokol tersebut perlu terus dioptimasi untuk mengetahui respon diferensiasi selanjutnya.
KONTRIBUSI TENAGA WANITA TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI KARET (STUDI KASUS DI KEBUN PERCOBAAN BALAI PENELITIAN SEMBAWA, KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN) Iman Satra Nugraha; Aprizal Alamsyah; Martini Aji
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.087 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i2.583

Abstract

Harga karet yang tidak stabil berdampak kepada pendapatan keluarga petani karet. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga diperlukan sumber pendapatan lain, salah satunya dengan memberdayakan tenaga kerja wanita untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya kontribusi penyadap wanita terhadap tingkat kesejahteraan keluarga petani karet berdasarkan tingkat pendapatan serta kualitas sadapan yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Pemilihan lokasi dan sampel dilakukan secara purposive dengan pertimbangan lokasi tersebut terdapat penyadap wanita. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa penyadap wanita memiliki kontribusi terhadap pendapatan keluarga tani karet sebesar 53%. Curahan tenaga kerja wanita untuk menyadap karet sebesar 31%, bekerja selain menyadap sebesar 9%. Produktivitas tenaga kerja wanita tergolong lebih rendah dibandingkan penyadap laki-laki. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan premi dan produksi yang dihasilkan. Namun, kualitas sadapan yang dihasilkan para penyadap wanita tergolong baik, hal tersebut dapat dilihat dari kedalaman penyadapan dan konsumsi kulit.
STRATEGI PEMUPUKAN TANAMAN KARET DALAM MENGHADAPI HARGA KARET YANG RENDAH Jamin Saputra
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.778 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i2.584

Abstract

Pemeliharaan tanaman karet melalui pemupukan merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan dan produksi yang optimal. Akhir-akhir ini ketersediaan pupuk yang terbatas, harga yang terus meningkat, dan harga karet yang rendah menyebabkan kegiatan pemupukan pada perkebunan karet sering tertunda. Selain penundaan kegiatan pemupukan juga terjadi pengurangan dosis dan bahkan meniadakan kegiatan pemupukan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji hasil-hasil penelitian dalam upaya peningkatan efisiensi pemupukan pada tanaman karet sehingga biaya pemupukan dapat dikurangi. Hasil-hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemupukan dapat dikurangi sampai 75% dari dosis pupuk tunggal apabila menerapkan teknologi pemupukan menggunakan pupuk majemuk dengan tambahan slow release agent yang sering disebut dengan Slow Release Fertilizer (SRF) dan upaya lain dengan menggunakan kombinasi pupuk tunggal dengan pupuk hayati. Selain itu penentuan dosis rekomendasi harus mempertimbangkan sifat tanah sehubungan dengan kapasitas tanah dalam menyediakan unsur hara untuk tanaman, faktor lingkungan yang mempengaruhi efisiensi pemupukan, serta kebutuhan tanaman akan unsur hara sesuai dengan umur, produksi, dan kesehatan tanaman. Pada kondisi pekebun yang mengalami kesulitan melakukan pemupukan akibat harga karet yang rendah maka penundaan pemupukan selama dua tahun belum memberikan efek kerugian finansial bagi pekebun.
APLIKASI KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAMAN KARET MENGHASILKAN Jamin Saputra; Charlos Togi Stevanus
Warta Perkaretan Vol. 38 No. 1 (2019): Volume 38, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1774.183 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v1i1.587

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah terbesar dibandingkan limbah padat lainnya di perkebunan kelapa sawit. Sekitar 23% dari tandan buah segar menjadi tandan kosong kelapa sawit. Hal tersebut merupakan potensi yang besar untuk bahan baku pembuatan kompos.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompos dari tandan kosong kelapa sawit dan kombinasinya dengan pupuk kimia terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman karet menghasilkan. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sembawa dari tahun 2014 sampai 2016. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan tanaman karet klon PB 260 dengan tahun tanam 2001. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 6 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 49 tanaman. Perlakuan yang diuji terdiri atas: (1) Kontrol (tanpa pemupukan), (2) 100% dosis umum pupuk kimia, (3) 2 kg kompos, (4) 1,6 kg kompos + 25% dosis umum pupuk kimia, (5) 1,2 kg kompos + 50% dosis umum pupuk kimia, (6) 0,8 kg kompos + 75% dosis umum pupuk kimia. Pengamatan dilakukan terhadap kandungan hara tanah dan tanaman, pertumbuhan lilit batang, tebal kulit pulihan, dan produksi tanaman selama dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos 1,2 kg+50 % dosis umum berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan lilit batang dan produksi tanaman karet. Penggunaan kompos dengan dosis 1,2 - 1,6 kg mampu menurunkan penggunaan pupuk kimia sebesar 50 - 75%.

Page 9 of 17 | Total Record : 161


Filter by Year

2012 2025