cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DAN TOKSISITAS DARI EKSTRAK DAUN NANAS KERANG (Rhoeo discolor) Harlia, Muhamad Agus Wibowo, Ratna Pratiwi,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.603 KB)

Abstract

Nanas kerang (Rhoeo discolor) merupakan jenis tanaman hias yang berpotensi sebagai obat. Tanaman ini digunakan oleh masyarakat sebagai bahan pembuatan minuman liang teh yang berperan dalam meredakan panas dalam. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek sitotoksik dan aktivitas antiinflamasi dari daun nanas kerang. Maserasi daun nanas kerangdilakukan dengan menggunakan pelarut metanol, selanjutnya dipartisi dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Berdasarkan hasil uji toksisitas dengan metode BSLT didapatkan nilai LC50 ekstrak kasar , fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi metanol berturut-turut adalah 425,927 ppm; 978,400 ppm; 728,153 ppm; dan 572,277 ppm. Hasil uji aktivitas antiinflamasi dilakukan denganmetode HRBC. Pada konsentrasi 100 µg/mL memiliki nilai %inhibisi berturut-turut, yaitu ekstrak kasar 90,83%; fraksi n-heksan 95,61%; fraksi etil asetat 90,03% dan fraksi metanol 93,82%. Kontrol positif yang digunakan adalah aspirin 100µg/mLdengan nilai persentase stabilitas membran sel darahmerahsebesar 91,60%. Hasil penelitian menujukkan bahwa ekstrak daun nanas kerang bersifat toksik dan memiliki potensi sebagai antiinflamasi. Kata Kunci: antiinflamasi,BSLT, fitokimia, Rhoeo discolor, toksisitas
PREKONSENTRASI TIMBAL (II) PADA AIR SUNGAI KAPUAS MENGGUNAKAN KITOSAN TERIMOBILISASI DITIZON Lia Destiarti, Titin Anita Zaharah, Muslimah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.601 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai prekonsentrasi Pb (II) pada Air Sungai Kapuas dengan kitosan terimobilisasi ditizon. Kandungan ion logam dalam air cenderung memiliki kadar yang sangat rendah (trace metals), sehingga perlu dilakukan teknik tertentu untuk menentukan kadarnya yaitu dengan prekonsentrasi. Teknik prekonsentrasi memerlukan adsorben. Pada penelitian ini digunakan adsorben kitosan terimobilisasi ditizon. Kitosan bead diimobilisasi dengan ditizon untuk meningkatkan selektivitas adsorben dalam menyerap Pb (II). Adsorben yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah (IR). Hasil IR menunjukkan adanya gugus N-H dan S=C yang merupakan karakter ditizon pada bilangan gelombang 1635,01 cm-1 N-H dan 1080,14 cm-1 S=C. Variasi dalam prekonsentrasi meliputi massa adsorben (3, 5 dan 7 gram) dan kecepatan alir (0,5, 1 dan 2 mL/menit). Desorpsi dilakukan dengan menggunakan etilen diamin tetra asetat 0,05 M. Eluat yang mengandung ion logam Pb dianalisis menggunakan spektrofotometer serapan atom. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh massa adsorben maksimum adalah 3 gram dengan faktor pemekatan 1,42 kali dan recovery 35,61%. Disamping itu, diperoleh kecepatan alir maksimum yaitu 0,5 mL/menit dengan faktor pemekatan 2,13 kali dan recovery 53,13%. Aplikasi kondisi prekonsentrasi tersebut pada sampel Air Sungai Kapuas memberikan hasil faktor pemekatan sebesar 0,39 kali dan recovery 9,65%.   Kata kunci: air Sungai Kapuas, kitosan terimobilisasi ditizon, prekonsentrasi, timbal (II)
KARAKTERISASI SENYAWA FLAVONOID DARI FRAKSI ETIL ASETAT BUNGA NUSA INDAH (MUSSAENDA ERYTHROPHYLLA) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIK TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D Ari Widiyantoro, Ressi Susanti, Pitriyana,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.767 KB)

Abstract

Mussaenda erythrophylla merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis termasuk Indonesia. Mussaenda erythrophylla mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, steroid, saponin, alkaloid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi senyawa flavonoid dari Mussaenda erythrophylla dan mengetahui aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D. Hasil uji sitotoksik dari ekstrak dan semua fraksi sampel Mussaenda erythrophylla menunjukkan bahwa aktivitasnya tidak berbeda signifikan. Kemudian fraksi etil asetat dilanjutkan pada tahap pemisahan dan pemurnian. Isolat relatif murni diperoleh sebanyak 17,8 mg berbentuk amorf. Kemurnian isolat diuji menggunakan kromatografi lapis tipis 1 dan 2 dimensi yang menunjukkan adanya noda tunggal dan uji metabolit sekunder yang menunjukkan positif flavonoid. Berdasarkan spektrum Ultraviolet Visible (metanol) diketahui adannya serapan maksimum pada ? 253 nm yang menunjukkan transisi elektronik ???*. Spektrum Infrared (IR) menunjukkan adanya bilangan gelombang (cm-1) : 3433-3100 (OH), 2943 (C-H alifatik ulur), 1450 (cincin aromatik), 1114 (C-O-C ulur) dan 1022 (C-O). Hasil uji sitotoksik isolat diperoleh nilai IC50 sebesar 278,3 ?g/mL. Berdasarkan analisis tersebut, isolat diindikasi merupakan senyawa flavonoid jenis katekin yang memiliki kemampuan sitotoksik kategori sedang terhadap sel kanker payudara T47D. Kata Kunci : Mussaenda erythrophylla, sel kanker payudara T47D dan flavonoid
PENGARUH KEASAMAN TERHADAP STABILITAS PIGMEN CENGKODOK (Melastoma malabathricum), KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn.) SERTA CAMPURAN KEDUANYA Andi Hairil Alimuddin, Afghani Jayuska, Siti Fatimah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.611 KB)

Abstract

Secang (Caesalpinia sappan L.) dan buah cengkodok (Melastoma malabathricum L.) masing-masing berpotensi sebagai pewarna makanan alami. Kedua jenis bahan tersebut memiliki kandungan yang termasuk golongan senyawa flavonoid sehingga memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH (3,4,5) terhadap kestabilan secang, cengkodok, dan campuran. Hasil penelitan diperoleh rendemen kayu secang sebesar 8,071% dan buah cengkodok 62,455%. Kestabilan pigmen cengkodok dan secang diukur menggunakan spektrofotmeter UV-VIS. Persen perubahan absorbansi secang pada pH 3,4 dan 5 berturut-turut adalah 97,3%, 96,91%, 97,69%; absorbansi cengkodok pada pH 3,4 dan 5 berturut-turut 96,54%, 98,91%, 97,63%; Absorbansi S1:C1 pada pH 3,4 dan 5 berturut-turut adalah 98,47%, 98,15%, 98,03%; Absorbansi S1:C2 pada pH 3,4 dan 5 berturut-turut adalah 97,88%; 97,97%; 95,16%; Absorbansi S2:C1 pada pH 3,4 dan 5 berturut-turut adalah 97,96%; 98,53%; 98,57%. Secang stabil pada pH 3,4 dan 5 sedangkan cengkodok stabil pada pH 3, campuran S1:C2 stabil di pH 5, campuran S2:C1 stabil di pH 3.   Kata Kunci: Caesalpinia sappan, Melastoma malabathricum, Stabilitas pH
SENYAWA SITOTOKSIK DARI FRAKSI DIKLOROMETANA DAUN DARUJU (Acanthus ilicifolius Linn.) TERHADAP SEL HeLa Puji Ardiningsih, Ari Widiyantoro, Maria Suhatri,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.312 KB)

Abstract

Uji aktivitas sitotoksik dan karakterisasi senyawa dari fraksi diklorometana telah dilakukan pada daun daruju (Acanthus ilicifolius Linn.) terhadap sel HeLa. Proses isolasi dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi, partisi dan kromatografi. Isolat murni yang diperoleh sebanyak 7,2 mg berbentuk amorf berwarna kehijauan dengan hasil uji fitokimia positif senyawa terpenoid. Berdasarkan uji sitotoksik diketahui bahwa fraksi diklorometana memiliki nilai IC50 140,94µg/mL yang tergolong dalam sitotoksik moderat dan isolat memiliki nilai IC50 88,89 µg/mL yang tergolong dalam sitotoksik potensial. Data 1H-NMR (DMSO, 400 MHz) menunjukkan geseran kimia δ (ppm): 0,60 ; 0,72 (d, J= 4 Hz), 0,90 (s), 0,91 (d, J= 6 Hz), 0,97 (s),  dan 1,82 (bs) untuk proton metil; δH 3,37 (s) untuk proton metin hidroksi; δH 6,55 (d, J= 8 Hz) untuk proton olefin. Berdasarkan analisis data 1H-NMR dan dibandingkan dengan data 1H-NMR yang telah dilaporkan dalam literatur, senyawa tersebut dapat diusulkan sebagai asam 23-hidroksimangiferon.   Kata Kunci: Acanthus ilicifolius, sitotoksik, HeLa, terpenoid
ADSORPSI BESI DAN BAHAN ORGANIK PADA AIR GAMBUT OLEH KARBON AKTIF KULIT DURIAN Titin Anita Zaharah, Rudiyansyah, Risa Arisna,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.05 KB)

Abstract

Keberadaan logam besi dan bahan organik pada air gambut menyebabkan warna merah kecoklatan sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Telah dilakukan penelitian untuk mengurangi kandungan besi dan bahan organik pada air gambut menggunakan adsorben karbon aktif kulit durian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh derajat keasaman (pH) dan waktu kontak terhadap adsorpsi besi dan bahan organik pada air gambut oleh karbon aktif kulit durian teraktivasi KOH 25% b/v. Arang kulit durian diaktivasi menggunakan KOH 25% b/v selama 24 jam dan dilanjutkan dengan pemanasan pada temperatur 110 selama 6 jam. Pada penelitian ini, diperoleh optimasi penurunan konsentrasi Fe (II) di air gambut yaitu pada pH 3 dan watu kontak 90 menit dengan persentase penurunan Fe (II) sebesar 81,61%. Sedangkan optimasi penurunan bahan organik di air gambut diperoleh pada pH 3 dan waktu kontak 15 menit dengan persentase penurunan bahan organik sebesar 9,04%.   Kata kunci : adsorpsi, air gambut, bahan organik, besi, karbon aktif
SINTESIS DAN KARAKTERISASI TiO2/Ti TERDOPING Fe(III) MENGGUNAKAN METODE ANODISASI IN-SITU Anthoni B. Aritonang, Harlia, Reni Fauriani,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.53 KB)

Abstract

Doping menggunakan ion logam pada struktur kisi titanium dioksida (TiO2) dapat dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memperkecil energi celah pita dan menggeser daerah serapan sinar (dari daerah sinar UV ke daerah sinar tampak). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan fotokatalis TiO2/Ti terdoping Fe(III) dan mengetahui karakteristik yang dihasilkan. Pada penelitian ini, fotokatalis TiO2/Ti terdoping Fe(III) telah disintesis menggunakan metode anodisasi in-situ dengan potensial sebesar 40 V, diikuti dengan proses kalsinasi pada suhu 4500C selama 3 jam. Hasil karakterisasi FTIR memberikan serapan pada bilangan gelombang 3399,68 cm-1 (vibrasi ulur gugus fungsi –OH); 685,72 dan 453,29 cm-1 (vibrasi ulur gugus fungsi Ti-O-Ti atau Ti-O), difraktogram XRD menunjukkan struktur berupa fasa anatase dan ukuran kristalit sebesar 124,58 nm dengan jarak antar kisinya sebesar 0,10 nm, sedangkan UV-Vis/DRS menunjukkan pergeseran serapan pada panjang gelombang 426 nm dengan energi celah pita sebesar 2,91 eV. Kata Kunci : anodisasi in-situ, karakterisasi, TiO2/Ti terdoping Fe(III)
SINTESIS DAN KARAKTERISASI TiO2-KAOLIN MENGGUNAKAN METODE SOL GEL Anthoni B. Aritonang, Nurlina, Dewi Fatmawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.821 KB)

Abstract

Sintesis komposit TiO2-kaolin telah dilakukan pada penelitian ini dengan tujuan untuk menjelaskan karakteristik komposit TiO2-kaolin hasil sintesis. Sintesis dilakukan menggunakan metode sol gel dengan TTiP sebagai prekursor Ti. Hasil analisis FT-IR dari TiO2-kaolin menunjukkan vibrasi Ti-O yang  muncul pada bilangan gelombang 652 cm-1 dan vibrasi Si-O-Ti muncul pada kisaran 921 cm-1. Analisis SEM menunjukkan morfologi TiO2-kaolin berbentuk spheric dengan ukuran partikel berkisar antara 22-103 nm. Komposit TiO2-kaolin menunjukkan munculnya karakteristik TiO2 anatase pada 2θ 25,23 (d101) dan 47,93 (d200) yang sesuai dengan standar TiO2 Degussa P.25, sedangkan kaolin muncul pada 2θ 26,61. Nilai band gap TiO2 dari hasil analisis DR-UV sebesar 3,34 eV.  Kata kunci : komposit TiO2-kaolin, nanopartikel, sol-gel
EKSTRAKSI KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DARI BAHAN DASAR CANGKANG KERANG ALE-ALE (Meretrix meretrix) PADA TEMPERATUR KALSINASI 500°C Anis Shofiyani, Muhamad Agus Wibowo, Hariyati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.757 KB)

Abstract

Cangkang kerang mengandung kalsium yang berpotensi sebagai biokeramik yang dapat diperoleh salah satunya dari cangkang kerang ale-ale (Meretrix-meretrix). Ale-ale merupakan salah satu jenis kerang yang masuk dalam kelas bivalvia khas dari kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang biasanya dimanfaatkan masyarakat menjadi olahan makanan dan kerajinan, sedangkan cangkangnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengekstraksi kalsium karbonat (CaCO3) dari cangkang kerang ale-ale dengan proses kalsinasi selama 4 jam pada temperatur kalsinasi 500°C. Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa cangkang kerang ale-ale mengandung kalsium oksida (CaO) sebesar 87%. Hasil difraktogram XRD pada temperatur kalsinasi 500°C menunjukkan fase CaCO3 yang muncul pada 2θ: 29,38°, 29,47°, 47,48°, 48,48° dan 39,38°. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalsium karbonat murni berhasil diekstraksi dari cangkang kerang ale-ale dengan temperatur  kalsinasi 500°C.  Kata Kunci :  cangkang kerang ale-ale (Meretrix meretrix), ekstraksi, kalsium karbonat
SINTESIS CaO DARI CANGKANG KERANG ALE-ALE (Meretrix meretrix) PADA SUHU KALSINASI 900oC Anis Shofiyani, Rudiyansyah, Atika Oktaviana Maisyarah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.082 KB)

Abstract

Ale-ale (Meretrix-meretrix) merupakan jenis kerang dari spesies vertebrata yang banyak terdapat di Kabupaten Ketapang. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis kalsium oksida  dari cangkang kerang ale-ale dengan proses kalsinasi pada suhu 900oC. Karakteristik kandungan yang terdapat pada cangkang kerang ale-ale dapat diketahui dengan menggunakan analisis X-Ray Fluorescence (XRF) dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa cangkang kerang ale-ale mengandung kalsium oksida sebesar 87,138%. Hasil difraktogram XRD pada kalsinasi suhu 900°C menunjukkan adanya mineral CaO yang muncul pada 2θ: 32,22°, 37,36° dan 53,85° dan mineral Ca(OH)2 yang muncul pada 2θ: 17,95°, 28,67° dan 34,20°. Munculnya Ca(OH)2 dikarenakan CaO mudah terhidrasi oleh udara dan proses pemanasan menyebabkan CaO terdispersi di dalam air.Kata Kunci :  ale-ale (Meretrix meretrix), kalsium oksida, dan kalsinasi