cover
Contact Name
MOHAMAD IRFAN FATHURROHMAN
Contact Email
wartakaret@gmail.com
Phone
+6281281822446
Journal Mail Official
wartakaret@puslitkaret.co.id
Editorial Address
Jl. Palembang - Pangkalan Balai Km. 29 Kec. Sembawa, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan - 30953 Telp : +62711 7439493 Fax : +62711 7439282 E-mail : ppksembawa@puslitkaret.co.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Perkaretan
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 02166062     EISSN : 25035207     DOI : -
Focus and Scope Warta Perkaretan is medium for dissemination the latest rubber technology for rubber industry, estate practitioners, and other general users. Warta Perkaretan contains scientific articles in the form of natural rubber research, survey/study in of pre-harvest, post-harvest, and review /scientific review of the development of science and rubber technology, such as: Agronomy Plant Physiology Exploitation Soil Science and Agroclimatology Protection, Pest and Plant Disease Breeding and Plant Genetic Socio and Economy Raw Rubber Processing Technology Rubber Goods Manufacturing Technology Elastomer Rubber Technology Chemical and Additive Rubber Peer Review Process The manuscript submitted to Warta Perkaretan will be peer-reviewed by Editorial Board Member and Reviewer which are assigned by Editor in Chief based on the manuscript focus and scope also academic discipline. The peer-review process is aimed to ensure that only good scientific original research article will be published in Warta Perkaretan. Editor and Reviewer has a right to reject if the manuscript does not fill the journal standard quality and requirement as defined. While the accepted manuscript will be published online and can be access on the Warta Perkaretan official website as follows: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. Language used in this journal is Bahasa Indonesia based on Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Publication Frequency Warta Perkaretan (Rubber News, p-ISSN : 0216-6062 ; e-ISSN : 2503-5207) is published 2 issues per volume per year scheduled on June and December, respectively by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Every edition consists of 5 to 7 original research and review articles focusing on all aspects of the natural rubber research and development. Open Access Policy Warta Perkaretan (Rubber News) provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supporting a greater global exchange of knowledge. All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows: Creative Commons License Warta Perkaretan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. • Creative Commons Attribution (CC-BY-SA)
Articles 169 Documents
TANTANGAN BUDIDAYA KARET DALAM KONDISI PERUBAHAN IKLIM GLOBAL Junaidi Junaidi
Warta Perkaretan Vol. 38 No. 2 (2019): Volume 38, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.137 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v38i2.657

Abstract

Kesadaran terhadap dampak pemanasan global dan perubahan iklim perlu terus ditingkatkan. Artikel ini menyampaikan perubahan kondisi iklim saat ini dan dampaknya terhadap kultur teknis tanaman karet. Dampak pemanasan global dan perubahan iklim meliputi peningkatan suhu dan kekeringan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman, memperpanjang periode tanaman belum menghasilkan (TBM), menurunkan hasil, dan meningkatkan potensi kejadian kering alur sadap (KAS). Anomali cuaca juga dapat menyebabkan curah hujan berlebihan yang dapat mengganggu kegiatan panen, menyebabkan kehilangan hasil dan meningkatkan serangan penyakit daun dan akar. Ancaman lain adalah evolusi gulma menjadi lebih agresif dan sulit dikendalikan. Artikel ini menggarisbawahi pentingnya perakitan klon yang adaptif terhadap perubahan iklim global. Pada bagian akhir disampaikan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak perubahan iklim pada tanaman karet antara lain penanaman tanaman penutup tanah, pembuatan rorak dan konservasi air untuk mengurangi dampak kekeringan; penerapan sistem penyadapan tipologi klon, diagnosis lateks dan manajemen panel sadap untuk pencegahan KAS;  pengolahan lahan, penggunaan bahan kimia dan agensia hayati untuk pengendalian penyakit jamur akar putih (JAP); modifikasi jarak tanam dan penggunaan tanaman pemecah angin untuk antisipasi serangan angin; penggunaan pelindung hujan mengurangi kehilangan hasil; serta pengendalian gulma terpadu dan tumpang sari untuk menekan pertumbuhan gulma di areal tanaman karet.
MITIGASI KEKERINGAN PADA PERKEBUNAN KARET (Hevea brasiliensis Müll. Arg.) MELALUI PENDEKATAN PHYTOBIOME Andi Nur Cahyo; Rudi Hari Murti; Eka Tarwaca Susila Putra
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.957 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i1.663

