cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ACTINOMYCETES BERASOSIASI DENGAN SPONS Puji Ardiningsih, Mahdalena,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.772 KB)

Abstract

Penggunaan antibiotika yang kurang tepat pada manusia dapat menjadi penyebab terjadinya resistensi antibiotika dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan eksplorasi sumber senyawa antibakteri baru. Eksplorasi tersebut dilakukan pada perairan Pulau Baru, Bengkayang, Kalimantan Barat. Bakteri yang berasosiasi dengan spons memiliki potensi sebagai penghasil senyawa antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh bakteri Actinomycetes yang berasosiasi dengan spons yang memiliki aktivitas antibakteri dan mengetahui genus dari isolat. Isolat Actinomycetes dilakukan skrining awal menggunakan perpendicular streak method. Isolat yang didapat lalu dibuat ekstrak untuk di uji aktivitas antibakterinya. Ekstrak Actinomycetes PS81 menunjukkan aktivitas antibakteri  terhadap bakteri Escherichia coli, Pseudomonas aeruginasa, Salmonella typhi, Staphylococus aureus dan Vibrio cholerae serta diidentifikasi sebagai Nocardia sp. PS81 Kata Kunci: spons, Actinomycetes, Nocardia, aktivitas antibakteri
POTENSI FRAKSI ETIL ASETAT DARI BUAH MANGGA (Mangifera spp.) SEBAGAI PENGOMPLEKS LOGAM Pb (II) DAN ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDNYA Ari Widiyantoro, Gusrizal, Dzakyyah Sallina Fitri,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.884 KB)

Abstract

Flavonoid banyak ditemukan pada tanaman diantaranya buah-buahan dan sayuran. Mangga merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid memiliki sifat dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam, salah satunya yaitu logam Pb(II). Potensi flavonoid sebagai pengompleks logam Pb(II) belum banyak diteliti, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai karakteristik flavonoid dari buah mangga dan potensi fraksi etil asetatnya sebagai pengompleks logam Pb(II). Identifikasi senyawa flavonoid dari fraksi etil asetat dilakukan dengan analisis spektrofotometer IR dan 1H-NMR serta analisis potensi pengompleks dengan spektrofotometer UV-Vis. Isolat diperoleh sebanyak 4,85 mg berwarna kuning kecoklatan dengan titik leleh 145-147 oC. Identifikasi isolat dengan analisis IR (KBr) menunjukkan serapan gugus –OH, C=O, C-O-C  dan C=C aromatik. Analisis 1H-NMR (DMSO, 400 MHz) menunjukkan H 6,78 ppm (1H, d, J= 8 Hz, H-6), H 7,04 ppm (1H, d, J= 8,4 Hz, H-8), H 7,37 ppm (1H, dd, J= 3; 9 Hz, H-6’), H 7,44 ppm (1H, d, J= 2,8 Hz, H-2’), H 7,55 ppm (1H, d, J= 8,8 Hz, H-5’), dan H 7,71 ppm (1H, t, J= 8 Hz, H-7). Berdasarkan hasil identifikasi tersebut diprediksi senyawa yang diperoleh adalah 5,3’,4’-trihidroksi flavonol. Analisis potensi pengompleks fraksi etil asetat menunjukkan terdapat pergeseran batokromik, sehingga dapat diperkirakan bahwa senyawa flavonoid berperan dalam mengompleks logam Pb(II).  Kata kunci: flavonoid, Mangifera spp, pengompleks, timbal
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA FLAVONOID DARI FRAKSI ETIL ASETAT BATANG TUMBUHAN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) Rudiyansyah, Lia Destiarti, Aisyah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.171 KB)

Abstract

Tumbuhan senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Tumbuhan senggani memiliki bunga majemuk dan buah berwarna merah. Tumbuhan senggani mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, flavonoid dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa flavonoid. Proses isolasi senyawa dilakukan dengan metode ekstraksi, fraksinasi, dan kromatografi. Penelitian ini telah berhasil mengisolasi senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil asetat batang tumbuhan senggani. Isolat pada fraksi 4 diperoleh sebanyak 1,6 mg. Hasil analisis spektrum 1H-NMR terlihat ada dua kelompok pergeseran kimia pada area 1-4 ppm dan 6-8 ppm yang merupakan kumpulan aromatik dari aglikon flavonoid. Berdasarkan spektrum dan uji fitokimia, fraksi 4 diprediksi merupakan senyawa flavonoid.  Kata Kunci: flavonoid, isolasi, karakterisasi, Melastoma malabathricum L.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT B.E2 DAUN TANAMAN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP S. typhimurium DAN S. aureus Puji Ardiningsih, Afghani Jayuska, Masfufah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.745 KB)

Abstract

Sukun  (Artocarpus altilis) merupakan salah satu tanaman penghasil senyawa antibakteri yang dapat dihasilkan bakteri endofit dan banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat indonesia. Daun sukun mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit B.E2 dari daun sukun terhadap kedua bakteri patogen S.typhimurium dan S.aureus serta mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung. Penelitian dimulai dengan produksi metabolit sekunder bakteri endofit B.E2, pengukuran laju pertumbuhan bakteri, uji aktifitas antibakteri menggunakan metode difusi cup-plate technique dan skrining fitokimia. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa isolat B.E2 memiliki aktivitas antibakteri yang termasuk dalam katagori sedang hingga lemah terhadap bakteri patogen S. typhimurium dan bakteri S. aureus dengan menghasilkan zona hambat tertinggi berturut-turut sebesar 7.64 mm pada waktu fermentasi ke-48 jam dan 4.18 mm pada waktu fermentasi ke-30 jam. Hasil uji fitokimia supernatan hasil fermentasi isolat B.E2 menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid dan saponin. Kata kunci: Artocarpus altilis, bakteri endofit, antibakteri
SINTESIS KALSIUM OKSIDA DARI CANGKANG KERANG ALE-ALE (Meretrix meretrix) PADA SUHU KALSINASI 700°C Anis Shofiyani, Intan Syahbanu, Hairunisa,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ale-ale adalah salah satu hewan air jenis mollusca yang berasal dari Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Ale-ale memiliki kandungan kalsium pada bagian cangkangnya, sehingga penelitian ini dilakukan untuk sintesis kalsium oksida dari cangkang kerang ale-ale (Meretrix meretrix) pada temperatur kalsinasi 700°C. Karakteristik kandungan yang terdapat pada cangkang kerang ale-ale dapat diketahui dengan menggunakan analisis X-Ray Fluorescence (XRF) dan  X-Ray Difraction (XRD). Hasil yang ditunjukkan sebelum kalsinasi pada analisis XRF bahwa cangkang kerang memiliki kandungan kalsium terbesar dibandingkan kandungan lainnya yaitu 89,887 %. Hasil dari analisis XRD pada cangkang kerang yang telah dikalsinasi terbentuk mineral CaCO3 dan Ca(OH)2. Intensitas paling tinggi dimiliki oleh CaCO3 pada 2θ : 29,3699; 29,4602; 47,4712. Munculnya mineral Ca(OH)2 dikarenakan CaO mudah terhidrasi oleh udara dan proses pemanasan menyebabkan CaO terdispersi di dalam air membentuk slurry. Munculnya mineral CaCO3 setelah kalsinasi menunjukkan bahwa konversi CaCO3 menjadi CaO belum sempurna. Kata Kunci : Ale-ale, kalsinasi, kalsium
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA TRITERPENOID DARI FRAKSI KLOROFORM KULIT BATANG DURIAN KURA (D. testudinarum Becc.) Puji Ardiningsih, Deny Rudiyansyah
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satu senyawa pentasiklik triterpenoid (senyawa 1) telah diisolasi dari fraksi kloroform ekstrak EtOH kulit batang tumbuhan durian kura (D. testudinarum Becc.). Senyawa 1 berbentuk padatan amorf berwarna putih sebanyak 16,8 mg. Spektrum NMR-1H dari senyawa 1 (CD3OD, 500 MHz) menunjukkan geseran kimia pada dH (ppm): 0,98 (H-23); 0,77 (H-24); 0,92 (H-25); 1,00 (H-26); 1,27 (H-27); 0,96 (H-29); 1,68 (H-30); 7,86 (17-CO2H); 3,48 (3-OH); 5,52 (H-12). Berdasarkan analisis data NMR-1H dan dibandingkan dengan data NMR-1H yang telah dilaporkan dalam literatur, senyawa tersebut dapat diusulkan sebagai asam oleanolat (Asam 3?-Hidroksiolean-12-en-28-oat).
PENGARUH 3-AMINOPROPYLTRIETHOXYSILANE TERHADAP SIFAT DAN MORFOLOGI KOMPOSIT KARET ALAM-SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Berlian Sitorus, Mariana Bara’allo Malino, Riska Oktaviana,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 3-APTES (3-aminopropyltriethoxysilane) terhadap sifat dan morfologi  komposit karet alam berpengisi selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Variasi volume 3-APTES yang ditambahkan yaitu 0%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Standar uji yang digunakan pada uji tarik komposit adalah ISO 37 tipe 2 serta  ISO 289-1 untuk uji viskositas mooney. Berdasarkan hasil uji tarik, komposit dengan penambahan 3-APTES cenderung mengalami peningkatan kekuatan tarik, modulus elastisitas dan perpanjangan putus pada volume 5% 3-APTES. Nilai kekuatan tarik, modulus elastisitas dan perpanjangan putus sebesar 26,25 105 N/m2; 6,14 105 N/m2 dan 328%. Nilai viskositas mooney pada komposit sebelum dan setelah penambahan 3-APTES belum memenuhi standar ISO 289 sebesar 60-70 ML(1+4)100OC. Morfologi komposit berdasarkan hasil SEM menunjukkan bahwa penambahan 3-APTES menunjukkan kecenderungan kompatibilitas yang semakin baik antara filler dan matriks seiring meningkatnya kadar 3-APTES.   Kata kunci: karet alam, komposit, selulosa TKKS, 3-APTES
ANALISIS ASAM AMINO DAN MINERAL ESSENSIAL PADA UBUR UBUR (Aurelia aurita) Nora Idiawati, Warsidah, Wahyu Sulistyowibowo, Titin Anita Zahara,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubur ubur (Aurelia aurita) termasuk sejenis binatang laut dalam kelas Scyphozoa, berbentuk payung berumbai, berbau amis dan gatal apabila tersentuh. Binatang laut ini memiliki asam amino yang bagus sehingga memiliki potensi bahan baku tetapi belum banyak dimanfaatkan. Ubur ubur juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang bernilai tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan jumlah asam amino, mineral essensial yang terdapat pada ubur-ubur. Kadar air dan kadar abu diuji menggunakan metode termogravimetri. Pengujian asam amino menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Pengujian mineral essensial menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil analisis yang dilakukan adalah kadar air 93,88 % dan kadar abu 1,72 %. Kandungan asam amino essensial antara lain arginin 1,58 %, leusin 1,11%, dan lisin 0,83%. Kandungan asam amino non essensial antara lain glisin 3,10%, asam glutamat 2,73%, dan asam aspartat 1,75%. Mineral essensial adalah kalsium (Ca) 0,012 %, fosfor (P) 0,089 %, besi (Fe) 0,010 %, kalium (K) 0,224 %, natrium (Na) 5,76 %, magnesium (Mg) 0,022 %. Kata kunci : Aurelia aurita, asam amino, mineral essensial
ISOLASI DAN KARAKTERISASI PIGMEN BIXIN DARI TANAMAN KESUMBA (Bixa orellana L.) Septiani, Imelda H. Silalahi, Winda Rahmalia, Uray Amira Naselia,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi pigmen bixin dari biji tanaman kesumba (Bixa orellana L.). Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dan purifikasi bixin dengan menggunakan metode flash chromatography. Bixin yang diperoleh dari hasil isolasi memiliki massa 125,5 mg (dengan rendemen hasil sebesar 0,17% terhadap berat kering biji kesumba dan 6,28% terhadap berat ekstrak kasar yang digunakan pada proses isolasi). Karakterisasi bixin menggunakan spektrofotometer UV-Vis menghasilkan tiga puncak serapan pada panjang gelombang 430, 458 dan 487 nm. Hasil yang diperoleh ini sesuai dengan panjang gelombang maksimum yang dihasilkan untuk puncak karakteristik bixin dibandingkan dengan bixin standar. Hasil analisis menggunakan FTIR juga menunjukkan gugus fungsi yang sesuai dengan struktur bixin, yaitu pita pada 3183 cm-1 menunjukkan vibrasi stretching OH, 1689 cm-1 menunjukkan vibrasi stretching untuk C=O karboksilat, 1716 cm-1 menunjukkan vibrasi untuk C=O ester, dan 1161 cm-1 dan 1255 cm-1 menunjukkan vibrasi simetrik dan asimetrik gugus ester C?O?C. Hasil analisis menggunakan KLT menunjukkan penampakan noda tunggal dengan nilai Rf yang sama dengan bixin standar.Kata Kunci : Bixa orellana L., bixin, flash chromatography, spektrofotometri UV-Vis, FTIR
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT BATANG CERIA (Baccaurea hookeri) Adhitiyawarman, Mangasih Pandapotan Panjaitan, Andi Hairil Alimuddin,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit batang Ceria (Baccaurea hookeri) merupakan salah satu bagian tanaman yang berpotensi sebagai sumber senyawa antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan dari kulit batang Ceria. Sampel kulit batang Ceria diekstraksi dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator, kemudian dilakukan uji skrining fitokimia untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak kulit batang Ceria. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung golongan senyawa flavonoid, alkaloid, polifenol dan steroid. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkapan radikal 1,1-difenil-2-pikrilhidrazin (DPPH). Hasil pengujian dengan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 56,47g/mL. Nilai IC50 pada ekstrak metanol tersebut berpotensi kuat untuk antioksidan namun, masih lebih rendah dibanding asam askorbat yang memiliki nilai IC50 sebesar 18,72g/mL. Kata kunci: kulit batang Ceria, DPPH, antioksidan