cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
PENENTUAN KAPASITAS ADSORPSI KITOSAN TERIMOBILISASI DITIZON TERHADAP Cd(II) Lia Destiarti, Titin Anita Zaharah, Nofa Agustrya,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.777 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan kapasitas adsorpsi kitosan terimobilisasi ditizon terhadap Cd(II). Penelitian ini menggunakan adsorben kitosan terimobilisasi ditizon sebagai pengisi kolom adsorpsi. Kitosan bead diimobilisasi dengan ditizon untuk meningkatkan selektivitas adsorben dalam menyerap Cd(II). Adsorben yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah (IR). Spektrum IR menunjukkan adanya ikatan pada kitosan terimobilisasi ditizon yang terlihat pada bilangan gelombang 1419,61 cm-1 (N-H) dan bilangan gelombang 1080,14 cm-1 (S=C). Parameter adsorpsi yang diteliti meliputi penentuan pH adsorpsi dengan variasi pH 4, 5, 6, dan 7 dan konsentrasi ion logam yaitu 4,796; 8,824; 12,704 dan 16,707 ppm. Adsorpsi dilakukan dengan mengalirkan 20 mL Cd(II) 3 ppm pada kolom adsorpsi yang telah terisi adsorben kitosan terimobilisasi ditizon, eluat hasil kolom adsorpsi dianalisis menggunakan spektrofotomer serapan atom. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa adsorpsi Cd(II) optimum pada pH 6 dengan penurunan konsentrasi sebesar 98,55% sedangkan kapasitas adsorpsi maksimum kitosan terimobilisasi ditizon menurut isoterm Langmuir untuk Cd(II) sebesar 0,315 mg/g.   Kata kunci: kapasitas adsorpsi, kitosan terimobilisasi ditizon, Cd(II)
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT BUAH ASAM KANDIS (Garcinia dioica Blume) TERENKAPSULASI GELATIN Puji Ardiningsih, Afghani Jayuska, Widya Angely Hidayat,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.474 KB)

Abstract

Buah asam kandis (Garcinia dioica Blume) merupakan tumbuhan dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri. Pemanfaatan buah asam kandis dalam wujud ekstrak memiliki kekurangan yaitu waktu simpan yang pendek dan mudah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh reaksi kimia maupun enzimatis. Enkapsulasi merupakan salah satu cara yang tepat digunakan untuk melindunginya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan antibakteri fraksi etil asetat buah asam kandis sebelum dan sesudah dienkapsulasi dengan bahan penyalut gelatin. Prosedur enkapsulasi dilakukan dengan metode freeze drying. Proses enkapsulasi dilakukan dengan penambahan fraksi etil asetat dan gelatin masing-masing sebesar 10% (w/w) dan 30% (w/v). Pengujian bioaktivitas dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dan metode difusi sumur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan enkapsulat fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 37,833 dan 972,614 ppm. Aktivitas antibakteri fraksi etil asetat aktif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa pada rentang konsentrasi 1-6 mg/sumur, sedangkan enkapsulat fraksi etil asetat aktif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada rentang konsentrasi 1,5-4,5 mg/sumur. Berdasarkan hasil pengujian bioaktivitas dapat disimpulkan bahwa fraksi dan enkapsulat etil asetat buah asam kandis memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri. Kata Kunci : asam kandis (G.dioica Blume), enkapsulasi, freeze drying, antioksidan, antibakteri
MODIFIKASI KITOSAN DENGAN KAOLIN DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN TIMBAL (II) Titin Anita Zaharah, Lia Destiarti, Stephanei Tanheitafino,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.645 KB)

Abstract

Telah dilakukan modifikasi kitosan dengan kaolin sebagai adsorben dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Kitosan termodifikasi kaolin dibuat dengan membentuk larutan gel kitosan-kaolin dengan variasi massa 1:0,25; 1:0,5; 1:1; 1:2 dan 1:4 (kitosan:kaolin) menjadi bentuk hidrogel pada larutan NaOH yang mengandung metanol. Hidrogel kitosan-kaolin hasil sintesis dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infra Red Spectrometer (FT-IR) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil menunjukkan bahwa modifikasi kitosan dengan kaolin melibatkan interaksi elektrostatik antara gugus fungsional pada kedua adsorben. Spektrum FT-IR menunjukkan terbentuknya ikatan antara kitosan dan kaolin muncul pada bilangan gelombang 3425,58 cm-1 (O–H) dan pada bilangan gelombang 1033,85 cm-1 (Si–O dan Al–O). Struktur morfologi permukaan SEM kitosan-kaolin lebih padat dan kompak dibandingkan kitosan. Adsorben diaplikasikan sebagai pengisi fasa diam pada kolom dengan variasi pH 4, 5, 6, dan 7 dalam proses adsorpsi terhadap Pb(II). Penentuan penurunan konsentrasi Pb(II) dianalisis dengan menggunakan spektrofotomer serapan atom. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa adsorpsi Pb(II) pada kitosan-kaolin terjadi pada pH optimum 5 dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 76,46% oleh kitosan-kaolin 1:0,25. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modifikasi kitosan-kaolin telah berhasil dilakukan dan dapat digunakan sebagai adsorben Pb(II).   Kata kunci : Hidrogel, Kitosan-kaolin, Timbal (II)
PENENTUAN KAPASITAS ADSORPSI LOGAM Ce (IV) PADA ADSORBEN KITOSAN–KARBON BEADS TERIKAT SILANG GLUTARALDEHID Titin Anita Zaharah, Anis Shofiyani, Darsini,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.401 KB)