Abstract

El-Nino menimbulkan dampak musim kemarau yang berkepanjangan di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kekeringan yang terjadi pada saat musim kemarau dapat menurunkan produksi karet hingga 50%. Mitigasi untuk meminimalisir dampak kekeringan tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan phytobiome. Pendekatan phytobiome diharapkan dapat meningkatkan ketahanan tanaman karet terhadap kekeringan baik dengan mekanisme drought tolerance maupun drought avoidance. Selain itu, dengan lingkungan biotik dan abiotik yang mendukung, lengas tanah juga semakin tersedia untuk tanaman. Upaya mitigasi dengan pendekatan phytobiome dilakukan secara komprehensif baik terhadap tanaman, lingkungan hidup tanaman, maupun organisme yang hidup di sekitar tanaman tersebut. Mitigasi dampak kekeringan terhadap tanaman karet dengan pendekatan phytobiome dapat dilakukan dengan perakitan dan adopsi klon-klon unggul toleran kekeringan, penggunaan root trainer untuk memperbaiki arsitektur akar, aplikasi senyawa osmoregulator, aplikasi asam humat, irigasi, penggunaan LCC sebagai mulsa, pembuatan rorak, dan inokulasi jamur mikoriza atau DSE. Penelitian tentang upaya mitigasi tersebut pada tanaman karet masih tergolong minim, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut agar pertumbuhan dan produksi karet tetap stabil selama terjadi kekeringan.
DAMPAK KEKERINGAN TERHADAP PROSES FISIOLOGIS, PERTUMBUHAN, DAN HASIL TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Müll. Arg.) Andi Nur Cahyo; Rudi Hari Murti; Eka Tarwaca Susila Putra
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.613 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i1.664

Abstract

Indonesia adalah produsen karet terbesar kedua di dunia dengan luas areal penanaman mencapai 3,66 juta ha dan produksi sebesar 3,68 juta ton karet kering pada tahun 2017.  Produktivitas perkebunan karet di Indonesia tergolong belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah curah hujan yang rendah pada musim kemarau dan fenomena El-Nino yang menyebabkan kekeringan. Efek kekeringan adalah terjadinya defisit air pada tanaman, sehingga tekanan turgor menurun dan memicu ketidaknormalan fungsi organ tanaman. Parameter fisiologis tanaman yang dipengaruhi oleh kekeringan misalnya tekanan osmotik dan turgor, konduktansi stomata, fotosintesa, transpirasi, respirasi, dan aktivitas antioksidan. Efek kekeringan yang dominan pada proses fisiologis tanaman adalah perubahan konduktansi stomata. Menutupnya stomata ini dipicu oleh hormon asam absisat (ABA) yang diproduksi di akar dan dibawa ke daun sebagai informer stomata ketika terjadi cekaman kekeringan. Konduktansi stomata juga sangat mempengaruhi besarnya fotorespirasi. Selain itu penutupan stomata juga mengakibatkan penurunan asimilasi CO2, sehingga dalam paparan cahaya yang berlebihan, over reduksi pada pusat reaksi fotosintesa PSII terjadi dan reactive oxygen species (ROS) misalnya superoksida, hidrogen peroksida, hidroksil radikal, dan oksigen singlet terbentuk. Tanaman yang toleran kekeringan beradaptasi terhadap kondisi cekaman kekeringan secara fisiologis dengan beberapa mekanisme, diantaranya adalah melalui peningkatan produksi hormon ABA, penutupan stomata, osmoregulasi, dan produksi antioksidan. Beberapa klon karet yang relatif toleran terhadap cekaman kekeringan adalah klon RRIM 600 dan GT1. Pada akhirnya, kekeringan yang terjadi akan menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman.
EVALUASI KINERJA KLON KARET UNGGUL DENGAN PENERAPAN SISTEM SADAP INTENSITAS RENDAH Sayurandi Sayurandi, M.Si
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3654.049 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i1.672

