cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FENOL FRAKSI ETIL ASETAT BUAH PALASU (Mangifera caesia Jack) Afghani Jayuska, Puji Ardiningsih, Risa Nofiani, Yessue Van Genetio Paulinus,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.583 KB)

Abstract

Buah palasu (Mangifera caesia Jack) diketahui memiliki aktivitas antioksidan berdasarkan uji kualitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan total fenol fraksi etil asetat buah palasu. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan penentuan kandungan total fenol fraksi dilakukan dengan metode Follin-Ciocalteau. Nilai IC50 fraksi etil asetat buah palasu diperoleh sebesar 170,63 mg/L. Total fenol fraksi etil asetat dari buah palasu sebesar 0,01952 mg/gr ekivalen asam tanat. Hasil ini menunjukkan bahwa buah palasu berpotensi sebagai sumber antioksidan.   Kata Kunci : Palasu, antioksidan, total fenol
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL KONDUKTIF FILM KOMPOSIT POLIPIROL (PPy)/SELULOSA BAKTERI Intan Syahbanu, Harlia, M. Irvan Maulana,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.167 KB)

Abstract

Polimer konduktif merupakan material yang mulai dikembangkan karena kemampuannya dalam hal menghasilkan energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik selulosa bakteri dan film komposit PPy/selulosa bakteri serta menentukan nilai konduktivitas komposit PPy/selulosa bakteri untuk masing-masing waktu polimerisasi. Film komposit PPy/selulosa bakteri berhasil disintesis secara in situ menggunakan metode polimerisasi kimia, dengan variasi waktu polimerisasi yaitu 2 jam, 4 jam, 6 jam, 24 jam dan 48 jam melalui proses swelling serta penambahan dopan HCl dan inisiator FeCl3.6H2O. Spektrum FTIR menunjukkan karakteristik puncak serapan selulosa bakteri yaitu pada 3394,83 cm-1 (O-H), 2920,32 cm-1 (C-H) dan 1058,96 (C-O-C). Karakteristik serapan absorpsi oleh film komposit PPy/selulosa bakteri muncul pada bilangan gelombang 3423,76 cm-1 (N-H), 1548,89 cm-1 (C=C), 1452,45 cm-1 (C-N) dan 1168,90 cm-1 (C-C). Berdasarkan hasil voltamogram siklik, pada film komposit PPy/selulosa bakteri dapat terjadi reversibilitas transfer elektron yang terlihat dari munculnya arus reduksi dan oksidasi pada rentang potensial -1V hingga +1V. Film komposit PPy/selulosa bakteri untuk masing-masing waktu polimerisasi 2 jam, 4 jam, 6 jam, 24 jam dan 48 jam menghasilkan nilai konduktivitas berturut-turut sebesar 1,07x10-5 S/cm, 6,29x10-6 S/cm, 6,93x10-6 S/cm, 7,01x10-6 S/cm dan 6,04x10-6 S/cm. Hasil EIS tersebut menunjukkan bahwa nilai konduktivitas tertinggi dihasilkan oleh komposit PPy/selulosa bakteri dengan waktu polimerisasi 2 jam. Kata Kunci: komposit, polipirol, selulosa bakteri, in situ, swelling
KARAKTERISASI SENYAWA STEROID DARI FRAKSI DIKLOROMETANA BUNGA NUSA INDAH (Mussaenda erythtopylla) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Ari Widiyantoro, Puji Ardiningsih, Devi Haryati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.45 KB)

