cover
Contact Name
Damis
Contact Email
jikan@umsrappang.ac.id
Phone
+628114120207
Journal Mail Official
jikan@umsrappang.ac.id
Editorial Address
Jl. Angkatan 45 No. 1A, Lotang Salo, Sidrap, Sulawesi Selatan
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PERIKANAN (JIKAN)
ISSN : -     EISSN : 27769887     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan (JIKAN) merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan sebagai sarana dalam menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah dalam bidang perikanan dan kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Imu Perikanan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Tulisan-tulisan yang dimuat pada jurnal ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam menunjang perkembangan penelitian mengenai perikanan dan kelautan dan menjadi masukan bagi para pelaku usaha perikanan dan kelautan serta pihak-pihak terkait. Bidang : budidaya perikanan, teknologi perikanan, sistem perikanan, sosial-ekonomi perikanan, penanganan hasil perikanan, manajemen perikanan, oseanografi perikanan, estimasi stok dan konservasi perikanan, ekominawisata dan ilmu kelautan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER" : 5 Documents clear
IDENTIFIKASI POPULASI BULU BABI DI TELUK PALU Aristawati, Anita Treisya; Renol, Renol; Finarti, Finarti; Akbar, Mohamad; Salanggon, Alismi M; Syahril, Mohamad; Wahyudi, Deddy; Adel, Yeldi S
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i2.726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas perairan fisika dan kimia mengkaji biodiversitas bulu babi di perairan Teluk Palu; serta mengkaji distribusi bulu babi di perairan Teluk Palu. Metode penentuan populasi bulu babi menggunakan Line Transect. Pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian terdiri dari Diadema savignyi, Diadema setosom dan Echinothrix calamaris. Hasil perhitungan kelimpahan yang paling tinggi pada D. setosom 74%, D. savignyi 21%, dan terendah E. calamaris 5%. Dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah individu bulu babi yang ditemukan pada tahun 2020 mengalami penurunan. Hal ini diduga disebabkan oleh bencana tsunami yang terjadi pada tahun 2018, sehingga diindikasikan ekosistem habitat bulu babi di perairan Kadongo belum pulih seperti keadaan sebelum tsunami. Indeks keanekaragaman spesies setelah dilakukan perhitungan yaitu D. savignyi dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 0,32803, D. setosom sebesar 0,22502 serta E. calamaris dengan nilai indeks keanekaragaman 0,15497. Jika ditotalkan, indeks keanekaragaman berdasarkan jenis diperoleh nilai 0,70802; bulu babi pada lokasi penelitian masuk pada kategori rendah. Hasil perhitungan indeks keseragaman adalah 0,40500; menunjukkan sebaran individu antar jenis cukup seragam. Perhitungan hasil indeks dominasi diamati pada lokasi penelitian yakni D. savignyi sebesar C = 0,04432, spesies D. setosom sebesar C = 0,54294, serta spesies E. calamaris sebesar C = 0,00277. Hasil perhitungan menunjukkan untuk spesies D. setosom mendominasi pada lokasi pengamatan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP SERO DI PULAU KARAMPUANG MAMUJU SULAWESI BARAT Ardi, Muhammad Ardiansyah
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i2.750