Abstract

Harga karet yang rendah pada saat ini menjadi tantangan bagi perusahaan perkebunan untuk mengupayakan komoditas ini tetap menguntungkan. Upaya yang dapat dilakukan adalah efisiensi biaya terutama pada penggunaan tenaga kerja. Penyadapan dengan menggunakan frekuensi sadap rendah (d4) merupakan salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk mengurangi jumlah tenaga penyadap,namun yang menjadi kendala adalah tidak semua klon karet unggul memiliki respon yang baik dengan penerapan sistem sadap frekuensi rendah.  Tujuan tulisan ini adalah untuk mengevaluasi produktivitas klon-klon karet unggul dari beberapa perkebunan di Provinsi Sumatera Utara yangmenerapkan sistem sadap 1/2S d3 dan 1/2S d4 dengan menggunakan stimulan etephon konsentrasi 2,5%. Hasil evaluasi di beberapa perkebunan memperlihatkan bahwa produksi karet pada klon-klon unggul rekomendasi yang disadap dengan frekuensi sadap d3 masih lebih tinggi dibandingkan dengan d4, namun terdapat beberapa klon,seperti PB 330, IRR 104, IRR 220, dan RRIM 901yang memiliki produksi tergolong tinggi yang disadap dengan menggunakan frekuensi sadap d4. Klon-klon karet tersebut potensial dikembangkan sebagai klon karet yang respon terhadap penyadapan frekuensi rendah.
PEMANFAATAN SKRAP KARET ALAM UNTUK PRODUKSI BROWN CREPE (BRCR) MENGGUNAKAN PENGERING SURYA DAN PENGERING SEMI TERBUKA Afrizal Vachlepi, M.T
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.602 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i2.675

Abstract

Skrap adalah koagulum yang berasal dari lateks pada saat penyadapandan menggumpal secara alami pada bidang sadap pohon karet, hingga saat ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini skrap dicoba dijadikan brown crepe (BRCR) dengan menggunakan mesin giling kreper, dilanjut dikeringkan dengan menggunakan pengering surya. Perlakuan terdiri atas jenis bahan olah karet (skrap dan lum mangkok) dan metode pengeringan (ruangan semi terbuka dan ruangan pengering matahari). Parameter yang diamati terdiri atas lama pengeringan, penentuan mutu secara visual dan penentuan mutu teknis (plastisitas awal/Po, indeks ketahanan plastisitas/PRI, viskositas Mooney dan kadar abu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrap dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan BRCR, baik menggunakan ruangan semi terbuka maupun ruangan pengering surya. Pengeringan menggunakan ruangan pengering surya lebih cepat dibandingkan ruangan semi terbuka. Produk BRCR yang diolah dari skrap hanya memenuhi persyaratan jenis mutu BRCR 3X. Produk BRCR dari skrap mempunyai nilai plastisitas dan viskositas yang lebih rendah dibandingkan BRCR dari lum mangkok, tetapi mempunyai kadar abu yang lebih tinggi.
ANALISIS FINANSIAL PENGGUNAAN TEKNOLOGI STIMULAN GAS ETILEN PADA KONDISI HARGA KARET YANG DINAMIS Nofitri Dewi Rinojati; Akhmad Rouf
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.635 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i1.678

Abstract

Peranan stimulan sangat besar dalam meningkatkan produktivitas tanaman karet. Stimulan cair dapat meningkatkan produksi lateks kurang dari 50%, sedangkan stimulan gas mampu meningkatkan produksi hingga lebih dari 100%. Meskipun demikian, hal tersebut belum sepenuhnya berpengaruh terhadap minat adopsi teknologi stimulan gas etilen. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat adopsi teknologi stimulan gas etilen adalah harga jual karet yang rendah dan harga teknologi yang mahal. Agar penerapan teknologi ini dapat menghasilkan keuntungan, maka nilai dari peningkatan produktivitas yang dicapai harus mampu menutup segala biaya yang telah dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian mengenai produktivitas minimal yang harus diperoleh agar mampu menutup segala biaya yang ditimbulkan dan peluang aplikasi teknologi stimulan gas pada kondisi harga karet yang fluktuatif. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis Break Even Point dilanjutkan dengan melakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui peningkatan produktivitas yang harus diperoleh apabila terjadi gejolak ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas yang harus dicapai agar berada pada posisi BEP saat harga karet rendah (US$ 1,1/kg) adalah sebesar 181,4 gr/pohon/sadap, sedangkan saat harga naik menjadi US$ 2,0/kg, produktivitas yang harus dicapai hanya sekitar 59,3 gr/pohon/sadap. Syarat volume produksi untuk mencapai BEP dari hasil penelitian ini secara faktual mampu dicapai oleh perkebunan karet pada kondisi harga dan biaya tertentu.
HETEROSIS DAN HERITABILITAS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA GENOTIPE KARET HASIL PERSILANGAN KLON RRIM 600 X PN 1546 Sayurandi Sayurandi, M.Si
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.921 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i1.680

