cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 388 Documents
Analisis Lokasi Sesar pada Lembar Kota Agung Berdasarkan Data Anomali Magnetik Tegar Dharmawan; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57902

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis lokasi sesar pada Lembar Kota Agung berdasarkan data anomali magnetik. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari proses digitasi terhadap peta anomali magnet total Lembar Kota Agung. Penentuan lokasi sesar pada daerah penelitian dilakukan dengan menganalisis peta anomali magnet residual, peta anomali magnet horizontal derivative, second vertical derivative dan peta geologi Lembar Kota Agung. Berdasarkan hasil analisis didapatkan tiga lokasi keberadaan sesar, yang pertama berada di Formasi Hulusimpang dan Formasi Gunungkasih yang di tunjukan dengan penampang A-A’, yang kedua berada di Formasi Ranau dan Formasi Gunung api kuarter tua, yang ditunjukkan dengan penampang B-B’, serta yang ketiga berada di Formasi Hulusimpang dan Formasi Bal yang ditunjukkan dengan penampang C-C’.Kata kunci: Anomali medan magnet, analisa derivative, sesar, Lembar Kota Agung
Komponen Angin Zonal dan Meridional sebagai Prekursor Penentu Awal Musim serta Pengaruh ENSO Terhadap Variasinya Presli Panusunan Simanjuntak
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.59057

Abstract

Kondisi iklim disuatu wilayah sangat dipengaruhi sirkulasi angin. Pemebentukan cuaca dan iklim di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh sirkulasi Hadley dan Walker selain itu sirkulasi monsun juga mempengaruhi variasi musiman di Indonesia. Komponen angin tersebut juga dipengaruhi oleh aktivitas ENSO (El Niño-Southern Oscillation) di Samudera Pasifik utamanya zonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sirkulasi angin zonal dan angin meridional serta pengaruh ENSO terhadap variabilitas curah hujan dan awal musim di Malang. Penelitian ini menggunakan data angin zonal dan meridional ketinggian 10 meter luaran model ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dengan resolusi spasial 0.125°x0.125° periode 1989-2016, curah hujan bulanan Stasiun Klimatologi Jawa Timur periode yang sama, dan indeks Nino 3.4 yang diunduh melalui situs NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). Hasil penelitian menujukkan bahwa angin zonal baratan dan meridional negatif mendominasi pada periode musim hujan November sampai dengan April. Pada musim kemarau Mei sampai dengan Oktober, angin timuran dan meridional positif lebih kuat. Perubahan arah angin diikuti perubahan musim dengan lagtime 3 dasarian. Aktifnya ENSO mampu mengubah arah angin meridional dan menguatkan angin baratan di wilayah penelitian. ENSO juga menyebabkan curah hujan lebih fluktuatif.
Identifikasi Ketebalan Gambut Berdasarkan Parameter Kecepatan dan Amplitudo Gelombang Menggunakan Metode Profilling GPR Betaria Sumi Ropasu Hutasoit; Lena Sumargana
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57790

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi ketebalan gambut dengan parameter kecepatan dan amplitudo gelombang menggunakan metode profiling GPR. Penelitian ini menggunakan 3 lintasan dengan panjang lintasan 500 m dan untuk mendapatkan data CMP panjang lintasan 10,7 m. Citra radargram yang diperoleh dari GPR diolah menggunakan perangkat lunak ReflexW untuk mendapatkan nilai kecepatan rambat gelombang, berdasarkan hasil pengolahan data ketebalan gambut berkisar antara 3,9 m hingga 5,7 m dengan nilai kecepatan rambat gelombang 0,038 m/ns.
Identifikasi Ketebalan Tanah Gambut dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis 3D di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya Febriyadi Romadhan; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58223

Abstract

Penelitian tentang identifikasi ketebalan tanah gambut di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya telah dilakukan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis 3D konfigurasi dipole-dipole. Pengukuran dilakukan secara 3D dan 2D dengan lintasan 3D berupa grid berbentuk persegi panjang yaitu sumbu x sepanjang 55 m dan sumbu y sepanjang 35 m dengan spasi 5 m tiap elektroda. Lintasan 2D membentang diantara lintasan 3D dengan panjang lintasan 235 m spasi 5 m tiap elektroda. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa tanah gambut yang berada pada daerah penelitian masih cukup tebal dengan ketebalan hingga 11,8 m yang memiliki nilai resistivitas 4,30 Ωm sampai 138 Ωm. Informasi tentang struktur yang lebih dalam dari tempat penelitian diperoleh dari pengukuran 2D. Dari pemodelan diketahui Nilai tahanan jenis 138 Ωm sampai 275 Ωm terdapat sedimentasi aluvial berupa tanah lempung di kedalaman 10,23 sampai 16,4 m. Pada kedalaman 16,4 sampai 46,6 m terdapat pasir dengan nilai resistivitas 275 Ωm hingga 550 Ωm.
Study on the Effects of Protective Layer on the Electron and Hole Transmission of Cadmium Sulfide (CdS) Photocatalyst Based on a Simple Quantum Mechanical Model Selly Alawiyah; Azrul Azwar; Fatimah Arofiati Noor
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60652

