cover
Contact Name
Swastya Rahastamaa
Contact Email
swastya.r@lecturer.itk.ac.id
Phone
+6281266111589
Journal Mail Official
positron@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Kota Pontianak Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
POSITRON
Core Subject : Science,
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika (POSITRON) is a peer-reviewed open accessed Indonesian journal that publishes scientific research papers in the field of physics and its application. The journal covers a wide range of topics in physics, including conceptual studies, theoretical and experimental studies, the use of computational methods, instrumentation, and multidisciplinary studies involving physics. This journal aims to be a platform to exchange research results in physics-related topics across all scientific disciplines. POSITRON is published by Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Indonesia, twice a year (Mei and November). This journal is accreditated SINTA 2 by RISTEKDIKTI and indexed in Directory of Open Access Journal (DOAJ), Bielefeld Academic Search Engine (BASE), Google Scholar, Science and Technology Index (Sinta), Garda Rujukan Digital (GARUDA), and Indonesia One Search (IOS). All articles in this journal are uniquely identified with DOI.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2018): May Edition" : 7 Documents clear
Karakterisasi Sensor Kekentalan Oli Berbasis Serat Optik Plastik Menggunakan Metode Back Scattering Muhammad Yunus; A. Arifin
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.155 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i1.24108

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan karakterisasi sensor kekentalan oli berbasis serat optik plastik. Sensor ini dibuat dengan cara memposisikan dua buah serat optik (transmitter dan receiver) tercelup ke dalam sampel oli yang diposisikan sejajar dan tegak lurus terhadap permukaan oli menggunakan metode hamburan balik (back scattering) pada sistem sensor serat optik intrinsik. Cahaya LED ditransmisikan melalui serat optik transmitter dan akan mengalami back scattering di dalam sampel oli kemudian diteruskan oleh serat optik receiver menuju fotodetektor dan akan terbaca pada OPM dan komputer. Penentuan karakteristik sensor kekentalan oli menggunakan variasi jarak dan panjang kupasan sensor serat optik dengan cladding dan tanpa cladding. Pengukuran terbaik diperoleh pada panjang kupasan 3 cm tanpa cladding menghasilkan nilai range16,427 nWatt, sensitivitas 0,205 nWatt/mPa.s, dan resolusi 4,870 mPa.s. Metode ini efektif dan efisien digunakan sebagai sensor kekentalan oli dengan sensitivitas dan resolusi yang baik.
Prediksi Kadar Particulate Matter (PM10) untuk Pemantauan Kualitas Udara Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Studi Kasus Kota Pontianak Yogi Aprianto; Nurhasanah Nurhasanah; Iklas Sanubary
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.745 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i1.25470

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan prediksi Particulate Matter (PM10) menggunakan jaringan syaraf tiruan propagasi balik. Prediksi pencemaran Particulate Matter (PM10) ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mendeteksi pencemaran udara terutama jika alat ukur mengalami kerusakan. Data yang digunakan yaitu parameter cuaca seperti curah hujan, penyinaran matahari, kelembaban udara, kecepatan angin dan suhu udara sebagai masukan jaringan sedangkan target jaringan ialah kadar PM10. Arsitektur jaringan syaraf tiruan (JST) yang digunakan tersusun dari neuron sebanyak 20-20-15-15-10-1 dan menggunakan fungsi tansig-logsig-tansig-logsig-tansig-purelin pada setiap lapisan jaringan. Pelatihan jaringan menghasilkan koefisien korelasi 0,9999 dengan MSE 0,00003, sedangkan pengujian jaringan menghasilkan koefisien korelasi 0,9673 dengan MSE 0,491 dan koefisien determinasi 0,9334. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebesar 93,34% parameter cuaca dapat digunakan sebagai parameter masukan pada JST untuk memprediksi kadar PM10 di Kota Pontianak.
Analisis Respons Optik Semiconductor Quantum Dot Sistem Three-Level Bertipe V Yulyanto Yulyanto; Bintoro S. Nugroho
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.539 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i1.25505

Abstract

Telah dilakukan studi teoretik untuk mempelajari respons optik semiconductor quantum dot (SQD) yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD yang ditinjau dimodelkan sebagai three-level system bertipe V. Perhitungan teoretik dilakukan menggunakan pendekatan semiklasik dengan memperlakukan SQD sebagai objek kuantum yang berinteraksi dengan medan elektromagnetik klasik. Formalisme density matrix digunakan dalam perumusan SQD dengan faktor damping yang diperhitungkan melalui operator Lindblad. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa selain frekuensi medan pengeksitasi, frekuensi Rabi ikut menentukan kebergantungan respons optik SQD terhadap intensitas. Sementara, dinamika respons optik SQD (kebergantungan populasi terhadap waktu) menunjukkan bahwa frekuensi osilasi populasi meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas medan pengeksitasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada intensitas medan pengeksitasi rendah , spektrum serapan SQD menunjukkan bentuk kurva Lorentzian, sedangkan pada intensitas medan pengeksitasi tinggi , spektrum serapan SQD melebar berbentuk Gaussian akibat power broadening.
Rancang Bangun dan Uji Kinerja Tugal Semi-Mekanis dengan Sistem Penjatah Berputar untuk Kacang Hijau (Vigna radiata L.) suhendra, suhendra; Nopriandy, Feby
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.11 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i1.23849

