cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 409 Documents
Simulasi Orbit Planet dengan Metode Hermite Hasmiati Hasmiati; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60148

Abstract

Telah dilakukan simulasi orbit planet yang bergerak mengelilingi matahari melalui interaksi gaya gravitasi. Simulasi ini bertujuan untuk menghitung orbit planet dengan metode integrasi Hermite. Selain itu, dalam penelitian ini dibandingkan hasil simulasi orbit planet dan galat energi metode Hermite dan Metode Runge-Kutta orde 4 lintasan orbit yang dihasilkan berbentuk ellips yang sesuai dengan solusi analitik. Kedua metode menghasilkan galat orbit yang tidak jauh berbeda akan tetapi, galat energi dari metode Hermite lebih kecil dari galat energi metode Runge-Kutta orde 4.
Keterkaitan Karbon Monoksida (CO) Terhadap Ozon Permukaan (O3) Di Wilayah Kalimantan Barat Delfi Warsita Masdat; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57853

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu pembentuk ozon yang sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan ozon di atmosfer. Ozon permukaan (O3) terbentuk karena adanya proses fotokimia oleh prekursor (pembentuknya) salah satunya yaitu gas karbon monoksida (CO). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah parameter CO dan O3 periode 2015-2019. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang seberapa besar keterkaitan CO terhadap ozon permukaan (O3) di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan metode korelasi pearson, untuk menganalisis pola sebaran ozon permukaan dan CO di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Dari analisis yang telah dilakukan, nilai rata-rata CO dan O3 tertinggi yaitu pada tahun 2016 dan nilai rata-rata CO terendah yaitu pada tahun 2019. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai korelasi tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan nilai sebesar 0,553 dan nilai korelasi terkecil terjadi pada tahun 2018 dengan nilai 0,417, dengan hasil perhitungan tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan atau kererkaitan CO dan O3 diwilayah Kalimantan Barat memiliki nilai korelasi yang terkategori sedang.
Analysis of Aftershock Earthquake Decay in Mamberamo on September 10, 2022 using GEOSTAT V2.0 Software Takhul Bakhtiar; Muh Nahdhi Ahsan; Armansyah Armansyah; Danang Pamuji Dwi Lestari Yanto
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58962

Abstract

There was an earthquake on September 10, 2022 with a magnitude of 6.2 with a depth of 16 km in Mamberamo Raya, Papua. This earthquake is located at coordinates 2.04 ° South Latitude - 138.26 ° East Longitude. This earthquake produced 93 aftershocks since seven days after the mainshock. This study aims to determine the end time of aftershock decay. This study uses the Mogi I, Mogi II, Utsu and Omori methods contained in the GEOSTAT V2.0 software. The approach of observational data in real time is carried out to validate the selected calculation method. This aftershock decay analysis aims to mitigate earthquake disasters to the public in the form of information on the estimated decay time of aftershocks. The calculation of the Mogi I method shows that the aftershock experienced a decay on the 9th day of September 18, 2022 (r = -0.94157). The calculation of the Mogi II method shows that the aftershock experienced a decay on the 7th day of September 17, 2022 (r = -089415). While the calculation of the Omori method shows that the aftershock earthquake experienced decay on the 6th day of September 16, 2022 (r = 081628) and the calculation method of the Utsu method showed that the aftershock experienced decay on the 9th day of September 18 2022 (r = -094154). The calculation method that is close to BMKG real time observation is the Utsu method with a decay time on the 9th day of September 18, 2022 (r = -0.94154).
Pemodelan 1-D Pada Data Magnetotellurik Menggunakan Metode Algoritma Genetika Karno - Karno; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57682

Abstract

Telah dilakukan pemodelan 1-D pada data magnetotellurik menggunakan metode algoritma genetika di cekungan Bintuni, Papua Barat. Metode ini menyelesaikan permasalahan inversi dengan melakukan pendekatan global. Individu yang merepresentasikan parameter model yang terdiri dari nilai resistivitas dan ketebalan lapisan akan melalui proses seleksi, kawin silang dan mutasi. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan individu terbaik dengan model observasi sebagai konfirmasi dari keakuratan hasil dengan memperhatikan respon model terhadap data observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa respon model yang dibangun telah mendekati data observasi dengan nilai RMSE sebesar 3,59. Kata Kunci : Pemodelan 1-D, Magnetotellurik, Algoritma Genetika
Deteksi Hiperkolesterolemia Melalui Iris Mata Menggunakan Image Processing dengan Metode K-Means Clustering dan Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) Rofik Lailatul Hasanah
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58144