Abstract

Cerium merupakan unsur golongan logam tanah jarang. Cerium memiliki nilai ekonomis yang tinggi di bidang industri berteknologi tinggi. Ekstraksi logam cerium dapat dilakukan melalui metode adsorpsi menggunakan komposit beads kitosan–karbon beads yang terikat silang glutaraldehid. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik adsorben komposit kitosan– karbon beads yang terikat silang glutaraldehid dan mengetahui kapasitas adsorben. Komposit kitosan–karbon dibuat dengan melakukan pencetakan dalam bentuk beads di dalam larutan  Natrium Hidroksida (NaOH) dilanjutkan dengan ikat silang menggunakan glutaraldehid. Karakterisasi adsorben komposit dilakukan menggunakan metode spektrofotometri inframerah. Pengaruh konsentrasi adsorpsi logam Ce(IV) dipelajari dengan cara memvariasikan konsentrasi awal ion logam pada kisaran 50-250 ppm. Berdasarkan perhitungan komposit kitosan-karbon beads mengikuti dua model isoterm adsorpsi Freundlich (R2=0,903) dan Langmuir (R2=0,841).hasil adsorpsi menunjukkan bahwa adsorben mampu menyerap logam Ce(IV) sebesar 76,3% dan kapasitas adsorpsi maksimum komposit kitosan-karbon beads mengikuti dua model isoterm adsorpsi Freundlich (0,900) dan Langmuir (0,0398).                                                                                                         Kata kunci : cerium(IV), adsopsi, komposit, kitosan –karbon beads terikat silang glutaraldehid 
PENGARUH DESTILASI BERULANG DAN PEMURNIAN MENGGUNAKAN ZEOLIT TERAKTIVASI H2SO4 TERHADAP KOMPOSISI ASAP CAIR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) Nora Idiawati, Harlia, Ervie Oktafany,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.129 KB)

Abstract

Limbah padat TKKS telah diolah dengan teknik pirolisis menjadi produk berupa arang dan asap cair. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan komponen asap cair dari pirolisis sederhana berbahan baku TKKS yang di destilasi secara berulang dan pengaruh pemurnian asap cair TKKS dengan menggunakan zeolit teraktivasi H2SO4 1,2 M. Untuk mengetahui kandungan senyawa asap cair, pengujian dilakukan dengan menggunakan GC-MS. Hasil identifikasi adalah pada asap cair TKKS hasil destilasi pertama terdiri dari senyawa asam 45,32% yang didominasi oleh asam asetat 44,70%, senyawa fenol 30,68%  serta senyawa karbonil 9,61% yang didominasi oleh 2-furankarboksildehid 3,85% dan senyawa 2-propanon 3,60%. Pada asap cair TKKS hasil destilasi berulang terdiri dari senyawa asam asetat 46,71%, senyawa fenol 42,08%, dan senyawa karbonil 0,28%. Pengaruh pemurnian menggunakan zeolit teraktivasi H2SO4 pada destilasi berulang adalah hilangnya kandungan senyawayang berbahaya bagi pangan yaitu 2-propanon, 2-butanon, 3,5-dimetilfenol, dan piridin yang terdapat pada destilasi pertama.   Kata Kunci : asap cair, TKKS, pirolisis, GCMS, zeolit teraktivasi
ADSORPSI FENOL OLEH KOMBINASI ADSORBEN ZEOLIT ALAM DAN KARBON AKTIF DENGAN METODE KOLOM Nelly Wahyuni, Gusrizal, Rindya Angraini,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.89 KB)

