cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT B2D DARI BATANG TANAMAN YAKON (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS (POEPP. & ENDL.) H. ROB.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN SALMONELLA THYPIMURIUM Puji Ardiningsih, Muhamad Agus Wibowo, Dwi Iqlima,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.085 KB)

Abstract

Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Rob.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder golongan terpenoid berpotensi sebagai antibakteri. Antibakteri dapat dihasilkan oleh mikroorganisme seperti bakteri endofit. Sejauh ini belum pernah dilakukan uji aktivitas antibakteri oleh bakteri endofit dari batang tanaman yakon. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari isolat bakteri endofit B2d batang tanaman yakon dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella thypimurium. Penelitian di mulai dengan produksi metabolit sekunder bakteri endofit B2d, pengukuran laju pertumbuhan bakteri dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumur. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa penghambatan oleh isolat B2d. terhadap bakteri S. aureus dan S. thypimurium termasuk dalam kategori hambatan kuat dengan menghasilkan zona hambat tertinggi berturut-turut sebesar 15,5 mm pada waktu fermentasi ke-40 jam dan 10,25 mm pada waktu fermentasi ke-48 jam. Kata Kunci : antibakteri, bakteri endofit, Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Rob.)
UJI STABILITAS ZAT WARNA EKSTRAK BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) Nora Idiawati, Harlia, Nur Fatonah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.822 KB)

Abstract

Antosianin merupakan pigmen berwarna merah, ungu, biru yang terdapat pada tanaman dan digunakan sebagai pewarna alami. Pada penelitian ini dilakukan uji stabilitas zat warna dan antibakteri ekstrak buah senggani (Melastoma malabathricum L.). Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan 4 jenis pelarut yaitu metanol-asam sitrat 3%, metanol-HCl 1%, akuades-asam sitrat 3% dan akuades-HCl 1%. Jenis antosianin ditentukan dengan menggunakan KLT dan profil UV-Vis didapatkan jenis antosianinnya adalah pelargonidin. Berdasarkan metode pH-diferensial didapatkan bahwa ekstraksi dengan metanol-asam sitrat 3% menghasilkan kadar antosianin terbesar yaitu 0,880 mg/L. Uji stabilitas dilakukan pada berbagai kondisi dengan mengukur perubahan absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji stabilitas terhadap suhu penyimpanan didapatkan pada suhu penyimpanan 15 0C selama 2 hari terjadi penurunan persentase absorbansi sebesar 8,9 %. Penyinaran matahari selama 3 jam mengakibatkan penurunan persentase absorbansi sebesar 12,84 %, penyinaran lampu 25 watt dan lampu UV-C selama 12 jam mengakibatkan penurunan absorbansi sebesar 5,3 % dan 6,6 %. Kondisi pH mempengaruhi stabilitas antosianin, pada pH 3 terjadi kenaikan persentase absorbansi sedangkan pH 4,5,6,7,8 terjadi penurunan persentase absorbansi. Penambahan oksidator selama 3 jam menurunkan persentase absorbansi sebesar 16,9 %. Kata kunci : Ekstraksi, senggani, stabilitas, antibakteri
UJI FLUKS MEMBRAN POLISULFON/POLIETILEN GLIKOL/SELULOSA ASETAT DARI NATA DE COCO Intan Syahbanu, Lia Destiarti, Ardita Rusmaningsih,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.343 KB)

Abstract

Membran merupakan salah satu material yang mulai dikembangkan karena kemampuannya dalam proses pemisahan (filtrasi). Salah satu material membran ultrafiltrasi yaitu polisulfon (PSf) dan Selulosa Asetat (CA). Membran PSf bersifat hidrofobik dan sifat mekanik yang baik, namun rentan terhadap fouling sedangkan membran CA bersifat hidrofilik dan tahan terhadap fouling, namun memiliki sifat mekanik yang rendah. Sifat mekanik yang rendah pada membran CA dan masalah fouling  pada membran PSf dapat diperbaiki dengan mencampurkan (blend) PSf dan CA. Selulosa asetat dalam penelitian ini dihasilkan dari sintesis nata de coco. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik nata de coco (selulosa) dan selulosa asetat hasil sintesis serta menentukan pengaruh penambahan selulosa asetat terhadap fluks air, dan morfologi membran. Blend polimer yang digunakan pada pembuatan membran ini terdiri dari polisulfon (PSf), Selulosa asetat (CA), polietilen glikol 400 (PEG400) dan N-metil pirolidon (NMP). Membran PSf/PEG/CA dibuat dengan cara inversi fasa.  Membran yang dihasilkan dikarakterisasi dan kinerja membran ditentukan menggunakan fluks air. CA berhasil disintesis dengan metode asetilasi. Spektrum FTIR menunjukkan karakteristik puncak serapan nata de coco (selulosa) yaitu pada 3335,27 cm-1 (O-H), 2922,33 cm-1 (C-H) dan 1038 cm-1 (C-O) yang menunjukkan adanya ikatan glikosida dan ikatan C-O-C pada cincin selulosa. Karakteristik serapan CA ditandai dari adanya puncak khas karbonil (C=O) pada bilangan gelombang 1742,90 cm-1 dan gugus asetil (C-O) pada bilangan gelombang 1221,76 cm-1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa fluks dengan penambahan CA menghasilkan fluks yang lebih besar dibandingkan tanpa penambahan CA. Kata Kunci : membran, nata de coco, fluks, rejeksi
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN-KAOLIN Titin Anita Zaharah, Lia Destiarti, Yovita Novi,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.975 KB)