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi penyakit hiperkolesterolemia melalui iris mata dengan menggunakan image processing dan klasifikasi k-means clustering. Citra yang digunakan terdiri dari 30 citra normal dan 30 citra abnormal. Pengolahan citra dilakukan melalui tahap preprocessing yang meliputi cropping, histogram equalization, deteksi tepi canny, segmentasi dan tahap ekstraksi ciri dengan GLCM yang meliputi penentuan nilai kontras, korelasi, energi dan homogenitas. Nilai parameter kontras, korelasi, energi dan homogenitas menjadi input pada metode k-means clustering untuk pengelompokan. Berdasarkan ekstraksi ciri diperoleh nilai kontras citra yang teridentifikasi normal berkisar antara 0,08 hingga 0,16, nilai korelasi dari 0,23 hingga 0,96, nilai energi dari 0,65 hingga 0,85 dan nilai homogenitas dari 0,92 hingga 0,96. Nilai kontras yang teridentifikasi hiperkolesterolemia berkisar antara 0,11 hingga 0,18, nilai korelasi dari 0,24 hingga 0,31, nilai energi dari 0,60 hingga 0,75 dan nilai homogenitas dari 0,91 hingga 0,94. Hasil pengelompokan ciri citra iris mata normal dan hiperkolesterolemia berdasarkan parameter kontras diperoleh akurasi sebesar 85%, berdasarkan parameter korelasi diperoleh akurasi sebesar 75%, berdasarkan parameter energi diperoleh akurasi sebesar 83,3% dan berdasarkan parameter homogenitas diperoleh akurasi sebesar 83,3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan k-means clustering mampu membedakan ciri citra normal dengan ciri citra hiperkolesterolemia dengan akurasi tinggi.
Studi Pengaruh Penyinaran Lampu Ultraviolet pada Kinerja Fotodegradasi Metilen Biru Berfotokatalis TiO2 Angie Islammiyati; Azrul Azwar; Asifa Asri
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60647

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penyinaran lampu ultraviolet pada kinerja fotodegradasi metilen biru menggunakan fotokatalis TiO2 yang dilapiskan pada Polipropilena (PP). Proses pabrikasi material PP/TiO2 dilakukan dengan teknik deposisi thermal milling. Temperatur kostan yang digunakan dalam proses milling adalah 175 selama 60 menit. Material PP/TiO2 digunakan sebagai material penyangga pada fotodegradasi metilen biru (MB). Proses fotokatalisis berlangsung selama 40 jam dengan sinar lampu UV sebagai suber foton dan penambahan bahan fotokatalis yang disinari UV dan tanpa disinari UV (kondisi gelap). Konsentrasi awal metilen biru yang digunakandengan perbandingan katalis PP/TiO2 sebanyak 14 g (1:1). Alat uji yang digunakan Spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan semikonduktor TiO2 yang dilapiskan dipermukaan butiran PP berpengaruh pada laju fotodegradasi larutan pewarna MB yang terlihat dari terjadinya perubahan warna secara gradual yang menandakan terjadinya proses fotodegradasi, serta adanya penurunan puncak spektrum absorbansi MB dan dengan adanya material fotokatalis yang disinari lampu UV jauh lebih efektif dibandingkan tanpa disinari UV. Pada proses ini tidak terlihat adanya residu dan laju fotodegradasi optimal pada lama penyinaran selama 32 jam yang menghasilkan penurunan konsetrasi MB sekitar 68% dari konsentrasi awalnya. Kata Kunci : Metilen biru, lampu Ultraviolet, thermal milling, fotokatalis, PP, TiO2
Respons Curah Hujan Terhadap Fenomena Quasi Biennial Oscillation (QBO) di Kota Pontianak Yulia Agustin; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58100

Abstract

Quasi Biennial Oscillation (QBO) merupakan fenomena atmosfer yang terjadi pada wilayah stratosfer di atas Ekuator, QBO ditandai dengan arah angin yang bergerak dari timur ke barat atau dari barat ke timur dengan laju 1 km per bulan. Fenomena ini berpengaruh terhadap suhu udara di wilayah Ekuator karena adanya pergerakan angin zonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons curah hujan terhadap fenomena QBO di Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah transformasi wavelet dan cross wavelet. Metode transformasi wavelet digunakan untuk mengetahui kekuatan curah hujan dan QBO. Metode cross wavelet digunakan untuk mengetahui korelasi antara curah hujan dan indeks angin zonal. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan dan indeks angin zonal selama 34 tahun. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh sinyal QBO di Kota Pontianak lebih dahulu merespons dari pada sinyal curah hujan selama 5 kejadian (1995 "“ 1999) dan sinyal curah hujan lebih dahulu merespons dari pada sinyal QBO selama 5 kejadian (2007 "“ 2011). Dapat disimpulkan bahwa fenomena QBO cukup mempengaruhi curah hujan di Kota Pontianak sebanding dengan fenomena QBO yang terjadi selama 10 kejadian dalam rentang waktu 34 tahun. Pengaruh yang disebabkan oleh fenomena QBO di Kota Pontianak adalah meningkatnya intensitas curah hujan pada saat fase baratan QBO dan menurunnya intensitas curah hujan pada saat fase timuran QBO.
Pembuatan Prototipe Sistem Telemetri Kualitas Udara Melalui Telegram Rama Destrealdi Saputra; Muhardi Muhardi
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60204