Abstract

Pencemaran air oleh fenol dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan lingkungan dan makhluk hidup. Adsorpsi fenol telah dilakukan untuk menurunkan kadar fenol menggunakan kombinasi dua adsorben dengan metode kolom. Adsorben yang digunakan adalah zeolit alam pada kolom I dan karbon aktif dari tandan kelapa sawit (TKS) pada kolom II. Adsorpsi dilakukan dengan variasi ukuran partikel untuk zeolit alam 16 dan 20 mesh  serta karbon aktif 80 dan 100 mesh dengan variasi waktu masing-masing 2, 4 dan 6 jam. Hasil adsorpsi dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 510 nm. Total penurunan kadar fenol yang terbaik diperoleh pada kombinasi kolom zeolit alam 20 mesh-karbon aktif 100 mesh pada waktu kontak 6 jam yaitu sebesar 97,55%.   Kata kunci: tandan kelapa sawit, fenol, zeolit alam, karbon aktif, adsorpsi, kolom
LAJU PEMISAHAN ION TIMBAL(II) PADA MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN-ZEOLIT Nurlina, Titin Anita Zaharah, Nurul Hamsiah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.992 KB)

Abstract

Ion timbal (Pb)(II) merupakan pencemar lingkungan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan ekosistem lingkungan. Penanganan pencemaran ion Pb(II) dapat dilakukan dengan menerapkan metode pemisahan menggunakan membran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik membran komposit kitosan-zeolit dengan mempelajari pengaruh perbandingan massa kitosan-zeolit 2:1; 1,5:1,5; dan 1:2 menggunakan instrumen FTIR dan SEM serta menentukan laju adsorpsi ion Pb(II) pada membran komposit. Tahapan metode yang dilakukan adalah pembuatan membran komposit, penentuan koefisien rejeksi membran, dan penentuan laju adsorpsi ion Pb(II) pada membran komposit. Karakterisasi membran menggunakan FTIR menunjukkan puncak serapan –NH (1651,07 cm-1) yang khas untuk kitosan. Serapan Si-O-Si atau Al-O-Al pada 1056,99 cm-1 yang merupakan serapan khas zeolit pada lapisan tetrahedral tidak terlihat pada spektra membran komposit. Hal ini diduga akibat tertutupnya lapisan Si-O-Si atau Al-O-Al oleh kitosan. Morfologi membran komposit 2:1 yang diamati dari difraktogram SEM memiliki permukaan yang lebih halus dan memiliki pori-pori yang lebih terbuka. Membran komposit kitosan-zeolit 2:1 juga menunjukkan nilai koefisien rejeksi ion Pb(II) yang paling besar.  Sehingga, membran komposit kitosan;zeolit 2:1 dipilih untuk adsorpsi ion Pb(II). Adsorpsi  ion Pb(II) pada membran komposit kitosan-zeolit 2:1 mengikuti model laju reaksi pseudo orde dua, dengan nilai konstanta laju sebesar 9,4×10-3 L.mg-1.menit-1. Kata kunci: timbal, membran, komposit kitosan-zeolit, rejeksi, pseudo orde 2
FERMENTASI SERBUK KAYU Aquilaria sp MENGGUNAKAN KAPANG Fusarium sp Afghani Jayuska, Savante Arreneuz, Hardiansyah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.732 KB)

Abstract

Gaharu adalah sejenis resin yang dihasilkan oleh pohon gaharu yang terbentuk karena adanya infeksi pada tanaman tersebut. Adapun beberapa jenis tanaman penghasil gaharu merupakan famili dari Thymeleaceae, Leguminoceae dan Euphorbiaceae, dengan 8 genus yaitu Aquilaria, Grynops, Excocaria, Gonistylus, Aetoxylon, Enkleia, Wiekstromia, dan Dalbergia. Aquilaria sp merupakan pohon yang digunakan sebagai sampel untuk difermentasi menggunakan inokulan kapang Fusarium sp. Inokulan Fusarium sp dibuat dengan mencampurkan kapang Fusarium sp ke dalam media cair (Potato Dektros) untuk difermentasi pada serbuk kayu Aquilaria sp selama satu minggu. Analisa kandungan gaharu meliputi analisis morfologi, penentuan kadar resin dan penentuan kandungan senyawa kimia hasil ekstrak melalui metode maserasi menggunakan spektroskopi massa-kromatografi gas. Analisis morfologi hasil fermentasi menggunakan Fusarium  sp menunjukan warna kehitaman dan relatif lebih baik dibandingkan serbuk tanpa fermentasi. Analisis kandungan resin yang diperoleh dari hasil fermentasi Fusarium sp lebih tinggi yaitu sebesar (0.4%) dibandingkan dengan serbuk tanpa fermentasi yaitu sebesar (0,18%). Analisis kandungan senyawa kimia hasil fermentasi oleh Fusarium sp secara keseluruhan lebih tinggi terutama senyawa wangi gaharu yaitu Chromone sebesar (7,89%) jika dibandingkan dengan serbuk tanpa fermentasi oleh Fusarium sp yaitu sebesar (%). Analisis diatas menunjukan perbedaan hasil yang sangat signifikan sehingga fermentasi menggunakan kapang Fusarium sp secara in vitro dapat digunakan pada serbuk kayu Aquilaria sp. Kata kunci : Aqularia sp, Fusarium sp, fermentasi
KARAKTERISASI SENYAWA STEROID DARI FRAKSI DIKLOROMETANA BATANG TANAMAN ANDONG (Cordyline fruticosa) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL HeLa Ari Widiyantoro, Lia Destiarti, Ardji,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.421 KB)

