cover
Contact Name
MOHAMAD IRFAN FATHURROHMAN
Contact Email
wartakaret@gmail.com
Phone
+6281281822446
Journal Mail Official
wartakaret@puslitkaret.co.id
Editorial Address
Jl. Palembang - Pangkalan Balai Km. 29 Kec. Sembawa, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan - 30953 Telp : +62711 7439493 Fax : +62711 7439282 E-mail : ppksembawa@puslitkaret.co.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Perkaretan
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 02166062     EISSN : 25035207     DOI : -
Focus and Scope Warta Perkaretan is medium for dissemination the latest rubber technology for rubber industry, estate practitioners, and other general users. Warta Perkaretan contains scientific articles in the form of natural rubber research, survey/study in of pre-harvest, post-harvest, and review /scientific review of the development of science and rubber technology, such as: Agronomy Plant Physiology Exploitation Soil Science and Agroclimatology Protection, Pest and Plant Disease Breeding and Plant Genetic Socio and Economy Raw Rubber Processing Technology Rubber Goods Manufacturing Technology Elastomer Rubber Technology Chemical and Additive Rubber Peer Review Process The manuscript submitted to Warta Perkaretan will be peer-reviewed by Editorial Board Member and Reviewer which are assigned by Editor in Chief based on the manuscript focus and scope also academic discipline. The peer-review process is aimed to ensure that only good scientific original research article will be published in Warta Perkaretan. Editor and Reviewer has a right to reject if the manuscript does not fill the journal standard quality and requirement as defined. While the accepted manuscript will be published online and can be access on the Warta Perkaretan official website as follows: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. Language used in this journal is Bahasa Indonesia based on Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Publication Frequency Warta Perkaretan (Rubber News, p-ISSN : 0216-6062 ; e-ISSN : 2503-5207) is published 2 issues per volume per year scheduled on June and December, respectively by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Every edition consists of 5 to 7 original research and review articles focusing on all aspects of the natural rubber research and development. Open Access Policy Warta Perkaretan (Rubber News) provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supporting a greater global exchange of knowledge. All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows: Creative Commons License Warta Perkaretan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. • Creative Commons Attribution (CC-BY-SA)
Articles 169 Documents
PENGEMBANGAN KLON KARET UNGGUL BARU IRR 309 DAN IRR 310 RESPONSIF TERHADAP STIMULAN ETEFON Oktavia, Fetrina; Ismawanto, Sigit; Syafaah, Afdholiatus; Pasaribu, Syarifah Aini; Sayurandi, Sayurandi; Darojat, M. Rizki
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 1 (2025): Volume 44, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i1.1141

Abstract

Klon unggul merupakan salah satu komponen teknologi penting yang mempengaruhi produktivitas perkebunan karet. Pusat Penelitian Karet telah melepas klon karet unggul anjuran yang diberi nama IRR (Indonesian Rubber Research) yang terdiri dari IRR seri 00, seri 100, seri 200 dan yang terbaru adalah klon IRR seri 300. Terdapat dua klon terpilih dari pengujian IRR seri 300 yaitu IRR 309 dan IRR 310. Kedua klon tersebut memiliki pertumbuhan yang jagur sehingga buka sadap dapat dilakukan pada umur 4,5-5 tahun. Dengan menggunakan sistem sadap S/2 d3+ET 2.5% 10/y, IRR 309 memiliki potensi hasil lateks mencapai 2.221 kg/ha/tahun dan 2.059 kg/ha/tahun pada klon IRR 310, lebih tinggi dibanding klon kontrol BPM 24 yang hanya 1.805 kg/ha/tahun. Kedua klon resisten terhadap penyakit gugur daun Corynespora dan Colletotrichum, serta tergolong moderat resisten terhadap Pestalotiopsis. Klon IRR 309 dan IRR 310 memiliki keunggulan responsif terhadap aplikasi stimulan etefon, rata-rata peningkatan produksi dengan penggunaan etefon selama 5 tahun mencapai 130% pada IRR 309 dan 87% pada IRR 310. Hasil pengamatan menunjukkan gejala penyakit batang yang minim. Selain itu, lateks yang dihasilkan memenuhi syarat untuk diolah menjadi lateks pekat, RSS, maupun SIR. Berdasarkan pertumbuhan dan potensi hasil lateks, klon IRR 309 dan IRR 310 digolongkan sebagai klon penghasil lateks. Dengan sistem sadap yang tepat, penggunaan kedua klon tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan agribisnis karet saat ini dan meningkatkan produktivitas karet nasional.
PEMBUATAN CRUMB RUBBER DARI LIMBAH KARET BAN-DALAM MENGGUNAKAN KEROSIN DAN MESIN GILING Saputra, Andri; Windiastuti, Septiyana; Agustian, Mertza Fitra; Saputra, Danang Cahya Eka; Oktavianto, Putra; Nury, Dennis Farina; Herlambang, Aldillah
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1121