Abstract

Bunga Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) merupakan salah satu tanaman  yang tumbuh di daerah tropis dan digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai diuretik, antipologis, antipiretik dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakter senyawa steroid dari fraksi diklorometana bunga nusa indah dan aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker payudara MCF-7. Penelitian ini meliputi beberapa metode yaitu ekstraksi dan fraksinasi hingga dilakukan pemisahan dan pemurnian senyawa steroid. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa bunga nusa indah (Mussaenda erythrophylla) mengandung senyawa terpenoid, steroid, flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin. Isolat FD1 yang diperoleh dilakukan analisis dengan menggunakan spektroskopi UV-Vis dan IR, serta di lakukan uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dengan menggunakan metode MTT essay. Hasil analisis UV-Vis menunjukan bahwa isolat FD1 memiliki nilai absorbansi maksimum pada panjang gelombang 276 nm, dan 224 nm. Spektrum IR isolat FD1 menunjukan serapan pada bilangan gelombang 3382; 2923-2850; dan 1461 cm- . Isolat FD1 memiliki aktivitas sitotoksik yang tergolong potensial karena memiliki nilai IC50 sebesar 74,63 g/mL. Kata kunci: Mussaenda erythrophylla, steroid, sel kanker payudara MCF-7
ISOLASI SENYAWA ALKALOID DARI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG TUMBUHAN PELIR KAMBING (T. macrocarpa Jack) Andi Hairil Alimuddin, Rudiyansyah, Muhammad,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.712 KB)

Abstract

Tumbuhan Pelir Kambing (T. macrocarpa Jack) merupakan salah satu spesies dari genus Tabernaemontana dari famili Apocynaceae Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa alkaloid dari ekstrak metanol kulit batang tumbuhan Pelir Kambing (T. macrocarpa Jack). Penelitian diawali dengan ekstraksi kulit batang dengan metode  maserasi menggunakan pelarut metanol, dipartisi dengan n-heksan dan etil asetat. Ekstrak dan fraksi yang diperoleh dilakukan uji fitokimia, kemudian  diisolasi terhadap senyawa target golongan alkaloid menggunakan teknik kromatografi.  Hasil uji fitokimia  menunjukkan bahwa ekstrak kasar kulit batang tumbuhan pelir kambing (T. macrocarpa Jack) mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan terpenoid/steroid dan fraksi yang mengandung senyawa golongan alkaloid yaitu fraksi metanol. Proses isolasi terhadap fraksi metanol dengan metode KVC, KKT KLT preparatif, dan KLT 2 dimensi , diperoleh isolat murni sebesar 0,7 mg dan mengandung senyawa golongan alkaloid. Kata kunci: pelir kambing (T. macrocarpa Jack), alkaloid, isolasi
ADSORPSI ION LOGAM Zn (II) MENGGUNAKAN BIOMASSA Chlorella sp. YANG DIIMOBILISASI PADA SILIKA GEL Nelly Wahyuni, Titin Anita Zaharah, Fitri Anggrenistia,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.108 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai adsorpsi ion logam seng (II) menggunakan adsorben biomassa Chlorella sp. yang diimobilisasi pada silika gel. Adsorben yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah (IR). Spektrum IR menunjukkan adanya ikatan pada Chlorella sp. imobilisasi, terlihat pada bilangan gelombang 3448,72 cm-1 merupakan gugus O-H dari Si-OH, bilangan gelombang 1635,64 cm-1 merupakan gugus C=O dan bilangan gelombang 1087,85 cm-1 yang merupakan gugus Si-O-Si. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi, seperti pengaruh pH sistem, waktu adsorpsi, dan konsentrasi awal seng (II). Kadar seng (II) hasil adsorpsi diukur dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum adsorpsi terjadi pada pH 6 dengan waktu kontak optimum 30 menit. Kapasitas adsorpsi maksimum biomassa Chlorella sp. imobilisasi menurut isoterm Freundlich sebesar 9,332 mg/g. Kata kunci: adsorpsi, Chlorella sp., imobilisasi, seng (II), silika gel
SENYAWA ANTIINFLAMASI DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN DARUJU (Acanthus ilicifolius) TERHADAP UDEM KAKI MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Ari Widiyantoro, Lia Destiarti, Army Novia Yanuarini,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.229 KB)

