cover
Contact Name
Rikha Widiaratih
Contact Email
ijoce@live.undip.ac.id
Phone
+6281310097666
Journal Mail Official
ijoce@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27148726     DOI : -
Indonesian Journal of Oceanography is published by Department of Oceanography, Universitas Diponegoro. The Indonesian Journal of Oceanography is published four times a year in February, May, August and November containing research articles and literature review on Oceanography and Marine aspects in general. Indonesian Journal of Oceanography (IJOCE) encourages submission of manuscripts dealing with all research papers and review on all aspects of oceanography, coastal management, marine science, marine biology, marine conservation, marine ecology, marine microbiology, marine culture, marine geology, air and ocean dynamics, estuary, renewable energy, disaster mitigation, ocean technology, ocean and coastal resources, ocean satellite, ocean remote sensing, other ocean topics.
Articles 286 Documents
Analisis Batimetri untuk Evaluasi Pendangkalan di Kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Kota Pekalongan Alvaro Theondra Undap; Alfi Satriadi; Sugeng Widada
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.19878

Abstract

Kolam Pelabuhan Perikanan Pekalongan Nusantara merupakan salah satu infrastruktur penting di sektor perikanan yang berfungsi sebagai tempat sandar kapal yang akan memuat dan membongkar ikan. Seiring berjalannya waktu, kolam pelabuhan tersebut mengalami masalah pendangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi morfologi dan mengevaluasi pendangkalan yang berkaitan dengan keselamatan kapal. Metode yang digunakan adalah kondensasi, penggambaran morfologi, dan analisis kesesuaian kedalaman kapal. Data yang digunakan terdiri dari data pengeboran tahun 2022, data kedalaman kapal, dan data ketinggian pasang surut yang diperoleh dari BIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan memiliki kedalaman terendah 0,54 meter dan kedalaman tertinggi 2.982 meter. Secara keseluruhan, persentase kemiringan dasar laut rata-rata di Kolam Pelabuhan Perikanan Pekalongan Nusantara sekitar 3,332%, yang menunjukkan bahwa kolam pelabuhan ini memiliki kemiringan dasar laut yang landai. Berdasarkan rencana kedalaman, kapal yang diperbolehkan masuk ke pelabuhan adalah kapal dengan kedalaman maksimum 3,068 meter. Oleh karena itu, perencanaan pengerukan diperlukan untuk menjaga kedalaman kolam pelabuhan agar tetap aman bagi kapal.
Studi Pengaruh Indian Ocean Dipole Terhadap Karakteristik Massa Air Laut di Perairan Barat Sumatera Marito Gracia Lumban Gaol; Anindya Wirasatriya; Indra Budi Prasetyawan
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.30641

Abstract

Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena interaksi laut-atmosfer di Samudera Hindia yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi oseanografi regional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fase IOD terhadap karakteristik massa air di Perairan Barat Sumatera menggunakan metode kuantitatif dan deskriptif. Data suhu, salinitas, dan kedalaman diperoleh dari World Ocean Database periode 2019–2024, kemudian dianalisis melalui diagram T-S (Temperature-Salinity) yang dikombinasikan dengan data IOD dan Sea Level Anomaly (SLA) untuk mengidentifikasi fenomena upwelling dan downwelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase positif IOD meningkatkan salinitas dengan karakteristik South Indian Central Water (SICW) sekitar 35,4 psu, disertai upwelling yang ditandai nilai SLA negatif (−0,23 m). Sebaliknya, fase negatif IOD menurunkan salinitas dengan karakteristik Indonesian Upper Water (IUW) sekitar 34,4 psu, disertai downwelling dengan SLA positif (+0,22 m). Berdasarkan diagram T-S, teridentifikasi tujuh massa air, yakni empat pada lapisan upper water: Bengal Bay Water (BBW), Indian Equatorial Water (IEW), Indonesian Upper Water (IUW), dan South Indian Central Water (SICW); serta tiga pada lapisan intermediate water: Antarctic Intermediate Water (AIW), Indonesian Intermediate Water (IIW), dan Red Sea Persian Gulf Intermediate Water (RSPGW). Penelitian ini memberikan pemahaman tentang dinamika massa air yang dipengaruhi variabilitas iklim IOD dan dapat menjadi dasar prediksi kondisi oseanografi, pengelolaan sumber daya kelautan, serta penentuan daerah penangkapan ikan di wilayah tersebut.
Pengaruh ENSO dan IOD Terhadap Variabilitas Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a di Laut Sawu Ajeng Maharani Putri Ardiana; Lilik Maslukah; Yusuf Jati Wijaya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.30352