Abstract

ABSTRAKTanaman andong (Cordyline fruticosa) merupakan tanaman obat yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik senyawa steroid dari fraksi diklorometana batang tanaman andong dan aktivitas sitotoksiknya terhadap sel HeLa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol sehingga diperoleh ekstrak kental metanol. Ekstrak kental metanol kemudian difraksinasi dengan menggunakan beberapa pelarut sehingga diperoleh fraksi n-heksana, diklorometana, etil asetat, dan fraksi metanol. Semua ekstrak dan fraksi diuji aktivitas sitotoksiknya terhadap sel HeLa menggunakan metode MTT(3-(4,5-dimetiltiazol-2-il)-2,5-difeniltetrazolium bromide). Nilai aktivitas sitotoksik (IC50) yang diperoleh untuk ekstrak metanol, fraksi n-heksana, diklorometana, etil asetat, dan fraksi metanol berturut-turut adalah sebesar 282; 280; 256; 161 dan 177 µg/mL. Fraksi diklorometana selanjutnya dilakukan pemisahan dan pemurnian sehingga diperoleh isolat B1. Isolat menunjukkan nilai aktivitas sitotoksik IC50 sebesar 280 µg/mL. Hasil analisis spektrum ultraviolet-visible (UV-Vis) diperoleh absorbansi maksimum pada panjang gelombang 339,5 dan 220,5 nm yang menunjukkan adanya transisi elektronik π→π* dan n→π*. Spektrum infra red (IR) menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 2954-2854; 1739; 1461 dan 1203-1172 cm-1 yang menunjukkan gugus C-H; C=O; C=C aromatik, dan C-O-C eter. Serapan pada bilangan gelombang 1272 cm-1 merupakan serapan yang khas untuk senyawa steroid (-CH-OH). Berdasarkan hasil spektrum UV-Vis dan IR menunjukkan adanya senyawa steroid dan pada isolat B1. Kata Kunci: Andong (Cordyline fruticosa), steroid, sitotoksik, sel HeLa
BIOAKTIVITAS MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes sp.) Afghani Jayuska, Puji Ardiningsih, Wibaldus,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.507 KB)

Abstract

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman dari famili Rutaceae yang memiliki potensi penghasil minyak atsiri, salah satunya pada bagian kulit buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen utama minyak atsiri dalam kulit buah jeruk nipis dan bioaktivitasnya terhadap rayap tanah (Coptotermes sp.). Minyak atsiri dari kulit buah jeruk nipis diekstraksi menggunakan metode destilasi uap air pada suhu 98 selama 4 jam. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,23% (b/b). Hasil identifikasi GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri jeruk nipis mengandung 5 senyawa mayor yaitu limonen (26,04%), -citral (10,40%), -pinen (18,84%), Citral (13,09%), dan -phellandren (6,29%). Hasil uji bioaktivitas minyak atsiri jeruk nipis terhadap rayap menunjukkan bahwa, pada konsentrasi 5% didapat kematian rayap sebesar 54,67%, sedangkan pada konsentrasi 25% kematian rayap sebesar 96,67% pada hari ke-7. Semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri yang diberikan terhadap rayap maka semakin besar mortalitas rayap seiring dengan penurunan persentase berat kertas uji. Minyak atsiri dari kulit buah jeruk nipis menunjukkan aktivitas antirayap terhadap rayap Coptotermes sp. dengan nilai LC50 5,142%. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit buah jeruk nipis bersifat toksik terhadap Coptotermes sp. sehingga dapat dimanfaatkan sebagai termitisida.   Kata kunci: Citrus aurantifolia, minyak atsiri, bioaktivitas antirayap, Coptotermes sp.