Abstract

         Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai heterosis dan heritabilitas karakter pertumbuhan dan daya hasil lateks beberapa genotipe hasil persilangan klon RRIM 600 X PN 1546. Sebanyak 25 genotipe dan dua tetua  ditanam di Kebun Percobaan, Balai Penelitian Sungei Putih yang berada di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2008 dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe G689, G541, dan G875 memiliki ukuran lilit batang tanaman umur 4 tahun (TBM 4)  paling tinggi, yaitu 53,78 cm, 51,33 cm, dan 51,28 cm dengan rata-rata pertambahan lilit batang tanaman per tahun masing-masing genotipe sebesar 14,96 cm, 14,11 cm, dan 14,46 cm. Genotipe G776 dan G577 memiliki hasil lateks paling tinggi yaitu 35,10 g/p/s dan35,19 g/p/s. Berdasarkan hasil analisis heterosis menunjukkan bahwa karakter pertumbuhan lilit batang pada genotipe G689, G451, dan G875 memiliki heterosis bernilai positif, sedangkan pada karakter daya hasil nilai heterosis bernilai positif terdapat pada genotipe G689, G776, G518, G576, G577, G571, G876, G874, dan G875. Berdasarkan nilai heritabilitas (h2), karakter lilit batang tanaman, pertambahan lilit batang tanaman, dan hasil lateks memiliki nilai heritabilitas tergolong tinggi yaitu 0,75, 0,63 dan 0,82. Nilai h2 tergolong tinggi tersebut menunjukkan bahwa karakter-karakter tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dibandingkan dengan faktor lingkungan.  
SIFAT FISIOLOGI LATEKS TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis) AKIBAT PEMBERIAN STIMULAN ORGANIK Muhamad Rizqi Darojat; Radite Tistama; Junaidi Junaidi
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.569 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i1.691

Abstract

Teknologi stimulan lateks masih sangat rendah diadopsi oleh petani karet rakyat karena  dikhawatirkan dapat membahayakan tanaman dan memiliki harga jual yang cukup tinggi. Ekstrak kulit buah klimakterik dapat digunakan sebagai stimulan lateks organik karena mengandung zat etilen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis stimulan yaitu kovensional (berbahan aktif etefon) dan bahan organik (ektrak kulit buah pisang dan nanas) terhadap produksi dan kondisi fisiologi lateks tanaman karet. Penelitian ini menggunakan rancangan tersarang dua tahap (two-stage nested design) yaitu: jenis klon  (PB 260, IRR 118, IRR 39, dan IRR 42), dan jenis stimulan (0% tanpa stimulan, Ethrel 2,5%, SP-1, ekstrak kulit buah pisang, dan ekstrak kulit nanas). Stimulan berbahan Ethrel (ET2,5% dan SP-1) dan stimulan ekstrak pisang menghasilkan produksi lateks lebih tinggi dibanding dengan stimulan ekstrak nanas dan kontrol. Stimulan organik memiliki nilai TSC lebih tinggi pada klon IRR 118 dan PB 260. Hasil diagnosa lateks menunjukkan stimulan konvensional maupun organik menghasilkan nilai sukrosa, fosfat anorganik (Pi), dan thiol yang berfluktuatif, namun masih berada pada kisaran batas normal. Kadar sukrosa dan Pi cenderung menurun dan kadar thiol cenderung meningkat terhadap kontrol dengan kisaran nilai sebesar  0,72 – 1,76 mM, 0,06 – 0,13 mM, dan 0,8 – 6,3 mM, secara berturut-turut. Jenis stimulan konvensional menghasilkan nilai penurunan kadar thiol lebih tinggi sehingga relatif memberikan efek fisiologis lebih berat dibandingkan dengan stimulan organik. Hasil ini menunjukkan bahwa stimulan Ethrel maupun stimulan organik tidak memberikan efek negatif terhadap kondisi fisiologi lateks tanaman karet.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KARET PADA AREAL PENGGUNAAN LAIN Fitra Syawal Harahap; Hilwa Walida; Abdul Rauf; Rahmawaty Rahmawaty; Simon Haholongan Sidabuke; Rudy Sitompul
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.262 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i2.694