Abstract

Cadmium Sulfide (CdS) is a photocatalyst material with a low energy band gap, which exhibits a potential application for the visible light spectrum. However, the serious photo-corrosion of CdS inhibits its wide applications. To prevent photo-corrosion, one can coat the CdS surface coated with an insulating material. The addition of this insulating layer will produce a barrier potential on the surface of the CdS thereby blocking the transmission of electrons and holes. If the thickness of this protective layer is thin enough the electron and hole can be transmitted by the quantum tunneling effect. Using a simple quantum mechanical model, the phenomena of electron and hole transmission through potential barriers due to the presence of a protective layer on the CdS surface can be analyzed. Based on this model, the effects of variations in thickness and type of protective layer on the performance of CdS photocatalyst materials are studied by calculating the transmission coefficient and injection efficiency values. The protective coatings used in this study were Aluminum Oxide (Al2O3), Hafnium Dioxide (HfO2), and Silicon Dioxide (SiO2). The results show that transmission decreases as the thickness of the protective increases. Among the three types of protective coatings used, HfO2 material has the potential to be used because it has the best injection efficiency value.
Kajian Parameter Fisis Kualitas Air Berdasarkan Nilai Total Suspended Solid (TSS) di Sungai Belidak Kecamatan Sungai Kakap Muhammad Sholeh; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58101

Abstract

Aktivitas manusia membuat kondisi Sungai Belidak menjadi kurang baik. Kekeruhan dan pendangkalan terjadi di beberapa titik sungai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas air berdasarkan nilai TSS dan korelasi TSS dengan paramter fisis di Sungai Belidak dengan menggunakan metode gravimetri dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil uji laboratorium nilai TSS saat kondisi surut menuju pasang berkisar 15 mg/L sampai dengan 50 mg/L dan saat pasang menuju surut berkisar 25 mg/L sampai dengan 60 mg/L. TSS pada kondisi pasang memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi surut. Nilai tingkat kekeruhan berkisar 6,2 NTU sampai dengan 13,9 NTU pada waktu surut dan 6,7 NTU sampai dengan 12,8 NTU pada waktu pasang. Nilai tingkat kecerahan pada waktu surut berkisar 30 cm sampai dengan 49 cm dan pada waktu pasang berkisar 33 cm sampai dengan 49 cm. Hubungan TSS dan kekeruhan memeiliki nilai korelasi (R) sebesar 0,9225 pada waktu surut menuju pasang dan (R) sebesar 0,8811 pada waktu pasang menuju surut. Hubungan TSS dan kecerahan memiliki nilai korelasi (R) sebesar -0,0045 pada waktu surut menuju pasang dan (R) sebesar -0,0006 pada waktu pasang menuju surut. Kata Kunci : Total Suspended Solid (TSS), Kekeruhan, Kecerahan, Gravimetri, Regresi Linier
Pemodelan Pencampuran Dua Cairan dalam Lid-Driven Cavity Menggunakan Pendekatan Computational Fluid Dynamics Jennifer Sulastri; Yoga Satria Putra; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60379

Abstract

Lid-driven cavity adalah aliran dalam rongga dengan tutup yang bergerak. Proses pencampuran dalam lid-driven cavity merupakan kajian  yang menarik untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memodelkan proses pencampuran dua fluida cair dalam lid-driven cavity menggunakan perangkat lunak open source OpenFOAM dengan menerapkan model turbulen RANS k-epsilon. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pre-processing, solving dan post-processing. Validasi hasil simulasi dilakukan setelah semua proses simulasi selesai. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi dua cairan fluida sesuai dengan data eksperimen. Sudut geometri  yang diuji terdiri dari 0°, 5°, 10°, 15°, 20° dan 25°. Hasil simulasi pencampuran pada nilai  0°, 5°, 10°, 15° memiliki waktu yang lebih singkat dan menghasilkan konsentrasi sebesar 0.247, 0.255, 0.270, dan 0.295. Pencampuran dua fluida dengan ° dan 25° telah menghasilkan konsentrasi sebesar 0.342 dan 0.400. Pencampuran pada kondisi ini memerlukan waktu perhitungan yang lebih lama.
Studi Numerik Pola Aliran Angin pada Penghalang Berbentuk Bukit Menggunakan Pendekatan Computational Fluid Dynamics Dayang Samsul Hidayah; Yoga Satria Putra; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57941