Abstract

Laut Sawu merupakan salah satu perairan di Indonesia yang memiliki karakteristik oseanografi kompleks karena dipengaruhi oleh sistem angin muson dan fenomena iklim global. Variabilitas iklim El-Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berpengaruh terhadap perubahan suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabilitas SPL, klorofil-a, dan angin, serta menganalisis pengaruh ENSO dan IOD terhadap variabilitas SPL dan klorofil-a di Laut Sawu. Data yang digunakan meliputi SPL dari OSTIA, klorofil-a dari OC-CCI, angin dari ASCAT, indeks ONI sebagai indikator ENSO, dan indeks DMI sebagai indikator IOD selama periode 2015–2024. Analisis dilakukan menggunakan metode komposit, korelasi Pearson, dan interpretasi spasial berdasarkan peta anomali bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPL tertinggi terjadi pada musim barat (Desember–Februari) dan terendah pada musim timur (Juni-Agustus), sedangkan klorofil-a menunjukkan pola sebaliknya. Pada fase El-Niño dan IOD positif, terjadi pendinginan SPL antara -0,8°C hingga -1,5°C dan peningkatan klorofil-a sebesar +0,2 hingga +0,4 mg/m³. Sebaliknya, pada fase La-Niña dan IOD negatif terjadi pemanasan SPL dan penurunan klorofil-a. Hasil korelasi menunjukkan bahwa IOD memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan ENSO terhadap variabilitas SPL dan klorofil-a di Laut Sawu.
Evaluating The Accuracy of Gridded Sea Surface Temperature Datasets in Central Java Iis Widya Harmoko; Muhammad Zainuri; Anindya Wirasatriya; Supari Supari
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.31390

Abstract

This study evaluates the accuracy of three gridded sea surface temperature (SST) products, OSTIA, RAMSSA, and GAMSSA, against in-situ observations from the in-situ SST Quality Monitor (iQuam) in the waters of Central Java, Indonesia, for the period 2008–2024. Validation is performed for three spatial aggregations: a combined domain (Northern + Southern waters), the Northern Sea, and the Southern Sea. Performance is assessed using standard error metrics (bias, MAE, MAPE, RMSE), scatterplots, annual cycle patterns, and Taylor diagrams to synthesize correlation, variability, and centered RMSE. Results show that OSTIA and RAMSSA consistently outperform GAMSSA across all zones, with the strongest agreement in the Southern Sea, where correlations are highest, and errors are lowest in the Taylor diagram summary. The annual-cycle analysis indicates that all products reproduce the timing of the seasonal SST evolution, including the pronounced cool season in the Southern Sea during the southeast monsoon. However, variability is generally damped in gridded products, particularly in nearshore/complex waters of the Northern Sea. These findings support the operational use of OSTIA and RAMSSA for regional marine monitoring and climate services in Central Java, including anomaly-based advisories and early warning information for ocean-related climate hazards.
Analisis Variabilitas Tinggi Gelombang Saat ENSO Kuat di Perairan Raja Ampat Haris Munandar Gultom; Elis Indrayanti; Muhammad Helmi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.29652

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat merupakan destinasi wisata bahari yang dikenal karena keindahan perairan dan terumbu karangnya. Iklim merupakan salah satu penggerak utama dalam pariwisata internasional. Gelombang tinggi dan kecepatan angin yang ekstrem menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan pelayaran di perairan Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui variabilitas tinggi gelombang, anomali tinggi gelombang pada tahun El Nino Kuat dan La Nina Kuat di Perairan Raja Ampat. Metode yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif-kuantitatif, dengan metode analisis statistik regresi dan korelasi pada data deret waktu selama 43 tahun dari tahun 1980-2023. Data yang digunakan diakses dari Marine Copernicus yang berupa hasil data model platform NEMO pada permukaan laut oleh ECMWF ERA-Interim yang kemudian dianalisis ulang oleh ERA5, resolusi horizontal dengan reanalysis 0.25° x 0.25° (atmosphere), 0.5° x 0.5° (ocean waves) mean, spread and members: 0.5° x 0.5° (atmosphere), 1° x 1° (ocean waves). Resolusi temporal yang digunakan adalah temporal dengan format file GRIB dan update frekuensi bulanan. Hasil dari penelitian ini yaitu El Niño kuat memperkuat angin timuran (JJA–SON) dan meningkatkan tinggi gelombang di wilayah barat dan selatan Raja Ampat (anomali positif hingga +0.3 m). Pada La Niña kuat menyebabkan penurunan tinggi gelombang di DJF dan SON. Pada DJF, baik El Niño Kuat maupun La Niña Kuat menyebabkan penurunan tinggi gelombang, sehingga laut lebih tenang dibanding kondisi normal. Pada MAM, El Niño Kuat meningkatkan tinggi gelombang akibat penguatan angin barat–laut, sedangkan La Niña Kuat menurunkan tinggi gelombang karena melemahnya angin. Pola angin musiman mempengaruhi variasi tinggi gelombang di perairan Raja Ampat.
Sebaran Total Suspended Solid dan Klorofil–A Menggunakan Perbedaan Model Geospasial Di Perairan Depan Sungai Bedahan, Kabupaten Pekalongan Zalfa Apricia Durotunasha; Muhammad Zainuri; Lilik Maslukah; Rizqi Ayu Farihah
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.31749