Abstract

Telah dilakukan  penelitian tentang senyawa antiinflamasi dari fraksi etil asetat daun daruju (Acanthus ilicifolius) terhadap udem kaki mencit (Mus musculus) yang diinduksi karagenan melalui beberapa tahapan yaitu isolasi, karakterisasi dan uji antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas senyawa antiinflamasi dari fraksi etil asetat daun daruju terhadap udem kaki mencit yang diinduksi karagenan, dan menentukan karakter senyawa antiinflamasi tersebut. Hasil isolasi fraksi etil asetat daun daruju diperoleh isolat fenolik sebanyak 7,2 mg yang memiliki sifat  fisik bewarna kuning kehijauan dan titik leleh 287-291oC. Ekstrak, masing-masing fraksi, dan isolat dilakukan uji antiinflamasi terhadap kaki mencit yang disuntikan secara subkutan dengan karagenan 1%. Hasil penelitian menunjukan isolat dan fraksi etil asetat lebih efektif menurunkan udem dibandingkan dengan hasil uji lainnya, pada dosis 1,5 mg/kgBB, dengan persen udem pada jam ketiga yaitu isolat 52,7%, dan fraksi etil asetat 41,7%. Analisis spektrofotometer UV-VIS diperoleh serapan maksimum 284 dan 350 nm yang menunjukan adanya transisi elektronik π→π*; π→π* dan n→π*. Setelah penambahan pereaksi NaOH terjadi pergeseran panjang gelombang lebih tinggi dari 204 nm ke 210 nm, pada panjang gelombang maksimum juga terlihat adanya pita I dan pita II yang merupakan karakteristik golongan senyawa flavonoid. Berdasarkan uji metabolit sekunder menunjukkan adanya flavonoid dengan cerium sulfat dan fenolik dengan FeCl3.  Kata kunci : Acanthus ilicifolius daun, mencit, antiinflamasi, udem
AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF DAN NEGATIF DARI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN NIPAH (Nypa fruticans Wurmb.) ASAL PESISIR SUNGAI KAKAP KALIMANTAN BARAT Puji Ardiningsih, Nurlina, Yulianti Lestari,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.858 KB)

Abstract

Secara empiris Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) telah digunakan sebagai obat sakit gigi, sariawan dan diare. Aktivitas farmakologi Nipah tersebut berkaitan dengan kandungan senyawa metabolit sekunder Nipah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak dan fraksi daun Nipah, serta aktivitas antibakteri Eschericia coli dan Bacillus cereus. Kandungan metabolit sekunder daun Nipah diketahui dari uji fitokimia. Ekstrak dan fraksi metanol, etil asetat dan n-heksana menunjukkan aktivitas antibakteri pada bakteri E. coli dan B. cereus dengan metode difusi sumuran (Well). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun Nipah mengandung senyawa golongan polifenol, flavonoid, triterpenoid/ steroid, saponin dan alkaloid; fraksi metanol mengandung polifenol, flavonoid, saponin dan alkaloid; fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana mengandung triterpenoid/ steroid. Aktivitas antibakteri E. coli oleh fraksi etil asetat ditunjukkan dari diameter zona hambat (dalam satuan mm) berdasarkan variasi konsentrasi etil asetat yang digunakan adalah sebagai berikut 9,387 (1000 ppm); 8,275 (500 ppm); 8,487 (250 ppm); 6,662 (125 ppm); 7,462 mm (62,5 ppm); dari fraksi n-heksana sebesar 9,012 (1000 ppm); 8,825 (500 ppm); 8,512 (250 ppm). Diameter zona hambat yang menunjukkan aktivitas antibakteri B. cereus oleh variasi konsentrasi fraksi etil asetat sebesar 9,512 (1000 ppm); 8,075 (500 ppm); 7,875 (250 ppm); dari fraksi n-heksana sebesar 11,250 (1000 ppm); 10,650 (500 ppm); 9,487 (250 ppm); 8,625 (125 ppm). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa fraksi etil asetat dan n-heksana daun Nipah dengan konsentrasi 1000 ppm dapat menghambat bakteri B. cereus.   Kata kunci:     aktivitas antibakteri, metabolit sekunder, Nypa fruticans Wurmb, E. coli, B. cereus
EKSTRAKSI GELATIN PADA TULANG IKAN BELIDA (Chitala lopis) DENGAN PROSES PERLAKUAN ASAM KLORIDA Nora Idiawati, Muhamad Agus Wibowo, Endang Mahmuda,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.141 KB)

