cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 27 Documents clear
Pabrikasi Papan Komposit Berbahan Dasar Sabut Pinang (Areca catechu L.) dan Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) Putri, Mentarie Resthu; Faryuni, Irfana Diah; Nurhasanah, Nurhasanah
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.275 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.36780

Abstract

Pada penelitian ini telah dibuat papan komposit dengan bahan utama serat sabut pinang (Areca catechu L.) dan partikel sabut kelapa (Cocos nucifera L.). Bahan tambahan yang digunakan adalah urea formaldehyde (UF) sebagai matriks, parafin untuk penghambat air serta NH4Cl sebagai katalis. Papan komposit divariasikan sebanyak 3 sampel yaitu 100% serat sabut pinang, 100% partikel sabut kelapa dan 50% serat sabut pinang dicampur 50% partikel sabut kelapa. Papan komposit kemudian diuji sifat fisis dan mekanisnya dengan menggunakan standarisasi Japanese Industrial Standars (JIS) A 5908-2003. Hasil penelitian menunjukkan sampel yang terdiri dari 100% serat sabut pinang merupakan sampel yang paling baik yakni memiliki nilai kerapatan sebesar 616,82 kg/m3, kadar air sebesar 11,62%, daya serap air sebesar 182,87%, pengembangan tebal sebesar 59,65%, modulus of elasticity (MOE) sebesar 543,66 MPa, modulus of rupture (MOR) sebesar 9,24 MPa, dan internal bonding (IB)sebesar 0,05 MPa. Semua sampel dapat memenuhi standarisasi JIS A 5908-2003 untuk indikator uji kerapatan dan kadar air.Kata Kunci : komposit, sabut pinang, sabut kelapa
Identifikasi Struktur Geologi Dasar Laut Sulawesi Berdasarkan Anomali Magnetik Alpiana, Fila; Purwanto, Catur; Arman, Yudha; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.229 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur geologi di Laut Sulawesi dengan menggunakan metode magnetik. Data yang diperoleh dari hasil survei yaitu data intensitas medan magnet. Pengolahan data awal dilakukan koreksi harian dan koreksi IGRF (International Geomagnetic Reference Field) pada data hasil survei untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Kemudian di reduksi ke kutub dan selanjutnya dilakukan pemisahan anomali lokal dan regional dengan filter gaussian regional/residual untuk mendapatkan anomali lokal. Didapatkan nilai anomali magnetik pada daerah penelitian -290,0 nT hingga 335,6 nT. Berdasarkan anomali magnetik dan pola struktur daerah penelitian, diduga adanya Struktur geologi yaitu sesar. Variasi nilai intensitas medan magnet merupakan parameter dalam menentukan nilai suseptibilitas. Nilai suseptibilitas Laut Sulawesi yaitu 0,0656 SI hingga 0,0677 SI. Berdasarkan nilai suseptibilitas, struktur geologi daerah penelitian didominasi batuan jenis andesit, basaltik, dan batuan metamorf.Kata Kunci: Metode Magnetik, Struktur Geologi, Suseptibilitas, Anomali Magnetik
Model Matematika Sederhana Kebergantungan Jumlah Titik Panas pada Curah Hujan di Kalimantan Barat Safitri, Andriani; Adriat, Riza; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.691 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.38712

Abstract

Telah dibangun sebuah model matematis kebergantungan jumlah titik panas (hotspot) terhadap curah hujan di Kalimantan Barat. Model ini mengasumsikan bahwa perubahan jumlah hotspot bergantung pada hasil interaksi antara jumlah hotspot pada saat itu dan perubahan curah hujan pada saat tersebut. Dengan menggunakan asumsi ini dapat diperoleh bahwa jumlah hotspot akan menurun secara eksponensial terhadap curah hujan. Hasil validasi model matematis menunjukkan bahwa terdapat 11 kabupaten/kota di Kalimantan Barat memiliki nilai koefisien determinasi (R2) ≥ 0,90 dan terdapat 3 kabupaten/kota yang memiliki koefisien determinasi (R2) < 0,40. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah hotspot di sebagian besar kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat akan menurun secara eksponensial terhadap peningkatan jumlah curah hujan. Model matematis yang diperoleh ini memperbaiki model linier yang telah diusulkan oleh peneliti sebelumnya sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pengaruh jumlah curah hujan pada jumlah hotspot.
Kajian Awal Pemanfaatan Anodizing Technique Untuk Meningkatkan Laju Alir Keramik Berbasis Pasir Silika Mawena, Doni; Malino, Mariana Bara'allo; Asri, Asifa
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.792 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.37823