Abstract

Total Suspended Sediment (TSS) merupakan salah satu variabel penting yang menentukan kualitas air karena TSS mengontrol proses biologis di perairan pesisir. TSS ini terdiri dari komponen hidup dan tidak hidup, termasuk didalamnya adalah fitoplankton yang mengandung pigmen klorofil-a. Tujuan penelitian ini adalah memetakan TSS dan klorofil-a menggunakan tiga metode interpolasi dan menentukan model hubungan keduanya.   Sampel air diambil sebanyak 57 stasiun yang diambil di epan muara sungai Bedahan. Sebanyak 70% data in situ digunakan untuk inputan model dan 30% lainnya digunakan untuk validasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode interpolasi Kriging memiliki akurasi lebih tinggi diikuti Spline dan Inverse Distance Weighted (IDW). Melalui hasil penelitian ini, kami juga mendapatkan model hubungan antara TSS terhadap klorofil-a dengan koefisien determinasi sebesar (R2=0,40). Model regresi ini memperlihatkan bahwa klorofil-a sebagai pigmen utama fitoplankton berkontribusi terhadap tingginya nilai TSS di perairan. Kontribusi ini memperlihatkan bahwa wilayah depan muara Sungai Bedahan masih menunjukkan ekosistem muara yang sehat, akibat keberadaan fitoplankton dan tidak terjadi dominasi dari material anorganik yang dapat mengurangi masuknya cahaya ke kolom perairan.
Analisis Pengaruh Arus Sejajar Pantai terhadap Transpor Sedimen di Pantai Morodemak, Kabupaten Demak Rahmi Najwa Rabbil Izzati; Sugeng Widada; Indra Budi Prasetyawan
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i3.30337

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik arus sejajar pantai (longshore current) dan nilai transpor sedimen serta menganalisis keterkaitan keduanya di Pantai Morodemak, Kabupaten Demak. Data yang digunakan pada penelitian ini mencakup kecepatan dan arah angin, parameter gelombang, serta data arus permukaan yang diperoleh dari data reanalisis Copernicus selama periode penelitian yaitu Juni 2019 – Mei 2025. Analisis arus sejajar pantai dilakukan menggunakan menggunakan formula dari CERC (1984) sedangkan perhitungan transpor sedimen dihitung menggunakan pendekatan empiris berdasarkan parameter gelombang pecah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen di wilayah pesisir Morodemak didominasi oleh fraksi lanau dengan variasi lanau berlempung. Arah arus sejajar pantai umumnya bergerak dari barat daya menuju timur laut. Nilai kecepatan arus sejajar pantai tertinggi terjadi pada musim barat sebesar 0,77 m/s, dengan nilai transpor sedimen mencapai 112,127 m³/hari atau 41.085,333 m³/tahun. Pada musim peralihan I, kecepatan arus menurun menjadi 0,478 m/s dengan transpor 25,344 – 61,733 m³/hari, sedangkan pada musim timur dan peralihan II nilai transpor lebih kecil masing-masing 1,207–32,076 m³/hari dan 7,31–20,037 m³/hari. 
Pengaruh ENSO terhadap Variabilitas SPL dan Klorofil-a di Selat Sunda 2015 – 2025 Umi Holifah Mashur; Luthfi Anzani; Willdan Aprizal Arifin
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i3.32565

Abstract

Selat Sunda memiliki peran krusial dalam perputaran massa air laut di Indonesia, yang dipengaruhi oleh pertemuan dua aliran utama, yakni massa air yang berasal dari Laut Jawa dan massa air dari Samudra Hindia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis variabilitas SPL dan konsentrasi klorofil-a serta pengaruh ENSO berdasarkan indeks ONI selama musim barat dan musim timur pada rentang waktu 2015–2025. Penelitian ini memanfaatkan data SPL dan klorofil-a berbasis citra satelit Aqua MODIS, data angin ERA5, serta data indeks ONI dari NOAA, dengan pendekatan kuantitatif deskriptif serta analisis spasial-temporal. Visualisasi dilakukan menggunakan interpolasi kriging pada ArcGIS dan pengolahan data angin menggunakan Python. Analisis dilakukan melalui korelasi Pearson serta regresi linear berganda. Temuan menunjukkan bahwa SPL memiliki pola musiman yang konsisten, ketika musim barat memiliki suhu lebih rendah dibandingkan dengan musim timur. Sementara klorofil-a ketika musim barat lebih tinggi yang disebabkan oleh curah hujan serta runoff daratan yang mengangkut nutrien. Hubungan ONI terhadap SPL menunjukkan korelasi sangat rendah dan tidak signifikan pada musim barat (r = 0,01) dan korelasi negatif sedang pada musim timur (r = -0,47) dengan hasil regresi yang signifikan. Sementara hubungan ONI dengan klorofil-a bersifat lemah dan tidak signifikan pada kedua musim. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabilitas SPL dan konsentrasi klorofil-a tidak hanya dipengaruhi oleh ENSO, tetapi juga oleh dinamika oseanografi dan iklim regional perairan Selat Sunda.
Pemodelan Dinamika Penggunaan dan Tutupan Lahan Pesisir Kabupaten Rembang Tahun 2015-2040 Menggunakan Sentinel-2 dan MOLUSCE CA-ANN Meriyana Florensia Owa Saga; Muhammad Helmi; Anindya Wirasatriya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i3.31618