Abstract

Limbah tulang ikan belida yang belum dimanfaatkan secara optimal, melainkan dagingnya saja yang hanya dimanfaatkan untuk produksi kerupuk ikan, bakso ikan maupun daging giling dapat menjadi salah satu alternatif bahan baku untuk pembuatan gelatin. Tulang ikan direndam dalam variasi konsentrasi  HCl selama 48 jam hingga menjadi ossein, selanjutnya diekstraksi pada suhu 80oC selama 6 jam kemudian dikeringkan. Rendemen gelatin yang dihasilkan dari masing-masing konsentrasi HCl 1%, 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% berturut-turut adalah 0,57%; 2,17%; 3,85%; 5,99%; 8,8%; dan 8,56%. Hasil rendemen gelatin yang optimal diketahui pada konsentrasi HCl 5%. Berdasarkan karakterisasi analisa spektrum FTIR gelatin tulang ikan belida mengalami kemiripan dengan gelatin komersial. Hasil analisa proksimat gelatin tulang ikan belida yang meliputi nilai kadar air yaitu 6,14%, nilai kadar abu  yaitu 2,81%, nilai kadar protein yaitu 77,92%, dan nilai kadar lemak yaitu 1,69%. Hasil analisa fisiko-kimia gelatin tulang ikan belida yang meliputi nilai kekuatan gel yaitu 151,45 g bloom, nilai viskositas yaitu 3,45 cPs, nilai pH yaitu 5,15, nilai titik leleh yaitu 28,5oC, dan nilai titik gel yaitu 8oC. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa produk ini merupakan gelatin dan memenuhi standar mutu gelatin.  Kata kunci : gelatin, tulang ikan belida (Chitala lopis), proses asam, karakterisasi
AKTIVITAS SITOTOKSIK DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK BATANG KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) Harlia, Andi Hairil Alimuddin, Erika Juniar,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.155 KB)

Abstract

Tumbuhan karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) secara tradisional sering digunakan sebagai obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dan antioksidan ekstrak batang tumbuhan karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk). Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas sitotoksiknya secara Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), sedangkan untuk aktivitas antioksidannya digunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl(DPPH). Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50 ekstrak kental metanol batang karamunting adalah 4,55 ppm, fraksi metanol 5,11 ppm, fraksi etil asetat 4,82 ppm dan fraksi n-heksana 3,41 ppm. Fraksi n-heksana menunjukkan aktivitas sitotoksik yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak metanol dan fraksi laninnya. Hasil pengukuran aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak kental metanol batang karamunting sebesar 18,97 ppm, fraksi metanol 24,23 ppm, fraksi etil asetat 28,83 ppm, fraksi n-heksana 114,17 ppm. Ekstrak kental metanol, fraksi metanol dan fraksi etil asetat batang karamunting memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat sedangkan fraksi n-heksana memiliki sifat antioksidan sedang. Kata Kunci: antioksidan, Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk, sitotoksik, 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH)
SINTESIS DAN KARAKTERISASI TiO2/Ti NANOTUBE MENGGUNAKAN METODE ANODISASI Anthoni B. Aritonang, Intan Syahbanu, Eva Frasnawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.782 KB)

Abstract

Semikonduktor TiO2 telah disintesis dengan metode anodisasi menggunakan  foil Ti sebagai prekursor dan sekaligus sebagai matriks dengan menggunakan tegangan potensial sebesar 40 volt dan diikuti proses kalsinasi dengan suhu 450ºC selama 3 jam. Berdasarkan hasil karakterisasi FT-IR menunjukkan adanya serapan bilangan gelombang 457,149 cm-1 dan 796,64 cm-1 yang merupakan vibrasi dari Ti-O. Analisis permukaan dengan metode SEM memperlihatkan TiO2/Ti yang didapatkan memiliki morfologi nanotube dengan diameter berkisar 10-45 nm. Pengukuran difraktogram dengan metode XRD menunjukkan TiO2/Ti nanotube memiliki fasa anatase dengan nilai band gap sebesar 3,26 eV.  Kata kunci : anodisasi, nanotube, TiO2

Page 6 of 33 | Total Record : 329