Abstract

Jumlah produksi ban di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya yang memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah limbah ban-dalam. Pemanfaatan limbah ban-dalam sangat sulit dilakukan karena tidak dapat terurai secara alami bahkan setelah jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode kombinasi kimia dan mekanik dalam produksi crumb rubber dari limbah ban-dalam, guna menghasilkan alternatif daur ulang yang efisien dan dapat diterapkan pada skala industri kecil. Limbah ban-dalam dipotong menjadi spesimen uji, kemudian direndam dalam kerosin pada berbagai variasi waktu dan dikeringkan hingga berat konstan. Sifat mekanis (kekuatan tarik dan perpanjangan putus) diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian diketahui bahwa semakin lama perendaman menggunakan kerosin maka semakin menurunkan sifat mekanis spesimen karet uji. Perendaman dalam larutan kerosin selama 96 jam menurunkan kekuatan tarik (93,7%) dan perpanjangan putus (91%) spesimen karet uji secara maksimal. Crumb rubber yang diperoleh dari penelitian ini berukuran berkisar 0,3-0,5 cm. Analisis spektra FTIR mengonfirmasi bahwa produk crumb rubber yang dihasilkan bebas dari kerosin.
POTENSI IRADIASI ELEKTRON BEAM DALAM VULKANISASI KARET ALAM: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK INDUSTRI KARET Purbaya, Mili
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1138

Abstract

Karet alam merupakan material polimer yang banyak digunakan dalam berbagai industri karena sifat mekaniknya yang unggul, seperti elastisitas dan kekuatan tarik yang tinggi. Namun, material ini memiliki kelemahan, termasuk ketergantungan pada suhu, kandungan protein alergen, dan dampak lingkungan dari proses vulkanisasi konvensional. Metode vulkanisasi konvensional berbasis sulfur dan akselerator dapat menghasilkan senyawa berbahaya, seperti N-nitrosamin, yang memiliki potensi risiko bagi kesehatan dan lingkungan. Alternatif yang lebih ramah lingkungan adalah vulkanisasi menggunakan radiasi, khususnya dengan teknologi elektron beam. Teknologi ini memungkinkan pembentukan ikatan silang tanpa memerlukan bahan kimia tambahan, sehingga mengurangi emisi polutan, meningkatkan ketahanan termal, dan menurunkan kandungan protein dalam karet alam. Vulkanisasi berbasis radiasi telah terbukti meningkatkan sifat mekanik karet tanpa perlu penggunaan sulfur atau bahan kimia dalam jumlah besar. Meskipun radiasi sinar gamma dan elektron beam dapat membentuk ikatan silang dalam karet, dosis yang diperlukan cukup tinggi, sehingga efisiensi proses perlu ditingkatkan. Berbagai pendekatan telah dikembangkan, termasuk kombinasi radiasi dengan gelombang mikro serta penggunaan sensitizer untuk menurunkan dosis radiasi yang diperlukan. Namun, pemilihan sensitizer harus mempertimbangkan aspek keamanan dan dampak lingkungan. Kajian ini membahas mekanisme interaksi elektron beam dengan polimer, pembentukan ikatan silang, efektivitas elektron beam dalam mengurangi kandungan protein lateks karet alam, serta evaluasi vulkanisasi dengan dan tanpa sensitizer. Dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, vulkanisasi elektron beam memiliki potensi besar dalam mengatasi tantangan industri karet alam saat ini, menawarkan solusi yang lebih aman dan berkelanjutan dibandingkan metode konvensional.
PENGARUH BENTUK IRISAN JENDELA OKULASI TERHADAP PERFORMA BIBIT TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Handini, Aline Sisi; Andriyanto, Mochlisin; Putri, Halida Adistya; Pratama, Yudi; Kusnendi, Faizal Shofwan
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1160