Abstract

Aktivitas manusia seperti permukiman warga, pertanian, tambak udang dan kegiatan industri di sekitar muara Dinamika penggunaan dan tutupan lahan atau Land Use/Land Cover (LULC) di wilayah pesisir Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dipengaruhi oleh alih fungsi lahan, perkembangan kawasan terbangun, dan rehabilitasi mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan LULC periode 2015-2025 serta memproyeksikan perubahannya hingga 2040. Klasifikasi LULC dilakukan pada citra Sentinel-2 MSI tahun 2015, 2020, dan 2025 menggunakan algoritma Random Forest, sedangkan simulasi perubahan dilakukan menggunakan MOLUSCE dengan pendekatan Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN). Hasil klasifikasi memperoleh Overall Accuracy 0,92 dan Kappa 0,90, sementara validasi simulasi tahun 2025 menghasilkan Percent Correctness 93,44%. Perubahan utama terjadi pada kelas mangrove, permukiman, dan pertanian. Perubahan utama terjadi pada kelas mangrove, permukiman, dan pertanian. Luas mangrove meningkat dari 32,5 ha pada 2015 menjadi 48,6 ha pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 80,3 ha pada 2040. Perubahan LULC berkaitan dengan faktor topografi serta kedekatan terhadap kawasan terbangun, badan air, dan tambak. Hasil ini mendukung identifikasi area prioritas konservasi mangrove, antisipasi ekspansi permukiman, serta pengendalian pemanfaatan ruang pada KEE pesisir Rembang. Temuan ini memberikan informasi spasial awal yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan pesisir berkelanjutan dan pengelolaan kawasan pesisir lokal.
Distribusi Zooplankton Berdasarkan Hambur Balik Acoustic Doppler Current Profiler di Estuari Sungai Musi Heron Surbakti; Riris Aryawati; Isnaini Isnaini; Zwuora Aeesah Oyono; Tengku Zia Ulqodry; I Wayan Nurjaya; Muhammad Ishak Jumarang
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i3.33467

Abstract

Penelitian ini mengkaji distribusi vertikal dan temporal zooplankton di estuari tropis dangkal menggunakan intensitas gema Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) 492 kHz yang dikonversi menjadi Mean Volume Backscattering Strength (MVBS), divalidasi dengan data zooplankton in situ. ADCP dipasang di dasar perairan selama 17 jam (03:00–20:09 WIB) pada 15 Oktober 2025 di Estuari Sungai Musi, dilengkapi profil CTD per jam dan sampel jaring zooplankton pada tiga lapisan kedalaman. Sebanyak 21 taksa dari 5 filum dan 8 kelas teridentifikasi, dengan Copepoda dominan (56–78%). MVBS berkisar −211 hingga −3 dB (median −153 dB); 332 titik data pada rentang −100 hingga −60 dB diinterpretasikan sebagai hamburan biologis. Lapisan hamburan persisten terdeteksi pada kedalaman 6,5–9 m dengan puncak di 9 m (MVBS ≈ −76 dB) dan intensifikasi pada sore hari, bertepatan dengan kenaikan kelimpahan (2.500–4.000 ind m⁻³) dan keanekaragaman sedang (H' = 1,32–1,74) pukul 18:00–20:00. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif moderate antara MVBS dan log₁₀ kelimpahan (ρ ≈ 0,57; p < 0,05), bergantung pada lapisan kedalaman. Temuan ini menegaskan hambur balik ADCP terkoreksi hidrografi efektif sebagai proksi distribusi vertikal dan dinamika sub-harian zooplankton, meski sebagai estimator kuantitatif kelimpahan masih dibatasi komposisi komunitas, kedalaman kolom air, dan noise latar estuari.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 1 (2025): Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2023): Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2023): Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2022): Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2022): Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2022): Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography More Issue