Abstract

Telah dibangun prototipe sistem telemetri kualitas udara berdasarkan kategori ISPU (PM2.5, PM10, dan CO) menggunakan mikrokontroler ESP-32 yang terhubung dengan sensor suhu dan kelembapan (DHT-11), sensor karbon monoksida (MQ-7) dan sensor partikulat (GP2Y1010AU0F). Prototipe yang dibuat dapat digunakan untuk pemantauan secara real-time melalui interaksi dengan bot telegram memanfaatkan modul Wi-Fi pada mikrokontroler dan juga LCD I2C. Kalibrasi prototipe dilakukan di Dinas Linkungan Hidup Kota Pontianak. Berdasarkan hasil uji banding didapat nilai RMS error sebesar 0,49 dan MAPE 1,81% pada pengukuran ISPU CO. Untuk pengukuran ISPU PM2.5 didapat nilai RMS error sebesar 9,32 dan MAPE 15,67%. Pada pengukuran ISPU PM10 diperoleh nilai RMS error sebesar 4,14 dan MAPE 20,79%. Prototipe dapat melakukan pengukuran dengan akurasi cukup baik.
Analisis Lokasi Sesar pada Lembar Kota Agung Berdasarkan Data Anomali Magnetik Tegar Dharmawan; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57902

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis lokasi sesar pada Lembar Kota Agung berdasarkan data anomali magnetik. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari proses digitasi terhadap peta anomali magnet total Lembar Kota Agung. Penentuan lokasi sesar pada daerah penelitian dilakukan dengan menganalisis peta anomali magnet residual, peta anomali magnet horizontal derivative, second vertical derivative dan peta geologi Lembar Kota Agung. Berdasarkan hasil analisis didapatkan tiga lokasi keberadaan sesar, yang pertama berada di Formasi Hulusimpang dan Formasi Gunungkasih yang di tunjukan dengan penampang A-A"™, yang kedua berada di Formasi Ranau dan Formasi Gunung api kuarter tua, yang ditunjukkan dengan penampang B-B"™, serta yang ketiga berada di Formasi Hulusimpang dan Formasi Bal yang ditunjukkan dengan penampang C-C"™.Kata kunci: Anomali medan magnet, analisa derivative, sesar, Lembar Kota Agung
Komponen Angin Zonal dan Meridional sebagai Prekursor Penentu Awal Musim serta Pengaruh ENSO Terhadap Variasinya Presli Panusunan Simanjuntak
PRISMA FISIKA Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.59057

Abstract

Kondisi iklim disuatu wilayah sangat dipengaruhi sirkulasi angin. Pemebentukan cuaca dan iklim di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh sirkulasi Hadley dan Walker selain itu sirkulasi monsun juga mempengaruhi variasi musiman di Indonesia. Komponen angin tersebut juga dipengaruhi oleh aktivitas ENSO (El Niño-Southern Oscillation) di Samudera Pasifik utamanya zonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sirkulasi angin zonal dan angin meridional serta pengaruh ENSO terhadap variabilitas curah hujan dan awal musim di Malang. Penelitian ini menggunakan data angin zonal dan meridional ketinggian 10 meter luaran model ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dengan resolusi spasial 0.125 °x0.125 ° periode 1989-2016, curah hujan bulanan Stasiun Klimatologi Jawa Timur periode yang sama, dan indeks Nino 3.4 yang diunduh melalui situs NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). Hasil penelitian menujukkan bahwa angin zonal baratan dan meridional negatif mendominasi pada periode musim hujan November sampai dengan April. Pada musim kemarau Mei sampai dengan Oktober, angin timuran dan meridional positif lebih kuat. Perubahan arah angin diikuti perubahan musim dengan lagtime 3 dasarian. Aktifnya ENSO mampu mengubah arah angin meridional dan menguatkan angin baratan di wilayah penelitian. ENSO juga menyebabkan curah hujan lebih fluktuatif.