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendukung kajian optimalisasi pengembangan energi terbarukan khususnya tenaga bayu. Simulasi pada penelitian ini dibangun menggunakan perangkat lunak OpenFOAM dengan model turbulen RANS K-Omega dan menggunakan metode finite volume. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensimulasikan serta menganalisa profil kecepatan angin dan pola streamlines pada penghalang  berbentuk bukit. Penelitian ini menggunakan 3 tahapan yaitu tahap validasi, analisis profil kecepatan angin, dan analisis streamlines. Simulasi profil kecepatan angin pada penghalang berbentuk bukit dilakukan menggunakan 5 variasi kemiringan sudut bukit yaitu sudut 150, 300, 450, 600, dan 750. Berdasarkan analisis profil kecepatan angin, sudut 450, 600, dan 750 posisi () sebesar 50 m  dengan ketinggian sekitar 5,55 m hingga 8,7 m telah menunjukkan kecepatan angin tertinggi. Analisis streamlines yang telah dilakukan, memperlihatkan bahwa penghalang dengan sudut landai (150 dan 300) dapat membangkitkan pola aliran angin laminar, sedangkan penghalang dengan sudut curam (450,600, dan 750) dapat menghasilkan pola aliran angin turbulen yang ditandai dengan adanya pusaran angin.
Studi Dinamika Molekuler Pada Hidrat Hidrogen Tipe C0 Yeni Apriyanti; Yudha Arman; Hasanuddin Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.59399

Abstract

Telah dilakukan pemodelan hidrat hidrogen tipe C0 menggunakan metode dinamika molekuler. Hidrat hidrogen adalah substansi material berstruktur es yang kisi-kisinya ditempati oleh molekul gas hidrogen. Model air TIP4P/Ice digunakan untuk mereplika molekul air sebagai substansi berstruktur es. Molekul gas hidrogen dimodelkan sebagai sebuah partikel tunggal yang berada di pusat massanya. Perbandingan jumlah molekul gas hidrogen dan molekul air pada sistem adalah 1:2. Ukuran sistem hidrat hidrogen C0 yang digunakan adalah 27,40 Å × 45,49 Å × 26,46 Å yang terdiri dari 2.688 atom. Syarat batas periodik digunakan pada simulasi ini untuk menghindari adanya efek permukaan pada sistem. Sistem hidrat hidrogen C0 disimulasi pada keadaan suhu 210 K dan tekanan 4.934,616 atm. Simulasi dilakukan sebanyak 1,5×〖10〗^6 langkah dengan lebar setiap langkah adalah 1 fs. Sistem diamati dalam keadaan stabil selama simulasi. Koefisien difusi gas hidrogen pada hidrat hidrogen C0 pada simulasi ini adalah 5,8×〖10〗^(-7) cm^2/s. Kata Kunci : Dinamika Molekuler, Hidrat C0, Koefisien Difusi, Model air TIP4P/Ice, Molekul gas hidrogen
Studi Daerah Rawan Kebakaran Lahan Gambut Berdasarkan Nilai Keetch Byram Drought Index di Kalimantan Barat Sri Rahayu Ningsih; Yoga Satria Putra; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57844

Abstract

Lahan gambut di Kalimantan Barat mempunyai catatan kebakaran yang cukup luas dan telah menjadi fenomena tahunan yang diakibatkan oleh kondisi iklim/cuaca, karakteristik lahan dan kelalaian manusia. Dalam penelitian ini, persamaan KBDI digunakan untuk menghitung dan mengidentifikasi daerah rawan kebakaran lahan gambut dengan memasukkan variabel suhu udara maksimum, curah hujan harian, dan akumulasi curah hujan tahunan. Berdasarkan perhitungan nilai KBDI di Kalimantan Barat terdapat beberapa tahun dengan nilai KBDI ekstrem, yaitu tahun 1991, 1994, 1997, 2006 dan 2015 yang dominan terjadi di Kabupaten Ketapang. Peta sebaran indeks kekeringan pada lahan gambut di Kalimantan Barat periode tahun 1986-2016 menunjukkan nilai maksimum KBDI berada di Kabupaten Ketapang pada bulan Agustus ditandai dengan warna kuning kemerahan. Faktor utama pemicu kebakaran hutan dan lahan adalah akibat ulah masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara membakar. Serta munculnya fenomena El Nino dengan intensitas kuat yang memicu kemarau panjang di Indonesia, sehingga nilai indeks kekeringan KBDI di Kalimantan Barat juga meningkat. Kata Kunci : Kekeringan, KBDI, Kebakaran Hutan dan Lahan, Gambut