Abstract

Evaluasi lahan bermanfaat sebagai dasar untuk pengembangan sektor pertanian, terutama untuk pemanfaatan kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Kawasan Areal Penggunaan Lain adalah kawasan di luar hutan yang dapat digunakan untuk aktivitas semua sektor pembangunan, salah satunya adalah sektor pertanian dengan luas lahan APL yang ada di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat tersebut tentunya sangat besar potensi lahan untuk dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya pertanian dengan harapan produktivitas tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tanaman Karet (Hevea brasiliensis Müll. Arg.) di Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penelitian dilakukan dengan cara pengambilan contoh tanah di lapangan yang dilanjutkan dengan analisis di laboratorium. Kegiatan penelitian meliputi 5 tahap yaitu persiapan, pra-survei, survei utama, analisis tanah di laboratorium serta pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembatas utama dalam penilaian kelas kesesuaian lahan untuk tanaman karet, pada areal penggunaan lain di kecamatan Sitellu Tali Urang Julu adalah suhu dan termasuk N (non suitable) seluas 3.303,42 ha.
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN TANAMAN KARET BELUM MENGHASILKAN ASAL BIBIT TABELA DAN STUM POLIBEG Jamin Saputra; Andi Nur Cahyo; Alchemi Putri Juliantika Kusdiana
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3390.544 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i2.697

Abstract

Kualitas bahan tanam karet juga menjadi faktor penentu produksi pohon karet. Kualitas bahan tanam karet yang rendah dapat menurunkan produksi sebesar 20 - 50% lebih rendah dari kualitas bahan tanam karet standar. Bibit yang digunakan untuk budidaya tanaman karet umumnya dalam bentuk bibit polibeg. Bibit polibeg terdapat dua jenis yaitu stum dalam polibeg dan tabela (tanam benih langsung) di polibeg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan selama tanaman belum menghasilkan (TBM) karet klon IRR 112 dan IRR 118 asal bibit tabela dan stum dalam polibeg. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Pusat Penelitian Karet Sembawa dengan jenis tanah ultisol. Masingmasing klon ditanam pada areal 2 ha dengan populasi 550 pohon per ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan klon IRR 112 lebih jagur dibandingkan dengan klon IRR 118, pertumbuhan bibit asal tabela dan stum dalam polibeg tidak berbeda nyata baik pada klon IRR 112 maupun pada klon IRR 118. Kesimpulan yang dapat diambil adalah baik bibit tabela maupun stum dalam polibeg dapat digunakan sebagai bahan tanam untuk budidaya tanaman karet, namun bibit tabela memiliki beberapa keunggulan diantaranya lebih murah, proses pembibitannya lebih singkat dan membutuhkan areal yang lebih sedikit.

Page 11 of 17 | Total Record : 169


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): Volume 44, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 43 No. 2 (2024): Volume 43, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): Volume 43, Nomor 1, Tahun 2024 Vol. 42 No. 2 (2023): Volume 42, Nomor 2, Tahun 2023 Vol. 42 No. 1 (2023): Volume 42, Nomor 1, Tahun 2023 Vol. 41 No. 2 (2022): Volume 41, Nomor 2, Tahun 2022 Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022 Vol. 34 No. 2 (2015): volume 34, Nomor 2, Tahun 2015 Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021 Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020 Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020 Vol. 38 No. 2 (2019): Volume 38, Nomor 2, Tahun 2019 Vol. 38 No. 1 (2019): Volume 38, Nomor 1, Tahun 2019 Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018 Vol. 37 No. 1 (2018): Volume 37, Nomor 1, Tahun 2018 Vol. 36 No. 2 (2017): Volume 36, Nomor 2, Tahun 2017 Vol. 36 No. 1 (2017): Volume 36, Nomor 1, Tahun 2017 Vol. 35 No. 2 (2016): Volume 35, Nomor 2, Tahun 2016 Vol. 35 No. 1 (2016): Volume 35, Nomor 1, Tahun 2016 Vol. 34 No. 1 (2015): volume 34, Nomor 1, Tahun 2015 Vol. 33 No. 2 (2014): volume 33, Nomor 2, Tahun 2014 Vol. 33 No. 1 (2014): volume 33, Nomor 1, Tahun 2014 Vol. 32 No. 2 (2013): Volume 32, Nomor 2, Tahun 2013 Vol. 32 No. 1 (2013): Volume 32, Nomor 1, Tahun 2013 Vol. 31 No. 2 (2012): Volume 31, Nomor 2, Tahun 2012 Vol. 31 No. 1 (2012): Volume 31, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue