cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
BIOTRANSFORMASI LIMONEN DARI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK PONTIANAK MENGGUNAKAN JAMUR RHIZOPUS OLIGOSPORUS DALAM MEDIA AIR KELAPA Afghani Jayuska, Andi Hairil Alimuddin, Sugiantoro,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk Pontianak (Citrus nobilis) merupakan jeruk siam dengan ciri fisik kulitnya tipis  dan  mengkilat. Pemanfaatan jeruk Pontianak hanya meliputi daging buahnya saja sedangkan kulit buahnya menjadi limbah, padahal minyak atsiri kulit jeruk ini mengandung komponen senyawa limonen yang cukup besar (87% - 98%) dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual, namun senyawa limonen dapat diubah menjadi α-terpineol yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi melalui proses bitransformasi menggunakan mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan Rhizopus oligosporus pada biotransformasi minyak atsiri kulit jeruk Pontianak menjadi α-terpineol, serta berapa banyak produk yang dihasilkan. Penelitian ini diawali dengan isolasi minyak atsiri meggunakan metode Steam Destilation, minyak atsiri yang diperoleh dibiotransformasi menggunakan jamur Rhizopus oligosporus dalam media air kelapa. Hasil biotransformasi diekstraksi menggunakan dietil eter, dan dianalisis menggunakan GC-MS. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh adalah 0,97% , dengan komponen utama  berupa limonen yaitu sebesar 87%. Komponen utama hasil biotransformasi minyak atsiri kulit jeruk Pontianak adalah suatu senyawa eter dengan konsentrasi sebesar 78,91%.   Kata kunci: Citrus nobilis, Rhizopus oligosporus, biotransformasi
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ADSORBEN GAS H2S DARI ZEOLIT ALAM Berlian Sitorus, Dian Rahayu Jati, Weni Mandasari,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zeolit alam adalah suatu mineral yang tersusun dari senyawa silika-alumina yang berbentuk kristal. Zeolit memiliki beberapa karakteristik seperti ukuran pori yang seragam serta selektivitas terhadap gas, sehingga baik untuk dimanfaatkan sebagai adsorben. Pada penelitian ini zeolit digunakan sebagai adsorben gas H2S yang berbau seperti telur busuk dan beracun pada konsentrasi tertentu. Adsorpsi gas dilakukan dengan penambahan zeolit alam tanpa dan dengan aktivasi pada variasi ketebalan adsorben yaitu 1, 2 dan 3 cm. Hal ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan adsorpsi zeolit terhadap gas H2S. Zeolit dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction, X-Ray Fluorosence dan Gas Sorption Analyzer. Hasil XRD menunjukkan zeolit alam yang digunakan adalah jenis modernit dengan munculnya puncak khas pada daerah 2θ = 22,43°, 25,73° dan 26,80°. Hasil XRF menunjukkan nilai rasio Si/Al tanpa dan dengan aktivasi meningkat dari 5 menjadi 7. Kemudian hasil analisis GSA menunjukkan luas permukaan, volume total pori dan rerata jari pori meningkat dengan proses aktivasi. Kadar gas H2S diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode metilen biru. Berdasarkan penelitian ini diperoleh efisiensi penyerapan adsorben zeolit alam terhadap gas H2S terbaik adalah zeolit dengan aktivasi, pada variasi ketebalan adsorben 3 cm. Efisiensi penyerapan zeolit pada ketebalan 3 cm sebesar 91,22%. Hal ini dikarenakan zeolit teraktivasi memiliki nilai kapasitas adsorpsi dua kali lebih besar dari zeolit tanpa aktivasi. Kata Kunci : Efisiensi, gas H2S, kapasitas adsorpsi, metode metilen biru, zeolit alam
PENGARUH PENAMBAHAN KARBON AKTIF TERHADAP SIFAT PERMEABILITAS MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN TERIKAT SILANG EPIKLOROHIDRIN Anis Shofiyani, Titin Anita Zaharah, Rudi Gunawan,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan mempunyai ukuran pori yang kecil maka sifat permeabilitas kitosan rendah, sehingga kitosan perlu dikompositkan dengan material yang berpori salah satunya karbon aktif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan karbon aktif terhadap karakteristik membran komposit kitosan-karbon aktif terikat silang epiklorohidrin (ECH). Membran komposit kitosan-karbon aktif dibuat dengan proses pelarutan kitosan membentuk hidrogel, penambahan karbon aktif pada kitosan hidrogel, pencetakan membran dan proses crosslinking dengan ECH. Pengaruh karbon terhadap permeabilitas membran komposit dilakukan dengan melakukan variasi massa kitosan-karbon aktif dengan perbandingan 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 dan 5:5. karakterisasi fisik dan kimia membran dilakukan menggunakan SEM, spektrofotometri FTIR, uji fluks, uji swelling dan stabilitas dalam pelarut asam. Hasil karakterisasi dari SEM menunjukkan permukaan yang homogen pada membran komposit terikat silang dan FTIR menunjukkan terdapat serapan baru pada bilangan gelombang 2300an cm-1 dari gugus C-O-C. Hasil karakterisasi fluks dan derajat swelling menunjukkan hasil yang semakin meningkat dengan bertambahnya variasi massa karbon aktif pada membran komposit terikat silang dengan masing-masing nilai sebesar 165,25, 179,63, 171,66, 175,75, dan 188,83 L.m-2.jam-1 dan 69,59, 68,73, 71,90, 71,13, dan 75,10 % pada berbagai rasio 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 dan 5:5. Hasil karakterisasi stabilitas dalam pelarut asam asetat menunjukkan nilai yang meningkat pada konsentrasi 1%, 2% dan 5%. Kata kunci: membran, kitosan, karbon aktif, permeabilitas
PENENTUAN KINETIKA HIDROLISIS ENZIMATIS DALAM PEMBUATAN BIOETANOL DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Nora Idiawati, Adhitiyawarman, Lucy Arianie, Siti Fathimah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). TKKS dihidrolisis secara enzimatis menggunakan ekstrak kasar enzim selulase dari Trichoderma reesei, kemudian hidrolisat difermentasi menggunakan Sacharomyces cerevisiae sehingga diperoleh bioetanol. Tahap praperlakuan sampel dengan perendaman menggunakan air dan delignifikasi organosolv juga dilakukan untuk mengoptimalkan proses hidrolisis enzimatis. Kinetika hidrolisis ditentukan berdasarkan persamaan Michaelis-menten dengan parameter Vmaks dan Km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses praperlakuan sampel dapat mengoptimalkan proses hidrolisis yang dapat dilihat berdasarkan konsentrasi glukosa yang dihasilkan. Sampel dengan perendaman memiliki konsentrasi glukosa yaitu 445,80 ppm sedangkan kontrol (tanpa perendaman) memiliki konsentrasi glukosa 438,58 ppm. Berdasarkan penelitian, enzim selulase dari Trichoderma reesei memiliki kondisi optimum pH 4,5 ; waktu inkubasi 60 menit ; suhu 600C dengan menghasilkan Vmaks yaitu 0,25 (mg/ml)/menit dan nilai Km yaitu 123,9 mg/ml. Nilai Rt sampel hasil fermentasi pada kondisi optimum adalah 16,03 dan menunjukkan bahwa sampel tersebut merupakan etanol. Nilai rendemen etanol yang dihasilkan sebesar 40,3 % (w/w). Kata kunci : Etanol, Trichoderma reesei, Kinetika Michaelis-Menten, TKKS
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN AKAR BAMBAK (Ipomoea sp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Puji Ardiningsih, Ari Widiyantoro, Sri Kurniati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akar bambak (Ipomea sp.) merupakan tumbuhan liar yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat bisul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun akar bambak terhadap S. aureus dan E. coli, serta mengetahui metabolit sekunder yang terdapat pada daun akar bambak. Ekstrak metanol daun akar bambak dipartisi dan dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur serta uji fitokimia pada sampel yang memiliki aktivitas antibakteri terbaik. Hasil penelitian memperlihatkan daya hambat ekstrak metanol, fraksi metanol dan fraksi etil asetat terhadap E. coli pada konsentrasi 0,2 g/mL secara berturut turut sebesar 10,28; 7,30 dan 7,48 mm, serta terhadap S.aureus secara berturut-turut sebesar 11,48; 7,85 dan 8,05 mm. Sedangkan fraksi n-heksana tidak memperlihatkan adanya aktivitas antibakteri. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun akar bambak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus, dimana ekstrak metanol daun akar bambak memiliki aktivitas penghambatan paling tinggi dibandingkan fraksi metanol dan etil asetat. Berdasarkan hasil uji fitokimia diketahui bahwa ekstrak metanol daun akar bambak mengandung senyawa alkaloid, steroid, polifenol dan flavonoid. Kata kunci: antibakteri, fitokimia, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Ipomea sp.
PENENTUAN PERMSELEKTIVITAS ION Cd(II) PADA MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN-ZEOLIT Nurlina, Anis Shofiyani, Rakhayu Ningrum Pritamawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ion kadmium Cd(II), merupakan pencemar lingkungan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan ekosistem. Penanganan ion kadmium Cd(II) dapat dilakukan dengan menerapkan metode pemisahan menggunakan membran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji  karakteristik fluks dan permselektivitas membran komposit kitosan-zeolit terhadap ion Cd(II). Tahapan metode yang digunakan adalah pembuatan membran komposit, penentuan nilai fluks pada membran dan penentuan permselektivitas pada membran komposit. Hasil karakterisasi membran komposit menggunakan FTIR menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 3448,72 cm-1 dan 1635, 64 cm-1 dari gugus -OH yang khas dari zeolit. Serapan pada bilangan gelombang 1651,07 cm-1 merupakan serapan khas pada kitosan tidak terlihat pada spektra membran komposit. Hal ini diduga  karena banyaknya penambahan zeolit pada membran sehingga gugus -NH tidak terlihat. Morfologi membran komposit 1:2 yang diamati dari difraktogram SEM yaitu memiliki permukaan rata dan memiliki pori-pori yang tertutup. Membran komposit kitosan-zeolit 1:2 menunjukkan nilai fluks yang lebih konstan dan stabil. Membran komposit kitosan-zeolit 1:2 dipilih untuk uji permselektivitas pada ion kadmium Cd(II). Permselektivitas ion kadmium Cd(II) yang paling besar ditunjukkan pada konsentrasi 8 ppm dengan nilai permselektivitas 33,84%.  Kata kunci : membran komposit kitosan zeolit, ion logam Cd(II), koefisien rejeksi
AKTIVITAS ANTI RAYAP EKSTRAK DAUN JERUK BALI (Citrus maxima (Burm.) Merr.) TERHADAP RAYAP TANAH Coptotermes sp. Afghani Jayuska, Harlia, Nur Azizah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat baik dalam bidang pangan, pengobatan maupun sebagai pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat anti rayap ekstrak daun jeruk bali yang diuji terhadap rayap tanah Coptotermes sp.,serta menentukan senyawa yang diduga berperan aktif sebagai anti rayap. Penelitian ini dibagi atas tiga tahapan, yaitu ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas anti rayap. Hasil skrining fitokimia menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk bali mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenolik, steroid, triterpenoid, dan saponin. Uji aktivitas anti rayap dilakukan dengan metode umpan paksa. Ekstrak yang menyebabkan kematian rayap paling tinggi dengan pengurangan berat kertas umpan paling kecil berturut-turut adalah fraksi metanol (LC50 0,248%), fraksi n-heksana (LC50 0,567%), ekstrak metanol (L C50 1,249%), dan fraksi etil asetat (LC50 2,805%). Senyawa golongan fenolik dan saponin yang terdapat di dalam fraksi metanol diduga berperan aktif sebagai anti rayap. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jeruk bali memiliki aktivitas anti rayap terhadap rayap tanah Coptotermes sp.. Kata Kunci: anti rayap, Coptotermes sp., Citrus maxima (Burm.) Merr., skrining fitokimia
PERBANDINGAN METODA KURVA KALIBRASI DAN METODA ADISI STANDAR PADA PENGUKURAN MERKURI DALAM AIR YANG MEMILIKI KANDUNGAN SENYAWA ORGANIK TINGGI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Suriansyah, Agung
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Sungai Kapuas mengandung senyawa organik yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan sekitar seperti lahan gambut yang ada di kota Pontianak. Selain itu diduga air Sungai Kapuas dicemari senyawa merkuri akibat kegiatan PETI. Keberadaan senyawa organik (matrik) yang terdapat dalam air Sungai Kapuas dapat mengikat kuat senyawa merkuri sehingga dapat mempengaruhi pengukuran kadar merkuri dalam air dengan metoda kalibrasi standar. Metoda adisi standar merupakan salah satu solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan metoda adisi standar dengan metoda kalibrasi standar dalam pengukuran merkuri dalam air yang memiliki kandungan senyawa organik tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metoda tersebut dalam penentuan kadar merkuri, dimana metoda adisi standar dapat dikatakan lebih baik daripada metoda kalibrasi standar. Menurut persamaan Horwitz presisi dari kedua metoda tersebut dapat dikatakan baik karena memberikan %KV sebesar 13,81% pada metoda adisi standar dan 6,53% pada kalibrasi standar. Nilai LOD pada kalibrasi standar sebesar 0,01098 ppb dan nilai LOQ sebesar 0,03268 ppb. Kata kunci : merkuri, metoda kalibrasi standar, metoda adisi standar.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI LADA HITAM (Piper nigrum L.) ASAL SAJINGAN KALIMANTAN BARAT Afghani Jayuska, Andi Hairil Alimuddin, Rini Anggraini,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lada hitam (Piper nigrum L.) asal Sajingan Kalimantan Barat merupakan rempah yang berpotensi untuk dikembangkan, salah satu kandungan kimianya adalah minyak atsiri. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengisolasi minyak atsiri lada hitam menggunakan metode distilasi uap, menganalisis komponen senyawa kimianya menggunakan GC-MS dan mengkarakterisasinya menggunakan parameter warna, berat jenis, indeks bias, putaran optik dan kelarutan dalam etanol sesuai standar ISO 3061:2008. Hasil isolasi diperoleh minyak atsiri lada hitam sebanyak 28 mL, rendemennya 1,27%. Hasil pengujian diperoleh warna agak kehijauan; berat jenis 0,887; kelarutan dalam etanol 95% (1:3); indeks bias 1,4857;  putaran optik -12,30°. Hasil analisis menggunakan GC-MS diperoleh 31 senyawa kimia yang terdeteksi. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 3 komponen utama senyawa kimia terbesar yaitu: delta-3-carene (13,51%); limonene (18,20%) dan trans-caryophellene (23,77%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik minyak atsiri lada hitam untuk parameter warna, indeks bias, putaran optik dan kelarutan dalam etanol memenuhi standar, sedangkan berat jenisnya mendekati nilai standar. Kata Kunci : GC-MS, lada hitam, minyak atsiri, Piper nigrum L
SINTESIS ZEOLIT A DENGAN VARIASI SUMBER SILIKA DAN ALUMINA Lia Destiarti, Nelly Wahyuni, Ahmad Yani
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zeolit A dapat digunakan sebagai adsorben, katalis, membran, maupun penukar ion. Zeolit A sebagai penukar ion memiliki kapasitas tukar kation yang besar sehingga dapat digunakan untuk mengurangi pencemaran kadar logam di lingkungan. Dengan besarnya fungsi dari zeolit A, maka penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mensintesis zeolit A sintetis dengan variasi sumber silika dan alumina. Sumber silika dan alumina yang digunakan adalah dari kaolin Capkala dan dari lumpur PDAM Kota Pontianak. Sintesis dilakukan dengan mereaksikan kandungan silika dan alumina pada kaolin Capkala dan lumpur PDAM Kota Pontianak dengan NaOH melalui proses hidrotermal. Karakterisasi produk sintesis dilakukan dengan menggunakan analisis X-Ray Diffraction (XRD), X-Ray Fluoresence (XRF), dan uji kapasitas penukar kation (KTK). Berdasarkan difraktogram sinar-X dari produk sintesis zeolit A menunjukkan adanya puncak-puncak khas dari zeolit A standar pada 2?=23,960; 27,080; 29,910; dan 34,150. Rasio Si/Al dari zeolit A sintetis hasil analisis XRF mempengaruhi besarnya kapasitas tukar kation. Uji kapasitas tukar kation dari kaolin Capkala sebagai sumber silika dan alumina adalah sebesar 145,17 cmol+/kg, sedangkan uji kapasitas tukar kation dari lumpur PDAM sebagai sumber silika dan alumina adalah sebesar 219,82 cmol+/kg.