Abstract

Perbanyakan tanaman karet hingga saat ini masih dilakukan secara konvensional melalui penyatuan dua bagian jaringan yang dikenal dengan nama okulasi sebagai bahan tanam. Bentuk irisan forkert pada batang bawah sering kali digunakan dan masih menjadi terkendala dalam mencapai keberhasilan okulasi jadi yang tinggi, utamanya bagi pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh bentuk irisan jendela okulasi terhadap keberhasilan dan pertumbuhan tunas. Penelitian ini dilakukan di kebun petani wilayah Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara pada bulan Mei-Agustus 2023. Rancangan acak kelompok non faktorial dengan perlakuan bentuk irisan yaitu forkert, segi empat, dan huruf “T”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keberhasilan okulasi, waktu munculnya tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan diameter batang tunas memiliki kecenderungan hasil okulasi terbaik pada bentuk irisan forkert dan segi empat, sedangkan okulasi terendah terdapat pada bentuk irisan huruf “T”. Bentuk irisan forkert dan segi empat direkomendasikan dapat dilakukan dalam teknik okulasi, sebab penyatuan dua bagian jaringan tanaman karet saat okulasi cokelat di polibeg tergolong lebih baik dibandingkan dengan huruf “T”.
EVALUASI SISTEM PEMANENAN LATEKS TANAMAN KARET DI AREAL REGULER DAN BORONG: STUDI KASUS DI KEBUN-KEBUN WILAYAH JAWA BARAT Junaidi, Junaidi; Rouf, Akhmad; Putra, Riko Cahya; Nugroho, Priyo Adi; Susetyo, Imam; Nugrahani, Mudita Oktorina; Mujahidin, Jaja; Sulaiman, Budi; Nurdiyatna, Harry
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1205

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem pemanenan lateks tanaman karet di areal reguler dan borong yang dilakukan pada 12 kebun di wilayah Jawa Barat. Sistem pemanenan reguler menggunakan karyawan tetap dan karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan upah bulanan, sedangkan sistem borong menggunakan tenaga kerja karyawan lepas dengan upah rupiah per kilogram kering yang disetor. Data dikumpulkan dari statistik produksi tahun 2024 masing-masing kebun. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas tanaman per hektar pada areal reguler nyata lebih tinggi dibanding sistem borong (895,44 kg/ha/tahun berbanding 623,06 kg/ha/tahun), namun produktivitas per tanaman nyata lebih rendah (21,57 g/p/s berbanding 33,64 g/p/s). Indeks kecukupan tenaga sadap (IKT) untuk areal reguler masing-masing 0,93 pada irisan tunggal, 0,96 pada irisan ganda, dan 1,00 pada sadap bebas, sedangkan untuk areal borong, jumlah penyadap cenderung berlebih, IKT masing-masing mencapai 1,18, 1,89, dan 1,86. Pada areal reguler indeks realisasi hari kerja sadap (IRHK) berkisar antara 0,80 – 0,87, sedangkan pada areal borong menunjukkan realisasi yang lebih rendah, hanya berkisar 0,41 – 0,55. Analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter indeks capaian produksi (ICP) memiliki korelasi signifikan terhadap umur sadap (US), IRHK, produksi per pohon (g/p/s), dan produksi per hari kerja (kg/HK) pada areal reguler. Pada areal borong, ICP berkorelasi signifikan terhadap kerapatan tanaman, IRHK, IKT, g/p/s, dan kg/ HK. Capaian produksi terhadap target dapat dioptimalkan dengan meningkatkan realisasi hari kerja, produksi per pohon, dan produksi per hari kerja. Upaya optimalisasi ketiga parameter tersebut didiskusikan dalam artikel ini.
PENGARUH FULL ACRYLIC DAN STYRENE ACRYLIC TERHADAP KINERJA LATEKS KARET ALAM SEBAGAI BINDER PADA APLIKASI CAT EMULSI Wiranata, Arya; Sugesti, Heni; Syahwardini, Trisuciati; Pakpahan, Cindy; Rosmawati, Putri; Nurhidayah, Nurhidayah; Bahruddin, Bahruddin
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1223