Abstract

Teknik bertanam kacang hijau umumnya masih dilakukan menggunakan tugal tradisional. Penggunaan tugal tradisional memiliki kelemahan yaitu membutuhkan 2 orang pekerja dan akurasi masuknya jumlah biji per lubang kurang seragam. Pengembangan dan modifikasi tugal tradisional menjadi tugal semi-mekanis perlu diupayakan untuk mengatasi permasalah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk merancang bangun dan melakukan uji kinerja tugal semi-mekanis dengan sistem penjatah berputar untuk biji kacang hijau. Metode penelitian dilakukan dengan mengukur dimensi biji kacang hijau, menganalisis ukuran diameter lubang penjatah, mendesain mekanisme tugal, membuat dan merakit komponen tugal, melakukan uji fungsional dan uji kinerja serta menganalisis hasil uji kinerja. Hasil analisis diperoleh diameter lubang penjatah yang digunakan adalah 9,48 mm untuk memperoleh jumlah biji keluar dari tugal sebanyak 2 – 3 biji dalam satu kali penugalan. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa tugal semi-mekanis dengan penjatah berputar ini dapat meningkatkan persentase akurasi biji keluar tugal dibanding beberapa penelitian sebelumnya yaitu mencapai 98% dengan kapasitas penugalan 2 – 3 detik per lubang.
Penentuan Kedalaman Interface pada Bentuklahan Lereng Gunungapi Bawah dan Bentuklahan Dataran Aluvial Kepesisiran di Pulau Ternate Salam, Ramdani; Sunarto, Sunarto; Santosa, Langgeng Wahyu
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.211 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i1.25281

Abstract

Telah dilakukan pengukuran interface menggunakan metode geolistrik 2D di wilayah pesisir Pulau Ternate. Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan keadaan interface dengan mengajukan asumsi sederhana yang berdasar pada prinsip trigonometri dasar. Pengukuran dilakukan di bagian barat sampai barat daya pada bentuklahan lereng gunungapi bawah dan bentuklahan dataran aluvial kepesisiran.   Hasil pengukuran geolistrik pada keseluruhan lintasan menunjukkan,  ketebalan air tawar pada bentuklahan lereng gunungapi bawah berkisar 7 - 13 m dengan nilai resistivitas antara 25,9 – 100 Ωm.   Ketebalan air tawar pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran antara 15 m hingga kurang dari 20 m dengan nilai resistivitas antara 30 – 109 Ωm.   Kedalaman interface pada bentuklahan lereng gunungapi bawah  sekitar 13 m dari permukaan dengan kemiringan 77o, sedang kedalaman interface pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran sekitar 20 m dari permukaan dengan kemiringan 81o.  Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ketebalan air tawar di daerah pesisir bagian barat sampai baratdaya pada bentuklahan lereng gunungapi bawah lebih tipis dibandingkan dengan daerah pesisir bagian timur hingga tenggara pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran.
Kekuatan Mekanik Komposit Berpenguat Serat Kulit Terap Kontinu Sebagai Pengembangan Material Teknik Ramah Lingkungan Rianto, Ari; Anjiu, Leo Dedy
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.873 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i1.24029

Abstract

Telah dilakukan kajian eksperimental untuk mengetahui kekuatan tarik, kekuatan bending dan karakteristik perpatahan komposit serat kulit terap kontinu dengan perlakuan serat sebagai penguat komposit bermatriks resin polyester. Dalam penelitian ini, spesimen komposit dibuat dengan teknik hand lay-up dan pressing. Pembuatan spesimen komposit dengan penguat serat kulit terap bermatriks resin polyester dengan 3 lapisan serat terap dengan volume resin sebesar 70% sehingga resin yang digunakan sebanyak 168 g. Serat direndam selama 2 jam dalam larutan NaOH dengan konsentrasi yang bervariasi mulai dari 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Spesimen pengujian tarik dan bending mengacu pada standar ASTM D638-03 dan standar ASTM D 790-02. Hasil yang dicapai dari pengujian tarik yang dilakukan yaitu kekuatan tarik tertinggi pada variasi perlakuan NaOH 10 % terhadap serat terap dengan nilai sebesar 26,32 MPa meningkat 44% dari spesimen uji tanpa perlakuan NaOH dengan kekuatan tarik terendah sebesar 18,23 MPa. Nilai modulus elastisitas dan kekuatan bending tertinggi pada perlakuan perendaman dengan 15% NaOH dengan nilai berturut-turut sebesar 3,96 GPa dan 79,27 MPa. Bentuk patahan pada spesimen uji tanpa perlakuan NaOH menunjukkan banyak terjadi debonding dan pull-out dibandingkan patahan dengan perlakuan NaOH.
Rancang Bangun Antena Mikrostrip Model Biquad untuk Komunikasi Wireless dengan Pandu Gelombang Coplanar pada Frekuensi 5.8 GHz Megastin Massang Lumembang; Bualkar Abdullah
POSITRON Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.21 KB) | DOI: 10.26418/positron.v8i1.24050

Abstract

Telah didesain dan difabrikasi sebuah antena mikrostrip model biquad yang mampu bekerja pada frekuensi wireless yaitu 5.8 GHz yang dapat digunakan sebagai media transformasi data. Antena mikrostrip didesain pada sebuah papan PCB FR4 dengan koefisien dielektrik 4.3 dan tebal 1.6 mm, kemudian didesain dengan model biquad bentuk kubus ganda dengan ukuran panjang yang sama.Pengukuran parameter antena menggunakan Vector Network Analyzer, diperoleh nilai karakterisasi antena yaitu VSWR 1.21, Return Loss-16.25dB, Bandwidth 400 MHz. Secara umum, hasil pengukuran antena model biquad yang telah difabrikasi memiliki nilai karakterisasi VSWR ≤2 dan Return Loss dibawah -9.54 dB sehingga memenuhi syarat sebagai antena komunikasi wireless yang sesuai dengan  standar industri WLAN IEEE 802.11.

Page 1 of 1 | Total Record : 7