Abstract

Alat tangkap sero di pasang menetap dan alat tangkap ini di operasikan di pesisir pulau yang berbeda secara fisik dengan pesisir pantai, pengoprasian alat tangkap ini memanfaatkan pasang surut. Alat tangkap sero di Pulau Karampuang hanya memiliki beberapa bagian seperti penaju, serambi, pintu dan kantong serta ukuran panjang alat tangkap 10 meter dan lebar 5 meter. Tujuan penilitian ini mengetahui jumlah hasil tangkapan alat tangkap sero serta jenis hasil tangkapan di Pulau Karampuang Provinsi Sulawesi Barat. Semoga hasil penilitian ini memberikan informasi bermanfaat bagi masyarakat sekitar Pulau Karampuang.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI PERAIRAN TELUK LAIKANG KABUPATEN TAKALAR A, Agustina; Ramli, Arlina
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i2.758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kerusakan ekosistem mangrove; (2) mengetahui indeks nilai penting jenis mangrove; (3) mengetahui strategi pengelolaan ekosistem mangrove Perairan Teluk Laikang Kabupaten Takalar. Selain itu, diharapkan dapat memberikan informasi pada masyarakat dan sekaligus sebagai bahan acuan bagi instansi terkait sebagai dasar pertimbangan untuk pemgembangan wilayah pesisir, khususnya pelestarian mangrove pada Perairan Teluk Laikang Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan teknik survei lapangan dan analisis SWOT untuk penentuan arahan strategi pengelolaan ekosistem mangrove.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis tingkat kerusakan mangrove di perairan Teluk Laikang pada stasiun I masuk dalam kategori rusak (jarang) karena masyarakat di perairan Teluk Laikang melakukan penebangan kayu mangrove untuk kayu bakar, serobila (tempat mencari ikan) dan budidaya rumput laut. Pada stasiun II dan III termasuk dalam kategori baik (padat) karena adanya LSM yang melestarikan mangrove di perairan Teluk Laikang Kabupaten Takalar. Berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) Perairan Teluk Laikang didominasi Jenis R. apiculata, R. mucronata, R. stylosa, L. racemosa, A. lanata, C. decandra, B. Gymnorrhiza. Pada Transek I, R. apiculata, R. mucronata, L. racemosa, E. agallocha dan pada Stasiun II, R. apiculata, R. stylosa, L. racemosa, serta pada Stasiun III C. tagal. Strategi pengelolaan ekosistem mangrove berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditetapkan 6 strategi terbaik pengelolaan ekosistem mangrove perairan Teluk Laikang Kabupaten Takalar: (1) pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan; (2) rehabilitasi ekosistem mangrove; (3) pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkala dan evaluasi; (4) pemanfaatan ekosistem mangrove secara lestari; (5) inventarisasi ekosistem mangrove; (6) sosialisasi pengelolaan ekosistem mangrove.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP DAYA TARIK WISATA PANTAI AMMANI DI KABUPATEN PINRANG PROVINSI SULAWESI SELATAN Bibin, Muhammad; Kaswiran, Kaswiran; Wahyudi, Adi
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i2.765

Abstract

Ammani Beach is a beach tourist attraction that has quite a variety of attractions. This beach tourism activity is included in the recreational category, which is the type of activity that is most dominantly carried out by tourists. Ammani Beach tourism seems to be in the involvement phase. The involvement phase is marked by an increase in visitors who encourage local residents to offer facilities exclusively to visitors/tourists. In this phase, there is pressure on the government to provide supporting facilities for tourists. A tourist attraction will develop because of the presence of tourists, without tourists visiting a tourist attraction location, the tourist attraction will be difficult to develop. This study aims to describe tourists' perceptions of objects and natural tourist attractions, infrastructure and facilities in the Ammani Beach area. Sampling in this study was carried out on tourists visiting the Ammani Beach area as many as 30 people using the accidental sampling method. Data collected using questionnaires and analyzed through descriptive analysis. The results showed that the perception of tourists about Ammani Beach is very good in terms of tourism support facilities, the condition of the beach is still natural and clean. Public transportation facilities to the tourist sites of Ammani Beach are still lacking. The local community is very friendly and open to the presence of tourists because their awareness of increasing the economic sector in their area can prosper the community if the beach is crowded with tourists.
MANAJEMEN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DALAM MENUNJANG KEPARIWISATAAN DI PANTAI MATTIROTASI KOTA PAREPARE D, Damis; anti, surianti; anti, Hasrianti; yanti, Fitri
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i2.766

Abstract

Based on the results of research in the management of coastal areas in increasing tourists visiting Mattirotasi Beach, it is known that the results of the analysis of the coastal tourism environment are known to have a coastal height of 0-3 meters above sea level with a slope of 0-8%, coastal bathymetry in the city of Parepare, wind speeds ranging from 173.4 m. /min to 117.6 n/min can generate sea waves with a height of 0.5-1.2 meters. Meanwhile, in the East monsoon, which has a range of wind speeds between 133.2-45 m/s, it is able to generate waves that reach a height of 0.4 – 1.4 meters. up to 0.1852 m/s. With wave intervals ranging from +1.1 meters to 1.5, and seeing the potential for attraction, there is the Nusantara Port which functions as one of the main gates as access to Tanjungpinang City. This area stretches for ± 5 Km and is directly adjacent to the waters, so it has the potential to be developed as a recreational area with the potential to present a sunset view by the beach and Suppa Bay. This condition is also supported by the strategic position of the City of Parepare as a Madya City which is a connecting node in the central part of South Sulawesi Province towards West Sulawesi and the northern part of South Sulawesi Province. Therefore, the Mattirotasi coastal area is a coastal tourist attraction that has quite a variety of attractions. This beach tourism activity is included in the recreational category, which is the type of activity that is most dominantly carried out by tourists.

Page 1 of 1 | Total Record : 5