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk memodifikasi pori keramik berpori berbahan dasar pasir silika dan lempung menggunakan anodizing technique. Pembuatan keramik dilakukan secara manual dengan pengeringan selama 5 hari dan pembakaran pada suhu 945oC serta penahanan selama 2 jam. Setelah proses fabrikasi, dilakukan proses anodizing dengan lima variasi waktu yaitu 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit, dan 30 menit dengan menggunakan tegangan 20 volt serta kerapatan arus 25 mA/cm2. Hasil penelitian menunjukkan nilai porositas dan laju alir keramik mengalami peningkatan masing-masing dalam rentang 0,39% hingga 0,66% dan 6,67% hingga 8,87% setelah diberi perlakuan anodizing. Keramik dengan lama waktu anodizing 20 menit menghasilkan nilai porositas dan laju alir optimum yakni 32,37% dan 0,159 mL/menit.
Pencitraan Struktur Bawah Permukaan Dasar Perairan Kangean Menggunakan Data Seismik Refleksi 2D Multichannel Tomi, Tomi; Sihombing, Halasan; Muhardi, Muhardi
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.88 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.36516

Abstract

Perairan Kangean merupakan salah satu perairan yang termasuk dalam Cekungan Jawa Timur. Cekungan ini banyak diminati untuk eksplorasi hidrokarbon karena termasuk salah satu wilayah prospek minyak bumi dan gas di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dasar Perairan Kangean. Penelitian ini dilakukan dengan menginterpretasi pencitraan bawah permukaan menggunakan data seismik refleksi 2D multichannel hasil akuisisi Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan dasar Perairan Kangean teridentifikasi lipatan (fold) yang terdiri dari sinklin dan antiklin. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada penampang berarah Barat-Timur Perairan Kangean terdapat struktur berupa antiklin, sedangkan pada penampang berarah Utara-Selatan terdapat lipatan yang terdiri dari sinklin dan antiklin.
Efektivitas Penggunaan Metode Aerasi, Koagulasi Biji Kelor dan Filtrasi dalam Penurunan Nilai Zat Besi (Fe) pada Air Gambut Pranata, Dedy; Nurhasanah, Nurhasanah; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.425 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.38437

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan efektivitas penggunaan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi dalam penurunan nilai zat besi (Fe) air gambut serta menentukan kualitas air. Sampel air berupa air gambut, diproses dengan menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi. Parameter yang diuji meliputi pH dan zat besi (Fe). Kondisi awal air tanah gambut sebelum menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi yaitu nilai pH sebesar 3,5, nilai TDS sebesar 38 mg/L, nilai kekeruhan sebesar 4,13 NTU, dan Fe sebesar 0,91 mg/L. Berdasarkan penggunaan metode koagulasi biji kelor untuk semua konsentrasi diketahui nilai parameter pH sebesar 3,5 s.d. 3,9. Hasil filtrasi memiliki nilai pH sebesar 3,6 s.d. 6,2, sehingga terlihat bahwa parameter pH belum memenuhi standar baku mutu. Parameter Fe telah memenuhi kualitas air bersih pada penggunaan metode koagulasi biji kelor dengan efektivitas mencapai 92%. Proses tersebut mampu menurunkan Fe dari 0,91 mg/L menjadi 0,077 mg/L. Penggunaan metode filtrasi tertinggi mencapai 93% berarti mampu menurunkan Fe dari 0,91 mg/L menjadi 0,063 mg/L pada konsentrasi 1/50. Penurunan nilai Fe air gambut efektif dilakukan dengan menggunakan metode aerasi, koagulasi biji kelor dan filtrasi. Kata Kunci: Aerasi, Air Gambut, Filtrasi, Koagulasi Biji Kelor, Zat Besi
Rancang Bangun Alat Pengukur Volume Paru-paru Berbasis Sensor Tekanan Gas MPX5700DP dan Arduino Uno Maharani, Afrisa; Muid, Abdul; Nurhasanah, Nurhasanah
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.962 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.37023