Abstract

Membran komposit kitosan dapat digunakan sebagai filter, adsorben ion logam, dan dekolorisasi zat warna. Penelitian ini bertujuan untuk sintesis membran komposit kitosan-kaolin, mengetahui pengaruh penambahan kaolin terhadap gugus fungsi, struktur, dan morfologi membran komposit kitosan-kaolin melalui spektrum Fourier Transform Infra Red dan Scanning Electron Microscope serta pengaruhnya terhadap porositas membran dan kapasitas penyerapan air. Modifikasi kitosan dengan kaolin sebagai membran komposit telah dilakukan dengan variasi massa kitosan dan kaolin yaitu 1:3; 1,5:2,5; 2:2; 2,5:1,5; dan 3:1 (b/b). Berdasarkan hasil analisis FTIR, intensitas serapan terbaik diberikan oleh membran komposit kitosan-kaolin (2:2). Hasil analisis SEM menunjukkan membran komposit kitosan-kaolin  bertekstur rapat, kompak  halus dengan pori yang terlihat kurang jelas. Membran berpori diberikan oleh membran komposit 2,5:1,5 dan 3:1. Pengukuran porositas menginterpretasi  membran komposit (1:3) memiliki nilai tertinggi, dan derajat pengembangan membran tertinggi diberikan oleh membran komposit (2:2). Semakin banyak kaolin yang ditambahkan intensitas serapan gugus fungsi membran semakin kecil, dan membran yang dihasilkan semakin rapat dan kurang berpori. Selain itu, porositas membran cenderung menurun sedangkan derajat pengembangan membran cenderung meningkat. Kata kunci: membran, komposit kitosan-kaolin, porositas, derajat pengembangan
PENGARUH FERMENTASI Rhizopus sp.TERHADAP SENYAWA SESKUITERPENA PADA KAYU GAHARU Aquilaria malaccensis Afghani Jayuska, Andi Hairil Alimuddin, Abdul Jabar,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.75 KB)

Abstract

Gaharu (Aquilaria malaccensis) menghasilkan salah satu produk hutan bukan kayu yang bernilai ekonomi tinggi berupa minyak atsiri dari gubal gaharu. Usaha untuk meningkatkkan produksi dan mutu minyak atsiri gaharu dengan fermentasi telah dilakukan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap senyawa seskuiterpena dari ekstrak n-heksana kayu Gaharu Aquilaria malaccensis Lam. Serbuk kayu sampel dibagi dua, satu bagian sampel difermentasi dengan jamur Rhizopus sp. selama 4x24 jam dan bagian lainnya tidak difermentasi. Selanjutnya setiap bagian sampel diekstrak dengan metanol, n-heksana, dan etil asetat. Ekstrak n-heksana dari setiap bagian kemudian diidentifikasi dengan menggunakan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukkan perbedaan senyawa seskuiterpena sebelum dan setelah fermentasi dimana sebelum fermentasi ditemukan 4 senyawa seskuiterpena yaitu 4-trimethyl-3-(1-methylethenyl)-cyclohexanemethanol, β-guinena, 1,2,3,4,4a,5,6,8a-oktahydro-2-Naphthalenemethanol (Eudesmol), serta α-Cyperone; dan setelah fermentasi ditemukan 6 senyawa baru seskuiterpena yaitu 4,5-di-epi-aristolochene, δ-Selinen, Agarospirol, 4a-trimethyl-8-methylene-2-napthalenemethanol, α-Guaiene, dan Selina-3,11-dien-9-ol sedangkan satu senyawa mengalami peningkatan kelimpahan dari 0,80% menjadi 4,03% yaitu 4-trimethyl-3-(1-methylethenyl)-cyclohexanemethanol.   Kata kunci: Gaharu, Aquilaria malaccensis, Fermentasi, Seskuiterpena
PENGARUH PH TERHADAP ADSORPSI CERIUM (IV) DARI TAILING PETI MENGGUNAKAN KOMPOSIT KITOSAN-KARBON BEADS TERIKAT SILANG GLUTARALDEHID Titin Anita Zaharah, Anis Shofiyani, Rena,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.413 KB)