Abstract

Permintaan cat dalam industri konstruksi terus meningkat, terutama cat emulsi berbasis air yang bergantung pada kualitas bahan pengikat (binder) sebagai komponen utama. Indonesia masih mengandalkan impor binder sintetis, sehingga diperlukan alternatif lokal yang ramah lingkungan. Lateks karet alam merupakan kandidat potensial, namun memiliki kelemahan dalam ketahanan cuaca dan waktu pengeringan. Penelitian ini mengembangkan binder berbasis lateks karet alam yang dimodifikasi dengan resin akrilik (full acrylic dan styrene acrylic) untuk meningkatkan daya rekat, ketahanan abrasi, dan stabilitas cuaca. Modifikasi dilakukan melalui proses pencangkokan menggunakan benzoyl peroxide, SLS, sodium sulfit, dan polipropilen glikol pada suhu 85°C selama 60 menit. Binder hasil modifikasi kemudian dicampur ke dalam cat emulsi dan diuji menggunakan FT-IR spectroscopy, uji ketahanan gosok (scrub) dan abrasi (abrasion) (mengacu pada ASTM D2486 method A), serta pengukuran sudut kontak (contact angle). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa cat, terutama pada sampel NRL-FA(70:30) dengan kadar binder 15%, yang mampu bertahan hingga 5.500 siklus dan memiliki sudut kontak 87°. Temuan ini menunjukkan bahwa lateks karet alam termodifikasi akrilik berpotensi menjadi alternatif binder berkinerja tinggi untuk aplikasi cat emulsi interior dan eksterior.
DETERMINAN KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH SALURAN PEMASARAN KARET DI KECAMATAN DEDAI Pubriana, Lilis; Dolorosa, Eva; Oktoriana, Shenny
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1228

Abstract

Karet rakyat adalah perkebunan karet yang dikelola oleh masyarakat dengan sistem tradisional dan dalam skala yang kecil. Perkebunan karet rakyat banyak dikembangkan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia dan menjadi sumber penghasilan utama bagi petani. Pemasaran karet rakyat masih menghadapi berbagai masalah, seperti harga yang cenderung rendah dan saluran pemasaran yang terlalu panjang. Saluran pemasaran yang panjang mengakibatkan rendahnya keuntungan yang diperoleh oleh petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran karet di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang. Analisis data menggunakan regresi logistik multinomial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor yang berpeluang dalam mempengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran karet di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang adalah umur, pendidikan, pengalaman usahatani, jumlah produksi, harga jual dan sarana prasarana.
OBSERVASI JENIS DAN FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN SUKU CADANG SLOW MOVING BERBAHAN KARET SELAMA MASA PENYIMPANAN Fathurrohman, M Irfan; Puspitasari, Santi; falaah , asron ferdian; tavip, anwar
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1249

Abstract

Manajemen inventaris stok barang merupakan salah satu faktor yang turut berpengaruh terhadap optimalisasi proses bisnis suatu perusahaan. Riset bertujuan mengkaji kelayakan fungsi stok produk suku cadang slow moving berbahan karet yang telah disimpan dalam Gudang persediaan dengan cara mengindentifikasi tipe dan faktor penyebab kerusakan. Gudang persediaan lokasi riset berada di Kota Yogyakarta, Surabaya, dan Lahat. Analisis tipe kerusakan dilakukan secara kuantitatif dengan mengukur kondisi iklim lingkungan di sekitar Gudang persediaan dan tingkat perubahan kekerasan produk. Analisis juga dilakukan secara kualitatif dengan mengobservasi tingkat elastisitas, perubahan warna, munculnya retakan atau sobek, dan timbulnya bercak di permukaan produk karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 87% dari total 969 buah produk suku cadang slow moving berbahan karet mengalami kerusakan selama masa penyimpanan, terutama produk yang berukuran kecil, tipis, dan tidak dikemas dengan baik. Jenis kerusakan didominasi dengan timbulnya bercak dan peningkatan kekerasan serta kehilangan elastisitas dan retak permukaan. Kerusakan tersebut disebabkan karena paparan ozon dan produk mengalami penuaan oksidatif panas yang dipicu oleh suhu dan kelembaban tinggi di lokasi Gudang persediaan.
STRATEGI ADAPTASI TANAMAN KARET DALAM MENGHADAPI CEKAMAN KEKERINGAN: SEBUAH TINJAUAN METODE SELEKSI KLON KARET TOLERAN KEKERINGAN Cahyo, Andi Nur
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1263