Abstract

Telah dibuat alat pengukur volume paru-paru menggunakan sensor tekanan gas dan Arduino Uno. Sensor yang digunakan adalah jenis transduser piezoresistif seri MPX5700DP dengan tingkat sensitivitas sebesar 6,4 mV/kPa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat yang mampu mengukur volume paru-paru manusia dengan mengaplikasikan pipa venturi, sensor tekanan gas dan mikrokontroler. Pengujian dilakukan dengan meniup pipa mouthpiece dan melihat hasilnya pada monitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat mampu mengukur FVC (Forced Vital Capacity) dan FEV1 (Forced Expiratory Volume in One Second), dengan eror sebesar 3,17% untuk FVC dan 1,22% untuk FEV1 dibandingkan dengan pengukuran menggunakan alat spirometer di rumah sakit.
Identifikasi Bidang Gelincir dan Tipe Tanah Longsor di Daerah Rawan Longsor Desa Bantai Menggunakan Metode Geolistrik Hendri, Hendri; Faryuni, Irfana Diah; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.284 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, telah diidentifikasi bidang gelincir dan tipe tanah longsor yang terdapat pada Desa Bantai Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada empat lintasan. Panjang setiap lintasan adalah 117 meter, sedangkan jarak elektroda terkecil adalah 3 meter. Hasil analisa penampang resistivitas dua dimensi (2D) dari empat lintasan menunjukkan bahwa bidang gelincir tanah longsor berupa batu gamping dengan nilai resistivitas antara 945 Ωm sampai 3518 Ωm. Bidang gelincir tanah longsor di daerah penelitian terdapat pada kedalaman 1-12 meter dengan tipe tanah longsor berupa tipe translasi. Kata Kunci : bidang gelincir, geolistrik, resistivitas, Wenner-Schlumberger
Pengaruh Penambahan Massa Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) Teraktivasi pada Peningkatan Kualitas Air Sumur Bor Rahimawati, Rahimawati; Nurhasanah, Nurhasanah; Nurhanisa, Mega
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.542 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.38764

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang upaya meningkatkan kualitas air sumur bor. Penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang kerang darah (Anadara granosa) sebagai bahan adsorben. Cangkang kerang darah dihaluskan dengan ukuran 150 mesh, kemudian diaktivasi fisika, kimia, dan fisika-kimia. Variasi massa yang digunakan yaitu 2 gram, 4 gram, 6 gram, 8 gram, dan 10 gram teraktivasi fisika, 10 gram teraktivasi kimia, dan 10 gram teraktivasi fisika-kimia. Hasil pengujian air sumur bor sebelum dan sesudah dilakukan penambahan serbuk cangkang kerang darah yang teraktivasi mengalami perubahan. Pada adsorben teraktivasi fisika dengan massa 10 gram diperoleh nilai pH 6,84, TDS sebesar 1529 mg/L, warna pada skala 684 Pt.Co, kekeruhan 144 NTU, dan kandungan Fe sebesar 0,82 mg/L. Dari hasil pengujian air sumur bor setelah dilakukan penambahan adsorben cangkang kerang darah teraktivasi kimia, diperoleh nilai pH 7,11, TDS sebesar 1776 mg/L, warna pada skala 406 Pt.Co, kekeruhan 107 NTU, dan kandungan Fe sebesar 1,49 mg/L. Sedangkan hasil pengujian air sumur bor pada adsorben teraktivasi fisika-kimia yaitu pH 11,83, TDS sebesar 1546 mg/L, warna pada skala 218 Pt.Co, kekeruhan 51,3 NTU, dan kandungan Fe sebesar 0,12 mg/L. Berdasarkan hasil yang didapatkan ada beberapa parameter yang tidak memenuhi standar baku yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017, sehingga cangkang kerang tidak efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas air sumur bor.
Kajian Awal Penerapan Anodizing Technique pada Keramik Berpori dari Lempung (Clay) Wanti, Sari; Malino, Mariana Bara'allo; Asri, Asifa
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.25 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.37827

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk membuat keramik berpori berbasis lempung dan meningkatkan persentase pori keramik menggunakan anodizing technique. Proses pembuatan keramik berpori dilakukan secara manual melalui lima tahapan yaitu penghalusan lempung, pencampuran bahan pembentuk keramik, pencetakan dengan bentuk setengah bola berongga, pengeringan dan sintering pada suhu 945OC. Hasil penelitian menunjukkan nilai susut massa dan susut volume tertinggi setelah fabrikasi berturut-turut sebesar 14,41% dan 33,95%. Proses anodizing technique menggunakan larutan elektrolit HCl 0,2 M dengan rapat arus 25 mA/cm2  dan variasi waktu anodizing yaitu 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Porositas tertinggi diperoleh dari sampel dengan waktu anodizing 30 menit sebesar 49,34%. Namun sampel yang diberi perlakuan anodizing selama 30 menit mengalami penurunan nilai laju alir sekitar 59% dibandingkan sampel tanpa perlakuan anodizing. Hal tersebut diduga disebabkan oleh pembentukan lapisan alumina oksida saat proses anodizing. Nilai laju alir tertinggi justru diperoleh sampel dengan variasi waktu anodizing 10 menit. Berdasarkan hasil uji yang diperoleh, porositas dan laju alir dipengaruhi oleh waktu anodizing. Porositas cenderung meningkat dan laju alir keramik berpori cenderung menurun seiring pertambahan waktu anodizing.

Page 2 of 3 | Total Record : 27