Abstract

Telah dilakukan adsorpsi logam Cerium dari tailing PETI menggunakan komposit kitosan-karbon beads terikat silang glutaraldehid. Tailing PETI didestruksi menggunakan asam sulfat dimana hasil analisis XRF menunjukkan terdapat logam tanah jarang (LTJ) Cerium (Ce) sebesar 14,298 %. Adsorpsi logam Cerium dilakukan menggunakan komposit kitosan-karbon beads terikat silang glutaraldehid. Karakterisasi komposit tersebut didasarkan pada analisis FTIR dimana pembentukan komposit kitosan-karbon terikat silang glutaraldehid ditunjukkan dengan munculnya pita serapan gugus C=N pada bilangan gelombang 1639,19 cm-1. Analisis SEM dan SAA menunjukkan bahwa komposit memiliki morfologi aglomerat dengan celah-celah pori pada permukaan komposit tersebut dan memiliki luas permukaan sebesar  582,506 m2/g. Optimasi pH larutan umpan cerium melalui proses adsorpsi metode batch dilakukan dengan variasi pH yaitu 0, 1, 2, 3, 5 dan 8. Adsorpsi optimum Cerium terjadi pada pH = 1. Berdasarkan hasil optimasi tersebut logam Cerium yang terdapat dalam konsentrat LTJ berhasil diadsorpsi oleh komposit kitosan-karbon beads terikat silang glutaraldehid dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,333 mg/g. Kata Kunci : tailing PETI, cerium, kitosan-karbon, destruksi, adsorpsi
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA TERPENOID EKSTRAK METANOL AKAR POHON KAYU BUTA-BUTA (Excoecaria agallocha L.) Harlia, Andi Hairil Alimuddin, Fath Dwisari,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.28 KB)

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa terpenoid dari ekstrak metanol akar pohon kayu buta-buta Excoecaria agallocha L. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dan fraksinasi, pemisahan dan pemurnian dengan kromatografi vakum cair dan  kromatografi kolom gravitasi. Identifikasi terpenoid dilakukan dengan kromatografi lapis tipis menggunakan reagen semprot lieberman-buchard. Analisis menggunakan spektrofotometri Fourier Transform-Infra Red terhadap isolat menunjukkan adanya serapan  gugus -OH (3456,44 dan 3410,15 cm-1),  C-H alifatik (2924,09 dan 2862,36 cm-1), C=O (1712,79 cm-1), C=C aromatik (1643,35 dan 1512,19 cm-1), dan C-O (1273,02 dan 1226,73 cm-1). Kata kunci: Excoecaria agallocha L., Isolasi, Karakterisasi, Terpenoid
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA ANTRAQUINON PADA FRAKSI KLOROFORM AKAR KAYU MENGKUDU ( Morinda Citrifolia, L) Andi Hairil Allimudin, Harlia, Gloria Sindora,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.434 KB)

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia, L) merupakan tanaman yang sejak lama digunakan masyarakat sebagai bahan makanan sekaligus pengobatan. Salah satu kandungan kimia yang terdapat pada tanaman mengkudu adalah antrakuinon. Antrakuinon merupakan golongan senyawa turunan kuinon. Pada penelitian ini dilakukan metode ekstraksi dengan cara maserasi terhadap akar kayu tanaman mengkudu menggunakan pelarut metanol. Ekstrak yang diperoleh 2,25%. Ekstrak metanol dipartisi secara berurutan dengan pelarut n-hekasana dan kloroforom yang menghasilkan fraksi n-heksana 0,19%, fraksi kloroform 0,23% dan fraksi metanol 1,43%. Fraksinasi dilakukan lebih lanjut terhadap fraksi kloroform mengunakan metode kromatografi vacum cair (KVC), kromatografi kolom tekan(KKT), dan KLT preparatif. Dari proses fraksinasi diperoleh isolat M.j2 sebesar 2,82 gram. Identifikasi terhadap isolat yang diperoleh dengan cara uji fitokimia menggunakan larutan KOH 10% menunjukan terbentuknya larutan berwarna merah. Hasil diperkuat dengan metode KLT mengunakan reagen semprot KOH 10% menunjukan noda warna merah yang spesipik untuk golongan senyawa antrakuinon.   Kata kunci : tanaman mengkudu, antrakuinon
OPTIMASI UKURAN PARTIKEL, MASSA DAN WAKTU KONTAK KARBON AKTIF BERDASARKAN EFEKTIVITAS ADSORPSI β-KAROTEN PADA CPO Titin Anita Zaharah, Savante Arreneuz, Juli Elmariza
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.1 KB)

Abstract

Telah dilakukan adsorpsi β-karoten pada CPO oleh karbon aktif dari cangkang kelapa sawit. β-karoten merupakan senyawa golongan karotenoid yang banyak terdapat didalam CPO. Namun, pada pengolahan CPO menjadi minyak goreng, β-karoten seringkali dibuang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran partikel, massa, dan waktu kontak optimum berdasarkan efektivitas karbon aktif terhadap adsorpsi β-karoten. Penelitian dimulai dari proses karbonisasi pada suhu 500oC selama 3 jam dan dilanjutkan dengan aktivasi selama 4 jam dengan menggunakan larutan NaOH 2%. Karakterisasi melalui GSA menunjukkan peningkatan luas permukaan adsorben dari 38,350 m2/g menjadi 304,163 m2/g. Proses adsorpsi dilakukan dengan cara mengontakkan karbon aktif dengan CPO menggunakan variasi ukuran partikel, massa dan waktu kontak untuk mengetahui kondisi optimum dalam proses adsorpsi yang dilakukan terhadap karbon aktif ukuran 50, 100, dan 140 mesh. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan, karbon aktif dari cangkang sawit yang optimum adalah dengan ukuran partikel 100 mesh. Massa optimum yang didapatkan adalah 1,0 g pada waktu kontak 0,5 jam dengan efektivitas sebesar 72,53%.   Kata kunci : β-karoten, adsorpsi, cangkang sawit, karbon aktif
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA FLAVONOID FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BATANG DURIAN KLAWING (Durio graveolens Becc.) Puji Ardiningsih, Rudiyansyah, Hana Soraya,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.137 KB)

Abstract

Senyawa flavonoid telah diisolasi dari fraksi etil asetat kulit batang durian klawing (D. graveolens Becc.). Tahapan isolasi senyawa flavonoid adalah ekstraksi, fraksinasi, kromatografi vakum cair (KVC), dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Struktur senyawa ditentukan menggunakan proton nuclear magnetic resonance (1H-NMR) (500 MHz), carbon nuclear magnetic resonance (13C-NMR) (125 MHz), heteronuclear multiple bond correlation (HMBC) dan electro spray ionization-mass spectrometers (ESI-MS). Pergeseran kimia senyawa flavonoid (δH ppm) : 3,92 (3H, s, OCH3); 6,34 (1H, d, J = 2,3 Hz, H-6); 6,54 (1H, d, J = 2,3 Hz, H-8); 7,14 (1H, d, J = 2,1 Hz, H-2’); 6,87 (IH, d, J = 8,4 Hz, H-5’); 6,94 (IH, d, J = 8,2 Hz dan 2,1 Hz, H-6’); 8,12 (2H, 3’-OH dan 4’OH); 8,19 (IH, s, 3-OH); 13,02 (IH, s, 5-OH), pergeseran kimia (δC ppm) : 154,5 (C-2); 124,2 (C-3); 181,7 (C-4); 163,5 (C-5); 98,7 (C-6); 166,6 (C-7); 92,9 (C-8); 158,8 (C-9); 106,7 (C-10); 123,4 (C-1’); 115 (C-2’); 145,6 (C-3’); 56,4 (OCH3); 146,3 (C-4’); 117,1 (C-5’); 121,4 (C-6’), data ESITOFMS memiliki m/z 301,0736 [M + H]+ dan m/z 299,0583 [M - H]-. Berdasarkan kemiripan data spektrum dengan literatur, diketahui bahwa senyawa flavonoid tersebut adalah senyawa luteolin-7-metil eter atau 3’,4’,5-trihidroksi-7-metoksiflavon. Kata Kunci : Luteolin-7-metil eter, fraksi etil asetat, Durio graveolens Becc.

Page 11 of 33 | Total Record : 329