Abstract

Dalam budidaya tanaman karet, perlu dilakukan seleksi klon karet tahan kekeringan sebagai antisipasi fenomena pemanasan global yang saat ini sedang terjadi. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan parameter-parameter seleksi tanaman karet toleran kekeringan yang berkaitan dengan strategi drought tolerance dan drought avoidance. Mekanisme pertahanan tanaman dalam kondisi lingkungan yang kering dengan menggunakan strategi drought tolerance dapat melibatkan mekanisme enzimatik maupun non-enzimatik. Mekanisme pertahanan non-enzimatik meliputi penetralisiran ROS melalui bermacam substansi antioksidan non-enzimatik, misalnya prolin, glutathione (GSH), asam askorbat (AsA), karotenoid, dan flavonoid. Pada strategi adaptasi drought tolerance dengan mekanisme enzimatik, terdapat beberapa jenis yang terlibat, misalnya superoksida dismutase (SOD), peroksidase (POD), katalase (CAT), askorbat peroksidase (APX), dan glutathione peroksidase (GPX). Untuk mekanisme drought avoidance meliputi adaptasi tanaman dapat melalui pemanjangan akar, pengaturan bukaan stomata, dan chlorophyll fluorescence (CF). Parameter CF dapar dipergunakan untuk menghitung drought factor index (DFI). Dari beberapa parameter tersebut, salah satu parameter non-destructive yang dapat diamati dalam waktu yang relative singkat adalah DFI. Kata kunci: antioksidan, Hevea brasiliensis, fluoresensi klorofil, indeks faktor kekeringan, ROS

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): Volume 44, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 43 No. 2 (2024): Volume 43, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): Volume 43, Nomor 1, Tahun 2024 Vol. 42 No. 2 (2023): Volume 42, Nomor 2, Tahun 2023 Vol. 42 No. 1 (2023): Volume 42, Nomor 1, Tahun 2023 Vol. 41 No. 2 (2022): Volume 41, Nomor 2, Tahun 2022 Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022 Vol. 34 No. 2 (2015): volume 34, Nomor 2, Tahun 2015 Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021 Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020 Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020 Vol. 38 No. 2 (2019): Volume 38, Nomor 2, Tahun 2019 Vol. 38 No. 1 (2019): Volume 38, Nomor 1, Tahun 2019 Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018 Vol. 37 No. 1 (2018): Volume 37, Nomor 1, Tahun 2018 Vol. 36 No. 2 (2017): Volume 36, Nomor 2, Tahun 2017 Vol. 36 No. 1 (2017): Volume 36, Nomor 1, Tahun 2017 Vol. 35 No. 2 (2016): Volume 35, Nomor 2, Tahun 2016 Vol. 35 No. 1 (2016): Volume 35, Nomor 1, Tahun 2016 Vol. 34 No. 1 (2015): volume 34, Nomor 1, Tahun 2015 Vol. 33 No. 2 (2014): volume 33, Nomor 2, Tahun 2014 Vol. 33 No. 1 (2014): volume 33, Nomor 1, Tahun 2014 Vol. 32 No. 2 (2013): Volume 32, Nomor 2, Tahun 2013 Vol. 32 No. 1 (2013): Volume 32, Nomor 1, Tahun 2013 Vol. 31 No. 2 (2012): Volume 31, Nomor 2, Tahun 2012 Vol. 31 No. 1 (2012): Volume 31, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue