cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KULIT KAYU BATANG NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) YANG TERSALUT KITOSAN-TRIPOLIPOSPAT Titin Anita Zaharah, Puji Ardiningsih, Agus Mauliyani,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.758 KB)

Abstract

Kulit kayu batang nangka berpotensi sebagai sumber antibakteri dan antioksidan, namun senyawa yang berperan dalam memberikan aktivitas farmakologi memiliki kelemahan dalam bentuk ekstrak yaitu waktu simpan yang pendek, rentan terhadap kerusakan sehingga diperlukan enkapsulasi untuk mencegah kerusakan dan memperpanjang masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum proses enkapsulasi dengan metode gelasi ionik serta aktivitas antibakteri dan antioksidan ekstrak kulit kayu batang nangka sebelum dan sesudah tersalut kitosan-TPP. prosedur enkapsulasi dilakukan pada fraksi etil asetat dan kitosan-tripolipospat dengan perbandingan menggunakan metode freeze drying. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumur, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl hydrazil). Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh bahwa fraksi etil asetat dapat menghambat aktivitas bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Salmonella thyphimurium pada rentang konsentrasi 0,078-10 mg/sumur sedangkan enkapsulat A, B dan C hanya mampu menghambat aktivitas bakteri P. aeruginosa  dengan rentang konsentrasi 25-100 mg/sumur. Nilai IC50 aktivitas antioksidan fraksi kulit kayu batang nangka dan enkapsulat B masing-masing sebesar 194,820 ppm (tergolong sedang) dan 490 ppm (tergolong lemah), sedangkan nilai IC50 enkapsulat A dan C masing-masing sebesar 691,202 ppm dan 605,794 ppm (tergolong tidak aktif).Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan kitosan-tripolipospat belum optimal melindungi bahan aktif saat diaplikasikan sebagai sumber antioksidan, namun optimal dalam meningkatkan sifat antibakteri fraksi etil asetat kulit kayu batang nangka. Kata Kunci: Artocarpus heterophyllus Lam., kitosan-TPP, enkapsulasi, antibakteri, antioksidan
BIOAKTIVITAS ANTIRAYAP EKSTRAK KAYU GAHARU BUAYA (Aetoxylon sympetalum) TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes sp) Afghani Jayuska, Muhamad Agus Wibowo, Auditya Meidianto,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.644 KB)

Abstract

Gaharu buaya (Aetoxylon sympetalum) merupakan salah satu tumbuhan endemik kalimantan yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Oleh sebab itu, penelitian yang melaporkan tentang kayu gaharu buaya mengenai komposisi kandungan kimia dan bioaktivitasnya terhadap rayap tanah (Coptotermes sp.) belum banyak ditemukan, sehingga dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap yaitu ekstraksi dan fraksinasi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas anti rayap dengan pengujian dilakukan selama 7 hari dengan variasi konsentrasi 0% (kontrol negatif), 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, 1% (b/v), serta fipronil 0,25% (v/v) (kontrol positif). Ekstrak kasar metanol diperoleh sebesar 342,5283 g (34,3%), terdiri dari ekstrak fraksi n-heksana sebesar 0,6%, ekstrak fraksi kloroform sebesar 54,5% dan ekstrak fraksi metanol sebesar 14,5%. Skrining fitokimia pada ekstrak kayu gaharu buaya menunjukan adanya senyawa golongan alkaloid, flavanoid, steroid, triterpenoid, dan fenolik. Hasil uji bioaktivitas anti rayap menunjukkan fraksi metanol merupakan fraksi memiliki aktivitas anti rayap paling tinggi karena memiliki LC50 paling kecil sebesar 0,025%. Hal ini diduga karena kandungan senyawa golongan flavonoid dan terpenoid yang berperan besar sebagai aktivitas anti rayap. Kata Kunci: anti rayap, bioaktivitas, Coptotermes sp, gaharu buaya, skrining fitokimia
KARAKTERISASI SENYAWA TRITERPENOID DARI DAUN JABON (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) Rudiyansyah, Afghani Jayuska, Rugayah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.12 KB)

Abstract

Penelitian terhadap daun Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) bertujuan untuk menegtahui karate senyawa triterpenoid dari daun Jabon. Penelitian ini dilakukan dengan cara maserasi, uji fitokimia, dan kromatografi. Isolate yang diperoleh seberat 3 mg berbentuk padatan amorf putih. Isolate tersebut dianalisis dengan menggunakan spektrum 1H-NMR. Hasil dari spektrum 1H-NMR (CDCl3, 500 MHz) menunujukkan adanya 7 sinyal metil singlet yang terletak pada pergeseran kimia (ppm) 0,75; 0,77; 0,90; 0,91; 0,98; dan 1,13. Pada pergeseran kimia menunjukkan adanya proton yang terikat pada gugus hidroksi serta pada pergeseran kimia menunjukkan adanya proton olefin. Berdasarkan analisis data 1H-NMR dan perbandingan dengan data 1H-NMR yang telah dilaporkan sesuai literature maka senyawa tersebut dapat diusulkan sebagai asam oleanolat (asam 3-hidoksiolean-12-en-28-oat).   Kata kunci: Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq, asam oleanolat, triterpenoid, kromatografi
PEMBUATAN MEMBRAN SILIKA DARI FLY ASH DAN APLIKASINYA UNTUK MENURUNKAN KADAR COD DAN BOD LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT Titin Anita Zaharah, Nelly Wahyuni, Eka Suprihatin,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.631 KB)

Abstract

Limbah cair kelapa sawit memiliki potensi sebagai pencemar lingkungan karena mengandung polutan organik yang cukup tinggi. Pengolahan limbah cair industri kelapa sawit untuk menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biology Oxygen Demand (BOD), dengan menggunakan membran merupakan cara yang mudah dan efektif. Salah satu bahan dasar untuk pembuatan membran adalah silika yang disintesis dari abu terbang (fly ash) industri kelapa sawit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan membran silika dari abu terbang dengan variasi massa silika yaitu 1 gram, 3 gram, dan 5 gram. Pembuatan membran silika digunakan bahan pendukung yaitu campuran Poly Vinyl Alcohol (PVA) dan Poly Ethylen Glycol (PEG). Morfologi dan ukuran pori membran diamati menggunakan scanning electron microscope (SEM). Proses penurunan kadar COD dan BOD limbah cair kelapa sawit dilakukan dengan melewatkan limbah melalui membran silika yang dibuat. Hasil penurunan kadar COD dilakukan dengan metode refluks tertutup secara titrasi dan kadar BOD dilakukan dengan metode winkler. Hasil yang didapat dari analisis SEM untuk membran dengan massa silika 1 gram memiliki ukuran pori 4,39 μm, membran dengan massa silika 3 gram memiliki ukuran pori 4,08 μm, dan membran dengan massa silika 5 gram memiliki ukuran pori 3,59 μm. Hasil penurunan kadar COD dan BOD yang paling maksimum ditunjukkan oleh membran dengan massa silika 5 gram yaitu sebesar 23,71% untuk COD dan 57,44% untuk BOD Kata kunci: abu terbang (fly ash), silika, limbah cair kelapa sawit, membran
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT POLIANILIN/SILIKA GEL MEMANFAATKAN SUMBER SILIKA DARI LIMBAH KACA Nurlina, Winda Rahmalia, Mas Inda Putrinesia,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.337 KB)

Abstract

Komposit ponlianilin/silika gel telah berhasil disintesis melalui polimerisasi pada suhu rendah  yaitu 5-3OC. Silika gel dipreparasi dari limbah kaca bening menggunakan metode sol-gel. Hasil analisis IR silika gel menunjukan adanya pita serapan pada bilangan gelombang 3397,29 cm-1, 2170,25 cm-1, 1637,74 cm-1 dan 1100 cm1 yang merupakan pita serapan khas silika gel.  Silika gel yang dikompositkan dengan polianilin menyebabkan pergeseran dan kemunculan pita serapan baru pada 2074,57 cm-1,1880,16 cm-1, 1557,96 cm-1, 1307, 04 cm-1, 1054, 89 cm-1 dan 795,28. Hasil XRD silika gel menunjukan adanya difraksi puncak yang melebar pada 2? = 22,95°. Sedangkan hasil XRD komposit menunjukan adanya difraksi puncak yang melebar pada 2? = 22,36o .                          Kata kunci: anilin, komposit, limbah kaca, polimerisasi, silika gel
AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN LADA (Piper nigrum L.) TERHADAP RAYAP Coptotermes sp. Afghani Jayuska, Puji Ardiningsih, Sri Mulyati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.062 KB)

Abstract

Tanaman lada (P. nigrum L.) merupakan tanaman dari famili Piperaceae yang mengandung metabolit sekunder berupa minyak atsiri. Minyak atsiri lada memiliki manfaat sebagai obat, dan insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen penyusun minyak atsiri daun lada (P. nigrum L.) dan  aktivitasnya terhadap rayap Coptotermes sp.. Minyak atsiri daun lada diperoleh menggunakan metode destilasi uap pada suhu 98 selama 4 jam dari daun lada segar sebanyak 11,3 kg. Minyak atsiri yang diperoleh memiliki warna biru kehijauan dengan rendemen 0,073% (w/w). Hasil analisis GC-MS menunjukkan minyak atsiri daun lada mengandung 6 senyawa utama yaitu δ-Elemen 19,39%, Spatulenol 11,77%, γ-Elemen 10,59%, β-Selinen 6,82%, β-Elemen 5,05%, dan Kariofilen 4,27%. Uji aktivitas antirayap minyak atsiri daun lada dilakukan selama 7 hari dengan variasi konsentrasi 0% (kontrol negatif), 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25%, dan 1,5% (v/v), serta fipronil 0,25% (v/v) (kontrol positif). Minyak atsiri memiliki aktivitas yang sangat kuat untuk menyebabkan kematian pada rayap pada konsentrasi 1,25% dan 1,5%. Hasil uji LSD menunjukkan 1,25% merupakan konsentrasi optimum yang menyebabkan mortalitas sebesar 96%. Minyak atsiri daun lada memiliki aktivitas antifeedant yang paling tinggi pada konsentrasi 1,5% dengan pengurangan berat kertas uji sebesar 1,4%. Berdasarkan hasil penelitian, minyak atsiri daun lada dapat digunakan sebagai antirayap terhadap Coptotermes sp.. Kata Kunci: Piper nigrum L., minyak atsiri, destilasi uap, Coptotermes sp.
KARAKTERISASI FLAVONOID DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA) DAN AKTIVITASNYA Ari Widiyantoro, Lia Destiarti, Towiyah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.003 KB)

Abstract

Tanaman andong (Cordyline fruticosa) merupakantanaman hias yang biasa digunakan sebagai obat tradisional seperti obat luka, obat wasir dan perut kembung.Tanaman ini juga telah diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antihelmintik, antiinflamasi dan antifeedant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik flavonoid dari fraksi etil asetat daun tanaman andong (Cordyline fruticosa) dan menentukan aktivitasnya terhadap Plasmodium falciparum. Ekstraksi dan fraksinasi dilakukan untuk memperoleh fraksi dari daun tanaman andong. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa daun tanaman andong mengandung senyawa terpenoid, steroid, flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin. Pemisahan fraksi etil asetat dilakukan dengan kromatografi kolom dan diidentifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis dan IR untuk mendapatkan profil spektrumnya. Aktivitas antimalaria (IC50) ekstrak dan fraksi diuji terhadap Plasmodium falciparum. Karakteristik spektrum UV-Vis dari isolat menunjukkan adanya serapan pada ?maks 308 nm (pita ?), 254 dan 240 nm (pita ??). Berdasarkan data uji fitokimia dan spektrum IR dari isolat FE menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat dalam isolat adalah senyawa golongan flavonoid yang memiliki gugus lakton dengan ?maks (KBr) cm-1 :3251-3132 (O-H), 2941 (C-H alifatik), 1712 (C=O), 1604 (C=O), 1510-1450 (C=C aromatik) dan 1033 (C-O-C). Isolat FE memiliki nilai aktivitas antimalaria terhadap Plasmodium falciparum sebesar 1,23 ?g/mL sehingga bersifat sangat potensialuntuk dikembangkan sebagai obat antimalaria. Kata Kunci : Cordyline fruticosa, Plasmodium falciparum, flavonoid
SINTESIS, KARAKTERISASI DAN APLIKASI KITOSAN DARI CANGKANG UDANG WANGKANG (Penaeus orientalis) SEBAGAI KOAGULAN DALAM MENURUNKAN KADAR BAHAN ORGANIK PADA AIR GAMBUT Titin Anita Zaharah, Harlia, Stefunny,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.119 KB)

Abstract

Udang Wangkang (Penaeus orientalis) merupakan salah satu komoditas udang unggulan di Kalimantan Barat. Umumnya, cangkang udang hanya dibuang sebagai limbah, padahal di dalam cangkang udang mengandung senyawa kitin yang dapat meningkat nilai guna dari cangkang udang. Penelitian ini bertujuan mensintesis kitosan dari kitin cangkang udang wangkang serta diaplikasikan sebagai koagulan untuk menurunkan kadar bahan organik pada air gambut, mengingat daerah Kalimantan Barat yang didominasi oleh perairan gambut. Cangkang udang wangkang mengandung kitin 23,151%, mineral 51,129% dan protein 21,039% yang diperoleh melalui proses demineralisasi, deproteinasi dan deasetilasi. Kitosan dari cangkang udang wangkang memiliki derajat deasetilasi 72,85%, kadar abu 0,55% dan kadar air 9,08%. Hasil karakterisasi kitosan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR menunjukkan adanya gugus –OH str dan N–H str yang saling tumpang-tindih pada bilangan gelombang 3410,15 cm-1, 2877,79 cm-1 (gugus C–H alifatik str), 1597,06 cm-1 (gugus N–H bend), dan 1419,61 cm-1 (gugus  C–H bend), 1257,59 cm-1 (gugus C–N str) dan 1080,14 cm-1 (gugus C–O str). Proses koagulasi bahan organik oleh kitosan dipengaruhi oleh massa dan pH. Kondisi optimum koagulasi dicapai pada massa 7 gram dan pH 3, dengan total penurunan bahan organik sebesar 2959,29 mg/L dan persen penurunan bahan organik sebesar 67,82%. Kata kunci: cangkang udang wangkang, kitosan, koagulasi, bahan organik, air gambut
KARAKTERISASI SENYAWA KLOROFIL PADA DAUN LANGSAT (Lansium domesticum Corr) Andi Hairil Alimuddin, Rudiyansyah, Yulia Sartika,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.439 KB)

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi klorofil pada daun langsat (L. domesticum Corr) pada fraksi etil asetat. Proses isolasi senyawa ini dilakukan dengan metode maserasi dan beberapa teknik kromatografi. Isolat berbentuk pastadengan berat 2 mg dan berwarna hijau. Isolat tersebut dianalisis dengan menggunakan 1H-NMR dan MS. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa pada daun langsat berupa klorofil. Spektrum 1H-NMR dalam CDCl3 menunjukkan adanya sinyal-sinyal proton yang karakteristik dengan senyawa klorofil a yaitu δ 3,49 (3H, multiplet, CH3-1), 6,17 (2H,doublet,CH2-2b), 3,59 (2H, singlet, CH2-4a), 2,33 (2H, multiplet, CH2-7a), 7,71 (1H, broad singlet,CH-2a), 9,53 (1H, singlet,CH-alpha), 9,75 (1H, singlet,CH-beta), 8,71 (1H, singlet,CH-delta) dan 3,91 (3H,doublet,OCH3-10b) . Data MS memprlihatkan adanya  puncak-puncak utama khas dari klorofil yaitu [M+H] 601 dan 861.   Kata Kunci : kromatografi, Lansium domesticum Corr, klorofil a, NMR
KAPASITAS ADSORPSI MAKSIMUM ION Pb(II) OLEH ARANG AKTIF AMPAS KOPI TERAKTIVASI HCl DAN H3PO4 Adhitiyawarman, Anita Imawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.256 KB)

Abstract

Timbal merupakan salah satu logam berat penyebab pencemaran perairan yang beracun dan membahayakan kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi timbal menggunakan arang aktif dari ampas kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kondisi optimum dan kapasitas adsorpsi arang aktif ampas kopi teraktivasi HCl dan H3PO4 terhadap Pb(II). Ampas kopi dikeringkan selama 5 jam pada temperatur 1050 selanjutnya dikarbonisasi pada suhu 6000C selama 4 jam. Arang ampas kopi diaktivasi menggunakan HCl dan H3PO4 0,1 M selama 48 jam dan dilanjutkan dengan pemanasan pada temperatur 1100C selama 3 jam. Kondisi optimum adsorpsi ditentukan berdasarkan pH larutan, waktu kontak dan kecepatan pengadukan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik arang ampas kopi teraktivasi HCl adalah 4,2023% (kadar air), 3,4803% (kadar abu), 302,1308 mg/g (daya serap iodium), 18,3641 mg/g (daya serap metilen biru), 68,0884 m2/g (luas permukaan metilen biru), 573,2924 m2/g (luas permukaan iodin) sedangkan arang aktif teraktivasi H3PO4 sebesar 2,8058% (kadar air), 3,6848% (kadar abu),344,2158 mg/g (daya serap iodium), 18,3195 mg/g (daya serap metilen biru), 67,9228 m2/g (luas permukaan metilen biru),653,1485 m2/g (luas permukaan iodin). Adsorpsi optimum penelitian ini terjadi pada pH 4, waktu kontak 30 menit dan kecepatan pengadukan 60 rpm. Kapasitas adsorpsi maksimum arang aktif ampas kopi teraktivasi HCl dan H3PO4 berturut-turut sebesar 3,3255 mg/g dan 2,609 mg/g. Kata kunci: adsorpsi, aktivasi, ampas kopi, arang aktif,timbal